RAWON.ID

Semua Tentang Mistis

Misteri Rumah No 13

Cerita ini berawal dari keingin tahuan sekolompok anak muda untuk menguak sejarah mahluk–mahluk yang tak kasat mata di suatu daerah yang memiliki cerita mistis,singkat cerita salah satu temanku tidak sengaja menemukan sebuah artikel kisah mistis di suatu daerah bandung. #part1 

Cerita itu konon kabarnya sampai memakan korban jiwa salah satu temanku mendapatkan informasi langsung dari warga setempat yang mengetahui kejadian tersebut,warga tersebut menceritakan setiap kejadian demi kejadian yang beliau ketahui. 

namun kami kehilangan kontak dengan warga yang mengetahui cerita tersebut .

setelah itu aku dan temanku membuat sebuah kelompok untuk menguak atau mencari kebenaran tentang kisah tersebut kami beranggotakan sebelas orang, 

Diantaranya ada dua orang perempuan dan Sembilan orang laki-laki dan kebetulan salah satu dari anggota memiliki suatu kelebihan yang bisa melihat mahluk yang tak kasat mata (indigo),

Kisah ini memiliki beberapa part yang akan aku bagikan. 

Awal cerita aku dan teman temanku termasuk orang-orang yang cukup tertarik akan sesuatu yg berbau mistis, dan hal – hal diluar nalar, mungkin karena kami memiliki pengalaman-pengalaman tersendiri yang berhubungan dengan mereka yang tak kasat mata, 

itulah mungkin yang menjadikan kami dekat dan nyaman untuk bertukar cerita atau bertukar sudut pandang kami tentang mereka (makhluk ghaib) 

Singkat cerita salah satu temanku yang beranama nandar menceritakan sebuah cerita tentang rumah bernomer 13 di kota B****** daerah C**********, temanku meceritakan bahwa dia mendapatkan informasinya langsung dari seseorang yg memang tinggal didaerah tersebut 

beliau meceritakan bahwa di samping rumah tersebut ada sebuah pohon beringin yg cukup besar, dan sekarang areal rumah tersebut sudah di pagari agar tidak ada yang bisa masuk ataupun mendekat ke rumah tersebut. 

Beliau menceritakan sebuah cerita tentang seseorang yg pernah masuk kerumah tersebut dan hilang selama satu minggu dan di temukan dalam kondisi tak normal lagi (sudah gila), banyak memar di sekujur tubuhnya, 

beberapa hari setelahnya orang tersebut ditemukan meninggal di rumahnya dengan kondisi mata melotot dan lidah yang menjulur keluar. 

menurut tertua setempat penghuni disana marah dan tidak terima saat orang tersebut masuk dia mempunyai niatan buruk dan merasa besar kepala karena merasa punya ilmu, lalu diapun dibawa ke kerajaan ghaib dan di siksa disana, hingga orang tersebut berhasil kabur, 

namun mungkin karena mentalnya sudah tak bisa menerima lagi gangguan dari mereka maka kesadarannya jadi terganggu, gangguan itu berlanjut sampai akhirnya orang tersebut meninggal dunia. 

Aku yang mendengar cerita dari temanku bernisiatif membuat sebuah kelompok untuk menelusuri kebenaran dari cerita dan rumah tersebut. Namun temanku lupa menanyakan nomer telpon narasumber tersebut dan hanya mengingat nama daerah yang di maksud. 

Namun karena keingin tahuan kami yang kuat maka kamipun sepakat untuk melanjutkan rencana kami untuk menelusuri rumah angker tersebut dengan bermodal kan sedikit petunjuk yang kami ketahui. 

Note : aku (indra)berangkat bersama 10 orang temanku sebut saja budi, herdi, nandar, hery,andri, raka,bayu,anka, risa, susi(indigo) 

Singkat cerita kami memutuskan untuk pergi ke daerah tersebut pada hari kamis sekitar pukul 19.00 bulan februari tahun 2011, pada saat itu kami langsung mencari lokasi ke tempat tersebut yang berada di kawasan bandung utara kota Bandung 

sebagai penelusuran pertama kami untuk menguak kisah tersebut. Di perjalanan kami terkedala karena turun hujan yg cukup deras hingga membuat kamipun berteduh agar tidak kebasahan 

tidak lama hujan pun mulai reda dan kami pun kembali melanjutkan perjalanan.

Sekitar pukul 20.30 kami sampai di daerah C********** kami pun berinisiatif untuk mecoba bertanya kepada beberepa warga yang kami lewati perihal rumah angker bernomer 13 tersebut 

namun mereka memiliki jawaban yang sama, mereka mengatakan bahwa di daerah ini tidak ada rumah yang mempunyai no.13 di karenakan warga di daerah tersebut memiliki kepercayaan bahwa angka 13 itu bisa membawa sial. 

Karena tekad kami sudah kuat untuk tetap lanjut mencari rumah bernomer 13, kami mencoba mencari narasumber lain nya.

Setelah cukup lama berkeliling ,kami melihat ada seorang kakek-kakek yang memakai sarung sedang berjalan, 

temanku hery mencoba mendekati dan bertanya kepada orang tua tersebut namun setelah berkali kali hery memanggil orang tua tersebut 

orang tua tersebut tidak menjawab, orang tua itu hanya berjalan tidak menggubris pangilan dari hery, aku yg merasa ada sesuatu yg aneh segera melihat susi yg dibilang bisa melihat (mahkluk ghaib) kulihat wajahnya seperti tau sesuatu 

tak lama dia melihat kearahku dia memberi isyarat untuk segera melanjutkan perjalanan, akupun memanggil kembali hery yang menghampiri orang tua tersebut untuk segera melanjutkan perjalanan. 

Diapun segera mendekat kearah kami namun dia terlihat kesal sekaligus takut , kesal karena panggilannya tidak di dengar, dan takut karena melihat orang tua tersebut wajahnya pucat pasih dengan ekspresi mukanya terlihat datar 

tatapannya kosong hanya lurus kedepan dan terasa dingin saat di dekatnya. Aku yg waktu itu mendengarkan mencoba melihat orang tua tersebut sudah hilang padahal aku hanya memalingkan pandangan sesaat saja. 

kamipun bergegas untuk melanjutkan perjalanan kami, namun ketika kami akan melanjutkan perjalanan kami dikejutkan dengan suara seperti seorang kakek-kakek , dia mengatakan “PERGI DARI SINI….!! ” suaranya terdengar begitu keras dan marah, kami yang 

mendengar mencoba untuk mencari asal suara tersebut namun tidak ada siapapun saat itu, karena memang waktu itu sudah malam. Saat itu temanku yg memiliki kelebihan mereka terlihat begitu ketakutan dan panic, dia bilang untuk sebaiknya pulang saja atau mungkin akan terjadi sesuatu 

Kamipun memutuskan untuk berdiskusi untuk menentukan rencana kami selanjutnya, saat itu susi, risa dan budi menyarankan kami untuk pulang karena merasakan firasat yg tidak baik, namun 7 orang lainnya tetap ingin melanjutkan penelusuran 

setelah sekian lama berdiskusi akhirnya kami memutuskan untuk tetap melanjutkan perjalanan kami mencari lokasi rumah tersebut, kecuali 2 temanku budi dan risa mereka lebih memilih untuk pulang karena merasa tak kuat untuk melanjutkan rencana ini 

sebenarnya aku dan risa pun mengusulkan untuk pulang namun karena anggota kami yg lain tetap ngotot maka kamipun mengalah untuk ikut karena takut akan terjadi sesuatu nantinya. 

Kami yang tisisa 9 orang ini melanjutkan untuk mencari sumber lain yang mungkin mengetahui alamat rumah tersebut.Sekitar pukul 23.00 kami melihat beberapa orang yg sedang berkumpul dengan bara api unggun di tengah tengah mereka, namun saat kami mendekat mereka melihat kearah kami 

aku menyuruh kepada teman temanku untuk berhenti untuk mencoba menanyakan kepada mereka siapa tau diantara mereka ada yg mengetahui lokasi yg sedang kami cari,tidak lama seorang dari mereka mendekati kami setelah kami berhenti 

, orang tersebut kemudian bertanya kami mau kemana ? akupun mendekati orang tersebut dan menjelaskan rencana kami untuk mencari rumah nomer 13 tersebut,cukup lama kami berbincang, orang tersebut malah memberi menjawab bahwa di daerah ini banyak sekali cerita mistis 

mereka menganjurkan kami untuk mencoba pergi ke sebuah makam keluarga di daerah tersebut,yang menurut warga tersebut makam itu sangat angker apa lagi di malam selasa atau malam jum’at seperti ini. 

warga tersebut sedikit menceritakan tentang angkernya makam keluarga tersebut,salah satu ceritanya ada seorang pedagang bakso yang lewat di dekat tersebut sekitar jam 10 malam tukang bakso tersebut melihat rombongan pengantar jenazah 

lalu tukang bakso tersebut bertanya pada salah satu dari rombongan tersebut tentang kenapa di makam kan nya malam malam seperti ini, tapi ketika tukang bakso itu bertanya tidak ada satu orang pun yang menjawab 

, mereka hanya berjalan lurus tanpa bicara sedikitpun, merasa ada yang aneh tukang bakso itupun mencoba melihat kearah kaki mereka apakah menginjak tanah atau tidak, saat dia melihat kearah kaki mereka tukang bakso itu meihat kaki mereka yang tak menginjak tanah 

, dari lutut sampai telapak kaki mereka tak terlihat, tukang bakso itupun baru menyadari rombongan jenazah tersebut semuanya berwajah pucat, tanpa ekspresi, tiba tiba hujan turun cukup deras namun anehnya mereka tak basah sama sekali, dia hanya bisa diam 

diam waktu itu seperti susah untuk menggerakan tubuhnya, dia pun membaca doa yg dia ingat supaya mereka segera hilang namun mereka justru berhenti dan berbalik melihat kepada tukang bakso tersebut sambil mulut mereka menyeringa 

terlihat mata mereka hitam seperti tak punya mata dengan senyuman yang terlihat meledek kepadanya, tukang bakso tersebut lalu lari sambil berteriak, lalu orang-orang disinilah yg 

menolong tukang bakso tersebut dan mengambil gerobak bakso miliknya, kejadiannya pun baru terjadi beberapa hari kemarin tepat malam selasa kemarin ucapnya”. Ada cerita lain katanya satu minggu lalu ada sebuah kejadian seseorang menemukan mustika dan sebuah keris 

disana lalu dibawalah barang barang tersebut kerumahnya, sayangnya ayah orang itu malah menjual barang-barang tersebut, besoknya, orang yg menemukan 

yang menjual dan yang membeli semuanya mati dan barang barang tersebut hilang saat itu juga.

Teman-temanku yg terbilang maniak misteri ini malah terlihat senang dan antusias mendengarnya 

, Lalu kami berpikir untuk menunda dulu mencari rumah bernomer 13 itu dan mencoba untuk mendatangi makam yang warga itu ceritakan. 

Kami akan berjalan dari sini ke areal pemakaman tersebut karena jaraknya cukup dekat dan motor kami akan kami titipkan di rumah warga disini tentu atas seijin mereka,warga hanya memberi tahu kami letak areal pemakaman tersebut 

, kami harus berjalan memasuki sebuah jalan kecil terlebih dahulu, lalu belok ke sebelah kiri dari sana sudah terlihat areal pemakaman yg dimaksud namun warga tak ada yg berani untuk mengantarkan langsung karena takut 

aku sebenarnya merasa bahwa jika hal hal seperti ini justru bakal membawa petaka, namun karena aku mengerti tabiat teman temanku akupun hanya diam dan mengiyakan. 

singkat cerita setelah kami berjalan 10 menit kami sudah bisa melihat gerbang pemakaman tersebut, gerabangnya berwarna putih namun sudah terlihat banyak karat disana sini, kami pun melanjutkan berjalan mendekati gerbang pemakaman tersebut 

, namun nandar tiba tiba mendekatiku dan mengatakan bahwa dia melihat sekelebat bayangan putih, yg dia kira itu pocong, makhluk tersebut terlihat melintas di antara gerbang makam yang terbuka ucapnya, Tapi karena tak ingin membuat yg lain takut aku menyuruhnya untuk diam. 

kami tetap melanjutkan penelusuran ke pemakaman tersebut, lalu kami berbincang mengatur rencana apa saja yg akan kami lakukan di dalam areal makam tersebut, setelah lama berbincang kami pun sepakat membagi menjadi 3 kelompok, setiap kelompok berisi 3 orang di dalamnya. 

Note: setiap kelompok dilarang menceritakan kejadian selama berada di dalam areal makam kepada kelompok lain, sampai semua kelompok sudah memasuki areal makam tersebut.

Kelompok satu aku,bayu, raka

Kelompok dua andry, susi, herdy

Kelompok tiga anka, heri, nandar 

Pertama masuk adalah kelompoku, aku, bayu dan raka masuk ke areal makam tersebut dan sisanya menunggu di luar gerbang namun kondisi gerbang akan kami tutup. 

Saat kami masuk, udara sudah terasa berbeda, rasa dingin yg kami rasakan berbeda dengan saat kami belum masuk ke areal makam tersebut, aku merasakan seperti banyak pasang mata yg memperhatikan kami, namun satupun makhluk tak terlihat oleh mata kami. 

Di dalam makam terihat ada sebuah rumah atau bangunan yg digunakan untuk menyipan keranda, ada ada beberapa pohon besar di dalamnya, salah satunya pohon beringin letaknya tepat di tengah areal pemakaman tersebut. terlihat ada bebarapa makam yg tersusun rapi, 

dengan letak yg sejajar dan berderet-deret.

10 menit berlalu bayu mengatakan bahwa dia melihat sinar warna biru di sudut makam, aku dan rakapun segera melihat sudut yg bayu maksud dan kamipun melihat sinar berwarna biru 

,sinar itu terlihat seperti sorotan lampu namun muncul dari tanah.bayu yg penasaran mengajak ku dan raka untuk memastikan sinar apa yg waktu itu kami lihat, kamipun berjalan mendekati sumber cahaya tersebut 

saat kami mendekat ternyata ada sebuah makan yg dipagari dengan pagar besi sekelilingnya, dan satu satunya makam yg letaknya terpisah.

Saat mungkin hanya tinggal satu langkah lagi kami dengan sumber sinar biru tersebut, 

tiba tiba suasana mendadak hening suara binatang malam yg sebelumnya mengiringi penelusuran kami mendadak berhenti, bahkan anginpun seperti tidak menghembuskan nafasnya. 

Disana aku merasakan sebuah ketakutan yg begitu besar, aku menyuruh kepada raka dan bayu untuk kembali dan membereskan penelusuran kami, namun tiba tiba terdengar suara brraakkkk dari arah keranda, keranda tersebut bergoyang goyang seperti sedang di ayun ayun kan oleh seseorang 

kami yg melihat lansung berteriak dan berlari untu keluar dari pemakaman tersebut, bayu yg berada paling depan segera membuka pintu dengan sekuat tenaga. Aku dan rakapun keluar menyusul bayu 

sesampainya diluar teman temanku yg berada di luar menertawakan aku bayu dan raka, nandar bilang wah kayanya seru di dalam, lalu merekapun kembali tertawa, sebenarnya raka saat itu ingin memberitahu kejadian apa yg dialaminya di dalam 

namun saat raka mulai berbicara kelompok kelompok lain hanya memberi isyarat kepada raka untuk diam karena kita sudah melakukan perjanjian untuk tidak menceritakan kejadian di dalam sebelum semua kelompok masuk kedalam ,lalu rakapun terdiam. 

Sekarang giliran kelompok selanjutnya yg masuk kataku, kelompok 2 ada andri, herdi dan susi, merekapun masuk dan kututup gerbang makam, cukup lama kami menunggu menit tiba tiba terdengar suara mengedor gedor gerbang makam dari dalam 

, akupun segera membuka gerbang tersebut untuk memastikan keadaan teman temanku yg berada di dalam karena takut terjadi sesuatu, namun saat kubuka pintu kulihat susi yg muntah muntah darah lalu tergeletak pingsan setelah melihat kami 

, kami yg meilhat lalu mencoba membangunkan susi untuk menanyakan apa yg terjadi, namun karena susi tidak juga bangun akupun menyuruh raka dan heri untuk membawa susi ke tempat warga tadi lalu sisanya kedalam makam untuk mencari keberadaan andri dan herdi 

setelah raka dan heri membawa susi akupun kedalam untuk mencari keberadaan herdi dan andri untuk memastikan keadaan mereka, namun setelah kucari di areal makam mereka tidak kami temukan 

padahal sudah semua sudut pemakaman kami cari namun mereka tidak terlihat sama sekali, kami saat itu sudah mulai panik dan memutuskan untuk meminta bantuan warga untuk mencari mereka, aku bayu dan herypun memutuskan untuk segera menyusul teman teman kami 

yg lain untuk menceritakan kejadian ini, namun saat kami akan keluar gerbang terdengar suara suara orang meminta tolong namun suaranya tidak begitu jelas tapi kami yg mendengar yakin bahwa itu suara herdi dan andry 

, kamipun mencoba mencari cari lagi sekeliling pemakaman sambil mencari sumber suara suara tersebut , namun anehnya suara suara itu 

seperti berpindah pindah memutari kami, kadang di depan kadang di belakang kami, kami makin khawatir dengan keadaan andri dan herdi, setelah beberapa lama kami mencari akhirnya kami putuskan untuk menyusul teman teman yang lebih dulu pergi. 

Singkat cerita kami bertigapun sampai di tempat para warga yg sebelumnya menyarankan kami untuk ke pemakaman tersebut, aku melihat susi sudah sadar pada saat itu namun dia terlihat sedang menangis, dan sudah banyak warga yg mengelilinginya 

, mereka semua terlihat panik, aku bayu dan heripun memberitahu bahwa kami tak menemukan keberadaan andri dan herdi dimakam tadi, tapi mereka sepertinya sudah mengetahui apa yg akan kami ucapkan. 

Akupun menanyakan kepada susi apa yg sebenarnya terjadi, susipun mengatakan bahwa saat berada di dalam makam dia sudah melihat banyak sekali mahluk yg sudah menunggu di dalam, lalu dia meminta kepada andri dan juga herdi untuk kembali saja 

, namun mereka berdua tidak memperdulikan perkataannya, dan mengatakan bahwa dimakam seperti ini sudah pasti banyak makhluk ghaibnya, jadi tidak usah khawatir hanya karena bisa melihat mereka 

, lalu mereka bertigapun kembali melanjutkan penelusuran di pemakaman tersebut sampai mereka melihat ada sebuah rumah yg cukup mewah disana,andri dan herdipun bergegas mendekati rumah tersebut, namun saat susi ingin akan berjalan menghampiri andri dan herdi 

, susi merasa ada yg memangil mangil namanya susi pun berbalik dan melihat ada seorang anak kecil berdiri di dekat pintu gerbang seperti member isyarat untuk tidak melanjutkan langkahnya,susipun berbalik berniat untuk memberitahu andri dan herdi namun saat susi berbalik 

berbalik andri dan herdi tidak ada, beberapa kali susi memanggil mangil mereka namun tidak juga ada yg menjawab, susi pun mencoba melihat kembali anak kecil yg dia lihat sebelumnya namun anak kecil itu juga sudah menghilang 

, tidak lama susi melihat ada seorang kakek tua berbaju hitam di belakangnya ada beberapa makhluk yg mengikutinya, kakek tua itu berjalan mendekati susi,namun tiba tiba ada cahaya putih dan suara Kakek susi yg menyuruhnya untuk segera pergi, 

saat itu susi menanyakan bagaimana dengan temannya, tapi kakeknya menyuruh susi untuk pergi terlebih dahulu dan meminta bantuan kepada orang lain untuk menyelmatkan andri dan juga herdi, susipun lari kearah pintu gerbang namun pintu itu susah untuk dibuka, 

, lalu diapun memukul mukul gerbang itu sambil berteriak teriak berharap aku atau teman teman yg lain mendegar dan membukakan pintu, namun tiba tiba dia merasa seperti ada yg memukul punggungnya dari belakang dan diapun tidak ingat lagi kejadian setelah itu 

sampai dia merasa di tepuk tepuk dan bangun sudah berada ditempat kami sekarang berkumpul. 

Susi bertanya kepada kami apakah kami tidak mendengar suaranya yg beteriak dan meminta tolong, padahal dia berteriak sangat keras, kamipun menjawab tidak mendengar dan hanya mendengar suara pintu di pukul pukul saja 

, akupun merasa aneh dan menanyakan saat kelompok ku masuk apakah ada yg mendengar teriakan aku bayu dan raka ? namun mereka pun sama tidak mendengar, mereka hanya kaget saat tiba tiba terdengar seperti ada yg menghantam pintu gerbang dengan keras 

, namun tidak lama terlihat aku bayu dan raka yg keluar. 

Aku kemudian menyuruh susi untuk segera tidur dan beristirahat saja di rumah warga karena mereka menawarkan kepada kami untuk menginap saja disana malam ini, sedang aku bersama teman teman yg lain dibantu beberapa warga akan mencoba mencari solusi masalah ini. 

Malam itu aku setelah kami dan beberapa warga mencoba mencari keberadaan andri dan herdi, mereka tetap tidak bisa kami temukan, merasa cukup lelah kamipun kembali ke rumah warga untuk beristirahat terlebih dahulu 

mengingat kondisi kami sudah sangat lelah dan cuaca saat itu tidak mendukung untuk melakukan pencarian lagi. 

temanku hery mencoba mendekati dan bertanya kepada orang tua tersebut namun setelah berkali kali hery memanggil orang tua tersebut , orang tua tersebut tidak menjawab, orang tua itu hanya berjalan tidak menggubris pangilan dari hery 

, saat itu aku merasa ada sesuatu yg aneh segera melihat susi yg dibilang bisa melihat (mahkluk ghaib) kulihat wajahnya seperti tau sesuatu , tak lama dia melihat kearahku dia memberi isyarat untuk segera melanjutkan perjalanan 

akupun memanggil kembali hery yang menghampiri orang tua tersebut untuk segera melanjutkan perjalanan.

Diapun segera mendekat kearah kami namun dia terlihat kesal sekaligus takut 

, mungkin kesal karena panggilannya tidak di dengar, dan dia merasatakut karena melihat orang tua tersebut wajahnya pucat pasih dengan ekspresi mukanya terlihat datar,tatapannya kosong hanya lurus kedepan dan terasa dingin saat di dekatnya 

. Aku yg waktu itu mendengarkan mencoba melihat orang tua tersebut sudah hilang padahal aku hanya memalingkan pandangan sesaat saja.kami yg merasakan keanehan kemudian bergegas untuk melanjutkan perjalanan kami 

, namun ketika kami akan melanjutkan perjalanan kami dikejutkan dengan suara seperti seorang kakek-kakek , dia mengatakan “PERGI DARI SINI….!! ” suaranya terdengar begitu keras dan seperti orang marah, kami yang mendengar mencoba untuk mencari asal suara tersebut 

namun tidak ada siapapun saat itu,. Saat itu temanku yg memiliki kelebihan bisa melihat mereka terlihat begitu ketakutan dan panic, dia bilang untuk sebaiknya pulang saja dia merasa akan terjadi sesuatu katanya. 

Kamipun memutuskan untuk berdiskusi untuk menentukan rencana kami selanjutnya, saat itu susi, risa dan budi menyarankan kami untuk pulang karena merasakan firasat yg tidak baik, namun 7 orang lainnya tetap ingin melanjutkan penelusuran 

, setelah sekian lama berdiskusi akhirnya kami memutuskan untuk tetap melanjutkan perjalanan kami mencari lokasi rumah tersebut, kecuali 2 temanku budi dan risa mereka lebih memilih untuk pulang karena merasa tak kuat untuk melanjutkan rencana ini 

sebenarnya aku dan susi pun mengusulkan untuk pulang namun karena anggota kami yg lain tetap ngotot maka kamipun mengalah untuk ikut karena takut akan terjadi sesuatu nantinya 

Kami yang tersisa 9 orang ini melanjutkan untuk mencari sumber lain yang mungkin mengetahui alamat rumah tersebut.Sekitar pukul 23.00 kami melihat beberapa orang yg sedang berkumpul dengan bara api unggun di tengah tengah mereka,namun saat kami mendekat mereka melihat kearah kami 

aku menyuruh kepada teman temanku untuk berhenti untuk mencoba menanyakan kepada mereka siapa tau diantara mereka ada yg mengetahui lokasi yg sedang kami cari,tidak lama seorang dari mereka mendekati kami setelah kami berhenti, orang tersebut kemudian bertanya kami mau kemana ? 

akupun mendekati orang tersebut dan menjelaskan rencana kami untuk mencari rumah nomer 13 tersebut,cukup lama kami berbincang, orang tersebut malah memberi menjawab bahwa di daerah ini banyak sekali cerita mistis 

mereka menganjurkan kami untuk mencoba pergi ke sebuah makam keluarga di daerah tersebut,yang menurut warga tersebut makam itu sangat angker apa lagi di malam selasa atau malam jum’at seperti ini. 

warga tersebut sedikit menceritakan tentang angkernya makam keluarga tersebut,salah satu ceritanya ada seorang pedagang bakso yang lewat di dekat tersebut sekitar jam 10 malam tukang bakso tersebut melihat rombongan pengantar jenazah, 

lalu tukang bakso tersebut bertanya pada salah satu dari rombongan tersebut tentang kenapa di makam kan nya malam malam seperti ini, tapi ketika tukang bakso itu bertanya tidak ada satu orang pun yang menjawab 

mereka hanya berjalan lurus tanpa bicara sedikitpun, merasa ada yang aneh tukang bakso itupun mencoba melihat kearah kaki mereka apakah menginjak tanah atau tidak, saat dia melihat kearah kaki mereka tukang bakso itu meihat kaki mereka yang tak menginjak tanah 

dari lutut sampai telapak kaki mereka tak terlihat, tukang bakso itupun baru menyadari rombongan jenazah tersebut semuanya berwajah pucat, tanpa ekspresi, tiba tiba hujan turun cukup deras namun anehnya mereka tak basah sama sekali, tuturnya” 

saat itu dia hanya bisa diam waktu itu seperti susah untuk menggerakan tubuhnya, dia pun membaca doa yg dia ingat supaya mereka segera hilang namun mereka justru berhenti dan berbalik melihat kepada tukang bakso tersebut sambil mulut mereka menyeringai mata mereka hitam pekat 

membentuk bulat, terlihat senyumannyapun seperti senyum meledek kepadanya, tukang bakso tersebut lalu lari sambil berteriak, lalu orang-orang disinilah yg menolong tukang bakso tersebut dan membantu mengambil gerobak bakso miliknya itupun sesudah lewat waktu subuh baru ucapnya”. 

kejadiannya pun baru terjadi beberapa hari kemarin tepat malam selasa kemarin lanjutnya” 

Ada cerita lain katanya satu minggu lalu ada sebuah kejadian seseorang menemukan mustika dan pusaka disana lalu dibawalah barang barang tersebut kerumahnya, sayangnya ayah orang itu malah menjual barang-barang tersebut 

keesokan harinya, orang yg menemukan, yang menjual dan yang membeli semuanya mati dan barang barang tersebut hilang begitu saja, tidak ada yg pernah melihat atau menemukan kembali barang barang tersebut. 

Teman-temanku yg terbilang maniak misteri ini malah terlihat senang dan antusias mendengarnya, Lalu kami berpikir untuk menunda dulu mencari rumah bernomer 13 itu dan mencoba untuk mendatangi makam yang warga itu ceritakan 

Kami akan berjalan dari sini ke areal pemakaman tersebut karena jaraknya cukup dekat dan motor kami akan kami titipkan di rumah warga disini tentu atas seijin mereka,warga hanya memberi tahu kami letak areal pemakaman tersebut 

, kami harus berjalan memasuki sebuah jalan kecil terlebih dahulu, lalu belok ke sebelah kiri dari sana sudah terlihat areal pemakaman yg dimaksud namun warga tak ada yg berani untuk mengantarkan langsung karena takut 

aku sebenarnya merasa bahwa jika hal hal seperti ini justru bakal membawa petaka, namun karena aku mengerti tabiat teman temanku akupun hanya diam dan mengiyakan 

singkat cerita setelah kami berjalan 10 menit kami sudah bisa melihat gerbang pemakaman tersebut, gerabangnya berwarna putih namun sudah terlihat banyak karat disana sini, kami pun melanjutkan berjalan mendekati gerbang pemakaman tersebut 

namun nandar tiba tiba mendekatiku dan mengatakan bahwa dia melihat sekelebat bayangan putih, yg dia kira itu pocong, makhluk tersebut terlihat melintas di antara gerbang makam yang terbuka ucapnya 

Tapi karena tak ingin membuat yg lain takut aku menyuruhnya untuk diam.

kami tetap melanjutkan penelusuran untuk masuk ke pemakaman tersebut 

, lalu kami berbincang mengatur rencana apa saja yg akan kami lakukan di dalam areal makam tersebut, setelah lama berbincang kami pun sepakat membagi menjadi 3 kelompok, setiap kelompok berisi 3 orang di dalamnya. 

Note: setiap kelompok dilarang menceritakan kejadian selama berada di dalam areal makam kepada kelompok lain, sampai semua kelompok sudah memasuki areal makam tersebut.

Kelompok satu aku,bayu, raka

Kelompok dua andry, susi, herdy

Kelompok tiga anka, heri, nandar 

Pertama masuk adalah kelompoku, aku, bayu dan raka masuk ke areal makam tersebut dan sisanya menunggu di luar gerbang namun kondisi gerbang akan kami tutup.

Saat kami masuk, udara sudah terasa berbeda, 

benar benar terasa berbeda dengan saat kami belum masuk ke areal makam tersebut, aku merasakan seperti banyak pasang mata yg memperhatikan kami, namun satupun makhluk tak terlihat oleh mata kami. 

Di dalam makam terihat ada sebuah rumah atau bangunan yg digunakan untuk menyipan keranda,ada beberapa pohon besar didalamnya,salah satunya pohon beringin letaknya tepat di tengah areal pemakaman tersebut. terlihat ada beberapa makam yg tersusun rapi,dengan letak yg sejajar 

dan berderet-deret.

Beberapa menit berlalu bayu mengatakan bahwa dia melihat sinar warna biru di sudut makam, aku dan rakapun segera melihat sudut yg bayu maksud dan kamipun melihat sinar berwarna biru ,sinar itu terlihat seperti sorotan lampu namun muncul dari tanah 

bayu yg penasaran mengajak ku dan raka untuk memastikan sinar apa yg waktu itu kami lihat, kamipun berjalan mendekati sumber cahaya tersebut, saat kami mendekat ternyata ada sebuah makan yg dipagari dengan pagar besi sekelilingnya, dan satu satunya makam yg letaknya terpisah 

Saat mungkin hanya tinggal satu langkah lagi kami dengan sumber sinar biru tersebut, tiba tiba suasana mendadak hening suara binatang malam yg sebelumnya mengiringi penelusuran kami mendadak berhenti, bahkan anginpun seperti tidak menghembuskan nafasnya. 

Disana aku merasakan sebuah ketakutan yg begitu besar, aku menyuruh kepada raka dan bayu untuk kembali dan membereskan penelusuran kami, namun tiba tiba terdengar suara brraakkkk dari arah keranda, keranda tersebut bergoyang goyang seperti sedang di ayun ayun kan oleh seseorang. 

kami yg melihat lansung berteriak dan berlari untu keluar dari pemakaman tersebut, bayu yg berada paling depan segera membuka pintu dengan sekuat tenaga. 

. Aku dan rakapun keluar menyusul bayu, sesampainya diluar teman temanku yg berada di luar menertawakan aku bayu dan raka, nandar bilang wah kayanya seru di dalam, lalu merekapun kembali tertawa. 

sebenarnya raka saat itu ingin memberitahu kejadian apa yg dialaminya di dalam,namun saat raka mulai berbicara kelompok kelompok lain hanya memberi isyarat kepada raka untuk diam karena kita sudah melakukan perjanjian untuk tidak menceritakan kejadian di dalam 

sebelum semua kelompok masuk kedalam,lalu rakapun terdiam.

Sekarang giliran kelompok selanjutnya yg masuk kataku, kelompok 2 ada andri, herdi dan susi, merekapun masuk dan kututup gerbang makam 

cukup lama kami menunggu menit tiba tiba terdengar suara mengedor gedor gerbang makam dari dalam.

, akupun segera membuka gerbang tersebut untuk memastikan keadaan teman temanku yg berada di dalam karena takut terjadi sesuatu saat itu 

namun saat kubuka pintu kulihat susi yg muntah muntah darah lalu tergeletak pingsan setelah melihat kami, 

kami yg meilhat lalu mencoba membangunkan susi untuk menanyakan apa yg terjadi, namun karena susi tidak juga bangun akupun menyuruh raka dan heri untuk membawa susi ke tempat warga tadi lalu sisanya kedalam makam untuk mencari keberadaan andri dan herdi. 

, setelah raka dan heri membawa susi akupun kedalam untuk mencari keberadaan herdi dan andri untuk memastikan keadaan mereka, namun setelah kucari di areal makam mereka tidak kami temukan, padahal sudah semua sudut pemakaman kami cari namun mereka tidak terlihat sama sekali 

kami saat itu sudah mulai panik dan memutuskan untuk meminta bantuan warga untuk mencari mereka, aku bayu dan herypun memutuskan untuk segera menyusul teman teman kami yg lain untuk menceritakan kejadian ini 

namun saat kami akan keluar gerbang terdengar suara suara orang meminta tolong namun suaranya tidak begitu jelas tapi kami yg mendengar yakin bahwa itu suara herdi dan andry, kamipun mencoba mencari cari lagi sekeliling pemakaman sambil mencari sumber suara suara tersebut 

namun anehnya suara suara itu seperti berpindah pindah memutari kami, kadang di depan kadang di belakang kami, kami makin khawatir dengan keadaan andri dan herdi, setelah beberapa lama kami mencari akhirnya kami putuskan untuk menyusul teman teman yang lebih dulu pergi. 

Singkat cerita kami bertigapun sampai di tempat para warga yg sebelumnya menyarankan kami untuk ke pemakaman tersebut, aku melihat susi sudah sadar pada saat itu namun dia terlihat sedang menangis, dan sudah banyak warga yg mengelilinginya 

mereka semua terlihat panik, aku bayu dan heripun memberitahu bahwa kami tak menemukan keberadaan andri dan herdi dimakam tadi, tapi mereka sepertinya sudah mengetahui apa yg akan kami ucapkan. tidak terlihat kepanikan lagi akan ucapan kami 

Akupun menanyakan kepada susi apa yg sebenarnya terjadi, susipun mengatakan bahwa saat berada di dalam makam dia sudah melihat banyak sekali mahluk yg sudah menunggu di dalam, lalu dia meminta kepada andri dan juga herdi untuk kembali saja 

namun mereka berdua tidak memperdulikan perkataannya, dan mengatakan bahwa dimakam seperti ini sudah pasti banyak makhluk ghaibnya, jadi tidak usah khawatir hanya karena bisa melihat mereka, lalu mereka berdua kembali melanjutkan penelusuran dan memutari areal pemakaman tersebut 

sampai terdengar perkataan mereka yg melihat ada sebuah rumah yg cukup mewah disana,andri dan herdipun bergegas mendekati rumah tersebut, namun saat susi akan berjalan menghampiri andri dan herdi, susi merasa ada yg memangil mangil namanya, susi pun berbalik 

dan melihat ada seorang anak kecil berdiri di dekat pintu gerbang seperti member isyarat untuk tidak melanjutkan langkahnya,susipun berbalik berniat untuk memberitahu andri dan herdi namun saat susi berbalik andri dan herdi tidak ada, lebih tepatnya sudah hilang. 

beberapa kali susi memanggil mangil mereka namun tidak juga ada yg menjawab, susi pun mencoba melihat kembali anak kecil yg dia lihat sebelumnya namun anak kecil itu juga sudah menghilang,tidak lama susi melihat ada seorang kakek tua berbaju hitam dan memakai ikat berwarna hitam 

di belakangnya ada beberapa makhluk yg mengikutinya, kakek tua itu berjalan mendekati susi,namun tiba tiba ada cahaya putih dan suara Kakek susi sudah meninggal untuk menyuruhnya untuk segera pergi dari makam tersebut. 

saat itu susi menanyakan bagaimana dengan temannya, tapi kakeknya menyuruh susi untuk pergi terlebih dahulu dan meminta bantuan kepada orang lain untuk menyelmatkan andri dan juga herdi, dan akan ada waktu yg tepat untuk menyelamatkan mereka berdua. 

susipun lari kearah pintu gerbang namun pintu itu susah untuk dibuka, lalu diapun memukul mukul gerbang itu sambil berteriak teriak berharap aku atau teman teman yg lain mendegar dan membukakan pintu 

namun tiba tiba dia merasa seperti ada yg memukul punggungnya dari belakang dan diapun tidak ingat lagi kejadian setelah itu sampai dia merasa di tepuk tepuk dan bangun sudah berada ditempat kami sekarang berkumpul 

Susi bertanya kepada kami apakah kami tidak mendengar suaranya yg beteriak dan meminta tolong, padahal dia berteriak sangat keras, kamipun menjawab tidak mendengar dan hanya mendengar suara pintu di pukul pukul saja ketika disana 

akupun yg merasa aneh kemudian menanyakan saat kelompok ku masuk apakah ada yg mendengar teriakan aku bayu dan raka juga ? dan mereka menjawab tidak mendengar juga, saat itu aku berpikir ada apa sebenarnya ini, gumamku dalam hati”. 

Aku kemudian menyuruh susi untuk segera tidur dan beristirahat saja di rumah warga karena mereka menawarkan kepada kami untuk menginap saja disana malam ini, sedang aku bersama teman teman yg lain dibantu beberapa warga akan mencoba mencari solusi masalah ini. 

Kamipun sepakat untuk membagi kelompok, ada yg berjaga di rumah ini ada juga yg membantu mencari lagi andri dan herdi di makam keluarga tersebut.walau kami sedikit takut kami dan beberapa warga mencoba mencari keberadaan andri dan herdi,namun mereka tetap tidak bisa kami temukan 

merasa cukup lelah kamipun kembali ke rumah warga untuk beristirahat terlebih dahulu mengingat kondisi kami sudah sangat lelah dan cuaca saat itu tidak mendukung untuk melakukan pencarian lagi. 

Pagipun tiba, kulihat susi sudah terbangun dari tidurnya, terlihat dia seperti ingin menyampaikan sesuatu, aku saat itu mendekatinya berniat menanyakan keadaan susi saat itu, dia pun mengatakan bahwa keadaannya sudah agak mendingan hanya masih terasa sedikit lelah 

kemudian susi bercerita sepertinya dia mendapatkan cara untuk menemukan keberadaan ke dua teman kami yang hilang itu,dia mendapatkan petunjuk melalui mimpinya, dalam mimpinya dia bertemu dengan kakek kakek yg kami temui semalam 

tersebut membawanya kepada sebuah makam yang letaknya berada di ujung pemakaman keluarga yg semalam kami datangi, kakek tersebut menyuruh susi untuk mngambil sesuatu dari sana, (dalam mimpi susi , susi melihat sebuah cahaya berwarna keemasan) 

kemudian setelah susi mengambil benda itu, kakek tersebut menyuruh susi untuk pergi kesebuah tempat yg masi berada di daerah ini, tepatnya akan dia beritahu saat susi sudah mendapatkan apa yg harus dia temukan terlebih dahulu. 

Akupun bercerita bahwa semalam sewaktu aku bayu dan raka memang sempat melihat sebuah makam di pemakaman keluarga tersebut,persis disudut areal pemakaman tersebut namun terpisah sendiri dan makam itu dipagari dgn besi,kami saat itu hanya melihat sinar berwarna biru bukan keemasan 

Wargapun mengiyakan perkataanku dan memberitahu kami bahwa makam keluarga tersebut adalah makam keluarga besar sesepuh disini, dan makam yg di beri pagar adalah makam sesepuh disini 

namun memang karena banyak kejadian yg sering terjadi saat malam hari maka makam tersebut jarang di lalui oleh mereka. 

Selang beberapa lama kami berbincang kamipun memutuskan untuk segera kembali ke makam keluarga tersebut untuk memastikan perkataan dari susi, karena semakin cepat kami menemukan ke dua teman kami akan semakin baik pikirku dan kamipun memutuskan untuk segera berangkat 

sedangkan susi kami suruh beristirahat terlebih dahulu mengingat kondisinya yg belum benar benar pulih, dia ditemani anka dan heri, sisanya akan ikut bersamaku ditemani beberapa orang warga. 

Singkat cerita kami sampai di areal pemakaman yg kami tuju, namun kami semua heran makam yg semalam aku lihat ternyata tidak ada, makam tersebut hilang beserta pagar besi yg mengelilinya, kami yg heran mencoba untuk mencari cari cari dulu di sekitar areal tersebut 

namun tetap saja makam tersebut tidak dapat kami temukan, kamipun memutuskan untuk kembali dan menanyakan kepada susi.

Sesampainya di tempat susi berada kami segera menemuinya 

namun susi tiba tiba mengatakan, percuma kalau hanya kami yg pergi tanpa membawanya, makam itu tidak akan terlihat saat ini karena dialah yg diberi amanah oleh kakek kakek tersebut untuk mengambilnya,dan kalaupun mereka menemukan makam tersebut mereka tidak akan menemukan apa apa 

, saat kami kesana nanti harus tepat pukul 18.00, karena itulah saat-saat dimensi kami dan mereka terbuka.

Akupun menanyakan kenapa dia tahu kalau kami tidak menemukan makam tersebut 

, susi menjawab bahwa kakek tersebut tadi datang kepadanya dan mengatakan hal itu. Dia lalu menyuruh susi untuk beristirahat dahulu karena malam ini akan menjadi malam yg panjang. 

Sorepun tiba, kami beserta susi sudah bersiap untuk kembali kemakam tersebut,pukul 17.30 kami sudah bersiap di depan makam menunggu waktu yg tepat untuk masuk, tak lama terdengar suara adzan berkumandang,selepas suara adzan terdengar suara seorang lelaki tua mengatakan,”MASUKLAH” 

semua yang ada saat itu mendengarnya, sebenarnya mungkin kami agak ketakutan namun karena rasa tanggung jawab maka kamipun segera berjalan memasuki pemakaman tersebut. Saat kami semua sudah berada di dalam tiba tiba angin bertiup sangat kencang pohon pohon disana bergoyang goyang 

tidak tentu arah, langit yg tadinya masih cerah berubah menjadi gelap, suasana benar benar terasa mencekam, namun tiba tiba terdengar suara brraaakkkkkk dari arah sudut pemakaman tersebut, tidak lama terpancar sinar berwarna kuning keemasan 

sinarnya begitu menyilaukan mata kami, susipun segera mendekati sumber cahaya tersebut dan aku yg meliihat segera mengikutinya sedang yg lain tetap diam karena mungkin merasa takut. 

Saat aku dan susi berjalan mendekat seketika cahaya kuning tersebut seakan membesar dan mendekat kearah kami, aku dan susi lalu menutup mata kami karena kaliauan sinar tersebut, namun terasa seperti ada guncangan besar saat itu 

kamipun membuka mata saat itu, namun kami tidak melihat keberadaan orang orang yg bersama kami tadi, hanya ada aku dan susi saja saat itu. Suasana terasa berbeda saat itu seperti ada kabut putih disekitar kami 

tidak lama terlihat sesosok kakek kakek yg semalam kami temui, dia berjalan mendekat kepada aku dan susi dan menyuruh kami untuk menyentuh sumber cahaya kuning dari makam tersebut, kamipun mengiyakan perkataan kakek tersebut, 

saat aku dan susi menyentuh sinar tersebut tiba tiba di tangan terasa panas dan tangan kami mengepal dengan sendirinya, tiba tiba ditangan kami terasa seperti menggenggam sesuatu, dan semakin lama terasa semakin panas disana karena merasa tidak kuat 

kamipun hendak melepaskan gengaman kami namun di tahan oleh tangan kakek tersebut, dia menyuruh kami untuk menahannya sedikit lagi, setelah beberapa saat tiba tiba sinar itu mengecil dan hilang membentuk sesuatu yg sudah berada di tangan kami 

aku saat itu menggenggam sebuah keris sedang susi menggenggam sebuah batu mustika berwarna hijau terang terlihat ada sedikit asap yg keluar dari batu hijau tersebut. 

Aku kemudian menanyakan kepada kakek kakek itu untuk apa benda benda ini , kemudian dia menjawab keris yg kupegang akan berguna saat disana nanti, sedang mustika yg dibawa susi adalah kunci agar kami bisa masuk ke alam mereka, 

namun kedua benda tersebut bisa digunakan hanya diwaktu waktu tertentu saja. 

Singkat cerita aku dan susipun disuruh menutup mata kami , lalu kamipun kemudian menutup mata kami tiba tiba kami merasa sangat lelah,terasa kembali ada sebuah guncangan. 

terdengar kembali suara kakek itu dia berucap untuk segera mencari sebuah rumah dan didekatnya ada sebuah pohon beringin besar. 

Seketika akupun dan susi membuka mata dan kami sudah ada di rumah warga sebelumnya, mereka menanyakan apa yg terjadi sehingga kami pingsan, terlihat juga teman temanku yg lain yg terlihat panik, akupun dan susi memberitahu apa saja yg kami alami. 

Aku dan susi yg saat itu melihat warga hanya terdiam seperti mengingat ngingat sesuatu, mereka terlihat seperti enggan berbicara, namun ada salah satu warga kemudian berbicara bahwa ada sebuah tempat disini yg seperti di deskripsikan oleh aku dan susi. 

letaknya tidak jauh dari areal pemakaman keluarga tersebut namun akses masuk kesana sudah di tutup oleh warga disini karena sering terjadi kejadian aneh disana, bahkan pernah ada yg hilang, saat ditemukan dia sudah gila dan tidak lama meninggal dunia. 

Dulu tertua atau sesepuh disini mungkin bisa membantu karena beliau memang punya kelebihan, namun karena beliau sudah meninggal tidak ada yg bisa berani lagi mendekati tempat tersebut, 

saat itu aku dan teman temanku saling bertatapan dalam hati kami berbisik apa rumah ini yang kami tuju sebenarnya”, lantas kami bertanya apa rumah disana bernomor 13? 

saat itu aku dan teman temanku saling bertatapan dalam hati kami berbisik apa rumah ini yang kami tuju sebenarnya”, lantas kami bertanya apa rumah disana bernomor 13? 

mereka pun mengiyakan, mereka tidak memberi tahu kami karena takut kejadian kejadian seperti ini terjadi, namun karena beberapa alasan mereka bersedia membantu apalagi mengingat makam yg memberi kami petunjuk ternyata adalah makam mendiang sesepuh disana. 

mereka yg tadinya tidak banyak berbicara merasa tergugah dengan kejadian yg aku dan susi alami, apalagi sampai kejadian hilang orang seperti ini takutnya berbuntut panjang.mereka pun bersedia membantu kami sampai mereka dapat ditemukan. 

Setelah perbincangan yg cukup lama aku teman teman dibantu beberapa warga segera pergi ke tempat yg dimaksudkan berharap masalah yg kami hadapi cepat selesai. 

Singkat cerita kami sampai ditempat yg dimaksud, saat itu aku lihat memang akses jalan untuk masuk kesana sudah ditutup, para warga yg saat itu sampai harus merusak beberapa bagian pagar yg terbuat dari bahan bahan seadanya. Setelah terasa cukup untuk kami masuk, kamipun masuk 

Saat didalam yg kulihat adalah sebuah tempat yg benar benar seperti terbengkalai, rumput rumput yg terlihat tinggi, tingginya hampir sama dengan tinggi badanku, terlihat ada pohon beringin besar dan tinggi, berdiri juga beberapa pohon di sekitarnya, 

aku kemudian bertanya keberadaan rumah yg aku cari, kemudian salah satu warga mengatakan bahwa kami masih harus masuk lebih dalam untuk menuju rumah yg dimaksud. 

Namun susi kemudian mendekat kepadaku lalu mengatakan bahwa kita sepertinya sudah ditunggu mereka,disini bukan sekedar kerajaan ghaib namun kerajaan dedemit lanjutnya, kulihat dia sudah mulai ketakutan, terlihat raut wajahnya yg mulai memucat dan dia terlihat berkeringat, 

Akupun menggengam tangannya sekedar ingin mengurangi kekhawatiranya, jujur akupun merasa takut namun ini semua harus kami selesaikan sebelum terlambat. Tiba tiba dari saku celana susi terlihat cahaya berwana kuning, sama seperti warna cahaya yg kami lihat sewaktu di makam tadi, 

akupun menyuruh susi untuk melihat apa yg ada didalam saku celananya, susi kemudian mengeluarkan batu mustika hijau pemberian kakek kakek yg kami temui, akupun menyuruh susi untuk terus memegang batu itu, karena mungkin bisa membantu kami saat itu. 

kami semua pun terus berjalan menelusuri area rerumputan, sambil membuat jalan setapak dengan peralatan seadaanya sampai kami melihat sebuah rumah berlantai 2 rumah itu cukup besar di sampingnya ada sebuah pohon beringin yg sangat besar 

semua warga merasa heran, menurut mereka sudah tidak ada lagi rumah disana karena sudah sejak lama rumah ini rata dengan tanah, rumah itu tiba tiba roboh dengan sendirinya setelah kematian keluarga si pemilik rumah 

hanya saja ada satu anak perempuan mereka yg tidak pernah ditemukan sampai saat ini .

lalu tiba tiba angin bertiup sangat kencang, disana kami tiba-tiba mendengar sebuah teriakan dari dalam rumah 

kami yg mengira itu teriakan 2 teman kami yg hilang ,semua disana berinisiatif untuk mendekat,namun tidak lama terdengar suara tawa yg sangat mengerikan,pertama hanya satu suara tawa namun tidak lama suara suara lain terdengar hingga suara itu terdengar seperti di sekeliling kami 

Seketika di sekelling kami banyak makhluk bermacam macam rupa dan tidak terhitung jumlahnya, yg paling membuat kami ngeri adalah wanita yg terlihat kurus dia berjalan jalan namun dalam posisi sedang kayang, tubuh nya kurus kering berlengan dan berkaki panjang 

dan dua sosok tinggi besar setinggi pohon berngin, mereka berdiri di kiri kanan pohon beringin satu berwarna merah dan satu berwarna hijau, bertanduk di kiri kanan mereka. 

Kami saat itu benar benar merasa ketakutan hingga membuat beberapa warga lari, ada juga yg diam di tempat saja namun tidak bicara ataupun berkedip, ada yg langsung berdoa dengan kencang. Namun tidak sedikitpun jumlah sosok sosok penunggu disana hilang atau berkurang 

saat itu tiba tiba aku merasa di dadaku terasa panas, tidak lama dari dalam dadaku keluar sinar dan keluar sebuah keris lalu melayang layang di depanku, tidak lama keris itupun melayang layang mengelilingi kami 

perlahan sosok sosok yg kami lihatpun berkurang, hingga tersisa dua sosok di dekat pohon beringin. Susi yg hanya diam tiba tiba melemparkan batu hijau yg sedari tadi dia genggam 

namun tiba tiba ada percikan kuning dan berubah menjadi sosok wanita berbaju hijau dia lalu bertarung dengan sosok penunggu pohon beringin tersebut,

singkat cerita setelah kedua sosok tersebut hilang sosok wanita berbaju hijau itupun melayang mendekati susi 

, Sosok itu berkata untuk segera memasuki rumah tersebut agar bisa membawa teman-teman kami yg tersesat di sana dan kemudian dia menjadi batu hijau kembali. 

Setelah merasa semua sosok yg kami lihat semuanya hilang, kamipun bergegas untuk masuk kerumah tersebut, kami semuapun segera masuk kedalam dan mencari setiap setiap sudut di dalam rumah tersebut 

hingga kami tiba di lantai paling atas disana ada sebuah ruangan bersinat terang seperti ada lampu didalam ruangan tersebut , padahal disini tidak ada listrik, sejak kami memasuki areal inipun kami hanya berbekal senter saja. 

Kamipun bergegas memastikan ada apa disana, saat kami sampai disana kulihat di dalam ruangan tersebut sudah banyak sekali makhluk yg sedang berkumpul dan kulihat di tengah tengah mereka ada 2 teman kami dengan kondisi yg sangat memprihatinkan, 

mereka seperti habis dipukuli sekujur tubuhnya, namun kami hanya bisa terdiam karena merasakan ketakutan saja saat itu , kami tidak tau harus berbuat apa disana karena melihat jumlah mereka yg tidaklah sedikit dengan beragam bentuk 

mereka terlihat seperti menunggu kami untuk maju dan mereka segera akan menerkam kami,

tidak lama datanglah kakek kakek tua mendiang sesepuh disana dan menarik ku dan susi, dia menyuruh kami berdua untuk segera menarik dan membawa kedua teman kami dari kerumunan itu 

lalu kami harus segera berlari meninggalkan tempat ini, aku dan susipun mengikuti perintahnya dan membawa kedua teman kami dari sana,sedang dia didepan kami mebukakan jalan untuk kami, beberapa kali terlihat makhluk makhluk itu mendekat 

namun kakek tersebut berhasil mementalkannya, sampai aku dan susi berhasil menarik kedua teman kami, kami semua saat itu langsung berlari untuk segera keluar dari rumah tersebut. 

hingga terdengar suara tawa yg menggelegar kami semua dibuat kaget setengah mati dengan tawanya, lalu kakek tersebut menyuruh kami untuk segera berlari keluar dari rumah ini dan jangan pernah menoleh ke belakang apapun yg terjadi. 

Kami sempat melihat ke arah kakek tersebut dan bermaksud untuk menanyakan bagaimana nanti dengan dirinya,karena kulihat banyak sekali makhluk hendak mendekatinya, 

namun kakek tersebut hanya mengatakan larilah dan jangan sesekali menengok ke belakang apapun yg terjadi dan tidak usah menghawatirkannya. “PERGILAH”lanjutnya. 

Mendengar ucapannya maka aku teman dan para warga langsung berlari untuk keluar dari rumah tersebut, selama kami berlari banyak sekali suara suara yg memanggil, ada yg menangis ada yg tertawa dan bnyak suara suara aneh lainnya, 

beragam makhlukpun beberapa kali mengangetkan kami, salah satunya sebuah kepala melayang layang memutar mutari kami selama kami berlari, namun tidak kami hiraukan dan kami tetap berlari agar segera keluar dari rumah ini 

sampai akhirnya saat kami di dekat pintuk keluar tiba tiba ada sebuah guncangan dan kami seperti ada angin besar yg mendorong kami agar segera keluar dari rumah tersebut, kami semua terpental kearah luar rumah tersebut dan jatuh bersamaan, 

namun saat kami berbalik rumah tersebut sudah tidak ada atau menghilang 

Saat itu kami sudah berada diluar terdengar suara adzan subuh berkumandang, kulihat kedua teman kami yg hilang jatuh pingsan dan kamipun membawanya kerumah warga terlebih dahulu.

Namun setelah lama tidak ada perubahan kamipun membawa mereka ke rumah sakit. 

kemudian kami menghubungi orang tua mereka, lama menunggu akhirnya kedua orang tua mereka datang dan kami menceritakan apa yg terjadi, kami saat itu benar benar dimarahi oleh orang tua mereka. 

Singkat cerita setelah beberapa hari mereka tetap tidak sadarkan diri, hingga paman herdi datang, beliau merupakan orang yg mengerti dengan dunia spiritual lalu menginap semalam di rumah sakit tempat herdi dan andri dirawat 

Beliau menginap semalam disana dan besoknya herdi dan andri pun sadarkan diri. 

Paman herdi lalu bercerita semalam dia mencari sukma herdi dan andri karena masih terjebak disana, hingga bertemu dengan seorang kakek tua dan membantunya mencari sukma andri dan herdi, sesampainya di rumah yg dicari beliau melihat sukma mereka berdua sedang dirantai 

banyak luka ditubuh mereka,saat itu paman herdi kemudian melepaskan rantai dari tubuh mereka, kemudian saat akan membawa mereka pergi saat itulah beliau disambut oleh penghuni kerajaan dedemit disana 

beliau sampai harus mengalahkan raja dari para demit disana terlebih dahulu, untung ada kakek kakek itu yg membantu jika tidak beliaupun merasa akan sangat kewalahan untuk mengalahkan mereka. 

Setelah beberapa hari merekapun kembali pulih dan tidak ada keanehan pada diri mereka, kecuali trauma dengan hal hal yg berbau mistis, mereka jadi lebih penakut dan tidak lagi sering berkumpul dengan kami. 

Itulah salah satu pengalaman aku dan juga teman temanku, semoga kita dapat mengambil hikmah dari cerita tersebut.

Thread By @Rots_spirit

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *