RAWON.ID

Semua Tentang Mistis

Genderuwo Di Kemaluanku

Based on true story

Sebuah kejadian yg begitu mengerikan, konon makhluk halus senang dgn keberadaannya di tempat yg lembab. Baik itu ruangan maupun tempat² yg dalam tanda kutip tempat “sensitif” bagi manusia. Terkadang kita lupa ataupun tak memikirkan akibat dari aktivitas jorok yg habis dilakukan. 

Ini adalah kisah nyata yang di alami seorang perempuan, yang bermula dari malam itu. Setelah melakukan aktivitas di kamar mandinya. Aktivitas tersebut ternyata membuatnya mengalami peristiwa-peristiwa aneh dan menakutkan. Berikut ini kisahnya. 

Lastri. Sebut saja perempuan itu Lastri (40). Ini bukan Lastri yg ada di cerita LEMAH LAYAT simpleman ya. Lastri sudah berkeluarga, mempunyai suami tercintanya. 

Cuaca pada malam itu terasa dingin terasa hingga menusuk tulang. Semua penghuni rumah termasuk suaminya sudah terlelap tidur. Lastri baru pulang dari tempat kerjanya. Jarum jam di dinding rumahnya sudah menunjukkan pukul 11 malam. Setelah meletakkan tas dan melepas sepatu 

Lastri langsung ke kamar mandi untuk membersihkan badannya setelah 12 jam bekerja lembur. Saat menikmati hangatnya air dengan berendam di kamar mandi sambil melepaskan kepenatan, tiba-tiba pandangan mata Lastri terarah pada cermin yang berada di kamar mandinya. Karena terlalu lelah, lastri hanya berfikir mungkin itu hanya halu saja karena kelelahan, atau mungkin itu hanya bayangan pantulan handuk. tidak lama kemudian bayangan tersebut lenyap tak tahu entah kemana. 

Jika diamati seolah-olah melihat bayangan seperti seseorang yang sedang mengamatinya.

“Ah mungkin itu suamiku sedang mengecek siapa yg baru mandi”.ujar Lastri yg sedang menikmati hangatnya air. 

Dari kejadian malam itu Lastri mulai merasakan gangguan setiap malam sehabis mandi sampai mau tidur malam. Lastri adalah seorang perempuan yang aktif dalam bersosial. Kerap bertemu orang orang baru setiap harinya karena tuntutan pekerjaannya. 

Ada saja hal-hal ganjil dan misterius yang dialami oleh lastri, seperti bunyi gaduh hingga terlihat penampakan makhluk hitam berbulu lebat tidur bersamanya. Kejadian itu bermula dari Lastri melakukan adegan solo di kamar mandi. Ketika suami pergi kerja. 

Saat itu Lastri sudah tidak bisa menahan hasratnya. Seketika itu pelampiasannya dia melakukan sendiri di kamar mandi. Tanpa ia sadari, ternyata ada sosok hitam besar sedang mengamatinya dari atap kamar mandi. Sontak Lastri kaget setelah ada benda jatuh di kamar mandinya. 

“Traaakk” Suara botol sampo jatuh.

“Eh…apa sih bikin kaget aja” Ujar Lastri yg sdg melakukan aktivitasnya.

Tanpa ia gubris, Lastri masih melanjutkan aktivitasnya sampe ia merasa puas. Lastri tidak tau kalau apa yg ia lakukan itu mengundang hasrat genderuwo utk menganggunya. 

Setelah selesai semuanya, Lastri melanjutkan untuk beres² rumah, karena waktu itu ia sedang libur kerja. Serasa kelelahan setelah beres² rumah, Lastri ketiduran di sofa ruang keluarga. Kebetulan Lastri belum mempunyai momongan. Jadi kalau semua kerja, rumah sepi. 

Sewaktu Lastri tidur siang, ia bermimpi seakan-akan mimpi itu nyata. Ia bermimpi bertemu dengan seorang pria yang belum dikenalnya. Lastri tertarik dengan pria itu, entah kenapa dalam mimpi itu Lastri melakukan hubungan suami istri dengan pria dalam mimpi tersebut. 

Dan Lastri menikmati mimpi itu. Tak terasa jam dinding sudah menunjukan pukul 16:30 , Lastri kebangun segera ia bangun dan menyiapkan makan malam untuk suaminya, kala itu Lastri tidak menghiraukan mimpi tadi siang. Karena hanya bunga tidur semata. 

“Tok… Tok.. Tok… ” Suara pintu di ketuk.

Lastri mengintip dari jendela.

“Oh mas tejo suamiku” Batin Lastri.

“Sudah pulang mas, kok pucat wajahnya, mas kecapekan ya? ” Ucap Lastri sembari membuka pintu.

Suami Lastri hanya diam saja, tak menjawab apapun. Pikir Lastri mungkin suaminya kecapekan kerja seharian, jadi agak dingin sikapnya sore itu. Tanpa pikir panjang, Lastri membujuk suaminya segera ke meja makan untuk makan malam berdua. Tapi suaminya menolak. Ia hanya geleng-geleng dan menggandeng Lastri balik lagi ke kamar. 

Lastri belum merasakan aneh waktu itu. Ajakan sangat suami di “iyain” , mgkin suaminya lagi pengen, sampe gak sempet mau makan malam dlu. Setelah selesai melakukan itu, Lastri masih tidur di kamar. Ternyata suaminya sudah gak ada di sampingnya. 

“Loh kok pintunya terbuka, ini Lastri kmn! ” Batin tejo.

Setelah tejo masuk ke dalam rumah, ia melihat Lastri sedang tidur di kamarnya. mungkin istrinya kecapekan habis beres² terus nyiapin makan lalu sampe ketiduran. Setelah itu tejo bersih² dan membangunkan Lastri untuk di ajak makan malam.

“Dek.. Dek… Bangun” Ucap tejo berusaha membangunkan Lastri.

“Ngeehhhh… “Suara Lastri ngolet.

” Eh mas tejo, sudah mandi mas? “Ucap Lastri dalam keadaan masih ngantuk. 

“Sudah dek… Barusan bersih² ” Jawab tejo.

“Yuk kita makan malam dulu, udah lapar soalnya” Imbuh tejo mengajak Lastri makan malam.

“Iya mas yuk, Lastri jg sudah lapar dari tadi” Jawab Lastri sumringah. 

Waktu makan malam itu Lastri terlihat bahagia sekali, makannya lahap seperti belum makan seharian. Dan mas tejo juga sama terlihat bahagia karena di masakan makanan kesukaannya. 

Setelah mereka selesai makan malam, mereka berkumpul di ruang keluarga sambil menonton TV ditemani dengan suara suara binatang dari luar. Kebetulan rumah mereka berada di pedesaan jadi wajar kalau setiap malam terdengar suara binatang. 

Saat fokus nonton TV, mata Lastri tertuju di sudut dapur, terlihat seperti ada bayangan besar dan seperti ada 2 cahaya merah menyala , seperti mata yang sedang mengamati Lastri. Saat itu Lastri blm “ngeh” Ada apa gerangan, kenapa ia seperti sedang di perhatikan. Tp siapa. Lalu Lastri ngomong ke suaminya,

“Mas itu ada apa ya kok seperti ada seseorang yg sedang merhatiin kita? ” Ucap Lastri ketakutan.

“Mana dek.. Disebelah mana? ” Jawab tejo penasaran.

“Itu mas, di sudut dapur, seperti ada orang” Ucap Lastri sambil menunjukkan. 

“Mana dek, gak ada apa-apa kok? Mungkin kamu ngantuk jadi berhalusinasi” Jawab tejo menenangkan Lastri.

“Engak mas, beneran ada orang itu” Ucap Lastri meyakinkan suaminya.

“Ah yg benar dek.. Coba saya cek dulu” Jawab tejo sambil berjalan kearah dapur. 

Setelah tejo mengecek ke dapur ternyata tidak menemukan apa-apa, ia segera balik ke arah Lastri untuk meyakinkan kalau ia memang sudah mengantuk dan mengajaknya untuk segera beristirahat. Agar esok tidak terlambat untuk beraktivitas pekerjaannya. 

Malam itu kejadian yg seperti siang hari terjadi lagi. Lastri bermimpi persis seperti waktu siang itu. Ia bermimpi bertemu lagi dengan pria yang di temui di mimpi. Di dalam mimpi Lastri, mereka semakin intens, semakin dekat dan selalu berakhir dengan berhubungan. 

Tapi Lastri belum menyadarinya kalau mimpi itu akan berlanjut sama dan berdampak pada keharmonisan dengan suaminya. 

Pagi itu cerah, mereka sudah bersiap siap untuk pergi bekerja masing-masing. Karena jarak rumah dengan tempat kerja jauh mereka berangkat bareng dari rumah, tapi sepulang kerja Lastri selalu naik bus agar tidak merepotkan suaminya bolak-balik. 

Sore itu Lastri pamit ke suaminya kalau pulangnya agak cepat tidak seperti biasanya, dikarenakan ada acara di rumah. Saat pulang kerja Lastri lagsung bersih² untuk segera datang ke rumah bu rt karena ada rapat ibu-ibu Dasawisma. 

Setelah acara selesai, Lastri balik kerumah untuk beristirahat dan menunggu suaminya pulang. Tapi saat sebelum sampai rumah tiba-tiba Lastri merasakan seperti ada yg mengikutinya. Tp gak ada orang dibelakangnya, merasa ketakutan, Lastri mempercepat jalannya agar sampai rumah. 

Saat sampai rumah, Lastri merasakan gerah di sekujur tubuhnya. Padahal ia sudah mandi, tp tiba-tiba gerah. Lastri langsung menyalakan kipas angin agar lebih enakan. Suasana hati Lastri saat itu tiba-tiba berubah. Lastri merasakan ingin melakukan sesuatu yang membuatnya puas. 

Tanpa pikir panjang, Lastri masuk ke kamar mandi dan melakukan lagi aktivitas itu. Karena tidak bisa menahanya lagi. Dan saat kejadian itulah genderuwo mulai menyukai Lastri dan menghinggapinya. Setiap harinya Lastri merasakan keinginan untuk berhubungan. 

Entah itu sendiri maupun dengan suaminya. Dan awal mula malam itu kemaluan Lastri sering merasakan gatal seperti ada yg memainkannya. Dan membuat Lastri ingin melakukan hubungan. 

Terdengar suara telefon dari suaminya, ia mengabarkan kalau pulang agak terlambat dikarenakan ada lembur. Suaminya menyuruh agar tidak usah menunggunya dan lekas istirahat jika sudah lelah. 

Tak terasa matahari sudah tidak menampakkan diri. Hari sudah sore menjelang malam. Lastri yang sendirian di rumah merasakan keanehan lagi. seperti ada yang memperhatikan, tp berbeda dengan kemari. Sosok itu mulai menampakkan dirinya. 

Lastri dikejutkan dengan sosok hitam besar berbulu dan bermata merah menyala sedang menatapnya di sudut kamar. Karena saking takutnya, Lastri pingsan dan ditemukan suaminya sedang terbaring di lantai kamarnya. Tejo yang kaget lalu menggendong istrinya- 

Dan menaruhnya di kasur. Tiba-tiba Lastri terbangun dan melihat suaminya sedang duduk menunggu Lastri sadar.

“Alhamdulillah dek udah sadar, tdi kenapa tidurnya di lantai, kok tidak di kasur?” Tanya tejo panik.

“Syukur mas sudah pulang, tadi Lastri- 

Melihat genderuwo mas di sana” Jawab Lastri sambil menunjuk ke sudut kamar.

“Genderuwo apa dek, mbok jangan aneh² to” Jawab tejo kaget.

“Iya mas, tadi Lastri melihat sendiri, tp karena ketakutan, Lastri pingsan mas ” Jawab Lastri dengan suara masih ketakutan. 

“Bangun-bangun sudah di kasur dan mas tejo sudah pulang” Imbuh Lastri lagi.

“Yg penting kamu gpp dek, besok lagi kalau mau tidur jangan lupa bersih² dlu sama berdoa” Ucap tejo menenangkan Lastri.

“Iya mas” Lastri mengangguk. 

Setelah kondisi sudah membaik, mas tejo mengajak Lastri untuk segera menunaikan sholat isya berjamaah. Tapi tidak seperti biasanya, Lastri menolak ajak mas tejo dengan alasan baru halangan, padahal saat itu Lastri blm datang bulan. 

Karena menurut tejo itu wajar, tejo akhirnya sholat sendiri. Entah kenapa waktu suaminya sholat, Lastri merasakan kurang nyaman. Akhirnya Lastri keluar kamar, menunggu mas tejo selesai sholat baru masuk lagi. 

Setelah selesai sholat, tejo lalu mengajak Lastri untuk segera tidur. Dan waktu tidur itu, Lastri merasakan seperti ada menindihi tubuhnya tp dengan rasa gatal di kemaluannya. Lastri mencoba untuk membuka mata tapi tidak bisa, seakan-akan ia menikmatinya. 

Setelah kejadian itu, keesokan paginya Lastri merasakan lelah dan lemas. Seperti tidak punya tenaga untuk bangun. Akhirnya Lastri ijin untuk tidak berangkat kerja. Tp tejo, suami Lastri tetap berangkat kerja karena Lastri yang menyuruhnya agar tidak kerepotan mengurus istrinya. 

Karena dipaksa Lastri, tejo akhirnya berangkat kerja. Saat setelah suaminya berangkat kerja, Tiba-tiba rasa gatal itu muncul lagi. Yg mengakibatkan hasrat Lastri semakin menjadi dan birahi sangat besar. Tanpa pikir panjang, ia melakukan aktivitas itu lagi di kamar mandi. 

Setelah merasa puas, entah kenapa tubuh itu tidak merasakan lelah lagi. Justru malah membuat Lastri sumringah. Kejadian seperti ini berkelanjutan berminggu-minggu, hingga akhirnya tejo mendengar sendiri dari mulut istrinya. 

Malam itu kejadian yang membuat Lastri pingsan, ketika ia sedang tidur tiba-tiba merasakan ingin buang hajat. Saat sedang mau membuka pintu kamar mandi, terdengar suara erangan berat. Seperti suara laki-laki kesakitan. 

“Hmmmm… Hmmmm…

Lastri berhenti tepat di depan pintu kamar mandi, sebelum ia membuka pintu. Seperti ada yg sedang di dalam kamar mandi. Pikir Lastri itu suaminya. Tetapi sebelum ia keluar dari kamar tadi, ia melihat suaminya masih pulas tidurnya. 

“Lalu siapa yang didalam kamar mandi” Batin Lastri.

Lastri mencoba untuk mengetok pintu kamar mandi tersebut. Tp sebelum ia mengetok tiba-tiba pintu itu terbuka sendiri. Tepat di depannya ia melihat sosok tinggi besar berbulu lebat dan bermata merah sedang menjulurkan lidahnya seakan-akan sosok itu mau menerkamnya. Lastri mencoba untuk teriak dan berlari. Tapi ia gagal, seperti tubuh itu sudah terkunci.

“Braaakkkk” Suara tubuh Lastri terjatuh di depan pintu kamar mandi.

Gelap. Pandangan Lastri gelap. Ia pingsan. 

Dalam keadaan pingsan itu, menurut cerita Lastri ia di setubuhi oleh genderuwo tersebut. Tubuh Lastri basah. Banyak cairan berceceran di tubuh Lastri. Entah itu apa. 

“Krriiiinggg…. Kriiinngggg” Suara jam alarm subuh berbunyi. Tejo beranjak bangun untuk segera menunaikan sholat subuh. Saat tejo berjalan ke kamar mandi ia melihat istrinya tergeletak di lantai. Tejo bergegas segera untuk membopong tubuh Lastri ke sofa ruang tamu. 

Tejo kaget karena tubuh istrinya mengeluarkan aroma tidak sedap. Ia bergegas untuk membersihkannya, dan tejo melanjutkan untuk menunaikan sholat subuh dahulu. Setelah selesai sholat subuh. Tejo lalu mencoba membangunkan istrinya yg belum sadar juga. 

“Dek.. Dek… Bangun” Ucap tejo panik.

Masih belum sadar juga istrinya . Ia masih mencoba untuk menyadarkan istrinya dengan mengoleskan minyak aroma terapi. Setelah 5mnit tejo berusaha, akhirnya Lastri sadar dan saat itu juga Lastri menangis. Tejo yang panik dan kebingungan menanyakan kejadian itu ke istrinya.

“Alhamdulillah sudah sadar dek” Ucap tejo lega.

“Kamu knp dek kok pingsan di depan kamar mandi” Imbuh tejo.

“Mas… Ak takut mas” Jawab Lastri menagis.

(Masih menangis) 

“Takut kenpa dek? Coba tenang dulu jangan menangis” Ucap tejo menenangkan istrinya.

“Mas semalam ak melihat genderuwo di kamar mandi mas, ak takut mas” Jawab Lastri masih menangis.

Saat tejo mendengar istrinya kalau melihat hantu, Tejo lalu mengajak Lastri untuk segera mandi besar dan menyuruhnya sholat subuh. Lastri yang masih ketakutan untuk masuk kamar mandi lalu mengajak suaminya untuk menemaninya. Setelah selesai mandi besar, Lastri segera menunaikan sholat subuh. 

Alhamdulillah Lastri mulai tenang. Ia mencoba untuk menceritakan semua kejadian yg aneh itu ke suaminya. Tejo terkejut setelah mendengar cerita itu. Karena tidak mau terjadi hal yg tidak ia inginkan. Tejo berinisiatif menghubungi temannya yg dapat mengerti hal² yg diluar nalar. 

Kebetulan teman tejo belum bisa datang hari itu, dikarenakan ada acara yg memang tidak bisa ditunda. Sebut saja hendro. Ia menyarankan sementara untuk menemani istrinya dirumah jangan ditinggal sendirian. 

Sebelum hendro datang, ada kejadian lagi yang menimpa Lastri. Malam itu saat tejo sudah terlelap dalam tidurnya dan Lastri masih terjaga. Lastri mendengar ada suara di balik lemari pakaiannya. Suara ketokan. 

“Duk.. Duk.. Duk… “Suara pintu lemari diketuk.

“Hmmmm…. Hmmmm…” Suara erangan berat.

Lastri yg ketakutan mencoba membangunkan suaminya. Ia menceritakan kejadian itu. Dan tejo mencoba untuk mengecek isi dalam lemari tersebut. Tidak di temukan apa² selain pakaian mereka. 

Akhirnya tejo mengajak Lastri untuk sholat malam dan berdoa agar tidak di ganggu lagi. 

Pagi yg cerah, akhirnya malam itu mereka bisa tidur tenang tanpa gangguan. Tiba-tiba ada suara ketokan pintu dari luar. Ternyata hendro sudah datang. 

Hari itu juga mereka meminta izin untuk tidak berangkat kerja, dikarenakan gangguan yg menimpa istrinya. sebelum hendro mengecek istri tejo, hendro meminta izin untuk berkeliling rumah. Setiap ruangan ia cek dari ruang depan hingga kamar mandi. Setiap ruangan yg ia lalui, mata hendro selalu tertuju di sudut ruangan. Seakan-akan ada energi negatif yg menariknya. Saat setelah selesai mengecek, hendro meminta untuk berkumpul di ruang tamu. Ia menjelaskan semua yg ia lihat di rumah ini. 

Hendro menjelaskan kalau lastri di sukai oleh genderuwo. Mereka semua terkejut dan saling berpandangan. Byk pertanyaan yg membuat mereka kebingungan.

“Mas tejo, sebelumnya sya minta maaf kalau penjelasan sya agak ngawur, tapi ini kenyataan” Ucap hendro yg membuat mrka penasaran. 

“Maksudnya gmn pak? ” Jawab tejo penasaran.

“Istri mas tejo di sukai oleh genderuwo mas” Ucap hendro serius.

“Astaghfirullahhaladzim” Ucap tejo dan Lastri bareng.

“Kok bisa gitu knp pak? Istri saya salah apa sama mereka?” Tanya tejo semakin bingung. 

“Ini sebenarnya karena kesalahan istri mas tejo sendiri, makanya bisa seperti ini” Jawab hendro.

“Istri saya kenapa pak” Tanya tejo lagi.

“Kamu habis ngapain dek? Kok bisa kayak gini?” Tanya tejo ke Lastri. 

Saat tejo menanyakan hal itu ke lastri, ia sedikit bingung karena menyangkut privasi lastri. Ia meminta untuk bicara ke suaminya di kamarnya. Setelah lastri menjelaskan semua yg lastri lakukan sewaktu itu, tejo gedek- gedek (Geleng kepala) . 

Tejo Sempet tidak percaya apa yg dilakukan istrinya, tp nasi sudah jadi bubur. Tejo yg pasrah hanya bisa menerimanya. Di pikiran tejo waktu itu hanya ingin istrinya tidak diganggu lagi oleh genderuwo. Setelah selesai berbincang, mereka keluar dan menemui hendro lagi. 

Hendro hanya senyum-senyum melihat mereka keluar dari kamarnya. Saat itu juga hendro melakukan pembersihan rumah dan jiwa lastri, agar tidak diganggu lagi. Saat pembersihan itu, ada kejadian hendro di lawan oleh genderuwo yg tidak terima.  Tiba-tiba lastri dirasuki oleh genderuwo itu. Dengan mata melotot dan posisi bersila.

“Hahahaha…..Heh.. Ngopo koe ganggu aku karo uwong iki? ” Ucap genderuwo.

( kenapa kamu ganggu saya dan orang ini) 

“Sampean ngopo ganggu keluarga iki!! Lastri wes duwe bojo, ra ono hak koe!!! Jawab hendro dgn nada tinggi.

(Kamu ngapain ganggu keluarga ini!! Lastri sudah punya suami, gak ada hak kamu)

” Haha… Ak ra ganggu, cen dasare uwong iki sik marai ak seneng.. Hahaha” Ucap genderuwo. 

(Haha.. Saya gak ganggu, memang dasarnya orang ini yg membuat saya senang)

“Saiki ak njaluk, sampean metu seko awake Lastri opo tak bakar neng kene!!! “Ucap hendro menantang.

(Sekarang saya minta, kamu keluar dari badannya Lastri apa saya bakar disini) 

“Hahaha… Wani koe karo aku!!! Ilmumu ra ono apa apane, menungso cilik gaya, mati koe! “Gertak genderuwo.

(Haha.. Berani kamu sama saya!! Ilmumu blm ada apa-apa nya, manusia kecil gaya, mati kamu) 

Saat Lastri dirasuki, tejo hanya diam karena ketakutan. Dan hendro melakukan rogo sukmo (melepas raga dari tubuhnya) untuk melawan genderuwo tersebut. Saat terjadi perlawanan, Lastri sudah pingsan. Dan hendro kewalahan karena memang ilmu hendro belum cukup untuk melawan. 

Tubuh hendro dibasahi keringat yg keluar karena kewalahan. Kemudian hendro sadarkan diri dengan nada ngos-ngosan. Hendro berpesan ke mereka sementara jangan keluar dari rumah ini karena di luar sudah banyak pasukan makhluk halus yg ingin menyerang. 

Karena dari awal tadi hendro sudah membentengi rumah tejo dan Lastri, jadi pasukan itu tidak bisa masuk. Kemudian hendro memanggil khodam yg lain untuk membantu melawan mereka. Dan karena hendro masih kewalahan ia meminta untuk beristirahat sejenak. 

Setelah hendro beristirahat dan melakukan semedi untuk memanggil khodam yg lain. Tiba-tiba terdengar suara gaduh dari luar. Sepertinya pasukan jin yg di luar mencoba untuk menerobos benteng goib dari hendro. Tp hendro tidak mau tinggal diam, ia mencoba untuk melakukan rogo sukmo. 

Ia meminta bantuan tetangga tejo yg kebetulan ada yg tau kalau di rumah tejo baru diserang ratusan makhluk halus. Hendro menghampiri tetangga tejo dengan rogo sukmo. Sebut saja ustad alam. Ia meminta bantuan dari alam untuk ikut menyerang jin yg menyerang rumah tejo. 

Akhirnya ustadz alam mau membantunya. Kemudian hendro kembali ke tubuh aslinya. Ia meminta tejo untuk menjaga lastri dengan membacakan semua do’a² yg tejo hafal. Agar tidak ada setan yg merasuki nya. Karena wadah lastri yg sudah jadi rumah genderuwo tadi jadi gampang untuk dirasuki nya. Tejo dengan sekuat tenaganya mencoba membaca doa doa yg ia hafal, sampai ia membuka HP nya dan membaca Ayat Indonesianya. Suasana dirumah tejo saat itu panas seperti sudah dikerumuni banyak makhluk halus. 

Kembali lagi ke hendro.

Ia masih bersemedi untuk memanggil khodamnya. Ia melihat dari dalam, satu persatu pasukan jin yg diluar mulai berkurang karena ustadz alam mencoba membakar mereka. Akhirnya khodam yg hendro panggil sudah datang dihadapannya. 

Seekor macan putih dan ditunggangi kyai berjubah serba putih dengan membawa tongkat. Hendro seperti sedang berdialog dengan khodam tersebut. Karena hendro berbicara pelan, hanya sepatah kata yg tejo dengar.

“Guru.. Saya minta bantuan untuk mengusir semua pasukan jin yg ada dirumah ini” Ucap hendro pelan dengan bersemedi dan memejamkan mata.

Tiba-tiba ada cahaya putih masuk dari atap rumah tejo. Silau. Itu yg tejo rasakan. 

Tejo dalam keadaan sadar melihat kilauan cahaya putih itu. Ia melihat hendro dan khodamnya sedang berperang melawan separuh pasukan jin yg ada di dalam rumah tejo. Seperti perang pada umumnya tp perang goib. Karena bantuan ustadz alam dan khodam tersebut akhirnya hendro mampu melawannya. Seketika semua pasukan jin itu menyerah dan menghilang sendirinya. Tinggal sosok genderuwo yg belum di bereskan. Hendro sengaja agar genderuwo itu yg terakhir. Ternyata genderuwo itu hanya menggertak. 

“Ampuuuun… Ampuunn… ” Ucap genderuwo sambil menyembah.

“Wanine ngundang bolo, saiki karepmu pie? Arep lungo opo tak bakar!!! ” Ucap hendro tegas.

(Beraninya memanggil pasukan, skrg maumu apa! Pergi apa saya bakar!) 

“Ampuuuun… Ak lungo ojo dibakar, ak ra arep ganggu keluarga ikimeneh ” Ucap genderuwo meringkuk.

(Ampunn.. Saya pergi jgn dibakar, saya tidak akan menganggu keluarga ini lagi)

“Lambe setan ki gur ngapusi, nek sesok bali ndene meneh tak bakar koe!! Ucap hendro marah. 

(Mulut setan itu cuma bohong, kalau besok kembali lagi tak bakar kamu)

Tiba-tiba hendro membacakan doa, genderuwo itu langsung terbakar dan mengerang-erang kesakitan. Saat itu juga hendro kembali ke tubuhnya. 

Dengan keringan membasahi tubuh hendro dan nada ngos-ngosan. Terdengar suara ketukan pintu dari luar..

Tok.. Tok.. Assalamu’alaikum

Ternyata ustadz alam datang.

Tejo membuka pintu rumah dan mempersilahkan masuk. 

“Alhamdulillah sudah selesai ya pak” Ucap ustadz alam.

Tejo yg kaget karena tidak tau kenapa tiba-tiba ustadz alam datang kerumah. Tejo mempersilahkan duduk ustadz alam di ruang tamu bersama mereka. Kemudian hendro berterimakasih juga ke ustadz alam. 

“Terimakasih pak sudah mau membantu, kalau tidak bakalan kewalahan saya untuk mengusir ratusan jin tadi” Ucap hendro kelelahan.

“Iya Pak sama-sma, lagian juga sama tetangga masak tidak saling membantu” Jawab ustadz alam tersenyum. 

Kemudian ustadz alam membacakan do’a² untuk menetralisir rumah dan semua orang termasuk tejo dan lastri. Ia menyuruh mengambilkan air putih untuk dibacakan doa dan untuk diminum. Melihat hendro yg kelelahan, ustaz alam yg akan menetralisirkan. 

Setelah semua sudah di netralkan, dan lastri kembali sadar. Ustadz alam memberikan benteng gaib agar tidak ada makhluk halus yg menganggu nya lagi. Dikarenakan wadah lastri gampang untuk di rasuki. 

Ustadz alam menyuruh lastri dan tejo untuk selalu ingat kepada Allah SWT. Jangan bolong² untuk sholatnya dan menjaga rumah agar selalu ramai suara ngaji. Intinya jgn pernah lupa mengaji setelah sholat. Dan jangan lagi mengulangi hal² yg jorok, karena itu paling disukai setan. 

Itulah kejadian lastri yg paling memalukan dan paling mengerikan. Lastri juga berpesan kepada semua perempuan khususnya. Jangan pernah lupa kepada Allah SWT, jangan pernah lupa solat, ngaji dan INGAT untuk selalu membaca doa dalam beraktivitas. 

Entah itu mau memakai pakaian, copot pakaian, masuk kamar mandi, keluar kamar mandi itu harus membaca doa. Karena kejadian ini sangat merugikan diri sendiri.

TAMAT… 

Sedikit saya infokan kepada semua, khususnya bagi perempuan.

Beberapa ciri-ciri wanita di sukai jin :

1. Sering menyendiri.

2. Sering bermimpi bertemu lawan jenis.

3. Merasa selalu di ikuti.

4. Rumah tangga tidak harmonis.

5. Sulit memiliki keturunan.

6. Enggan untuk menikah 

Karena hidup kita selalu berdampingan dengan makhluk tak kasat mata. Jangan lupa selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT. Menjauhi laranganNya dan menjalankan perintahnya.

Sekian thread dari saya, semoga cerita ini bisa untuk pengalaman khususnya bagi perempuan.

Terimakasih. 

Sumber dari ustadz alam dan pak hendro. 

Thread By @cerita_setann

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *