RAWON.ID

Semua Tentang Mistis

Danau Belenggu

Libur akhir tahun sudah tiba!!!!

Momen yang paling ditunggu oleh semua orang,begitu juga aku dan keluargaku.

Liburan tahun ini kami akan melakukan perjalanan ke kampung ayah,pada awalnya aku tidak setuju namun ayah bilang disana banyak pemandangan indah dan suasananya sejuk 

Tanpa pikir panjang aku pun setuju dengan rencana ayah,jika tidak hujan kami akan pergi besok pagi.

“Fikri,kamu bantu bunda dulu ya beresin baju2 kamu” ucap bunda

“Oke bunda” sahutku

“Kamu bawa baju secukupnya aja,kita gak akan lama ko di sana” ucap bunda 

Saat sedang mengemas pakaian ku ,aku mendengar ayah berbicara dengan kakakku

“Ayah abdul gak mau ikut pokoknya” ucap kakak

“Ya udah kalo kamu gak ikut jangan harap ayah ninggalin uang jajan buat kamu” ucap ayah

“Abdul udah gede yah,nggak perlu ikut liburan” ucap kaka 

“abdul dengar ayah,waktu liburan itu jarang kita dapet buat kumpul bareng2,kamu hargain waktu buat kumpul bersama keluarga kamu,karna ayah dan bunda gak mungkin selamanya nemenin kalian” ucap ayahk 

Bunda sempat membujuk ayah untuk membiarkan kakak di rumah,namun ayah bersikeras bahwa kakak harus ikut.akhirnya kakak pun keluar dari kamar dan menghampiri ayah

“Yaudah abdul ikut yah,tapi abdul gak mau lama2 di sana” ucap kaka

“Ya ngga lah dul,ayah juga kan harus kerja” 

Dan semua sudah fix,kami berangkat besok 

Pagi pun tiba dan tibalah kami untuk pergi berlibur,kami menyiapkan semuanya untuk di bawa ke mobil,kami semua sangat bahagia namun berbeda dengan kakak yang terlihat tak semangat sama sekali

“Eh ka elu mau liburan,tapi muka kaya mau ke penjara” ucapku

“”Diem lu males gua” 

Setelah semua persiapan sudah masuk ke dalam mobil kami memulai perjalanan kami.

“Yakin yah gak ada yang ketinggalan” ucap ayah

“Siap semua yah tenang” sahut ku

Liburan di mulai 

Sepanjang jalan aku benar2 menikmati semua pemandangan yang ada,berbeda dengan kakak yang hanya fokus pada hp nya.

Perjalanan memakan waktu kurang lebih 2 jam,dan tibalah kami di kampung ayah,saat kami membuka pintu mobil udaranya benar2 sejuk,berbeda dengan di kota 

Lalu seseorang menghampiri kami,tak lama ayah menyambut orang itu

“Aldi……apa kabar kamu” ucap ayah sambil memeluk orang itu

“Ya Allah akhirnya setelah sekian lama” ucap orang itu

Mereka berpelukan sangat lama,dan ayah terlihat sangat bahagia dengan orang itu 

“di kenalin ini anak sama istri gua” ucap ayah

Kami bersalaman dengan teman ayah dan dia sangat murah senyum

” Kalian kenalin ini om aldi,dia sehabat ayah dari kecil”ucap ayah 

“iya salam kenal semuanya,semiga kalian betah ya disini” ucap om aldi

” Selama kita disini kita bakal tinggal di rumah om aldi” ucap ayah

“Semoga kalian betah ya,rumah om sederhana soalnya” ucap om aldi 

Kami pun masuk ke rumah om aldi yang terlihat begitu sederhana,om aldi menunjukan ruangan kami,aku dan kak abdul harus berbagi kamar karna tidak ada banyak ruangan di rumah ini

“Awas lu ya kalo ganggu tidur gua,gua siram pokoknya” ucap kak abdul 

“yang ada juga elu kali yang ganggu,tidurlu kan ngorok” ucapku

Lalu kami membereskan barang2 kami dan bersiap2 untuk istirhat sejenak setelah perjalanan yang cukup panjang 

Sebelum kami istirahat bunda menghampiri kami

“Kalo mau tidur shalat ashar dulu biar tenang” ucap bunda

Aku dan kak abdul pun pergi mengambil wudhu dan segera shalat 

Setelah selesai shalat om aldi menyuruh kami untuk makan terlebih dahulu,kami pun pergi ke ruang makan dan disitu ada wanita yang ternyata adalah orang tua dari om aldi

“Ayo makan dulu” ucap wanita tua itu

“Kalian kenalin ini namanya mbah surti,dia orang tua dari om aldi” 

Lalu kami bersalaman dengan mbah surti,dan dia adalah orang yang sangat ramah.

Aku bertanya pada ayah,dimana anak dan istri om aldi

Ayah bilang mereka tinggal di kota,dan setiap bulan om aldi selalu pergi menemui mereka 

Akupun benar2 menikmati makanan yang di sajikan,rasanya benar2 enak berbeda dari yang biasa aku makan

” Bun ko rasa nasinya enak ya,beda dari di rumah” ucapku

“Iya fik,disini masaknya masih tradisional,masih pake kayu bakar soalnya” ucap bunda 

Aku tidak mengira kalau makanan yang di masak dengan kayu bakar bisa seenak ini,setelah selesai om aldi mengajak kami untuk berkeliling melihat suasana kampung.

Aku sangat suka udara di sini,benar2 sejuk dan dingin 

Di sepanjang jalan aku melihat banyak anak2 kecil yang berlarian dengan senangnya,suasan yang jarang ku lihat di kota,aku rasa aku akan sangat betah berada di sini

“Ka abdul enak disini gua suka ka” ucapku

“Gak enak,gua bete disini” ucap ka abdul

“Suram hidup lu” ucapku 

Kami terus berjalan melihat suasana desa

“Eh aldi elu inget gak danau yang sering kita pake berenang” ucap ayah

“Oh inget lah” ucap om aldi

“Kesitu yuk di,gua kangen ama tu danau” ucap ayah

Lalu om aldi pun terdiam 

“sekarang itu danau mau di jadiin wilayah proyek,gua gak tau udah di tutup apa belum” ucap om aldi

“Coba kita cek aja yo” ucap ayah

Lalu kami pun berjalan menuju danau itu 

Setelah sampai danau itu,banyak kawat duri di sekitar danau itu,dan itu membuat kami tidak bisa melihat lebih dekat

“Lah di,ko jadi begini ya” ucap ayah

“Iya sur,soalnya udah di beli buat proyek besar katanya” ucap om aldi 

Ayah tidak tinggal diam dan mencari cara agar bisa melihat danau itu dari jauh,dan setelah lama mencari celah ternyata ada pintu yang mengarah menuju ke dalam danau itu,kami pun masuk ke dalam danau itu 

“wah udah beda banget” ucap ayah

“Iya lah surya,elu udah pergi bertahun2 lamanya” ucap om aldi

Melihat mereka yang sedang bernostalgia ka abdul sepertinya mulai bosan,dan memaksa ayah untuk cepat kembali kerumah

Namun sepertinya ayah tak menghiraukan nya 

Dan dari kejauhan aku melihat perahu yang berukuran tidak terlalu besar

“Om aldi itu perahu boleh di naikin gak?” Tanyaku

“Aduh jangan deh,bahaya” ucap om aldi

“Bahaya kenapa om” tanyaku 

“iya banyak orang yang tenggelam disini,om takutnya perahunya gak stabil” ucap om aldi

” Tanang aja om aku bisa berenang ko”ucapku

“Aduhh tetep jangan ya,om takut kenapa2”

“Yaudah jangan fikri” ucap ayah 

” ayo kita pulang udah mau maghrib” ucap om fikri

Kami pun kembali kerumah dan bersiap2 mandi dan shalat maghrib 

Malam pun tiba,begitu sunyi dan tenang,terdengar nyanyian jangkrik yang membuat malam begitu ramai,

Kulihat kak abduk tidur dengan cepatnya,sedangkan ayah dan om aldi mengobrol di ruang tamu,tak lama kemudian seseorang mengetuk pintu kamarku

Sat ku buka ternyata mbah surti 

“Ini mbah bawain teh manis buat kalian” ucap mbah

“Oh iya mbah makasih banyak” ucapku

“Kalo butuh apa2 panggil mbah ya” ucap mbah

Mbah surti sangat ramah dan terlihat penyayang,membuatku makin betah ada di sini 

Akupun kembali kekasurku dan meminum teh dari mbah,saat kucoba rasa teh ya benar2 enak,aku ingat tadi om aldi sempat bilang kalau teh miliknya di petik langsung dari pohonnya,mungkin itu alasan mengapa rasanya seenak ini 

Akupun mulai mengantuk dan mencoba untuk tidur,suara jangkrik membuatku begitu tenang dan membuat tidurku jadi lebih nyenyak 

Pagi pun tiba,aku terbangun mendengar suara di dapur,tak lama bunda masuk ke kamarku memberitahuku untuk segera shalat subuh,akupun beranjak dari kasur dan menuju kamar mandi,saat menuju kamar mandi ternyata mbah sedang memasak air menggunakan kayu bakar 

“eh udah bangun,mbah lagi bikin teh nih buat kalian sarapan” ucap mbah

“Oh iya mbah makasih ya”ucapku

Akupun wudhu dan segera pergi shalat,tadinya aku berniat untuk mandi pagi,namun saat sentuh air ternyata dingin nya benar2 membuatku mengurungkan kemauanku untuk mandi 

Setelah selesai kami pun berkumpul di ruang tamu,menikmati teh hangat dan cemilan kampung yang enak sekali

“Betah gak disini” tanya om aldi

“Iya om betah,enak” ucap ku

“Kalo fikri aih pasti betah,kalo yang itu gak tau deh” ucap bunda menunjuk kak abdul

“Apaan sih bunda” ucap ka 

Kami semua menghabiskan waktu pagi untuk berbincang2,benar2 quality time bersama keluarga,aku merasa sangat bahagia.

Lalu di siang hari ayah dan om aldi berangkat menemui teman2nya di kampung itu,karna bosan kak abdul mengajaku untuk jalan2

” Fik jalan2 yuk,suntuk gua” 

“yaudah ayo” ucapku

Kami pun berjalan mengelilingi kampung sampai akhirnya ka fikri merasa tidak ada yang menarik

“Eh fik kita ke danau kemaren yuk naik perahu” ucap ka abdul

“Ngga ah kata om aldi jangan bego” ucap ku

“Cupu lu,kita kan bisa berenang bego” ucap kaka 

Akupun berfikir apa yang kakak katakan ada benarnya,jika kendalanya hanya ada di tenggelam,itu bukan masalah untuk aku dan kakak,karna kami bisa berenang 

Lalu kami pun pergi ke danau itu untuk menaiki perahu yang ada di sana 

Sesampainya di danau itu kami menuju ke perahu itu

“Kak elu bisa dayung nya kan?” Tanyaku

“Tenang aja,gua jagonya” ucap ka fikri

Kami pun menaiki perahunya dan mulai mendayung,sebenarnya danau itu indah namun mengapa danau ini harus dijadikan sebagai wilayah proyek 

Kami terus mendayung melihat pemandangan di danau itu,akupun menyentuh air di danau itu,entah kenapa airnya sangat berlendir,dan kotor,aku menyayangkan danau seindah ini akan segera hilang 

Setelah sekian lama mendayung perahu kami mulai tidak stabil

“Kak kenapa ini?” Tanyaku

“Gak stabil fik,kita balik aja ya ke tepi danau” ucap ka fikri

“Yaudah cepet,gua gak mau basah” ucapku 

Mendayunglah ka fikri dengan cepat,namun perahu semakin tidak stabil,dan tak lama air mulai masuk dari bawah perahu

“Yahh kaka cepetan bocor nih perahu” ucapku

“Elah tenang aje,lu kan bisa berenang” ucap kak

“Bukan masalah itu,gua gak mau baju gua basah” ucap ku 

Kami pun semakin dekat dengan tepian danau,saat hampir sampai dan air semakin banyak memenuhi perahu,dan kami pun sampai di tepi danau

” Hampir aja ka,gua udah degdegan” ucapku

” Lebay lu ah,gak asik banget” ucap kaka 

Kami pun berjalan menjauh dari danau dan beberapa saat kemudian

aku merasa sesuatu memegang kakiku saat kulihat BANYAK TANGAN MEMEGANG KAKIKU,SAAT AKU BERUSAHA BERTERIAK AKU TERSERET KE DALAM DANAU ,Aku tenggelam di danau, perlahan ku tutup mataku dan ku kira inilah akhir hidupku 

Aku terasa melayang di dalam gelap,tubuhku sangat ringan perlahan ku buka mataku dan ternyata kak fikri sedang memberikan nafas buatan

” Ya Allah fikri,lu kenapa? Gua ketakutan,gua kira elu bakal mati” ucap ka abdul yang terlihat sangat panik

“Elu gak apa2 kan” tanya ka abdul 

“iya ka gua gpp” ucap ku

Lalu ka abdul menggendong ku untuk kembali ke rumah

“Fikri,bener kan elu gpp,gua takut elu kenapa2?” Tanya ka abdul

“Iya ka,gua lemes doang” ucapku

“Nanti gua bilang ke ayah,viar kita ke rumah sakit” ucap ka abdul 

Sampailah kami di rumah dan ada bunda dan mbah di rumah karna ayah dan om aldi belum pulang 

Saat melihat ka abdul menggendongku,bunda menuju ke arah kami

” Kenapa adik kamu dul?” Tanya bunda

” Tadi jatuh di danau bun,tapi gpp” ucap abdul

” Kamu tuh gimana sih dul,ko bisa adek kamu jatoh?” Ucap bunda

” Abdul juga gak liat bun,tiba2 udah jatoh aja” ucap kaka 

“fikri kamu gpp kan sayang?” Ucap bunda

” Gpp bun cuma lemes doang” ucapku

Lalu mbah menyuruhku untuk istirahat

” Yaudah di bawa masuk dulu aja,biarin dia istirahat” ucap mbah

Akupun di bawa ke kamar oleh kak abdul,bunda terlihat sangat panik

” Kita ke dokter ya” ucap bunda 

” gak usah ah bun aku mau tidur aja” ucap ku

Tak lama ayah dan om aldi pulang dan bunda pun menceritakan yang terjadi padaku,ayah dan om aldi menuju ke kamarku

” Kamu kenapa fikri?,kan om aldi udah bilang jangan main di danau itu” ucap om aldi

” Cuma kepeleset om” ucap ku 

“yaudah kita ke dokter ya” ucap ayah

” Gak usah yah,aku gak kenapa2,cuma ngantuk doang”ucapku

Lalu ayah mulai menanyakan banyak hal kepada ka abduk,aku merasa kasian pada kak abdul karena dia disalahakan oleh ayah dan bunda 

Malam pun tiba dan kodisiku mulai membaik,ka abdul menanyakan tentang kondisiku dan kurasa dia merasa benar2 bersalah

“Udah enakan lu fik” tanya ka abdul

“Udah lah ka tenang aje lu,jangan dipikirin” ucapku

“Ngga fik,gua cuma ngebayangin aja kalo elu kenapa2″ucap ka abdul 

” lagian elu kenapa bisa jatoh gitu” tanya ka abdul

Akupun mengingat tentang tangan2 itu

“Gak tau kak,ada tangan yang narik gua tadi” ucap ku

” Masa iya,halu lu kali” ucap kak abdul 

Ka abdul tertawa mendengar apa yang aku bicarakan,lalu akupun malas untuk melanjutkan cerita pada dia

” Bego lu,gua gak bohong” ucapku

Lalu bunda masuk membawakan teh hangat untuku

“Kamu udah enakan fik” tanya bunda

“Udah bun” ucapku 

Kemudian aku meminum teh yang bunda buatkan,stelah itu aku memutuskan untuk tidur karna waktu sudah semakin malam. 

Ka abdul sudah tidur lebih dulu,entah kenapa malam ini tidak seperti malam kemarin,begitu sepi dan dingin sekali,kemudian aku mendengar suara di luar pintu kamar,lalu Brakkkkk….pintu terbuka dengan sedirinya,karna kaget aku beranjak dari kasurku melihat ke arah pintu 

Tidak ada apapun disana,aku memanggil2 ka abdul,bunda dan yang lainnya saat aku mau berdiri dilantai BERSERAKAN KEPALA MANUSIA YANG SUDAH MULAI MEMBUSUK aku berteriak dan mencoba menggapai kak abdul namun banyak tangan keluar dari lantai menarik kakiku 

Lalu KUMPULAN KEPALA MANUSIA ITU MULAI MENGGEROGOTI KAKIKU aku berteriak sekeras mungkin dan tak ada satupun yang datang,aku merasakan sakit di kaki ku karna kepala2 itu menggerogoti kakiku,akupun menutup mataku dan tangan2 itu seperti menariku semakin dalam ke dalam lantai 

Aku berusaha untuk berenang tak lama kemudian sesuatu memegang tangan ku,memanggil2 namaku ternyata itu suara bunda,ku buka mataku dan ternyata aku sedang berada di mobil ayah

” Ya allah fikri sadar sayang” ucap bunda sambil memeluku

“Bunda fikri takut” ucapku 

Lalu semua terlihat bahagia melihatku sadar

“Fikri apa yang kamu rasa sayang,kenapa kamu bisa kejang kaya gitu” ucap bunda

“Fikri gak tau bun,fikri takut” ucap ku

Lalu aku merasakan badanku sangat basah,bajuku juga basah,bunda bilang itu keringatku saat aku kejang dirumah 

Kami pun tiba di rumah sakit,saat ingin keluar dari mobil tiba2 kakiku tidak bisa bergerak

“Bunda kenapa kaki aku mati rasa,aku gak bisa gerakin kaki ku” ucapku

“Ya allah kenapa lagi ini,ayah fikri gak bisa gerakin kakinya katanya” ucap bunda 

“coba kamu jalanin,mungkin karna tadi aliran darahnya gak lancar”

Ku coba terus berjalan masuk ke rumah sakit,namun kakiku tak merespon,seperti mati rasa

Karna takut akupun mulai panik

“Bun gimana dong,fikri gak bisa jalan”ucapku 

“udah sayang kamu tenang dulu,biar dokter yang cek” ucap ayah

Kami pun masuk ke rumah sakit,dan memulai pemeriksaan 

Dokter berkata bahwa kakiku baik2 saja,ayah berusaha memberi tahu kondisiku bahwa aku tidak bisa menggerakan kakiku,dokter terus memeriksanya berkali,namun dokter bilang semua norman 

Namun dokter mendiagnosa bahwa aku terkena lumpuh sementara,biasanya terjadi untuk beberapa hari sebelum normal kembali,dan dokter bilang gejalanya memang tidak pernah terlihat 

Mendengar hal itu ayah dan bunda sedikit lega,namun aku tidak bisa tenang karna yang terjadi padaku di rumah itu seperti nyata

“Ayah kapan kita pulang ke kota?”tanyaku

“Secepatnya fikri” ucap ayah

“Aku gak mau lama2 di rumah om aldi yah” ucapku 

“bukannya kamu suka disitu” ucap ayah

“Ngga yah kita harus pulang cepet2,ada yang gak beres” ucapku

“Yaudah lusa kita pulang ya,kamu jangan banyak fikiran dulu” ucap ayah

Dokter menyarankanku untuk menggunakan kursi roda untuk sementara 

Akhirnya kami kembali kerumah om aldi dengan kodisiku yang menggunakan kursi roda 

Sampailah kami di rumah om aldi,mbah,om aldi,dan ka abdul sangat kaget melihat aku menggunakan kursi roda

“Ya allah surya,fikri kenapa?” Tanya om aldi

“Gpp dokter bilang butuh istirahat aja” jawab ayah

“Yaudah bawa masuk2 suruh istirahat” ucap mbah surti 

Akupun di bawa ke kamar dan semua begitu hawatir melihat kondisiku

” Ya elah fik,elu lagi liburan malah sakit” ucap ka abdul

“Ya gua juga gak mau sakit kak” ucapku

Lalu ayah menyuruhku untuk tidur,akupun memejamkan mataku dan mencoba untuk tidur. 

Beberapa jam kemudian aku mendengar suara air,air yang sangat besar,ku buka mataku dan ternyata AKU BERADA DI DANAU, aku memanggil2 bunda,ayah dan yang lain namun hanya ada suara air yang tenang tak lama kemudian RIBUAN TANGAN DAN KEPALA MANUSIA KELUAR DARI DALAM AIR 

Mereka melihat ke arahku, ribuan wajah dan tangan yang membusuk aku berteriak meminta tolong kemudian tangan2 itu berusaha menarik ku lagi ke dalam air,dan kepala2 itu menggigit kadua tangan ku ya tuhan apa yang harus ku lakukan,dan dari kejauhan aku mendengar suara 

“PERGI!!!!PERGI!!!!”

suara mbah surti tak lama aku melihat tangan yang berbeda dari tangan2 busuk itu menariku keluar dari air,saat ku sadar mbah surti sedang memegang tanganku

“Ayah!!!!bunda!!!! Tolong!!!!” Ucapku 

Ka abdul bangun,dan tak lama semua berkumpul di kamarku

“Ada apa ini mbah?” Tanya ayah

“Surya,anak mu dalam bahaya” ucap mbah

“Bahaya gimana mbah” tanya ayah 

Lalu mbah menengok ke arahku

“Fikri coba kamu keluarkan apa yang ada di mulut kamu” ucap mbah

Aku sempat bingung namun mbah menyuruhku membuka mulut

Saat kubuka mulutku keluar lah air yang mengalir seperti pancuran

Semuanya kaget melihatku seperti itu 

“Ya Allah fikri kamu kenapa” ucap bunda sambil menangis

“Mbah harus gimana ini”ucap om aldi 

Aku benar2 takut,begitu juga semua orang di ruangan itu

Lalu mbah berkata

“Danau itu banyak makan korban,banyak yang mati di danau itu,dan jiwa mereka terbelenggu disitu,mereka semua ingin membawa fikri bersama mereka” ucap mbah 

“itulah yang menyebabkan kaki fikri lumpuh,sebagian rohnya sudah di bawa oleh mereka”ucap mbah 

“lalu mbah gimana caranya nolongin fikri?” Ucap bunda

“Kita harus bawa dia ke danau itu sekarang juga,kalau kita tunda roh fikri bisa hilang malam ini” ucap mbah

Ayah sempat ragu dengan yang mbah bilanh,karna hari sudah larut malam,namun om aldi meyakinkan ayah 

Kami semua pun pergi ke danau itu di tengah malam yang benar2 sunyi,mbah terus mendorong kursi rodaku dangan cepat, ayah,om aldi l,ka abdul dan bunda mengikuti dari belakang dengan rasa hawatir

Setelah berapa lama sampailah kami di danau itu 

“fikri kamu harus percaya ya sama mbah” ucap mbah

” Fikri takut mbah”ucapku

“Kamu jangan takut,kami semua disini” ucap mbah

Lalu mbah menurunkanku dari kursi roda dan menyuruhku untuk masuk ke dalam danau

“Mbah apa ini gpp,kaki fikri kan lagi mati rasa mbah” ucap ayah 

“kamu tenang saya mbah akan terus memegang tangan fikri”ucap mbah

Lalu akupun masuk ke danau,mbah memegang kedua tangan ku,lalu mbah mengeluarkan sesuatu dari kantungnya

“Fikri kamu makan garam ini,saat kamu bertemu dengan sesuatu yang kamu takuti ludahkan garam di mulut kamu” 

Aku pun memasukan garam2 itu kedalam mulutku,dan mbah pun perlahan mendorong kepalaku masuk

“Kamu jangan takut,mbah pegangi selalu tangan kamu”ucap mbah

Setelah itu aku menutup mataku saat di dalam air,kemudian aku mendengar banyak tangisan,saat ku buka mataku di dalam air 

BANYAK TUBUH MANUSIA MELAYANG DI TEMPATKU,MEREKA SEPERTI MAYAT YANG MELAYANG TANPA TUJUAN 

Sayup2 ku dengar suara mbah

“Fikri kalo kamu dengar mbah,kamu cari roh yang menyerupai kamu” ucap mbah

Dengan perasaan yang sangat ketakutan aku melihat sekeliling mayat2 itu ,namun aku tidak melihat apa yang di bilang mbah 

Lalu dari kejauhan kulihat beberapa mayat menarik sebuah tubuh untuk masuk ke dalam air,jika kulihat lebih jelas itu adalah tubuh ku aku bingung bagai mana aku mendekat pada tubuhku karna mayat2 itu sedang menarik2 tubuhku 

Lalu saat aku ingin mengekuarkan kepalaku dari air,aku tidak bisa bergerak badanku kaku,dan hal yang lebih menakutkan terjadi mayat2 melayang itu tiba2 melihak ke arahku dan menuju ke arahku,aku mencoba berteriak meminta tolong namun aku tidak bisa bersuara 

Mayat2 itu berenang ke arahku dengan sangat cepat lalu sayup2 kudengar suara mbah

” Fikri keluarkan garam di mulut kamu” ucap mbah

Aku pun meludahkannya,dan mayat2 itu kembali terdiam dan melayang2 tanpa arah,saat mayat2 itu tidak bergerak 

Saat mayat2 itu terdiam aku mengambil kesempatan untuk mendekat pada tubuhkuh,aku mendekat dan tak lama kemudian aku melihat tubuhku melayang di danau itu saat akuingin menggapai tubuhku, Kaki ku tertahan oleh sesuatu ternyata TANGAN2 YANG SANGAT BANYAK SEDANG MEMEGANGI KAKIKU 

Aku sangat ketakutan,mereka meraum dengan sangat cepat,menariku kedalam dan tak lama kemudian,lantuna2 doa ku dengar dari kejauhan,kemudian aku berusaha melepaskan kakiku dari tangan2 itu,akupun berhasil menyentuh bagian tubuh ku yang melayang di dalam danau 

Dan aku seperti tertarik ke atas meninggalkan mayat2 di dalam danau,saat aku keluar dari air,terbyata mbah yang menariku,lalu ayah dan om aldi ikut membantu,bunda menangis dengan kerasnya

“Fikri kamu gpp kan sayang,jawab ayah” ucap ayah 

Aku benar2 tidak bisa berkata apa2 aku benar2 takut

“Fikri jawab mbah,kamu bisa gerakin kaki kamu?” Ucap mbah

Lalu perlahan ku coba menggerakan kedua kakiku,dan ternyata aku bisa merasakan kakiku lagi

“Bisa mbah” ucapku

“Alhamdulillah fikri kembali normal lagi” ucap mbah 

“yaudah kita pulang sekarang,kita bicarakan di rumah” ucap mbah

Kami pun beranjak dari danau untuk kembali kerumah dan membicarakan semuanya di sana.

Sesampainya di rumah,kami semua begitu kelelahan karna hari sudah semakin malam,akhirnya kami pun memutuskan untuk pergi tidur 

Dan membicarakannya esok hari.

Di pagi hari saat kita menikmati teh hangat,mbah menceritakan semua kepada kami,bahwa yang ku alami adalah kondisi dimana roh manusia di bawa perlahan oleh para iblis,itu terjadi saat manusia ada dalam keadaan hidup dan mati 

Mereka akan membawa roh manusia secara perlahan,dan setiap bagian yang diambil akan membuat manusia tidak dapat merasakan bagian tubuhnya.

“Terus mbah gimana caranya biar gak kejadian seperti itu lagi” tanya ayah 

“danau itu sebentar lagi di jadikan tempat proyek,jadi insya allah gak akan ada korban lagi” ucap mbah

Setelah selesai berbincang kami pun pamit untuk pulang ke kota,kondisi ku juga sudah membaik dan kakiku bisa jalan kembali 

Kejadian ini tak akan pernah kulupakan,kejadian ini manggajarkanku untuk selalu menikmati hidup,karna kita tidak tau kapan kita akan mati. 

Beberapa minggu kemudian,di pagi hari ayah memanggil2 bunda dengan kerasa,akupun menuju ke arah ayah dan melihat ayah sedang menunjukan koran pada bunda,saat ku lihat koran itu

Koran itu berisi kejadian di kampung ayah 

Ternyata pegawai proyek menemukan ribuan tulang belulang manusia saat mengeruk danau itu,dan memaksa proyek dihentikan sementara,ayah sangat kaget melihat koran itu dan tak lama pun om aldi menelpon untuk memberitahu kejadian itu 

Aku sangat bersyukur bisa selamat dari kejadian itu,dan sekali lagi aku benar menikmati setiap detik di hidupku,karna aku tak akan bisa mengulang hidupku walaupun hanya 1 detik.

-tamat- 

Thread By @Bagirals

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *