RAWON.ID

Semua Tentang Mistis

Guna-guna Sang Pacar

Hallo teman-teman, sudah lama rasanya aku tidak menulis thread di twitter. Disamping karena kesibukan kerja, akhir2 ini aku masih merasa kehilangan sabahat ku yang meninggal. 

Thread ini aku buat dengan berbagai macam pertimbangan, dengan berbagai konsekuensi yang mungkin nantinya aku akan alami. 

Iya, sahabat ku meninggal setelah 4 tahun lamanya diguna-guna oleh pacarny sendiri, walaupun sebenarnya aku sudah menduga, karena kondisi sahabatku yang kian memburut setiap tahunnya. 

Aku sempat memberitahukannya, namun dia tidak mempercayainya. Iya, aku merasa sangat bersalah tidak dapat membantu semaksimal mungkin, dan sangat menyesal sampai sekarang aku menulis thread ini. 

Guntur, dia adalah salah satu sahabatku. Kami sebelumnya pernah menjadi satu team di salah satu perusahaan di daerah Tangerang-Banten.

Selain itu, kami juga satu kosan dan sering menghabiskan waktu bersama teman-teman kosan yg lain. 

Selain karena satu kerjaan dan satu kosan, aku dan Guntur jg satu kampus ketika kuliah di Bandung. Saat itu kami sama-sama merantau di Tangerang. 

Setelah 2 (dua) tahun di tempat kerjaan lama, Guntur mendapatkan tawaran kerja baru yang berlokasi di Bintaro – Tangerang Selatan. Menurutnya, itu adalah kesempatan yg tidak akan ia lewati dan akhirnya ia memutuskan untuk resign dari tempat lama. 

Aku menemani Guntur mencari kosan baru di Bintaro, setelah keliling beberapa waktu akhirnya kamipun menemukan kosan yg cocok dan tidak terlalu jauh dengan tempat kerja. 

Beberapa bulan setelahnya, Guntur memberitahukan bahwa ia sedang mendekati wanita yang memang merupakan tipe idealnya. Aku sangat berantusias mendengarkan cerita Guntur dan turut senang, karena ia mendapatkan wanita yg ia idam2kan. 

Menurutku pacarnya Guntur cantik, terlihat baik hati jg dan smart. Mungkin hal2 tsb yg menjadi pertimbangan Guntur. 

Tapi, saat aku bertemu dg Guntur dan pacarnya, aku ngerasa energi pacarnya itu kurang baik. Entah, aku pun tidak mengetahui penyebab energi dia kurang baik. Saat itu aku mencoba berfikir positif dan tidak terlalu jauh mencari tahu. 

4 atau 5 bulan setelah mereka berpacaran, Guntur tiba-tiba mengirimkan pesan, tengah malam, bahwa dia tengah di rawat di rumah sakit, secara mendadak.

Keesokan harinya aku menjenguk Guntur dan menanyakan apa yg sebenarnya terjadi. 

“Gw semalem ga bisa nafas lih. Dada gw sakit bgt.”

Ga bisa nafas? Setau ku Guntur tidak memiliki riwayat penyakit sesak nafas, atau sakit paru-paru. Dan dokter bilang bahwa dia mengidap TBC, secara tiba2. 

Lantas aku bertanya apakah Guntur akhir2 ini merokok atau menghirup udara kurang bersih atau ada faktor lain. Menurutnya, ia tidak merokok, dan hidup sehat seperti sebelumnya. 

Aku berfikir positif, mungkin Guntur juga lupa. Saat aku menjenguknya, pacarnya kemudian datang membawa makanan dan minuman serta baju ganti untuk Guntur. Senang rasanya, Guntur mendapatkan pacar yg begitu perhatian kepadanya. 

Namun, ketika dia datang entah kenapa aku selalu sakit kepala, sedikit mual, dan rasanya itu tidak enak. Entah ada apa dan entah apa yg terjadi. Lagi-lagi aku mencoba positif dan tidak mencari tahu. 

Guntur dirawat kurang lebih 5 hari dan setelahnya kembali lagi bekerja secara normal. Aku menyarankan agar ia tetap kontrol ke dokter, in case terjadi sesuatu lain yg tidak kita inginkan. Dan dugaan ku terjadi, selang beberapa minggu setelahnya… 

…Guntur masuk rumah sakit lagi dengan gejala yg sama, yaitu TBC. Kali ini, kondisi dia semakin menurun. Aku tidak dapat lagi melihat aura positif pada dirinya. Dokter menyarankan agar Guntur dirawat lebih intensif guna mendapatkan penanganan yg baik. 

Beberapa hari di rawat Guntur sudah bisa kembali ke kosan dan bekerja seperti biasanya. Namun dalam 1 tahun itu, Guntur sering bolak balik ke rumah sakit dengan gejala yg sama. 

Di tahun kedua, aku berharap kondisi Guntur jauh lebih baik dari sebelumnya dan benar saja, awal tahun aku melihatnya jauh lebih baik. Semoga ini memang pertanda baik untuk Guntur. 

Klo tidak salah bulan Februari di tahun kedua, aku mendapatkan kabar bahwa Guntur dirawat lagi di rumah sakit. Saat itu ia mengalami diare yg sangat hebat yg menyebabkan cairan pada tubuhnya berkurang sehingga lemas. 

Mendengar kabar tsb, aku lantas ke rumah sakit menjenguk Guntur untuk melihat keadaanya. Benar saja, saat itu kondisi Guntur sangat jauh berbeda, sangat lemas, dan tidak bergairah. Aku melihat pacarnya saat itu begitu telaten ngerawat Guntur… 

…dan entah kenapa saat di dekat pacarnya Guntur aku selalu sakit kepala karena merasa energinya itu tidak enak sama sekali. Entah apa dan entah siapa yg ada di balik pacar Guntur. 

Melihat kondisi Guntur yg selalu memburuk, aku memutuskan untuk mencari tau secara kebatinan apa yang sebenarnya terjadi. Karena semenjak dia berpacaran, kondisinya turun drastis. 

Iya kondisi Guntur terus menurun, dan energi negatif yg berasal dari pacanya pun semakin besar. Aku sebenernya rada khawatir jika mencari tau mengenai hal ini melalui kebatinan, takutnya berbalik kepadaku. 

Cuman, karena Guntur adalah sahabatku, aku memutuskan untuk mengesampingkan kekhawatiran tsb. 

Tepat tengah malam, aku terbangun dan mempersiapkan diri untuk mencari tau.

Bertawasul, berdoa dan meminta petunjuk. Saat itu posisi ku berada di ruang tengah ruman, dan ketika bertawasul aku mendengar suara geraman yg berasal dari depan pintu rumah. 

Aku sebelumnya tidak pernah mendengar suara geraman tsb, walaupun ketika shalat malam pada biasanya. Malam itu suasana berubah menjadi sedikit tidak kondusif dan bau aneh mulai tercium sangat pekat. 

Aku lanjut bertawasul, semakin keras geraman mahluk itu, dan semakin banyak gangguan yg dia buat. Yg pasti dia bukan manusia. Dan benar saja ketika aku memutuskan untuk melihatnya dan membuka pintu depan, di depan pagar rumah… 

…di depan pagar rumah nampak jelas terlihat sosok tinggi besar, matanya merah, bertaring dengan bulu hitam yang lebat di sekujur tubuhnya. Entah itu mahluk apa, baru pertama kalinya melihat mahluk seperti itu. 

“Saya hanya suruhan Ibu dari anak itu.” Dia menyampaikan kalimat tsb dengan terus mengeram.

Anak itu? Anak yg mana? 

Mahluk itu hanya berdiri di depan pagar rumah dan tidak berani masuk.

“Jangan mencampuri urusan kami” 

Aku tidak akan mencampuri urusan mahluk itu, namun akibat yg ia perbuat sahabatku terus2an sakit dan kondisinya semakin menurun.

Keesokan harinya aku menceritakan semua apa yg aku alami malam itu kepada Guntur 

Ia mempercayainya, namun ia tidak dapat berbuat apa2, karena kebaikan yg telah diperbuat oleh pacarnya tsb. Dan ia tidak bisa menjauhi atau memutuskan hubungan itu. 

“Beberapa hari yg lalu dia marah ke gw lih. Gw ngeliat di tas dia ada bungkusan warna putih, kyk dibungkus sma kain kafan gtu. Gw pertama kalinya ngeliat dia begitu marah sma gw”

Kalimat itu msh terngiang jelas sampai skrg. 

Aku coba memperjelas isi dari bungkusan itu, namun Guntur tidak mengetahui isi di dalamnya. 

Singkat cerita, di tahun ke 3 kondisi Guntur tidak berujung membaik. Ia sering keluar masuk RS untuk di rawat dan pada tahun ke 4 lah aku benar2 sangat khawatir dg kondisi Guntur yg menurutku itu adalah kondisi terburuknya. 

Di tahun ke 4 aku sama sekali tidak melihat aura positif yg ada pada diri Guntur. Ia lebih sering mengeluh dg kondisinya, dan sempat berucap

“Klo gw mati gimana ya lih? Gw takut mati” 

Aku berusaha meyakinkan agar Guntur segera mungkin berpisah dari pacarnya, dan memulai hidup baru di Bandung. Namun, lagi dan lagi Guntur menolak untuk berpisah dg alasan semua kebaikan yg telah diberikan oleh pacarnya. 

Guntur pernah selama 2 bulan ketika WFH full berada di Bandung dan kondisi dia berangsur membaik. Namun, ketika dia kembali ke Tangerang dan di dekat pacarnya itu, kondisi dia menurun drastis. 

Dan puncaknya itu pada bulan Juni 2021 Guntur koma di rumah sakit. Aku bergegas kesana untuk melihat kondisinya. Sangat memprihatinkan, tidak sadar dan aku melihat pacarnya menangis meratapi keadaan Guntur. Walaupun sebenarnya aku tau apa yg terjadi. 

Hampir 1 bulan Guntur di rawat dg segala penyakit yg menyerangnya. Awal agustus 2021 Guntur memutuskan untuk dirawat secara mandiri di rumahnya yg berlokasi di Bintaro. 

Pada bulan agustus tsb semakin hari semakin memburuk. Guntur perlu beberapa menit untuk mengingat dan mengenali org2 terdekatnya, termasuk kedua org tuanya. Saat aku berkunjung dia tidak mengenali ku, dan aku butuh beberapa menit utk membuatnya sadar 

Dari kondisi segar bugar sampai dg tidak mengenali, jujur aku sangat menyesal tidak dapat menolongnya, karena Guntur melarangku. 

Melihat kondisi anaknya yg sudah tidak mengenali org2 terdekatnya, keluarga Guntur memutuskan untuk membawanya ke rumah di Bandung, in case terjadi sesuatu lain yg tdk di inginkan. 

“Bro, kita jenguk si Guntur hari sabtu ya di Bdg”

Aku mengirim pesan ke salah satu teman kami, dan mengajaknya untuk menjenguk Guntur di Bdg.

Dia adalah Tomi, domisili di Indramayu-Jawa Barat. 

Hari kamisnya, saat memasuki rumah aku kepleset dan menyebabkan 1 gigi depan patah. Beberapa hari sebelumnya aku bermimpi gigi patah dan hari itu terjadi. 

Entah apa yg akan terjadi, aku ngerasa sedikit cemas akan pertanda tsb. Dan hari jumat pagi aku memutuskan untuk berangkat ke Bdg duluan, dg niatan mau nambal gigi dulu di RSGM, dan hari sabtunya bersama Tomi ke tempat Guntur. 

Mudah2an tidak terjadi apa2. Aku mencoba berfikir positif sepanjang jalan menuju Bdg, namun tepat setelah selesai shalat Jumat aku dikabari oleh keluarga Guntur bahwa Guntur meninggal. 

Iya Guntur meninggal sesaat setelah shalat Jumat. Melihat pesan yg dikirimkan oleh keluarganya, aku cuman bisa diam, jantung berdetak begitu keras dan bingung dg apa yg terjadi, seperti patung tidak bergerak melihat layar HP. 

Tomi langsung menghubungi ku dan memberitahu jika dia tengah di dlm perjalanan menju Bdg. 

Tanpa berfikir panjang aku langsung meninggalkan masjid dan berangkat ke rumah Guntur yg berada di Cililin – Kab. Bdg. Siang itu akses menuju Cililin entah kenapa begitu macet, tidak seperti biasanya… 

…dari Kota Bdg ke Cililin aku tempuh selama 3 jam lamanya, yg seharusnya 1jam-an juga sampai.

Sesampainya di rumah Guntur, ia sudah dikebumikan dan aku tidak sempat melihatnya untuk yg terakhir kali. 

Hari itu, aku benar2 sangat sedih. Kali pertamanya aku kehilangan sahabat utk selamanya dan aku ga bisa bertemu dia lagi. 

Beberapa saat setelahnya Tomi dan teman2 lain berdatangan ke rumah duka. Kami benar2 tidak dapat menahan rasa sedih, nangis atas meninggalnya sahabat kami. Jika memang benar Kematian Guntur ada sangkut pautnya dg pacarnya, kami tidak akan memaafkanya. 

Malam harinya setelah tahlilan pertama selesai, aku dan teman2 memutuskan untuk meninggalkan rumah duka dan menuju penginapan. Di sana aku mencoba untuk mencari tau secara batin atas apa yg terjadi dan aku tidak perduli lg dg mahluk hitam yg mendatangi ku sblmnya. 

Tengah malam, bertawasul dan meminta petunjuk. Butuh waktu yg sangat lama, entah knp susah tersambungnya. Namun, atas seizin Allah tervisualisasikanlah semua kejadian dan jawaban yg ingin aku ketahui. 

Pacar Guntur, sebut saja Nona. Dia merupakan wanita yg cantik, cerdas dan memiliki karier yg bagus di tempat ia bekerja.

Awal mulanya Nona memang menyukai Guntur tanpa ada sesuatu yg ia sembunyikan. 

Nona, memang memiliki karier yg cemerlang, tapi tidak demikian dg keluarganya. Ia memiliki keluarga yg sangat complicated, yg tidak dpt aku share secara detail di sini.

Hal tsb secara tidak langsung mempengaruhi kehidupan Nona. 

Sementara Guntur, ia merupakan anak sulung dari 4 bersaudara. Ia memiliki keluarga yg sangat bahagia, harmonis dan figur keluarga ideal yg mungkin susah didapatkan pada saat ini. 

Guntur pernah membawa Nona ke rumahnya di Bdg, memperkenalkanya kepada keluarga inti.

Semenjak pertemuan dg keluarga Guntur, Nona seperti menemukan sosok keluarga yg ia inginkan, yg ia impikan. 

Aku tidak habis fikir, Nona ingin merebut posisi Guntur dikeluarganya, dengan cara “menyakiti” Guntur secara perlahan. Dengan begitu, Nona memiliki alasan untuk merawat Guntur dan keluarga Guntur akan sangat berterima kasih atas kebaikan Nona. 

Ini memang terasa tidak masuk akal, tapi ini terjadi oleh sahabatku sendiri. 

Saat Guntur sakit, Nona lebih sering berkomunikasi dg keluarga Guntur dan dia memanggil ibu dan ayah Guntur dg sebutan Mamah dan Papah. Hal itu sangat disukai oleh Nona. Keluarga mana yg tidak berterima kasih ketika anaknya ada yg rawat? 

Nona sudah menganggap keluarga Guntur seperti keluarganya sendiri, dan mereka tidak keberatan akan hal itu. Tapi, Nona semakin berambisi untuk mewujudkan keinginannya. Salah satunya dg cara mengguna2i Guntur secara perlahan hingga dia meninggal. 

Lantas guna2 apa yg dilakukan oleh Nona? Ia membuat Guntur gampang terserang penyakit, ia membuat Guntur bertekuk lutu kepadanya, ia membuat Guntur mempercayainya 100% dan membuat Guntur tidak melirik yg lain atau membuat Guntur tidak mempercayai omongan org lain. 

Pantas saja, berkali2 aku memberitahu Guntur bahwa Nona berbuat macam2 kepadanya secara “halus”, tp Guntur perlahan tidak mempercayai omongan ku dan bahkan tidak memperdulikannya. 

Saat ini aku cuman bisa berharap bahwa Guntur mendapatkan tempat yg layak di sisi Allah, dan ia sudah tidak kesakitan lagi. Mohon maaf aku tidak bisa share atau upload makam Guntur demi kenyaman dan keamanan. 

Thread kali ini aku akhiri sampai disini. Semoga kalian yg membaca thread ini selalu sehat, dan selalu dilindungi oleah Allah dan semoga semua mahluk berbahagia.

Thread By @Galih Natasasmitha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *