RAWON.ID

Semua Tentang Mistis

NYI KEMALA

Nyi Kemala atau Kemolo, adalah urban legend yg berkembang di daerah perbatasan semarang sekitar tahun 1930an. Walau cerita ini sangat lawas, tapi saya tertarik karena sang narasumber mampu memberi informasi yg lumayan detail.

Nyi Kemala dulunya adalah seorang “Silihan Hiu”(bahasa jawa) atau bisa disebut rentenir/lintah darat, mungkin Jahat dan kejamnya rentenir ini tidak serta merta hanya ada di TV atau Film saja, tapi memang kemungkinan pernah ada di dunia nyata.   

Mungkin Nyi Kemala ini salah satu contohnya, Nyi kemala adalah seorang lintah darat yg kejam, dan terkenal “Raja Tega” di masa kejayaanya, mengandalkan “Bajul-Bajulnya” (Penagih/debt collector) yg selalu patuh melaksanakan semua perintah tuannya.   

Tak segan para Bajul ini, menghajar, mengambil paksa barang, dari orang yg tidak mampu membayar hutangnya, tak terhitung lagi berapa kehidupan yg dihancurkan oleh Nyi Kemala ini.

Tapi memang kata pepatah jawa, “Sopo Nandur mesti bakalan Ngunduh” (Siapa menanam pasti akan menuai) menuai akibat dari perilakunya sendiri, Nyi kemala sang Raja Tega menemui ajalnya dalam keadaan Gila & Bangkrut.  

Di desa sekitaran Sumowono Perbatasan Semarang, tempat Nyi kemala tinggal, dia sudah terkenal sebagai lintah darat yg cukup jaya, warga desa tidak ada yg mempermasalahkannya pada awalnya   

Nyi Kemala, janda tanpa anak ini awalnya bergerak sendiri, ekspansi menawarkan pinjaman dan menagihnya sendiri, tentu dengan bunga beranak yg sangat tinggi, tapi karena mungkin minimnya berpendidikan tahun itu, mereka mau-mau saja ditawari pinjaman dengan bunga tinggi itu.

Asal dapat uang cepat, alhasil tak sedikit juga orang2 sekitarnya Nyi Kemala yg terjerat, Nyi Kemala memang terkenal Galak dlm menagih hutang kepada debiturnya yg macet, tapi hanya sekedar galak lewat perkataan saja.   

Sampai akhirnya di sekitaran Tahun 1930an, terjadi gagal panen besar-besaran di desa itu, hampir semua tanaman padi di desa itu terserang hama wereng, tentu saja ini mempengaruhi setoran pinjaman dari Nyi Kemala.

Karena tidak sedikit juga para petani yg mengalami gagal panen itu adalah debitur dari Nyi Kemala, awalnya Nyi kemala tetap mencoba untuk menagihnya sendiri, tapi karena memang debiturnya dalam masa sulit, dari sinilah kekejaman itu mulai nampak.  

Nyi kemala mulai melihatkan ketamakannya, walau gagal panen adalah alasan yg cukup masuk akal untuk menunda pembayaran tapi bukannya memberi toleransi, justru Nyi Kemala malah mulai mempekerjakan para “Bajul-Bajul”(debt collector) untuk membantu Nyi Kemala menagih hutangnya.

Dipekerjakannya para Bajul-bajul ini bak petaka bagi para peminjamnya, mereka semakin hari semakin tidak manusiawi, tak jarang mereka menganiaya para peminjam yg belum bisa membayar, mengambil paksa barang bernilai, yg rata-rata adalah hewan ternak.

Sampai akhirnya ada satu kejadian, saat Nyi Kemala & para Bajulnya menagih salah satu peminjamnya, sebut saja Pak karmat. Pak karmat ini adalah petani biasa, beliau tinggal ber 3, dengan istri dan satu anaknya. Bisa ditebak Pak Karmat ini adalah salah satu dari sekian banyak petani yg mengalami gagal panen waktu itu. Dan sepertinya Pak karmat ini sudah tidak bisa lagi membayar, karena bunga dan dendanya yg semakin hari semakin meningkat karena pembayaran yg tertunda.

Akhirnya harta bendanya habis hanya untuk membayar bunganya saja, itupun pasti belum lunas, karena pembayaran yg telat membuat jumlah bunganya melebihi pinjamannya. Tak ada lagi barang bernilai yg bisa diangkut oleh Nyi kemala,   

satu2nya benda bernilai yg dilihat Nyi Kemala adalah Rumah pak karmat, dan tanpa ragu Nyi kemala menyuruh pak karmat serta keluarganya untuk angkat kaki dari rumahnya sendiri, tentu saja mereka tidak rela, terjadilah negosiasi panjang.   

Tapi tetap tidak menemui kesepakatan, Pak karmat memohon untuk meminta waktu lagi kepada Nyi Kemala, tapi dengan tega Nyi Kemala berkata “POKOKE 3 DINO, KOE KUDU LUNGO SEKO OMAH IKI” (Pokoknya 3 hari kalian harus pergi dari rumah ini) sambil berlalu meninggalkan tempat itu.

Nyi Kemala terus mengomel, di iringi oleh para bajul2nya yg pecicilan, tetangga yg melihat karna mendengar keributan itupun dibentaknya “BUBAR!!! IKI CONTONE NEK MBLENJANI JANJI MBEK AKU” (ini contohnya kalo ingkar janji kepadaku!!).

Singkat cerita, tepat 2 hari 3malam atau menuju 3 hari, rumah pak karmat kebakaran. Beliau, istri dan satu anaknya tewas ikut terbakar dalam kejadian itu, warga desa yg tau kejadian itu mulai menduga-duga, ada yg janggal dari kebakaran ini.

Kejadiannya itu belum begitu malam, atau sekitar jam 8 sampai 9, dan tetangga sebelah juga tidak mendengar teriakan dari dalam rumah, yg terbakar juga cuma bagian kamar saja, yang mana itu adl tempat jasad pak karmat dan keluarganya di temukan terbakar.   

Warga curiga kalau keluarga pak karmat ini dibunuh dulu sebelum di bakar, dan kecurigaan ini pastinya hanya menuju pada satu nama yaitu Nyi kemala dan antek-anteknya. Beberapa hari kemudian warga yang marah kemudian melaporkan kecurigaanya ke kepala desa.

Datanglah warga desa beramai-ramai ke rumah Nyi Kemala, tapi di situ dengan santai dan meyakinkan Nyi kemala menyangkal kalo dia terlibat dengan kematian Pak karmat dan keluarganya. Warga juga di tantang untuk menunjukkan buktinya, tapi karena itu cuma sebatas kecurigaan warga juga bingung bagaimana cara membuktikannya. Yang jelas warga sangat yakin kalau Nyi Kemala ada hubungannya dengan kematian keluarga Pak karmat.

Haripun berlalu, pasca kematian kematian keluarga pak karmat sekitar satu sampe 2 bulan, kecurigaan warga semakin menguat. Karena para bajul2 itu pergi meninggalkan Nyi Kemala dan itu Nyi kemala sudah jarang terlihat di desa berkeliling menagih hutang2 debiturnya.

Singkat cerita, beberapa hari kemudian di suatu malam, warga mendengar suara teriakan. Tak begitu keras tapi terdengar jelas, terlihat kepulan api dari kejauhan, rumah besar di pojok desa yg sedikit berada di lembah itu kebakaran, itu adalah rumah nyi Kemala.

Warga berbondong-bondong mendatangi rumah Nyi Kemala, masih terdengar teriakan, tapi karena kebakaran sudah menjalar kemana-mana, warga tak bisa berbuat banyak, untuk menyelamatkan nyi kemala. Perlahan teriakan itu hilang bersama kobaran api yg melahap habis rumahnya. Nyi Kemala meninggal terbakar bersama rumahnya, persis seperti keluarga pak karmat, dari sinilah cerita teror hantu yg diduga kuat adalah “Nyi Kemala” itu di mulai..

Kembali ke kejadian kebakaran di rumah Nyi kemala, saat api mulai padam barulah warga berani masuk ke dalam rumah itu. Benar2 luluh lantah, seperti tak ada yg tersisa.. Warga pun mulai mencari di setiap sudut dimana Nyi Kemala. Rumahnya memang sangatlah besar dan belum ada warga yg pernah masuk sejak rumah ini berdiri. Akhirnya setelah pencarian di temukanlah Nyi kemala, di kamarnya, mengenaskan sekali. Jasadnya sudah hangus terbakar, matanya melotot, mulutnya terbuka, dan mirisnya lagi dia terbakar dalam keadaan menggenggam gentong, di tangan kanan dan kirinya. Yg mana gentong itu masing2 berisikan uang dan perhiasan, warga cuma bisa mengelus dada, seandainya dia tidak memikirkan hartanya mungkin dia masih bisa selamat.   

Pasalnya jendela kamar itu terbuka lebar, kalo saja nyi kemala lompat, mungkin masih bisa selamat dari kebakaran itu. Tapi apakah itu penyebabnya? Warga juga tak tahu pasti.

Awalnya, entah baik atau tidak kematian Nyi Kemala tentu membuat banyak orang beruntung. Terutama para peminjamnya, karena dengan kematiannya mungkin mereka tak perlu mengembalikan uang yang dipinjamnya. Tapi kenyataanya tidak begitu..  

Sejak kematian nyi kemala, banyak warga yg mengaku didatangi oleh sosok seperti Nyi Kemala. Rata-rata orang yg mengaku didatangi adalah orang yg masih mempunyai hutang dengan nyi kemala.

Tapi sepertinya sosok yg diduga adalah nyi kemala itu bukan datang untuk menagih hutang, mungkin lebih ke “permintaan maaf” karena setiap datang sosok itu hanya menangis. Kadang juga “Hantu Nyi Kemala” itu berjalan sambil menangis mengelilingi desa, dengan kebaya hijau, rambut terurai, wajahnya gosong, dan jalannya pincang. Konon sampai sekarang, dimalam-malam tertentu,Hantu Nyi Kemala ini masih sering terlihat berjalan keliling desa.

—RUMAH NYI KEMALA—

Nyi kemala ini sepertinya tidak punya kerabat, itu dibuktikan karena tak ada ahli waris dari rumah itu. Alhasil rumah itu terbengkalai, tak berupa, tapi konon sosok yg diduga adalah “Nyi kemala” masih sering terlihat mondar mandir di rumah itu.

Tahun berlalu, setelah puluhan tahun terbengkalai, sekitar tahun 90an Rumah Nyi kemala ini sempat di klaim oleh pemerintah dan dibangun menjadi KUD (koperasi unit desa) dan entah kenapa KUD ini ditutup tahun 98an.

Sampai di tahun 2000, bangunan ini dibeli oleh seseorang dan dijadikan tempat penggilingan padi sampai sekarang, dan katanya Hantu Nyi Kemala menjadi penunggu di tempat penggilingan padi ini. Kerap juga bersuara dan menampakkan diri #Kemala 

Kali ini kesaksian dari “Mas Sutikno” yg mana beliau adalah penjagga yg sering tidur di tempat penggilinan padi ini :

Nyi Kemala ~ Bag.2

“SELEPAN WERIT”

(Tempat penggilingan padi yg angker)

👦:Nama saya Sutikno (nama samaran) umur saya sekarang 30 th, sejak saya kecil memang KUD ini (bekas rumah nyi kemala) dikenal angker. Itu cerita turun temurun dari warga desa, dari jaman kakek nenek sy. Saya pikir awalnya hanya untuk menakut2i anak kecil saja   

👦:Seingat saya KUD ini di tutup pasca reformasi sekitar tahun 98-99, dan sekitar tahun 2000an. Bekas KUD ini dibeli oleh sebut saja pak haji dan dijadikan “selepan” (tempat penggilingan padi).

👦:Dulu saya tidak begitu ingin tahu dan peduli tentang urban legend Nyi kemala ini, karena dari SD sampe SMP saya di pesantren. Jadi kurang begitu update tentang apa-apa yg terjadi di desa. Setelah saya lulus SMP saya tidak melanjutkan sekolah lagi & pulang ke desa.

👦: Sekitar tahun 2005 saya kerja di tempat penggilingan Pak haji ini, awalnya sih banyak yg bilang disitu angkerlah, gmn lah, karena memang katanya tidak ada yg betah, hampir setiap tahun selalu gonta-ganti penjaga   

👦: Awalnya sempat ragu, tapi saya agak gensi soalnya saya lulusan pesantren, masa’ takut sama yg gituan. Lagi pula ijazah saya jg cuma SMP, kerjanya juga gak berat pagi bantuin giling padi dan malemnya jaga tempat itu (tidur disitu).

👦:Bekerjalah sy di “Selepan” itu, tapi di baru di hari/malam pertama saya disitu, sy mimpi didatangi oleh sesosok wanita berkebaya dengan wajah yg kehitam-hitaman dan kulitnya yang terkelupas.

👦:Dalam mimpi itu, sosok itu tidak berbicara, hanya menangis, merintih seperti kesakitan. Dan saat bangun di pagi hari, saya berfikir, knp mimpi ini seperti nyata, dan sy benar2 bisa mengingatnya dengan gamblang, apakah ini “Nyi Kemala itu”? , ah tapi coba saya tepis .

👦:Mungkin ini hanya bunga Tidur, sayapun mencoba untuk tidak terlalu memikirkannya. Tapi entah knp, semakin sy mencoba tidak memikirkannya semakin saya kepikiran, ada sedikit rasa takut sih api sy terus melawannya.

👦: Di malam ke 2, sy mencoba untuk tidur, walaupun jujur masih kepikiran tentang mimpi semalam. Sambil mendengarkan radio, sayapun tertidur, tp tengah malam saya terbangun seperti mendengar suara orang menyapu, di depan di tempat yg biasanya untuk menjemur gabah/padi.

👦: disitu Saya berpikir kalo itu suara radio, sayapun mematikan radio dan melanjutkan tidur lagi. Tapi belum sampe saya benar2 tidur atau dalam keadaan setengah tidur, suara itu muncul lagi “Srekk..srekk..srekk..” suara sapu lidi yg bergesekan dengan lantai cor  

👦:Ternyata itu bukan suara radio!!, suaranya jelas sekali, karena hanya tersekat oleh dinding papan. Untuk meyakinkan bahwa suara itu memang ada, saya sampe duduk, dan menempelkan telinga saya ke sekat papan itu dan benar memang suara itu memang ada..   

👦:Bulukuduk saya mulai berdiri, sebenarnya ada jendela disitu, tapi entah kenapa malam itu saya terlalu takut untuk mengintipnya. Saya dengarkan lagi dengan lebih seksama suara itu seakan semakin mendekat ke telinga saya yg masih sedikit menempel di papan.

👦: Dan beberapa saat kemudian suara itu seperti menjauh dan menghilang, saya dengarkan lagi dengan seksama “Oh memang suara itu sudah hilang”, tapi belum sempat saya menjauhakn daun telinga saya, tiba-tiba ada suara.

👦:Berbisik tapi sangat jelas, “EH..EH..EH..EH” seperti tertawa gitu, tapi dengan nada berbisik, mungkin karena memang suasananya hening, membuat suara berbisik itu terdengar jelas..  

👦: “EH..EH..EH..EH” , seketika saya merinding sekujur badan, sayapun melompat ke ranjang, dan menutupi diri dengan selimut. Sambil baca-baca doa, jujur saya sangat ketakutan waktu itu, sambil mengintip lewat selimut, sy ingin memastikan ini jam berapa  

👦:Jam menunjukkan pukul 3.00, membuat saya semakin takut. Akhirnya saya menutupi diri dengan selimut hingga adzan subuh berkumandang, jujur sy sangat takut karena seumur-umur baru pertama kali mengalami hal seperti itu.  

👦: Keesokan harinya saya tidak berhenti mengingat kejadian itu dan ketika jam makan, saya pulang kerumah dan menceritakan kejadian itu dengan ibu saya. Sy ingin berhenti dari pekerjaan itu, tapi ibu saya melarangnya.

👦:Mengingat jaman itu memang susah mencari pekerjaan, apalagi sy yg ijazahnya cuma SMP.  Sayapun mengikuti omongan ibu saya, mencoba memberanikan diri, singkat cerita di malam 3, gangguan itu muncul lagi tapi dalam bentuk lain.

👦:Pola gangguannya hampir persis seperti sebelumnya, yaitu selalu membangunkan saya di tengah malam. Jadi malam itu saya terbangun mendengar suara berisik di dalam gudang, yg berada persis di samping kamar, saya kira tikus yg mengerat gabah.   

👦: Saya pun bergegas untuk mengeceknya, tapi ketika sampai di depan pintu perasaan saya mulai bergejolak, “sepertinya bukan tikus” suaranya terlalu lembut dan teratur, “Crekk.. Crekk..Crekk”, tapi sy jg sangat penasaran, saya mengambil senter dan membuka pintu itu perlahan.

👦: Ketika pintu baru setengah terbuka, saya arahkan senter saya ke sudut yg menurut saya adalah sumber suara dan “Astaghfirullahaladzim”!!! Saya terkejut, tepat di ujung yg saya soroti, terlihat jelas sosok wanita berbaju kebaya merah lusuh, dengan rambut terurai.

👦: Sedang memainkan gabah, dengan tanganya..”CREKKKH.. CREKHHH” seketika itu tubuh saya tidak bisa bergerak, lidah seperti “Kelu” tak bisa berucap apalagi berteriak. Sosok itu membungkuk tak terlihat wajahnya, tapi tangannya terlihat besar & berkuku panjang.

👦: Sy terus istighfar didalam hati, tapi perlahan sosok itu mulai mendongakkan kepalanya pelan2, dan tubuh saya masih tidak bisa digerakkan, sampe perlahan wajahnya mulai terlihat, semakin jelas..semakin jelas..   

👦: Dan benar saja, sosok itu persis seperti yg mendatangi saya dalam mimpi tempo hari, sosok itu perlahan mulai menatap saya, dan tersenyum menyeringai. Dengan sorotan lampu senter saya tepat di wajahnya, seperti tembus.. Tapi wajah itu tetaplah terlihat jelas.

👦:Saya terus berdoa dalam hati, tapi tetap saja tubuh ini sulit bergerak, sosok itu perlahan berdiri sambil menatap saya,..berdiri.. Kemudian terbang dan menghilang, baru setelah itu tubuh saya bisa bergerak, langsung saya banting pintu, dan menelungkup di kasur.

👦: saya masih terus berdoa, dan menangis, sungguh itu ketakutan yg luar biasa.. Keesokan harinya saya pulang kerumah, dengan demam tinggi.. Saya bercerita lagi dengan ibu saya, tapi tetap saja ibu saya memohon agar saya tidak berhenti bekerja di situ.

👦:Yang pada Akhirnya tetap saya turuti kemauan ibu, tapi dengan syarat sy mau bekerja pada siang hari saja, kalo malam saya tidak tidur di situ. Ibupun sepakat, saya ijin pak haji yg mana beliau adalah yg punya tempat penggilingan itu.

👦: Saya mencari seribu alasan selain kejadian menyeramkan itu, karena Pak Haji adalah orang yg sangat tidak percaya dengan hal-hal seperti itu.. Tapi alhamdulilah pak haji mengijinkan sy bekerja pada siang hari saja, walaupun itu akan mengurangi pendapatan saya.

👦: Tapi paling tidak saya masih punya pekerjaan, Alhamdullilah pekerjaan itu masih bertahan sampai sekarang, dan saya tidak diganggu lagi oleh hantu yg diduga adalah “Nyi Kemala” itu.

Sekian —–   

Thread By @AgilRSapoetra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *