RAWON.ID

Semua Tentang Mistis

Darah Gaun Pengantin

Beliau sebut saja pak rahmat menceritakan tentang asal usul gaun pengantin yang masih banyak darah dan disimpan didalam kopernya. 

Pak rahmat adalah seorang laki-laki yang bekerja sebagai tukang servis kompor bekas. Hari-harinya disibukkan dengan aktivitas memperbaiki kompor. Tak hanya itu saja, pak rahmat juga menyukai benda-benda kuno. Nampak, tersusun rapi benda kuno yang masih tetap terjaga baik disana.

*Pranggggg*

Suara kaca terjatuh dari arah dapur. Kemudian disusul dengan tangisan lala yaitu cucunya yang masih berusia 4 tahun. 

“kung… Akung… Onok (ada) hantu kung..” suara lala lirih dan menangis sesenggukan.

Pak rahmat yang saat itu berada diruang tamu kemudian berlari menghampiri lala.

“Ono opo nduk ? Alon² talah nak..” ucap pak rahmat sambil mengusap rambut lala.

(Ada apa nak, pelan pelan).

Kemudian lala merangkul kakeknya yang saat itu duduk didepannya.

“Onok hantu nok kamare kung..” ucap lala sambil menunjuk kearah kamar pak rahmat.

(Ada hantu di kamarnya kakek).

Pak rahmat menoleh dan melihat ke arah kamarnya. Dia tidak melihat apapun kecuali sebuah gaun lawas tergantung dipaku yang menempel di tembok. Tatapan pak rahmat masih santai dan penuh penasaran. Lantaran sudah beberapa anak kecil yang melihat sosok hantu kala datang ke rumahnya dan menunjuk gaun tersebut.

Memang, beberapa hari ini pak rahmat sedang mengamati gaun yang dia peroleh di area pinggiran sungai. Gaun pengantin jaman dahulu yang masih lekat sekali akan bau jamannya. Gaun tersebut tersimpan didalam sebuah tas koper kulit berwarna coklat. Ia menemukan koper tersebut berada dalam tanah yang saat itu memang akan dipakai untuk keperluan lahan berlubang di samping rumahnya.

Tas koper tersebut tidak nampak menakutkan sama sekali.Namun, saat membukanya pak Rahmat terkejut lantaran koper tersebut berisi sebuah gaun pengantin belanda. 

Rahmat kemudian membawa tas koper itu pulang dan kemudian dia mencuci gaun tersebut. Nampak, terdapat warna merah yang saat dibersihkan tidak hilang. Sudah direndam oleh cairan pemutih juga namun noda warna merah tersebut tidak hilang.

Karena kegemarannya akan benda kuno Rahmat tetap merawatnya dengan baik. Tiap tiga hari sekali dia mencoba untuk membersihkan gaun tersebut. Niatnya untuk menghilangkan noda merah tersebut.

Namun, sejak membawa gaun dalam koper tersebut. Suasana rumah Rahmat menjadi berubah. Banyak kejadian aneh yg terjadi. Istrinya, sundari. Sering mendengar suara perempuan yang menangis tiap tengah malam. Sundari tergolong wanita yang berani, saat jam loncengnya berbunyi pasti suara tangisan perempuan itu mulai terdengar. Sundari dengan berani bangun dari tidurnya dan melihat ke ruang tamu sumber dari suara itu berasal. Tidak salah lagi, kecurigaannya selama ini benar. Gaun pengantin yang dibawa oleh suaminya itu memang menyimpan aura mistis dan riwayat yang kelam.

Tangisan yg dia dengar tiap malam berasal dari sosok perempuan pemilik gaun tersebut. 

Sejak saat itu, sundari tidak memperbolehkan suaminya untuk menyimpan koper berisi gaun itu dikamar.

“Mas, sebenere samean ini udah tahu apa belum kalau gaun itu medeni (nakutin)?” Tanya sundari

Rahmat yang saat itu sedang konsentrasi memperbaiki kompor hanya tertawa mendengar sang istri bertanya hal demikian kepadanya.

“Ada atau tidak riwayat dari gaun itu bu, wong ya meskipun dia sosok dari dunia sana.. dia juga ciptaan e pengeran (Tuhan) jadi gak perlu khawatir. Allah itu sudah menempatkan bangsa mereka dan kita diruang sendiri².” Jelas rahmat. 

Istrinya yang mendengar jawaban dari suaminya tersebut hanya bisa mendengus panjang.

“Oalah pak, sampean emang gak pernah keganggu opo sama suara tangisannya tiap malem. Aku itu loh risih dengerinnya.” Saut sundari dgn wajah yg sedikit cemberut.

Rahmat tetap dengan sikap santai dan tertawa pelan. Hingga terdengar suara salam dari luar rumah.

“Assalamualaikum… Pakdeee.. budeee… Njaluk mangan !!! (Minta makan !)”. Teriak seorang laki-laki yang mematikan motornya.

Ternyata keponakannya yang kuliah di Surabaya sedang berkunjung. Rahmat dan sundari.. yang mendengar suara Dani, langsung berjalan dan keluar rumah.

“Alhamdulillah, disambangi karo dulur uadoh. Yokopo kabare lee ? Sehat naak ?” Tanya sundari senang.

(Alhamdulillah, disamperin sama saudara jauh. Bagaimana kabarnya nak ? Sehat nak ?) 

Mereka bertiga saling bertukar kabar dan bercerita pengalaman menarik satu sama lain.

Hingga malam hari tiba, dani dengan sarung yang dia selimutkan keatas dadanya menghampiri pak Rahmat yg sedang fokus memperbaiki kompor didepan rumah. Dani duduk dan meminum kopi diatas meja. 

“De, emang kampung disini sepi begini ya ? Habis magrib begini ?” Tanya dani heran.

Pak rahmat yg mendengar pertanyaan dani hanya tersenyum dan memandangi dani dengan wajah yg teduh.

“Krik krik yo de, hehehe. Tapi nikmat disini. Gak ada kegaduhan suara kanan kiri.” Jelas dani. 

Rahmat masih fokus dengan kompor dihadapannya dan melewatkan omongan Dani. Dani yang bingung saat itu hanya bisa clingak-clinguk dan menatap layar handphonenya. Dirinya jenuh, karena saat itu hanya suara jangkrik yg ramai ditelinganya. Akhirnya, dia berdiri dan berjalan masuk. Berniat untuk melihat koleksi benda kuno pakdenya yang terpajang rapi di lemari kayu besar diruang tamu. Dia melihat banyak benda seperti telpon duduk, arloji, serta benda-benda kuno lainnya disana. Hingga, tatapannya menyorot sebuah koper yg nampak sangat bagus diujung lemari. Karena pakdenya sedang konsentrasi didepan dan tidak ingin berniat mengganggunya. Dani dengan tenang melihat koper tersebut.

Nampak sangat tua sekali. Akhirnya, dia membuka tas itu. Dirinya heran, isi dari tas koper tersebut adalah sebuah gaun yang terlihat sangat kuno sekali. Dia menarik gaun tersebut keluar dari tas koper kemudian berdiri untuk melihat bentuk sempurna dari gaun itu. Bolak balik dia lihat, nampak biasa saja. Sampai pada akhirnya dia melihat noda besar berwarna merah dibawah gaun tersebut. Nampaknya, rasa penasaran dani kepada gaun itu sudah diawasi oleh sosok yang tanpa dia sadari kehadirannya. Berdiri tegak berambut panjang dibelakangnya. Sosok itu mendekati telinga Dani yang fokus melihat gaun tersebut.

“Tolong… Kembalikan anakku..” suara itu lirih terdengar didekat telinga Dani.

Spontan, Dani terkejut.. lantaran terdengar suara yang tidak dia sadari dari mana asalnya. Dani kebingungan dan melihat sekitarnya. Tidak ada orangpun disitu selain dirinya. Akhirnya, dia dengan cepat memasukkan gaun itu kembali ke koper dan segera masuk kedalam kamarnya untuk tidur. Ditengah malam, Dani terbangun dan hendak pergi ke Kamar mandi untuk membuang air kecil. Dengan sedikit sempoyongan karena masih separuh mengantuk, dia berjalan pelan. Sepi dan juga lumayan gelap. Lantaran disana ketika tidur lampu pasti dimatikan selain lampu kamar masing².. Karena letak kamar mandi berada disamping dapur, Dani harus berjalan kaki dahulu ke belakang.

Langkahnya terhenti saat mendengar suara orang yang sedang mengaduk sesuatu dicangkir. Dani menghidupkan lampu dapur yang sedikit remang. Tidak ada orang disana. Karena dirasa salah dengar, akhirnya dani meneruskan langkah ke kamar mandi. Setelah keluar dari kamar mandi, tiba-tiba dani melihat sebuah kain putih panjang yg berjalan menuju ruang tamu. Dani mulai sadar dan fokus dengan apa yang dilihatnya saat itu. Sepertinya tidak asing dengan apa yang barusan dilihatnya. Belum selesai dia berfikir, secara tiba-tiba terdengar suara perempuan bersenandung pelan yang mana suara tersebut terdengar mendekati ruang tamu.

Dani semakin merinding, lantaran lampu diruang tamu masih gelap. Itu menandakan tidak ada orang yang bangun saat itu dan berada di ruang tamu. Dengan pelan dia mendekat untuk memastikan bahwa yang sedang bersenandung itu adalah buleknya. Namun, saat memastikan dan dia menghidupkan lampu ruang tamu. Dani tidak melihat apapun kecuali tas koper yang berisi gaun tersebut terbuka. Karena sudah dirasa ada yg aneh dan tidak sedang baik-baik saja. Dani dengan segera kembali ke kamar tidurnya.

Tetapi, kejadian yg tidak diinginkan akhirnya dia alami. Saat hendak berlari ke kamar. Pundaknya ditahan oleh tangan yg dingin sekali Dani menoleh dengan pelan dan melihat siapa yang berani menahan pundaknya saat itu. Dia dengan terkejut dan membelalakkan mata, sungguh sangat dibuat kaget lantaran yang menahan pundaknya adalah budenya. Sundari, istri pak rahmat. Mata sundari memerah dan memakai gaun putih  tersebut. Karena sudah tidak aman lagi Dani menjerit memanggil pakdenya dari dalam kamar.

“Pakde .. tolong… Ampun budee.. aku guduk wong nakal ..” ucap bingung Dani.

(Paman.. tolong.. ampun bibi .. wku bukan orang nakal ..)

Rahmat yang mendengar suara Dani menjerit seketika langsung berlari dan melihat keadaan diluar kamar. Hingga Rahmat terkejut lantaran melihat istrinya yang sudah berubah. Rahmat kemudian dengan tenang mendekati istrinya dan menyuruh Dani utuk menghindar dahulu.

“Kamu siapa ? Kenapa masuk kedalam raga istriku ?” tanya Rahmat pelan.

Sosok yang masuk kedalam raga istrinya tersebut seperti tak bisa mengendalikan emosi. Wajahnya sangat terlihat marah sekali dan penuh dendam.

“Aku mencari anakku, mana anakku !!”

Ucap sundari yg kesurupan itu. Rahmat hanya mendengus pelan dan mencoba tenang.

“Aku tidak tau menau soal anakmu, aku hanya merawat peninggalanmu yaitu gaun itu. Tidak ada maksud lain lagi.” Jelas Rahmat kepada sosok itu.

Tiba-tiba sosok tersebut menangis sekeras-kerasnya dan kemudian melotot serta menjerit. Matanya menatap keatas dan kemudian sundari terjatuh dengan sangat keras kebawah dan tak sadarkan diri. Dani yang melihat kejadian itu hanya bisa merinding dan ketakutan lantaran liburannya mengajaknya bertemu dengan sosok penunggu gaun pengantin tersebut. Sundari saat tersadar hanya bisa menangis dan bercerita selama dia kesurupan dia sedang berjalan ke masa lalu.

Dimana kisah dari gaun tersebut dimulai. Sundari melihat seorang gadis bernama alena sedang tertawa senang didepan kaca besar diruang tamu. Terlihat, beberapa perempuan menghampiri wanita tersebut. Beberapa perempuan tersebut salah satu diantaranya membawa secangkir minuman yang dia berikan kepada alena. Alena meminumnya dan kemudian beberapa menit kemudian alena merasa kesakitan hebat dibagian perutnya. 

Sundari melihat alena tergeletak tak berdaya dan bersimbah darah dibagian bawah gaunnya. Kemudian disusul dengan kejadian dimana dia mengeluarkan busa nampak alena dengan sengaja diracun oleh seseorang. 

Setelah tidak ada tanda kehidupan dari sosok alena, sundari melihat seorang wanita sedang mengambil sebuah koper dan memasukkan gaun yang dipakai alena kedalamnya. Sundari mengikuti perempuan tersebut yang berlari kearah sungai. Nampak, jasad alena yang sudah terbukur kaku dilempar oleh dua orang kedalam sungai dan kemudian perempuan tersebut membuang koper yang berisi gaun alena. Saat wanita tersebut kembali, nampak diruang yang sama alena diracun. Berdiri seorang pria belanda yang kebingungan. Wanita yang meracun alena tersebut kemudian merangkul laki-laki tersebut dan kemudian kejadian tak terduga membuat sundari kaget.

Laki-laki belanda dan wanita tersebut berciuman dan kemudian memakaikan cincin di jari manis wanita yang meracun alena. Hingga kemudian sundari tersadar dan melihat sudah berada dikamar. Setelah merasa nyaman dan enak, sundari menceritakan tentang apa yang dia lihat tentang asal usul gaun tersebut dan siapa pemiliknya. Akhirnya, Rahmat dan sundari memilih untuk tetap merawatnya dan menyimpan gaun tersebut secara rapi dirumahnya sampai sekarang.

Begitulah cerita dari darah gaun pengantin ini. Sekian dan selamat membaca. Jika ada kesamaan nama dan tempat aku mohon maaf, tidak ada unsur kesengajaan yang dilakukan disini.

Selamat malam dan Salam Horor.

SEKIAN. 

Thread By @siskanoviw

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *