RAWON.ID

Semua Tentang Mistis

Asal Usul Si Manis Jembatan Ancol

Ancol merupakan tempat wisata di Jakarta yang terkenal dengan pantai dan berbagai tempat wisata yang bisa kalian kunjungi. Dari pantai, aquarium, kolam renang, dan masih banyak lagi tempat-tempat yang bisa kalian nikmati. Dibalik kepopulerannya, Ancol menyimpan sebuah cerita horor yang menyeramkan, yah Si Manis Jembatan Ancol. Legenda ini sudah sangat melekat di masyarakat sekitar. Si Manis sendiri di deskripsikan sebagai seorang wanita yang memiliki paras cantik, mengenakan pakaian merah, dan memiliki rambut sebahu.

1. Versi Pertama Cerita Si Manis

Si Manis Jembatan Ancol tidak semanis namanya. Si Manis memiliki kisah mengenaskan di masa kehidupannya. Menurut legenda yang beredar di masyarakat Si Manis ini bernama Ariah . Ariah adalah seorang anak gadis Mak Emper yang tinggal di emper (paviliun) rumah seorang juragan kaya di Kampung Sawah Paseban. Dalam catatan Ridwan Saidi, kisah tentang Ariah itu terjadi pada 1817.

Ketika usia 16 tahun, ternyata sang juragan menyukai Ariah dan ingin menikahinya. Mengetahui hal itu Ariah tidak menerima hal tersebut karena memang dia belum ingin menikah dan kakaknya juga belum menikah. Untuk menghindari pernikahan itu Ariah kabur dari rumah.

Dalam pelariannya, Ariah bertemu dengan Oey Tambahsia, seorang juragan kaya raya di Batavia saat itu yang memiliki vila di kawasan Bintang Mas (saat ini bernama Ancol). Oey dikenal sebagai seorang maniak yang menyukai wanita muda. Ketika dia melihat Ariah langsung muncul keinginannya untuk mendapatkan Ariah. Oey langsung memerintahkan anak buah nya Pi’un dan Surya untuk segera mendapatkan Ariah.

Ke 2 anak buah ini pun berhasil mendapatkan Ariah ketika dia berada di di Bendungan Dempet dekat Danau Sunter. Ketika tertangkap Ariah tidak menerima hal itu dan berusaha untuk melawan. Namun naas, Ariah tewas ditangan Pi’un dan Surya. Untuk menutupi kejahatanya, mereka membuang mayat Ariah di persawahan, sekitar 400 meter dari Jembatan Ancol. 

2. Versi Kedua Si Manis Jembatan Ancol

Versi kedua ini sebenarnya hampir mirip dengan versi yang pertama, karena memiliki kisah yang naas juga. Gadis ini dikenal dengan nama Maryam. Dia dideskripsikan sebagai wanita yang sangat cantik. Ketika itu Maryam bekerja di salah satu toko pemilik juragan kaya yang ada di Batavia (sekarang Jakarta). Karena kecantikan Maryam, sang juragan menyukainya dan mengajaknya untuk menikah namun Maryam akan menjadi selir karena sanga juragan sudah memiliki istri. 

Maryam pun menolak permintaan tersebut dan kabur. Namun nasib baik tak menghampiri, pelarian Maryam tak berhasil, karena Maryam berhasil ditangkap. Disaat penangkapan ini Maryam diperkosa bergilir dan setelah itu dibunuh oleh para preman, padahal sang juragan hanya memerintahkan untuk menangkapnya supaya sang juragan dapat menikahinya.

Karena takut ketawan, para preman ini pun membuang mayat Maryam di daerah persawahan tak jauh dari lokasi dibunuhnya Maryam. Lokasi itu adalah Ancol yang kini menjadi sebuah jembatan.

Semenjak kejadian itu, banyak warga yang memberikan kesaksian bahwa mereka melihat sosok Ariah di daerah tersebut. Banyak yang percaya hantu si Ariah bergentayangan dan menuntut balas dendam atas kematiannya. Ada nih beberapa kejadian yang dialami oleh orang sekitar tentang Si Manis: 

a. Tukang Ojek

Ada seorang tukang ojek yang memberikan pengakuan bahwa dia pernah mendapatkan penumpang yang memintanya di antar ke Ancol. Ketika diperjalanan, tukang ojek mengajaknya berbicara namun tidak ada tanggapan apapun. Saat sampai di tujuan wanita itu menghilang. Untungnya sang tukang ojek melihat sosok Si Manis dalam kondisi yang cantik.

b. Ketetesan Darah

Salah satu pengendara bernama Sutiono bercerita, bahwa ketika dia berkendara melewati Jembatan Hitam yang terkenal angker dan kerawanannya tangan nya tiba-tiba basah seperti tertetes air.

Dia pun berhenti untuk mengecek tangan nya, karena dia mengira itu adalah kotoran burung. Saat dia memperhatikan lebih jelas ternyata itu adalah darah, disaat itulah dia percayai bahwa dia sedang dikerjai oleh Si Manis. Semenjak kejadian itu dia selalu membunyikan klakson dan membaca Al-Quran supaya tidak diganggu lagi.

Percaya atau tidak tentang Si Manis merupakan pilihan masing-masing. Namun ingat yah guys “Dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung” yang artinya jika dimana pun kalian berada, kalian harus bisa menghormati dan menghargai apa yang ada disana. Sekian dan terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *