RAWON.ID

Semua Tentang Mistis

Asal Usul Jurig Bonge

Disaat berkendara, waspada dan fokus adalah hal utama yang harus dijaga supaya tidak terjadi kecelakaan. Termasuk ketika kalian melewati jalur kereta, kewaspadaan kalian harus jauh lebih ditingkatkan dengan melihat kiri kanan. Walaupun sekarang setiap jalur kereta sudah memiliki palang pintu, namun kalian tetap harus waspada yah. Karena walaupun sudah ada palang pintu, ternyata banyak juga loh dari masyarakat sendiri yang menerobos palang pintu dan mengakibatkan kecelakaan. 

Banyak mitos yang berkembang tentang kecelakaan yang terjadi di rel kereta. Salah satu yang paling terkenal adalah Jurig Bonge. 

Siapa Jurig Bonge

Nama jurig bonge ini juga memiliki arti dimana jurig bernama jurig berarti hantu dan bonge berarti tuli. Jurig Bonge artinya adalah hantu tuli yang biasa menyesatkan indrawi manusia, karena itulah kita dianjurkan jangan melamun ketika melintasi kawasan yang horor karena memang Jurig Bonge ini bisa meniupkan hal-hal yang bisa membuat manusia hilang sadar.

Kecelakaan yang terjadi di rel kereta seringkali dikaitkan dengan hantu jurig bonge. Hantu jurig bonge menutup pendengaran kalian ketika melewati rel kereta, sehingga kalian tidak akan sadar jika ada kereta lewat atau ada seseorang yang memperingati kalian jika ada kereta yang lewat.

Sebenarnya tidak ada yang tahu bagaimana wujud dari jurig bonge sendiri. Namun banyak yang berkata jurig bonge tidak memiliki wujud seperti hantu-hantu lain. Jurig bonge dipercaya hanya seperti asap atau kabut yang kemudian memasuki tubuh seseorang baik yang sedang berkendara atau berjalan kaki dan ingin menyebrangi rel kereta.

Tapi ada juga loh yang berkata bahwa jurig bonge ini sendiri ada wujudnya. Jurig Bonge sering dikaitkan dengan mahluk tinggi besar yang mengenakan jubah hitam dan sering membawa sebuah bantal untuk menutupi kuping para pengendara yang melewati di wilayah kekuasaannya.

Asal Usul Jurig Bonge

Cerita ini berawal dari tahun 1942, dimana ada seorang pria yang menjual dulang (alat untuk mendinginkan nasi yang sudah matang). Biasanya pria penjual dulang ini menjajakan dagangan nya di sekitaran stasiun kereta api. Ketika sudah lelah menjajakan dagangannya, penjual ini memutuskan untuk beristirahat dan duduk di sebuah rel kereta api seraya menutup kepala hingga telinga dengan menggunakan dulang yang ia jual. Dulang yang berbentuk kerucut itu memang bisa membantu untuk mengurungangi bising nya stasiun kereta api.

Namun mendadak dari kejauhan terdapat sebuah kereta api yang sedang melaju dengan kencang, di atas rel yang sama dengan penjual dulang yang sedang beristirahat. Menurut mitos yang tersebar, sebenarnya masinis yang menjalankan kereta tersebut sudah membunyikan klakson lokomotif sekencang-kencang nya agar sang penjual dulang tersebut segera bangun dan keluar dari jalur kereta. Namun karena dulang yang terpasang hingga menutupi telinganya ini membuat sang pria tidak bisa mendengarkan apapun. Naas penjual dulang tersebut harus tertabrak kereta dan mati mengenaskan. 

Sejak kejadiaan naas tersebut percayalah, penjual dulang tersebut mulai mengganggu orang-orang yang melintasi rel kereta api. Hantu ini menutup telinga orang-orang agar mereka tidak bisa mendengar dan mengalami kecelakaan yang sama dengannya. Cerita ini sudah menjadi urban legend bagi orang-orang yang tinggal di sekitar daerah rel kereta api.

Cerita dari hantu jurig bonge sudah benar-benar dikenal oleh masyarakat luas terutama di Pulau Jawa. Banyak sekali kejadian yang dihubung-hubungkan dengan hantu jurig bonge ini. Ada beberapa kejadian dimana seseorang yang sudah diperingati bahwa akan ada kereta yang melintas, namun orang tersebut tentang berjalan seolah tidak menghiraukan atau tidak mendengar teriakan orang-orang sekitar dan akhirnya terjadi insiden yang tidak diinginkan.

Kewaspadaan kalian dalam berkendara adalah hal utama yang harus diperhatikan. Terkadang ketika lelah, tubuh sudah tidak fokus sehingga kita menjadi lengah dan bisa mengakibatkan kecelakaan. Selain itu banyak juga orang-orang yang ingin buru-buru, sehingga ketika palang kereta sudah diturunkan mereka tetap menerobos dengan harapan bisa lebih cepat sampai tujuan. Ada juga yang malas menunggu kereta lewat sehingga nekat tetap menerobos. Hal ini lah yang bisa menjadi malapetaka bagi kalian sendiri. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *