RAWON.ID

Semua Tentang Mistis

Asal Usul Pulung Gantung

Kematian bagi sebagian orang hal ini adalah momok menakutkan yang bisa menghampiri siapa saja, dimana saja, dan kapan saja dan yang pasti tidak bisa dihindari. Namun ada sebagian orang yang malah sengaja menghilangkan nyawa mereka karena berbagai alasan. Mereka yang tidak menemukan jalan keluar lagi, biasanya mengambil jalur pintas ini agar bisa berhenti merasakan derita yang sudah dialami. Memang perbuatan seperti sangat ditentang oleh agama dan akal sehat, namun banyak dari mereka yang mengambil keputusan ini. Menurut data WHO di Indonesia pada tahun 2016 sebanyak 3 dari 100.000 orang Indonesia mati akibat bunuh diri. 

Di Gunung Kidul sendiri bunuh diri sempat menjadi fenomena. Dimana tahun 2001 – 2017 ada sekitar 459 kasus kematian akibat bunuh diri. Karena banyaknya kasus inilah muncul cerita bahwa kematian warga dengan cara bunuh berkaitan dengan hantu Pulung Gantung. Mungkin belum banyak yang mengenal siapa hantu satu ini, untuk itu yuk kenalan dengan hantu satu ini. 

Asal Usul Pulung Gantung

Asal-usul pulung gantung konon berawal dari perseteruan antara Kerajaan Majapahit dan Demak. Sang raja Brawijaya V melarikan diri ke Gunung  Kidul lalu menghilang dengan kesaktiannya untuk menghadap sang kuasa. Sebagian para pengikutnya yang setia dan tak memiliki kemampuan sakti merasa frustasi hingga memutuskan bunuh diri. Namun roh mereka ditolak sang pencipta dan berubah wujud menjadi bola-bola api alias pulung gantung. Ini adalah versi berdasarkan mitos.

Namun secara ilmiah, seorang peneliti yang berasal dari Universitas Gadjah Mada pernah mengungkapkan fakta ilmiah, bahwa sebenarnya adalah suatu fenomena alam yang biasa terjadi. Pijaran tersebut berasal dari perpaduan zat fosfor dan zat kapur yang memang banyak ditemui di sana. Seperti kita ketahui, kabupaten tersebut memang terletak di atas pegunungan kapur.

Cerita  Pulung Agung

Pulung Gantung digambarkan sebagai sebuah benda misterius berbentuk bola api yang menyala dan memiliki ekor atau buntut. Kehadiran dari pulung agung dianggap sebagai pertanda buruk. Konon menurut cerita yang berkembang, apabila benda misterius ini melayang di atas salah satu rumah warga maka salah satu penghuni disana akan melakukan bunuh diri dengan cara gantung diri.

Jika masyarakat melihat bola api tersebut, mereka akan beramai-ramai membunyikan lesung (alat tradisional dalam pengolahan padi atau gabah menjadi beras), hal ini dipercaya dapat mengusir pulung gantung dari desa mereka sehingga tidak akan warga yang meninggal. Atau hal lain yang bisa dilakukan adalah dengan mengadakan selamatan atau pengajian sembari melakukan aksi siaga seharian penuh dari siang sampai malam. Walaupun demikian setelah dilakukannya ritual, bukan berarti desa akan 100% terbebas dari pulung gantung.

Warga yang melakukan bunuh diri bukan berarti sudah selesai ceritanya. Dipercaya bahwa arah dari korban yang melakukan bunuh diri akan menunjukkan korban selanjutnya. Arah yang dituju orang yang gantung diri menjadi isyarat bahwa pulung gantung berikutnya akan mampir dan kembali memakan korban. Serem yah

Penanggulangan Pemerintah

Melihat banyaknya warga di Gunung Kidul yang melakukan bunuh diri, pemerintah mulai mencari tahu sebenarnya apa yang terjadi. Setelah itu kepolisian memberikan  tiga faktor utama yang menyebabkan orang di sana melakukan bunuh diri yaitu: gangguan kejiwaan, sakit lama yang tidak sembuh-sembuh, dan beban hidup karena harus ditinggal sendirian. Selain itu kemiskinan juga menjadi salah satu hal yang dipercaya membuat warga mengambil jalan pintas dengan cara bunuh diri.

Walaupun demikian memang sulit untuk menghapuskan cerita seperti pulung gantung ini dari kehidupan masyarakat. Karena warga sudah mempercayainya dari jaman dahulu. Pemerintah juga mulai melakukan penyuluhan ke warga tentang kasus pembunuhan ini, dengan tujuan agar warga bisa mengetahui bahwa kasus bunuh diri ini sebenarnya merupakan karena mental tidak berhubungan dengan pulung gantung. Hal ini mungkin membutuhkan waktu yang lama, apalagi untuk orang tua yang memang sudah hidup melekat dengan mitos ini. Kita doain yang guys semoga tidak banyak lagi kasus-kasus bunuh diri yang terjadi di Gunung Kidul dan warga sekitar selalu diberikan kesehatan. 

Kalau kalian lebih percaya dengan yang Ilmiah atau cerita turun temurun masyrakat?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *