RAWON.ID

Semua Tentang Mistis

Hantu Tanpa Kepala

(Penunggu Rumah Yang Baik Hati)

Pada kesempatan ini, aku akan bercerita tentang hantu tanpa kepala baik hati yang tinggal di pohon beringin di halaman rumah rumah, yang pernah menggagalkan niat pencurian sapi di rumah.

Cerita ini mungkin akan membuat teman-teman pembaca sedikit menyadari, bahwa makhluk tak kasat mata atau yang biasa kita sebut hantu atau setan tidak semuanya jahat dan kerjanya hanya menyesatkan manusia. Tetapi ada juga yang memiliki sifat baik.

Sebelum cerita dimulai, aku informasikan sedikit tentang gambaran dan tata letak rumah dulu. Jadi luas pekarangan rumah itu kurang lebih 1 hektar, dan ditanam banyak pohon dari tahun 1960-an sama mbah kakung, jadi sekarang pohonnya udah pada gede-gede kaya hutan.

Di tengahnya ada rumah yang tidak terlalu besar, dan masih kental nuansa jawanya karena emang mbah kakung dan mbah uti masih keturunan keraton. Di sebelah utara rumah ada pura keluarga karena memang aku dan keluarga beragama Hindu, dan di timur pura ada pohon beringin yang besar.

Kurang lebih beginilah penampakannya. Ini kalau siang sejuk, sering jadi tempat nongkrong temen juga. Tapi kalau udah malem, suasananya gak serem-serem banget si mungkin karena terbiasa dari lahir udah tinggal di sini.

Sebenernya ada banyak kejadian-kejadian mistis di rumah. Mungkin itu karena katanya pohon beringin di belakang pura itu merupakan pusat sekaligus gerbang menuju ke dimensi alam gaib. Jadi gak heran kalau rame.

Dan banyak cerita-cerita tentang “mereka”, yang mungkin bisa aku ceritain lain kali. Salah satu dari “mereka” yang akan aku ceritain adalah hantu tanpa kepala.

Dulu mbah kakung sering cerita kalau di pohon beringin dekat pura itu ada penunggunya, yaitu orang tinggi besar tapi tanpa kepala.

Aku juga pernah diceritain kalau dulu pernah ada orang ke rumah izin sama mbah kakung buat nepak (semacam ritual buat dapetin nomer togel, judi, dan sebagainya dengan berhubungan langsung dngan dunia gaib) di pohon beringin itu.

Sama mbah kakung sebenernya udah dilarang, karena risikonya yang berbahaya. Tapi orang itu tetep nekat buat nepak, dan mbah kakung bilang kalau ada apa-apa silahkan tanggung sendiri akibatnya.

Akhirnya orang itu nepak di bawah pohon beringin itu dan menjalankan ritualnya. Awalnya nggak terjadi apa-apa, tapi menjelang tengah malam dia didatangi ular besar tapi gak lama ular itu hilang.

Beberapa jam setelah itu, dari balik pohon beringin muncul orang tinggi besar berbaju hitam dengan menenteng kepalanya sendiri. Berniat minta nomor togel, orang itu malah dikasih tendangan sama hantu tanpa kepala itu pas di dadanya.

Setelah itu dia pulang dengan tangan hampa, dengan kondisi dadanya yang sakit dan kemerahan bekas tendangan. Dan alhasil orang itu hidup sakit-sakitan dengan dada yang warna merah lebam permanen.

Kabar lain ada yang bilang kalau orang itu udah meninggal karena sakit-sakitan. Tapi kurang tau juga, karena cerita ini udah lama banget.

Kata mbah kakung, hal tersebut terjadi karena memang tidak semua dari mereka mau diajak bersekutu untuk hal-hal yang bertujuan buruk. Beliau juga berkata kalau hantu tanpa kepala ini merupakan bos atau pemimpin dan memiliki energi yang bisa dikatakan positif.

Dan semua hantu yang ada di sekitaran rumah tunduk sama si hantu tanpa kepala ini. Jadi ketika ada hantu lain yang punya niat nakal atau jahil, mereka akan diusir keluar dari daerah rumah.

Aku yang memang dari kecil sampai sekarang gak pernah liat itu hantu, sulit buat percaya. Sampai pada akhirnya ada sebuah cerita yang cukup menarik mengenai hantu tanpa kepala tersebut saat menggagalkan pencurian sapi di rumah.

Cerita ini terjadi kisaran tahun 2011-2013 yang aku lupa pastinya. Jadi suatu pagi hari minggu, bapak dikabari sama orang yang ngurus sapi kalau sapinya ilang dan pintu pager dibobol. Letak kandang sapi ini di pojok paling belakang pekarangan rumah.

Bapak panik, dicarilah sekitar belakang rumah, dan ternyata ketemulah si sapi yang sedang terjebak di sungai kecil berlumpur yang letaknya gak jauh di belakang rumah. Ditariklah dari sungai tersebut, dibersihkan, dan dimasukkan ke kandang lagi.

Bapak berspekulasi bahwa sapi ini memang mau dicuri, tapi karena si sapi masuk ke sungai berlumpur dan sulit dievakuasi, maka sapinya ditinggal. Spekulasi bapak juga diperkuat dengan pintu pagar belakang yang rusak karena dibobol paksa. Ditambah lagi waktu itu lagi musim-musimnya pencurian. Entah motor entah ternak, banyak yang hilang dicuri. Karena bapak takut hal yang sama terjadi lagi, hari itu juga pintu pagar langsung diblokir permanen dengan cara disemen.

Kira-kira satu minggu setelah kejadian, ada seseorang yang bertamu. Panggil saja dia “ableh”, si ableh ini adalah orang yang memang terkenal karena reputasinya yang buruk, yaitu pencuri atau maling. Dia terkenal sering keluar masuk penjara karena kasus pencurian.

Waktu itu ableh cuma diam dan menunduk menunjukkan ekspresi wajah yang panik dan ketakutan. Kemudian ditanya mbah kakung, ada perlu apa datan ke sini. Si ableh yang terlihat ketakutan berulangkali menatap istrinya yang duduk di sebelahnya.

Setelah diam agak lama, kata pertama yang diucapkan ableh adalah minta maaf. Mbah kakung tanya minta maaf kenapa, dan si ableh pun menjelaskan bahwa dia yang telah melakukan usaha pencurian sapinya bapak.

Bapak yang mendengar omongan si ableh langsung mendatangi ableh dan memberikan bogem mentah tepat di wajahnya. Setelah itu bapak mengambil beberapa senjata tajamnya dan meminta si ableh untuk memilih salah satu senjata untuk dipakai duel melawan bapak.

Tapi untungnya waktu itu ada mbah uti yang bisa menenangkan bapak. Si ableh waktu itu hanya diam tidak berdaya karena memang merasa bersalah dan dia pantas mendapatkannya.

Setelah suasana sedikit lebih tenang, mbah kakung bertanya ke ableh mengapa waktu itu sapinya ditinggal dan dibiarkan terjebak di sungai berlumpur.

Dengan suara berat, si ableh minta maaf lagi ke mbah kakung dan bapak. Kemudian dia menceritakan kenapa sapinya ditinggalkan begitu saja. Dia bercerita bahwa ada sosok makhluk yang mengikutinya.

Ableh bercerita bahwa saat itu ia melakukan pencurian dengan teman-temannya 2 orang. Namun dia sendiri yang datang ke rumah minta maaf, karena temannya yang lain sudah masuk penjara dan ableh saat ini adalah seorang buronan.

Ia bercerita ketika mau mengeluarkan sapi dari kandang, ia mendengar ada suara yang memanggil namanya berkali-kali. Namun ia tidak menghiraukannya. Setelah sapi berhasil keluar dari kandang, kemudian sapi tersebut terpeleset dan masuk ke sungai yang berlumpur.

Ableh pun masih mendengar suara yang memanggil namanya berkali-kali. Namun ia tetap mencoba untuk cuek dan berusaha untuk mengeluarkan si sapi yang terjebak di lumpur.

Ketika ia berusaha mengeluarkan sapi dari lumpur, ia mendengar bahwa suara yang memanggil namanya berkali-kali perlahan semakin jelas dan seolah-olah semakin mendekat.

Dan suara itu sekarang jelas berada tepat di belakang ableh. Suara itu terus memanggil ableh. Ketika ia menengok belakang, dilihatnya seorang yang tinggi besar berpakaian hitam namun tanpa kepala, di belakangnya banyak prajurit atau punggawa yang mengawalnya.

Saat si ableh melihat mereka, mereka masih memanggil nama ableh berkali-kali. Si ableh yang kaget saat itu langsung berlari tanpa mempedulikan sapi yang masih terjebak di lumpur. Dan saat itu teman-temannya sudah lebih dulu lari karena ketakutan.

Sesampainya di rumah, ableh lega karena telah berhasil lolos. Namun ternyata tidak sampai di situ saja, ableh masih diteror oleh hantu tanpa kepala tersebut. Setiap malam, dan di mana-mana ia melihat sosok tersebut menghantuinya. Hal tersebut hampir membuatnya stres dan gila.

Istri ableh yang merasakan hal aneh pada suaminya meminta ableh untuk minta maaf ke mbah kakung dan bapak supaya tidak mendapat gangguan lagi. Awalnya ableh menolak karena takut jika setelah meminta maaf ia dilaporkan ke polisi.

Namun karena merasa tidak kuat, ableh akhirnya memutuskan untuk pergi minta maaf. Setelah meminta maaf dan bercerita panjang lebar, ableh pun pulang. Dan setelah itu ia tidak mengalami gangguan lagi seperti keadaan sebelum ia minta maaf.

Dan kabarnya kini si ableh masih mendekam di penjara. Bukan karena setelah ia menceritakan itu ia langsung dilaporkan, tapi karena kasus pencurian lain.

Nah sekian cerita tentang hantu tanpa kepala yang baik hati. Semoga cerita ini bisa menghibur dan dapat dijadikan pelajaran untuk teman-teman pembaca semuanya. Bahwa tidak semua dari mereka itu mengerikan dan jahat, namun ada juga yang bisa berbuat baik.

Maka dari itu jika mereka saja bisa berbuat baik kepada manusia, kenapa kita yang manusia justru bisa menjadi lebih jahat dengan menyakiti manusia lain?

Thread By @wordsfangs

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *