RAWON.ID

Semua Tentang Mistis

Masa Orientasi Dengan Mereka

Jadi kali ini aku mau cerita tentang pengalamanku ketika ospek di suatu kampus swasta di bandung pada tahun 2012.

disini aku bercerita sebagaimana peristiwa yang benar-benar aku alami, tanpa ada rekayasa cerita sedikitpun. Tapi, mohon maaf kalo kata-kata dalam cerita ku ini sedikit rancu ya. 

Baik, cerita dimulai pada tahun 2012 ketika aku lulus SMA dan melanjutkan study ku di jenjang yang selanjutnya, aku diterima di salah satu kampus swasta di daerah setiabudi, Bandung. 

Ketika daftar ulang, aku pertama kali menginjakan kaki di kampus itu. Kampus yang bagus menurutku, tapi ada beberapa gedung perkuliahan yang sedikit sudah mulai usang (pada waktu itu) gatau kalo sekarang mungkin sudah ada peremajaan. 

Menarik untukku, karena jurusan yang aku ambil pada saat itu jauh sekali dari ilmu dasar aku pada saat SMA. Aku mengambil jurusan teknik planologi. 

Tiba lah hari dimana aku harus mengikuti masa orientasi di kampus itu, lingkungan baru, dan berkenalan dengan teman baru. Teman pertama ku pada saat itu adalah (sebut saja) Rio, Zay, dan Vina. 

Singkat cerita aku menghabiskan 1 minggu di masa orientasi itu, masa orientasi yang menyenangkan sekaligus melelahkan. 

Selama satu minggu aku menghabiskan waktuku dari pagi hingga malam, tak ku pungkiri banyak hal aneh yang ku alami disana. Mulai dari sosok wanita yang berdiri di lantai atas asrama mahasiswa, anak kecil yang berlarian di koridor kampus, hingga sosok hitam besar di dekat pohon. 

Sampai tiba hari pertama ku untuk ngampus, jadwal ku pada senin itu dari pagi hingga sore. Tapi karena aku orang nya malas untuk bersosialisasi di kampus alias kupu kupu, ketika beres matkul aku memutuskan untuk pulang ke kos ku di daerah tubagus ismail. 

Btw, tubagus ismail – setiabudi lumayan jauh dan macet juga ya 😅 

Hari itu, rio zay dan vina, mengajakku untuk nongkrong dulu di kampus sampai malam hari. Tapi aku memutuskan untuk pulang dan beristirahat. 

Aku sangat ingat ketika itu jam 10 malam, teman teman ku menelfon ku memberi tau kabar bahwa ada hal yang tidak beres yang di alami oleh Vina. 

Zay pada saat itu yang menelfonku.

“Ray maneh dimana? Bisa ke kampus ga? Ini si Vina dari tadi ngelamun aja pandangannya kosong gitu, aing sama yang lain gatau harus ngapain, kita anter pulang aja dia” 

Okai aku pun datang ke kampus, dan melihat vina sudah seperti bukan dirinya. 

Jadi menurut zay dan rio, vina melihat sosok wanita di koridor kampus lantai 3 ketika magrib, sesaat setelah itu mereka pun pergi dan turun dari lantai 3 itu, dan menuju lobby asrama. 

Aku baru tau kalo vina memang rentan terhadap hal seperti itu, sedikit saja dia kosong mungkin bisa langsung ‘hilang’ 

Sesampainya di kampus, entah kenapa yang aku tuju langsung vina, dan duduk di sebelah dia. 

Dengan pandangan vina yang masih kosong, aku pun bertanya ‘vin ini maneh kan? Maneh kenapa?’ 

Setelah itu vina menengok ke arah ku dan menggelengkan kepalanya, mengisyaratkan kalo yang ada di dalam tubuh vina itu bukan sepenuh nya dia. 

Tidak lama setelah itu vina berteriak histeris lalu menangis, setelah itu langsung menunjuk aku dengan mata melotot. ( btw, aku masih inget sampe sekarang, tatapan nya bener2 se serem itu woi! ) 

Entah mengapa ketika vina melotot dan menunjuk ke arah ku, aku malah tidak takut, malah aku menantang sosok yang masuk ke dalam diri vina, dan menyuruh semua teman teman ku disitu untuk membaca surat surat yang mereka bisa, agar sosok ini segera pergi 

Aku membacakan vina doa, memengang vina, entah kenapa vina seperti orang yang kepanasan ketika ku sentuh. 

Ku tanya, “assalamualaikum, hampunten, abdi teu bade nganganggu kanu aya didie, tapi punten iyeu babaturan abdi, karunya mun di kieu kieu ku didie” 

Sosok di dalam diri vina pun menjawab “barudak didie ngangganggu ka aing, nantangan aing di luhur, naha pas aing geus kadie saria malah sieun ka aing” 

Obrolan pun ku akhiri dan akhirnya sosok wanita dalam diri vina pun pergi, vina pun akhirnya sadar dan langsung ku berikan air putih dengan doa untuk menetralisir tubuh nya. 

Btw, ini first time aku bantu orang yang seperti ini, karena izin dan ridho Allah juga mungkin aku bisa membantu vina. 

Setelah itu kami ber empat pun mengantarkan vina pulang ke rumah yang berada di daerah cibiru. 

Ketika dijalan vina sudah bisa mengobrol seperti biasa lagi, kami ber empat mengobrol hal hal yang lucu agar suasana seram ketika dijalan tidak begitu terasa. 

Pada saat itu jam 23.30, kami melewati jalanan yang sangat gelap dan sepi, tiba2 semua terdiam. 

Posisi duduk kami di mobil pada saat itu, aku menyetir, rio di samping ku, vina dan rio di belakangku, dan vina tepat duduk di belakangku. 

Tiba-tiba vina ngomong “ray aku ga enak lagi, ada yang masih ngikutin kita” sambil tangan vina menyentuh pundak ku dari belakang. 

Seketika reflek ku melihan ke kaca spion dan mengarahkannya ke arah vina 

Dan disitu aku melihat di belakangku bukan vina!!! Tapi sesosok laki laki tua yang tersenyum kepada ku dari belakang. 

Disitu aku langsung membaca doa, dan vina pun tiba2 pingsan. 

Sesampainya dirumah, kami di sambut oleh orang tua vina, kami pun menggendong vina untuk turun dari mobil dan menidurkannya di kamarnya. 

Setelah selesai, kami pun sedikit mengobrol tentang kejadian yang kami alami di kampus kepada orang tua vina. 

“Memang vina orang nya mudah untuk dimasuki oleh makhluk makhluk halus kalo vina sedikit saja dia melamun sudah pasti” tutur orang tua vina 

Setelah itu kami pun pamit untuk pulang kepada orang tua vina. 

Ketika dijalan, kami bertiga memutuskan untuk tidak membahas hal itu lagi selama perjalanan pulang mengantarkan teman2 ku kembali ke kampus. 

Entah mengapa ketika dijalan pandanganku pun tertuju ke kaca spion, dan ketika ku melihat, sosok laki2 yang tersenyum kepadaku pun masih ada duduk di samping zay. 

Sudah sampai di kampus, rio dan zay pun turun untuk mengambil motor nya yang masih di parkir di kampus, ketika ku sedang menunggu zay dan rio, aku membakar rokok. 

Aku melihat ke koridor kampus ku, koridor yang gelap dan hanya ada sedikit pencahayaan, sosok laki2 itu pun berdiri disitu dan tetap tersenyum kepadaku, sampai akhirnya dia menghilang. 

Setelah rio dan zay mengambil motor, kami pun pulang ke kos kami masing2. 

3 hari setelah hari itu vina pun kembali ke kampus, dan aku pun bertemu dengan dia, menanyakan keadaannya sekarang. 

“Vin maneh udah gak kenapa2 kan?”

“Alhamdullilah udah baik, makasih ya kalian udah mau bantu aing waktu itu, gatau sih kalo emang ga ada kalian termasuk maneh aing udah kayak gimana” 

Sesaat setelah itu, vina berbisik kepadaku …

“Ray, maneh liat sosok laki2 ga kemaren?”

Iya liat ….

“Dia pengen kenalan sama kita, dia seneng sama kita”

……………. 

-The end. 

Itu adalah pengalamanku di kampus baruku pada tahun 2012, semoga cerita nya menghibur untuk kalian semua yang sudah membacanya. Pesen dariku, ketika kalian ada di tempat baru, mau dimanapun itu, ucapkan salam, dan jangan berkata-kata sompral ya. 

Karena mereka pun hadir dan hidup berdampingan dengan kita.

Thread By @tokopedie

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *