RAWON.ID

Semua Tentang Mistis

Kerasukan, Pertolongan Sosok Harimau Gaib

Bismillah..

Sampurasun,

Kembali lagi dengan saya, orang biasa yang punya sedikit pengalaman dan hanya berniat untuk berbagi. Semoga bisa diambil hikmah dan pelajarannya..

Berkenan untuk membaca, silahkan. Kalau tidak, abaikan. 

Ada yang pernah mengalami kerasukan?

Disini saya akan menceritakan pengalaman saya, yang untuk pertama kalinya mengalami hal itu. Desember 2014, saya kembali pulang ke kampung halaman. Setelah sebelumnya saya pergi ke Jakarta untuk mengantar keponakan saya yang mendapat panggilan untuk melaksanakan tes kerja dari salah satu perusahaan, dan di Jakarta pula lah, saya kemudian bertemu dengan seseorang yang alhamdulillah, sampai sekarang seseorang itu menjadi orang tua angkat saya. Saya bisa seperti sekarang ini karena bimbingan dari beliau, di thread berikutnya akan saya bahas awal mula saya bertemu dengan orang tua angkat saya dan kenapa saya bisa seperti sekarang ini. 

Sekitar pertengahan tahun 2015, saya mendapat tawaran kerja dari teman kakak saya yang bertempat di Purwakarta – Jawa Barat. Kakak saya memberitahu agar saya segera berangkat kesana, dan saya pun berangkat bersama keponakan saya yang kebetulan kalau memang ada lowongan pekerjaan, dia ingin mencoba untuk melamar. 

Sesampainya di Purwakarta, saya diajak untuk menginap dirumah mertua kakak saya. Tadinya kami berencana untuk mencari kosan, dan kami pun mengutarakan rencana kami itu kepada kakak saya dan mertuanya. 

Mertua kakak saya mengatakan nanti saja cari kosannya kalau memang sudah diterima kerja, untuk sementara biar kami tinggal di rumahnya. Setelah dua hari kami menunggu, teman kakak saya belum memberi kabar karena katanya dia masih berada di luar kota. Saya pun memutuskan untuk mencari kosan, saya tidak ingin merepotkan kakak dan mertuanya. 

Mertua kakak saya menyetujui permintaan saya dan membantu mencarikan kosan yang tidak terlalu jauh dari rumahnya.

Tetangga disekitar kebetulan punya satu kamar yang berada disamping rumahnya dan sudah lama kosong, sebelumnya kamar itu sempat ditempati oleh anaknya dan kemudian ada orang lain yang menyewa, tapi hanya sekitar satu bulan kemudian pindah ketempat lain. Setelah saya menyetujui untuk menempati kamar tersebut, pemiliknya pun kemudian membersihkan kamar yang akan kami tempati. 

Sore hari, saya dan keponakan pindah ke tempat itu, pemilik kamar sudah menyiapkan kasur lengkap dengan bantal dan selimut. Saya dan keponakan kemudian mulai merapikan baju dilemari yang juga sudah disediakan pemilik kamar. Kamarnya terasa pengap dan gelap karena pentilasinya kurang. Untuk orang yang terbiasa tinggal di daerah yang hawanya dingin, hawa di daerah Purwakarta cukup panas, kakak saya memberikan kipas angin agar kami merasa nyaman dan tidak kepanasan. 

Setelah selesai berbenah, saya dan keponakan pun beristirahat. Saat itu saya belum bisa apa-apa, meskipun kata orang tua angkat saya, sebenarnya saya bisa untuk melihat makhluk-makhluk gaib. Jujur saja, sebenarnya saya adalah seorang penakut. Mungkin karena hal itulah sehingga saya lebih sering mengabaikan kepekaan saya terhadap kehadiran sosok makhluk astral, sekiranya tidak terlalu mengganggu lebih baik saya mengabaikannya. 

Malam pun berlalu, saat pagi saya terbangun dari tidur, saya masih merasa baik-baik saja. Kakak saya datang dan menyuruh kami kerumahnya untuk sarapan, tidak lama dari itu teman kakak saya menelepon agar saya pergi ke kantornya untuk melaksanakan tes kerja. 

Singkat cerita setelah melaksanakan tes, teman kakak saya memberitahu bahwa pengumuman diterima atau tidaknya akan di infokan sekitar dua atau tiga hari lagi. Setelah itu saya kembali pulang, setibanya dirumah saya pun beristirahat. Menjelang malam, saat sedang asyik berbincang bersama keponakan saya. Tiba-tiba saya merasa sangat kepanasan padahal kipas angin menyala. Saya pikir mungkin karena akan turun hujan, kemudian saya bertanya kepada keponakan saya. Apakah dia merasa kepanasan juga atau tidak? 

Keponakan saya mengatakan tidak, dia merasa biasa-biasa saja. Akhirnya saya memutuskan untuk mandi, berharap kalau sudah mandi badan saya akan terasa segar. Setelah selesai mandi, saya kembali ke kamar. Keponakan saya bertanya apakah saya masih merasa kepanasan? Saya mengatakan sudah agak lumayan, dan kami pun akhirnya tidur. 

Tengah malam, saya terbangun dari tidur. Antara sadar dan tidak, saya seperti melihat sorot mata merah menyala disudut kamar. Sontak saya merasa kaget dan ketakutan, saya mencoba membangunkan keponakan saya tapi dia tidak terbangun. Akhirnya saya memejamkan mata dan berdoa dalam hati, sebisa mungkin saya mencoba untuk kembali tidur tapi tidak bisa. Badan saya mulai kembali terasa kepanasan, rasa panasnya seperti berjemur dibawah terik matahari sambil menyalakan api unggun yang besar. 

Dan anehnya, meskipun badan saya merasa kepanasan tapi saya tidak berkeringat sama sekali. Sambil terus memejamkan mata dan berdoa, saya berharap waktu subuh segera tiba agar saya bisa kerumah kakak saya. Pada saat itu waktu terasa berjalan sangat lambat, saya sudah benar-benar tidak kuat menahan rasa panas yang seolah badan saya sedang berada di dalam open dengan suhu panas yang tinggi. Tiba-tiba, seperti ada langkah kaki yang mendekat. 

Kejadiannya hampir serupa dengan yang pernah saya alami sewaktu di Jakarta, tapi kali ini berbeda. Sosok yang mendekat itu terasa seperti menjulurkan lidahnya, ada rasa dingin dan basah di kaki saya. Saya tidak berani untuk membuka mata, kemudian saya menarik selimut untuk menutupi wajah. Saya pun memeluk erat keponakan saya sambil terus membacakan ayat-ayat suci Al-Qur’an, keringat dingin rasanya mulai bercucuran. Sosok itu tidak lagi mendekati saya, hanya saja saya merasa dia masih berada disamping tempat tidur.

Sayup-sayup terdengar adzan subuh berkumandang, saya masih belum berani membuka mata. Baru setelah adzan selesai berkumandang, saya memberanikan diri untuk membuka mata saya dan membangunkan keponakan saya untuk shalat subuh. Aneh memang, seketika itu juga badan saya kembali normal dan tidak sedikit pun merasa kepanasan, saya tidak mengatakan apapun kepada keponakan saya mengenai apa yang tadi saya alami dan saya lihat, karena saya tidak ingin membuatnya takut. Karena badan saya sudah kembali normal, saya pun mengurungkan niat untuk pergi ke rumah kakak saya. 

Setelah selesai shalat, saya kembali berbaring karena saya merasa ngantuk setelah semalaman tidak bisa tidur. Belum lama tertidur, saya bermimpi ada sosok seperti genderewo keluar dari belakang lemari yang berada disudut kamar. Matanya merah menyala dengan lidah menjulur panjang, persis seperti yang semalam saya lihat, sosok genderewo tersebut menghampiri saya dan menarik badan saya.

Kuku tangannya yang runcing dan tajam itu mencengkram tangan saya, terasa sangat menusuk sampai tangan saya berdarah. Sontak saya terbangun dari tidur, dan badan saya kembali kepanasan. Keponakan saya sampai kaget dan bertanya kenapa? 

Saya mengatakan badan saya terasa kembali panas dan lebih panas dari yang kemarin saya rasakan, keponakan saya menyalakan kipas angin dan mendekatkan kipasnya di depan saya. 

Semakin lama, angin dari kipas itu malah terasa lebih membuat saya kepanasan. Wajah saya mulai memerah, kepala saya terasa sangat berat. Saat itu pula, badan saya terasa lemas. 

Saya bertanya dalam hati sebenarnya ada apa ini?

Saya kemudian berdoa sebisa saya, memohon kepada Allah agar memberikan perlindungan dan pertolongannya. Tak lama, saya mendengar seperti ada suara auman harimau. Saya bertanya kepada keponakan saya, apakah dia mendengar suara auman itu?

Keponakan saya mengatakan kalau dia tidak mendengar apa-apa, dia pun menyuruh saya untuk beristighfar. Sambil beristighfar, saya mencoba menenangkan diri. Tiba-tiba pundak saya terasa sangat berat, dan saya tidak bisa mengontrol tubuh saya. Akhirnya saya merasa seolah ada yang merasuki tubuh saya, pikiran saya masih sadar, tapi saya tidak bisa melawan sesuatu yang seolah menggerakan tubuh saya. Saya kemudian merangkak dan mengeluarkan suara seperti auman harimau, memutar-mutar ditengah ruangan kamar.

Keponakan saya memangil-manggil saya, tapi saya terus mengaum seperti harimau dan mengarahkan pandangan ke sudut kamar. 

Keponakan saya berlari keluar kamar dan memanggil kakak saya ke rumahnya, kakak saya pun datang di ikuti oleh suaminya. Melihat kondisi seperti itu, kakak saya menyuruh suaminya untuk memanggil ustadz. Tidak lama, ustadz yang kebetulan baru pulang dari mesjid datang dan mencoba mengeluarkan sosok harimau gaib yang merasuki saya. Tapi sosok harimau itu tidak mau keluar, seolah dia ingin mengatakan bukan dia yang harus di keluarkan, karena dia berniat untuk membantu saya melawan sosok genderewo itu dan menghalangi agar sosok genderewo itu tidak merasuki tubuh saya. 

Karena pandangan saya terus tertuju ke sudut kamar, ustadz itu pun akhirnya mengerti. Beliau membacakan doa dan memercikkan air yang sudah beliau doakan ke sudut kamar, kemudian beliau mengusapkan air itu ke wajah saya. 

Akhirnya, saya pun sadar dan bisa mengontrol tubuh saya kembali. Saya dibantu untuk duduk oleh kakak dan keponakan saya, kakak saya bertanya kepada ustadz itu apa yang sebenarnya terjadi dan kenapa saya bisa kerasukan? 

Ustadz itu mengatakan, ada sosok makhluk yang sudah berada sejak lama dikamar ini yang ingin mencoba mengganggu saya, namun ada sosok harimau gaib yang membantu melawannya. 

Karena saya belum bisa melihat secara jelas dan tidak mengetahui bahwa sebenarnya sosok genderewo itu ingin mencelakai saya, makanya sosok harimau itu merasuki badan saya. 

Sosok harimau itu hanya berniat menolong dan menghalangi, tadinya sosok genderewo itu yang akan merasuki saya. 

Dan ternyata, memang sudah sejak lama dikamar itu sering terjadi hal-hal mistis. Setiap orang yang menyewa kamar itu tidak ada yang betah, pemilik tempat tersebut kurang mempercayai hal-hal seperti itu. Tapi setelah kejadian itu, dia pun meminta ustadz tersebut agar sekalian membersihkan kamar yang kami tempati dari hawa negatif dan mengusir sosok gaib yang menjadi penghuninya. 

Ustadz mengatakan, bahwa beliau melihat sosok harimau yang merasuki saya sudah membawa genderewo itu pergi, jadi tinggal melakukan pembersihan dari sisa energi negatif dan mentralkannya kembali. 

Sebenarnya beberapa hari ini, sosok harimau yang entah dari mana asalnya itu ingin memberitahu saya bahwa ada sesuatu yang akan membahayakan saya, tapi saya tidak peka. 

Keponakan saya pun menceritakan bahwa dari kemarin saya merasa kepanasan yang berlebih, tapi tidak berkeringat sama sekali. 

Ustadz menjelaskan bahwa itu adalah reaksi dari benturan energi yang terjadi, energi negatif dari sosok genderewo dan energi positif dari sosok harimau itulah yang saling berbenturan, tapi efeknya saya yang rasakan. 

Itu adalah kali pertama saya mengalami kerasukan, alhamdulillah sampai sekarang setelah saya bisa seperti ini tidak pernah lagi mengalami kerasukan. Meskipun ada yang merasuki, tapi saya bisa mengontrolnya. 

Setelah kejadian itu, saya pun memutuskan untuk pulang ke kampung halaman sembari menunggu kabar dari teman kakak saya. Itulah sepenggal kisah nyata yang saya alami, sebelum seperti sekarang ini, saya pun pernah beberapa kali mengalami gangguan gaib. Saya sangat bersyukur karena Allah SWT selalu melindungi saya melalui perantara-perantaranya. 

Mungkin disini ada teman-teman yang pernah mengalami kerasukan? Bagaimana rasanya? Kalau yang saya rasakan seperti yang saya ceritakan tadi, tapi karena mungkin yang merasuki saya itu sosok makhluk gaib dengan energi yang baik, jadi pikiran saya masih bisa sadar. 

Hanya saja saya tidak bisa mengontrol tubuh saya, karena seolah ada yang menuntun atau menggerakkan.

Semoga kita semua senantiasa di jauhkan dari gangguan-gangguan jahat, baik itu dari makhluk gaib ataupun dari sesama manusia. Aamiin Ya Rabbal’alamin.. 

Thread by @TianRostiani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *