RAWON.ID

Semua Tentang Mistis

Lungo

Kau yang pernah dikecewakan, sedangkan kami yang harus selalu menunggu dan merindumu.

Lamongan 2011.

Tomi salah satu dari keluarga sederhana disebuah pedesaan yang jauh dari kota, dia mempunyai seorang bibi. Perempuan berumur tigapuluh tahunan ini, adik dari Pak Burhan. Bibi Tomi biasa dipanggil dengan sebutan bulek Lis atau bibik Lisa oleh Tomi. 

Sedangkan untuk Tomi sendiri adalah anak dari pak Burhan. Sedari kecil Lisa memang sangat spesial dikeluarga Tomi, mulai berumur 3 tahun Bik lisa sudah bisa berinteraksi dengan mahluk tak kasat mata. Mulai main sendiri, 

bicara sendiri sering ia lakukan waktu dirumah dan diluar rumah.

Semua keluarga Tomi tahu akan kelebihan yang diwariskan kepada bik Lisa. Mulai dari dari kakek nenek dan buyutnya serta saudara-saudara yang lain. 

kebiasaan Lisa ini sudah menjadi hal yang biasa bagi para tetangganya. Jadi mereka tidak begitu mempermasalahkannya.

Diumur 17 tahun Lisa diberi banyak amalan, karena memang diumur itu Lisa dirasa sudah siap menjadi wadah penerus ilmu para leluhurnya. 

Berbekal rembuk keluarga besar mereka mengambil kesimpulan, Bahwa saat itu Lisa memang dikatakan sebagai wadah yang paling cocok bagi penerus keberlangsungan ilmu leluhur. Selepas penurunan ilmu dari leluhur itu, kebiasaan Lisa semakin hari semakin aneh. 

Lisa acap kali menghilang, dan tiba-tiba beberapa jam atau hari muncul kembali. Aktifitas Lisa yang tak lazim ini masih bisa ditoleransi keluarga besarnya dikampung. dikarenkan juga ayah lisa juga masih mengontrol akan keberadaan Lisa saat masuk ke alam lain. 

Kejadian-kejadian raibnya Lisa sudah menjadi hal biasa bagi keluarga dan tetangga. Hingga disaat Lisa sudah menikah dan sudah mempunyai dua perempuan yang masih kecil, ada sebuah kejadian yang menggegerkan seluruh penduduk desa. 

Kala itu Bibik Lisa menghilang, Tapi kali ini agak aneh karena ia menghilang selama satu bulan. Padahal Ayahnya sudah mengontrol, tapi lama kelamaan ilmu yang di kembangkan sendiri oleh Lisa sendiri jauh dari jangkauan kakehnya. 

Sejak menghilangnya bik Lisa, kedua anaknya diasuh oleh kakeknya serta orang tua Tomi. Selama satu bulan juga seluruh keluarga Tomi mencari kemana-mana, sampai semua dibuat bingung akan yang dialami Bik Lisa. 

Hingga kakek Tomi waktu sore hari sekitar jam empat sore mengajak semua orang pergi ke sawah yang kering. Semua warga dan keluarga mencari menyebar kepenjuru sawah yang berada disamping hutan. Ditengah sawah itu ada sebuah lobang galian bekas untuk menampung air, 

karena kondisi sawah didaerah Tomi adalah sawah tadah hujan.

Sekian lama penduduk desa mencari, belum ada hasil. sekitar satu jam pak Burhan melihat sebuah kepala yang menyembul dari lubang itu, perlahan ia mendekati. setelah tahu itu adalah kepala adiknya. 

Pak Burhan langsung berteriak “Lisaaa…lisaaaa…”teriak ayah tomi, saat itu juga semua warga melihat dan berhamburan menuju lubang ditengah sawah itu. Lisa sendiri yang merasa baru berdiri dari lobang galian dan menoleh keareal sawah menjadi bingung. 

Suasana ramai disaat Lisa melihat orang-orang pada ramai disawah, mereka juga terlihat ramai-ramai berlari mendekati Lisa. Disaat pak Burhan, ayah Tomi mendekat dan memperhatikan adiknya dahulu. 

pak Burhan berdiri mematung berhadapan dengan Lisa sejenak, mata pak Burhan memastikan bahwa itu benar-benar adiknya. “Lis…Lisa, ini bener kamu?” Tanya pak burhan dengan menggapai tangan Lisa dari bekas kubangan air itu. 

“Iya, mas. Ini Lisa! memang ada apa kok rame disini” Tanya Lisa yang berdiri sambil memandangi semua orang mendekatinya.

“Sudah ayo ikut aku” Ucap Pak Burhan

Dengan cepat pak burhan menarik adiknya untuk naik dari bekas kubangan air itu. 

Pak Burhan yang Rindu dengan Lisa dengan cepat mendekap tubuh adiknya. Sore itu juga Pak Burhan langsung membawanya pulang kerumah orang tuanya.

Sebenarnya Rumah Lisa bersebelahan dengan rumah ayah dan kakaknya. Hal ini dilakukan karena pesan dari ibu pak Burhan. 

dan juga pak burhan yang membawa adiknya kerumah orang tuanya bermaksud agar bisa ikut merawatnya dengan baik.

Kedatangan Lisa pun disambut banyak orang dirumahnya. Semua warga senang dengan kembalinya Lisa, malam hari saat dirumah orang tua Lisa semakin sangat ramai. 

Kedua putirnya dan suaminya pun langsung memeluk erat Lisa, saat itu juga kedua putrinya pun tak mau lepas dari pelukan ibunya. Akhirnya berita hilangnya Lisa yang menggemparkan desa malam itu terjawab sudah. 

Berita kedatangan lisa membuat Keluarga jauh, tetangga silih berganti menjenguk lisa. Mereka semua ingin melihat kondisi Lisa malam itu. Memang Lisa waktu sampai dirumah orang tuanya tampak sehat dan tidak ada perbedaan apapun dengan sebelum ia menghilang. 

Waktu semakin malam, tetangga dan saudara jauh berangsur angsur kembali pulang. Rumah orang tua Lisa semakin sepi, disaat itulah pak Burhan beserta orang tuanya ingin tahu akan keberadaannya Lisa selama ini. 

Semua anggota keluarga berkumpul diruang tamu khususnya keluarga dekat saja, sedang Lisa yang sudah tenang tetap memangku kedua anaknya. Lisa duduk dengan tenang seperti sudah siap akan diberondong pertanyaan pedas khusunya dari orang tua Lisa sendiri. 

“Kamu dari mana nduk, kok sebegitu lamanya?” Tanya ayah Lisa

“Dari rumah teman-teman pak?” Jawab Lisa

“Teman mana lagi, kamu sudah menghilang lebih dari sebulan nduk. kasihan suami dan anakmu?” 

“Iya pak maaf, tapi gimana lagi pak. Aku tidak enak sama teman-teman”

“Memang ada apa dengan temanmu, ingat kamu sekarang sudah punya keluarga?” 

“Sebenarnya kemarin yang mengajak, adalah temanku pasukan kerajaan. Mereka mengajak Lisa kerumahnya pak. Mau nolak juga tak enak, karena Lisa sama mereka sudah berteman lama, jadi bapak jangan khawatir”

“Terus, gak khawatir giman nduk?” 

“Sudahlah pak, Mereka cuma mengajak lisa tinggal dirumah mereka sebentar, mereka juga kaya pak. Lisa juga senang pak, kan disana mereka sama Lisa hidupnya enak. Tapi waktu Lisa ingat anak-anak, Lisa pengen pulang! nah itulah pak, setiap pengen pulang mereka mesti cegah Lisa. 

terakhir Lisa mau dikasih rumah sama emas batangan, tapi Lisa gak mau pak. Sampai Lisa terakhir bujuk mereka dan janjikan untuk berkunjung lagi keteman-teman, nah baru setelah alalsan itu aku bisa pulang pak. itu pun kamerin juga diantar mereka kok pak” 

“Ya..iya Sudahlah nduk, kamu boleh berteman dan main sama mereka tapi ingat waktu. Jangan buat bingung keluarga kamu yang disini lagi.”

“Iya pak maafkan Lisa”

Semenjak kejadian itu Lisa jarang keluar kedunia lain, tapi teman-temannya yang sering berkunjung kerumah Lisa. 

Tapi untuk kebiasaan Lisa untuk menghilang berjam-jam tetap berlanjut. Tapi tidak menyebabkan kepanikan keluarga besarnya lagi. Hingga beberapa tahun kemudian ekonomi dirumahnya memburuk, pekerjaan suaminya sebagai petani, sawahnya mengalami beberapa kali gagal panen. 

Anak-anak Lisa juga semakin besar dan membutuhkan biaya besar juga. Akhirnya Lisa dan suaminya memutuskan untuk pergi merantau untuk berdagang dikabupaten sebelah.

Lisa dan suaminya memulai berdagang buah disekitaran Mojokerto, dengan lapak kecil disamping jalan raya. 

Perlahan tapi pasti usahanya pelan-pelan semakin besar, dengan ulet dan sabar sebagai modalnya kala itu. Memang usahanya yang dirintis tidak menipu hasil. begitu juga kehidupan sosialnya disekitar lapaknya, 

Lama kelamaan Lisa mulai mengenal warga daerah sekitar dia berjualan dengan baik, begitu juga dengan Lisa dikenal baik dan dermawan oleh sesama pedagang dan penduduk sekitar.

Suatu malam Lisa, disaat ia berjaga sendirian. Tiba2 Ada satu keluarga cina yg membeli buah dilapaknya. 

Memang lapak Lisa buka 24 jam waktu itu, dia sebenarnya merasakan bahwa keluarga ini ada yang tidak beres. selesai membeli keluarga ini langsung pulang, sedang Lisa yang penasaran sempat melihat mereka berjalan naik tanggul sungai brantas, dan turun kearah kesungai. 

Merasa curiga akhirnya Lisa mengikuti hingga naik ke tanggul sungai, karena hal ini tak masuk akal. Dibawah tanggul tidak ada rumah, perahu penyebrangan apalagi jembatan.

Waktu sampai, dia melihat hanya pemandangan gelap, dan angin yang berhembus. 

dan keluarga cina itupun menghilang entah kemana.
diminggu berikutnya keluarga ini kembali lagi untuk membeli buah ditempat Lisa, sekitar jam dua belas mereka mengahampiri lapak Lisa kembali. 

Lisa yang sudah tahu mereka bukanlah manusia sesungguhnya, dengan cara khusus Lisa mulai mengajak berkomunikasi. Karena Pada dasarnya Lisa sudah mahir hal demikian dan banyak teman dari dunia lain. malam itu dengan cepat Lisa bisa akrab dengan keluarga cina itu 

Sekian lama ia menggali informasi, ternyata benar mereka adalah penduduk didasar sungai Brantas. Akhirnya pertemanan mereka berlanjut menjadi teman yang sangat akrab. Meski beda alam kearaban mereka lama kelamaan semakin erat melebihi dari sekedar penjual dan pembeli. 

dengan berjalannya waktu teman-teman dari keluarga cina tak kasat mata itu juga banyak yang jadi pelanggan Lisa.
Meski Pelanggan tak kasat mata mereka juga seperti manusia biasa. 

Hal ini yang tahu hanya Lisa saja, sedang suaminya tidak megetahui, dan tidak mau tahu akan hal demikian.

Memang cukup aneh keluarga Lisa, tapi seperti inilah kehidupan yang dijalani oleh bibiku dan mereka. 

Hingga suatu malam ada kejadian cukup lagi. Sekitar jam sembilan ada sosok gadis SMA yang tiba-tiba mengampirinya dilapak buah. Gadis itu berjalan mondar mandir dan masih memakai seragam SMA. 

Dia sibuk mencari sesuatu didepan lapak bik Lisa. Bik Lis yang risih akan anak ini akhirnya menghampiri gadis itu yang sedang kebingungan.

“Cari apa mbak?” Tanya Bik lis yang sudah di depan lapaknya

“ini bu, lagi cari mata saya” Jawab gadis SMA itu sambil menunduk 

Lisa pun keluar dan mulai memandang gadis ini dari dekat, dan melihat gadis berjalan membungkuk sambil menutup mata sebelah kanan. Setelah bolak balik dan dirasa tidak ada hasil gadis itupun mendekat kepada Lisa, 

memang malam itu, wajah gadis ini seperti habis jatuh. karena mukanya masih ada darah yang masih merembes dan menetes disebagian dirambutnya.

“Tolong ya buk kalau ketemu mata saya”

“Ya mbak” 

Sehabis itu gadis SMA ini berjalan pergi, dan menghilang dengan cepat.

Merasa ada yang aneh, di pagi hari sewaktu semua sudah berkatifitas seperti biasanya. Lisa menghampiri tetangga ibu-ibu sesama pedagang, ia mulai mencari tahu akan sosok anak SMA ini. 

Akhirnya ia berhenti disebuah warung nasi, Lisa yang sudah kenal baik sama penjualnya langsung masuk kedalam warung.

“Mbak, kemarin ada apa disini?” Tanya Lisa

“Ada kecelakaan mbak Lis, didepan lapak sampean” Jawab penjual Nasi 

“Terus gimana anak itu kemarin, maaf mbak kemarin siang saya dari pulang kampung. Jadi tidak tahu kalau ada kecelakaan”

“Anaknya meninggal mbak”

“Bola matanya ada yang hilang???”

“Iya mbak bener itu, kok mbak Lis tahu” 

“Iya tadi malam ada anak gadis nyari bola mata didepan lapakku mbak”

“Yang bener mbak Lis..hiiii….hiiii..wah aku jadi takut kalau begini mbak”

“Gak papa mbak , aman kok. bantuin nyariian ya kasian anaknya” 

“Hiiii gak mau mbak takut, mending mbak Lis saja yang nyari”

“hemmmm,,,ya sudah kalau begitu mbak”

Lisa pun kembali kelapanya sambil menunduk mencari bola mata anak itu, sampai akhirnya ia melihat diujung lapaknya ada sesuatu seperti bola ping pong. 

waktu Lisa dekati ternyata benar itu adalah bola mata manusia, dengan cepat Lisa mengambil bola yang masih sedikit berbalut darah. dia segera mencuci dan menaruhnya difreezer buahnya.

Hingga malam hari tiba, gadis SMA itu kembali mencari bola matanya. 

Saat Lisa tau, dia memanggil gadis ini kedalam lapak buahnya.
“Mbak masuk sini”

“iya bu, ada apa”

“ini bola matanya sudah ketemu”

gadis ini langsung masuk, sedang Lisa langsung memberikan Bola mata yang sudah dibungkus kain itu. 

setelah menerima dan membuka buntalan itu ternyata benar bola matanya, gadis ini tersenyum bahagia. tapi saat tangan kananya dilepas, memang benar mata sebelah kanannya bolong dan masih terlihat bekas darahnya.

“Terima kasih bu, doakan saya”

“Iya mbak” 

Gadis itu menutup kembali buntalan kain dan kembali pergi dari lapak Lisa. Malam itu tugas Lisa untuk membantu mahluk dunia lain pun selesai.

Tapi masalahnya sendiri berlanjut, semenjak dia mulai banyak teman lagi. 

Teman-teman tak kasat mata yang berasal dari dasar sungai brantas dan disekitar lapaknya mulai banyak mengenalnya. Lamak kelamaan lapak buahnya mulai menjadi kacau. Melihat kondisi ini suaminya yang bernama Samsul tidak terima, yang ada sering terjadi cek cok rumah tangga. 

Samsul sendiri sudah bersusah payah sambil kerja serabutan, dan malam hari pun dia masih ikut bergantian menjaga lapak. Suatu malam waktu Samsul pulang ke lapak buanya mendapati istrinya hilang dari lapak. Jadi malam itu lapaknya kosong, mengetahui hal ini samsul emosi. 

karena kejadian semacam ini ternyata semakin lama semakin sering ditemui Samsul.

Tak mau berlama – lama larut akan kisruh dalam urusan rumah tangga dan lapaknya, samsul dengan bijaksana untuk menutup usaha buahnya saat itu juga. 

Keinginan Samsul sendiri bermaksud untuk menjauhkan Lisa dari teman-temannya yang berada di dunia lain. Sewaktu lapak di tutup, Samsul memindahkan usaha dan beralih untuk berjualan sate kambing, kali ini tempatnya yang dipilih oleh samsul lebih kepinggiran kabupaten. 

Lokasinya kali ini cukup jauh dari lapak buah, sekitar 15 Km jaraknya. Dari warung sate ini usaha Lisa dan samsul memulai kembali dari nol, mereka mengontrak sebuah tempat kecil yang cukup untuk pelanggan bisa makan. 

Kali ini usaha dirintis kembali dari nol diawali dengan sabar dan ulet kembali, tapi waktu itu kebutuhan dirumah semakin besar dan banyak kebutuhan keuangan yang mendesak. Sehingga warung sate yang baru beroperasi ini tak cukup untuk menyokong keuangan keluarga Lisa sendiri. 

Warung ukuran sekitar 4 x 10 meter dihuni dengan empat meja dan delapan kursi, sehingga cukup untuk delapan orang.

tapi kondisi keuangan mereka sat itu berbeda, karena Merasa semakin lama semakin besar pengeluaran. 

Samsul sebagai kepala rumah tangga akhirnya memutuskan merantau sendirian ke Papua sebagai tanggung jawabnya kepala rumah tangga. Sedangkan usaha warung sate tetap dijalankan oleh istrinya sambil mengawasi kedua purtinya. 

Meskipun seminggu atau dua minggu sekali mereka baru bisa bertemu.

setelah ditingga samsul, Lisa sendirian diwarung. Dia tidak ada lagi yang menemani, disaat warung semakin ramai lama – lama Lisa yang sendirian merasa kewalahan. 

Disaat usaha mulai ramai kebetulan waktu itu ingat Tomi, keponakannya yang duduk dibangku SMA. Lisa yang tahu Tomi baru lulus, tanpa banyak pertimbangan lisa langsung mengajak Tomi. Sebagai anak kampung yang penurut ia pun langsung bersedia untuk membantu bulik nya untuk jualan. 

mengingat anak – anak Lisa juga waktu itu masih kecil-kecil. Jadi tidak mungkin anak-anaknya diajak untuk membantunya kerja jauh dari rumah.

Saat itu Tomi yang baru lulus tak menampik kesempatan datang, hitung-hitung kerjaan ini buat menambah pengalaman baru baginya. 

Sewaktu diwarung kerjaan Tomi mengolah daging dan membakar, jika pagi dia kepasar untuk berbelanja. Disetiap habis Isya’ ada kegiatan wajib yang harus di jalani Tomi, yaitu diharus membakar sate sesuai permintaan buliknya. 

Sate yang dibakar jumlahnya harus memenuhi keempat meja, hal ini pun dijalani oleh Tomi selaku anak buah buliknya. Tomi sendiri disaat jam sembilan malam pasti sudah mengantuk dan mulai tidur, mengingat kebiasaan dirumah saat masih sekolah. 

Suatu hari Lisa ada acara dirumah kampung, rencananya hari itu ia menginap dikampung untuk satu malam. Sedang Tomi disuruh menjaga warung satenya dan menutup warung tersebut di jam 21.30 wib. 

Satu lagi permintaan Lisa sebelum pergi kekampung, Tomi disuruh membakar sate sepuluh porsi seperti biasa, dan menaruhanya dimeja pengunjung jika jam 21.30. Sedang dua porsi yg dibungkus disuruh menunggu jika ada satu keluarga berpenampilan cina datang untuk mengambilnya. 

Bungkusan itu akan diambil oleh orang cina sekitar jam 21.30 wib juga.

Jadi hari itu menajdi hari yang berat untuk Tomi karena harus terjaga agak malam, hal itu pun dilaksanakan dengan baik oleh Tomi meski agak berat rasanya. 

Setelah warung tutup tomi melaksanakan perintah Lisa, dia duduk sendirian didalam warung sambil menunggu keluarga cina itu datang mengambil pesanannya.

Hingga Jam 21.30 wib telah tiba, sosok keluarga cina itu memang benar-benar datang ke warung Lisa. 

Tomi yang melihat sosok keempat orang satu keluarga ini berjalan kearahnya ia langsung membuka warung dan memberikan pesanan satenya. Tapi saat menerima uang dari keluarga cina itu Tomi melihat semua anggota keluarga itu wajahnya pucat semua tanpa ekspresi. 

Selepas memberi uang, dan tanpa ada kata yang keluar keluarga cina ini berbalik arah dan mulai berjalan pulang.

Tomipun berdiri didepan warung melihat mereka berjalan pergi menjauhinya. 

Sewaktu keluarga ini habis menyebrang jalan beraspal, keempat orang cina tiba-tiba langsung hilang. Tomi yang tak percaya akan dilihatanya, dia berdiri mematung sambil mengucek matanya. “kok sudah hilang ya” gumam Tomi sambil menelan ludahnya sendiri. 

Dengan perasaan yang mulai takut Tomi akhirnya masuk keawarung dan menutup warung satenya seketika. dia pun berjalan mematikan saklar lampu yang berada sebuah ruangan didalam warung.

Tapi saat dia kembali, dia melihat meja diwarungnya, 

tiba-tiba semua meja sudah terisi penuh dengan makhluk-makhluk yang berpenampilan aneh. Ada sosok prajurit berpakaian jaman dahulu, sosok pocong yang mukanya hitam, sosok perempuan berambut panjang sambil menggendong bayinya. tapi muka mereka menyeramka semua. 

Saat itu juga warung Tomi telihat seperti warung setan.
dan yang terakhir sosok dilihat Tomi seorang pria berjubah putih, hanya sosok inilah wajahnya seperti manusia tapi mukanya pucat. Semua pengunjung yang ada ini diam, tidak ada gerakan sama sekali. 

mereka semua hanya memandangi sate, nasi dan sayur gule didepannya.

Semakin lama Tomi memandang dengan seksama, Tomi semakin takut hingga tak bisa bergerak. Jantungnya mulai berpacu cepat dan keringat dingin mulai menetes. 

Tomi sendiri mau berteriak pun sudah tidak bisa, sepeerti mulutnya suah terkunci malam itu.

Melihat kenyataan didepannya, Saat itu juga tomi langsung lemas dan pingsan ditempat. 

Pagi hari Lisa yang sudah sampai diwarung langsung membopong Tomi untuk istirahat, dan membersihkan isi warung bekas tamunya tadi malam. Lisa tahu akan yang dialami keponakannya, dia berencana untuk menenangkan Tomi sebentar jika sudah siuman. 

Lisa saat itu juga merasa bersalah tidak memberi tahu dan memberi bekal saat keponaknnya sendirian diwarungnya. Apalagi saat malam waktunya melayani teman-temannya yang tak kasat mata.

Tak berapa lama akhirnya Tomi mulai tersadar, dia yang takut langsung berlari keluar warung. 

tapi gerakan tomi langsung dihadang Lisa, dan didudukkan diteras warung. Pagi itu juga Tomi diberitahu sama buliknya bahwa merka semua adalah teman-temanya dari dunia lain. Lisa juga minta maaf sama Tomi karena tidak memberitahunya akan hal ini. 

Tapi rasa ketakutan Tomi susdah tak terbendung lagi pagi itu, hingga hari itu itu juga Tomi memutuskan untuk pulang dan berhenti membantu Lisa.

Habis dhuhur Tomi pun ijin pulang secara baik-baik, kali ini Lisa kembali sendirian diwarung satenya. 

besoknya pun Lisa langsung mencari pengganti Tomi, dengan cepat sorenya dia pun akhirnya mendapat pengganti Tomi. Warung pun berjalan kembali seperti sedia kala.

Waktu terus berjalan, warung pun semakin ramai. Sedang Samsul suami Lisa pun tetap mengirim jatahnya kepada Lisa. 

Hingga dibulan ketiga, ada kejadian yang membuat Lisa sedih. Ketika berkomunikasi dengan suaminya sering kali mereka bertengkar, entah apa yang mereka ributkan. Padahal masalah ekonomi sudah teratasi, hanya masalah intensitas bertemu membuat mereka selalu selisih faham. 

Pertengakaran demi pertengkaran mereka terus berlanjut, lambat laun akhirnya membuat Lisa frustasi sendiri. Lisa sendiri merasa sakit hati dan sangat benci terhadap suaminya dititik puncak.

Entah apa sebenarnya masalah keluarga itu yang sedang dihadapi, 

hingga keluarga dekat merekapun tidak ada yang tahu.

Masih teringat diingatan Tomi, setelah kemarahan itu buliknya Lisa kerumah kakeknya untuk pamit pergi kesuatu tempat yang sangat jauh! Lisa juga saat itu menitipkan kedua putrinya kepada kakek dan Ayah Tomi. 

Padahal hari itu masih sore, sekitar jam empat. Selesai pamit Lisa masuk kedalam kamar di rumah orang tuanya, dan saat itu juga dia sudah menghilang. Semenjak dia menghilang dirumah orang tuanya beberapa kali dia muncul dan membesuk anak dan orang tuanya. 

Tapi pertemuan itu hanya hitungan puluh menit selanjutnya ia akan menghilang kembali. krn Lisa sudah sangat nyaman bersama teman-temannya kembali. disaat lebaran, ada hajatan, waktu ditanya akan keberadaan Lisa semua keluarga akan menjawab bahwa Lisa “LUNGO”. 

Konon kata orang tua Lisa, “Lisa sedang pergi jauh kenegeri timur tengah dan akan kembali pulang dalam waktu yang cukup lama.” Tapi itu juga tidak ada yg tahu.

Semua keluarga yg ditinggalkan sudah merelakan, terkait kondisi Lisa saat ini masih hidup atau sudah tiada.
-Selesai- 

Thread By @bayuuubiruuu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *