RAWON.ID

Semua Tentang Mistis

Asal Usul Hantu Pirau

Cerita hantu, menjadi cerita yang ditakuti namun seru untuk diikuti. Ketika kita mendengarkan cerita hantu, adrenalin akan naik dan membuat rasa takut menyelimuti diri kita. Walaupun ditakuti cerita hantu menjadi cerita yang bisa tidak akan pernah hilang dimakan oleh waktu. Hal ini terbukti karena kebanyakan cerita hantu yang ada sekarang merupakan cerita yang diturunkan oleh nenek moyang kita. Cerita-cerita ini tetap banyak dipercaya, walaupun dunia sudah semakin modern. Bukan tanpa alasan, terkadang memang banyak hal yang sulit untuk dijelaskan dengan logika. Selain itu terkadang memang sosok hantu ini suka menunjukkan wujudnya, karena inilah banyak orang yang memberikan testimoni sehingga cerita tentang makhluk astral pun tidak pernah hilang. 

Termasuk salah satu hantu yang akan kita bahas berikut ini, hantu ini merupakan salah satu hantu yang sudah dipercaya sejak jaman dahulu. Hantu ini bernama Pirau, dimana hantu ini merupakan hantu yang terkenal di Provinsi Jambi. Sampai sekarang hantu pirau ini masih eksis dan masih menjadi sosok yang menyeramkan bagi para warga. Hantu pirau sendiri dikenal suka mengganggu anak-anak bahkan dipercaya hantu ini juga bisa membunuh seseorang.

Asal Usul Pirau

Hantu Pirau ini digambarkan sebagai hantu yang sangat menyukai bayi dan anak-anak. Hantu pirau akan mengganggu anak-anak yang sedang bermain dan mengganggu bayi yang sedang tidur.

Menurut mitos yang berkembang, ada beberapa versi tentang hantu pirau ini.

Versi pertama mengatakan bahwa sosok hantu pirau ini sebenarnya bukan lah murni makhluk gaib sebangsa hantu, jin, atau dedemit lainnya. Melainkan adalah manusia yang melakukan pesugihan untuk mendapatkan keabadian yang kekal, namun untuk mendapatkan hal itu pirau harus memangsa para anak kecil sebagai syarat yang harus dikerjakan.

Sosok pirau digambarkan menyerupai kakek tua yang sering berjalan-jalan di tepian kampung untuk mencari para anak kecil yang masih bebas berkeliaran pada malam hari. Namun tidak hanya dengan sosok kakek-kakek, terkadang sosoknya juga bisa menjadi siluman kera yang penuh bulu serta memiliki bentuk telapak kaki yang aneh dan penuh cakar.

Untuk versi lainnya mengatakan sebenarnya hantu pirau ini tidak jahat loh. Hantu pirau ini memiliki sifat yang sangat pemalu dan sangat suka bersembunyi di semak-semak sekitar kampung. Hantu pirau mencari anak-anak bukan untuk mengganggu nya atau untuk hal buruk lainnya, melainkan untuk mengajak anak-anak dan bayi bermain. Namun karena rupanya yang menyeramkan anak-anak ini bukannya senang, malah menjadi ketakutan dan menangis. Orang tua yang melihat hal ini akan kebingungan karena tanpa sebab yang jelas anaknya akan menangis terus menerus. Ya Iyalah yah, siapa yang senang diajak bermain dengan hantu.

Cerita Rakyat Hantu Pirau

Menurut cerita rakyat awal mula adanya hantu pirau adalah ketika masa pemerintahan Raja Jambi yang berasal dari keling atau India. Dimana pada masa itu masyarakat menjadi sangat ketakutan karena teror dari hantu pirau. Oleh karena ini para pemimpin masyarakat tujuh koto, sembilan  koto, dan batin dua belas yang juga disebut dubalang tujuh, dubalang sembilan, dan dubalang dua

mulai mengusir hantu pirau. Bukannya menghilang dan meninggalkan desa, hantu pirau yang marah semakin menjadi-jadi. Para pemimpin masyarakat (dulang) menghadap Raja Jambi karena gagal mengusir hantu tersebut.

Raja yang mendengar itu, tersenyum dan mengelus jenggotnya yang panjang kemudian berkata kepada dubalang untuk pulang ke tempat mereka masing dan sampaikan ke rayat mereka untuk membuat Lukah (lukah adalah alat untuk menangkap ikan). Para dubalang yang kebingungan kemudian menanyakan kepada Raja mengapa harus membuat Lukah padahal belum masa untuk menangkap ikan. Raja menjawab untuk lakukan saja apa yang ia perintahkan dan lukah yang sudah jadi untuk ditaruh di atas bukit.

Para warga bingung karena biasanya lukah diletakkan di sungai bukan di bukit. Walaupun terheran-heran, namun masyarakat tetap melaksanakan perintah raja. Setelah di taruh di atas bukit, hari pertama hingga hari ketujuh tidak ada tanda apapun. Namun pada hari ke tujuh lukah terlihat bergerak-gerak, saat dilihat lebih jelas ternyata ada sesuatu yang bentuknya seperti manusia namun sangat kecil dan dia bisa berbicara.

Masyarakat yang kebingungan membawa sosok tersebut ke raja untuk menanyakan sebenarnya makhluk apa ini. Raja yang melihat ini berkata bahwa ini adalah hantu pirau yang suka mengganggu anak dan bayi. Raja meminta prajurit untuk mengambilkan pedang yang panjang dan tajam untuk memotong tubuh hantu pirau. Hantu pirau yang mendengar hal itu meminta kemurahan hati sang raja untuk melepaskannya. Raja setuju namun ada 2 hal yang diminta dimana raja meminta hantu pirau untuk tidak kembali dan mengganggu anak-anak, selain itu raja juga memintanya untuk menyerahkan cincin pinto-pinto (cincin yang bisa mengabulkan permohonan). Hantu pirau pun memberikan cincin tersebut dan pergi dari tempat tersebut. 

Hantu pirau terkenal sebagai cerita rakyat Jambi. Legenda ini bahkan masuk dalam catatan Marcopolo pada 1292.

Mencari Hantu Pirau

Untuk mencari keberadaan hantu Pirau biasanya masyarakat akan menemukan jejak kaki aneh karena konon katanya hantu ini memiliki telapak kaki yang terbalik sehingga untuk melacaknya para warga harus mengikuti secara mundur. 

Sebenarnya cerita tentang keberadaan hantu pirau ini sudah ada sejak jaman dahulu. Bahkan menurut beberapa catatan kerajaan-kerajaan di Jambi menyatakan sosok Pirau sudah populer di masa peperangan. Akhirnya cerita ini hidup dari masa kemasa dan menjadi urban legend yang dipercaya oleh masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *