RAWON.ID

Semua Tentang Mistis

Pengalaman Cleaning Service Rumah Sakit Lavalette, Malang

Rumah sakit, lokasi yg sering jadi salah satu hal menakutkan bagi sebagian orang. Ada kisah bahagia, haru, hingga duka yang mendalam terjadi di dalamnya. Ada kelahiran, ada kesembuhan, ada juga kematian disaksikan oleh bangunan ini.

Bbrp rumah sakit di Indonesia memiliki rumor tersendiri yg cukup menjadi bahan pembicaraan, yakni kesan angker atau bahkan pengalaman mengerikan orang2 yg pernah bekerja/berada disana karena dirawat.

Dari sekian banyak rumah sakit yang memiliki kesan menyeramkan, kita kali ini akan bahas Rumah Sakit Lavalette di Malang. Rumah sakit yang namanya selalu ada di list “rumah sakit terangker di Indonesia”.

Gedung RS Lavalette ini termasuk bangunan tua dan bernilai historis di Kota Malang. Alamat persisnya ada di Jalan WR. Supratman No. 10, Kelurahan Rampal Celaket, Kecamatan Klojen, Kota Malang dan masih aktif sampai sekarang.

Menurut catatan sejarah, RS Lavalette didirikan oleh pemerintah Hindia-Belanda pada 9 Desember 1918, beberapa tahun setelah Malang mendapatkan status sebagai kotapraja.

Awalnya, rumah sakit ini didirikan sebagai klinik tempat pelayanan kesehatan bagi pasien yg berasal dari para pekerja perkebunan dan industri gula yg berada di sekitar lokasi berdirinya RS tersebut. Sempat mengalami jatuh bangun defisit anggaran dan pergantian yayasan, RS Lavalette yg diambil dari nama G. Chr. Renardel de Lavalette, sang ketua yayasan ini masih mampu bertahan dan mengabdi demi kesehatan masyarakat Malang secara umum.

Arsitektur yg bergaya kuno dan keberadaan pohon pohon besar di depan rumah sakit ini menjadi alasan mengapa RS Lavalette dikatakan angker oleh sebagian orang. Dari banyaknya laporan mengenai penampakan atau gangguan, sosok paling “terkenal” disini adalah kemunculan kuntilanak pada sebuah pohon yg berada di kawasan parkir RS ini. Banyak saksi mata yg membenarkan keberadaan sosok kuntilanak ini di parkiran dari sekedar suara tangis atau kadang tertawa, bahkan beberapa kali sampai kemunculan sosoknya secara utuh.

Kisah tentang Lavalette mungkin bagi sebagian orang adalah isapan jempol belaka dan karena disangkut pautkan dengan arsitektur yg terkesan tua. Gw pun awalnya demikian saat membagikan artikel ini di Instagram dulu. Sampai tiba2 ada dm yang masuk ke gw, isi dmnya kira2 begini, “mas, aku liat tadi mas post tentang Lavalette Malang, aku dulu kerja disana jadi petugas kebersihannya. Sekarang udah gak kerja disana, tapi aku pernah ngalamin hal aneh selama kerja, boleh aku ceritakan?”

Buat gw, salah satu daya tarik cerita adalah sebuah profesi yg berhubungan langsung dengan hal hal seperti ini. Kita gatau apa tantangan dan hal hal apa aja yg bisa terjadi di pekerjaan2 seperti cleaning service RS, pemandi mayat, supir ambulance dll.

Jadi inilah,

Pengalaman Cleaning Service Rumah Sakit Lavalette, Malang..

Narasumber : R* (privasi)

Halo perkenalkan aku R, aku ngeliat postingan mwv mengenai rumah sakit Lavalette beberapa waktu lalu dan kepikiran untuk share juga. Kebetulan, aku pernah bekerja di rumah sakit Lavalette sebagai cleaning service dan pernah punya pengalaman horror juga disana.

Dulu aku pernah kerja di rumah sakit ini sebagai cleaning service sampai tahun 2010an. Disini cleaning servicenya dibagi 2, shift pagi-siang dan sore-malam. Yang ingin aku ceritakan kali ini adalah pengalamanku saat kebagian shift 2 atau shift sore-malam. Jumlah personil kebersihan untuk shift 1 lebih banyak dari shift 2. Karena memang, aktivitas dan area yg dibersihkan tak sebanyak ketika siang hari.

Singkat cerita, hari itu aku datang bersama temanku dan absen di jam 16.00, ga lama aku langsung mendapat tugas taruna di area dapur. Aku gatau apakah masih ada ruangan ini dan ruangan2 lainnya yg aku sebut di cerita ini nantinya ya.

Karena sudah ada renovasi besar2an RS Lavalette, sedangkan yg aku share ini saat kondisinya masih bangunan lama. Kalau gasalah dapur ini sekarang adalah ruang gizi.

Melalui perintah lewat Handie Talkie(HT), aku dan temanku pun meluncur ke lokasi yg harus kami bersihkan, yakni dapur. Kami hanya berdua saat itu dan masing2 dari kami juga dibekali HT.

Pekerjaan bersih bersih pun berlangsung seperti biasa. Para cleaning service shift 1 satu persatu pulang, dan ketika mendekati adzan maghrib, kami hampir selesai membersihkan hingga ujung yg paling belakang di ruangan dapur ini.

Posisi temanku berada di belakangku selama bekerja..sementara aku ada di depannya untuk mengeringkan lantai yg dia pel.. setelah aku sampai di ujung yang paling belakang ruangan, aku berbalik badan dan kaget karena temanku “hilang”. Padahal aku yakin tadi dia ada dibelakangku.

Panik sih, tapi aku coba berpikiran positif bahwa dia udah duluan untuk sholat maghrib. Setelah memastikan semua bersih, akupun keluar ke ruangan tersebut. Karena belum ada tugas baru, Aku menuju ke ruangan driver ambulance yg kebetulan juga gk terlalu jauh dr area dapur.

Sekitar jam 19:30, aku mulai mengontak temanku tadi melalui lewat HT. Aku cukup heran, krn udah 1.5jam lebih dia gak muncul2 HT sekedar terhubung pun tidak. Berkali2 aku coba mengontak dia, tapi gak ada balasan sama sekali. Aku coba mengabarkan ke security, apa HT ku rusak atau bagaimana. Sampai kepala securitypun jg ikut ngontak dia, dan hasilnya sama. Tiak ada jawaban..

Kami mulai gelisah, kemana temanku itu? aku kemudian coba menghubunginya melalui telpon hape dan chat dia melalui BBM tapi gk di angkat dan tidak ada respon. Semua alat komunikasiku dan security coba menghubunginya saat itu tapi tidak ada satupun yg ia angkat atau balas.

Intinya, temanku hilang. Atau ada sesuatu yg terjadi padanya. Pikiran terakhir yg masih bisa aku harapkan adalah dia kehabisan daya batre dan ketiduran. Ya semoga begitu. Karena belum menemukan tanda2 keberadaan temanku itu, akhirnya petugas securty yg kala itu shift malam pun juga ikut bantu mencari seluruh area RS tsb. Sementara aku memilih kembali stay di ruangan driver dan stand by disana..

Karena memang disitu pos utk kami berdua, karena posisinya strategis dan mudah untuk di hubungi atau di mintai tolong dokter untuk ke ruangan2 disekitar RS. Aku disitu masih gak ada curiga sama sekali, aku masih berfikir kemungkinan2 lain, salah satunya mungkin ada yg minta tolong ke dia untuk membersihkan ruangan yg mungkin dia bisa kerjakan sendiri..aku coba santai smbil menonton tv yg ada di ruangan itu.

Kurang lebih jam 20:30an, tiba tiba… “Bruaaak!!” terdengar seperti pintu yang di dobrak keras dari arah belakang ruangan kami, yg merupakan ruang mandi jenazah. otomatis aku dan semua org yg ada di ruangan tsb melihat ke arah belakang.

Dari arah tersebut temanku yg hilang tadi berlari sangat kencang dari ruang mandi jenazah ke arah ruangan kami. Kami hanya bisa melihatnya berlari tanpa melakukan apapun. dan ketika sampai, ia langsung terduduk lemas sambil terengah-engah di depan pintu…

Loh kamu kenapa?? Aku tanya dengan posisi aku juga cukup panik. Iya, soalnya wajah temanku itu sangat pucat. Pandangan matanya kosong dan tampak sekali ketakutan di ekspresi mukanya..

Melihat wajahnya yg pucat dan berkeringat sangat banyak, aku kemudian bawakan dia air minum..dan akusuruh istirahat.

Setelah dia tenang, barulah aku tanya kembali “kamu kenapa?”

Tapi dia gak menjawab, dia cuma menggelengkan kepala saja.

oke aku gak akan bertanya lagi. Mungkin dia masih shock dgn kejadian yg barusan dia alami..

Setelah cukup tenang, dia meminta izin pulang lebih awal.. karena memang aku lihat dia masih sangat pucat dan mungkin demam, maka aku izinkan dia dan biarkan aku standby sendirian.

Awalnya aku jg berinisatif untuk mengantar dia pulang, takut kenapa2 di jalan, tpi dia menolak dan memilih pulang sendirian.

Setelah temanku pergi, aku izin ke securty untuk mengontrol kebersihan area belakang dan koridor2 seluruh area rumah sakit ini..

Entah itu ada tong sampah yg terguling atau sampah yg sudah menumpuk setelah selesai jam kunjung pasien dan waktu sudah menunjukan pukul 23.00 saat itu.. sekalian, aku juga mau tau apa yg membuat temanku tadi terlihat sangat ketakutan. Barangkali ada petunjuk yg bisa aku lihat Sweeping koridor Ini adalah jobdesk terakhir sebelum jam istirahat. Setelah beberapa menit keliling area rumah sakit, sepemantauanku tidak ada hal hal aneh dan ganjil, lantas apa yg membuat temanku td seperti org ketakutan??

Atau.. yah mungkin dia emang sudah gak enak badan sejak awal dan dia ketiduran karena sakit? Bisa jadi. Merasa tugasku sudah selesai, akupun berjalan kembali ke ruangan driver dan melalui rute yg sama ketika hendak melewati area ruangan linen.

Jalannya memang sedikit menurun jd ruang tersebut berada sedikit dibawah dan terlihat jelas dari depan bangunan tersebut. Ketika aku sedang jalan menuju ruangan driver, gk sengaja aku melihat sosok hitam yg duduk diatas atap bagian belakang ruangan linen..

Entah ini faktor kelelahan karena bekerja sendiri semenjak temanku pulang, atau memang apa yg ada disana itu nyata?? Aku awalnya juga ragu.. Tapi aku coba terus berjalan mendekat karena memang ini jalan untuk kembali ke ruangan driver..

Keadaan sekitarku sangat sepi karena memang hampir tengah malam..aku mencoba mendekati, setidaknya memastikan objek apa itu. Tapi emakin aku amati dan dekati, sosok ini bertambah besar dan bermata merah dan bertaring… Aku tidak tau itu apa, tapi sosoknya nyata!

Melihat sosok itu bukan “bayangan salah liat”, pelan tapi pasti aku berjalan mundur teratur untuk menghindari sosoknya.. aku mencoba tenang dan mencoba tidak panik, jangan sampai gerakanku terlihat.. tapi tidak bisa!!

Seberapapun aku coba melangkah mundur, aku justru seperti diam berjalan di tempat! Sosok ini justru melihat kearahku dan mendekat!

Aku coba membaca ayat-ayat Al-quran sebisaku, namun tidak ada efek apapun! aku ingin membacanya dengan suara lantang… Tapi juga tidak bisa! Seolah olah mulutku dibungkam.. bahkan kini seluruh badanku terasa kaku! Sekedar untuk menggerakan jari saja aku merasa sangat kesulitan!!

Apa sosok ini yang temanku tadi liat??

Ditengah kepanikanku, Tiba tiba pundakku ditepuk seseorang dan entah kenapa aku lgsg terduduk lemas bahkan hampir ingin pingsan.. seingatku, sosok yg menepukku itu berkata,

“kamu masih kuat untuk berjalan kan??” dan ku hanya mengangguk..

Aku kemudian dibantu berjalan hingga ruangan driver.. dan tidak ada orang sama sekali di ruangan waktu itu, karena memang pada saat itu driver keluar menjemput pasien dan mengantar pasien.

Kemudian sosok ini bertanya “kemana temanmu?”,

Aku jawab “dia sudah pulang,katanya tidak enak badan” aku menjawab dgn nafas terengah-engah seperti temanku tdi.. jujur aku sangat lemas saat itu .

Kemudian dia berkata lagi ” baiklah, aku tinggalin kamu disini, beristirahatlah dan sampaikan rasa terima kasihku kepada temanmu ” kata org tersebut..

Kemudian dia pergi meninggalkanku diruangan itu. Aku gk terlalu memperhatikan wajahnya krn memang aku setengah sadar. Yg aku bisa ingat, sosok yg mengantarku ini seperti kakek2, bertubuh sedikit gendut. Awalnya aku pikir dia keluarga salah satu pasien yg menjaga anggota keluarganya yg sakit dan kemudian berjalan2 di koridor.

Waktu istirahatku aku pakai tidur untuk memulihkan kondisiku sampai shift pagi datang. Untunglah, malam itu tidak ada panggilan tugas yg masuk lewat HT yg aku pegang. Kemudian aku pulang kerumah dan kondisiku kembali membaik sampai aku merasa pulih dan bisa bekerja lagi sorenya.

Sorenya, aku tetap masuk pukul 16:00 karena merasa sudah bugar kembali, dan ternyata aku kembali bekerja sendiri karena temanku masih izin sakit. Kebetulan waktu itu tidak ada piket pengganti utk backup personel di tempat CV aku bekerja..

Malam itu mau tidak mau, aku bekerja seperti biasa sendirian dan tidak ada hal2 aneh seperti yang aku alami malam kemarin. Tapi kali ini aku sengaja menghindari area belakang. Kejadian kemarin masih menyimpan pikiran buatku dan aku gak mau terjadi apa2 dengan diriku sendiri.

Singkat cerita 3 hari berlalu dan aku tetap tidak mendapatkan kejadian” aneh selama aku shift malam sendirian tersebut, dan minggu ini aku dapat giliran shift pagi. Temanku yg sebelumnya izin tidak bekerjapun, akhirnya bekerja kembali..

Ketika itu belum ada tugas langsung area yg minta dibersihkan, sampai tiba2 saja temanku ini mengajakku untuk membersihkan ruang mandi jenazah.

Bingung, akupun bertanya “loh, tumben kamu mau membersihkan tempat ini?” Karena bisa dibilang, petugas yg lain hampir gk pernah kesini.Selain karena kamar mandi jenazah memang area yg basah terus menerus, permintaan membersihkan ruangan inipun ga sering.

“udahlah yuk ke kantin aja..lagian udh mau jam istirahat nih..” kataku membujuknya.

“gak..kita harus bersihkan tempat ini, kalo kamu gak mau, yaudah ke kantin aja dulu ntar aku nyusul”.

Sebagai teman shift malamnya kemarin, gk mungkin jg aku ninggalin dia gtu aja. Terlebih, ruang mandi jenazah bisa dibilang besar dan sulit dibersihkan jika dilakukan sendirian.

Sebenarnya aku sedikit parno setelah kejadian malam itu, tapi apa boleh buat, memang sudah tugas kami. Kamipun membersihkannya dengan lancar, setelah selesai dan berkemas, kami berdua pergi ke kantin. Temanku ini lalu menceritakan alasan knp dia mau membersihkan ruang mandi jenazah.

“kamu ingat gak ketika kita shift malam dan aku izin pulang karena tidak enak badan?” katanya.

“Iya, memang kenapa kamu??” Tanyaku balik.

“setelah membersihkan area dapur, aku gak sengaja melihat sesosok orang tua di ruang mandi jenazah itu, dan dia memanggilku untuk meminta bantuan…”

“hah?? Orang tua??. Orang tua darimana?” Tanyaku

“iya,beliau memanggilku seperti ini,.. “mas tulung reneo mas njaluk tulung iki resik ono rusuh mas smean delok mosok rumah sakit ngene koyo panggonane gudang ae”

(mas tolong kesini mas, minta tolong ini dibersihkan kotor banget lihat masa rumah sakit seperti tempat gudang)”. Dan saat itu dia menatapku seperti jengkel” jelas temanku ini.

Ya, karena tugas kami di bidang pelayanan, entah itu pegawai rumah sakit atapun pasien dan keluarga pasien, Kami harus tetap membantu… Jujur aja sih yg shift pagi pun jarang membersihkan area ini kalo memang tidak di complain oleh pihak rumah sakit..baru dibersihkan.

“Lalu kamu bersihkan??” Tanyaku. Dan temankupun mengangguk.

“Kenapa kamu tidak memberitahuku? ada HT..hape km jg punya..knp gk dipakai siih?”tanyaku cukup kesal saat itu.

“awalnya memang aku niat manggil kamu buat bantu..mana mungkin juga aku sanggup membersihkan tempat itu sendiri.. tapi aku gabisa. Aku tiba2 aja terkurung didalam sana! Semua pintu dan jendela sperti dikunci dari luar.

Aku sudah mencoba ngontak kamu lewat HT, tapi ga ada yg ngerspon panggilanku bahkan post securty yg berpuluh2 HT aja gk ada satupun sinyal frekuensi yg masuk ke HTku! dan anehnya hape yg aku bawa dalam keadaan awal baterai full juga tiba2 mati lowbat..padahal batreku ga bocor.

Aku terdiam. Antara shock, takut, tapi juga penasaran..

“terus kemana orang tua yg memanggilmu td??” Tanyaku.

“Justru itu dia masalahnya, setelah aku hampiri, di dalam ruangan itu justru ada sosok hitam besar bermata merah dan bertaring! dia keliatan sangat marah!”

“Aku udah coba teriak sampai rasanya mau putus otot otot dileherku tapi gaada yg dengar kayaknya..aku juga coba mendobrak pintu ruang mandi jenazah itu sekuat tenaga, tapi gk tenaga ku bener2 ga cukup.” Jelasnya.

“Ga mungkin! aku gak dengar suara apapun bahkan aku sudah berkeliling area ditemani security juga gak ada apa-apa kok. Malah kamu yg kita cari cari kemanapun gk ada..aku jg lewat ruang mandi jg aman aja”kataku.

Temanku tidak menanggapi perkataanku. Dengan suara yg direndahkan, dia berkata “kamu tau yg terjadi setelah itu?..orang tua yg ku lihat tadi, dia bukan org.. dan sosok bertubuh hitam besar itu peliharaannya…”

Temanku melanjutkan, “orang tua tersebut mengancamku, dia bilang.. “konco”mu lapo gak tau ngresiki ndek kene..aq mangkel liane diresiki ndek kene gak…aq njaluk tulung smean resiki papan iki sek trus smean oleh metu tekan kene..ayo tak rewangi lek ncene smean gak sanggup”

(temanmu kenapa tidak pernah membersihkan disini? saya jengkel ditempat lain dibersihkan disini tidak. saya minta tolong kamu bersihkan tempat ini dulu kemudian kamu boleh keluar dari sini ..mari saya bantu apabila tidak sanggup).

Akupun membersihkannya, namun setelah aku bersihkan, tiba2 saja aku merasa dilempar keluar oleh sosok hitam td.. lihat ini” katanya sambil menunjukkan bahunya yg memar.

Akupun memilih diam dan tidak bercerita ke dia kejadian yg aku alami setelahnya dan aku seketika sadar, ternyata sosok yg menepuk pundakku yg ku pikir adalah keluarga pasien, ternyata adalah sosok yg menjaga area tsb.. dan ya, aku menepati pesannya untuk menyampaikan salam terima kasih yg dititipkan kakek tua itu padaku.

Setelah kejadian ini, aku dan temanku selalu mengajak teman” lainnya untuk selalu membersihkan area ruang mandi jenazah itu sekalipun tidak ada request dari rumah sakit. Sebenarnya masih banyak cerita” mistis yg aku alami selama bekerja disana dan banyak cerita mistis yg diceritakan pasien yg dirawat disana dan masih banyak lagi yg lainnya.

Saat aku bekerja disitu, bangunannya masih dengan struktur bangunan lama..dan masih ada ornamen” yg di pertahankan seperti aslinya..dan dulu di hall rumah sakit ini masih ada piano asli dan piano itu sudah ada disana sejak rumah sakit lavalette didirikan.

Bahkan ada foto pendirinya jg kok..dan masih ada 2 pohon tua besar di tengah” taman..dan di area belakang masih lahan kosong yg juga masih milik Rumah Sakit Lavalette.

Walaupun kini sudah tidak bekerja disana, aku setiap pulang kerja skrg selalu lewat depan lavalette kadang jg sering bertemu dengan kawan lama yg masih bekerja disana sbg cleaning service dan skrg lavalette sudah menjadi rumah sakit yg modern dengan segala fasilitas dan pelayanannya yg ramah, bentuk bangunan depan masih dipertahankan seperti aslinya.

Sekian pengalamanku semoga bisa menjadi gambaran bahwa pekerjaan rumah sakit tidak melulu mengenai hal hal medis, namun juga ada rasa kemanusiaan yg kami bawa.

Tamat

Thread By @mwv_mystic

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *