RAWON.ID

Semua Tentang Mistis

Kejamnya Terror Tukang Santet

Disini aku bercerita sebagai Dela (nama disamarkan) . Ayah aku terkena terror tukang santet pada tahun 2017 yang lalu, ya kasusnya cukup terbilang masih baru karena 2 tahun yang lalu dan sangat membekas di hati keluarga kami semua hingga sekarang. Oh iya sebelumnya untuk semua nama,nama tempat,dan lain-lain semua aku samarkan ya,karena untuk menjaga privacy dari pihak keluarga.

Yuk lanjut!

Jika dihitung sudah 2 tahun lamanya ayahku mengalami teror santet yang sangat luar biasa. 

awalnya ayahku tidak merasakan gejala apa-apa didalam tubuhnya dan tidak ada keluhan sama sekali. Hingga suatu saat ayahku tiba-tiba tidak bisa berjalan dan tidak bisa apa². Aneh bukan? Sudah dijelaskan dari awal ya tiba² ayahku mengalami hal yg tidak wajar seperti itu. 

Menurut orang Jawa nih ayahku terkena “Kembang Amben/Kembang bayang” Jadi maksudnya ayahku dibikin tidak bisa ngapa²in atau sama halnya seperti orang yang mengalami lumpuh total seluruh tubuhnya. Dari kejadian itu aku dan keluargaku langsung mencari pengobatan dari orang pintar.

(Ustad) karna apa? Feeling keluargaku ini ada kaitannya dengan hal-hal mistis karna secara tiba² dan keadaan ayahku langsung dibuat parah tanpa ada gejala apapun. Keluargaku mencarikan orang pintar untuk ayahku dari yang ilmunya biasa (standart) hingga ilmunya yang sangat tinggi. 

orang pintar (Ustad) pertama kali yang ditemui keluargaku itu bilang kalau ada sesuatu benda gaib yang dipasang di bawah kursi kantornya ayahku dan aku belum mengerti benda macam apa itu. Maka dari itu sebelum ayah terkena kembang amben ayah ngerasa gak betah saat berada dikantor.

Dan setiap kali ayah aku pergi dinas ke kantor bawaanya langsung ngedrop, padahal sebelumnya dari rumah sehat gak ada keluhan sama sekali. Kemudian keluargaku memanggil orang pintar yang pertama (orang pintar = Ustad ya,jadi keluargaku tdk ada ikut campur sama dukun).

Sebut saja Ust Herman. Ust Herman ini berusaha mengambil benda yang ada dibawah kursi kantor secara gaib juga ditempat ayahku bekerja,waktu benda itu sudah diambil lah kok ternyata si Doi (orang yang mengirimkan terror santet ayahku sebut saja doi) memasang benda gaib itu lagi. 

Itupun yang lebih parahnya memasang disudut kamar ortuku, gak tau juga ya pasangnya ada di bagian sudut mana yg penting gak bisa dilihat sama orang biasa benda gaib itu. Bersamaan benda itu terpasang,tiba-tiba jendela rumah langsung dilempar batu sama seseorang hingga kacanya retak. 

Salah satu anggota keluargaku ngintip dari jendela siapa yang iseng melempar batu itu ternyata diluar sepi dan hening tidak ada siapapun, kami sekeluarga langsung kaget, takut, dan ngumpul jadi satu langsung beristighfar masing².

Keesokkan harinya.. 

Keesokkan harinya ayahku dibawa menuju orang pintar yang ke 2 sebut saja Ust Bagus. Ust bagus ini tujuannya membantu menyembuhkan ayah dari “kembang ambennya” Yg pertama dilakukan kaki ayahku dipecut sama tasbih yang dibawa oleh Ust Bagus. 

Dari situ ayahku teriak-teriak seperti kesetanan karena katanya rasanya ini sangat menyakitkan (karena sebelumnya ayahku lumpuh tidak bisa merasakan apa apa). Sesudah dari kejadian itu ayahku dikasih minuman air putih tapi entah minuman itu yg pasti sudah didoakan juga. 

tapi herannya bau minuman itu seperti semacam ada bau kemenyannya, dgn bau seperti itu ayahku menolak mentah² untuk meminumnya meskipun sudah dibujuk beberapa kali. maka dari itu dengan terpaksa keluargaku menghentikan metode pengobatan dari Ust Bagus karena dianggap kurang cocok. 

Kemudian keluargaku memutuskan untuk menghentikan pengobatan dari orang pintar untuk sementara waktu, karena jg melihat ayah sungguh sangat kasihan dgn kondisinya dan untuk sementara waktu itu ayahku memperkuat ibadahnya serta anggota keluarga rutin mengaji di dekat ayah setiap saat.

Dgn mendekatkan diri kepada sang Illahi kupikir melakukan hal itu kondisi ayahku semakin lama akan membaik tapi tdk justru semakin parah. Kondisi ayahku tetap gak bisa jalan/ngapa²in, nafasnya tiba² tersenggal² gak karuan sebelumnya tidak & dibadannya ayahku byk bekas luka memar.

Dan anehnya bentuk luka yang ada ditubuh ayah bermacam² ada yang seperti bentuk macan dan bentuk muka orang jahat. Dan memang semua kenyataannya begitu karna aku melihat sendiri dan selama ayahku tidak bisa bangkit dari tempat tidur aku juga ikut merawat ayahku. 

Setiap kali tukang urut memijat bagian kaki ayah, menurut pengakuannya tangan si tukang urut ini rasanya seperti kena pecahan kaca saat menyentuh kaki ayah dan panas sekali. Ternyata bukan hanya tukang urut tadi yg merasakan, akupun juga begitu.

Merasakan hal yg sama apa yg dikatakan tukang urut tadi benar,jadi setiap kali sesudah megang kaki/tangan ayah,aku disuruh mencari penghantar terlebih dahulu yaitu dgn cara memegang besi dan membaca doa agar menghilangkan sensasi rasa panas itu setelah megang ayah.

Kemudian seiring berjalannya waktu, kami sekeluarga memikirkan hal yang begitu logis. Kami mencoba membawa ayah ke pengobatan medis. Kami mengantar ayah kontrol dan cek up kesana kemari, tetapi hasil pemeriksaan dan lab menunjukkan tidak ada penyakit apapun yg ada didalam tubuh ayah 

Kondisi ayah saat itu masih tetap sama seperti awal tidak bisa ngapa²in, badannya semakin kurus, dan tdk nafsu makan sama sekali. kemudian dimana sampai pada puncak saat keadaan ayahku semakin parah kondisinya beliau ngedrop kemudian dibawa Ke RS untuk di opname. 

Sewaktu di CT Scan tetap saja penyakit ayahku tidak terdeteksi sama sekali alias normal, padahal kondisi ayahku sudah terbilang cukup darurat. Sampai dokter dan suster sangat heran karna memang ini hal gak wajar. Kemudian salah satu suster memanggilku & berkata

“Mbak bantu saya doain papa mbak ya. Kalau pakai bantuan medis gak bisa mbaa karna sangat sulit untuk dideteksi, dan mungkin dgn cara pake doa kita bisa menyembuhkan papa mbak” Disaat suster itu selesai bicara kepadaku, aku hanya bisa menunduk pasrah dan mengiyakan perkataan suster.

“Emang bener iki ayahku kenek hal ghaib sing gak wajar teko awal” (Memang benar ini ayahku terkena hal ghaib yang gak wajar dari awal) Batinku. Masa2 itu akhirnya lewat begitu saja karna ayahku sudah benar² pasrah seperti kyk orang meninggal akan tetapi aku yakin .

Ayahku pasti bisa sembuh, berhubung doa kami selalu kami panjatkan kepada sang Illahi pasti kami semua bisa mengalahkan hal buruk apa yg terjadi sama ayahku dan ayahku bisa diselamatkan. Kemudian aku dibantu sama keluarga nya temanku sebut saja keluarganya Dion.

Keluarganya Dion ini memiliki Pakde yang mempunyai ilmu kebatinan begitu tinggi. Keluargaku dan keluarganya dion sekarang saling terhubung dan menceritakan asal muasal kejadian itu kepakdenya dion. Kemudian pakde mulai melakukan pengobatan pertama untuk ayahku 

Ayahku diberi a*ua botol besar yg sudah didoain oleh pakde nya dion, syaratnya air itu harus diminum tapi diusahakan gak boleh sampe habis dalam satu botol, semisal air didalam botol itu tinggal separuh harus segera diisi lagi sampe penuh seperti awal sebelum diminum airnya.

Harus selalu nyambung-menyambung gak boleh sampai habis airnya. Tapi dgn cara metode itu hanya bisa bertahan dalam 3-4 bulan saja oleh ayahku & keadaannya lebih mendingan dari sebelumnya. Kemudian lanjut dibulan ke 5 ayahku pastinya kambuh lagi dan makin parah 

Beliau tidak bisa gerak sama sekali layaknya mayat hidup, disitu kami sekeluarga menitikkan air mata. Keluargaku menghubungi keluarganya dion lagi (BTW dion ini sebelumnya mantan pacarku cmn skg jd sahabat aja) kali ini pakdenya datang kerumah kami untuk menengok kondisi ayahku 

Pakde kemudian melakukan metode pengobatan yang ke 2 kalinya, kali ini pengobatannya lebih ke hal ghaib. Yg pertama aku disuruh pakde ambil 1 cebok air mentah. Diwaktu aku ngambil air pakde sedang nyiapin kembang (bunga) 7 rupa dan juga daun-daunan (aku gak tau itu semacam daun apa).

Sesudah itu semua anggota keluargaku dan dion berkumpul dengan ayah dan juga pakde, saat itu menunjukkan jam 11 malam pd saat akan melakukan metode ritual pengobatan ayah. Lampu yg ada dirumah semua dimatikan, & keadaan menjadi sgt hening, disitulah pakde mulai membakar Dupa.

Tiba-tiba anggota keluarga lainnya disuruh mundur pakde dan jgn terlalu dekat dgn pakde dan juga ayahku, kami sekeluarga selama melakukan ritual itu hanya bisa berdoa dan beristighfar didalam hati. Pakde mulai duduk bersila di hadapan ayahku sambil memejamkan matanya.

Begitupun juga ayahku yg hanya bisa terbaring sambil memejamkan matanya, lalu tiba² pakde seperti orang kesurupan yg sedang bertengkar, aku ikut memejamkan mata tapi berusaha ngintip apa yg dilakukan pakde dgn keadaan gelap disitu aku bisa melihat sosok gaib berwarna merah.

Badannya begitu besar membelakangi pakde, bertanduk, tetapi mukannya gak kelihatan. Aku kemudian menutup mataku rapat² dan beristighfar terus didalam hati, pakde ternyata sedang bergelut dgn mahluk itu habis habisan. Beberapa menit kemudian pakde tiba² memakan daun yg disiapkan. 

Olehnya tadi sebelum ritual, daun²an itu lumayan banyak sekali pakde melahap semuanya berserta kembang 7 rupa tadi. Kemudian beliau meminum air didalam air mentah yg aku ambilkan di dalam cebok tadi hingga habis. Kemudian beliau meminta aku mengambilkan air mentah itu lagi.

Dan diminum beliau hingga habis, disaat beliau melakukan itu matanya masih tertutup rapat gak lama kemudian tiba² pakde membuka matanya dan melotot. Beliau langsung lari menuju halaman rumah dan muntah². Waktu ayahnya dion mengikuti pakde ,beliau melihat kalau pakde memuntahkan rambut. Rambut itu banyak sekali yg keluar dari mulut pakde otomatis semuanya kaget. Kemudian sesudah itu pakde melanjutkan ritualnya kembali. Kali ini pakde meminta bantuan oleh ibunya dion, kali ini posisi ayah diubah menjadi posisi duduk dgn bantuan anggota keluarga lainnya. Dupa yg lain dinyalakan dan ditaruh di belakang punggung ayahku tugas ibu dion membantu pakde megangin dupa itu. Pakde tetap membaca mantranya, cukup lama hingga jam tepat jam 1 dini hari kemudian pakde menyuruh ibunya dion melepas dupa dari tangannya. 

Kemudian ibunya dion disuruh muterin dupa yg ada dibelakang badan ayahku,ibunya dion muterin itu posisi sambil menangis. Kemudian ayahku merasa kalau punggungnya sudah mulai panas seperti terbakar. Setengah jam kemudian ritual itu berakhir sisa dupa tadi ditancepin.

Di Tanah samping rumah aku, kebetulan aku juga membantu nancepin sisa² dupa yg dibuat ritual tadi ada keanehan muncul disaat aku mau nancepin sisa dupa itu ketanah aku sangat merasa kesulitan sekali gak bisa nancepin dupa ditanah itu padahal hanya tanah berpasir biasa tapi susah.

Kemudian ayahnya dion membantuku untuk nancepin sisa dupa ditanah itu akhirnya bisa, lalu kami semua kembali ke rumah dgn posisi awal waktu melakukan ritual. Pakde kemudian mulai bercerita kalau yg sedang makan daun, kembang, dan minum air mentah itu ternyata bkn pakde. Tetapi perewangan pakde yg membantu memusnahkan makhluk itu dari tubuh ayah. Setelah dilakukan ritual itu ayah mulai lebih baik, bisa duduk dan berjalan perlahan². Kemudian pakde membuka semuanya apa yg terjadi sama ayah selama ini yg pertama ada orang yg iri dgn ayahku 

Karna ayahku sedang dipromosikan karna sedang mau naik jabatan + pangkat. Kebetulan ditempat kerjanya ayahku termasuk orang yg sgt disiplin sering dapat reward tambahan dan pelakunya yg mengirimkan santet bukan hanya 1-2 orang saja melainkan 4-5 orang Ya Allah begitu kejamnya mereka 

Dan mereka bersekongkol ingin membunuh ayahku, media yg dipake oleh mereka ternyata sebuah boneka dan selama ini ayahku gak sadar juga kalau tidur ditemani boneka itu, karna sebelumnya ayah nemuin boneka itu di kantornya dan kemudian dibawa pulang oleh ayahku. 

Ayahku pertama kali melihat boneka itu rasanya ingin sekali menyimpannya dan boneka itu seukuran seperti jenglot, dan bentuknya sangat menyeramkan. Ayahku selama ini menyimpannya didalam buffet bersama berkas² pekerjaannya. Padahal boneka itu secara tdk sadar menyerap energi yg ada di tubuh ayahku, semakin lama ayahku semakin gak berdaya hingga kemudian mengalami (Kembang Amben). Ayahku sebelumnya selalu dikelilingi aura baik tapi semakin lama berubah menjadi aura jahat hingga akhirnya ayahku gampang tumbang.

Waktu keadaan ayahku mulai gak fit, disitulah pelaku santet beserta metode bonekanya yg disimpan oleh ayahku tadi ada celah kesempatan bikin ayahku gak berdaya sama sekali layaknya mayat hidup. Hari demi hari berlalu aku pikir sesudah dilakukan ritual pengusiran oleh pakdenya dion semuanya telah selesai ternyata keadaan ayahku semakin parah dan tersiksa kembali. Setiap malam ayahku kesusahan buat nafas, sampai keluargaku memanggilkan dokter untuk memeriksa kondisi ayah. Mereka pikir ayah sedang sakit ternyata tetap sama dokter yg memeriksa ayah berkata kalau ayahku gak ada penyakit apapun. 

Semuanya normal, akhirnya dokter menyarankan untuk memeriksakan ke lab, kemudian setelah dilakukan pemeriksaan hasilnya tetap sama normal semuanya, maka dari itu dokter hanya memberikan perawatan nebulizer supaya sesak nafas ayah berkurang.

Keluargaku memiliki feeling kalau santet itu belum berakhir. Hingga setiap malam ibuku selalu membacakan surat yasin ke ayahku. Aku hanya bisa bersedih melihat kondisi ayah karna sudah seperti orang meninggal, setiap harinya anggota keluargaku juga ikutan membacakan yasin ke ayahku. 

Kemudian keluargaku mendapat kabar bahwa ibunya dion sedang sakit, ternyata sakitnya karna ada yg menyerangnya secara gaib. Dan sebelum itu ibunya dion ikut membantu ritual pengusiran santet ayah, beliau juga terkena imbasnya seluruh badan ibunya dion dipenuhi luka dan memar². Wajah ibunya dion bengkak dan memar semua (seperti orang yg habis terkena tonjokkan) kemudian ibunya dion juga bercerita kekeluargaku, kalau ibunya dion pernah mimpi sosok genderuwo merah, sosok genderuwo itu marah dan menyampaikan pesan ke beliau.

“He,rungokno! Kowe iku wadon ojo atek melu² nyampuri urusanku,opo kowe gelem tak pateni sisan?” (Heh,dengarkan! Kamu itu perempuan jgn ikut campur sama urusanku, apa km mau aku bunuh sekalian?) Kata beliau mendengar suara sosok itu begitu berat dengan penuh ancaman 

Cebuk : gayung karna saking cepetnya harus ngabisin thread ini jadi lupa mau nerjemahin bahasannya 

Ibunya Dion kemudian menantang sosok makhluk itu di alam mimpinya “Sak sakti²mu aku iseh duweni Gusti Allah. Lek niatmu mateni menungso, Gusti Allah bakalane seng mateni rejeki sak sembarang kalirmu” (Walaupun kesaktianmu banyak, aku masih punya Allah. 

Kalau niatmu membunuh manusia, Allah juga akan membunuh semua rezekimu dan segala yg apa kamu punya). Lalu aku, om, dan tanteku kecuali ayah dan ibuku kemudian kami pergi menjenguk ibunya dion, kondisi ibunya dion memang sangat parah seperti orang yg habis dipukuli massa. 

Akhir pekan kami sekeluarga mengunjungi rumah pakdenya Dion, rumah asli pakdenya dion berada di kota *al*ng sel*t*n. Karena sebelumnya Pakde sedang menginap dirumah Dion selama 3 minggu karena feeling pakde merasa ada sesuatu hal yg gak beres 

Pakde kenal dekat dgn aku dan juga keluargaku udah lama semenjak aku kenal dion semasa SMK, jd ibarat kami semua sudah saling menganggap seperti saudara. Pakde jg yg dulu menangani Dion disaat Dion sedang diguna² oleh mantannya sebelum aku. Alasan pakde menginap selama itu, karna ingin membantu ayahku juga. Disaat ritual pengobatan ayah selesai dan kondisi ayah terbilang sudah cukup baik akhirnya pakde kembali ke rumahnya, kali ini kami yg mengunjungi rumah pakde, meskipun rumah pakde sangat jauh dari kotaku kami semua harus nekat menemui beliau.

Ternyata tempat tinggal pakde sangatlah terpelosok, rumah pakde berada di antara hutan dan hutan itu sering bgt digunakan sebagai tempat pendidikan para tentara. Bisa bayangkan betapa pelosoknya? Harga es Degan bisa didapat disana dgn harga 700 ratus rupiah saja.

Sesampai di rumah pakde kami semua disambut hangat oleh pakde serta keluarganya lalu kami dipersilahkan duduk didepan teras rumah pakde. Tak lama kemudian istrinya pakde menyuguhkan beberapa cemilan, Kopi dan teh hangat untuk kami lalu kami segera memakan & meminum jamuan itu. 

Disaat itu keadaan masih normal, kami masih berbincang² hal biasa blm mengarah soal santet itu. Tiba² ayahku langsung mengganti topik obrolan mengenai santet itu ke pakde, ayahku menjelaskan kalau santet itu nyatanya belum selesai sampai detik ini bahkan ibunya Dion ikut terserang jg .

Sesudah mengobrol kemudian pakde meminta tolong istrinya mengambilkan nampan yang berisi bunga (aku gak tau nama bunga itu, kalau dijual di kotaku 1 bunga harganya bisa sekitar 4jt) dan pakde bisa mempunyai bunga itu karna beliau mengambil bunga itu langsung dari hutan kaki gunung yg berada di desa tempat pakde tinggal. Bunga itu sangat langkah didapatkan dan mungkin karna memang itu rezeki untuk ayahku, kebetulan pakde menemukan bunga itu sewaktu selepas subuh saat kami mulai otw menuju ke rumah pakde. 

Ciri² Bunganya cantik berwarna putih ada sembur warna Peach gitulah seperti bunga hias. Lalu mulailah pengobatan ayah kesekian kalinya, pakde memberi ayah botol bening kecil dan isinya seperti cairan pakde bilang kalau itu adalah minyak khusus yg sudah pakde tirakati 

Ayahku disuruh hirup cairan minyak yg ada dibotol itu. Aku melihatnya ada sesuatu kejanggalan yaitu minyak yg sedari tadi dihirup oleh ayahku tiba² cairan minyak yg ada dibotol itu lama kelamaan makin habis padahal cairan minyak itu hanya dihirup loh tanpa dituang setetespun.

Bunga langkah yang sedari tadi ditaruh dinampan kemudian diletakkan pakde disebelah ayahku, pakde menutup matanya dan mulutnya berkomat² sedang membacakan doa. Tak lama kemudian tiba-tiba bunga tadi mengeluarkan asap dgn sendirinya lalu berubah warna menjadi hitam gosong. 

Sesudah itu kemudian keluargaku bertanya kepada pakde, mengapa bunganya berubah menjadi seperti itu? Kemudian pakde menjelaskan kalau bunga itu adalah gambaran bagian dalam organ tubuh ayahku sekarang, sudah dibuat sangat rusak oleh para penyantet itu.

Dgn kondisi organ ayahku seperti itu sudah gak selayaknya hidup sebenarnya, cuman kami semua selalu menguatkan doa dan dibantu pakde selama ini maka dari itu ayah bisa bertahan sejauh ini. Pakde bilang kalau kesembuhan ayah itu semua tergantung sama yang maha kuasa.

Dan pakde sekarang ini cuman bisa bantu ambil pasangan² santet yg ada didalam tubuh ayahku karna menurut Pakde ini sudah sangat terlalu parah. Setelah itu kondisi ayah sekarang lebih baik dari sebelumnya dan media boneka santet tadi juga sudah dimusnahkan oleh pakde . 

Setelah semuanya selesai ayahku sekarang menempuh pengobatan medis kembali untuk memastikan kondisi ayah saat ini, kemudian tiap minggu juga selalu mengadakan pengajian dirumah dan ayahku juga selalu di Ruqyah. Aku dan keluargaku sekarang selalu mengimbangi.

Kesembuhan ayah dengan rohani maupun jasmani. Untuk beberapa bulan ini kemudian ayahku divonis oleh medis penyakit Stroke akan tetapi ayahku masih bisa jalan walaupun perlahan dari pada sebelumnya saat terkena kembang amben, 2 bulan berikutnya ayahku selesai di OP pasang ring 

Karna ada pembekuan darah di jantungnya,semua keluargaku hanya bisa berdoa setiap harinya untuk kesehatan ayahku. Tapi pelaku santet tadi masih blm puas membuat ayahku sengsara, keluargaku selalu diganggu mahluk halus dan dibikin tambah sengsara. Kemudian Utiku berkunjung kerumahku. Utiku ini keturunan orang Cina dan jawa, Utiku memiliki kitab khusus gitu. Sewaktu ayahku masuk rumah sakit Utiku nunjukin sesuatu sama aku. Beliau membuka kitabnya kemudian beliau bertanya “kapan ayah masuk RS? Pd pukul berapa ayah masuk RS?” 

“Pada hari rabu, pukul 10 pagi uti” Kataku. Didalam kitab itu ada penjelasan mengenai hari masuk dan jam saat ayah sakit. Makna dari kita itu menjelaskan bahwa ayah sakit disebabkan oleh teman sebayanya. Dan memang sangat cocok seperti apa yg dikatakan sama pakde. 

Selama kami di RS utiku yg selalu membersihkan rumahku, utiku kemudian memasang daun kelor tiap sudut kamar supaya bisa menangkal gangguan hal jahat. Dan saat ini ayahku masih menjalani pengobatan rutin bantuan medis, maupun non medis (seperti Diruqyah) 

Keluarga kami hanya bisa berdoa kepada sang pencipta untuk kesembuhan ayah. Keluarga kami tidak ada dendam sama pelaku santet itu, biarlah Tuhan yg akan membalasnya sendiri. Akhir kata saya minta doanya semoga ayah aku bisa pulih kembali dan mohon maaf apabila ada salah kata 

(Typo) dan bahasa yg belum bisa kalian pahami. Lega rasanya thread inj selesai,next akan berjumpa lagi dgn thread aku yang lainnya. Aku mau istirahat dulu,see you~ wassalam

*TYPO*

-Cebok = Ciduk = Gayung 

Source Theread: Twitter @bacahorror 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *