RAWON.ID

Semua Tentang Mistis

Hantu Rumah Sakit Bandung

Juli 2015, malam itu aku baru pulang dari jogja, sebuah perjalanan study tour dari kampus selama 5 hari menggunakan bis bersama teman teman sekelas ku. Semenjak perjalanan pulang tadi entah mengapa aku sudah merasa tidak enak. Terasa lemas sekali badan ini. 

Singkat cerita,sesampainya aku di rumah,badan ini semakin tak karuan,aku muntah dan lemas sekali.Esok harinya aku dibawa ke dokter oleh ibu ku,dan hasil pemeriksaan dokter mengatakan kalau aku sakit gejal tifus.Dokter menyarankan ku untuk dibawa ke rumah sakit untuk d rawat inap aku menolak, karena saat itu di kampus ku sudah masuk masa bimbingan sebelum kkn, aku ga mau kalau ga ikut bimbingan sama dosen pembimbing, karena waktu kkn tingaal 2 minggu lagi, saat itu rencananya kami di tempatkan kkn di daerah Purwakarta (ada cerita mistis nya nih).

Namun karena kondisi tubuh saya yang semakin lemas dan drop, akhirnya ibu ku membawa ku ke rumah sakit, salah satu rumah sakit di sekitar bandung utara. Rumah sakit yang tak asing bagi ku karena sejak kecil aku sudah sering di rawat di rumah sakit ini. 

Tepat sekitar jam 11 malam aku dan ibu ku tiba di rumah sakit ini, Malam itu entah mengapa terasa begitu sangat dingin, situasi di IGD pun sangat sepi, hanya ada 1 orang dokter dan 3 orang suster yang salah satu nya adalah suster Rina, suster yang sering ku jumpai jika aku berobat atau di rawat di rumah sakit ini,selain itu ada 1 orang pasien laki laki yang tidur di kasur paling ujung sebelah kanan,ku lihat usianya tak jauh darku,mungkin seumuran denganku,sedangkan aku di tidurkn di kasur dekat pintu masuk IGD 

Setelah diperikasa oleh dokter aku menunggu ibu ku yang sedang mengurusi pendaftaran rawat inap, cukup lama aku menunggu. Sambil menunggu aku melihat pasien laki laki tadi terus menerus batuk, namun tidak ada satu pun suster yang datang menghampiri dia bahkan aku lihat tidak ada keluarga nya yang menungguinya.

Lama aku menunggu ibu kembali, sampai ketiduran. Terkaget aku terbangun karena tiba tiba aku akan di pindahkan ke ruangan rawat inap. aku melihat jam saat itu sekitar jam 2 malam. Sebelum keluar ruangan igd sempat ku tengok kearah pojok ruangan untuk melihat pasien laki laki tadi, namun aku tak melihatnya ada disana. Mungkin sudah masuk ruangan rawat inap duluan pikirku saat itu. 

Sampailah aku di ruangan rawat inap, sebuah ruangan kelas 2 yang berisi 3 kasur untuk pasien, ruang tunggu keluarga dan 1 kamar mandi. Lagi lagi aku menempati kasur dekat pintu masuk. Saat itu sangat sepi, karena pasien di kasur sebelah ku (yang tengah) dan yang di ujung sudah pada tidur pikirku. Tak lama aku pun tidur bersama ibuku di sebelahku. 

Sekitar jam 4 subuh ku terbangun karena mendengar suara batuk laki laki, suara yang tak asing bagiku, sepertinya aku pernah mendengar suara ini. Suara batuk yang keras dan terus menerus, itu membuatku teringat kepada seorang pasien laki laki di ruangan IGD tadi. 

Aku pun berpikir mungkin itu dia,yang ku dengar dari arah kasur paling ujung. Tak lama suara adzan subuh pun berkumandang bertepatan dengan hilangnya suara batuk batuk laki laki tersebut, mungkin dia sudah tertidur pikirku. Ibuku pun bangun dan ke kamar mandi lalu shalat subuh. Sedangkan aku tidak bisa tidur kembali karena terus menerus muntah.

Oh iya.. posisi tempat tidur di ruangan ku ini berjajar 3 kasur. Kasur pertama dekat pintu masuk di tempati oleh ku, ada kasur di tengah (kosong), dan kasur paling ujung yang di tempati laki laki itu. Di depannya ada ruangan yang berisikan kursi kursi untuk para keluarga penjaga pasien terus di sebrang kasur tepatnya di tengah tengah ada kamar mandi, jadi dari arah tempat tidur ku bisa melihat dengan jelas ke arah pintu kamar mandi. 

Tiap malam aku selalu terbangun dari tidurku, karena mendengar suara batuk batuk dari laki laki itu, aku ga berani ngebangunin ibu ku untuk menemani ku malam itu. Anehnya suara batuk batuk itu selalu terdengar kalau malam hari saja, tapi ketika siang hari aku tidak mendengar suara batuk batuk itu. Sempat ku tanyakan ke ibuku tentang pasien laki laki di kasur ujung itu, namun ibuku tak menjawabnya malah menyuruhku untuk fokus istirahat dan tidur agar cepat sembuh. 

Di malam ke 3, seperti biasa sekitar jam 2 malam aku terbangun dari tidurku, lagi lagi aku mendengar suara batuk batuk itu lagi. Semakin kencang, rasa nya aku ingin membangunkan ibuku atau memanggil suster untuk menegur laki laki itu. 

Tak lama aku mendengar ada yang membuka pintu kamar mandi,sontak aku langsung melihat ke arah kamar mandi, dan melihat ada sesosok laki laki yang pernah ku lihat di igd waktu itu memasuki kamar mandi,ku lihat dari samping mukanya yang pucat dan menunduk saat masuk ke kamar mandi. 

Setelah laki laki itu masuk ke kamar mandi, aku tak mendengar suara apapun di kamar mandi, tidak ada suara air bahkan suara batuk dia pun tak ku dengar, ngapain itu orang kok lama banget di kamar mandi nya pikirku, lama sekali aku menunggu namun tetap sepi, hingga akhirnya akupun tertidur kembali.

Keesokan hari nya, kondisi ku sudah semakin membaik, hari itu kebetulan suster yang visit ke ruangan ku yaitu suster Rina, suster yang biasa ku temui dan ada pas aku di igd kemarin. Spontan aku langsung bertanya

“sus, pasien yang kemarin bareng aku di igd sekarang dia kemana ya sus? Td malam sih masih ada di kasur ujung, batuk batuk terus kasihan” tanyaku

“pasien yang mana dek? Dari awal juga kan kamu sendirian di ruangan ini” jawabnya 

“apaan sih sus, orang tiap malam ku denger ada yang batuk batuk kok di kasur ujung, bahkan tadi malam aku lihat dia masuk ke kamar mandi” kataku heran

“ga ada siapa siapa dek, udah nih minum obatnya dulu, terus tidur istirahat” kata suster rina sambil terus keluar ruangan 

Mendengar percakapan ku tadi dengan suster rina, ibuku beranjak dari duduknya dan langsung keluar ruangan. Ternyata dia menghampiri ruangan suster dan menjumpai suster rina. Mereka pun mengobrol cukup lama. Saat ibuku balik ke ruangan, aku menanyakan bagaimana cerita sebenarnya kepada ibuku, namun ibuku tetap tak mau menjawab. Hingga akhirnya besok paginya aku pun di boleh kan pulang ke rumah. 

2hari setalah aku pulang dari rumah sakit,ibu ku tiba tiba memanggilku dan bercerita.Bahwa selama di rumah sakit,ibuku juga sering mendengar ada suara orang batuk batuk di kasur ujung,namun ibu ku tak menghiraukan nya karena tau kalau di kasur ujung itu emang tidak ada pasiennya. Ibuku tidak mau mebahasnya di rumah sakit karena takut aku ketakutan juga. Sampai saat ibuku mendengar percakapan ku dengan suster rina kemarin, ibu ku pun penasaran dan menanyakan langsung ke suster rina ada apa sebenarnya. 

Ternyata kata suster rina ke ibuku bercerita, kalau dua hari sebelum aku masuk ke igd, ada pasien laki laki masuk ke igd dengan gejala batuk batuk, dan di rawat inap di ruangan ku tepat di kasur ujung. 

Ga lama di rawat dia terjatuh di kamar mandi dan meninggal dunia. Dan saat aku masuk ke igd, tidak ada pasien satu pun selain aku sendiri, bahkan sampai di ruangan rawat inap pun aku tetap sendirian, tidak ada pasien lain nya.

-Selesai- 

Thread By @anggi_nurdiana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *