RAWON.ID

Semua Tentang Mistis

Di Balik Raga “I B U”

Magelang pertengahan mei 1990,

Sudah 3 tahun terakhir sejak ayahku meninggal, ibu sakit, dengan awal jatuh dikamar mandi, lalu perlahan menjadi stroke, hanya bisa berbaring di ranjang dan bicarapun mulai sulit  

Aku anak tunggal yg masih remaja 20tahun waktu itu, mencoba tetap tegar merawat ibu, untung masih ada pembantu, di masa bugarnya, ibuku adalah orang yg bisa dibilang cukup disiplin, tegas, bersih dan mandiri, maklum kakekku adl seorang tentara.  

Semenjak sakit ibu menjadi pemarah, mungkin karena kesal, tidak bisa melakukan apa2 sendiri, kadang suka teriak-teriak, menumpahkan minum disebelahnya, ketika “kita” (saya atau pembantu) telat melayani yg dia mau.  

Tapi ada yg aneh disini, walaupun sakit, ibu makannya lahap sekali, banyak, bahkan bisa dibilang lebih banyak dari orang normal, aku heran,tapi aku gak mau mikir aneh2, ah mungkin itu pertanda menuju kesehatannya, batinku  

Tapi lama kelamaan semakin aneh, jadi kaki ibuku kan lumpuh, tapi pernah beberapa kali saat malam kakinya kejang dan menendang-nendang, sambil berteriak seperti berbicara tapi tidak jelas, suaranya parau dan cukup mengerikan, kejadian itu berulang beberapa kali  

Di suatu pagi, seperti biasa pembantuku selalu mengajak ibuku jalan2 dengan kursi roda, waktu itu aku lagi di kamar, “Mbak tolong ini ibu dijagain dulu diteras, saya mau ke dapur matiin kompor” kata pembantuku dari luar, akupun bergegas menghampiri ke teras **  

Tapi!!! Ibuku tidak ada!! Saya panggil2 simbok(pembantu) “Mbok ibu dimana to!! Kok tidak ada di teras”, simbokpun berlari menghampiriku, “Lhoh tadi disini!! Sudah sy kuci lho rodanya” gak mungkin ibu berjalan dgn kursi rodanya, kitapun mencari sampai ke depan rumah** 

Tapi gerbang depan rumah masih terkuci rapat, panik sekali waktu itu, kami muter2 dan ketika sampai dapur,kami mendengar suara, “Hmmmmmm…hmmmmmm..hmmmm” dari lantai dua, kami hampiri, dan ibu ada di situ, dengan stengah kepalanya terkibas2 oleh sprei yg sedang di jemur  

Lantai dua memang cuma tempat untuk menjemur pakaian, tapi yg jadi pertanyaan adl, bagai mana ibu bisa berada disitu, dengan kursi rodanya???? Sungguh diluar logika, tapi inilah yg terjadi dan saya tidak mengada-ada  

Aku pun mencoba mengadu dengan pamanku, adik dari ibuku, kuceritakanlah semua keanehan itu, tapi dengan santainya beliau menjawab, “Oalah kui ki mergo sing melu ibumu” (Itu disebabakn oleh sesuatu yg ikut ibuku),  

Jadi yg aku tau selama ini Keluarga kami adalah katolik yg cukup konservatif, itu setahuku, sampai kejadian demi kejadian ini berlangsung, ternyata yg aku tidak tahu, mereka juga masih menganut aliran kejawen yg kental, itu kata pamanku. 

Paman bilang sejak aku lahir, ibu memutuskan untuk menjauh, atau lebih tepatnya, menyembunyikan “Klenik” dari aku, dengan berbagai macam alasannya, yg sangat kusut untuk dijelaskan.. Mungkin setelah ibu sakit, dia tak lagi bisa menyembunyikan “sesuatu itu” kata pamanku  

Penjelasan itu tidak ada solusi sama sekali, bahkan malah membuatku menjadi semakin takut,dan keanehan-keanehan pun masih terus terjadi sampai aku seperti semakin tak mengenali ibuku, ibu seperti orang lain  

Hari berlalu, timbul rasa iba, sepertinya ibuku sangat menderita, kadang terbesit, “Ambil saja nyawanya Tuhan, aku tak sanggup melihat ibuku seperti ini” badannya mengurus, perangainya pun sudah tak ku kenali, tapi disisi lain, aku juga berat kehilangannya ibu  

Tapi ternyata Doaku didengar Tuhan, malam itu tak seperti biasanya, senyap, hening, sepi sekali, kebetulan simbok sudah 2hari ini pulang awal karena suaminya masuk angin, jadi aku lebih intens mengurus ibu, dan anehnya malam itu ibu sangat tenang, tidak rewel spt biasanya  

Pertanda baik batinku, sekira jam 21.00 setelah menunggu ibu tertidur, akupun masuk kamar, ku rebahkan badan tapi ketika aku mulai mengantuk tiba2 tercium bau wangi melati, seperti mengibas kencang di hidungku kemudian hilang, karena aku capek, aku biarkan saja  

Akupun melanjutkan tidurku, dan tengah malam aku mengalami ketindihan, disitu aku seperti melihat, wanita berkebaya merah,wajahnya ayu namun tua, dia mendekat dan mencengkeram ikar bajuku sambil berkata “TANGI!!! TANGI!!! IBUMU WES MANGSANE!!!!” (Bangun!!, ibumu sudah saatnya!!)

Image

Matanya merah melotot, dan berkata itu terus menerus, seraya menarikku, seakan mengajakku untuk segera beranjak dari tempat tidurku, dan akupun terbangun!!, tanpa berfikir lagi aku langsung berlari menuju kamar ibuku  

Kupeluk ibuku, yg ternyata sudah dingin dan kaku, Ibuku sudah tidak sakit lagi …. :’)

Thread By @AgilRSapoetra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *