RAWON.ID

Semua Tentang Mistis

Festival Hantu Lapar: Merayakan Dunia Sisi Lain

Dalam kebudayaan Tionghoa, ada sebuah perayaan yang mungkin jarang Anda dengar, tetapi memiliki sejarah yang kaya dan makna yang mendalam. Festival Cioko, juga dikenal sebagai Festival Hantu Kelaparan atau Festival Tionggoan, adalah perayaan unik yang jatuh pada tanggal 15 bulan ke-7 dalam penanggalan Tionghoa. Untuk tahun 2023, festival ini dirayakan mulai dari tanggal 16 Agustus hingga 14 September.

Asal Usul Festival Cioko

Tradisi Festival Cioko berawal dari zaman agraris Tionghoa kuno. Pada saat itu, orang-orang merayakan festival ini untuk menghormati leluhur mereka dan memohon berkah panen yang melimpah. Perayaan ini juga dikaitkan dengan kepercayaan Taoisme Zhongyuan dan Buddhisme Ulambana.

Bulan Hantu: Momen Spesial dalam Kalender Tionghoa

Bulan ke-7 dalam penanggalan Tionghoa sering disebut sebagai Bulan Hantu (Chinese ghost month). Ini adalah waktu di mana pintu alam baka dipercayai terbuka, memungkinkan hantu-hantu untuk berkeliaran di dunia manusia. Oleh karena itu, pertengahan bulan ke-7 adalah saat yang tepat untuk merayakan dan memberikan penghormatan kepada hantu-hantu tersebut.

Memberi Makan kepada Hantu Kelaparan yang Tidak Disembayangi oleh Keluarga

Salah satu aspek yang sangat penting dalam Festival Cioko adalah penghormatan terhadap hantu-hantu kelaparan atau makhluk Preta yang tidak mendapatkan penghormatan atau sembahyang dari keluarga mereka. Ini adalah bagian integral dari tradisi ini, yang mengajarkan nilai-nilai kepedulian sosial dan penghargaan terhadap mereka yang kurang beruntung.

Hantu kelaparan, atau yang disebut juga makhluk Preta, adalah makhluk yang dalam kepercayaan Tionghoa dan beberapa tradisi agama Budha, diyakini telah meninggal dunia dalam keadaan lapar dan haus. Akibatnya, mereka berkeliling dalam keadaan kelaparan dan haus di dunia sisi lain. Menurut keyakinan ini, para makhluk ini harus diberi persembahan makanan agar mereka dapat merasa puas dan tidak mengganggu kehidupan manusia.

Selama Festival Cioko, banyak orang yang dengan penuh kasih sayang memberikan persembahan makanan kepada hantu kelaparan ini. Persembahan ini dapat berupa makanan yang biasa dimakan oleh manusia, seperti nasi, sayuran, buah-buahan, daging, atau makanan lainnya. Makanan ini kemudian diletakkan di altar atau tempat sembahyang khusus yang didedikasikan untuk hantu kelaparan.

Tujuan dari memberikan makanan kepada hantu kelaparan adalah untuk memberikan mereka penghormatan dan untuk mengurangi penderitaan mereka di dunia sisi lain. Ini adalah bentuk kebaikan sosial yang menjadi bagian integral dari festival ini. Selain itu, perbuatan baik ini juga diyakini dapat membawa berkah dan keberuntungan kepada orang yang melakukannya.

Sebagai bagian dari tradisi ini, orang-orang sering kali juga membaca doa-doa khusus dan mantra-mantra untuk memohon kepada para hantu agar mereka mendapatkan kedamaian dan tidak mengganggu kehidupan manusia. Semua ini merupakan cara untuk menjaga keseimbangan antara dunia manusia dan dunia sisi lain, serta untuk merayakan kehidupan dan warisan budaya yang kaya dalam kebudayaan Tionghoa.

Penghormatan kepada Leluhur dan Fakir Miskin

Selain penghormatan kepada hantu-hantu dan roh gentayangan, Festival Cioko juga merupakan waktu untuk menghormati leluhur. Orang-orang memberikan persembahan berupa makanan dan barang-barang kepada leluhur mereka sebagai tanda penghormatan.

Namun, ada juga sisi sosial yang sangat berarti dalam festival ini. Setelah perayaan selesai, barang-barang persembahan yang telah diberikan diberikan kepada fakir miskin. Ini adalah bentuk kebaikan sosial yang menjadi bagian integral dari festival ini, di mana masyarakat membantu mereka yang kurang beruntung.

Festival Cioko di Seluruh Dunia

Meskipun festival ini memiliki akar dalam budaya Tionghoa, pengaruhnya telah menyebar ke berbagai negara seperti Jepang, Vietnam, dan Korea. Di Jepang, festival serupa dikenal sebagai Ulambana, tetapi perlu diingat bahwa Festival Hantu dan Ulambana adalah dua perayaan yang berbeda dengan makna dan ritus yang unik.

Merayakan Dunia Sisi Lain

Festival Cioko adalah perayaan yang mengajarkan kita untuk menghormati masa lalu, merayakan warisan budaya, dan memberikan kepada yang membutuhkan. Ini adalah waktu di mana dunia sisi lain dan dunia manusia berdampingan, dan kita dapat belajar banyak dari tradisi ini tentang persatuan dan saling peduli.

Pada tahun 2023, mari kita merayakan Festival Hantu Lapar dengan rasa hormat kepada leluhur, hantu-hantu kelaparan, dan fakir miskin. Ini adalah kesempatan untuk merenungkan tentang hubungan antara dunia ini dan dunia sisi lain yang misterius. Selamat merayakan Festival Cioko!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *