RAWON.ID

Semua Tentang Mistis

Kamar Kakek

Di malam yang tenang saat jangkrik bernyanyi dengan indahnya. Rumah terasa begitu tenang, dari kejauhan terdengar suara ayah yang sedang tertawa menonton acara kesukaannya. Karna haus aku beranjak dari kasurku dan menuju ke dapur untuk mengambil segelas air, ternyata di dapur ada bunda yang sedang mencuci piring. Bunda bertanya pada ku mengapa aku belum tidur, lalu aku bilang pada bunda bahwa aku kehausan, sampai2 aku tidak bisa tidur.

 Tak lama kemudian terdengar terdengar suara telpon dari ruang tamu, ayah mengangkat telepon itu, ternyata om irwan yang menelpon, dan dia memberi tahu bahwa kakek ku sedang sakit. Ayah berbincang sangat lama di telepon dan beberapa saat kemudian ayah mengakhiri panggilannya

“bun besok kita berangkat ke rumah bapak, kata irwan bapak sakit”


Lalu bunda mulai menyiapkan perlengkapan untuk menginap di sana. Tak lama kemudian bunda masuk ke kamar ku dan berkata kalau besok kita akan berangkat ke rumah kakek Dan terpaksa aku harus izin sekolah selama beberapa hari. Sejujurnya aku tidak terlalu suka ke rumah kakek, aku tidak terlalu akrab dengan kakek. Namun aku begitu dekat dengan nenek, belum lagi rumah kakek itu bergaya klasik dan sangat kuno. Namun karna kondisi kakek sedang sakit,mau tidak mau aku harus pergi kesana.


Ayam pun mulai berkokok, membangunkan kami dari tidur yang sangat panjang. Ayah masuk ke kamarku dan menyuruhku segera bersiap2, vian adik ku sangat senang jika kami pergi kerumah kakek Vian itu cucu kesayangan nenek ku, dan wajar jika dia sangat senang.


Lalu kami pun bersiap melakukan perjalanan, ayah mulai memasukan barang2 kami ke mobil, dan kami pun memulai perjalanan. Perjalanan kami tidak terlalu jauh, 2 jam kemudian kami pun sampai di rumah kakek, kami di sambut dengan nenek yang datang dengan penuh kebahagiaan. Ya nenek menciumi cucu nya dengan sangat senangnya, lalu masuk lah kami ke dalam rumah. Kamipun melihat kakek yang sedang tertidur di sofa, disebelah nya ada om irwan dan tante della yang berdiri untuk menyambut kami.


Dan kami pun mendekat pada kakek dan mencium tanganya, entah kenapa aku merasa biasa saja dan tak ada rasa khawatir sedikitpun. Dan ayah pun memulai pembicaraan, mulai dari bertanya tentang kondisi kakek dan membujuk kakek untuk pergi kerumah sakit, namun kakek selalu meyakinkan bahwa dia baik2 saja. Dia tidak perlu kerumah sakit Ayah dan bunda pun mulai mebereskan barang2 kami, dan bunda bilang kalau kita akan menginap selama 2 hari disini, untuk memastika kondisi kakek normal kembali.


Senja pun tiba aku selalu duduk di luar rumah saat di rumah kakek, karna aku tidak suka bau ruangan di dalam. Baunya seperti barang kuno dan membuatku tidak nyaman jika berlama di dalam. Malam hari pun tiba, saat dimana aku merasakan kejenuhan yang luar biasa, aku terus berdiam diri di kamar dan tak lama nenek memanggilku untuk makan malam. Berkumpulah kami di meja makan,vdengan kakek yang wajahnya sangat lelah. Duduklah aku di sebelah kakek, dan aku merasa canggung karna aku tidak terlalu dekat dengan kakek, lalu aku beranikan diri untuk bertanya sesuatu pada kakek


“Kakek udah enakan?”tanya ku “tiap hari juga kakek enakan” jawabnya


Dan akupun merasa senang karna kakek menjawabku
Lalu selesai makan,kami berkumpul di ruang tamu,dan kakek begitu tenang tidur di sofa. Akupun memutuskan untuk pergi ke kamar karna aku mulai mengantuk. Tak lama kemudian akupun tertidur karna aku merasa sangat lelah dan bosan.
“Teng…teng…teng” bunyi jam menunjukan pukul 12
Aku pun terbangun karna jam yang sangat berisik itu, dan jam itu adalah hal yang paling aku benci di rumah kakek. Karna setiap aku menginap disini jam itu selalu membangun kan ku di tengah malam.


Aku pun sulit untuk kembali tidur, sayup2 terdengar suara ayah dan kakek sedang membicarakan sesuatu..
Dari obrolan itu aku mendengar bahwa kakek menitipkan nenek pada ayah jika kakek sudah tidak ada di dunia. Aku pun sedikit sedih mendengar hal itu, tak lama kemudian bunda menyuruh ku tidur kembali. Namun aku sangat ingin pergi ke toilet akhirnya akupun pergi ketoilet agar tak terganggu saat aku melanjutkan tidurku..dan akupun melewati kamar kakek yang di gembok. Aku merasa sangat aneh karna terakhir kali aku kesini belum ada gembok dan kamar itu hanya selalu tertutup, dan satu hal dari dulu yang selalu membuatku aneh adalah, kakek selalu tidur di sofa sedangkan nenek tidur di kamar lainnya, dan hal yang paling membuatku penasaran adalah TIDAK ADA YANG TAU ADA APA DI DALAM KAMAR ITU selain kakek.

Aku ingat ayah pernah bercerita kepadaku bahwa saat ayah masih kecil dan baru pertama kali pindah ke rumah itu, kakek tidak mengizinkan siapapun masuk sebelum kakek memeriksa semua ruangan di rumah itu. Setelah kakek memeriksa semua ruangan itu barulah nenek, ayah dan om irwan masuk, namun kakek bilang kalau ayah dan om irwan tidak boleh memilih kamar di paling ujung, kakek bilang ruangan itu akan di jadikan gudang. Namun karna ayah merasa penasaran dan ingin melihat semua ruangan. Sebagai seorang anak kecil yang ingin tau ayah pun memutuskan melihat kamar paling ujung itu. Saat ayah mencoba membuka pintu kamar, pintunya sangat berat seperti di ganjal sesuatu dari dalam. Ayah mencoba terus hampir setiap hari, namun tak bisa karna pintu itu sangat berat.

Ada hal aneh yang sering ayah lihat waktu itu, ayah dan om irwan sering melihat kakek masuk ke dalam ruangan itu, dan jika di perhatikan kakek begitu mudah membuka pintu. Kakek sering sekali menghabiskan berjam2 di dalam ruangan itu. Ayah bilang ayah sering bertanya pada nenek, apa yang kakek lakukan di dalam ruangan itu? Namun nenek bilang kalau kakek hanya membersihkan dan merapikan ruangan itu, dan menurut ayah kakek selalu menabur garam di depan ruangan.  Ayah selalu bertanya untuk apa kakek melakukan itu, namun kakek bilang dia melakukan itu agar tidak ada kelabang yang keluar dari ruangan. whaatt….apa itu masuk akal?

Setelah aku ke kamar mandi aku pun bergegas kembali untuk tidur, dan saat itu suasana menjadi gaduh di ruang tamu. Aku pun berlari keruang tamu dan ternyata kondisi kakek meburuk, nafasnya ter engah2, dengan panik ayah dan om irwan membawa ayah ke mobil untuk pergi ke rumah sakit. Ayah, om irwan,dan nenek ikut pergi kerumah sakit, dan aku bunda, vian dan istri om irwan menunggu di rumah. Kami begitu khawatir menunggu kabar dari ayah, kami harap kakek baik2 saja Dan sejam kemudian ayah menelpon bunda


“Bapak udah gak ada bun”


Tangisan pun pecah saat itu, kami sangat sedih dan merasa tidak percaya bahwa kakek sudah meninggal. Ambulans pun datang diiringi dengan suara sirine yang sangat membuat keras membuat semua tetangga bangun dan berkunjung kerumah kami, tak lama kemudian mayat kakek di turunkan dari ambulans. Dan tangisan kami mendampingi kepergian kakek. Rencananya kakek akan di kuburkan jam 7 pagi, dan kakek pun pergi meninggal kan kami semua untuk selama2 nya. Setelah 7 hari kepergian kakek, ayah mulai memberi tahu bunda bahwa kami akan pindah kesini, dan mendengar itu aku sempat menolak aku bilang kepada ayah aku tidak betah disini, aku tidak mungkin bisa tinggal disini. Ayah berkata pada ku bahwa ayah sedang mencari jalan keluar agar ayah bisa mebawa nenek tinggal di rumah kami, namun nenek tidak bisa meninggalkan rumah yang penuh kenangan itu, dan ayah pun bertanya pada ku apa yang membuat ku tidak suka disini. Aku bilang rumah ini tua dan menyeramkan, baunya juga tidak enak, ayah dan bunda tersenyum mendengar jawabanku, dan ayah bilang bagaimana jika ayah merenovasi rumah itu agar sedikit lebih modern. Aku pun bilang mungkin kalau di renovasi akan sedikit mebuatku nyaman, dan ayah pun minta persetujuan pada nenek dan om irwan untuk merenovasi rumah, mereka pun setuju dan rencananya renovasi akan di lakukan 3 hari yang akan datang.

Malam pun tiba, dan entah kenapa malam ini begitu sepi, wajar saja karna hampir 1 minggu setiap malam ada acara tahlilan dan malam ini tidak ada, aku benar2 benci keheningan ini. Sekitar jam 11 malam aku sangat ingin ke toilet namun aku sedikit takut karna suasana rumah sangat sepi, aku minta antar bunda namun bunda sangat mengantuk dan akupun tidak tega mengganggu tidur bunda. Akhirnya akupun memberanikan diri ke kamar mandi, ya jika aku beranikan diri semuanya baik2 saja, sampai aku melewati kamar itu, entah mengapa aku merasa sedikit takut saat melewati kamar itu dan saat aku di kamar mandi aku mendengar sesuatu.

Saat aku mencari dari mana suara itu. Ternyata suara itu berasal dari dalam kamar itu, suaranya seperti ada hewan yang mencakar2 dari dalam ruangan itu, hal itu tidak aneh karna ayah bilang ruangan itu dijadikan gudang oleh kakek. Aku pun dengan santai berjalan kembali ke kamar. Dan saat aku menjauh, suara iti menjadi semakin keras dan membuat ku jadi takut, lalu aku lari secepat mungkin ke kamar.

Pagi hari pun tiba, ayah bersiap2 untuk pergi bekerja, aku pun bersiap2 pergi ke sekolah saat sarapan ayah membicarakan tentang kamar itu, ayah meminta izin untuk mebuka rantai itu karna ayah ingin membersihkan ruangan itu, om irwan pun setuju dan menawarkan diri membuka ruangan itu. Pergilah aku dan ayah untuk memulai aktivitas pagi ini.


Sepulang sekolah aku masuk ke dalam rumah dan terdengar suara keras menghantam tembok, saat aku berlari ke sumber suara ternyata om irwan sedang berusaha menghancurkan pintu ruangan itu. Aku bertanya pada om irwan mengapa ia berusaha menghancurkan ruangan itu?
Om irwan bilang pintunya sangat keras seperti di ganjal sesuatu dari dalam, dan setekah berusaha seharian ternyata om irwan tidak cukup kuat mendorong pintu kamar itu. Akhirnya om irwan memutuskan untuk menunda pekerjaan itu dan menunggu ayah pulang untuk meminta bantuan, dan sebelum adzan maghrib berkumandang ayah pun sampai dirumah, om irwan pun menceritakan kejadian tadi siang. Lalu ayah bilang akan mencobanya sehabis isha nanti.


Dan setelah shalat isha ayah dan om irwan mencoba membuka ruangan itu, dengan mengeluarkan semua tenaga mereka berusaha sekeras mungkin, namun hasilnya tetap nihil. Menurut ayah ada lemari besar yang menghalangi pintu itu. Akhrinya tibalah di hari renovasi yang ayah janjikan, tukang2 mulai datang dan mendengarkan instruksi ayah, dan ayah meminta kepada mereka untuk membuka kamar di ujung terlebih dahulu mereka pun sangat kesulitan padahal ada 8 orang disitu. Karna begitu sulit, akhirnya seorang kepala bangunan berinisyatif bebawa gergaji mesin untuk menghancurkan pintu itu, ayah pun setuju dan mulailah mereka nyalakan gergaji mesin dan mulai menghancurkan pintu itu. Dan semuanya membuahkan hasil pintu itu mulai hancur karna gergaji mesin itu, dan setelah semua bagian pintu itu di gergaji tukang bangunan itu pun menendang pintu itu hingga ruangan terbuka, dan angin bertiup sangat kencangnya dari ruangan itu. Dan yang tak kalah aneh adalah ruangan itu kosong tak ada apapun disitu, lalu apa yang mengganjal pintu hingga sangat sulit untuk di buka? Menurut tukang bangunan, mungkin pintunya memuai hingga menjadikannya sulit untuk di buka, ya mungkin itu sedikit masuk akal. Saat aku ke toilet akupun melewati ruangan itu, aku melihat bahwa ruangan itu sangat pengap karna tidak ada jendela satupun, dan yang membuatku merasa aneh, dari mana binatang yang mencakar2 pintu itu masuk. Renovasi pun berjalan lancar, hampir seminggu lebih berjalan dan hampir selesai semuanya, aku sedikit bersemangat tinggal disini karna suasananya tidak seperti dulu..


Dan ayah pun kembali bertanya padaku apakah aku siap tinggal disini, dengan semangat akupun menjawab iya. Akhirnya renovasi pun selesai, dan ayah mulai mengambil barang di rumah kami yang lama untuk dipindahkan ke sini, aku meminta pada ayah kalau aku ingin kamar sendiri. Ayah bilang aku boleh memilih kamar manapun tapi jangan di kamar milik kakek ku.  Aku bertanya pada ayah apa yang salah dengan kamar itu, ayah bilang kamar itu mau di jadikan gudang karna kamar itu tidak terlalu besar dan juga selalu lembab. Aku tidak merasa aneh sedikitpun karna alasan itu masuk akal menurutku. Akupun memilih kamar paling depan, aku sangat senang karna kamarku dekat dengan kamar ayah dan juga kamar nenek, aku mulai merapikan barang2 ku, tak lama kemudian aku mendengar suara om irwan memanggil ayahku dari arah dapur. Aku tidak tau ada apa, akupun ikut ke belakang. Ternyata om irwan kesulitan membuka kamar kakek, padahal kamar itu tidak pernah di kunci semenjak renovasi beberapa hari yang lalu. Ayah dan om irwan berusaha sekuat mungkin mendorong pintu itu, namun pintu itu begitu keras, ayah pun memutuskan untuk memanggil tukang pintu. Karna hari sudah cukup malam tukang pintu pun di jadwalkan akan datang besok siang.


Jam pun menujukan pukul 22.40 tiba2 terdengar suara bunda memanggil2 ayah dengan keras dari arah belakang, dan dengan sigap kami semua menuju ke arah bunda. Saat kami melihat bunda, bunda sedang menghadap kamar itu. Saat ayah, nenek, dan om irwan bertanya apa yang terjadi kepada bunda, bundapun berkata untuk mendengarkan kamar itu, ada suara seperti sesuatu mencakar2 pintu dari dalam, nenek khawatir ada hewan yang terjebak di ruangan itu. Namun ayah menyuruh semua tenang karna besok tukang pintu akan datang, akhirnya kamipun kembali ke kamar dan bersiap2 untuk tidur. Saat malam semakin larut entah kenapa aku benar2 tudak bisa tidur, suara cakaran itu semakin besar dan benar2 menggangu. Tak lama kemudian adiku vian menangis, dan aku benar2 kesal akan hal itu,aku benar2 tidak bisa tidur sedikitpun, aku pun bergegas ke kamar bunda dan disitu bunda sedang menenangkan vian, begitupun ayah. Vian terus menangis dan akhirnya bunda membawa vian ke ruang tamu. Dan saat di ruang tamu vian tetap menangis dan menunjuk ke arah pintu, dia ingin keluar rumah, namun bunda tidak menuruti kemauannya karna sudah larut malam. Vian terus menangis dan beberapa jam kemudian akhirnya dia tertidur. Jam pun sudah menunjukan pukul 3 pagi, akupun akhirnya bisa menutup mataku.


Saat aku terbangun ternyata sudah pagi dan terdengar suara gaduh mesin, saat aku melihat nya ternyata tukang pintu sedang mencoba menghancurkan pintu itu. Namun setelah pintu terbuka, tapi tidak ada hal apapun. Yang kami kira ada hewan yang terjebak di sana yang selalu mencakar2 pintu. Di ruangan itu tidak ada lubang atau apapun yang menjadi akses binatang untuk masuk, lalu apa yang mencakar2 pintu?


Akhirnya ayah memutuskan untuk tidak memasang pintu pada kamar itu karna khawatir pintu itu akan memuai dan tidak bisa di buka lagi. Malam pun tiba, om irwan dan tante della harus pergi ke Bandung karna orang tua tante dilla sedang sakit, dan rumah terasa begitu sepi dari biasanya. Sehabis shalat maghrib nenek terlihat sedang menyiapkan makan malam bersama bunda tak lama kemudian vian menangis dengan keras. Kami pun semua menuju ke arah vian di ruang tamu, dia menangis begitu keras saat kami melihatnya dia sedang duduk di sofa, saat di tanya dia bilang dia tak ingin duduk di pangku,dipangku? Oleh siapa?


Bunda menanyakan dipangku oleh siapa?

dia bilang “Vian gak mau di pangku sama KAKEK, BADAN KAKEK DINGIN”

Sontak kami semua disitu kaget dengan jawaban vian, kami pun segera membawa vian ke ruang makan dan berpura2 tidak peduli dengan apa yang vian katakan. Walaupun aku tau itu benar2 membuat kami takut. Ayah pun berusaha mencairkan suasana dengan membahas tentang sekolahku, namun itu tak merubah keadaan aku tetap ketakutan.
Selesai makan malam aku ke kamarku untuk mengerjakan pr, namun sebelum itu aku pergi ke kamar mandi untuk buang air kecil. Akupun melewati kamar itu, dan kamar itu sedikit menyeramkan karna biasanya kamar itu tertutup, dan entah kemana kamar itu gelap aku berfikir ayah lupa memasang lampu di kamar itu. Sehabis dari toilet aku pergi ke kamar ayah, dan aku meminta untuk memasangkan lampu di kamar belakang itu, namun ayah bilang ayah sudah memasang lampu itu tadi siang, aku bilang pada ayah tapi lampu itu tidak menyala dan aku sudah mencoba memastikannya. Akhirnya ayah ke ruangan itu dan ternyata lampunya memang mati ,dan ayah pun mengganti lagi lampunya dan ruangan itu menjadi terang, aku pun merasa tenang karna ruangan itu jadi tidak begitu menyeramkan.

Sekitar jam 21.30 aku mendengar bunda memanggil2 ayah. Saat itu akupun menuju ke arah bunda, ternyata bunda meminta ayah memasang lampu di kamar itu, ayah heran karna ayah baru mengganti lampu itu beberapa jam yang lalu. Ayah pun meyakinkan ibu bahwa tadi akupun melihat ayah mengganti lampu itu. Akhirnya ayahpun mengganti lampu itu, dan kamar itu terang kembali, lalu vian pun kembali menangis di kamar, saat kami datang dia sedang duduk di kasur.

Bunda bertanya pada vian apa yang terjadi?

Dan jawaban vian “VIAN KESEMPITAN DISINI BUNDA, BANYAK ORANG DI KASUR VIAN”

Kami begitu bingung harus menjawab apa,lantas nenekpun datang dan menenangkan kami, nenek bilang vian hanya bermimpi.. Namun aku tak yakin vian bermimpi mungkin apa yang dia bilang memang benar. Setelah vian tenang kamipun berkumpul di ruang tamu, sesaat kemudian kami mendengar suara benda jatuh dan asalnya dari dapur, bunda memastikan ada apa di dapur belum lama bunda beranjak dari ruang tamu bunda pun berteriak. Kami pun langsung menuju ke dapur namun apa yang kami lihat sungguh di luar nalar,SESOSOK WANITA TUA BUNGKUK MENATAP KAMI DARI ARAH DAPUR, tak lama kemudian lampu dapur mati dan YANG TERLIHAT HANYA SESOSOK MATA BERWARNA MERAH. Nenek pun melemparkan sesuatu kearah dapur dan membaca surat2 pendek, tak lama lampu itu kembali menyala dan tanpa fikir panjang kami pun kembali ke ruang tamu sambil membicarakan hal itu.

nenek bilang “yang namanya mahluk halus ya untuk menyesatkan kita”

“kita punya ALLAH dia nunjukin wujudnya kaya gitu biar kita takut, dan ngebuat kita gak inget sama gusti Allah” tutur nenek


Lalu ayah pun berusaha menenang kan aku dan bunda ayahpun bilang bahwa kita sebagai manusia, derajat kita lebih mulia dari mereka. Akhirnya agar kami tenang ayah memutuskan untuk begadang menjaga kami, nenek terlihat sangat tenang dan terus memegang tasbihnya, mulutnya tak berhenti membaca dzikir, dan ya nenek tak terlihat tidak takut sedikitpun. Pagi pun tiba, ayam pun berkokok dengan kerasnya membangunkan kami dari malam yang sangat mencekam, kami pun memulai aktivitas seperti biasanya. Namun kami semua merasa sangat takut saat harus pergi ke kamar mandi yang posisinya sangat dekat dengan dapur dan kamar kakek. Dan karna kami ketakutan, kami bergiliran ke kamar mandi sambil menunggu satu sama lain, saat aku keluar dari kamar mandi ayah sedang membersihkan kamar itu, dan ternyata entah kenapa lampu yang ayah pasang tadi malam hancur dan berserakan di lantai. Ayahpun memasang kembali lampu di kamar itu, kami pun bersiap2 untuk beraktivitas dan “DUARRRRRR” suara ledakan sangat besar berasal dari arah dapur. Ayahpun berlari memastikan apa itu dan ternyata ledakan itu berasal dari lampu di kamar itu.

Saat aku ingin melihat apa yang terjadi ayah berlari keluar dari kamar itu dan menyuruh kami keluar rumah karna api membakar langit2 kamar itu, bunda dan aku keluar rumah untuk mencari bantuan, datanglah tetangga2 ku untuk membantu dan saat yang lain datang ke ruangan itu. TIDAK ADA API DI KAMAR ITU, ayah pun bingung apa yang sedang terjadi jelas2 tadi api membakar langit2 kamar itu, tetangga kami pun bingung bukan kepalang nenek pun meminta maaf pada tetangga2 dan mereka pun kembali kerumah masing2. Kami pun berkumpul di ruang tamu membicarakana hal itu. Ayah yang mulai merasa sangat bingung tidak tau harus mengatakan apa, nenek pun menenangkan kami


“Tenang nak, ibu pun takut ,apa kita pindah saja,kita jual rumah ini”

Ayah meminta waktu untuk mencari solusinya, dan tak lama kemudian seseorang mengetuk pintu, ternyata pak rt datang mengunjungi kami. Pak rt banyak memberikan arahan tentang rencana yang akan di lakukan untuk keamanan warga sekitar dan pak rt pun memberitahukan sesuatu

“buk, pak maaf saya dapet laporan dari warga,ya mohon maaf kalo bisa di malam hari jangan terlalu gaduh, karna para warga terganggu dengan keramaian di rumah ibu dan bapak”


Dan kami pun bingung dengan pernyataan pak rt, kami memberitahu pak rt bahwa rumah kami selalu sepi. Nenek memberi tahu pak rt bahwa hanya ada 5 orang di rumah ini, merekapun tidak pernah melalukan aktivitas berlebihan di malam hari. Pak rt bilang dia tidak tau menau masalah itu, dia hanya menerima laporan dari warga. Tak lama kemudian pak rt pun pamit pulang, kami kembali di buat pusing oleh hal itu, dan dengan matang2 bahwa kami akan tinggal sementara di rumah kami yang dulu. Kami jadwalkan akan berangkat besok dan nenek pun di minta ayah untuk merapikan pakaiannya. Dan saat makan malam tiba, nenek dan bunda menyiapkan makan malam, ayah pun tertidur di ruang tamu karna kelelahan memikirkan hal2 yang terjadi pada kami.


Setelah siap tiba2 lampu mati nenek berusaha memanggil ayah untuk menyalakan listrik, beranjaklah ayah dari ruang tamu. Saat listrik di nyalakan, bunda berteriak kami menuju ruang makan dan betapa kagetnya kami SEMUA MAKANAN DI MEJA MAKAN BERANTAKAN, SEMUA BERCERCERAN DI LANTAI DAN KOBARAN API MUNCUL KEMBALI DARI KAMAR KAKEK. Kami pun panik namun nenek menyuruh kami tenang dan menyuruh kami keluar. Sesaat sebelum kami keluar BANYAK SUARA TAWA TERDENGAR DARI PENJURU RUMAH karna takut aku dan vian memeluk bunda nenek melantunkan ayat suci dan ayah berusaha memadamkan api di kamar itu sesaat kemudian adzan isha berkumandang, dan suara tawa itu hilang api itupun padam tiba2.

Ayah yakin ada yang tidak beres di rumah ini, bunda menangis begitu juga aku dan vian, kami ketakutan, dan akhirnya nenek bilang pada ayah kita harus keluar dari rumah ini sekarang juga. Tanpa fikir panjang kita langsung menyiapkan barang dan segera bergegas pergi dari rumah itu. Perjalanan begitu panjang, sepanjang jalan aku terus memikirkan kejadian di luar nalar ini, nenek pun yang tadi nya sangat kuat dan berani, terlihat sangat lelah dan takut. Beberapa jam kemudian kami sampai di rumah ku, karna sangat lelah akupun berencana untuk langsung tidur. Dan saat kami keluar dari mobil KAMI ADA DI DEPAN RUMAH NENEK, wtf kami semua bertanya pada ayah kenapa ayah kembali lagi kesini bunda pun mulai berteriak dan tetangga kami pun berdatangan, mereka bertanya apa yang terjadi ayah mulai menceritakan apa yang terjadi. Beberapa tetanggaku bilang mereka melihat keluargaku naik mobil itu, namun mobil itu hanya diam dan tidak bergerak ,jika di simpulkan ya mereka melihat kami hanya menaiki mobil itu tanpa menjalankannya.. ya tuhan nenek mulai menangis dan meminta tolong pada warga sekitar. Kami tidak mau masuk kedalam rumah lagi karna kami ketakutan, lalu tetangga kami menawarkan kami untuk menginap di rumahnya, tanpa fikir panjang kami pun menerima tawaran itu. Tetangga kami itu bernama pak rusdi ,dia tinggal dengan anak semata wayangnya, istrinya sudah lama meninggal karna sakit.


Pak rusdi mulai bertanya sebenarnya apa yang terjadi pada kami, ayah pun mulai menceritakan apa yang terjadi pada kami. Pak rusdi pun mendengarkan semua yang terjadi pada kami, lalu pak rusdi pun menceritakan bahwa dia pun merasa aneh pada rumah yang kami tempati, menurut pak rusdi setiap ia pulang dari kantornya dia sering melihat ada banyak orang yang masuk ke rumah kami. Dan hampir setiap malam pak rusdi tidak bisa tidur karna rumah kami sangat berisik, seperti banyak orang yang sedang berpesta di rumah itu, dan selalu terdengar suara benturan pintu yang sangat keras hingga pak rusdi melaporkan masalah itu pada pak rt. Ayah berusaha menjelaskan pada pak rusdi, bahwa di rumah itu cuma ada 5 orang, dan kalau memang pun benar mustahil kami mebuat kegaduhan yang sampai kengganggu para tetangga. Pak rusdi pun percaya pada kami dan dia pun mulai merasa kalau rumah kami memang tidak normal, pak rusdi menyarankan agar kami sabar dan selalu ingat pada yang maha kuasa. Dan hari pun mulai malam kami pun mulai tertidur di dalam 1 kamar yang lumayan besar. Aku sangat ingin melupakan semua dan aku berharap semua yang ku jalani hanyalah mimpi, dan mulailah aku menutup mata.


Pagi hari pun datang aku mendengar ayam berkokok, saat ku buka mata KITA SEMUA TERBANGUN DI RUMAH KAKEK.
Aku pun berteriak, dan ayah, bunda dan nenek pun bangun. Aku benar2 histeris, semua benar2 kebingungan bukankah kami semalam menginap di rumah pak rusdi.


“Tenang..tenang jangan panik istighfar” sahut ayah


Nenek terus beristighfar bunda terus menangis, begitu juga vian adiku..
Setelah itu untuk mencari tahu apa yang terjadi. Nenek dan ayah pergi keluar rumah untuk bertemu pak rusdi dan menanyakan apa yang terjadi,mulailah ayah mengetuk pintu dan dibuka oleh seorang wanita


“Permisi saya mau ketemu sama pak rusdi”


“Bapak siapa?” Sahut wanita itu 

semalem pak rusdi mengajak kami untuk menginap di rumahnya, tapi saat pagi hari kami sudah ada di rumah, kami ingin bertemu dengan dia” ayah menycoba menjalaskan


“Pak maaf dari semalem saya di rumah sama ibu, dan gak mungkin bapak menginap di sini tadi malam”sahut wanita itu

“tolong kamu panggilkan dulu pak rusdi,dia yang tau semuanya”


“Tapi pak ,maaf sebelumnya kita bicarakan dulu di dalam”wanita itu mengajak ayah untuk duduk dan tenang


“Kamu bisa panggilkan pak rusdi sekarang” ayah meminta


“Pak sebelum nya dari mana bapak tau tentang ayah saya”

“maksud kamu apa, saya lagi urgent, tolong saya harus bicara sama pak rusdi” jawab ayah


“Saya gak tau dari mana bapak kenal ayah saya, tapi…ayah saya udah meninggal 3 tahun yang lalu”

Ayah terheran2 disitu, dan tak percaya dengan yang dikatakan wanita itu, lalu nenek dan ayah pun kembali kerumah dalam keadaan yang sangat tertekan. Ayah terlihat begitu stres begitupun bunda yang tak henti2 nya menangis. Nenek bilang sangat kebingungan dan tak tau harus berbuat apa, selain berserah diri pada Allah. Begitupun ayah dan bunda, peraasaan nya begitu menakutkan dan membingungkan. Setelah kejadian itu, kami berusaha menjalani hidup normal dan mencoba melupakan apa yang terjadi, namun tetap kami selalu di bayang2ngi ketakutan Lalu nenek memanggilku dari arah dapur saat aku hendak ke dapur ternyata nenek sedang berada di kamar kakek. Aku pun mendekat ke arah nenek, dan tiba2 nenek menghilang, karna takut aku berlari dari kamar gelap itu, aku berlari secepat aku bisa namun entah kenapa aku seperti berlari di tempat yang sangat luas, dan untuk mencapai pintu kamar itu rasanya sangat sulit aku terus berlari dan lari Namun tetap lalu aku mulai berteriak dan meminta tolong dan ada jawaban dari belakangku


“MAU KEMANA?”


saat ku tengok ada SEPASANG MATA BERWARNA MERAH MENATAPKU dan KUDENGAR BANYAK TAWA DI SEKELILING RUANGAN ITU aku berlari dan berlari akhirnya aku bisa keluar dari ruangan itu. Nenek dan ayah datang mendengar teriakanku aku begitu shock dan tidak bisa berkata apa, ayah membawaku dan menenangkanku. Tak lama kami semua mendengar SUARA TAWA YANG ANGAT SANGAT MENYERAMKAN dan ayah pun menyuruh kami semua keluar dari rumah itu, sesampainya di luar Bunda menangis sekeras2nya dan hal lainnya yang membuat kami aneh adalah kondisi saat itu yang penuh dengan kabut, ayah meminta bantuan namun tak ada satupun orang yang datang beberapa saat kemudian ada yang datang dari kejauhan, membuka pintu gerbang dan.. Yang datang itu kakek, kami begitu katakutan dan bingung mungkin kah itu kakek.


Nenek pun mendekat dan berusaha memeluk kakek, namun nenek tak bisa menyentuh kakek. Tak lama kemudian kakek meminta maaf karna kesalahan kakek kami semua harus menderita. Ayah bertanya pada kakek apa yang sebenarnya sedang terjadi dan kakek pun mulai menceritakan yang terjadi. Kakek bilang sekarang kami sedang terjebak di LINGKARANG IBLIS, itu yang menyebabkan kami semua tidak dapat pergi kemana2 kakek bilang seharusnya jangan buka pintu itu. Kakek mulai memberi tahu tentang kamar itu, sebenarnya dulu saat kakek membeli rumah itu, rumah itu bekas tempat pesugihan, dan karna harga rumahnya begitu murah kakek mengambil resiko dan mencari cara agar keluarganya nyaman di rumah itu. Lalu kakek membuat perjanjian dengan iblis Iblis itu berjanji tidak akan mengganggu keluarganya namun iblis itu minta disiapkan ruangan khusus dimana mereka bisa berkumpul, lalu kakek setuju dengan hal itu dan iblis itu pun meminta agar saat kakek mati nanti kakek harus menjadi budak para iblis. Dan kakek pun menyetujuinya namun kakek meminta lagi pada iblis itu, saat kakek mati nanti iblis itu harus pergi dengan kakek setelah 40 hari.


Saat mendengar itu nenek begitu terpukul dan menyalahkan kakek. Namun kakek bilang setelah 40 hari teror ini akan berakhir, dan ayah pun bertanya bagaimana caranya agar kami semua bisa keluar dari LINGKARAN IBLIS INI.
Kakek bilang kami harus melewati kamar itu, jangan melihat kebelakang jangan takut dengan apapun terus berlari kedepan. Tak lama ribuan mata merah muncul di balik kabut, kakek pun menyuruh kami agar melakukannya sekarang.


“Pergi sekarang ingat jangan kalian berhenti dan jangan liat kebelakan”


Kakekpun menghilang dan tiba2 kabut menjadi hitam. Kami pun segera masuk kedalam dan menuju kamar itu. Kami berlari secepat mungkin dan saat kami menuju kamar ada banyak sosok tanpa kaki menunggu kami di depan, ayah terus bilang pada kami kalo kami tidak boleh takut, lalu kami saling berpegangan tangan ayah bilang


“Jangan lepas tangan!!! kalau kalian takut tutup mata kalian”

Lalu mulailah kami berlari sambil terus berpegangan tangan, aku benar2 takut, rasanya seperti mimpi dan aku bisa mendengar ribuan suara tertawa sangat keras, membuat kami ingin berhenti namun ayah bilang jangan lepaskan tangan satu sama lain dan tetap tutup mata. Nenek terus berdzikir dan ayah pun membaca surat2 pendek, dan entah kenapa mataku menjadi sangat berat amat sangat berat aku terus berusaha tetap terjaga dan mencoba terus untuk tidak tertidur ku lawan rasa kantuk ini dan akupun membuka mataku. Saat ku buka mata aku berada di luar rumah, banyak orang mengelilingiku, aku pun bangun dan orang sekeliling ku memberiku air, mereka bilang
aku melihat sekelilingku ada vian ayah nenek dan bunda yang sedang tertidur di kelilingi banyak orang, tak lama ayah bangun Lalu pak RT menghampiri ayah

“Bapak gpp kan?”


“Hhhh…dimana anak dan istri saya?”


“Tenang pak semuanya selamat” jawab pak rt


Lalu saat aku melihat rumah ternyata orang2 sedang berusaha memadamkan api yang sedang melahap rumah kami. Tak lama bunda, nenek, dan vian sadar, aku pun menuju ke arah ayah dan aku pun menangis karna takut


“Ayah vania takut, vania mimpi buruk”


“itu bukan mimpi sayang, yang penting kita udah keluar dari lingkaran iblis itu” jawab ayah


Dan tenyata yang terjadi bukanlah mimpi KAMI BENAR2 MENGALAMINYA.
Pak rt mulai menjelaskan kronologi terbakarnya rumah kami, menurut pak rt api bersumber dari konsleting listrik di kamar, saat itu api sudah lumayan besar, dan saat berusaha mengefakuasi kami, kami sudah ada di lantai. Menurut pak rt kami pingsan karna terlalu banyak menghirup asap.


Aku beranjak dari duduk dan pergi kearah nenek, aku ingin memastikan bahwa yang aku alami benar2 nyata.
Nenek bilang semua sudah berakhir dan iblis itu sudah pergi bersama kakek. Setelah kejadian itu ayah memutuskan untuk tinggal di rumah lama kami, tanpa fikir panjang nenek ingin segera pergi secepat mungkin, dan kami pun berusaha memulai semua dari awal, dan berusaha melupakan semua yang terjadi, sampai saat ini aku masih merasa bahwa semuanya hanya mimpi. Bunda bilang semua yang terjadi ada di dunia lain, dan kita hanya perlu fokos menjalankan hidup kita di dunia nyata.

-The end- Makasih udah baca cerita ini
Pengalaman ini saya ambil dari pengalaman rekan saya yang gak ingin di publikasi.
Semua yang ada di cerita tidak 100% nyata,saya tambahkan beberapa hal sebagai pemanis agar cerita lebih panjang dan jelas 

Source Thread: Twitter @Bagir_girba

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *