RAWON.ID

Semua Tentang Mistis

Kuliah Malam

( Semua nama, tempat dan waktu dalam cerita ini disamarkan. Mohon maaf jika ada kesamaan ).

Kamis, pukul 19.00 malam.

Alarm kecil yang kuletakkan disamping ranjang kosku, waktu itu tiba tiba bergetar dan berbunyi dengan suara yang sangat keras. 

” Kriiiiiiiiiinggggggg “

Mendengar hal itu, aku yang sebelumnya hanya sibuk mengotak atik ponselku, malam itu tentu saja seketika bersiap mengingat, bunyi alarm tersebut menandakan jika tepat 1 jam lagi, aku ada jadwal baru mata kuliah yang harus kulakukan. 

Jadwal tersebut, selain masih pertama bagiku, jam yang akan berjalan adalah dijam 20.00 wib, atau biasa kami para mahasiswa menyebutnya, dengan sebutan kuliah malam. Disitu, tentu saja akupun segera menyiapkan semua buku dan perlengkapan yang harus kubawa saat mata kuliah malam tersebut ada.

Dan tidak hanya itu, karena waktu itu aku malas untuk pergi mencari makan, akhirnya akupun memutuskan untuk hanya membawa roti yang nantinya akan kumakan didalam kelas. 

” Ah mending kubawa roti ini sajalah daripada beli makanan, biar lebih hemat ” fikirku dalam hati sambil memasukan 2 buah Roti yang saat itu memang tergeletak diatas meja kecil kamarku. 

Namun anehnya, belum selesai aku mempersiapkan semua itu, tiba tiba ponselku berbunyi dengan notifikasi yang menandakan, jika saat itu Niken, salah satu teman kuliahku ternyata sedang menghubungiku. 

” Halo ken, ada apa ” ucapku sambil tanganku yang terus memasukan satu persatu buku kedalam tasku.

” Aku gak masuk ya Del, badanku sakit semua. Nanti kalau ada tugas, aku kabarin ya ” jawab niken yang waktu itu terdengar seperti kurang enak badan. 

Mengetahui hal itu, akupun sedikit kecewa karena akupun tau, dikelas kuliah malam tersebut, mahasiswa lain yang kukenal hanyalah Niken. Selain Niken, aku sama sekali tidak mengenal yang lainnya karena banyak dari mereka yang berasal dari jurusan yang berbeda denganku. 

” Ya sudah, cepat sembuh ya ken, kamu ini, baru pertama kali ada kuliah malam, sudah gak masuk, kan aku jadi sendirian ” imbuhku lesu.

” Ya mau gimana lagi del, badanku gak kuat ” jawab Niken

Dan setelah obrolanku via telpon dengan Niken selesai, akhirnya akupun berangkat dengan berjalan kaki menuju kampusku yang memang berjarak sekitar 200m dari tempat kosku.

Sepanjang perjalanan, tentu saja aku hanya diam sambil sesekali melihat bagaimana kondisi lingkungan yang waktu itu sedikit sepi dan tidak seperti biasanya. 

Hal itu, dapat kulihat dari beberapa warung makan pinggir jalan yang biasanya memang selalu terlihat ramai dengan para mahasiswa perantauan sepertiku, malam itu terlihat berkurang pengunjungnya dengan hanya ada satu atau dua mahasiswa saja. 

” Hmmmmmm, tumben jalanan ini sepi, biasanya selalu ramai ” fikirku dalam hati sambil kakiku yang terus saja melangkah tidak berhenti.

Dan akhirnya, tanpa memperdulikan semua itu, akupun melanjutkan perjalananku menuju kampusku yang memang terletak persis di ujung jalan yang kulalui waktu itu.

Singkat cerita, setelah beberapa lama kemudian, akupun akhirnya sampai di gerbang utama kampusku yang malam itu terlihat sepi dengan hanya ada bapak Satpam yang sibuk menonton pertandingan Bola. 

” Pak..” sapaku sopan sambil tidak sekalipun menghentikan langkah kakiku.

” Lo mbak Adel, ada jadwal kuliah ya mbak ” sapa pak Satpam tersebut.

” Heheh iya pak ” jawabku singkat.

” Kok tumben sendirian ” imbuh pak Satpam.

” Iya nih pak, temen temen pada gak masuk ” 

sahutku sambil terus berjalan karena malam itu, waktu sudah menunjukan pukul 19.40 malam.

Dan anehnya, setelah beberapa lama berjalan, aku seolah baru menyadari jika waktu itu, keadaan kampusku juga benar benar terlihat sepi dengan tidak ada siapapun yang terlihat wara wiri. Mengetahui hal itu, akupun seketika mempercepat langkah kakiku dengan pandanganku yang sesekali kuarahkan kekanan dan kekiri.

” Busset, jadi begini ya rasanya kuliah malam, sepi banget nih kampus ” fikirku dalam hati.

Namun anehnya, setelah beberapa lama aku berjalan menyusuri jalanan yang ada didalam area kampus, tiba tiba aku dikejutkan dengan suara teriakan yang terdengar memanggil manggil namaku dari kejauhan.

” Adel………”

Mendengar hal itu, pandangankupun teralihkan kesalah satu sudut yang ternyata, malam itu adalah Siska yang sedang menyapaku.

” Kamu mau kemana del ” imbuhnya keras.

” Aku ada jadwalnya bu Farah ” ucapku.

” Sendirian..? Dimana,,? ” jawab Siska yang terlihat sambil berjalan mendekatiku.

” Katanya sih digedung 4, lantai 7, ruang pojokkan. ” Ucapku sambil berhenti sejenak. 

Mendengar ucapanku, Siska yang sebelumnya terlihat tersenyum menyapaku, malam itu tiba tiba terlihat kaget dengan raut wajahnya yang seolah tidak percaya dengan apa yang barusan aku katakan. 

” Hah yang bener,,,eh jangan sendirian del ” sahut Siska sambil terlihat mempercepat langkah kakinya kearahku.

Namun karena waktu yang kurasa sudah semakin mepet, akupun akhirnya memutuskan untuk pergi meninggalkan Siska karena aku takut ketinggalan mata kuliah yang sepertinya sudah akan dimulai tersebut.

” Nanti saja ya sis kalau sudah pulang aku main ke kosmu, sekarang aku buru buru..yaudah ya…bye ” jawabku karena aku menganggap akan terlambat jika aku harus mengobrol dengan Siska terlebih dahulu. 

Mengetahui hal itu, Siska yang sebelumnya berjalan kearahkupun, tiba tiba terlihat berhenti dengan tetap menatap kearah wajahku dengan tatapan yang sepertinya keheranan.

Dan singkat cerita, setelah aku pergi meninggalkan Siska, malam itu akupun melanjutkan langkahku  menuju kearah gedung yang memang terletak dibagian paling ujung kampusku. Disitu, aku sedikit mempercepat langkahku karena waktu yang saat itu sudah semakin mepet.

Hingga akhirnya, tepat pukul 20.00 malam, akupun sampai digedung tujuanku dan mulai menaiki tangga satu persatu untuk menuju lantai paling atas yaitu lantai 7 yang dimana, dilantai itulah mata kuliahku akan dilakukan. Malam itu, dilantai ke 2, 3 dan 4, aku masih melihat adanya beberapa mahasiswa lain yang terlihat masih nongkrong dan ada juga yang terlihat berjalan turun. 

Namun anehnya, ketika aku sampai di lantai 5, keadaan gedung waktu itu sudah benar benar terlihat sangat sepi. Lampu penerangan yang terlihat ada beberapa yang mati ditambah hawa dingin yang terasa menghampiri, membuatku waktu itu memang sempat berfikir jika sepertinya aku tidak seharusnya berada digedung ini.

” Kok fikiranku jadi gak enak gini ya, jangan jangan aku salah gedung, kok sepi banget sih ” fikirku

Dan dengan mencoba terus berfikiran positif, akhirnya akupun melanjutkan langkahku hingga ke lantai 6. 

Suasana lantai 6, bisa dibilang tidak berbeda dengan lantai 5 sebelumnya. Hawa yang semakin dingin dengan pandangan yang semakin gelap, membuat langkah kakiku yang sebelumnya cepat, waktu itu perlahan seketika kupelankan. 

Dan untungnya, meskipun suasana lantai 6 terlihat sangat mencekam, waktu itu aku masih melihat adanya ibu ibu yang terlihat dari kejauhan sedang menyapu lantai dengan posisi tubuhnya yang sedikit menunduk layaknya orang bungkuk. Mengetahui hal itu, perasaankupun sedikit lega  yang akhirnya, akupun dengan mantab melanjutkan langkahku menaiki tangga menuju kearah lantai puncak, yaitu lantai 7.

” Alhamdulillah, masih ada orang bersih bersih, jadi gak sepi sepi amat ” fikirku dalam hati sambil kakiku yang perlahan terus menaiki tangga terakhir yang ada di gedung ini.

Namun anehnya, sesampainya aku dilantai 7, aku seketika terkejut bukan main karena saat itu, keadaan lantai 7 benar benar sepi dengan tidak adanya satupun lampu yang terlihat menyala menerangi. Dan tidak hanya itu, selain sepi, kondisi lantai 7 tersebut sangatlah kotor seolah olah tidak pernah digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Hal itu, tentu saja dapat terlihat dari meja dan kursi di setiap ruangan kelas yang masih terlihat berantakan ditambah kaca kaca yang juga ada yang terlihat pecah tidak karuan.

Mengetahui hal itu, akupun seketika menghentikan langkahku dengan perasaan yang mulai campur aduk tidak karuan karena selain kebingungan, waktu itu aku juga mulai perlahan ketakutan. 

” Waduh kok serem begini sih,, pasti aku salah informasi deh, ” fikirku dalam hati sambil aku yang mulai mengeluarkan ponselku agar aku bisa segera menghubungi Niken.

Namun anehnya, belum selesai aku berusaha menghubungi Niken, malam itu tiba tiba aku dikejutkan  dengan suara langkah kaki menaiki tangga yang terdengar dari bawah dan menuju kearah lantai tempatku berdiri.

” Plek plek plek Plek plek plek”

Mendengar hal itu, akupun sedikit terkejut sambil terus menatap kearah ujung tangga dengan perasaan yang penasaran siapakah sumber suara langkah kaki yang kudengar tersebut.

Hingga akhirnya, setelah beberapa saat kemudian, akupun melihat adanya beberapa laki laki dan perempuan yang terlihat sampai di lantai tersebut lalu mereka berjalan melewatiku begitu saja dengan tidak sekalipun menghiraukanku yang memang berdiri tidak jauh darinya.

Dan anehnya, beberapa anak tersebut terlihat terus berjalan kearah ruang pojokkan yang dimana, diruangan itulah tempat yang akan aku gunakan di jadwal mata kuliah malam tersebut. 

Mengetahui hal itu, akupun seketika kembali terkejut karena ruangan pojokkan yang sebelumnya kulihat gelap dan kosong tersebut, tiba tiba terlihat menyala redup dengan lampunya yang juga terlihat kurang terang. 

Mengetahui hal itu, akupun seketika bergegas mengikuti langkah beberapa mahasiswa tersebut karena aku menganggap, aku memiliki jadwal yang sama dengan mereka.

Dan singkat cerita,

Sesampainya aku diruangan pojokkan tersebut, fikiranku yang sebelumnya sudah kebingungan, waktu itu semakin bertambah menjadi keheran heranan karena saat itu, ternyata diruangan tersebut sudah ada beberapa mahasiswa yang duduk saling berjauhan namun tidak terlihat saling berbincang bincang. 

Mengetahui hal itu, akupun perlahan memasuki ruangan kelas tersebut dengan tatapan yang terus kuarahkan kearah semua mahasiswa yang saat itu memang terlihat sangat mencurigakan.

Hingga akhirnya, Tanpa memperdulikan semua itu, akupun duduk disalah satu bangku yang ada diruangan itu dengan perasaan yang terasa semakin lama sudah semakin tidak bisa aku jelaskan.

Malam itu, Satu persatu mahasiswa yang saat itu ada didalam ruangan tersebut, kuperhatikan dengan lebih teliti lagi dengan sesekali aku menoleh kekanan dan kekiri karena aku sebenarnya merasakan, jika aku seolah olah sedang tidak ada di kampusku sendiri.

” Kok rasanya asing banget sih, aku gak kenal mereka semua, jangankan kenal, lihat wajah mereka saja aku sepertinya belum pernah deh ” fikirku dalam hati sambil tatapanku yang terus saja kuarahkan kesana dan kemari.

Dan sayangnya, belum lama aku duduk dan memperhatikan mahasiswa yang ada diruangan tersebut, tiba tiba aku mencium aroma busuk yang tercium kuat entah darimana asalnya.

Bahkan, setelah kucium dengan lebih dalam lagi, aroma tersebut sepertinya berasal tidak jauh dari tempat dudukku saat itu. Mengetahui hal itu, akupun seketika terkejut dengan perasaan yang perlahan mulai benar benar sangatlah ketakutan.

” Kok bau banget sih, sepertinya ini bau bangkai deh. ” fikirku dengan tanganku yang saat itu juga seketika menutupi hidungku. 

Dan tidak hanya itu, sekitar 15 menit aku duduk diruangan kelas tersebut. aku seolah olah juga baru menyadari jika sedari tadi semua mahasiswa yang ada didalam ruangan tersebut, sama sekali tidak terlihat saling bertegur sapa. 

Semuanya terlihat hanya diam layaknya orang yang tidak saling mengenali. Bahkan, jika kuingat ingat kembali, posisi duduk semua mahasiswa tersebut benar benar terlihat sama dengan tanganya dimeja dengan kepalanya yang sedikit menunduk kebawah dengan tatapan yang juga terlihat kosong entah kenapa.

Mengetahui hal itu, tentu saja perasaankupun seketika terasa mulai tidak enak dengan sesekali melihat kearah luar kelas yang malam itu juga sudah terlihat sangatlah gelap gulita.

Dan anehnya, setelah beberapa lama aku menunggu, malam itu aku tidak kunjung melihat adanya dosen yang seharusnya datang untuk mengajarku.

Singkat cerita, karena fikiranku yang sudah semakin tidak nyaman, akhirnya akupun memutuskan untuk segera berdiri dan pergi dari kelas tersebut. 

” Waduh, mending aku segera pergi dari tempat ini deh, kayaknya ada yang tidak beres ” fikirku dengan aku yang mulai berdiri dari tempat dudukku.

Namun sayangnya, ketika aku masih mengangkat tasku. Dari arah belakangku, aku tiba tiba di larang oleh seorang perempuan yang akupun sebenarnya juga terkejut dengan adanya perempuan tersebut. Karena akupun juga masih ingat, waktu aku memilih tempat duduk ini, aku sama sekali tidak melihat adanya siapapun yang ada dibelakangku. 

” Mbak, mau kemana, diam disini saja..nanti kalau mbak keluar, mereka ngikut ” ucap perempuan tersebut yang setelah kulihat lihat lagi, perempuan tersebut sepertinya seumuran denganku.

Mendengar hal itu, akupun kembali kebingungan dengan apa yang sebenarnya sudah dia katakan. 

” Hah ! Maksudnya ?, Kamu sejak kapan ada disini ” ucapku jelas.

” Ssssstttt …..pelan pelan saja mbak, nanti mereka tau kalau mbak bukan temannya ” imbuh perempuan tersebut sembari menyarankan agar aku kembali duduk ditempatku duduk.

Mengetahui hal itu, akupun seketika duduk kembali dengan perasaan yang sedikit lega karena waktu itu aku sudah mendapat teman untuk mengobrol.

” Mbak baru pertama kali ya ” ucap perempuan tersebut menambahkan.

” Iya mbak, di semester ini, aku ada mata kuliah tambahan ” jawabku pelan. 

” Mbak diam aja ya mbak, ” imbuh perempuan tersebut sembari terlihat kebingungan karena seolah olah ada yang sedang memperhatikan.

Mengetahui hal itu, akupun seketika menoleh kekanan dan kekiri sembari melihat apa penyebab perempuan yang ada dibelakangku tersebut terlihat kebingungan dan seketika tidak menjawab ketika aku mengajakknya untuk kembali mengobrol.

” Mbak, mbak gakpapa ? ” Ucapku karena saat itu aku melihat tingkah perempuan tersebut tiba tiba terlihat aneh seolah olah sedang melihat sesuatu.

Hingga akhirnya, karena ucapanku yang tak kunjung mendapatkan jawaban, akupun akhirnya tidak menghiraukan perempuan tersebut dan kembali duduk diam sembari menunggu kedatangan dosen pengajar yang sudah hampir sekitar 1 jam lamanya, dosen pengajar tersebut tak kunjung terlihat batang hidungnya. 

” Wah kok lama banget sih, jangan jangan dosennya gak datang, mending kutanyakan ke perempuan yang ada dibelakangku ah ” fikirku dalam hati sambil tubuhku yang seketika menoleh kearah belakang.

Namun anehnya, ketika aku menoleh kearah belakang, malam itu aku tidak lagi melihat adanya perempuan yang sebelumnya mengobrol denganku tersebut. Kondisi belakangku malam itu benar benar kembali kosong dengan hanya ada meja dan kursi yang terlihat kosong tidak berpenghuni.

Mengetahui hal itu, jantungkupun seketika berdetak kencang dengan rasa takut yang sudah semakin tidak bisa aku ungkapkan.

” Loh, kok gak ada ” ucapku kaget.

Dan karena perasaan yang sudah semakin tidak nyaman, akhirnya akupun memutuskan untuk keluar dari kelas tersebut sembari tubuhku yang bergetar hebat karena ketakutan. 

” Ya allah ya allah ya allah Ya allah ya allah ya allah “

Disitu, ketika aku masih berjalan keluar dari kelas tersebut, para mahasiswa yang sebelumnya hanya duduk diam, malam itu mereka semua terlihat menoleh kearahku dengan tatapan yang terlihat sangat dingin tanpa expresi. 

Dan tidak hanya itu, bersamaan dengan itu, aku tiba tiba mendengar suara tangisan yang terdengar pilu dari arah dalam kelas tersebut yang akupun tidak tau dimana sumber suaranya.

” Hiiii…hiks..hiks..hiks… ” 

Mengetahui hal itu, akupun semakin mempercepat langkah kakiku untuk segera keluar dari kelas tersebut meski dengan sesekali kakiku terbentur meja kursi yang saat itu memang masih tertata dengan sangat rapi. 

” Ya allah, Ya allah Ya allah Ya allah Ya allah ” ucapku dalam hati dengan terus melangkah pergi.

Dan anehnya, ketika aku keluar dari kelas tersebut, perasaan yang sebelumnya sudah sangat ketakutan, malam itu bertambah menjadi kebingungan karena asal kalian tau, ketika aku keluar dari kelas tersebut, aku tiba tiba sudah berada diruangan gudang kampus yang posisinya terletak dipojok area kampus.

Bahkan, jika ditarik garis lurus, antara gedung tempat yang kudatangi dengan gudang tempat aku keluar waktu itu, jaraknya benar benar melenceng sekitar 100m jauhnya.

Padahal nyatanya, masih sangat kuingat dengan sangat jelas, jika sebelumnya aku berjalan dan memasuki gedung lantai 7 yang memang seharusnya tidak berada disini, ditempatku keluar ini. Mengetahui semua itu, tubuhkupun seketika lemas karena gudang tempat aku keluar malam itu, adalah gudang kampus yang memang sudah lama tidak digunakan.

” Astagfirullah, kok aku sampai sini sih ” ucapku dengan perasaan yang sudah campur aduk tidak karuan. 

Dan tidak hanya itu, ketika aku keluar malam itu, waktu diponselku sudah menunjukan pukul 02.30 pagi yang pada kenyatanya, ketika aku didalam kelas tadi, aku merasa masih sekitar kurang lebih hanya 1 jam an saja. Mengetahui hal itu, perasaanku sudah tidak lagi bisa kutahan. Rasa takutnya, malam itu sudah tidak lagi bisa kuceritakan. Aku berlari sambil menangis tersedu sedu sembari berteriak meminta pertolongan.

” Ya allah…tolooooonggg…tooolloong….tollooooong ” teriakku 

Hingga akhirnya, setelah beberapa lama berlari, teriakankupun terdengar oleh satpam kampusku.

Disitu, akupun seketika dibawa ke pos utama dan aku mulai menceritakan apa yang sudah aku alami barusan.

Dan singkat cerita, 

Setelah aku selesai menceritakan semuanya, satpam kampuspun terlihat hanya tersenyum tanpa menanggapi sedikitpun tentang kejadian yang baru saja menimpaku. Bahkan, jika dilihat kembali, pak satpam seolah olah sudah tau, jika kejadian seperti yang kualami tersebut, adalah kejadian yang sudah biasa.

” Hmmm. Yasudah, mbaknya langsung balik aja ya mbak, gak usah difikirkan. Lain kali kalau ada jadwal kuliah malam, jangan berangkat sendiri ya mbak ” ucap pak satpam tersebut sembari mempersilahkanku agar aku kembali ke kosku. 

Hingga akhirnya, setelah kejadian tersebut berakhir, aku benar benar trauma dan sempat tidak berani pergi kekampus lagi hingga beberapa hari karena rasa takut yang masih saja menyelimuti.

Awalnya, aku memang tidak menceritakan kepada siapapun tentang kejadian tersebut, namun karena semakin lama aku khawatir jika ada mahasiswa lain yang bernasib sama denganku, akhirnya akupun sedikit menceritakan kejadian tersebut kepada beberapa rekanku agar mereka lebih berhati hati lagi jika berada diarea kampus terutama di malam hari. 

Kini, setelah aku lulus dari universitas tersebut, semua cerita tersebut menjadi sebuah cerita tersendiri bagiku yang tentu saja tidak akan pernah bisa aku lupakan selama hidupku. 

Terimakasih teman teman, semoga cerita ini menemani hari hari kalian.

Sampai jumpa di cerita cerita kami selanjutnya.. 

Thread By @Lakonstory

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *