RAWON.ID

Semua Tentang Mistis

Ada Yang Mengirimi Aku Teror Gaib

Cerita ini berawal ketika aku berkenalan dengan seorang wanita di sosial media panggil saja Ana. Semuanya berjalan dengan baik, hubungan kami juga termasuk intens karena memang komunikasi kami hampir dilakukan setiap saat. Kami memiliki sebuah kesamaan yaitu kami sangat menyukai hal-hal spiritual. Kami senang berbicara tentang urusan psikologis, tulis-menulis, sampai magis: membahas khodam yg masing-masing melindungi diri kami. Dari obrolan inilah kami mengetahui latar belakang kami memang memiliki trah Mataram (dia Kalijaga-Amangkurat, saya Sunan Bonang-Sambernyawa).

Namun pada suatu hari aku mengalami hal aneh. Dimana aku mulai merasakan sakit dan panas di lutut kiri ku, ditambah lutut ku mulai membengkak. Aku sudah melakukan pengobatan secara medis. Dokter berkata bahwa ini hanya bisul, lutut ku di perban dan diobati oleh layaknya luka biasa. Namun menurut orang-orang di dekat ku, kaki ku mengidap tumor jinak. Walaupun sudah di obati sakit ini masih tak kunjung sembuh. lututHal aneh bukan hanya tentang kaki yang tiba-tiba sakit dan membengkak, namun aku pernah ditempeli oleh sosok hitam besar sewaktu aku akan tidur. Jin yang mengganggu itu mefektakompli ku dengan membisikkan kata-kata seolah diriku salah karena telah mendekati Ana dan leluhurnya tidak terima dengan kedekatan kami. Tapi anehnya karena sakit ku ini obrolan kami menjadi semakin intens daripada biasanya. 

Setelah kupikir-pikir aku mendadak sakit dan mulai mengalami hal-hal aneh ini, ketika aku berencana bertemu dengan Ana. Lututku benar-benar membengkak tepat sehari sebelum keberangkatan ku. Karena ini juga aku membatalkan pertemuan ku dengan dirinya. Sebenarnya aku mencurigai seseorang. Pria yang ku curigai ini adalah seseorang yang jika mengalami sebuah kesulitan atau sedang mengalami masalah dengan sang istri maka dia akan mengumbarnya. Aku percaya dia adalah orangnya yang tidak senang dengan kehidupan dan ingin mengambil harta dan wanita di dalam kehidupan ku. Bukan tanpa dasar, sebenarnya Ana juga mengenal pria tersebut dan sering sekali berkeluh kesah tentang nya. Orang-orang disekitar juga berkata, bahwa sebenarnya Ana meminta bantuanku melalui alam bawah sadar dan dipengaruhi oleh khodamnya. 

Setelah merasa pengobatan medis tidak berhasil, akhirnya aku mencoba pengobatan spiritual karena aku memang sudah merasakan bahwa ini bukanlah sakit yang bisa diobati secara medis. Aku menemuin seorang Bapak dan Aa’ saya orang Cianjur. Di dalam pengobatan nya Bapak mengeluarkan alat-alat tradisionalnya: besi towok dibacakan mantra itu saya tempel ke lutut kiri saya yg panas, dan ada reaksi perih di sekitar bengkak yang mulai berisi cairan itu. Nah, Aa’ saya yg dari Cianjur itu, membantu via online dengan Video Call, hingga saya mesti ke rumahnya untuk menyembuhkan total: bengkak yg menyerupai bisul itu, dipencet hingga keluar seluruh isinya: darah kotor disertai lendir serupa ati ayam dan ada serpihan logam di bagian terakhirnya. Untuk mencegah hal serupa terjadi, di tengah malam saya diberi perisai untuk menguatkan khodam turunan saya; dan diperingatkan jangan pernah lalai lagi dalam sholat dan dzikir, supaya diri tidak kosong dan gampang diganggu lagi.

Selama masa pengobatan hingga sembuh memang aku sudah jarang berkomunikasi dengan Ana. Namun Ana pernah bercerita bahwa ia mulai menyadari bahwa ia dan almarhum suaminya berada dibawah pengaruh gaib. Dimana dahulu sang suami juga mengalami hal yang sama dengan diriku. Ketika melakukan ruqyah dari jarak jauh oleh temannya kaki nya mulai membengkak, kejadian nya persis seperti diriku ketika melakukan pengobatan oleh Bapak dan Aa. Bahkan sewaktu lebaran sang suami mendadak sakit dan tidak mau diajak untuk berobat. Hal ini mengakibatkan sang suami meninggal. Dua tahun kemudian sang anak didiagnosa mengidap kanker dan meninggal setelah 2 minggu kemudian.

Ketika kehilangan anaknya inilah seorang pria mendapatkan momen untuk memberi act of service luar biasa sampai meluluhkan hati perempuan yg saya kagumi ini. Bayangkan? Bahkan, ia berdua menikah, sehari setelah ayah Ana meninggal dunia.

Aa’ membaca, memang teror ghaib ini dipakai untuk menguasai Ana. Aa berkata bahwa ada kaitannya dengan teror gaib yg dipakai sang lelaki melalui dukun dari Gunungkidul ( kampung halaman Ibu saya sendiri! ).

Hikmah yg dapat diambil, sewaktu Bapak saya mengobati, ia bercerita tentang pengalaman serupa Mbah saya (ayah Bapak), yg pernah disantet dengan dibakar kakinya dari jauh.

“Wong nandur bakale ngunduh” Kata Mbah. 

(orang menanam akan menuai). 

Itulah suntikan spiritual saya menghadapi teror ghaib ini. Sampai-sampai, saya tidak mengizinkan kawan-kawan yg menemani saya berobat ke Aa’ untuk mendokumentasikan momen pembersihan logam dan darah kotor yg terdapat di dalam lutut kiri saya itu.

Sumber dari pembaca Rawon.id

Jika kalian memiliki pengalaman gaib bisa langsung cerita kepada Mbah, niscaya hati kisanak akan lega.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *