RAWON.ID

Semua Tentang Mistis

Benda Pusaka Bertuah Yang Ada Di Pulau Jawa

Benda pusaka yang tersebar di seluruh Indonesia sangatlah banyak. Benda-benda pusaka ini dianggap sebagai benda yang bertuah. Mungkin banyak pembaca yang tidak mengerti akan kata bertuah, menurut KBRI bertuah adalah sakti atau keramat yang dapat mendatangkan keberuntungan. Jadi benda pusaka ini diyakini akan mendatangkan sebuah keberuntungan kepada sang pemilik. Selain itu, benda pusaka ini adalah benda-benda yang memiliki sejarah dibalik pembuatannya sehingga banyak dari benda pusaka ini yang dianggap sebagai benda sakti dan keramat. 

Di Pulau Jawa sendiri memiliki banyak benda pusaka, dari cara pembuatan hingga sejarah dibaliknya juga membuat benda pusaka ini semakin berharga. Untuk itu mari kita bahas 7 benda pusaka yang dianggap bertuah di Pulau Jawa. 

1. Ontokusumo

Yang pertama adalah Ontokusumo, benda pusaka satu ini merupakan sebuah rompi. Dimana rompi ini memiliki banyak sejarah karena dipercaya sebagai rompi peninggalan dari Nabi Muhammad. Rompi ini kemudian menjadi barang turun temurun hingga ke tangan Sunan Kalijaga. 

Cara sunan mendapatkan Ontokusumo setelah ia khatam Al Quran pada malam Jumat Legi. Di Masjid Agung Demak Sunan Kalijaga dan wali lainnya sedang berkumpul dan kemudian disana, Sunan Kalijaga memperoleh sebuah hadiah berupa sebuah rompi yang terbuat dari kulit kambing dan lebih pentingnya rompi tersebut adalah peninggalan dari Nabi Muhammad. 

2. Keris Kyai Carubuk

Yang kedua adalah Keris Kyai Carubuk dan merupakan benda pusaka peninggalan dari Sunan Kalijaga. Keris Kyai Carubuk ini merupakan keris buatan dari seorang pandai besi ternama yang berasal dari Kerajaan Majapahit bernama Mpu Supa Mandagri. Keris Kyai Carubuk memiliki bentuk yang indah dengan luk atau eluk sebanyak 17.

Konon katanya diproses pembuatannya Sunan Kalijaga hanya memberi bahan baku berupa besi seukuran biji salak. Namun karena kemampuan dan kanuragan yang dimiliki oleh Mpu Supa Mandagri, bahan sebesar biji salak pun dapat selesai dan menjadi sebuah keris yang indah.

Hanya pandai besi dengan kemampuan yang luar biasa yang dapat melakukannya, dimana Keris Kyai Carubuk ditempa dnegna bara dari sumber api Merapen di Godong, Kabupaten Grobogan, Jateng. Hebatnya lagi ketika Mpu SUpa Mandagri tidak membutuhkan alat untuk memukul biji besi, ia hanya menekan – nekannya menggunakan jari tanggannya hingga menjadi sebuah keris.

3. Tongkat Kalimasada

Tongkat Kalimasada adalah sebuah tongkat milik dari Sunan Kalijaga. Dimana tongkat ini selalu menemani Sunan Kalijaga di dalam perjalanannya. Tongkat Kalimasada memiliki banyak cerita di luar nalar yang sulit untuk dipahami. Dimana hanya dengan menancapkannya di dalam bumi, maka akan tercipta mata air hingga api. Tidak banyak yang mengetahui bagaimana proses pembuatannya Tongkat Kalimasada, namun menurut ceritanya Tongkat Kalimasada dibuat menggunakan kayu Kalimasada yang berasal dari Karimunjawa, Jawa Tengah. 

4. Tombak Kanjeng Kyai Baru Klinting

Benda pusaka selanjutnya adalah Tombak Kanjeng Kyai baru Klinting dimana tombak ini digunakan oleh abdi dalem keraton yang bernama Ki Nayadarma. Tombak satu ini digunakan untuk menumpas pemberontakan yang dipimpin oleh Adipati Pati Pragola. 

Dipercaya Tombak ini adalah titisan dari Naga Baru Klinting. Menurut ceritanya Ki Ageng Mangir Wanabaya ayah dari Baru Klinting menghukum anaknya menjadi seorang ular naga untuk melingkari sebuah gunung merapi.

Tombak ini merupakan titisan dari Naga Baru Klinting. Ki Ageng Mangir Wanabaya yang merupakan ayah Baru Klinting menghukum anaknya yang berwujud ular naga tersebut untuk melingkari Gunung Merapi. Namun ternyata tubuhnya tidak cukup untuk melingkari gunung merapi tersebut, sehingga Baru Klinting menjulurkan lidahnya agar dapat melingkari gunung merapi. Namun hal ini membuat Ki Ageng Mangir Wanabaya menjadi marah karena menganggap sang anak melakukan kecurangan. Sehingga lidahnya yang menjulur dipotong, dan potongan lidah tersebut menjadi sebuah mata tombak yang digunakan untuk membuat Tombak Kanjeng Kyai baru Klinting.

5. Tombak Kanjeng Kyai Pleret

Tombak Kanjeng Kyai Pleret  adalah tombak kepemilikan Danang Sutowojoyo atau Panembahan Senopati pendiri Kerajaan Mataram (yang sekarang menjadi Keraton Yogyakarta). Tombak Kanjeng Kyai Pleret sendiri dipercaya sebuah tombak yang dibuat menggunakan sperma dari Syekh Maulana Maghribi. Dimana Syeh Maulana tidak sengaja melihat adik dari Sunan Kalijaga sedang mandi. Kejadian ini membuat Syekh Maulana mengeluarkan sperma dan kemudian menetes ke air sendang hingga akhirnya Rasa Wulan menjadi hamil. Sedangkan tetesan lainnya mengeras dan kemudian berubah wujud menjadi sebuah mata tombak. Mata tombak ini lah yang dipakai sebagai ujung tombak dari Kanjeng Kyai Pleret

6. Keris Kanjeng Kyai Ageng Kopek

Keris ini merupakan salah satu keris utama yang dimiliki oleh Keraton Yogyakarta.Hal ini yang membuat keris ini hanya dipegang oleh Sultan yang sedang bertahta di Keraton Yogyakarta. Keris Kanjeng Kyai Ageng Kopek juga disebut sebagai pralambang Sultan sebagai pemimpin rohani dan duniawi. Jadi keris ini tidak bisa dimiliki oleh sembarang orang.

7. Keris Kanjeng Kyai Joko Piturun

Di dalam Keraton Yogyakarta Keris Kanjeng Kyai Joko Piturun menempati urutan kedua. Dimana Keris Kanjeng Kyai Joko Piturun akan diberikan kepada Putra Mahkota Keraton Yogyakarta. Menurut sejarahnya keris satu ini sempat dimiliki oleh Sunan Kalijaga dan pembuatnya adalah seorang pandai besi terkenal di masa Kerajaan Demak. 

Itu dia benda pusaka yang dipercaya bertuah yang ada di Pulau Jawa. Memang benda-benda pusaka tidak dapat dimiliki oleh sembarang orang, karena merupakan sebuah benda pusaka yang hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *