RAWON.ID

Semua Tentang Mistis

BIOSKOP LAMA

( semua nama dan tempat dalam cerita ini disamarkan, mohon maaf bila ada kesamaan ).

” BIOSKOP LAMA”

Sebutan bioskop lama memang sudah melekat pada bioskop yang akan kuceritakan kali ini. 

Benar sekali, selain berdirinya bioskop tersebut memang sudah ada sejak lama, bangunan dari bioskop itu sendiri memang terlihat sudah tua dengan tidak adanya sedikitpun renovasi meski jaman sudah berganti. 

Dan tidak berhenti disitu saja, sekitar 500 meter dari bioskop lama, sudah dibangun sebuah bioskop Baru yang terlihat lebih megah dan terlihat lebih baru.

Hal itulah yang akhirnya membuat bioskop lama semakin hari semakin sepi dengan jarang sekali orang yang terlihat wara wiri. Dan setelah beberapa tahun lamanya, kini keadaan Bioskop lama bisa dikatakan semakin menghawatirkan saja.

Pintu bioskop yang selalu tertutup rapat dengan bangunannya yang juga terlihat kurang terawat, membuat bioskop lama terkesan menakutkan jika hari sudah mulai gelap. 

Kini, pengunjung bioskop lama tersebut terkadang hanyalah pasangan muda mudi yang terlihat tidak ada niatan sama sekali untuk menonton film.

Mereka sepertinya sengaja mengunjungi bioskop lama agar mereka bisa berduaan dan bermesraan dengan pasangan mereka masing masing. 

Dan singkat cerita, akhirnya cerita itupun terjadi.

Hari itu, pekerjaan dikantorku memang sedang banyak banyaknya. Oleh atasan, semua tugas dilimpahkan kepadaku karena saat itu, rekanku sudah beberapa hari tidak masuk kerja entah kenapa. Waktu itu, semua pekerjaan benar benar kuselesaikan sendiri mulai dari pagi buta hingga malam tiba. Dan singkat cerita, akhirnya akupun pulang lebih larut dari biasanya. 

Biasanya, aku yang selalu pulang sekitar pukul 18.00 malam, waktu itu pukul 20.30 malam, aku masih baru saja keluar dari kantorku dan mengunci pintunya dari luar. Dan karena waktu itu aku memang belum punya kendaraan, akhirnya angkutan umumlah yang selalu menjadi pilihanku ketika aku pulang dan pergi ketempat kerjaku. 

” Ya allah, mudah mudahan masih ada angkot lewat ” ucapku sambil melihat kearah jam tanganku yang saat itu menunjukan pukul 20.35 malam.

Namun sayangnya ditengah tengah aku masih menunggu angkutan umum lewat, 

malam itu pandanganku teralihkan dengan adanya poster besar yang menempel disalah satu bagian depan sebuah gedung yang terletak tidak jauh dari tempat kerjaku saat itu. Poster itu, menampilkan sebuah para pemeran film yang sepertinya film yang ada didalam poster akan tayang dimalam itu.

Mengetahui hal itu, akupun seketika terkejut bukan main karena film yang ada diposter tersebut adalah film yang memang sudah lama aku tunggu tunggu. 

” Loh, film itu tayang malam ini ya ” fikirku dalam hati sambil berjalan pelan mendekat agar aku bisa lebih jelas melihat gambar yang ada didalam poster tersebut. Tapi anehnya, belum selesai aku mengamati poster film tersebut, tiba tiba aku mendengar suara teriakan seseorang yang sepertinya berasal tidak jauh dariku.

” Mbak …….Ojek !! ” Teriak bapak bapak yang terlihat diseberang jalan pojokkan. 

Dan setelah pandanganku kuarahkan kepada bapak bapak tersebut, akupun seketika tau jika bapak bapak tersebut ternyata adalah seorang tukang ojek yang sedang menawarkan jasanya kepadaku. Mengetahui hal itu, akupun seketika mengiya kan teriakan bapak bapak tersebut karena akupun tau, sudah sedari tadi aku berdiri disini, aku tidak kunjung melihat adanya angkutan umum yang terlihat lewat didepanku.

” Iya pak, ” sahutku keras. 

Dan setelah tukang ojek itu mendekatiku, akhirnya akupun segera naik ke atas motornya dan berjalan pulang kearah rumahku. Tapi sayangnya, diatas motor malam itu, aku masih saja terus memikirkan film yang tayang malam itu dengan perasaan yang sudah sangat penasaran karena sebenarnya, film yang tayang tersebut adalah kelanjutan dari film yang sudah kutonton ditahun sebelumnya. 

Dan entah apa yang ada difikiranku malam itu, bukannya pulang, malam itu aku malah berniat mampir kebioskop terlebih dahulu karena rasa penasaran yang memang sudah tidak lagi bisa kutahan. 

” Bapak biasanya narik sampai jam berapa pak ” ucapku memulai obrolan dengan tukang ojek tersebut.

” Ya gak tentu sih neng, biasanya jam 20.00 malam sudah pulang. Lihat kondisinya dulu, kalau udah dapet uang ya pulang ” 

jawab bapak tukang ojek tersebut dengan sedikit keras karena memang obrolan kami terganggu suara knalpot motor.

” Pak, saya berhenti dibioskop saja deh pak, gak jadi dijalan melati ” sahutku tiba tiba. 

” Bioskop mana neng, bioskop lama apa bioskop baru. ” Imbuh tukang ojek tersebut.

” Bioskop baru, tapi nanti bapak tungguin bentar gpp ya, takutnya nanti aku gak dapat tiket atau bioskopnya sudah tutup, kan ini sudah malam, Nanti ongkos ojeknya kutambahin deh pak ” pintaku. 

Dan singkat cerita, akhirnya akupun berhenti didepan gedung bioskop baru dan segera masuk kedalam untuk melihat apakah aku masih bisa menonton film tersebut dimalam itu. Namun sayangnya, ketika aku sampai di kasir bioskop baru tersebut, aku sedikit kecewa karena tiket yang tersisa hanyalah tiket yang berada dibarisan kursi paling depan. 

Semua itu bukanlah tanpa alasan, karena aku memang tidak nyaman ketika menonton dibarisan paling depan karena mataku yang terkadang terasa sakit jika menonton film dengan jarak yang terlalu dekat. 

Mengetahui hal itu, akupun seketika kembali berjalan cepat keluar dari gedung bioskop baru tersebut dan menuju kembali kearah tukang ojek yang memang terlihat masih menungguku diatas motornya.

” Pak, kebioskop lama saja ya pak ” ajakku.

” O iya neng ” sahut tukang ojek tersebut. 

Dan singkat cerita, akhirnya malam itu akupun bersama tukang ojek tersebut melanjutkan perjalananku menuju bioskop lama yang memang terletak tidak jauh dari bioskop baru tersebut. Dan sesampainya aku didepan bioskop lama, akupun kembali meminta bantuan tukang ojek tersebut agar nantinya aku dijemput dan tidak ditinggalkannya.

” Pak, nanti kalau misalnya bapak jemput aku disini lagi apa bisa ? nanti kubayar 3 kali lipat deh hehehe ” pintaku, 

” Beneran nih neng !, bisa dong,, nanti bapak jemput disini ya ” jawab tukang ojek tersebut jelas. 

” Oke deh, tapi biasanya filmnya itu 1 sampai 2 jam an lah pak, apa gak papa ? ” imbuhku.

” Gak papa neng, tapi nanti bapak tinggal keliling dulu ya. Nanti 1-2 jam an lagi, bapak pasti sudah stanby didepan pintu bioskop lama ini ” jawab tukang ojek tersebut jelas. 

Dan singkat cerita, setelah obrolanku malam itu, akhirnya akupun setuju dengan tukang ojek tersebut dan akhirnya akupun berjalan masuk kedalam gedung bisokop lama tersebut. Masih sangat teringat jelas di kepalaku, malam itu, waktu menunjukan pukul 21.00 malam. 

Gedung bioskop yang terlihat sepi dengan tidak adanya kendaraan yang terparkir rapi, seolah tidak sedikitpun menghentikan langkahku kearah pintu lobby. 

Lampu bioskop yang terlihat banyak yang mati ditambah sampah yang berserakan disana dan sini, seolah olah juga sudah memberi tanda, jika bioskop tersebut tidak seharusnya kukunjungi.

Dan akhirnya, malam itu akupun sampai di loket pembelian ticket bioskop tersebut. 

Sesampainya aku diloket, tentu saja aku sedikit terheran heran karena malam itu, aku melihat dari layar komputer petugas loket, banyak sekali kursi yang masih terlihat kosong. 

Bahkan, aku juga ingat, malam itu hanya ada sekitar 7 kursi yang sudah terisi dari sekian banyak kursi kursi yang disediakan.

” Bioskop ini sepi banget ya mas ” tanyaku sambil mengeluarkan uang dari dalam dompetku. 

” Heheh iya mbak, setelah ada bioskop baru, disini jadi sepi, apalagi kalau sudah jam terakhir kayak gini, sudah jarang sekali ada pengunjung. Ditambah, ini bukan hari liburan, ya gini deh, sepi. heheh ” terang petugas loket itu jelas. 

” Oh gitu, jadi aku masuk ini sudah jam terakhir ya mas ” sahutku.

” Iya mbak, 15 menit lagi filmnya tayang, nanti sekitar pukul 22.45 an filmnya selesai dan kita tutup ” imbuh petugas tersebut loket jelas. 

Dan setelah obrolan kecilku malam itu, akhirnya akupun menuju gedung theater yang sesuai dengan tulisan yang tertera diticket yang ada ditanganku. Sesampainya aku didalam gedung theater tujuanku, aku kembali terkejut dengan perasaan yang sedikit terheran heran. 

Karena malam itu, kondisi gedung theater tersebut benar benar sepi dengan hanya ada beberapa pasangan muda mudi yang terlihat duduk dibagian pojokkan yang ada digedung theater ini. Pasangan muda mudi tersebut, terlihat bermesraan dan ada juga yang terlihat sedang berciuman tidak karuan. Mengetahui hal itu, akupun mencoba tenang dengan tidak sedikitpun menghiraukan apa yang sedang mereka lakukan. 

” Waduh, sepertinya aku salah bioskop deh ” ucapku sambil melangkahkan kakiku menuju ke kursi pilihanku. Dan singkat cerita, setelah aku sampai dikursi pilihanku, akupun seketika duduk tenang dan mencoba tidak menghiraukan apa yang sedang terjadi dibagian pojok belakang. 

” Pantesan disini banyak sekali anak pacaran, tempatnya sepi banget sih ” fikirku dalam hati.

Dan setelah beberapa saat kemudian, akhirnya film yang kutunggu tunggupun tayang. Adegan demi adegan, saat itu benar benar kuperhatikan dengan tidak ada satupun yang aku lewatkan. Namun sayangnya, ditengah tengah aku sedang asyik menikmati film, tiba tiba aku mencium bau gosong yang sepertinya berasal tidak jauh dari tempatku duduk saat itu. Bau tersebut tercium kuat diselingi suhu ruangan yang juga tiba tiba terasa panas tidak karuan. 

” Kok bau gosong sih, jangan jangan ada yang konslet ” fikirku dengan sesekali menoleh kesana dan kemari.

Namun anehnya, belum selesai aku menemukan sumber bau tersebut, tiba tiba pandanganku teralihkan kearah pinggir barisan kursi yang kududuki saat itu. Tepat diujung barisan kursiku, malam itu aku melihat dengan mata kepalaku sendiri, ada seorang perempuan yang sepertinya seumuran denganku. Perempuan tersebut, terlihat duduk sendiri dengan rambutnya yang terlihat panjang hingga sampai dibagian depan dan bawah kursi. Meskipun aku tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas, tapi aku sangat yakin jika rambut perempuan tersebut benar benar terlihat sangat panjang. Hal itu juga dikuatkan dengan sorot cahaya dari film yang terkadang memang menerangi tubuh perempuan tersebut. 

” Loh, kok tiba tiba ada perempuan sih disitu, kan tadi gak ada, kalaupun dia baru datang, seharusnya dia lewat didepanku. kan jalan satu satunya kearah kursi itu ada disini, didepanku “. Pikirku dalam hati sambil hidungku yang tak henti hentinya mencium bau gosong atau bisa dikatakan seperti bau kabel yang sedang terbakar. 

Dan dengan mencoba tidak menghiraukan semua itu, akhirnya akupun kembali melanjutkan menonton filmku dengan kini pandanganku yang sesekali kuarahkan ke arah pojok barisan kursiku, untuk memastikan keberadaan perempuan berambut panjang tersebut. Tapi sayangnya, semuanya tidak berhenti disitu saja.

Waktu itu, setelah beberapa saat aku melanjutkan filmku, tiba tiba aku merasakan seperti ada yang sedang menjilat leherku dari belakang. Jilatan tersebut benar benar terasa basah dari arah belakang hingga memutar kearah samping leher. Merasakan hal itu, akupun seketika berteriak terkejut dengan pandanganku yang juga seketika kuarahkan kebelakang kursiku saat itu.

” Aaaaaaaaa ” teriakku dengan memegang leherku.

Namun anehnya, ketika aku menoleh kebelakang kursiku. Aku tidak melihat adanya siapapun yang ada tepat dibelakangku. Yang terlihat, tetaplah pasangan muda mudi dipojokkan yang masih sama dengan semua kegiatannya. Tapi anehnya, ketika aku masih menoleh kesana kemari untuk mencari siapa yang barusan menjilat leherku, malam itu aku kembali terkejut bukan main karena perempuan yang sebelumnya terlihat ada dibarisan kursiku tersebut, waktu itu tiba tiba menghilang begitu saja. padahal beberapa detik sebelumnya, aku masih melihat dia masih ada disana. 

Dan karena fikiranku yang sudah menjadi tidak tenang, akhirnya akupun memutuskan pergi ke toilet untuk mencuci muka sekaligus melihat keadaan leherku yang saat itu juga terasa basah karena terkena seperti jilatan air liur. Namun anehnya, ketika aku baru saja keluar dari gedung theater dan berjalan kearah toilet, malam itu aku tiba tiba melihat ada anak kecil yang sedang berlari kearah sana dan sini. Anak kecil tersebut terlihat telanjang bulat sembari tertawa kegirangan tidak karuan. Mengetahui hal itu, jantungku seketika berdetak kencang dengan tubuh yang juga sudah bergetar tidak beraturan.

” Ya allah ya allah ya allah, siapa anak kecil itu, kok telanjang sih ” fikirku dengan aku yang juga seketika menundukan kepalaku.

Dan singkat cerita, 

Setelah aku sampai ditoilet bioskop lama tersebut, fikiranku sudah benar benar sangat ketakutan. Ditambah, melalui cermin toilet, aku melihat bagian leherku benar benar dipenuhi air liur.

” Ya allah, leherku benar benar habis dijilat, ” 

ucapku sambil mulai membasuhnya dengan air yang ada diwastafel depanku.

Namun sayanganya, semuanya tidak berhenti disitu saja. Ketika aku masih sibuk membersihkan leherku, dari arah cermin toilet tersebut, tiba tiba aku melihat ada sosok perempuan berambut panjang yang terlihat menunduk tepat berada dibelakangku. Dan tidak hanya itu, perempuan tersebut juga terlihat tertawa kecil kemudian masuk kedalam ruangan buang air besar yang berada tepat tidak jauh dariku. Mengetahui hal itu, akupun seketika berteriak kencang sambil berlari keluar dari toilet tersebut.

” Aaaaaaaaaaaa ” teriakku kencang.

Namun anehnya, ketika aku masih berlari didalam lorong gedung malam itu, aku sempat melihat ada beberapa pegawai bioskop yang saat itu memperhatikanku yang sedang berlari ketakutan.

Namun bukanya menolong, mereka seolah tidak peduli dan sepertinya mereka juga tau, jika ditoilet tersebut, memang berpenghuni. 

Dan entah apa yang ada difikiranku malam itu, bukannya keluar dari gedung bioskop tersebut, aku malah kembali masuk kedalam gedung theater tempat dimana aku menonton filmku saat itu. ( Ya memang waktu itu aku gak bisa mikir dengan jernih mas,. Bukannya keluar, aku malah kembali ketempat dudukku. malam itu, yang ada difikiranku, ojekku pasti belum datang. dan jika aku kembali masuk ke tempat dudukku, disitu kan ada anak anak pacaran tadi yang mungkin bisa menolongku jika nanti terjadi apa apa ” ucap narasumber ). 

Dan setelah aku kembali masuk kedalam gedung theater itu, akupun seketika duduk sambil nafasku yang juga terengah engah tidak karuan. Disitu aku juga menyempatkan untuk kembali menoleh kearah belakang demi memastikan, jika anak anak pacaran tadi masih ada dan aku tidak sendirian.

Setelah anak anak tersebut terlihat masih ada, akupun seketika bisa sedikit lega meskipun malam itu, aku sudah tidak lagi bisa berkonsentrasi menonton film yang ada didepanku.

Dan singkat cerita, setelah beberapa lama kemudian, akupun tiba tiba seolah baru tersadar dan melihat, jika dibioskop tersebut malam itu ternyata banyak sekali orang. 

Bahkan, hampir tidak ada satupun bagian kursi yang terlihat kosong. Semua pengunjung tampak diam sambil menatap kearah layar bioskop dengan tidak sekalipun terlihat mengedipkan matanya. Dan yang paling membuat aku terkejut adalah, ternyata aku juga baru sadar jika tepat disebelah kanan dan kiriku, sedang duduk pengunjung lain yang terlihat sangatlah menakutkan. Wajahnya pucat dengan matanya yang juga terlihat sangat hitam, hingga kini tidak akan pernah bisa aku lupakan. Bahkan, disaat yang bersamaan, aku juga mencium aroma busuk yang sepertinya berasal dari tubuh mereka. 

Mengetahui hal itu, akupun sudah tidak kuat lagi dan seketika berlari keluar sambil berteriak histeris

” Aaaaaaaaaaaaa “

Dan tidak hanya itu, sepertinya anak pacaran yang sebelumnya duduk dipojokkan pun, 

malam itu juga terlihat ikut berlari karena mungkin mereka melihat aku yang berlari pergi sambil berteriak teriak ketakutan. Dan singkat cerita, akhirnya akupun sampai diluar bangunan gedung bioskop tersebut dan ditenangkan oleh bapak ojek yang ternyata sudah datang menjemputku. 

Dan tidak hanya itu, waktu itu aku juga didatangi oleh beberapa pegawai bioskop lama yang juga terlihat sudah mengenakkan jacket dan bersiap untuk pulang ke rumahnya.

” Tolong pak,,, di dalam aku lihat setan banyak sekali ” ucapku sambil menangis tersedu sedu. 

” Tenang dulu neng..tenang tenang ” ucap tukang ojekku sambil menepuk nepuk punggungku sambil berkomat kamit membaca sesuatu.

” Bioskop ini berhantu mas..,”, teriakku keras kearah pegawai tersebut yang saat itu berdiri memandangiku. 

” Maksudnya gimana mbak ” sahut salah satu pegawai bioskop tersebut.

” Kamu jangan pura pura tidak tau, kamu tau kan, tadi aku kebingungan waktu keluar dari toilet. lantas, kenapa kamu malah diam saja, tuh tanya mereka. Mereka juga pasti lihat apa yang kulihat ” ucapku emosi kepada pegawai tersebut sambil menunjuk kearah beberapa anak pacaran tadi yang sebelumnya satu ruangan denganku.

” Kalian lihat apa, ” jawab pegawai bioskop sambil menoleh kearah beberapa anak pacaran yang saat itu juga ikut berkumpul mendekatiku. 

” Enggak i mas, saya gak lihat apa apa, saya cuma nonton film, gak ada apa apa ” jawab beberapa anak pacaran tersebut jelas.

” Sudah sudah, daripada ribut mending langsung pulang aja yuk neng, mereka udah gak ngikut kok, ” sahut bapak ojek tersebut sambil tidak henti hentinya menepuk pundak dan punggungku.

Dan akhirnya, setelah semakin banyak orang yang datang berkerumun karena teriakanku, 

malam itu, akupun seketika diajak oleh bapak ojek tersebut untuk segera pergi dari tempat tersebut untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan dan agar semuanya bisa kembali aman. 

” Si neng, sepertinya habis lihat sisi lain dari gedung bioskop ini ” ucap bapak ojek tersebut sambil mulai menjalankan motornya.

” kok cuma aku yang lihat, anak pacaran tadi kok enggak ya pak ” sahutku. 

” Sepertinya makhluk halus penunggu bioskop tersebut hanya tertarik dengan eneng. Bioskop itu sepertinya memang angker, dilihat dari luar aja udah kelihatan wingit dan sepi. Kalau orang sensitif yang masuk kesitu, pasti bisa ngrasain kalau bioskop tersebut banyak penghuninya. 

Tapi alangkah baiknya agar semuanya kita simpan sendiri saja, agar bioskopnya tetap laku ” ucap bapak bapak tersebut jelas.

” Tapi ya gak gitu juga dong pak, kalau gak direnovasi dan semakin sepi gimana ?. 

Nanti makin banyak setannya, terus kalau pengunjungnya pada kesurupan, siapa yang mau tanggung jawab ” ucapku kesal.

” Sudah sudah,, sabar,,, bapak yakin, setelah kasus neng ini, pasti pegawai tadi lapor ke atasannya dan segera ada tindakan agar biskopnya kembali ramai kayak dulu lagi. ” Jawab bapak tukang ojek tersebut jelas.

Akhir cerita, setelah aku sampai dirumahku, akupun seketika menceritakan semua pengalaman itu kepada kedua orang tuaku. 

Bahkan, sejak kejadian waktu itu, aku juga sempat tidak berani lagi melewati jalan yang ada didepan gedung bioskop lama tersebut. Karena asal kalian tau, setiap kali aku melewati bioskop lama tersebut, bulu kudukku seketika berdiri dan aku seperti mendengar suara orang yang sedang memanggil manggil namaku.

Dan seiring berjalannya waktu, kini setelah aku menikah dan memiliki keluarga, sekarang aku melihat bangunan bioskop lama tersebut ternyata sudah direnovasi dan sudah terlihat lebih mewah. Semua bangunan terlihat dibangun ulang dengan konsep modern yang disitu akupun juga masih belum tau, 

apakah masih digunakan sebagai bioskop atau dialihfungsikan sebagai bangunan lain. Karena sejak saat itu, aku masih trauma dan sudah tidak berani lagi mengunjungi tempat itu. 

Terlepas dari itu semua, semoga kita lebih berhati hati lagi dimanapun kita berada karena mereka benar benar ada dan mereka benar benar nyata.

Terimakasih teman teman, semoga cerita ini menemani hari hari kalian.

sampai jumpa di cerita cerita kami selanjutnya 

Thread By @Lakonstory

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *