RAWON.ID

Semua Tentang Mistis

Keluarga Tak Kasat Mata

FULL STORY

Based On True Story

KELUARGA TAK KASAT MATA

Semua nama, tempat, dan waktu dalam cerita ini disamarkan, mohon maaf bila ada kesamaan

Cerita ini terjadi masih beberapa tahun yang lalu. Berawal dari kebutuhan ekonomi yang sangat mendesak hidupku, tanpa disangka sangka, aku akhirnya mendapatkan sebuah pengalaman yang mungkin tidak akan pernah bisa aku lupa.

Benar sekali, sejak adanya pengalaman waktu itu, kini aku menjadi percaya, jika mereka itu ada dan mereka benar benar nyata.

Semua cerita ini, berawal ketika aku terkena PHK dari perusahaan tempat aku bekerja 

Karyawan yang sebelumnya berjumlah puluhan, waktu itu perlahan berkurang dengan sangat signifikan hingga akhirnya, tersisa tinggal menjadi beberapa orang saja.

Semua itu, tentu saja bukanlah tanpa alasan. Karena sejak adanya virus corona, perusahaanku memang mengalami penurunan laba yang akhirnya akupun terkena imbasnya.

Dan saat itulah, akupun akhirnya mencoba mencari pekerjaan via sosial media demi menyambung hidupku yang semakin lama sudah terasa semakin berat saja. Syukurnya, berkat aktif diseluruh sosial media, akupun akhirnya mendapatkan sebuah informasi tentang adanya lowongan Pekerjaan sebagai seorang asisten rumah tangga. Disitu, tanpa fikir panjang lagi, akupun seketika menghubungi nomor yang tertera di iklan tersebut sembari berharap jika lowongan masih tersedia.

Dan syukurnya, setelah beberapa lama kemudian, Whatsapp ku pun akhirnya dibalas dan singkat cerita, akupun mengutarakan maksud dan tujuanku bahwasanya aku ingin melamar menjadi Asisten rumah tangga sesuai iklan yang tertera. Seiring berjalannya waktu, tanpa disangka sangka, akupun akhirnya diterima kerja ditempat tersebut dan membuat janji untuk berangkat di beberapa hari berikutnya.

Waktu itu, ketika aku berangkat menuju tempat kerjaku, sebenarnya aku hanya membawa sedikit bajuku karena aku masih sempat berfikir, belum tentu aku nanti bisa betah tinggal dirumah tersebut. Karena selain jaraknya yang jauh, waktu itu aku masih ingin mencoba pekerjaan tersebut terlebih dahulu daripada aku hanya menganggur dirumah saja.

Hingga akhirnya, setelah hari yang disepakati telah tiba, akupun berangkat menuju rumah tersebut menggunakan jasa Travel. Selama perjalanan, tentu saja fikiranku sudah tidak karu karuan. Karena selain takut, waktu itu sebenarnya adalah pengalaman pertamaku menjadi seorang asisten rumah tangga. Namun, dengan mencoba menekan semua perasaan yang ada, akupun akhirnya terus memantabkan niat agar semuanya berjalan dengan baik baik saja.

Singkat cerita, setelah sekitar 6 jam aku berjalan, akupun akhirnya sampai disebuah daerah yang sesuai dengan arahan dari pemilik lowongan kerja tersebut. Disitu, aku diarahakan untuk menaiki Ojek online dan diminta untuk diantarkan sesuai alamat yang diberikan. Setelah beberapa lama kemudian, akupun sampai dan berhenti didepan salah satu rumah yang sepertinya menjadi tujuan dari perjalananku waktu itu. 

Sesampainya aku dirumah tersebut, aku sempat sangat terkejut bukan main karena saat itu, rumah yang aku tuju tersebut, ternyata adalah sebuah rumah besar berlantai 2. Namun sayangnya, Meski terbilang besar, rumah tersebut bisa dikatakan jauh dari pemukiman warga mengingat sebelah kanan dan kiri rumah, memang didominasi oleh perkebunan pisang yang sepertinya, perkebunan pisang tersebut adalah milik dari salah satu warga. 

Tapi anehnya, belum selesai aku melamun, waktu itu tiba tiba pandanganku teralihkan dengan panggilan suara perempuan yang sepertinya sedang menyapaku yang saat itu memang terlihat sedang kebingungan.

” Mbak, cari siapa ya ” teriak ibu ibu tersebut. 

” Ibu pemilik rumah ini ya bu ?…saya yang inbok di Facebook bu ” ucapku.

” Oo mbak Ayu ya. iya iya,,,silahkan,, silahkan mbak, masuk saja ” sahut ibu ibu tersebut sambil membukakan pintu gerbangnya. Dan setelah pintu gerbang tersebut dibuka, akupun akhirnya perlahan berjalan masuk sambil sesekali melihat kekanan dan kekiri.

Singkat cerita, aku sampai diruang tamu rumah tersebut lalu kemudian duduk sambil mulai mendengarkan apa yang pemilik rumah tersebut katakan. 

” Perkenalkan, Nama saya bu Farah. Mbak Ayu, bisa panggil saya ibu saja, biar lebih dekat ” ucap ibu ibu tersebut memulai percakapan.

” Baik bu ” jawabku sopan. 

” Jadi begini, saya memang butuh pembantu agar bisa membantu saya mengurus rumah ini. pekerjaannya cukup mudah kok, setiap pagi cuma bersih bersih dan masak saja ” imbuh Bu Farah.

” O gitu ya bu, jadi saya harus tinggal disini ? ” Tanyaku 

” Iya mbak, saya memang cari pembantu yang bisa menginap sih, soalnya saya juga sering keluar kota ” sahut bu Farah.

” Hmmm iya bu ” jawabku sopan.

” Tenang saja, soal makanan, mbak Bisa makan sepuasnya. 

Disini saya gak membeda bedakan kok, jadi kamu ya makan apa yang saya makan. Tapi kalau mau memasak, nanti sama saya, soalnya saya suka masakan pedas sih mbak, hehehehe. Gimana, misalnya mbak bersedia, hari ini bisa langsung kerja dan tinggal disini, 

nanti saya ajak mbak Ayu keliling rumah ini terlebih dulu ” imbuh bu Farah

” Baik bu, saya mau ” ucapku mantab karena kesan pertama, ketika aku melihat bu Farah ini, beliau sepertinya adalah orang yang sangat baik. 

Dan singkat cerita, setelah obrolan tersebut selesai, akupun diajak untuk masuk kedalam rumah tersebut dan diperlihatkan setiap bagian isi rumahnya. Rumah tersebut, memiliki 2 lantai dengan gaya minimalis khas perumahan. Didalam rumah, terdapat 3 kamar tidur dilantai bawah dan 2 kamar tidur dilantai atas.

Kamar bu Farah, terletak dilantai bawah. Dan semua kamar yang ada dilantai 2, sepertinya tidak dihuni karena waktu itu, aku melihat kedua isi kamarnya sangatlah berantakan dengan tidak adanya kasur ataupun yang lainnya. Dapur rumah ini, juga berada dilantai bawah,

Dan tidak hanya itu, dibelakang rumah ini juga terdapat sebuah tempat cuci baju yang dilengkapi dengan jemuran yang cukup luas.

Singkat cerita, setelah selesai berkeliling melihat bagian isi rumah, akupun diantar menuju kekamarku yang letaknya dilantai bawah tepat tidak jauh dari kamar mandi utama rumah tersebut.

” Ini kamar kamu, mudah mudahan kamu betah ya mbak ” ucap bu Farah. 

” Insyaallah bu, hehehe. Ibu dirumah ini sendiri bu ? ” Tanyaku.

” Iya mbak, suami dan anak ibu masih di Jogja. Makanya, lusa mau saya jemput, dan sepertinya, saya akan tinggal beberapa hari disana. Jadi, mbak Ayu nanti jagain rumah ini sendiri gakpapa ya.” ucap bu Farah. 

” Iya bu, jadi ibu ini aslinya Jogja ? ” Imbuhku.

” Iya mbak, saya baru beli rumah ini bulan lalu, rencananya, rumah ini nanti juga mau saya kontrakan kok mbak ..” jawab bu Farah.

Dan setelah obrolan kami waktu itu, akhirnya akupun tinggal dirumah tersebut. Awalnya, semuanya memang nampak biasa biasa saja, aku menjalani pekerjaanku dengan sebagaimana mestinya layaknya pembantu pada umumnya.

Setiap pagi menyapu, mencuci baju, hingga pekerjaan pekerjaan rumah yang lainnya. 

Dan disitu, ketika pertama kali aku bekerja , tentu saja aku dibimbing oleh bu Farah agar aku benar dalam melakukan setiap pekerjaanku. Dan disaat itulah aku mulai menyadari, jika bu Farah ini adalah seorang ibu yang memang sangatlah baik hatinya. 

Sebagai seseorang yang sangat kaya, beliau bisa dikatakan jauh dari kata sombong dan sebagainya. Bahkan, beliau sama sekali tidak menganggap aku sebagai seorang pembantu ataupun yang lainnya. Waktu itu, beliau memperlakukanku benar benar layaknya saudaranya. Dan buktinya, masih beberapa hari saja aku bekerja, akupun seketika merasa betah bekerja dirumah Bu Farah Tersebut.

Namun sayangnya, semuanya tidaklah berjalan dengan lama. Setelah sekitar 2 minggu kemudian, bu Farah tiba tiba berpamitan pergi meninggalkan rumah tersebut untuk beberapa waktu. Tentu saja, saat itu aku dipasrahkan untuk menjaga rumah tersebut agar rumah tersebut tidak dalam keadaan kosong. 

” Mbak, saya berangkat ke Jogja ya. Tolong jaga rumah ini dan jangan lupa dibersihkan. Setiap pagi, kamu bisa belanja ditukang sayur yang lewat didepan rumah. Dan setelah itu, tolong tutup kembali pintu rumah ini dan jangan sekali kali buka pintunya. 

Jangan terima tamu yang tidak dikenal. Dan setiap malam, mbak Ayu harus telepon saya atau video call agar sama sama tenangnya. Terakhir, jangan sekali kali naik kelantai 2 selama saya tidak ada. Biarkan lantai 2 kotor, kalau mau bersihkan, nunggu saya kembali saja ya mbak. Tolong, yang masalah lantai 2 ini benar benar diperhatikan ” ucap bu Farah jelas.

” Baik bu ” jawabku sopan.

Setelah semua penjelasan bu Farah selesai, akhirnya, bu Farahpun sore itu seketika pergi meninggalkan rumah tersebut. Setelah kepergian bu Farah, tentu saja akupun menutup semua pintu yang ada dirumah tersebut. Aku diam didalam rumah dengan tidak sekalipun keluar rumah karena selain memang tidak ada kepentingan, waktu itu aku masih tidak mengenal satupun orang yang tinggal didaerah tersebut 

Dan singkat cerita, akhirnya malam itupun tiba.

Benar sekali, Malam itu, adalah sebuah malam dimana akhirnya aku mulai menyadari, jika aku bukanlah satu satunya yang ternyata tinggal dirumah itu. Masih sangat teringat jelas dikepalaku. Malam itu, adalah hari ke 4 aku ditinggal bu Farah pergi ke Jogja.

Seperti biasanya, setelah semua pekerjaan rumahku telah selesai, akupun duduk didepan televisi sambil meminum secangkir kopi. Namun anehnya, belum selesai aku menghabiskan minumanku, malam itu tiba tiba aku mendengar suara nyanyian yang setelah kudengar lebih teliti lagi, suara nyanyian tersebut ternyata berasal dari arah lantai 2 rumah itu.

” Nananananananananana ” 

Mendengar hal itu, akupun seketika terkejut bukan main sambil menoleh kekanan dan kekiri disertai dengan tubuhku yang mulai bergetar tidak berhenti. 

” Loh, kok ada suara orang sih ” fikirku dalam hati sambil aku yang mulai berdiri dari tempat dudukku dan menoleh kearah lantai 2 rumah itu. 

Dan tidak berhenti disitu saja, belum selesai aku mendengar suara nyanyian tersebut, tetap dari arah lantai 2, aku kembali dikejutkan dengan suara langkah kaki anak kecil yang sedang berlari lari. Suara tersebut, terdengar jelas diantara keadaan rumah yang saat itu benar benar dalam keadaan hening.

” Waduh, sepertinya diatas ada orang deh ” fikirku. 

(Malam itu aku benar benar kebingungan tidak karuan. Di telingaku, aku mendengar semua suara aneh tersebut, namun disisi lain, oleh pemilik rumah, aku dilarang keras untuk naik kelantai 2 meski apapun yang terjadi ). Ucap narasumber. 

” Bagaimana ini, aku dilarang naik ke lantai 2, tapi diatas, aku kok denger ada suara orang. Nanti kalau itu suara maling gimana ya ” fikirku kebingungan. 

Namun untungnya, karena malam itu suara tersebut perlahan mulai tidak lagi terdengar, akhirnya akupun sedikit lega dan seketika masuk kedalam kamarku karena akupun tau, malam itu waktu sudah menunjukan pukul 23.00 malam. Singkat cerita, selama didalam kamar, bukannya tenang, aku malah kembali mendengar suara aneh yang kembali terdengar.

Waktu itu, aku kembali mendengar suara seseorang yang sedang berjalan wara wiri dengan disertai suara batuk yang sesekali berbunyi. 

” Plek plek plek plek..uhuk uhuk uhuk “

Mendengar hal itu, akupun seketika terkejut bukan main sambil mulai meyakini jika dirumah ini, aku tidaklah sendiri. Dan tanpa lama lama lagi, akhirnya akupun seketika beranjak menuju pintu kamarku dan membukanya sembari mulai menyalakan semua lampu. Tapi anehnya, ketika lampu menyala, waktu itu aku tidak melihat siapapun yang ada dirumah ini selain aku. Semuanya nampak sepi dengan tidak adanya seorang pun yang terlihat ada disini. Mengetahui hal itu, akupun berteriak tidak karuan karena kurasa, sebelumnya aku benar benar mendengar suara seseorang sedang berjalan.

” Hallo, siapa ya ” teriakku. 

Dan boleh percaya atau tidak, malam itu suara teriakanku tersebut benar benar disahuti oleh seseorang dengan nada yang sangat pelan. 

” Halo, aku disini ” jawab suara tersebut terdengar jelas yang sepertinya sumber suara tersebut adalah nada suara perempuan dengan nada suara serak serak basah.

Mendengar hal itu, akupun seketika terkejut bukan main sambil kembali berteriak tidak karuan. 

” Heh, siapa itu, ” teriakku berulang ulang sambil berjalan kearah tangga utama yang berada tepat disamping ruang keluarga.

Namun karena aku masih ingat jika aku dilarang naik kelantai 2 , waktu itu akupun hanya diam dibawah tangga sambil terus menatap kearah lantai 2. Tapi sayangnya, teriakanku malam itu tidak kunjung mendapatkan sahutan mesti sudah beberapa kali kuteriakkan berulang ulang.

” Haloo,,,siapa ya,,kamu siapa,,,” teriakku. 

Namun anehnya, disaat aku masih berteriak, malam itu pandanganku tiba tiba teralihkan dengan adanya sosok perempuan berbaju putih panjang yang terlihat menatapku dari arah lantai 2. Sosok tersebut, terlihat berdiri sejenak lalu berjalan pelan kearah belakang dan jika kuperhatikan, sepertinya sosok perempuan tersebut masuk kedalam salah satu kamar yang ada dilantai 2 ( Wajah perempuan tersebut tidak terlalu jelas mas, karena selain diatas gelap, aku gak terlalu bisa melihatnya dengan jelas, tapi aku yakin jika sosok tersebut adalah perempuan. Hal itu dapat kupastikan dengan baju panjangnya dan rambutnya yang teruari berantakan ) ucap narasumber.

Mengetahui hal itu, akupun seketika terkejut bukan main dengan jantungku yang juga mulai berdetak dengan sangat kencang. 

” Tuh kan, memang ada orang, waduh gimana ini ” fikirku dengan terus menghdapkan wajahku kearah lantai 2 rumah tersebut.

Dan tidak berhenti disitu saja, malam itu aku juga tiba tiba melihat dengan mata kepalaku sendiri, ada beberapa anak kecil yang terlihat sedang berlari diantara kamar tidur yang terletak dilantai 2.Anak kecil tersebut, berwajah putih bedak lengkap dengan baju hitam dan birunya. Disitu, perasaanku sudah sangat tidak karu karuan, jantungku berdetak, 

tanganku gemetaran, dan keringat juga sudah keluar bercucuran. Tapi sayangnya, karena lagi lagi aku bingung dengan apa yang harus aku lakukan, akhirnya akupun kembali kedalam kamar tidurku dengan seketika mengunci pintunya dari dalam. 

” Ah Sudahlah, mending aku balik kekamar saja dan telpon bu Farah ” ucapku.

Didalam kamar, tentu saja akupun seketika menghubungi bu Farah via Whatsapp,

Akan tetapi, karena telefon WA ku tidak kunjung diangkat, akhirnya akupun hanya menulis beberapa pesan singkat. Disitu, aku menceritakan sedikit apa yang aku rasakan dan apa yang sudah aku lihat.

( Selamat malam bu, maaf mengganggu waktunya, saya barusan lihat dilantai 2 ada perempuan dan anak kecil, apa itu saudara ibu ? ). Tulisku 

Namun karena pesan Whatsapp ku tak juga mendapatkan balasan, akhirnya akupun mencoba tidak menghiraukan semua itu dan kembali tidur dengan berfikir jika perempuan tersebut adalah saudara dari Bu Farah. 

” Mungkin perempuan yang kulihat tadi saudara Bu Farah deh, tapi dari kemarin kok gak turun sama sekali ya. Jangan jangan, mereka sengaja disembunyikan, Tapi pertama kali aku datang kok gak lihat ada orang sih diatas. Terus ada anak kecil juga. Kok aneh sih ” 

Pikiran seperti itu, terus menerus berputar di dalam otakku.

Banyak pertanyaan seputar lantai 2 yang memang menggangguku setelah aku melihat semuanya terjadi dimalam itu. Dan singkat cerita, malam itupun berlalu begitu saja.

Keesokan harinya, semuanya malah semakin aneh saja. Pagi itu, ketika aku bangun dari tidurku, di dapur rumah tiba tiba aku melihat rice cooker ku sudah menyala dengan berisikan nasi yang sudah matang. Dan tidak hanya itu, ada tempe dan tahu yang kemarin baru kubeli, pagi itu juga sudah terlihat selesai digoreng dan siap dihidangkan.

Mengetahui hal itu, jantungku seketika berdetak kencang dengan diringi perasaan yang sudah kebingungan tidak karuan. Karena ponselku masih tertinggal didalam kamar, tanpa menunggu lebih lama lagi, akupun akhirnya berlari kembali menuju kamar agar aku bisa segera melaporkan tentang kejadian tersebut kepada bu Farah.

Tapi anehnya, ketika aku baru saja membuka ponselku. Pagi itu aku melihat jawaban whatsappku yang sepertinya sudah dibalas oleh bu Farah.

” Sudah jangan dihiraukan, kamu inget pesan ibu kan, apapun yang terjadi, jangan naik ke lantai 2 ” tulis bu Farah. 

( Isi percakapan itu sepertinya masih ku screenshot dan masih tersimpan rapi diponselku mas. Semuanya sengaja kusimpan agar aku bisa terus mengingat jika ternyata, Bu Farah waktu itu benar benar mencoba melindungiku. ) Ucap narasumber. 

Melihat hal itu, tentu saja akupun seketika diam dan mulai merasakan jika ada sesuatu yang salah didalam rumah ini.

Dan singkat cerita, karena aku mulai ketakutan, akhirnya aku membawa beberapa mie instan masuk kedalam kamarku dan akupun seketika menguncinya dari dalam. Seharian, aku sama sekali tidak berani keluar dari kamar. Aku hanya diam dengan makan mie instan yang saat itu kuseduh dengan air dingin.

Semua itu, tentu saja kulakukan karena aku benar benar ketakutan dan ingin segera pergi dari rumah tersebut. Namun karena bu Farah berkata akan pulang keesokan harinya, akupun akhirnya memutuskan untuk bertahan dirumah tersebut hingga bu Farah sudah pulang.

Singkat cerita, malam pun tiba

Malam itu, semuanya malah semakin menjadi jadi. Dari arah kamar tidurku, malam itu aku mendengar semuanya. Mendengar suara langkah kaki, suara canda tawa, hingga suara obrolan seseorang yang kini suara tersebut terdengar bersumber dari arah lantai 1 yang berada tidak jauh dari kamar tidurku. 

Dari obrolan yang kudengar tersebut, aku bisa menyimpulkan, jika mereka yang terdengar tersebut sepertinya adalah sebuah keluarga kecil. Hal itu dapat kupastikan dengan suara yang terdengar adalah suara laki laki, suara perempuan dan beberapa suara anak kecil. 

Dan tidak hanya itu, obrolan yang kudengar tersebut berisi sebuah obrolan berbahasa jawa halus lirih yang akupun sangat sulit jika harus memahaminya.

Namun untungnya, masih ada beberapa kata yang hingga kini masih tidak bisa aku lupa 

Mulai dari kata Ari ari – bajang – nyuwun sewu – edan – gembel dan lain lain. Suara tersebut terdengar sesekali disela sela obrolan yang terdengar. Dan dengan menahan semua kengerian itu, akupun akhirnya benar benar bertahan layaknya orang yang sedang beruji nyali.

Hingga akhirnya, aku sudah tidak lagi bisa menahan semua gangguan yang ada. Hal itu tentu saja bukanlah tanpa alasan, karena semakin malam, gangguan yang kurasakan benar benar terasa semakin membahayakan.

Benar sekali, sekitar pukul 02.00 dinihari, aku tiba tiba dikagetkan kembali dengan aroma gosong yang jika kucium dengan lebih dalam lagi, aroma gosong tersebut seperti aroma kabel yang sedang terbakar.

Aroma tersebut, tercium kuat disela sela aku yang masih bertahan didalam kamar. 

Merasakan hal itu, akupun akhirnya memutuskan keluar dari kamarku untuk mencari sumber bau gosong tersebut karena aku yang mulai khawatir, jika ada benda yang sedang terbakar didalam rumah itu. Dan akhirnya, ketika aku membuka pintu kamarku, tentu saja aku seketika menyalakan semua lampu rumah itu agar perasaanku bisa menjadi sedikit lebih tenang.

Dan tidak hanya itu, waktu itu aku juga memegang palu agar aku bisa berjaga jaga jika ada sesuatu yang tidak terduga. Namun sayangnya, ketika lampu rumah sudah menyala, bukannya tenang, perasaanku malah semakin tidak enak saja.

Bagaimana tidak. Waktu itu, tepat diatas meja ruang tengah rumah itu, aku melihat adanya 2 gelas air yang sepertinya baru saja dihidangkan. 1 gelas tersebut, berisikan kopi yang masih panas, dan 1 gelas lagi, berisi air putih yang sepertinya terlihat dingin. Mengetahui hal itu, jantungku pun berdetak semakin kencang dengan genggaman palu yang juga sudah kuperkuat karena aku sudah sangat yakin, jika dirumah itu ada orang lain selain diriku.

” Kopinya masih panas, dirumah ini pasti ada orang lain ” pikirku dalam hati dengan hidungku yang mencium aroma gosong tersebut semakin lama sudah semakin kuat. 

( Sebenarnya waktu itu, aku juga seketika menghubungi bu Farah Via Whatsapp, namun karena belum ada jawaban, Akhirnya aku berhenti menghubungi beliau ) ” imbuh Narasumber. 

Karena aku merasa sudah tidak aman, akhirnya akupun memutuskan untuk berjalan pelan berkeliling rumah meskipun aku tidak bisa memungkiri. Tubuhku waktu itu sudah sangat gemetaran tidak karuan. Langkah demi langkah dimalam itu, hingga kini seolah masih tidak akan bisa aku lupakan. Aku benar benar berjalan perlahan melihat bagian isi rumah dengan diiringi suara tawa yang sesekali terdengar dari arah lantai 2.

” Hihihihihihihihi ” 

Dan naasnya, ternyata bau Gosong yang kucari tersebut, sepertinya bersumber dari arah lantai 2.

Dan karena aku khawatir jika dilantai 2 ada benda terbakar yang bisa membahayakan rumah. Akhirnya akupun memantapkan niat untuk naik kelantai 2 apapun resikonya. 

” Mending kulihat dilantai 2 deh, sepertinya ada benda terbakar. Nanti kalau aku gak naik ke sana, terus ada benda yang terbakar dan rumah ini kebakaran, kan aku yang kena ” fikirku dalam hati sambil mulai melangkahkan kakiku satu persatu ditangga rumah itu.

Sesampainya aku dilantai 2, akupun seketika menekan tombol saklar lampu yang memang berada tidak jauh dari tangga.

Dan anehnya, ketika aku melihat sekeliling lantai 2, aku sama sekali tidak melihat adanya satupun benda yang terbakar. Semuanya benar benar nampak normal layaknya rumah kosong pada umumnya.

Dan singkat cerita, setelah memastikan jika semuanya baik baik saja, akupun mulai melihat lihat lebih dalam lagi isi lantai 2 agar perasaanku bisa sedikit lebih tenang daripada sebelumnya. Dan tidak hanya itu, akupun juga seketika membuka pintu kamarnya satu persatu dan membuka tirai yang memang menutupi bagian ruangan lantai 2 rumah itu.

” Gak ada apa apa sih disini, ini kan memang lantai 2 yang pernah kulihat sebelumnya waktu masih diawal kerja. 

Semuanya bagus kok, gak ada yang aneh. Terus, kenapa kok aku gak boleh naik ya, aneh. disini gak ada benda berharga juga, Tapi ngomong ngomong, suara orang yang kudengar tadi pada kemana ya, kok gak ada wujudnya. ” Fikirku dalam hati dengan menoleh kesana dan kemari. Tapi anehnya, belum selesai aku melihat semuanya, malam itu pandanganku tiba tiba teralihkan kearah salah satu sudut lantai yang ada dibalik hiasan Guci rumah itu.

Dilantai tersebut, aku melihat ada beberapa beras merah, beras putih, dan air berwarna kuning yang di susun rapi disebuah wadah yang sepertinya terbuat dari daun kelapa ( janur ).

Mengetahui hal itu, akupun seketika hendak mendekati beras tersebut yang memang terletak beberapa meter dari tempatku berdiri saat itu. Tapi sayangnya, belum sampai aku ditempat beras tersebut berada, tiba tiba aku melihat ada sosok perempuan berambut panjang yang terlihat berdiri disalah satu sudut lantai 2 ini. Perempuan tersebut, terlihat diam dengan matanya yang terus menghadap kedinding dengan tidak sekalipun menoleh kearahku. Dan tidak hanya itu, dari salah satu kamar yang ada dilantai 2, waktu itu aku juga melihat tiba tiba ada seorang anak kecil yang sedang berlari lari kesana dan kemari.

Mengetahui hal itu, kakiku yang sebelumnya berdiri kuatpun, saat itu seketika terasa lemas disertai dengan nafasku yang juga terasa sulit untuk dihembuskan. Dan tidak berhenti disitu saja, beberapa saat setelah itu, akupun mulai sadar jika sedari tadi, ternyata juga ada sosok laki laki paruh baya yang sedang duduk bersila tepat berada dipojokan ruangan yang ada dilantai 2 tersebut. Sosok laki laki tersebut, terlihat diam dengan wajahnya yang terlihat rata dengan tidak adanya hidung dan mata. ( Malam itu, aku melihat semuanya mas, aku melihat ke 3 sosok tersebut benar benar dengan mata kepalaku sendiri dan berjarak hanya sekitar beberapa meter dari tempatku berdiri. Penunggu rumah itu ada 3 sosok. 

Ada laki laki berwajah rata, perempuan berparas tidak begitu jelas dan beberapa anak kecil yang berbedak tebal. Dan semuanya, benar benar kulihat jelas dalam waktu beberapa menit lamanya. Bahkan, saya juga sempat melirik kearah jam dinding, 

waktu itu tepat pukul 03.25 pagi ) ucap narasumber.

Mengetahui hal itu, tanpa menunggu lebih lama lagi, akhirnya akupun seketika berlari kebawah dan kembali masuk kedalam kamarku dengan perasaan yang sudah sangat ketakutan. Malam itu, didalam kamar, aku terus saja menangis tidak berhenti karena rasa takut yang kurasakan sudah tidak lagi bisa kutahan. Aku menangis semalaman dengan ditemani suara tawa yang masih saja terdengar perlahan.

” Hihihihihihi ” 

Dan singkat cerita, keesokan harinya sekitar pukul 10.30 siang, Bu Farahpun akhirnya sampai dirumah dengan anak dan suaminya. Tapi anehnya, suami dan anak Bu Farah siang itu malah terlihat acuh denganku dan terus saja masuk lalu naik ke lantai 2 dengan tidak sekalipun menghiraukan keadaanku yang saat itu sedang menangis tersedu sedu.

Namun untungnya, semua itu berbeda dengan bu Farah. Bu Farah yang melihat aku sedang menangis, waktu itu seketika menghampiriku dan menanyakan tentang keadaanku.

” Kenapa mbak ” ucap bu Farah pelan. 

Waktu itu, akupun seketika menceritakan semuanya kepada bu Farah tentu saja dengan tetap merahasiakan jika aku sebenarnya sudah naik kelantai 2. Tapi anehnya, ketika mendengarkan ceritaku, bu Farah sama sekali tidak terlihat kaget. Beliau malah terlihat tenang dengan sesekali tersenyum pelan.

” Masak sih mereka ganggu lagi ” sahut bu Farah.

” Loh, ibu sudah tau kalau mereka ada ? ” Ucapku.

” Iya mbak, tapi gak pernah ngganggu kok ” jawab bu Farah. 

Mendengar hal itu, akupun seketika terkejut bukan main dan akupun seketika berpamitan untuk berhenti bekerja dirumah bu Farah.

” Jadi Bu Farah ini sudah tau semuanya, terus kenapa bu Farah malah diam saja, 

kalau begini keadaanya, saya gak kuat jika harus lanjut bekerja disini, maaf ya bu ” ucapku.

Karena bu Farah mengerti dengan perasaanku, akhirnya akupun dipersilahkan untuk berhenti bekerja ditempatnya.

Dan singkat cerita, setelah beristirahat dan mengemasi beberapa bajuku. Sekitar pukul 17.00 Wib, Akupun akhirnya berpamitan pergi dari rumah itu karena aku tidak sanggup dengan semua keadaannya.

” Maaf ya mbak jika ibu punya salah, mbak yakin nih mau pergi. Sebenarnya, saya sudah cocok sama mbak Ayu, soalnya mbak Ayu tuh Sopan, heehe ” ucap bu Farah dengan memberikan sejumlah uang ditangannya.

” Mungkin kalau bantu ibu dirumah lain saya bersedia bu. Kalau dirumah ini, saya gak berani. Maaf ya bu ” sahutku sopan dengan mulai berjalan keluar dari rumah itu. 

” Dimanapun sama mbak, kita hidup didunia ini memang berdampingan dengan mereka. Asal kita gak ganggu, mereka pasti gak akan ganggu kok ” jawab bu Farah pelan.

” Hehehe iya bu, tapi saya gak berani, maaf ya bu. Ngomong ngomong, 

kemana suami dan anak ibu ya, saya mau pamit ” ucapku mengalihkan pembicaraan.

” Oh, mereka sudah tidur, gak usah pamit gak papa kok. Kan katanya kamu juga sudah ketemu mereka tadi malam dilantai 2 ” ucap bu Farah sambil tersenyum pelan.

” loh Maksudnya ? ” tanyaku 

” Kamu kemarin naik kelantai 2 dan ketemu anak dan suamiku kan ” sahutnya dengan menatap mataku dengan diiringi senyuman yang hingga kini tidak akan pernah bisa aku lupakan. Mengetahui hal itu, matakupun kembali terbelalak dengan jantungku yang juga seketika kembali berdetak kencang tidak karuan.

Dan disitu, akupun kembali sadar, seharian tadi sejak bu Farah datang, aku sama sekali tidak lagi melihat adanya suami dan anak bu Farah yang sebelumnya terlihat naik kelantai 2 tersebut.

Mengetahui hal itu, akupun seketika berpamitan pergi dengan langkah kaki yang kupercepat daripada sebelumnya. Dan tidak hanya itu, ketika aku berjalan pergi dari rumah tersebut.

Dari kejauhan, aku kembali menoleh kearah rumah bu Farah yang ternyata, dari kejauhan, aku melihat bu Farah masuk kembali kedalam rumahnya dengan ditemani seorang anak kecil yang tiba tiba ada didepannya. Pemandangan tersebut, adalah pemandangan terakhir yang kulihat didalam rumah bu Farah.

Semua itu terlihat jelas dengan diiringi suara adzan magrib yang terdengar pelan seolah menemani langkahku pergi menuju kembali kerumahku sendiri. Dan sejak saat itu, aku sudah tidak lagi berkomunikasi dengan Bu Farah.

Namun seingatku, dipertengahan tahun lalu, aku sempat melihat kembali iklan lowongan pekerjaan yang sepertinya akan ditempatkan dirumah Bu Farah. Namun setelah beberapa hari kemudian, iklan tersebut sudah menghilang dengan diiringi akun sosial media bu Farah yang tidak lagi bisa kutemukan.

Selesai….

Terlepas dari itu semua, semoga dengan adanya pengalaman ini, 

menjadi pelajaran agar kita bisa lebih berhati hati lagi dalam menjalani hidup. Terimakasih teman teman, semoga cerita ini menemani hari hari kalian.

Sampai jumpa dicerita cerita kami selanjutnya. Mohon maaf..ini bukan cerita dari kaskus ya..dn sjujurnya, saya juga gak pernah baca sama sekali cerita keluarga tak kasat mata yang ada di kaskus..pemberian judul cerita ini atas dasar permintaan dr narsumber sendiri, jadi smuanya mmng bnar2 beda dan mohon maaf bila ada ksamaan. 

Thread By @Lakonstory

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *