RAWON.ID

Semua Tentang Mistis

Penari Hantu ( Banyuwangi )

Jika kita mendengar kata Penari, mungkin yang ada difikiran kita adalah seseorang yang menggerakkan tubuhnya dengan begitu indah yang diiringi dengan alunan musik yang memang bisa memanjakan mata. Namun apa jadinya jika penari yang kita lihat bukanlah penari pada umumnya, melainkan makhluk halus ?

Benar sekali, jika dibayangkan sekali lagi, semua itu tentu saja sangatlah menyeramkan. Selain memang sangat diluar akal sehat, ternyata hal seperti itu memang benar benar bisa terjadi. 

Seperti halnya yang pernah dialami oleh salah satu rekan kita kali ini. Dia mengaku mendapatkan pengalaman yang berhubungan erat dengan makhluk halus yang menampakan dirinya dengan wujud yang menyerupai seorang penari. 

Bismillah langsung saja…..

( Semua nama dalam cerita ini disamarkan, mohon maaf jika ada kesamaan )

Perkenalkan Namaku Maya, aku adalah seorang janda anak 1 yang hidup sebatang kara sejak suamiku meninggalkanku untuk selama lamanya. 

Sejak kematian suamiku, memang semuanya kini berpindah ketanganku, mulai harta, pekerjaan hingga tanggung jawabnya, tidak ada satupun yang tidak aku kerjakan. Hal itulah yang akhirnya membuat aku harus beradaptasi dengan keadaanku yang baru. Namun nyatanya, semuanya tidak berjalan semudah membalikkan telapak tangan.

Aku sering sekali kewalahan ditambah anakku yang saat itu memang sedang rewel rewelnya di usianya yang masih menginjak beberapa tahun. Dan singkat cerita, akhirnya akupun pindah kerumahku yang baru. Karena setelah kematian suamiku, dirumahku aku sering sekali mendapati gangguan dari makhluk halus yang menyerupai wajah suamiku. 

Gangguan tersebut memang sangat sering terjadi seolah dia sengaja mendatangiku dengan sebuah maksud tertentu. Namun nyatanya, sejak aku pindah kerumah baruku ini, Bukannya menghilang, disini aku malah mendapatkan sebuah pengalaman yang akhirnya mengungkap alasan kenapa suamiku kerap sekali menampakan dirinya kepadaku dan kenapa semuanya ini bisa terjadi. 

Perlu diketahui, rumahku yang kutempati saat ini, berada dikomplek perumahan yang hampir semua warganya selalu sibuk dengan pekerjaannya, hal itulah yang akhirnya membuat aku seolah hidup seorang diri. Dan tidak berhenti disitu saja, komplek perumahanku saat ini memang bisa dikatakan dihuni oleh orang orang yang terbilang cukup kaya. 

Akhirnya, meskipun rumah kami bersebelahan, akupun tidak terlalu mengenal tetanggaku karena selain aku memang orang baru, di tiap tiap rumah dilingkunganku ini memang dikelilingi tembok tembok yang sangatlah tinggi. 

Namun nyatanya, semua itu tidak terlalu kufikirkan, karena ada atau tidak adanya penghuni, disini tetap hidup individu, karena warga disini sangat acuh dan tidak peduli dengan satu sama lain.

Dan pada akhirnya, pengalaman itupun terjadi. Masih sangat teringat jelas dikepalaku, malam itu adalah malam dimana aku baru beberapa bulan menempati rumah baruku. Anakku yang seharian beraktifitas, malam itu sudah tertidur lelap sekitar pukul 20.00 malam. 

” Hmmmm,, udah tidur,,pasti kecapekan karena seharian main ” ucapku sambil mengelus elus rambut anakku yang saat itu tertidur pulas. 

Namun anehnya, belum selesai aku menemani anakku, malam itu tiba tiba aku mendengar suara orang mengetuk pintu dengan ketukan yang terdengar perlahan dari arah kamarku yang memang terletak jauh dibelakang bagian rumah.

” Tok..tok..tok..tok..tok..tok ” 

Mendengar hal itu, akupun seketika bangun dari ranjangku dan segera menuju pintu karena kukira saat itu adalah Tamu.

” Iya sebentar ” teriakku, 

Namun anehnya, setelah aku membuka pintu ruang tamuku, aku sngat terkejut bukan main karena saat itu aku tidak melihat siapapun yg ada di depan pintu rumahku. Bahkan, malam itu aku sempat menoleh kekanan dan kekiri untuk memastikan ada tdaknya orang yg ada disekitar rumahku. 

“Lho, kok gk ada orng, trus td siapa dong yg ngetuk pintuku” fikirku dlm hati smbil brjalan kearah hlaman rmah dg maksud ingin mlihat kndisi jlanan komplek yg trnyt mlm itu jg bnar2 sgt sepi dg hnya ada seorng ojol yg trlihat sdg mngntarkn mknan yg itupun jg trlihat dri kjauhan. 

Tapi anehnya, ditengah tengah pandanganku yang mengarah kesana kemari, tiba tiba aku mencium aroma bunga melati yang sangat kuat. Aroma tersebut tercium pekat seolah bersumber tidak jauh dari tempatku berdiri. Bahkan akupun juga tau, disekitar situ, tidak ada satupun tanaman bunga melati yang terlihat berdiri

” Haduh, bau melati lagi,, mending aku masuk aja deh, tubuhku jadi merinding nih ” ucapku sambil berjalan kembali masuk kedalam rumahku. 

Sesampainya aku didalam rumah, tentu saja aku seketika mengunci semua pintu rumahku dan segera menyusul anakku kedalam kamar. Karena seperti pengalaman pengalaman sebelumnya dirumah lamaku, ketika aku merasakan ada hal aneh, pasti tidak lama setelah itu ada sosok yang menyerupai almarhum suamiku yang terlihat wara wiri di tiap tiap sudut rumahku. 

Bahkan tidak berhenti disitu saja, akupun juga pernah melihat sosok almarhum suamiku terlihat tidur disampingku dan memeluk anakku. Karena aku tidak mau hal itu terulang untuk kedua kalinya, akhirnya akupun segera berlari kearah kamar dan mengamankan anakku.

Sesampainya dikamarku, akupun segera masuk kedalam selimut sambil memeluk anakku yang saat itu masih tertidur lelap. Dan akhirnya, yang kukhawatirkan malam itu benar benar terjadi. Belum lama aku memeluk anakku, tiba tiba aku mendengar suara pintu rumahku yang terdengar seperti dibuka dari dalam. 

Suara putaran kunci yang dilanjutkan dengan suara pintu yang terbuka, seolah memang ada yang sengaja membuka pintu rumahku dari dalam mengingat kunci rumahku saat itu memang tertancap di bagian dalam rumah, bukan diluar. 

” Ceklek, ceklek, kreeeeeekkkkkk ” suara kunci pintu diputar lalu dibuka,

” Ya allah, suaranya kok seperti ada yang sedang membukakan pintu, kan dirumah ini tidak ada siapapun selain aku dan anakku ” fikirku dalam hati. 

Dan setelah suara pintu terbuka, malam itu aku benar benar merasakan suhu di sekitarku tiba tiba berubah menjadi lebih dingin dari biasanya.

” Mas..tolong jangan ganggu aku lagi ” rintihku yang mulai ketakutan sambil tubuhku yang mulai gemetar tidak karuan. 

Namun nyatanya, semua itu tidak berhenti disitu saja, Ketika aku masih dalam keadaan ketakutan, tiba tiba aku mendengar suara orang yang berjalan mondar mandir diruangan tengah rumahku.

” Blek, blek, blek, blek ” 

Mendengar hal itu, tentu saja aku semakin ketakutan dengan keringat yang sudah tidak berhenti bercucuran.

” Ya allah, ya allah, ya allah, Ya allah, ya allah, ya allah ” ucapku,

Dan dengan memanjatkan semua doa, akupun tetap bertahan didalam kamarku hingga esok hari. Anehnya, keesokan harinya, ketika aku bangun dari tidurku, aku memang melihat pemandangan yang sangat tidak masuk diakal. 

Pagi itu, aku melihat pintu utama rumahku sudah terbuka lebar disertai dengan adanya beberapa minuman yang sudah tertata rapi dimeja ruang tamuku seolah tadi malam benar benar memang ada tamu yang datang kerumah ini. 

Dan tidak berhenti disitu saja, pagi itu aku juga melihat banyak sekali sisa sisa potongan bunga melati yang tercecer di lantai tepat disekitar sofa ruang tamuku. Melihat hal itu, tentu saja akupun seketika terkejut bukan main dan berfikir jika memang sepertinya Almarhum suamiku mengikutiku sampai dirumah ini. 

Dan karena aku harus kembali bekerja, akupun akhirnya mencoba tidak menghiraukannya dan segera pergi bekerja seperti biasanya dengan anakku yang memang selalu kuajak ketika aku pergi kemana mana. 

Namun anehnya, ketika aku masih didalam kendaraan, anakku yang sebelumnya sangat periang, pagi itu tiba tiba berubah menjadi pendiam. 

” Adik kenapa kok diam saja ” tanyaku,

” Aku dimarahin papa ma ” jawabnya singkat.

Mendengar hal itu, akupun seketika terkejut bukan main dan langsung menghentikan laju mobilku, 

” Adik kemarin ketemu papa ? ” Tanyaku heran,

” Lo kan papa tidur sama aku dan mama ” jawabnya polos,

Dan tanpa bertanya apa apa lagi, akhirnya akupun kembali melanjutkan perjalananku dengan fikiran yang semakin tidak karu karuan. 

” Adik nanti main sama Lutfi lagi ya, kalau mama sudah pulang, tak jemput ” ucapku.

Dan singkat cerita, hari itupun berlalu begitu saja.

Malam harinya, sepulang aku dari tempat kerja, semuanya semakin aneh saja. Kondisi pintu rumah yg sebelumnya ku kunci rapat rapat, saat itu kembali terbuka. Ceceran potongan melati yang sebelumnya sudah kusapu bersihpun saat itu juga kembali ada. Melihat hal itu, tentu saja aku semakin terheran heran dngan apa yang sebenarnya telah terjadi drumah ini. Namun karena malam itu aku sangat kelelahan, akhirnya akupun mencoba tidak menghiraukan semuanya dan memilih untuk langsung beristirahat.

” Tau ah,,aku capek,,mau langsung tidur saja ” ucapku sambil berjalan masuk kedalam kamarku. 

Sesampainya dikamar, akupun seketika tertidur lelap dengan kembali memeluk erat anakku yang saat itu juga sudah tertidur pulas.

Keesokan harinya,,,, 

Aku dibangunkan oleh satpam komplek yang tiba tiba mengetuk pintu rumahku dengan sesekali berteriak memanggilku.

” Tok tok tok tok…permisi ” teriak satpam tersebut,

” Iya pak, ada apa ya,,, ucapku sambil membuka pintu rumahku, 

” Saya mau menyampaikan keluhan warga bu,,maaf sebelumnya ya ” ucap pak satpam sopan.

” Lho kenapa ya pak ” jawabku heran,

” Bu Lina tetangga sebelah rumah, merasa terganggu dengan aktifitas dirumah ini ” terang pak satpam, 

” Maksudnya ” sahutku,

” Disini memang sudah ada peraturan, diatas jam 10 malam, jika ada tamu, harus lapor ke saya terlebih dahulu bu. Ditambah kalau tamu tersebut menginap, semuanya harus seijin saya. 

Menurut bu Lina tetangga ibu, setiap malam, di rumah ibu ini terdengar suara musik yang mengganggu. Karena selain suaranya keras, menurut bu Lina, dirumah ini juga sangat ramai orang. Bahkan, sempat juga Dilihat bu Lina kesini, katanya disini kalau malam di Buat latian Menari. 

Karena saya tidak merasa ada perijinan dari ibu, makanya saya menanyakan hal ini, mohon maaf yang sebesar besarnya ya bu,,kegiatan semacam itu dilarang disini,, mending siang hari saja kalau mau melakukan aktifitas, biar tidak menganggu ” ucap pak satpam jelas. 

” Apa ” ucapku kaget dengan semua perkataan pak Satpam karena akupun sangat yakin jika tidak pernah ada kegiatan yang seperti apa yang telah beliau ucapkan. 

” Sebenarnya saya juga pernah lihat bu, tidak hanya malam hari, kemarin siang pun saya juga lihat, disini ada beberapa wanita memakai baju penari seperti orang jawa. Ditambah ada satu laki laki yang terlihat duduk tidak jauh dari mereka. 

Semuanya menari dengan musik khas jawa timuran,, kalau boleh tau, itu siapa ya bu, kok saya tidak pernah lihat mereka lewat didepan pos saya, kan pos saya letaknya tepat di jalur utama pintu masuk perumahan ini ” tanya pak Satpam. 

” Silahkan duduk dulu pak, saya bikinkan minuman ” ucapku mengalihkan pembicaraan sambil mempersilahkan pak satpam duduk dikursi teras rumahku. 

Dan setelah aku selesai membuatkan minuman, akupun pagi itu duduk diteras rumahku sambil menceritakan semuanya kepada pak satpam tanpa ada satupun yang aku sembunyikan. 

Hal itu memang sengaja kulakukan, karena sebagai orang baru, aku disini tidak mau dianggap sebagai penganggu ataupun semacamnya. Karena pada dasarnya, akupun juga tidak tau apa yang sebenarnya sedang terjadi didalam rumahku. 

Setelah mendengar semua penuturanku, tentu saja pak Satpam seketika terkejut bukan main, matanya melotot dengan tangannya yang juga terlihat gemetar seolah tidak percaya dengan apa yang telah aku ceritakan. 

Dan anehnya, ketika aku sedang asyik asyiknya menceritakan semuanya, tiba tiba pagi itu aku kembali mencium aroma bunga melati yang sangat kuat. Bahkan, tidak hanya aku, sepertinya pak Satpam yang duduk tidak jauh darikupun saat itu juga mencium aroma yang sama. 

” Bapak juga mencium bau ini ? Tuh kan pak,,aku gak bohong, aku juga bingung ada apa sebenarnya ” ucapku sambil seraya memberi tanda jika pagi itu kami mencium aroma yang sama. 

Dan tidak berhenti disitu saja, anakku yang sebelumnya tertidur pulas, pagi itu tiba tiba bangun dan berlari kearahku sambil menangis tersedu sedu.

” Lo adik kok sudah bangun, ada apa, kok nangis ” tanyaku,

” Aku dimarahin papa lagi ma ” ucapnya sambil memeluk tubuhku. 

Mendengar hal itu, akupun seketika terkejut bukan main dan segera berdiri dari tempat dudukku dan mengajak pak Satpam tersebut masuk kedalam rumahku untuk memastikan memang tidak ada siapa siapa dirumah ini selain aku dan anakku. 

” Bapak denger sendiri kan, ayo ikut aku masuk kedalam pak, lihat sendiri keadaan dirumah ini, biar bapak yakin kalau tidak ada siapapun selain aku dan anakku ” ucapku sambil berdiri berjalan kedalam rumahku yang diikuti oleh Pak satpam yang saat itu berjalan pelan dibelakangku. 

Dan setelah melihat semuanya, akhirnya pak satpam pun merasa terheran heran dengan semua yang sudah terjadi didalam rumah ini.

” Mohon maaf bu, bila ibu berkenan, didaerah tempat tinggal saya, ada orang pintar yang sepertinya bisa sedikit membantu permasalahan ini. 

Jika semua ini tidak segera ditangani, takutnya nanti terus mengganggu dan bisa mengancam keselamatan ibu sendiri. Gimana, disini para tetangga juga merasa terganggu bu soalnya ” ucap pak satpam sambil duduk disalah satu sofa yang ada diruang tamuku. 

” Silahkan pak, saya sangat mendukung, berapapun saya bayar asal semuanya bisa segera selesai ” ucapku meyakinkan.

Namun ditengah tengah kami masih membicarakan hal ini, percaya tidak percaya, tiba tiba sound system yang terletak di ruangan tengah rumahku saat itu tiba tiba menyala dan beberapa saat kemudian berbunyi alunan musik jawa yang sebelumnya sama sekali tidak pernah aku dengarkan. 

Mendengar hal itu, tentu saja aku dan pak Satpampun seketika terkejut bukan main dan akupun langsung bergegas berlari kearah sumber suara tersebut dan segera mematikannya. 

” Ya allah, ya persis seperti itu bu suaranya kemarin waktu aku dengar dari luar ” ucap pak satpam tiba tiba

” Yaudah, bapak kembali ke pos ya, segera kasi kabar kesaya, bagaimana solusinya. Saya mau berangkat kerja pak ” ucapku. 

Dan setelah kejadian pagi itu, akupun sedikit lebih tenang karena aku berharap segera ada bantuan agar semuanya bisa kembali seperti sedia kala.

Singkat cerita, hari itupun berlalu begitu saja.. 

Waktu itu, aku pulang kerja lebih malam dari biasanya, karena selain pekerjaan menumpuk, hari itu waktu lebih sering aku gunakan untuk melamun. 

Hal itulah yang akhirnya membuat pukul 22.00 malam aku baru sampai dirumahku, tentu saja waktu selarut itu sudah termasuk aku mampir terlebih dahulu kerumah saudaraku untuk mengambil anakku yang memang aku titipkan dirumahnya seperti biasanya. 

Malam itu, ketika aku baru saja sampai di halaman rumahku, aku sudah disambut dengan pemandangan yang sangat tidak masuk akal. Bagaimana tidak, dengan badanku yang masih menggendong anakku dan tanganku yang juga masih menjinjing tasku. 

Aku melihat didalam rumahku seperti ada seseorang yang sedang menari nari layaknya penari yang sedang melakukan pertunjukan. Bajunya khas jawa, lengkap dengan semua atributnya, saat itu memang bisa kulihat dari arah halaman rumahku meski aku belum sampai masuk kedalam rumah. 

Hal itu memang wajar, karena selain adanya penerangan didepan rumahku, gorden rumahku memang tidak pernah kututup dengan rapat. Hal itulah yang akhirnya membuat aku bisa melihat dengan sangat jelas, mulai dari tinggi badannya, warna bajunya hingga wajah cantiknya, semuanya kuperhatikan bahkan dengan waktu yang cukup lama. Dan setelah puas melihat semuanya, akupun segera masuk kedalam rumahku sambil berteriak sekencang kencangnya. 

” Hey,,,,siapa kamu ” ucapku sambil merogoh kunci pintu rumahku yang saat itu masih berada didalam tas jinjingku.

Namun anehnya, setelah aku berhasil membuka pintu rumahku, penari tersebut seolah tidak memperdulikanku. Dia seolah acuh dengan kedatanganku dengan dia yang terus melanjutkan gerakan tariannya. Melihat hal itu, tentu saja aku seketika melangkahkan kakiku perlahan mendekatinya sambil mulutku yang tidak berhenti berteriak memanggilnya. 

” Hey,,,hey, siapa kamu,,” teriakku sambil tidak menghentikan langkahku.

Tapi sayangnya, belum sampai aku didekatnya, penari tersebut terlihat menyudahi tariannya dan berjalan cepat kearah samping ruangan rumahku yg kini aku tidak lagi bisa melihatnya krn pandanganku yang sudah terhalang dinding. 

” Hey, mau kemana kamu ” ucapku dengan mempercepat laju langkahku.

Namun anehnya, setelah aku sampai di ruangan tengah tempat penari tersebut menari, waktu itu tubuhku seketika lemas tidak karuan. Badanku gemetar dengan keringat yang sudah keluar bercucuran.

Bagaimana tidak, malam itu aku melihat dengan mata kepalaku sendiri. Diruangan itu, aku melihat almarhum suamiku yang duduk dikursi kayu dengan penari tersebut yang berdiri tepat dibelakangnya. Tidak hanya itu, wajah ayu yang sebelumnya kulihat dari penari tersebut, waktu itu tiba tiba berubah menjadi rusak tidak karuan. 

Bola matanya yang membusuk dengan bibir yang sobek kesamping, sudah cukup membuat aku seolah tidak lagi bisa bernafas. Ditambah lagi, wajah suamiku yang terlihat menghitam dengan bola matanya yang juga terlihat meleleh, membuat saat itu menjadi saat saat yang tidak akan pernah aku lupakan selama hidupku. Aku berteriak sekuat tenaga dengan anakku yang saat itu juga tiba tiba bangun dan menangis tidak karuan.

” Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa “

Teriakku sambil seketika berlari masuk kedalam kamarku dan langsung menguncinya dari dalam. Namun nyatanya, terror itu tidak berhenti disitu saja. Ditengah tengah aku masih ketakutan sambil memeluk anakku erat.

Malam itu tiba tiba aku kembali melihat sosok makhluk halus yang kini ada disalah satu sudut ruangan kamarku. Sayangnya, dia bukanlah suamiku ataupun sosok penari yang sebelumnya kulihat, namun kali ini dia adalah sesosok pocong dengan wajah yang tidak kalah mengerikan. 

Wajah hitamnya dengan kain putih lusuh yang terlihat sudah kecoklat coklatan, saat itu berdiri tegak sambil memandangiku dengan tidak mengeluarkan sepatah kata. Melihat hal itu, akupun segera berlari keluar dari kamarku dengan anakku yang semakin menangis tersedu sedu. 

Dan tidak berhenti disitu saja, setelah aku keluar dari kamarku, sound system yang ada dirumahkupun juga tiba tiba berbunyi dengan diawali suara tidak jelas dan lama lama semakin jelas terdengar, jika suara tersebut adalah suara musik alunan khas jawa yang kukira adalah suara yang sama yang pernah kudengar saat aku masih bersama pak Satpam beberapa waktu yang lalu. 

Mendengar hal itu, akupun merasa sudah tidak kuat lagi menahan semua gangguan yang aku alami. Aku berlari keluar dengan tetap menggendong anakku dengan sesekali menoleh kembali kearah rumahku. 

Ketika aku menolehpun, aku juga kembali melihat penari tersebut menari nari diruangan tengah rumahku. Tidak hanya itu, aku juga sempat melihat ada beberapa orang yang terlihat duduk di hampir semua kursi yang ada dirumahku. Mereka terlihat duduk santai melihat penari tersebut menari nari dengan lembutnya. 

Saat itu, aku sudah tidak lagi menghiraukan semua yang terjadi didalam rumahku, karena akupun tau, jika semua orang dirumahku saat itu bukanlah manusia, melainkan mereka semua adalah hantu. Setelah aku berhasil masuk kedalam mobilku dan keluar dari rumahku, saat itu aku langsung menuju rumah saudaraku dengan perasaan yang sangat ketakutan disertai tangisanku yang sudah tidak lagi bisa kutahan.

” Ya allah, lindungilah aku ” rintihku, 

Dan singkat cerita, sesampainya aku dirumah saudaraku, akupun menceritakan semua kejadian yang menimpaku dan akhirnya akupun menumpang dirumahnya untuk beberapa waktu.

Hari sudah berganti hari lagi dan aku masih tidak berani kembali pulang kerumahku. Hingga akhirnya, kabar tentang keadaankupun terdengar oleh saudara almarhum suamiku yang akhirnya membuat beliau datang kerumah saudaraku ini untuk mengunjungiku.  Ketika beliau mengunjungiku, tentu saja aku kembali menceritakan semua kejadian yang telah menimpaku.

Om Benny, selaku saudara almarhum suamiku, saat itu tentu saja seketika terkejut dengan apa yang sudah aku katakan. Dengan tidak menanggapi semua ucapanku, waktu itu beliau langsung duduk di salah satu kursi yang ada di rumah saudaraku dengan menggendong anakku yang saat itu masih tertidur lelap.

” Ningsih ” ucap om Benny sambil duduk menggendong anakku, 

” Maksudnya ” sahutku kaget,

” Penari yang kamu lihat, itu adalah Ningsih, dia penari dari Banyuwangi ” tutur Om Benny singkat.

” Terus siapa dia, kenapa dia datang menggangguku ” ucapku, 

” Kamu cari rumahnya di Banyuwangi, mungkin disitu kamu akan tau semuanya. Dan mungkin, semuanya akan segera berakhir. Tapi asal kamu tau, setelah kamu berhasil menemukan Rumahnya, kamu akan mengetahui sebuah kenyataan yang mungkin tidak akan bisa kamu terima ” jawabnya. 

” Kenapa gak om Benny aja yang cerita, aku sudah tidak kuat lagi om hidup kayak gini ” rintihku sambil kembali menangis tersedu sedu,

” Suamimu yang minta ” jawabnya tegas.

Mendengar hal itu, akupun akhirnya terdiam dengan fikiran yang masih sangat tidak karuan. 

Dan singkat cerita, setelah mendengarkan semua penuturan dan arahan dari om Benny, akhirnya akupun mencari rumah penari tersebut yang menurutnya berlokasi di Banyuwangi jawa timur. 

Akhir cerita, setelah kepulanganku dari Banyuwangi dan mengetahui semuanya, kini aku berharap tidak ada lagi gangguan gangguan yang menggangguku seperti sebelumnya. Dengan dibagikannya cerita ini disini, selain aku berharap semua ini bisa menjadi pelajaran bagi orang lain, Cerita ini akan kujadikan sebagai kenangan tersendiri yang tidak akan pernah aku lupakan hingga aku tua nanti. 

Dalam video pembahasan cerita yang sudah tersedia di channel youtube lakon story, kami akan mengungkap siapa sebenarnya sosok Ningsih dan kenapa semua ini bisa terjadi. Waktu itu, narasumber bersama saya ( penulis ) memang mengunjungi rumah Ningsih yang berada di Kota Banyuwangi 

Hal itu memang sengaja kami lakukan karena narasumber yang mengaku sangat membutuhkan bantuan. Disana, kita dijamu dengan ramah yang akhirnya semuanya berubah setelah satu persatu kenyataan mulai terungkap. Namun dengan semua perjuangan kami, semoga semua gangguan tersebut bisa segera berhenti. Kenapa kami tidak menuliskan semuanya disini ?

Karena memang selain PERMINTAAN DARI NARASUMBER, semua ini sengaja kami lakukan untuk menghindari cerita kali ini di copas, di story telling ataupun di reupload oleh orang orang yang tidak tahu menahu tentang seluk beluk cerita ini atau orang orang yang tidak bertanggung jawab. 

Karena asal kalian tau, akhir cerita ini bnr2 sangat sensitif, mulai dari aib kluarga, mslh pribadi, pelajaran hingga knyataan yg sangat memilukan, smuanya bercampur mnjdi satu sehingga sangat tdk berlebihan kalau cerita ini kami anggap sbg lebih dari sbuah cerita horror belaka. 

Bahkan, waktu itu sosok Ningsih pun juga hadir untuk ikut mendengarkan semua penuturan dari kami.  Bagaimana awalnya kami mendapatkan cerita ini hingga bagaimana perjalanan kami mengunjungi rumah Ningsih tersebut, sudah kami bahas secara singkat dan sudah tersedia di Channel Youtube Resmi Lakon Story ( Review Final Penari Hantu Banyuwangi ). 

Semoga dengan dibagikannya cerita ini, kita bisa memetik pelajaran agar kita lebih berhati hati lagi dalam menjalani hidup.

Dan selanjutnya, sangat besar harapan kami agar kejadian seperti ini tidak akan pernah terjadi lagi. 

Terimakasih teman teman, semoga cerita ini menemani hari hari kalian.

Thread By @Lakonstory

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *