RAWON.ID

Semua Tentang Mistis

Asal Usul Uhang Pandak

Seperti yang kita ketahui hantu bisa tinggal dimana saja. Gunung juga menjadi salah satu tempat berkumpul nya para hantu. Banyak cerita-cerita mistis yang berkembang di gunung. Misalnya para pendaki yang dibuat bingung hingga tersesat. Banyak para pendaki yang menceritakan pengalaman mistis mereka seperti mendengar suara wanita menangis, melihat sosok-sosok tak kasat mata yang berada disekitar mereka. Oleh karena itu untuk seseorang yang ingin mendaki gunung harus menjaga sikap mereka, tidak berbicara sembarangan atau berbicara kotor, dan menjaga kebersihan.

Sosok yang menghuni gunung pun sangat banyak macam nya. Jika di gunung tertinggi Everest terdapat misteri tentang Yeti atau manusia salju, di Indonesia sendiri terdapat misteri tentang Uhang Pandak. Cerita tentang Uhang Pandak atau Orang Pendek ini sudah menyebar luas di seluruh hutan Sumatera. Termasuk di Taman Nasional Gunung Kerinci Seblat, di bagian Jambi. Bahkan Uhang Pandak ini disebut sebagai misteri sejarah alam terbesar di Asia. Karena ceritanya ini ahli zoologi mendaftarkan laporan kera misterius ini di wilayah Taman Nasional Kerinci Seblat, Provinsi Jambi, lebih dari 150 tahun.

Sejarah Uhang Pandak

Cerita Uhang Pandak sendiri muncul pertama kali di catatan penjelajah gambar jejak Marco Polo, pada tahun 1922 saat dia melakukan ekspedisi di Asia. Namun menurut para ilmuwan uhang pandak hanyalah cerita mitos layaknya Yeti. Namun untuk para warga berkata bahwa keberadaan uhang pandak ini sendiri benar adanya.

Menurut penuturan yang pernah melihat sosok uhang pandak, sosok satu ini memiliki tinggi badan hanya 85 cm-130 cm, memiliki bulu yang tumbuh di sekujur tubuhnya, dan selain itu ada juga yang berkata bahwa uhang pandak selalu membawa alat berburu seperti tombak dan lainnya.

Selain itu pada awal tahun 1900-an disaat Indonesia dijajah oleh Belanda, banyak juga kesaksian yang datang dari WNA. Namun pada tahun 1923 ada salah satu pengakuan yang paling terkenal, pengakuan tersebut datang dari seorang zoologi yang sedang melakukan penelitian di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat bernama Mr. Van Heerwarden.

Disalah satu catatanya, iya menuliskan bertemu dengan sosok gelap dengan banyak bulu di badannya. Tinggi badannya hanya seperti anak-anak balita berusia 3-4 tahun, namun wajah nya seperti orang tua dengan rambut hitam sebahu. Melihat hal itu Mr. Van Heerwarden menyadari apa yang iya lihat bukan lah primata. Mereka yang menyadari kehadiran Mr. Van Heerwarden, langsung pergi dan menjauh.

Salah satu hal yang membuat Mr. Van Heerwarden semakin yakin adalah ia melihat sosok tersebut memiliki persenjataan berbentuk tombak dan mereka berjalan tegak. Karena kejadian ini membuat Mr. Van Heerwarden semakin gencar melakukan penelitian namun tidak membuahkan hasil. 

Sebenarnya selain Mr. Van Heerwarden, masih banyak peneliti yang melakukan penelitian tentang uhang pandak. Namun sama hasilnya juga nihil.

Perilaku Uhan Pandak

Perilaku makhluk ini bisa dikatakan aneh dan unik yang membuat para peneliti bingung, Misalkan ketika tuhan pundak dan menyantap ayam, uhan pandak memiliki cara unik ketika menyantapnya. Dimana uhang pandak akan makan sambil telentang, dengan kaki dan tangannya sibuk mengelupas kulit ayamnya baru dimakan. Selain memakan ayam, uhang pandak juga memakan bunga yang mirip dengan bunga matahari. 

Uhang pandak sendiri termasuk sangat gesit sehingga membuat orang-orang sulit untuk melihatnya dengan jelas. Ketika kita mendekat uhang pandak akan langsung berlari menuju semak-semak.

Uhang Pandak Adalah Primata?

Seorang peneliti bernama Debbie Martyr melakukan ekspedisi untuk meneliti uhang padak dari tahun 1994-2000. Dia melakukan penelitian hampir di semua kabupaten di wilayah Taman Nasional kerinci Seblat hingga ke Pasaman. Namun fokus area ada di Kabupaten Merangin dan Kerinci (Jambi), Mukomuko (Bengkulu) dan Pesisir Selatan (Sumatera Barat).

Debbie mengaku, jenis ini merupakan primata besar, agak mirip dengan orangutan tapi bukan orang utan karena berwarna kuning kemerahan atau coklat. Menariknya, lanjut warga negara Inggris ini, Uhang andak memerlukan habitat khusus. Berdasarkan penelitiannya, tidak semua kawasan TNKS merupakan habitat bagi Uhang pandak.

Untuk kebenaran tentang keberadaan uhang pandak sendiri masih menjadi misteri yang menarik bagi banyak peneliti. Namun hingga sekarang tidak ada yang bisa memastikan bagaimana wujud nya dan dimana uhang pandak berada.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *