RAWON.ID

Semua Tentang Mistis

KKN di perbatasan Kabupaten

 Kami salah satu kelompok KKN yang di tempatkan di salah satu dukuh, tepatnya di perbatasan kabupaten . Kami berjumlah 17 orang beranggotakan 10 cewe dan 7 cowo . Singkat cerita kami penerjunan KKN tanggal 23 juli di gedung (sensor) .Pada saat itu lanjutlah kita perjlanan ke posko

 Kita semua sampai di posko sekitar jam 3 sore, dan masing2 sibuk membereskan barang2nya sendiri . Salah satu teman saya mega namanya, dia bilang :

” Aku capek banget nih ” Aku tiduran di kamar dulu yaa .

Tidurlah dia di kamar sendiri dan itu terjadi sekitar jam 5 lebih

 Terjadilah hal yang membuat mega tiba2 terbangun dari tidurnya Pada saat mega tidur dia merasa ada seseorang di pintu dan menertawakan dia ( mega menoleh tapi tidak ada siapa2 di pintu tersebut )

 Dan lebih mengejutkan lagi, saat bangun seperti ada sesuatu yang menetes dibibir bawahnya (sebelah kanan) otomatis mega bangun dan mengecek apa yg sudah menetes tadi dengan jarinya

 Dan jeng jeng jeng…

ternyata ia melihat setetes darah di jarinya, untuk memastikan benar atau tidak ia mengelap bibirnya dengan tisu dan ternyata benar ada bercak darah di tisu tersebut. Mega mengambil kaca dan melihat apakah bibirnya terluka akibat bibir kering dan sbgainya

 (Adzan maghrib berkumandang suasana sunyi)

Dengan kejadian tersebut mega bingung dan merinding karna kejadian tersebut di luar nalar . Dan akhirnya mega menceritakan kejadian tersebut dengan teman sekamarnya ( Endah, Nia, Anggun, Kesia )

 Saat mereka mndengarkan cerita tersebut suasana semakin sunyi dan memang benar2 terlihat aneh .

Lalu menyeletuklah salah satu temanku dari arah dapur kalau dia mencium bau “Menyan”

Otomatis kita berada di kamar kaget dan keluar dr kamar

 Saat itulah aku merasa sangat heran karna baru saja datang di posko sudah di sambut dengan kejadian kejadian yang tidak mengenakkan .

 Gambaran poskonya : lengkap dengan perabotan rumah, bagian depan ruang tamu dan keluarga, setelahnya ada 2 kamar, dapur, dan kamar mandi. sebelum di huni memang ada penghuninya, tetapi kalau malam di biarkan kosong dan keadaan posko sedikit sayu dan sintru

 Esok harinya setelah seharian melakuan kegiatan masing2 kami selalu melakukan evaluasi guna untuk mengetahui bagaimana jalannya kegiatan yg sudah di lakukan, saat itu temanku bernama NIA dia tbtb diam dan tatapannya aneh, lalu aku bertanya

 ” Nia, enek opo? “

-Nia ada apa ?

Dia menjawab

“Gak popo ndah, aku mau reti sosok ireng pendek mlakune pincang gek ng koco konokui” (Nunjuk ke arah kaca)

-Gapapa ndah, tadi cuma kaya lihat sosok item pendek jalannya agak pincang di kaca situ-

 Setelah evaluasi selesai kami semua tidur, hingga hari berganti dan terus berjalan dengan kesibukan setiap harinya .

 Sedikit nyindir nih hehe

Di kelompok saya banyak yang cinlok, haha namanya juga selalu melakukan kegiatan bersama selama 40 hari, dan bisa di katakan memang sering bertemu untuk melakukan semua aktivitas dan kegiatan . Tapi sorry aku nggak yaa :v

 Selama berjalannya waktu, lama kelamaan sifat temanku satu persatu terlihat . Katakanlah Ratih, dan Hayu . Ratih adalah anak indigo yang bisa melihat mereka yang kasat mata dan memiliki sensitivitas yg sangat tinggi

 Sedangkan hayu, dia cewe pendekar hehe, alisan anak perguruan yang mempunyai (pegangan) atau semacamnya lah

 Suatu hari, banyak pro kontra yang terjadi di poskoku, karna ya namanya juga ada yang cinlok otomatis ada yang cemburu dong, dan hal tersebut menimbulkan kelompokku tidak kompak lagi

 Ratih dan Fajar, mereka selalu bersama, ntah itu boncengan, makan, santai intinya mereka selalu menghabiskan waktu berdua, tetapi mereka berbeda kepercayaan(agama). Ratih juga sering bercerita hal2 mistis dengan kami

 Malam itu, ntah itu hari ke berapa lupa, ratih sedang mengalami suatu masalah yang besar sehingga membuat konsentrasinya tidak baik. Dan akhirnya….

Dia kesurupan . Ada sesosok masuk kedalam tubuhnya dan dia menangis sambil meringkuk..

 Hayu, orang yang biasa menangani hal tersebut langsung aja mengatasi si ratih, sosok dalam tubuh ratih berkata

“Kalian disini tolong jangan teriak2, jangan rame, jangan suka ngomongin orang, saya nggak suka”

Saat itu di kamar ada aku, hayu, ratih, mega dan Nia dan tak berhenti

 Membacakan doa ayat kursi dan semacamnya,

Hayu bilang :

” Nggih ngapuntene ingkang rencang2 sampun ganggu, sak niki jenengan medal saking tubuh ratih nggih”

– iya maaf kalau teman2 sudah ganggu, sekarang tolong kamu keluar dari tubuh ratih –

 Akhirnya ratihpun bisa di netralkan dan sadar . Dia tanya

“Aku kenopo ?”

– aku kenapa ?-

“Kowe lagi wae kelebon, wong sg nunggu omah iki ora seneng yen enek wong rasan2, bengok2 dan rame sak polahe dewe” Kata Hayu

 -kamu baru aja kemasukan, sosok yang menunggu di rumah ini tidak suka jika ada orang suka gibah, teriak2, dan rame sesukanya sendiri-

 Setelah itu ratih berkata :

“Sore mau aku pas metu karo fajar golek madang, awakku wis rapenak, tiba2 panas dan aku mutah ng pinggir dalan”

Dan otomatis semua yang berada di situ merinding dan merasa bahwa semakin hari semakin banyak hal hal aneh dan mistis yang terjadi

 Pagi harinya, free day ( hari bebas tanpa kegiatan )

Aku putuskan aku ingin pergi main, keluar dari posko itu karna memang susah sinyal, sumpek dan mau kemana2 susah . Jalannya juga naik turun ngeri karna memang jalan pegunungan jadi ya makhlum lah

 Hari itu aku pergi bersama Nia, Hayu, Ratih, Fajar dan Mega ( ke solo dong ke mall refresh otak haha ) dan sampailah kita ke tempat tujuan dan tak terasa hari berlalu dengan cepat dan jam menunjukkan pukul 4 lebih saat itu .

 Dan kami memutuskan untuk kembali ke posko karna memang hari esok ada kegiatan lagi .

Perjalan kurang lebih 1 jam setengah an .

Di pertengah perjalanan Nia yang berbonceng dengan Hayu tiba tiba melaju dengan pelan .

 Nia merasakan berat sekali, seperti muatannya bertambah,

“Mbak hayu, kok abot to knopo iki?”

-mbak hayu, kok berat ya kenapa ini?-

 “Wes meneng o mlakuo terus wae”

-sudah diam saja jalan terus aja-

Saat di jalan tersebut juga aku dan mega mencium bau singkong bakar, yang di yakini bau tersebut adalah sosok GENDRUWO !

reflek aku berkata dengan mega

 ” Meg, kowe po mambu ?”

– meg, kamu apa mencium bau sesuatu?-

“Iyo ndah, ng tikungan mau to”

-iya ndah, di tikungan tadi to?-

 “Hoo meg pas moro2 nia mlaku alon mau, rasane koyo kepiye ngono?”

-iya, waktu tadi tiba2 nia berjalan pelan . Rasanya gmna gt-

Dan akhirnya sampailah di posko ber 6 dengan selamat

Alhamdulillah

 Dan berceritalah hayu tentang kejadian saat berjalan menuju posko tadi

“Mau ki enek sg katut, nia tak kon minggir malah nengah yo ketabrak”

-tadi ada yang ikut, nia aku suruh minggir malah ke tengah, ya nabrak-

 Singkat cerita

saat itu sudah sekitar tanggal 15 an dan aku ijin untuk ke solo karna ada urusan kampus serta mau ambil motor karna waktu berangkat ke posko aku nebeng Nia . Akhirnya aku ke solo dan menginap 1 hari . Aku ke solo bersama Nia dan Mega . Yg boncengan aku dan nia

 Setelah urusan selesai tanggal 16 an sore kami bertiga naik motor sendiri dan di pertengahan jalan menuju posko yang melewati jalan naik turun, gelap dan pastinya hutan2 belaka, tak ada penerangan sama sekali kecuali lampu motor kita bertiga

 Saat itu aku jalan paling depan, tengah mega dan belakang sendiri tentunya NIA . kami berjalan pelan karna memang saat itu semua perempuan, jalan nya juga serem dan tidak ada motor berpapasan dengan kami bertiga

 Sampailah kita di jalan menyabang 2 . Dan sebelum jalan tersebut adalah kuburan tepatnya di kiri jalan . Aku selalu berusaha tenang saat berjalan di depan karna memang penunjuk jalan untuk teman2 ku di belakang . Dan apa yang terjadi ?

 Kiri jalan sesudah melewati kuburan sebelum jalan menyabang ada sosok putih meloncat dan kemudian terbang hilang ntah kemana . Aku spontan berkata

“Astagfirullah ya Allah lindungi aku !” Kui mau opo

-itu tadi apa-

 Dan hampir aku berbelok kiri ke jalan salah karna jalan ke posko melalui jalan yang ke kanan . Saat ituu Mega dan Nia juga berwajah Tegang dan mereka tentunya diam saja ( karna pamali jika kita bercerita mistis di tempat yang mistis pula )

 Setelah sampai di dukuh tempat kami KKN kami bertiga mampir di sebuah toko klontong . Untuk membeli minum dan beristirahat sejenak . Lalu aku tanya pada nia yang daritadi terlihat ngos2 an dan wajah tegang

 ” Ni, kowe mau opo ngerti ? Ng dalan nyabang mau ?

– Ni, kamu tau ngga yang di jalan nyabang tadi-

“Astgafirullah ndah sumpah aku reti, gek aku moco doa sampe kliru doa makan doa tidur kabeh tak woco saking aku wedine” Ya Allah tak kiro gur aku sing reti

 -Astagfirullah ndah sumpah aku tau, aku baca doa sampai keliru doa makan dan doa tidur, semua aku baca karna aku takut banget

Ya Allah aku kira cuma aku yang tau-

 Dan aku sama Nia penasaran ke Mega apakah dia juga di perlihatkan sosok yang terbang tadi

“Meg, kw mau po reti enek sesuatu ng dalan nyabang pas aku meh salah dalan mau?”

– Meg, kamu tau ngga ada sesuatu di jalan nyabang pas aku mau salah jalan tadi ?-

 “Ora i, la enek opo emang ? Yen aku pas sak wise kuburan kiri jalan mau dalan medun aku mambu gak enak banget”

– Nggak, la emg ada apa ya ? Kalau aku tadi cuma nyium bau gak enak gitu pas di jalan turun seudah kita lwatin kuburan-

 Akhirnya kita tidak membahas lagi kejadian tersebut . Hari terus berlalu dalam selang waktu saat itu terasa tenang2 saja dan sibuk untuk melakukan kegiatan masing2 .

 Tak terasa haripun berlalu dengan cepat dan sudah berada di tanggal 28 . Selama aku dan teman2 menjalankan KKN di dukuh batas kabupaten tersebut penuh dengan segala rasa

 Sedih, senang, susah, kekeluargaan apapun itu kita rasakan .Masyarakat disitupun semuanya sangatlah baik, ramah, dan suka membantu saat kita susah ( dalam hal makanan tentunya hehe )

Acara perpisahan dengan dukuh2 yang ada di desa tersebut juga sudah di laksanakan pada tanggal 25

 Kini waktunya kami berpamitan secara kekeluargaan di rumah pak kades, pak rt, pak sekdes dan perangkat lainnya dengan mendatangi rumah mereka masing2 serta meminta doa restu agar ilmu yang kami bawa dari universitas dan ilmu yang kami dapat selama kita menjalankan KKN dapat

 Bermanfaat untuk semua orang . Ku pikir semua sudah selesai dengan drama kemistisan disni, karna sebenarnya cerita ini saya ambil intinya dan tak terlalu panjang lebar . Masih banyak lagi cerita2 yang belum saya ceritakan disini .

 Tapi dugaanku salah,

Hari ini tadi tanggal 29 saat kita semua bergilir berpamitan ke kelurahan dan ke Sd2 tempat kami melaksanakan proker, lalu kembali ke posko, semua berboncengan kecuali ketua kelompokku, intinya fajar bonceng dengan hayu, aku dengan mega, nia dengan ratih dan

 Lainnya dengan boncengannya masing2 . Di jalan fajar sudah mengeluh jika badannya tiba2 lemes dan panas banget .

Saat sampai di posko fajar diam dan akhirnya brrrrrgggggggg

 Dia kesurupan, kejang dan nafasnya seperti ngos2 an tersedak . Mbak hayu spontan mendoakan fajar dan ratih mengambil bawang putih, lalu di pegangilah fajar oleh jevry, hayu, ratih dan delia

 Fajar masih belum sadar, dia sampai terbujur kaku dan meringkik . Aku dan teman2 yg lain di dalam posko hanya melihat dan mendoakan agar fajar tidak kenapa2

 Lagi lagi dia ketempelan dan kesurupan sesosok yg tak kasat mata, setelah sadar aku menyuruhnya untuk membaca istigfar sebanyak2 nya . Dan di berilah minum air putih untuk fajar

 Setelah itu, sore tadi sampai malam jam 9 an kami baru selesai mengunjungi rumah2 perangkat desa. O ya perlu saya jelaskan jalan yang kita lwati ini berbeda dengan jalan yg biasa kita lewati setiap harinya . Jalan kali ini lebih sempit, penuh dengan batu, dan kanan kiri semak2

 Saat sadar fajar mengeluh kalau badannya lemas dan menggigil . Lalu pukul 4 lanjutlah kita ke rumah perangkat2 desa untuk melanjutkan pamitan karna memang besuk tanggal 30 kita semua penarikan dan penutupan KKN dari kampus

 Semua selesai pukul 9 malam dan kita kembali ke posko. O ya perlu saya jelaskan bahwa kita saat ini tidak melewati jalan seperti biasanya karna di tutup dan mengalami perbaikan total . Dan akhirnya kita di beri akses jalan yg lebih jauh tentunya jalannya lebih sempit, berbatu dan

 Kanan kiri di jurang dan semak2 . Saat kembali melewati jalan tersebut rasanya memang benar2 dingin, sunyi, dan lebih pelan karna memang jalannya sangat mengerikan, berbatu tak beraturan . Lalu lagi2 nia mencium bau bau yang tidak enak

 Dan akhirnya sampailah kita semua di posko , sampai posko semua membereskan barang masing2 dan membersihkan posko . karna akan drop barang paginya

Itulah fakta kisah selama KKN ku, semua ini sudah mendapat persetujuan dari semua pihak yang bersangkutan . Dan hak kalian mau percaya atau tidak karna cerita yang terjadi tidak ada yang di tambah2 i untuk mengesankan bertambahnya horor di dalam cerita ini

 Mohon maaf jika bahasa yang mungkin kurang enak untuk menyampaikan cerita, karna memang begitu adanya . Mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisan alias typo hehe

 Pesannya :

Di manapun tempatnya selalu ada penunggunya, mereka tidak akan mengganggu kalau kita juga tidak mengusik. buat kalian selalu sopanlah di manapun kalian berada dan jangan lupa berdoa agar selamat dalam situasi apapun

Sekian dan trimakasih sudah membaca thread ini:)

Thread By @EndahRatih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *