RAWON.ID

Semua Tentang Mistis

Asal Usul Jelangkung

Jelangkung merupakan permainan yang sudah sangat terkenal di Indonesia. Namun jelangkung bukan lah permainan biasa, kalian harus menyiapkan mental yang kuat ketika kalian memulai permainan ini. Sebenarnya tidak jelas kapan jelangkung mulai dimainkan di Indonesia, namun menurut catatannya, Jelangkung dulunya dimainkan oleh bangsa China.

Asal penggunaan istilah “Jailangkung” diduga berhubungan dengan sebuah Kepercayaan tradisional Tionghoa yang telah punah. Ritual ini adalah tentang adanya kekuatan dewa “Poyang” dan “Moyang” (mirip istilah “nenek moyang”) yaitu Cay Lan Gong (“菜篮公”, “Dewa Keranjang”) dan Cay Lan Tse yang dipercaya sebagai dewa pelindung anak-anak. Permainan Cay Lan Gong juga bersifat ritual dan dimainkan oleh anak-anak remaja saat festival rembulan.

Jelangkung sendiri merupakan wadah yang akan dimasuki oleh para arwah. Biasanya jelangkung menggunakan batok kelapa, kayu berbentuk + dan dipakaikan baju. Dimana batok kelapa menjadi kepalanya yang akan digambar wajah/polos, kayu + digunakan sebagai badan. Di ujung tangan diberi spidol untuk menulis, dan kalian juga membutuhkan kertas. Banyak juga yang menggunakan media lain untuk memanggil arwah, misalnya papan ouija. Banyak juga dari pemain yang menyiapkan jajanan pasar atau gorengan sebanyak 7 rupa, kembang 7 rupa, kopi pahit dan manis, teh pahit dan manis, dan air putih masing-masing dua gelas. 

Setelah persiapan selesai, kalian bisa bermain pada malam hari dan mencari tempat angker. Karena jika kalian bermain di tempat yang angker, kalian akan lebih cepat memanggil hantu. Sebelum memulai kalian harus menyebutkan matra nya “Jelangkung Jelangkung Disini Ada Pesta, Pesta Pesta Kecil-kecilan Datang Gak di jemput Pulang Tak Diantar”

Ketika kalian bermain jelangkung, peganglah tubuh jelangkung dengan erat. Pertanda jika jelangkung yang kalian miliki sudah terisi adalah jelangkang terasa berat, kemudian akan bergerak dengan sendirinya. Ketika sudah terisi kalian bisa menanyakan apapun kepada sang roh. Namun berdoalah kalian bertemu dengan roh yang baik. Kalian harus menjaga sikap kalian dalam memainkan jelangkung. Ingat yah guys selesai bermain kalian harus banget mengembalikan roh tersebut. Jangan pernah meninggalkan jelangkung begitu saja karena roh akan marah dan kalau apes kalian akan dihantui dan di ikuti.

Pengalaman Bermain Jelangkung

1. Dihantui Jelangkung

Ada tiga bocah yang sedang bermain jelangkung (Adi, Oni dan Joko). Mereka sedang memainkan jelangkung di kebun. Ketika sudah menyebutkan mantra, mereka tidak merasakan ada hal aneh yang terjadi pada jelangkung yang mereka mainkan. Adi yang merasa takut ingin meninggalkan permainan namun ditahan oleh Oni dan Joko. Karena merasa tak ada yang terjadi Adi pun meninggalkan permainan. Melihat hal itu Oni dan Joko pun meninggalkan jelangkungnya begitu saja di kebun. 

Pada malam hari Adi tiba-tiba mendengarkan ada bunyi ketukan yang keras di Jendela. Adi terbangun dan ketika melihat keluar, Adi kaget ada jelangkung yang terbang. Melihat hal itu adi berteriak dan langsung terjatuh pingsan.

Keesokannya mereka ber3 kembali bertemu dan membicarakan kejadian yang mereka alami, dan ternyata mereka semua mengalami hal tersebut. Ditengah pembicaraan mereka kaget dan berteriak melihat jelangkung tersebut sedang melayang di dekat pohon. Mereka langsung membacakan mantra yang sudah mereka ucapkan dan kemudian jelangkungnya terjatuh. Tanpa berpikir panjang mereka langsung membakar jelangkung itu. 

Malamnya, Joko kembali merasa ada yang aneh di bawah ranjangnya. Saat dilihat di bawah ranjang, ada boneka jelangkung setengah hangus keluar dan menyerangnya…

2. Kerasukan Masal

Sebanyak 25 murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) 02 Susukan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur kerasukan masal setelah bermain jelangkung. Banyak anak yang menangis, berteriak, dan lari-larian. Peristiwa itu bermula saat jam istirahat sekitar pukul 10.00 WIB. Untuk mengisi waktu istirahat, sebagian murid laki-laki dari 37 murid kelas VI bermain jelangkung dengan menggunakan kertas dan uang di dalam ruang kelas. Setelah memainkan permainan itu, mereka tidak mengembalikan arwah tersebut seperti mana mestinya. Tak lama kemudian salah seorang murid mulai bertingkah aneh yang diikuti oleh murid-murid lainnya. Secara total terdapat 25 murid yang mengalami kesurupan. “Kesurupannya berlangsung sampai sekitar 40 menit. Pihak sekolah memanggil seorang pemuka agama setempat. Setelah dibacakan doa, situasi mulai kondusif dan para siswa juga sudah mulai sadar.

Ingat yah guys kalau bermain jelangkung kalian harus bertanggung jawab dengan apa yang sudah kalian panggil. Pulangkan arwah yang sudah kalian panggil atau kalian akan mendapat ganjarannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *