RAWON.ID

Semua Tentang Mistis

Payung Hitam

Semarang,

Sebut saja Suketi (bukan nama sebenarnya) dia adalah wanita tuna susila (WTS), menurut narasumber, dia bukan asli situ tapi perantauan dari lampung, yg tertipu dan akhirnya harus menjalani kehidupannya di dunia malam. 

Parasnya ayu, perangainya juga lembut, entah apakah dia malu atau tidak punya keluarga, Suketi tidak pernah pulang ke kampung halamannya, puluhan tahun dia menjalani hidupnya sebagai WTS, dari umur 17an tahun. Bisa disebut dia adalah primadona malam saat itu, mungkin karena itu dia terbuai terjebak di dunia kelam, saking larisnya, kadang suketi sering dimusuhi oleh teman sesama WTS, namun namanya laris ya tetap laris. 

Tapi, tak ada yg abadi, kisaran umur 40an, dia tak lagi menjadi primadona, pesonannya tergeser oleh para wajah2 baru yg pastinya daun muda. Ia pun mulai kehilangan pelanggan, tak lagi mangkal di hotel, dia memilih menjajakan dirinya di pinggir jalan. Menyetop, menggoda orang2 bermobil yg lewat, langganannya yg dulu juragan2, kini turun kelas, melayani para supir2 truk dan mobil sayur, dengan tarif yg tak mahal lagi. 

Terbalik dari pekerjaannya yg tidak baik, di tempat dia menetap, suketi dikenal sebagai orang yg baik dan ramah. Meski warga tau siapa suketi, diapun tak malu menyapa ketika dia bertemu warga saat berangkat “Kerja” menjajakan dirinya. Hampir tidak pernah libur, Setiap hari Suketi selalu mangkal, berangkat jam 20.00 dan pulang dini hari menjelang subuh. 

Semarang 1985, waktu itu musim penghujan, seperti biasa suketi tetap berangkat menjajakan dirinya. Hujan cukup deras, dengan bermodal “Payung Hitam” dia berangkat menembus malam. Tapi ajal orang siapa yg tau, diderasnya hujan, saat suketi hendak menyeberang ke warung kopi, suketi di tabrak mobil, “BRRRAKKKKKK” . Suketi tertelungkup di Aspal jalan, meraung kesakitan. 

Mobil itu sempat berhenti sebentar, tapi jahatnya sang pengemudi malah tancap gas, dan melindas tubuh Suketi. Kata narasumber tulang lehernya patah, suketipun meregang nyawa saat itu juga. 

Hanya ada satu saksi, yaitu pemilik warung kopi pinggir jalan itu, tapi karena waktu itu kejadiaanya sangat cepat, dan hujan deras, saksi tak bisa mendeskripsikan mobilnya secara lengkap, ia hanya tau itu mobil pickup. Warga yg datang beberapa saat kemudian, hanya bisa melihat Suketi yg sudah tewas bersimbah darah, dengan payung hitamnya yg juga bengkok karna ikut terlindas.

Sang penabrak suketi pun tak pernah ditemukan, singkat cerita karena suketi sebatang kara di situ, warga juga tak tau gimana harus menghubungi keluarganya, Suketipun di makamkan secara layak di desa tempat ia menetap  

Hidup suketi sang wanita tuna susila berpayung hitam itupun berakhir menjadi korban tabrak lari. Tapi, mungkin karena sang penabrak tak pernah di tangkap/ditemukan, arwah suketi tak tenang, dari sinilah cerita itu dimulai..  

—- TANGISAN —-

Masih di tahun dan bulan yg sama..

Semarang 1989,

👦 Hartono (bukan nama sebenarnya)  

👦: Saya adalah satu2nya saksi kecelakaan itu, biasanya saya menjaga warung kopi bersama bapak sy, tapi karena hari itu bapak saya sedang tak enak badan, saya pun sendirian menjaga warung

👦: Saya juga kenal baik dengan mbak suketi ini, karena hampir setiap hari dia mampir ke warung kami, usia saya masih belasan waktu kejadian tabrak lari itu  

👦:Sekitar seminggu setelah kejadian tabrak lari itu, seperti biasa saya menjaga warung dengan bapak saya. Tapi sekitar jam 10 malam, bapak sy mengeluh tidak enak badan lagi, dan sayapun menjaga warung itu sendiri lagi  

👦:Awalnya saya tidak mau, dan minta kalo warung kita tutup aja dulu. Jujur saya masih takut pasca kejadian itu, tapi sy malah kena marah, yaudah dengan terpaksa saya turuti saja kemauan orang tua saya  

👦: Hujan gerimis malam itu, sepi tak ada pembeli. Tak seperti biasanya, malam itu saya sangat ngantuk, sambil duduk, saya meletakkan kepala sy di meja, sampai saya tertidur.  

👦:Sekira pukul 01.00 saya di bangunkan oleh suara “MAS..KOPI MAS”, dengan mata sayup saya menjawab “O nggih” sambil saya mengangkat kepala, tapi ketika saya terbangun, “Tidak ada siapa2” dan waktu itu hujan sangat deras  

👦: Saya sempat bergidik, tapi dalam hati sy mencoba berfikir positif “ah mungkin saya salah dengar” lagi pula hujan deras, dan terdengar bising, sayapun melanjutkan tidur saya  

👦: Entah sy tertidur berapa lama, tapi saya terbangun lagi, sayup2 tapi jelas, suara tangisan diantara bisingnya hujan.. Tapi tubuh saya tidak bisa bergerak, seperti ketindihan, suara tangisan itu semakin jelas, bahkan seperti di samping saya  

👦: Saya mulai membuka mata, dan di bangku samping luar warung, tempat biasanya para pembeli duduk. Saya melihat sosok wanita memegang payung hitam yg masih terbuka, tak terlihat jelas wajahnya dari samping, yg jelas dia menunduk dan menangis sesenggukan  

👦: tubuh saya tidak bisa bergerak, mata saya terpaksa harus tetap terpaku dengan sosok itu, ingin berteriakpun tak bisa. Suara tangis itu semakin keras dan jelas, seperti mengalahkan bisingnya hujan  

👦: dengan sekuat tenaga sy mencoba menggerakkan tubuh saya, semoga ini mimpi. Tapi itu sangat nyata, perlahan sosok itu terdiam, menoleh “Dan wajah itu adalah mbak suketi”  

👦: sosok itupun berdiri dan pergi begitu saja, sayapun terhentak dan bisa bergerak, tanpa pikir panjang saya langsung berlari menerjang hujan yg deras, tanpa menutup warung, saya berlari tak berarah yg saya pikirkan saat itu hanya berlari mencari keramaian  

👦: Setelah kejadian itu, saya tidak pernah berani menjaga warung sendiri, saat saya cerita, malah justru saya kena marah, karena meninggalkan warung yg masih terbuka. Bapak saya tidak percaya, dikiranya saya cuma mencari2 alasan untuk tidak membantu orang tua  

👦: Sampai akhirnya bapak saya mulai melihat kejanggalan2 yg amat sering terjadi.

Pasca kejadian itu, beberapa bulan kemudian, biasa saya menjaga warung bersama bapak saya.

 👦: Saya sudah mulai melupakan kejadian yg saya alami beberapa bulan lalu. Pukul 12.00 malam, ada mobil berhenti di ujung jalan, terlihat dari warung, mobil itu berhenti beberapa menit dan jalan lagi  

Selang 1 jam, ada mobil lagi berhenti disitu dan jalan lagi. Itu berulang sampai menjelang subuh, saat warung kami tutup saya sudah merasa itu tak beres, tapi saya memilih untuk diam saja.

👦: Hari berikutnya kejadian mobil berhenti itu terulang kembali, saya yg tetap diam, semakin curiga, pasalnya mobil itu berhenti di tempat biasanya mbak Suketi mangkal  

👦: Sampai suatu malam ada seorang pengemudi mobil paruh baya yg mampir di warung kopi kami. Sepertinya dia setengah mabuk, terlihat dengan cara dia memesan kopi, wajahnya merah dan mata seperti orang mengantuk  

👦: Sambil menyruput kopinya dia bertanya kepada bapak saya,

“PAK CEWEK SING PAYUNGAN IRENG, SING BIASANE MANGKAL TING MRIKU NIKU TING PUNDI TO???” (Pak cewek berpayung hitam, yg biasanya mangkal disitu itu dimana to)  

👦: “CEWEK SING PUNDI TO MAS???” (yg mana sih mas?) jawab bapak saya.

“SING BIASANE TING MRIKU NIKU LHO PAK, NGANGGE PAYUNG IRENG” (yg biasanya disitu itu lho pak, make payung hitam)

“WONG WAU BENGI NIKU, TAK TINGGAL TUKU ROKOK KOK NGILANG” (tadi malam ditinggal beli rokok kok malah ngilang) timpal orang itu, seketika itu bapak langsung melihat ke arah saya, dan sepertinya tau apa yg sebenarnya terjadi.  

👦: Jadi kira2 begini ceritanya :

Semalam, pengemudi itu melihat “wanita berpayung hitam” memberhentikan mobilnya, sang pengemudi tau kalo itu WTS, terjadilah percakapan harga setelah deal di suruhlah wanita itu masuk ke mobil untuk nyari hotel  

👦: Sebelum ke hotel, bapak ini (Sang pengemudi) mampir beli rokok, tapi setelah balik wanita sudah tidak ada di mobil. Sepertinya bapak ini kesal dan mau minta penjelasan ke wanita itu

👦: Bapak saya menjelaskan, kalo wanita yg sering mangkal disitu hanya suketi, apalagi pakai payung hitam, ya cuma dia lah,. Tapi suketi sudah meninggal sekitar 3 bulan yg lalu, korban tabrak lari, sang bapak ini ngotot mendebat  

👦: karena menurut pengakuan bapak ini, sudah 3 hari lewat jalan sini terus dan selalu ada wanita berpayung hitam. Baru malam ini bapak itu tidak melihatnya… Gak mungkin kalo dia sudah meninggal.. Jadi siapa dong wanita itu? Kalau bukan suketi?  

👦: Namanya orang setengah mabuk ya, akhirnya perdebatan itupun ditutup tanpa kesimpulan. Saya yg mendengar saja sudah bergidik ngeri, teringat kejadian lalu..  

👦: Kejadian ini berulang terjadi, dengan laki-laki yg berbeda-beda, saya dan bapak sy seolah menjadi agak sedikit terbiasa mendengarnya.. Walau tetap ada ketakutan..

Ini kesaksian Pak Hartono sekira 20 tahun lalu  

Konon Wanita berpayung hitam ini sampai sekarang masih sering menampakkan diri, memberhentikan lelaki hidung belang yg tengah mencari hiburan, kadang menghilang setelahnya, kadang juga menampakkan wujud aslinya dgn wajah yg hancur tak berupa.

——-Sekian——-

#PayungHitam

Thread By @AgilRSapoetra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *