RAWON.ID

Semua Tentang Mistis

Bersenggama Bersama Setan

( Semua nama dalam cerita ini disamarkan, mohon maaf jika ada kesamaan ).

Perkenalkan namaku Ilham, cerita ini terjadi saat aku masih berumur sekitar 29 tahun,

Waktu itu, keadaan ekonomi keluargaku masih sangat jauh dari kata cukup, hal itulah yang membuat aku harus melakukan pekerjaan apapun demi menyambung hidup. Hingga akhirnya cerita ini pun terjadi, berawal dari tawaran seorang teman, saat itu aku diajak untuk kerja keluar kota dengan dijanjikan bayaran yang menggiurkan.

Meski pada awalnya aku menolak tawaran itu karena aku tidak bisa jauh dengan orang tuaku, akhirnya keadaanlah yang memaksaku untuk mengambil pekerjaan tersebut.

” Eh ham, ini ada pekerjaan jaga Gudang di jawa timur, apa kamu mau ” ucap Saiful,

” Jauh banget, aku gak bisa ninggal orang tuaku bro ” jawabku, 

” Pekerjaan ini cuma 2 smpai 3 bulan aja ham, cuma jga Gudang buah sampai kebun buahnya panen. Klau udah panen, pkerjaan kita selesai dan kita bisa lngsung pulang.

Kalau kamu dsini terus, nanti saat lebaran tiba ksian orang tuamu. Kan klau lebaran butuh uang bnyak ” terang Saiful. Dan setelah kami melakukan obrolan panjang, akhirnya saat itu aku menyetujui tawaran Saiful, akupun lalu meminta ijin kepada orangtuaku. Dan setelah mendapat restu dari kedua orang tuaku, Akhirnya kamipun siap berangkat di hari yang sudah kami tentukan. Namun semuanya berubah saat hari pemberangkatan tiba. Waktu itu Saiful yang sebelumnya paling antusias menunggu hari pemberangkatan, tiba tiba mendadak tidak bisa berangkat karena terkena musibah. 

” Ham aku gak bisa berangkat sekarang, aku nyusul aja ya,,, nenek ku meninggal kemarin malam ” ucap Saiful,

” Waduh ya gak mau aku ful, kalau kamu gak bisa berangkat sekarang, ya sudah aku berangkat nunggu kamu aja lah ” jawabku tegas, 

” Lah jngan gitu dong ham, aku sdah jnji sma calon mjikan kita klau kita akan dtang skrng, klau janji kita mleset, nanti kita gk dprcaya oleh majikan kita. Prcaya deh, aku pasti nyusul kok. Aku sdah tlfon calon majikan kita, Klau kamu yg brangkat dluan dan aku nysul”trang Saiful 

Kami pun saat itu sempat berdebat panjang, karena selain aku tidak mau berangkat sendirian, waktu itu lowongan pekerjaan ini ada berkat info dari Saiful, Jadi aku kurang enak kalau harus berangkat sendiri. Namun karena kami harus menjaga kepercayaan calon majikan kami, akhirnya aku memutuskan untuk berangkat terlebih dahulu agar semuanya tetap berjalan sesuai rencana. 

Dan singkat cerita, akhirnya akupun berangkat menuju lokasi seorang diri. Jarak antara rumahku dan tempat kerja yang sangat jauh membuat aku hanya tertidur selama perjalanan, hingga tanpa terasa, tiba tiba akupun sampai di terminal di salah satu kota di jawa timur. 

Saat aku turun dari kendaraan, aku sama sekali tidak tau harus berjalan kemana. Karena menurut info dari Saiful, lokasi kerjaku saat itu sangat jauh dari pusat kota, dan aku akan dijemput seseorang, oleh karena itu meskipun aku sendirian dan tidak tau arah, 

aku tetap tenang karena aku yakin nanti ada orang yang datang menjemputku. Akhirnya disela sela aku berjalan pelan, tiba tiba aku mendengar suara orang memanggil namaku. 

” Mas Ilham ? ” Tanya seorang laki laki paruh baya dengan memakai baju putih polos lengkap dengan sarung yang di slempangkan di bahunya.

” Benar pak ” jawabku, 

” Perkenalkan, saya Rahmad, saya disuruh pak William untuk jemput mas disini, mas yang mau kerja di Gudang kan ” ucap Bapak bapak yang mengaku bernama Rahmad tersebut,

” Oh iya pak, ” sahutku, 

” Yasudah kalau begitu ayo langsung ke lokasi saja, saya juga disuruh untuk menunjukan dan mengarahkan apa saja yang akan mas kerjakan nanti ” imbuh pak Rahmad.

Dan singkat cerita, akhirnya akupun naik motor pak Rahmad untuk menuju lokasi gudang tersebut. Slama prjalanan naik motor, prasaanku sangat tdak karuan, karena selain gudang tujuanku trletak jauh dari pmukiman pnduduk, trnyata gudang ini trletak tepat di bawah kaki gnung. Hal itulah yg mmbuatku waktu itu hampir mngurungkan niat untuk bkerja dan mmilih untuk kmbali pulang. 

” Wah gudangnya jauh sekali ya, mana sepi lagi, yaudah gpp lah, yang penting dapat kerjaan “fikirku.

Dan setelah beberapa lama mengendarai motor,akhirnya kamipun sampai di Gudang tujuan kami. 

” Ini gudangnya mas, masnya nanti tidurnya di lantai 2.. lantai bawah ini hanya digunakan untuk menyimpan pupuk dan obat obatan tanaman ya mas… 

Tugas mas cuma menjaga kebersihan gudang dan menjaga kebun agar aman dari pencuri. Ini kan buahnya hampir panen, jadi disini rawan pencuri mas, oleh sebab itu mas harus memastikan keamanan di area kebun pak william ini. Oh iya, didekat pintu utama juga sudah ada anjing besar mas, tapi anjingnya di dalam kandang dan dari dulu tidak pernah keluar kandang. Karena selain pak William takut anjingnya hilang, anjing tersebut katanya harganya mahal mas, jadi tenang aja, dia gak mungkin keluar dan gak mungkin nggigit kok mas, ” terang pak Rahmad, 

” Baik pak, tapi ini kok sepi ya kebunnya, ini kan sudah siang,, apa gak ada pegawai kebun yang masuk hari ini ? ” tanyaku,

” Ini kan hampir panen, jadi sudah tidak ada pegawai mas,, mungkin 2 minggu lagi baru ada pegawai pemetik buah, sekarang cuma njaga aja ” terangnya, 

” Oh begitu, siap pak, terimakasih banyak,

” Satu lagi mas…

Tiap jam 6 sore, mas harus nyalain genset biar bisa nyalain lampu, gensetnya ada di samping pohon sawo gak jauh dari gerbang utama. Dan jangan lupa, kalau ada apa apa, langsung bilang saya ya mas, gudang saya berada di kebun sebelah, kalau bosan,

mas bisa main ke tempat saya. Tapi saya sarankan mending jangan deh, karena letak gudang saya jauh kalau harus ditempuh dengan jalan kaki, biar saya saja yang sering sering main kesini ” Imbuh pak Rahmad. 

Dan setelah semua penjelasan dari pak Rahmad kurasa sudah cukup, akhirnya siang itupun pak Rahmad pergi meninggalkanku. Saat itu, setelah kepergian pak Rahmad, akupun lngsung mmbereskan barangku dan pergi berkeliling untuk mngenal lebih dekat apa saja yang ada di kebun ini. 

Kebun buah pak William ini bisa dikatakan sangat luas sekali serta memiliki pemandangan yang sangat indah, karena selain kebun ini terletak tepat di kaki Gunung, dari sini aku bisa melihat seluruh kota dengan sangat jelas, jadi tidak heran kalau cuaca disini sangat dingin dan sepertinya sudah pasti berkabut jika sudah menjelang malam hari. 

” Wah indah sekali pemandangan dari sini, mantab deh pokoknya, tapi ngomong ngomong, luas sekali ya kebunnya, jarak gudang ke gerbang aja hampir 100 meter, wahh,,, jika aku punya kebun seluas ini, pasti aku akan menjadi orang paling kaya di kampungku ” fikirku. 

Dan singkat cerita, akhirnya waktupun menjelang malam. Dan tanpa fikir panjang akupun saat itu Langsung menuju ke genset agar lampu di gudangku bisa menyala. 

Sesampainya di area genset, waktu itu aku memang mlihat seekor anjing besar yang sedang tertidur di dlm kandang besi. Namun sepertinya kndang tsbt sudah lama tidak dibuka, itu trlihat dari besi kandang yang sdah berlumut dan disekitar kndang juga sudah ditmbuhi rmput rmput liar. Namun semua itu tidak kuhiraukan lagi karena aku memilih untuk terus mengotak atik genset agar aku bisa segera menyalakan lampu.

Dan setelah semuanya menyala,,akhirnya akupun kembali menuju gudang. 

Masih teringat jelas dikepalaku, itu adalah malam pertama aku menjaga Gudang dan kebun itu. Suasana saat itu sangat sunyi sekali, waktu itu aku hanya mendengarkan suara jangkrik yang hanya berbunyi sesekali. Namun semua itu seolah tidak menjadi masalah bagiku, karena badanku sudah terasa lelah, akhirnya akupun malam itu memilih untuk langsung tidur. Sekitar pukul 11 malam, aku terbangun dari tidurku karena waktu itu aku mendengar suara seperti seseorang sedang memukul mukul bambu layaknya sedang ronda.

Tok,tik,tokk,,tikk,tookk…

Tok,tik,tok,tok,tok 

Mendengar hal itu, tentu saja aku langsung terkejut dan segera mencari sumber suara tersebut. Akupun malam itu langsung beranjak dari ranjang dan segera mengintip dari jendela kamarku. 

Karena letak kamarku memang berada di lantai 2, tentu saja jika ada orang atau apapun yang beraktifitas di luar gudang, aku bisa melihatnya dengan sangat jelas dari sini. Ketika aku mengintip dari sela sela korden, saat itu aku sangat terkejut, karena malam itu aku melihat dengan sangat jelas ada sosok kakek kakek yang sedang berjalan mengelilingi gudangku.

Sosok kakek kakek tersebut berjalan pelan sambil membawa seperti lentera kecil di tangan kanannya serta tangan kirinya memegangi pinggang. Melihat hal itu tentu saja aku langsung terkejut dan langsung menutup kembali korden yang ada di jendelaku.

” Itu siapa ya, masak disini ada setan sih, jangan jangan itu tadi orang ” ucapku dalam hati. 

Karena aku khawatir sosok tersebut adalah pencuri, akhirnya aku berniat untuk turun dan memastikannya, karena selain ini adalah malam pertamaku, Ini semua menjadi tanggung jawabku memastikan keamanan di kebun ini. 

Jadi waktu itu meskipun aku sedikit takut, aku tetap memberanikan diri untuk melihatnya lebih dekat lagi. Dan setelah aku keluar dari gudang, aku langsung mengarahkan senterku kesana kemari untuk memastikan apa ada orang selain aku di kebun ini. 

” Siapa ya,,hey siapa itu,,hallo apa ada orang ,,,,” teriakku.

Setelah beberapa lama berteriak dan mondar mandir kesana kemari, waktu itu aku tidak menjumpai siapapun. Hal itulah yang membuatku semakin penasaran siapakah kakek tadi yang mondar mandir di area gudang ini. 

Karena aku masih belum merasa aman, akhirnya akupun memutuskan pergi ke pintu gerbang untuk memastikan bahwa benar benar tidak ada orang yang masuk selain aku. 

Selama perjalanan ke Gerbang, aku tiba tiba mencium bau yang sangat busuk, bau tersebut tercium sangat dekat seolah sumber bau tersebut tepat dibelakangku. 

Karena kufikir saat itu adalah bau bangkai binatang, akhirnya akupun memilih untuk tidak menghiraukannya dan terus melanjutkan langkahku.. tapi anehnya, bau tersebut seolah mengikutiku hingga sampai di gerbang. 

Sesampainya di gerbang, aku tidak menemukan sedikitpun keanehan, saat itu, gerbang masih terkunci rapat dan tidak ada bekas orang yang masuk. Bahkan waktu itu aku juga sempat mengarahkan senterku kekanan dan kekiri untuk kembali memastikan bahwa semua benar benar aman. Dan setelah semuanya kuanggap aman, akhirnya akupun kembali ke gudang.

Saat perjalanan kembali ke gudang, waktu itu aku seolah diikuti oleh makhluk halus.

Meskipun aku tidak melihatnya, tapi aku sangat yakin makhluk halus tersebut mengikutiku. 

Bahkan keyakinanku bertambah kuat ketika aku merasakan seperti ada yang duduk di atas pundakku ditambah dengan suara anjing yang sebelumnya menggonggong keras kearahku, tiba tiba gonggongan anjing tersebut berubah menjadi seolah ketakutan seperti telah melihat sesuatu. 

Saat itu tentu saja aku segera mempercepat langkahku meskipun badanku terasa semakin berat. Dan sesampainya didepan gudang, aku tiba tiba melihat ada sosok perempuan berbaju putih kusam dengan rambut yang sangat sudah tidak terawat. Sosok tersebut berjalan pelan keluar dari dalam gudangku seperti membawa sesuatu. Melihat hal itu tentu saja aku langsung terkejut dan berlari ke balik pohon agar aku bisa melihatnya lebih dekat lagi. 

Dan setelah mendapatkan posisi yang pas, akupun waktu itu mencoba memberanikan diri untuk melihat sosok tersebut, karena didalam hatiku aku masih khawatir jika itu bukanlah setan melainkan maling. ( Sampai saat inipun saya masih tidak tau kenapa waktu itu saya masih nekat untuk melihatnya, padahal seingat saya waktu itu saya sudah kencing di celana). 

Masih teringat jelas di ingatanku, sosok tersebut berjalan pelan mengelilingi gudang hingga beberapa kali, dan tidak beberapa lama kemudian akhirnya sosok tersebut berhenti di belakang gudang. Setelah sosok tersebut sudah kupastikan tidak berkeliling lagi, saat itulah aku langsung berlari masuk kedalam gudang dan langsung mengunci semua pintu sambil gemetar tidak karuan. Sesampainya di didalam gudang, aku langsung berlari kedalam kamar dan aku langsung berdzikir sampai akhirnya akupun tertidur pulas.

Keesokan harinya, Aku terbangun karena ada suara orang memanggil namaku,, setelah kulihat dari jendela kamar, ternyata pak Rahmad yang sepertinya sudah sedari tadi berdiri didepan gudang. Dan tanpa fikir panjang akupun akhirnya berjalan turun untuk segera membukakan pintu untuknya. 

” Hallo, selamat pagi mas Ilham ” ucap pak Rahmad,

” Selamat pagi pak, kirain siapa, silahkan masuk ” jawabku sopan.

Dalam kesempatan itu, tentu saja aku langsung menceritakan apa yang kualami semalam. 

” Pak, kemarin malam aku kok liat ada orang tua yang lewat di depan gudang. Disekitar sini apa ada orang lain selain kita pak ” tanyaku sopan.

Dan belum sampai aku menceritakan semuanya, pak Rahmad tiba tiba langsung memotong ucapanku dengan nada yang sedikit tinggi. 

Mas, lain kali kalau masnya lihat sesuatu yang menurut mas itu bukan pencuri, tolong jangan hiraukan ya mas, jangan sekali kali keluar apalagi membukakan pintu, biar mas aman dan betah disini, 

Dan ingat,!

Jangan sekali kali mas pergi kebelakang gudang. Kalau mas ketahuan pergi kebelakang, saya akan lapor pak William, karena disini tindakan itu dilarang ” jawab pak Rahmad tegas. 

Mendengar hal itu tentu saja aku hanya mengangguk meskipun dalam hati aku masih kebingungan dengan maksud perkataan pak Rahmad, karena setauku, dibelakang gudang cuma ada pohon pinus dan tidak ada yang lain. Ahh,,sudahlah,, nurut aja biar aman, ucapku dalam hati. 

Dan singkat cerita akhirnya hari itupun berlalu begitu saja. Malampun kembali tiba, malam itu seperti biasanya, setelah semua kupastikan aman, aku langsung masuk ke dalam kamar dan menguncinya dari dalam.

” Dari sini kan semua sudah terlihat, jadi aku tidak perlu keluar jika aku melihat sesuatu, cukup kulihat dari sini saja ” fikirku. 

Malam itu, saat aku berbaring dengan santai, tiba tiba aku mendengar suara orang melangkah mondar mandir di sekitar gudang. Dan setelah kuintip dari jendela, aku sangat terkejut karena saat itu aku melihat pak Rahmadlah yang sedang berjalan mondar mandir sambil membawa seperti wadah sesajen.

Semua itu terlihat dari kepulan asap kecil yang keluar dari wadah yang dibawa oleh pak Rahmad. Waktu itu, aku juga melihat pak Rahmad seperti tergesa gesa berjalan kearah belakang gudang.Beliau terlihat wara wiri seperti melakukan aktifitas yang sangat mencurigakan. Karena aku tidak mau menganggu, akhirnya aku hanya mengawasi sambil masih terheran heran apa yang sebenarnya dilakukan oleh pak Rahmad saat itu.

Dan tanpa menghiraukan hal itu, akupun memutuskan untuk tidak peduli dan memilih melanjutkan tidurku. 

Sekitar lewat tengah malam, saat itu aku sangat terkejut karena aku tiba tiba mendengar banyak sekali suara wanita yang sedang melakukan aktifitas, mulai suara mengobrol, tertawa cekikikan, hingga suara tangis,semuanya terdengar jelas dari arah belakang gudang yang kutempati ini. Karena saat itu aku sudah sangat penasaran, akhirnya akupun memberanikan diri untuk melihat kebelakang gudang. 

” Ini kan sudah tengah malam, pak Rahmad gak mungkin tau kalau aku pergi kebelakang, dibelakang kok ramai sekali suaranya, ini pasti ada yang disembunyikan dariku, jangan jangan pak Rahmad menimbun buah dan mau dijual lagi tanpa sepengetahuanku ” fikirku, 

Saat itu rasa penasaranku sudah tidak bisa dibendung lagi, karena selain aku mendengar suara banyak wanita, saat itu aku juga ingin tau ada apa sebenarnya di balik gudang ini.

Dan akhirnya waktu itu akupun berjalan pelan menuju belakang gudang ini. Malam itu, ketika aku berjalan baru sampai di samping gudang, aku sudah disambut dengan bau dupa yang sangat menyengat. Namun hal itu semakin membuat aku penasaran dan akupun memilih untuk terus melangkahkan kakiku perlahan. 

Dan sesampainya dibelakang gudang, aku tidak melihat satupun orang, waktu itu aku hanya melihat kebun buah ditambah pohon pinus yang menjulang sangat tinggi. Namun aku tidak menyerah sampai disitu saja, malam itu aku berusaha terus mencari dengan mengarahkan senterku kesana kemari menelusuri bau dupa yang saat itu masih tercium oleh hidungku. 

Dan tidak beberapa lama kemudian, tiba tiba pandanganku teralihkan oleh beberapa ruangan seperti penjara kecil yang berjejer rapi tepat dibelakang gudang ini.

Ruangan tersebut berpagar besi dengan balutan kain putih bersih yang membuatnya terlihat semakin mencurigakan. Melihat hal itu tentu saja aku langsung perlahan mendekatinya,,dan ketika aku sudah berada di depan salah satu pintu ruangan besi tersebut,

Aku sangat kaget, karena saat itu aku melihat banyak sekali sesajen, mulai dari dupa, bunga bunga, telur, kemenyan hingga selendang jawa. Dan karena masih penasaran, akhirnya akupun membuka salah satu jeruji besi tersebut dan mengambil sesajennya untuk melihat lebih detail apa saja isi sesajennya 

Saat itu, aku sangat kaget karena aku melihat semua isi dari sesajen tersebut terlihat masih baru dan seperti baru saja ada orang yang menggantinya. 

” Lho, ini dupa kok masih utuh seperti baru dinyalakan, orang terakhir kebelakang sini kan pak Rahmad, itu juga sudah beberapa jam yang lalu, seharusnya dupanya sudah sisa setengah dong. Tapi kok ini terlihat baru sekali ya ” ucapku dalam hati. 

Dan belum selesai aku kebingungan, tiba tiba aku mendengar suara kakek kakek yang sedang batuk dengan sangat keras sekali..

” Uhukkk,,,uhukkkkk ” 

Mendengar hal itu tentu saja aku langsung terkejut ketakutan, dan setelah kutoleh kesana kemari, akhirnya waktu itu aku melihat sosok kakek kakek yang sedang duduk tidak jauh dariku.

Sosok tersebut duduk tenang sambil bersandar di salah satu pohon pinus yang ada disini. 

Ketika kuarahkan senterku kearah wajahnya, Aku melihat wajah kakek tersebut sudah sangat keriput sambil tidak henti hentinya meneteskan air liur.

Dan ketika aku mencoba mendekatinya, tiba tiba kakek tersebut tertawa terbahak bahak dengan suara yang sangat keras sekali. Melihat hal itu tentu saja aku langsung lari terbirit birit menyelamatkan diri sambil berteriak ketakutan.

” Setaaaannnnnnnnnnnn ” teriakku. 

Dan ketika aku berlari, aku seolah baru sadar kalau waktu itu aku sedang berada di kerumunan makhluk halus. Saat itu, sontak keringatku langsung bercucuran, jantungku berdetak kencang dan seluruh tubuhku gemetar tidak karuan. 

Malam itu,

Aku melihat semuanya, mulai dari yang putih pucat hingga yang sudah hancur lebur, semuanya menampakan wujudnya dihadapanku. Setelah aku berlari sekuat tenaga, akhirnya akupun sampai di kamarku, saat itu, aku langsung menutup pintu kamar dan masuk kedalam selimut dengan perasaan yang masih sangat ketakutan. 

Dan tidak berhenti disitu saja, waktu itu tidak beberapa lama kemudian, pintu kamarku juga di gedor gedor dengan sangat kencang sekali, bahkan di jendela kamarku aku juga melihat sosok perempuan yang membentur benturkan kepalanya seolah hendak memaksa untuk masuk kedalam kamarku 

Waktu itu, nafasku seolah berhenti, tubuhku gemetar tidak karuan dan akupun menangis ketakutan tiada henti. Dan setelah sekitar pukul 04.00 pagi, aku sedikit lega karena gaangguan tersebut perlahan menghilang. Waktu itu, aku langsung mengemasi barang barangku dan berniat untuk segera pergi dari gudang ini. Dan setelah menunggu agar lebih pagi lagi, akhirnya akupun berjalan kaki menuju gudang pak Rahmad. 

Namun sesampainya di gudang pak rahmad, saat itu aku tidak menjumpai pak Rahmad ataupun keluarganya. Pagi itu kondisi Gudang pak Rahmad terkunci rapat dan seolah baru saja ditinggalkan. Melihat hal itu tentu saja aku langsung emosi dan kebingungan, karena selain waktu itu benar benar sepi, aku juga tidak tau sama sekali jalan menuju perkampungan.

Dan setelah berusaha mencari namun tetap tidak menjumpai pak Rahmad, akhirnya akupun kembali ke gudangku. singkat cerita, malam pun tiba.. Karena sudah tidak ada pilihan lain, akhirnya akupun saat itu memilih untuk tetap bertahan didalam gudang dan berharap segera mendapat bantuan. 

Malam itu, cuaca sedang berkabut disertai dg turunnya hujan yang sangat deras sekali.Karena aku masih trauma dengan kejadian yang telah menimpaku, akhirnya waktu itu aku memutuskan untuk tidur lebih awal dan berharap tidak lagi mendapat gangguan dari makhluk halus yang ada disini. Di sela sela aku tertidur, tiba tiba aku terbangun karena suara petir yang saat itu menyambar dengan sangat keras,.

” Glaarrrrrrrrrr “

Mendengar hal itu tentu saja aku langsung terkejut dan akupun kembali terbangun. 

Dan tidak beberapa lama kemudian,di sela sela suara hujan yang sedang turun dengan deras, aku mendengar suara tangisan perempuan yang terdengar seperti tidak jauh dari tempat tidurku. Dan setelah kuintip dari jendela kamarku, waktu itu aku tidak melihat siapapun. Namun karena suara tersebut terdengar semakin jelas, akhirnya akupun memilih untuk turun ke lantai bawah demi memastikan sumber suara tersebut.

” Hiiiiiiiiii,,,,hiiiii.hiiiiii hiks hiks ” 

Suara tersebut semakin lama semakin terdengar jelas diantara derasnya hujan.

Dan setelah aku menuruni tangga, aku sangat terkejut karena saat itu aku melihat ada sosok perempuan yang sedang duduk di depan pintu gudang sambil menundukan kepalanya. 

” Siapa itu, hey siapa…” Teriakku.

Karena penasaran akupun terus melanjutkan langkahku mendekati sosok perempuan tersebut. Tapi belum sampai aku mendekatinya, tiba tiba lampu di gudang ini mendadak mati. Dan setelah aku mengambil senter dan mengarahkan cahayanya ke pintu gudang, aku kembali sangat kaget karena sosok perempuan menangis tersebut tiba tiba juga sudah menghilang begitu saja. Karena aku sudah merasa tidak aman lagi, akhirnya akupun berlari keluar gudang dan segera menuju ke genset. 

Sesampainya di genset, aku melihat sesuatu yang menurutku janggal, genset ini mati bukan karena konslet atau rusak, melainkan spt sengaja di matikan oleh seseorang. Itu terlihat dr tombol on off yang mengarah ke off, seolah sengaja di tekan agar lampu di kebun ini semuanya mati. Disela sela aku yang masih kebingungan dengan genset, tiba tiba aku kembali sangat kaget karena saat itu aku dikejutkan oleh anjing pak William yang tiba tiba ada tepat di sampingku.

Anjing tersebut diam sambil terus menjulurkan lidahnya. Saat itu tentu saja aku mencoba menenangkan diri dengan coba mengelus badan anjing tersebut. Namun tiba tiba anjing tersebut berlari menjauh dariku sambil mengonggong dengan keras. Dan tanpa memikirkan hal itu, akupun langsung hendak kembali ke gudang mengingat hujan yang turun saat itu semakin deras. Saat aku berpaling hendak berjalan, tiba tiba aku melihat tepat diatas genset ada sosok perempuan berambut panjang dengan wajah yang sangat menyeramkan. 

Wajah perempuan tersebut sangat hancur ditambah matanya sudah melepuh seperti tersiram air panas.

Melihat hal itu tentu saja aku langsung terkejut dan akupun langsung lari terbirit birit sambil berteriak minta tolong. 

” Tolonnggggggggg,,,,Tollloonngggggg “.

Dan sesampainya di depan gudang dengan nafas yang masih ngos ngosan, aku lagi lagi melihat ada seorang wanita yang berdiri tepat di samping pintu gudangku.

” Hallo,,,,, siapa itu ” teriakku, 

” Mas, maaf ini saya Dewi, saya anak penjaga Gudang di kebun sebelah utara, tadi saya lihat lampu disini mati, kukira ada apa apa ” jawabnya,

” Iya mbak, tadi tiba tiba gensetnya mati. Mbaknya kok sendirian, ? ” jawabku, 

” Orang tua saya lagi turun ke kampung bawah untuk beli bahan makanan, mereka balik kesini besuk deh kayaknya, karena sekarang hujannya masih lebat banget ” terangnya, 

” Hemm, yasudah silahkan masuk mbak, ” jawabku,

” Gpp ni mas, masnya sendirian ? ” Tanyanya,

” Iya mbak, temenku mungkin besuk malam baru datang ” sahutku,

” Oh kirain sama istrinya hehehe ” imbuhnya, 

” Enggak mbak, saya masih bujang kok, Tapi ini kita ngobrolnya di kamar saja ya, di bawah sini bau obat obatan dan gak ada tempat duduknya, ” terangku,

” Iya mas ” jawabnya singkat. 

Akhirnya, malam itupun kami berdua ngobrol kesana kemari didalam kamar sambil berselimut rapi karena hujan yang memang tidak kunjung berhenti. Saat itu, akupun menceritakan semua yang kualami kepada Dewi. Tapi anehnya, menurut Dewi, itu semua sudah menjadi Hal yang biasa dan tidak perlu difikirkan lebih jauh lagi. 

Singkat cerita,,

waktu itu sekitar pukul 2 pagi, karena cuaca yang semakin dingin dan kami semakin mengantuk, tiba tiba Dewi menyandarkan kepalanya di bahuku Sambil memelukku . 

Saat itu tentu saja aku langsung kaget dan salah tingkah, Tapi lama kelamaan akupun menjadi terbiasa karena waktu itu cuaca memang benar benar sangat dingin. 

Dan karena aku mulai nyaman, akhirnya akupun membelai rambutnya dan kembali menyelimutinya.

Hingga akhirnya, hal yang tidak kusangka sangka pun terjadi, waktu itu Dewi tiba tiba menciumku sambil berbisik lirih. 

” Mas,,,,dingin banget nih, peluk Dewi dong,, ” ucapnya manja.

Sontak waktu itu aku sangat terkejut dan merasa tidak percaya kalau semua ini benar benar terjadi. Karena menurutku, Dewi ini wanita yang cantik dengan kulit putih bersih ditambah dengan rambutnya yang panjang sepinggang. Sedangkan aku hanya laki laki yang berwajah pas pasan yang beruntung bertemu perempuan secantik dia di dalam gudang ini, ucapku dalam hati. Dan tanpa menjawab bisikan Dewi, saat itu akupun langsung memeluknya dan membalas ciumannya dengan lembut.

Singkat cerita, akhirnya kamipun tidur bersama dan melakukan hal yang seharusnya tidak boleh dilakukan, yaitu berhubungan badan. Keesokan harinya, aku terbangun kesiangan dengan kondisi yang sudah tidak memakai pakaian sama sekali. Bahkan akupun saat itu juga tidak lagi melihat Dewi ada di sampingku. 

” Dewi kemana ya, apa mungkin dia sudah kembali ke Gudangnya,, Ah nanti saja deh aku samperin. Sekarang aku mau matiin genset dulu ” fikirku.

Siang itupun aku langsung berjalan ke arah genset dan lagi lagi aku melihat keanehan. 

Kali ini soal anjing pak William yang kemarin kulihat keluar dari kandangnya.

Setelah kuamati lebih jauh, kandang anjing ini sepertinya memang sudah lama tidak dibuka. Itu terlihat dari bentuk kandang yang sudah di penuhi lumut dengan gemboknya yang sudah berkarat. 

” Nah kalau kemarin bukan anjing ini yang keluar, terus anjing siapa ?? ” Fikirku kebingungan.

Saat itu ketika aku masih melihat lihat kondisi kandang, tiba tiba pak Rahmad berdiri tepat di balik pintu gerbang sambil berdiri diam mengawasiku. Melihat hal itu tentu saja aku langsung, berteriak memanggillnya.

” pak,,,,pak Rahmad ” teriakku,

Saat itu pak Rahmad hanya diam dan tidak menjawab panggilanku. Tapi anehnya, tiba tiba Beliau langsung memberi isyarat untuk mengajakku segera pergi dari tempat ini. 

Waktu itu aku juga sempat kebingungan dengan sikap pak Rahmad yang mendadak berubah menjadi dingin dan seperti mengusirku.

Namun saat itu aku hanya diam dan menuruti perintah pak Rahmad dan akhirnya akupun menaiki motornya untuk pergi dari gudang tersebut. Namun saat itu aku hanya diam dan menuruti perintah pak Rahmad dan akhirnya akupun menaiki motornya untuk pergi dari gudang tersebut. Sepanjang perjalanan turun, aku terus memaksa pak Rahmad agar mengatakan apa yang sebenarnya terjadi kepadaku dan ada apa sebenarnya di gudang tersebut. 

” Bapak kalau tidak mau menjawab pertanyaan saya, saya mau turun nanti aja pak, saya mau nunggu temanku dulu. saya tau kok kalau bapak sebenarnya menyembunyikan sesuatu ” Ancamku. 

Mendengar hal itu tiba tiba pak Rahmad langsung menghentikan motornya dan berbalik memandang wajahku,

” Mas tahu kenapa saya melarang mas untuk tidak melakukan apa apa meskipun apapun yang terjadi ? ” Tanyanya, 

” Enggak pak ” jawabku,

” Mas tau saya juga melarang mas jangan pergi kebelakang gudang ? ” Tanyanya,

” Enggak pak ” jawabku, 

” Mas sebagai pegawai baru seharusnya nurut apa kata saya, soalnya ini menyangkut keselamatan mas Ilham sendiri.

Ketika saya bilang jangan ya seharusnya jangan dilakukan, dan semua itu tidak harus saya beri alasan karena menyangkut rahasia pak William ” terangnya, 

” Maksud bapak ” jawabku heran,

” Mas Ilham masih percaya kalau kebun seluas ini hanya di pasrahkan ke 1 atau 2 orang penjaga saja ? ” Imbuh pak Rahmad,

” Lo memangnya ada berapa pak ” tanyaku semakin heran, 

” Menjaga kebun seluas ini gak cukup hanya dijaga oleh manusia mas, harus ada makhluk halus yang membantu menjaganya. ” ucap pak Rahmad.

” Tapi kemarin aku ditemani perempuan pak, Dewi namanya, katanya orang tuanya lagi turun kekampung, ” protesku, 

” Astagfirullah, itu kuntilanak mas ” jawab pak Rahmad dengan nada yang sangat terkejut.

Setelah mendengar hal itu tentu saja tubuhku langsung lemas dan seolah tidak percaya dengan semua yang dikatakan oleh pak Rahmad. 

Akhir cerita saat itu akupun langsung pulang karena pak Rahmad sudah melarangku untuk tinggal lebih lama lagi di gudang tersebut. Sepanjang perjalanan pulang, waktu kuhabiskan dengan melamun seolah masih tidak percaya dengan apa yang sudah terjadi kepadaku. Akupun saat itu mengingat semua kejadian itu kembali sambil terus bersyukur karena masih diberi keselamatan. 

Sesampainya dirumah, aku lagi lagi kembali terkejut, karena waktu itu orang tuaku tiba tiba melarangku untuk masuk kedalam rumah.

” Jangan masuk rumah dulu nak, mandi kesumber air dulu, 7 sumber ya.

Kamu cari di kampung sebelah sumbernya ” ucap ibuku. 

Karena sejak kecil aku tidak pernah membantah perkataan orang tua, akhirnya saat itupun aku langsung pergi untuk mencari sumber air.

Dan singkat cerita, setelah selesai melakukan semua perintah orang tuaku, akhirnya akupun masuk kedalam rumah dan menceritakan semua yang kualami. Saat itu, aku juga kaget dengan penuturan orang tuaku yang mengaku melihat ada sosok perempuan yang mengikutiku saat aku pulang kerumah, oleh sebab itu aku disuruh mandi terlebih dahulu agar sosok tersebut segera pergi dariku. 

Namun semuanya sepertinya sia2, karena menurut orang tuaku, aku telah disukai oleh makhluk halus tersebut, itu terlihat dari pgangan tangannya dan senyumannya. Dan yg lebih parahnya lagi, orangtuaku juga mncurigaiku bhwa aku telah mlkukn hbungan badan dg makhluk halus tersebut. 

Saat itu aku sudah tidak bisa mengelak lagi karena dugaan orangtuaku dikuatkan dengan memar atau lebam yang terdapat diseluruh tubuhku. ( Waktu itu aku sebenarnya juga tidak menyadari jika seluruh tubuhku saat itu terdapat banyak sekali lebam / memar, aku baru menyadari semua itu saat aku mandi disumber air, namun karena aku menganggap itu adalah hal yang biasa, akhirnya aku memilih untuk tidak menceritakannya ).

Namun semua itu berbeda dengan anggapan orang tuaku, menurutnya, itu adalah bukti bahwa aku telah melakukan hubungan badan dengan makhluk halus. Hal itulah yang akhirnya membuat orang tuaku khawatir dan langsung menghubungi saudara saudaraku untuk berkonsultasi agar aku segera mendapatkan pertolongan yang tepat. 

Dan akhir cerita, saat itu aku sering sakit sakitan hingga beberapa tahun, bahkan yang lebih parahnya lagi, hingga umur 40 tahun, aku masih belum bisa mendapatkan jodoh. 

Dan setelah aku berkonsultasi dengan paranormal dan ulama, akhirnya waktu itu aku di ruqyah rutin dan melakukan beberapa terapi.

Setelah melakukan serangkaian pengobatan yang panjang, akhirnya akupun bisa mendapatkan jodoh dan kini aku sudah memiliki 1 orang anak. Waktu itu aku juga ingat, sekitar 2 tahun setelah kepulanganku dari gudang tersebut, aku juga mendengar kabar bahwa Saiful telah meninggal dunia akibat komplikasi penyakit.

Namun yang membuat aku terkejut adalah, saat itu jenasah Saiful juga di penuhi luka lebam sama seperti yang kualami dahulu.Namun setelah aku berpendapat bahwa kematian Saiful ada hubungannya dengan makhluk halus, pendapatku ditolak mentah mentah oleh keluarganya. Karena menurut dokter, itu adalah tanda bahwa penyakitnya sudah menggerogoti tubuhnya.

Karena kurasa aku tidak memiliki Hak untuk ikut campur, akhirnya saat itu aku hanya bisa diam dan mendoakannya sambil masih terus merasa bersalah. 

Hal yang paling kusesali adalah, ketidakmampuanku untuk mengingatkan Saiful agar tidak melanjutkan pekerjaannya menjaga gudang tersebut. 

Karena selain belum adanya ponsel, jarak rumahku dan rumah Saiful saat itu juga sangat jauh. Hal itulah yang membuat aku bisa dikatakan putus komunikasi dengan Saiful sejak kepulanganku dari gudang tersebut. 

Dalam video di youtube lakon story, kami berhasil menelusuri Gudang yang kami duga adalah gudang dimana cerita ini terjadi. Karena meskipun oleh narasumber kami tidak diberi kejelasan tentang letak sebenarnya dari gudang tersebut, kami tetap mencoba menelusurinya untuk memastikan kebenaran dari cerita ini. 

Dan setelah kami berpidah pindah dari satu gdang kegudang yg lain, akhirnya kami menemukan satu gudang yg memiliki ciri sama persis dg guang yg ada di dlm cerita ini.

Video pnelusuran kami sudah tersedia di channel youtube lakon story ( Bersenggama bersama setan/ penelusuran ). 

Hikmah yang dapat kita petik dari cerita ini adalah, dimanapun kita berada, hendaknya kita selalu menjaga sopan santun serta mematuhi segala larangan yang ada. Dan hal yang tidak boleh kita lupakan, yaitu kita harus selalu berdoa kepada tuhan yang maha esa agar kita senantiasa selalu dilindungi dan dijauhkan dari segala marabahaya.

Terimakasih teman teman, semoga cerita ini menemani hari hari kalian. 

Thread By @Lakonstory

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *