RAWON.ID

Semua Tentang Mistis

Asal Usul Wewe Gombel

Indonesia adalah negara dengan berbagai macam suku, ras, dan agama. Memiliki keindahan yang tidak perlu diragukan lagi. Tidak hanya memiliki keragaman suku, ras, dan agama Indonesia juga memiliki keragaman hantu, yes hantu. Dimana banyak sekali macam-macam hantu yang ada di Indonesia, salah satunya adalah wewe gombel. Wewe gombel ini digambarkan dengan seorang hantu wanita dengan ciri khas payudaranya yang besar dan menjuntai kebawah hingga melebihi pinggang. Banyak yang sudah melihat sosok wewe gombel, memberitahukan bahwa wewe gombel memiliki muka yang buruk rupa.

Tapi kalian tau gak sih sebenarnya dari mana asal Wewe Gombel? Kenapa namanya kok Wewe Gombel? Yuk kita bahas tentang asal usul dari Wewe Gombel.

Nama Wewe Gombel

Sebenarnya tidak ada penjelasan pasti tentang asal usul penamaan wewe gombel. Namun menurut berita yang berkembang sesuai dengan namanya, penamaan wewe gombel ini konon berasal dari daerah Bukit Gombel yang berada di Semarang Jawa Tengah. Beberapa orang menyebut daerah itu merupakan wilayah kerajaan hantu. Peristiwa kemunculan wewe gombel ini di antaranya terjadi di wilayah Semen, Wonogiri dan Klaten, Jawa Tengah.

Sejarah Wewe Gombel

Menurut Versi Buku 666 Misteri Paling Heboh: Indonesia & Dunia, yang ditulis Tim Pustaka Horor. Ada seorang pasangan suami istri. Di pernikahannya mereka tidak dikarunai anak. Hal ini membuat sang sumi membenci sang istri. Tidak hanya membenci, sang suami pun mengucilkan yang membuat sang istri menjadi gila dan gembel. Melihat ini sang suami berselingkuh dengan wanita lain. Mengetahui perselingkuhan sang suami, sang istri tidak dapat menerimanya. Dan dia pun membunuh suaminya, mengetahuin hal ini masyarakat sekitar langsung mengejarnya. Sang istri akhirnya memutuskan untuk bunuh diri. Semenjak itu mulai lah berkembang cerita tentang hantu ini.

Mitos yang Berkembang Di masyarakat

Banyak mitos yang berkembang tentang hantu wewe gombel ini. Dimana ada mitos yang mengatakan bahwa wewe gombel suka menculik anak-anak dan menyembunyikannya. Anak-anak yang diculik biasanya adalah anak-anak yang sedang bermasalah dengan orang tuanya. Wewe gombel akan menakuti [ara orang tua dari anak yang disembumyikan. Setelah orang tuanya sadar akan kesalahannya, wewe gombel baru akan mengembalikan anaknya. Kalau dari cerita ini terkesan wewe gombel itu baik yah, karena secara tidak langsung mengajarkan orang tua untuk lebih tanggung jawab terhadap anak.

Ada juga cerita dimana ketika kita bermain petak umpet setelah magrib, akan diculik dan disembunyikan di pohon bambu. Ketika disembunyikan sang anak akan diberikan makan, dimata sang anak dia sedang memakan mie namun kenyataannya dia sedang memakan cacing. Banyak cerita yang mengatakan selain cacing anak juga diberi makan kotoran, serangga dan masih banyak lagi. Ketika sang anak sudah ditemukan banyak yang berkata bahwa sang anak tidak akan berbicara lagi, karena wewe gombel sudah merusak suara si anak agar tidak dapat membicarakan apa yang sudah dialami dan tidak bisa menceritakan muka wewe gombel yang dikenal buruk rupa.

Namun banyak yang percaya sebenarnya wewe gombel ini dibikin oleh para orang tua agar anak-anak tidak bermain lebih dari magrib. Sebab dijaman dahulu, keadaan gelap tidak seperti sekarang. Banyak orang tua yang khawatir jika anak-anaknya bermain hingga malam. Maka dari itu dibuatlah ceritai ini untuk menakuti anak-anak. Hayo kalian juga pernah gak nih ngalamin orang tua kalian melarang untuk bermain hingga malam hari, dengan menggunakan alasan nanti ditangkep wewe gombel loh?

Sebenarnya tidak ada kejelasan apakah wewe gombel sendiri ada atau tidak. Percaya atau tidak semua dikembalikan lagi kepada pribadi masing-masing. Karena memang untuk cerita tentang hantu itu tidak ada bukti tertulis. Semua hanya berdasarkan “katanya” atau cerita dari masyarakat yang melihatnya atau mengalaminya.

Tapi bagi kalian yang pernah mendengar kejadian tentang wewe gombel atau mengalami nya sendiri, yuk sharing di comment. Supaya pembaca yang lain juga bisa tau tentang pengalaman kalian. Terima kasih sudah membaca

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *