RAWON.ID

Semua Tentang Mistis

Penumpang Hantu

Penumpang Hantu

A Thread

Full Story

( Semua nama, waktu dan tempat dalam cerita ini disamarkan, mohon maaf jika ada kesamaan )

Perjalanan malam itu, tentu saja tidak akan pernah bisa aku lupakan selama hidupku. 

Bagaimana tidak, perjalanan yang seharusnya berjalan dengan baik baik saja, malam itu berubah menjadi tidak biasa sejak aku menyadari, jika seseorang yang ada disampingku saat itu ternyata bukanlah manusia, melainkan makhluk yang tak kasat mata. 

Benar sekali, cerita ini memang sangat sulit untuk dipercayai, ditambah semua yang terjadi saat itu benar benar masih tidak bisa aku mengerti hingga saat ini.

Dan bukan hanya sekali, aku sudah beberapa kali menceritakan hal ini kepada teman temanku. Namun sayangnya, mereka tidak ada yang percaya dengan semua itu karena selain tidak adanya bukti, waktu itu mereka menganggap aku sedang dalam keadaan tertekan yang akhirnya membuat hal yang tidak ada menjadi seolah olah ada dan menurut mereka semua itu hanyalah perasaanku saja. 

Tapi pada kenyataanya, semua itu memang benar benar kualami dan benar benar terjadi.

…….

Masih sangat teringat jelas dikepalaku, malam itu aku hendak melakukan perjalanan dari kulonprogo DIY menuju ke kampung halamanku yang ada di probolinggo jawa timur. Telfon dari orangtuaku yang mengabarkan jika saudaraku tiba tiba meninggal dunia, membuatku mau tidak mau malam itu harus pulang kerumah entah bagaimanapun caranya. 

Meskipun akupun tau, jika malam itu di tempat kerjaku ( kulonprogo ), tidak ada satupun orang yang bisa kuajak untuk menemani perjalananku karena semua orang yang ada dikantorku saat itu sedang tour dalam kota. 

karena perlu kalian tau, aku memang bekerja disalah satu agen tour dan travel yang beroperasi didaerah istimewa Yogyakarta ini.

Dan singkat cerita, karena aku harus hadir disaat pemakaman saudaraku yang akan dilakukan esok hari, akhirnya tanpa fikir panjang, malam itu akupun pulang kekampung halamanku seorang diri.

Malam itu,

waktu sudah menunjukan pukul 21.30 Wib.

Aku memulai perjalananku tentu saja dengan perasaan yang sangat tidak karu karuan. 

Rasa kehilangan yang masih tidak bisa kuterima, seolah menyelimuti hati yang akhirnya membuatku waktu itu mengemudi sambil melamun melihat kearah jalanan yang terlihat semakin lama sudah semakin sepi. 

Dan seiring berjalannya waktu, akupun sampai didaerah yang ada di Klaten Jawa tengah.

Rasa lapar yang mulai mengganggu, akhirnya memaksaku untuk berhenti sejenak disalah satu tempat makan yang ada dipinggir jalan waktu itu. Dan setelah memarkirkan kendaraan, akupun seketika masuk kedalam tempat makan tersebut dan memesan makanan yang memang sudah disediakan.

Singkat cerita, setelah aku selesai makan malam, akupun kembali kearah mobilku dan hendak melanjutkan perjalananku. 

Namun anehnya, ketika aku masih memutar mundur mobil dan kuarahkan kejalan raya, tiba tiba aku malam itu dihadang oleh seseorang yang terlihat seperti sedang meminta bantuan.

” Mas..stop mas..stopp ” teriaknya sambil melambai lambaikan tangannya kearah depan mobilku. 

Awalnya, aku sempat mengira jika orang itu adalah tukang parkir yang ada ditempat makan tersebut, namun setelah kulihat dengan lebih teliti lagi, ternyata dugaanku salah. Karena, malam itu aku melihat orang yang menghadang mobilku, adalah seorang wanita muda dengan pakaian merahnya yang terlihat rapi.

Dan setelah mobil kuberhentikan, akupun dihampiri oleh wanita tersebut dijendela pintu yang memang berada tepat disampingku. 

” Mas, mau kearah mana ? ” Ucapnya keras.

” Mau ke jawa timur mbak, ada apa ya ” jawabku sambil membuka sedikit kaca mobilku.

” Saya boleh numpang sampai kediri apa gak ya mas, Masnya mau ke jawa timur mana ?” sahutnya, 

” O iya silahkan mbak, saya mau ke Probolinggo ” jawabku sopan.

Entah apa yang ada difikiranku saat itu.

Malam itu, tanpa fikir panjang, aku memberi tumpangan wanita yang belum jelas asal usulnya tersebut. Dan singkat cerita, setelah wanita itu masuk kedalam mobilku, akupun seketika melanjutkan perjalananku dengan sesekali melirik kearah wanita yang duduk tepat disampingku tersebut. 

” Mbak ini darimana kok sendirian saja ” ucapku memulai percakapan.

” Saya mau pulang mas ” jawabnya singkat dengan nada suara yang sedikit lirih.

” Asli kediri ya mbak, kok jauh banget sampai sini, mbak kerja disini ya ” imbuhku, 

” Enggak mas, Mas namanya siapa ? ” Ucapnya mengalihkan pembicaraan.

” Saya Dimas mbak, mbak nya siapa ” jawabku sopan,

” Saya Mirna mas ” sahutnya,

” O iya mbak Mirna, salam kenal ya, ” ucapku,.

” Iya mas ” jawabnya singkat. 

Selama perjalanan, tentu saja aku terus mencoba mengajak ngobrol mbak Mirna, karena selain agar aku tidak merasa ngantuk, semua itu kulakukan agar aku juga tidak bosan berada didalam kendaraan. 

Namun sayangnya, setiap kali aku mengajak untuk berkomunikasi, wanita yang mengaku bernama Mirna tersebut hanya menjawab dengan singkat seolah tidak nyaman jika diajak untuk berbicara. Mengetahui hal itu, akupun seketika diam dengan tidak lagi terlalu banyak tanya karena akupun takut menyinggung perasaanya.

……. 

Dan tidak beberapa lama kemudian, bau parfum mobilku yang biasanya tercium sedap, malam itu tiba tiba berubah menjadi bau bunga melati yang entah darimana datangnya. Dan tidak berhenti disitu saja, Ac mobil yang sebelumnya terasa sangat dinginpun, malam itu seolah menjadi tidak berfungsi karena didalam mobilku saat itu, hawa yang kurasakan adalah hawa panas yang tidak seperti biasanya.

” Kok jadi panas gini sih ” fikirku 

Mengetahui hal itu, aku mencoba tetap diam dengan tidak membicarakannya kepada mbak Mirna. karena akupun tau, saat itu aku melihat mbak Mirna dalam kondisi melamun seperti sedang memikirkan sesuatu. 

Dan dengan tetap menahan semua yang kurasakan, akhirnya akupun melanjutkan perjalananku tersebut yang semakin lama terasa semakin membosankan. Dan anehnya, ditengah tengah aku masih memacu kendaraanku, tiba tiba Mbak Mirna mengucapkan pertanyaan yng terdengar sangat mencurigakan 

” Mas Dimas ini rencananya mau lewat mana ? ” tanya mbak Mirna tiba tiba.

” Saya biasanya lewat sragen – ngawi dan terus ke timur, kenapa ya ? ” jawabku,

” Lewat magetan saja ya mas ? ” sahutnya

” Mau lewat kaki Gunung lawu ? ” Tanyaku,

” Iya mas, ” jawabnya, 

Mendengar hal itu, tentu saja aku seketika terkejut. Karena akupun tau, jalur magetan-madiun, merupakan jalur yang melewati rute tepat berada dikaki gunung lawu yang kutau, jalur tersebut adalah hutan yang sangat gelap jika sudah larut malam. 

” Waduh, disitu jalannya naik turun mbak, lagian ini sudah larut malam, apa gak bahaya lewat jalan itu, disitu jalannya ditengah hutan lho ? ” Ucapku sopan.

” Gak papa mas, aman kok, disitu banyak yang kenal sama aku, nanti aku turun sebelum Madiun deh sepertinya ” sahutnya. 

Dan entah apa yang ada difikiranku saat itu, malam itu tanpa fikir panjang, akupun menuruti ajakan mbak Mirna untuk melalui jalur tersebut.

Setelah beberapa lama kemudian, akhirnya akupun sampai dikawasan yang berada tepat dibawah kaki gunung lawu tersebut. Sebuah jalanan yang didominasi dengan tanjakan dan tikungan, membuat aku malam itu harus lebih berhati hati lagi dalam mengemudikan mobilku.

Dan tidak hanya itu, kabut di area tersebut, waktu itu juga sangat tebal menutupi pandanganku. Lampu sorot mobilku yang tak mampu menembus tebalnya kabut, seolah memberi tanda jika tidak seharusnya aku melalui jalan tersebut di malam itu.

” Jalannya sepi sekali ya mas ” ucap mbak Mirna tiba tiba. 

” Iya mbak, ini kan memang bukan liburan atau akhir pekan, jadi ya sepi deh. biasanya kalau weekend, disini juga ramai kok meskipun malam hari ” ucapku sambil melihat kearah jam tanganku yang ternyata sudah menunjukan pukul 02.00 dinihari. Dan dengan tetap terus berkonsentrasi, akupun terus memacu kendaraanku perlahan hingga akhirnya aku sampai dikawasan hutan yang jauh dari keramaian.

Malam itu, kondisi jalanan tersebut benar benar sangat sepi dengan tidak adanya satupun kendaraan yang terlihat melintas. Bahkan akupun juga masih ingat, malam itu aku beberapa kali melihat kearah spion untuk melihat bagaimana keadaan di belakang mobilku. Namun sayangnya, semua yang terlihat hanyalah kegelapan. Dan setelah beberapa saat berjalan, mbak Mirna yang sebelumnya hanya diam, malam itu tiba tiba sedikit bergumam dengan sesekali tertawa tawa kecil mencurigakan.

” Hihihihihihihi ” ucap mbak Mirna dengan sesekali menggeleng nggelengkan kepalanya

” Orang ini kok aneh ya ” ucapku dalam hati sambil melirik kearah mbak Mirna yang saat itu terlihat tidak terlalu jelas karena keadaan yang memang sudah sangat gelap gulita.

Dan tidak berhenti disitu saja, ditengah tengah jalanan yang terlihat sangat sepi, 

mbak Mirna tiba tiba sesekali menoleh kearah luar dengan membuka kaca mobilku seolah olah sedang menyapa seseorang.

” Hey.. ngapain disitu..haii ” teriak mbak Mirna dengan sebagian kepalanya sudah dikeluarkan dari dalam mobilku. Mengetahui hal itu, jantungku yang sebelumnya tenang, malam itu seketika berdetak dengan sangat kencang.

Tubuhku yang sebelumnya diam pun, saat itu juga tiba tiba gemetar tidak karuan karena aku mulai merasakan, jika mbak Mirna ini sepertinya bukanlah manusia, melainkan Setan. 

” Ya allah, sepertinya mbak Mirna ini bukan Manusia deh, ya allah ya allah ya allah ” ucapku dalam hati dengan tidak lagi berani menoleh kearah Mbak Mirna. 

Dan anehnya, ketika aku gugup dan menduga jika mbak Mirna bukanlah manusia, tiba tiba Mbak mirna menoleh kearahku dengan tangannya yang memegang tanganku yang seolah saat itu dia tau apa yang ada didalam fikiranku. 

” Mas kenapa kok kelihatannya tegang gitu ” ucap mbak mirna sambil menatapku dengan tatapan aneh yang disertai dengan sedikit senyuman.

Mengetahui hal itu, rasa takutku sudah seperti tidak bisa lagi kutahan, nafasku yang terasa sesak dengan seluruh tubuhku yang juga telah bergetar hebat, sudah menunjukan jika malam itu aku benar benar merasa ketakutan luar biasa. Dan dengan menahan semua itu, tentu saja aku tetap berusaha mengontrol diri karena akupun tau, saat itu aku sedang dalam keadaan mengemudi.

” Gak papa mbak, mbak Mirna turun dimana ? ” Ucapku singkat dengan perasaanku sudah sangat tidak karu karuan. 

” Turun disini saja mas ” sahutnya.

Taukah kalian, ketika mbak Mirna mengucapkan kalimat ” turun disini saja “, malam itu aku benar benar masih berada dikawasan hutan dengan tidak adanya bangunan rumah atau apapun yang terlihat berdiri, semuanya nampak tetap gelap gulita dengan tidak adanya satupun lampu jalan yang menerangi.

Mendengar hal itu, akupun seketika terkejut bukan main dengan tubuhku yang juga seketika bergetar kencang. 

” Hah..disini !..ini kan masih hutan ” jawabku memastikan meskipun sebenarnya aku sudah menduga jika mbak Mirna adalah setan.

” Iya mas, stop, stop… nah,,disini saja ” ucapnya sambil menunjuk kearah sebelah kiri jalan dan tanpa banyak tanya lagi, akhirnya malam itupun aku segera memberhentikan kendaraanku tepat dipinggir jalan sesuai arahan dari mbak Mirna.

” Terimakasih ya mas, hati hati dijalan ” ucapnya sambil turun dari mobilku perlahan. 

” Iya mbak ” jawabku singkat, dengan selanjutnya akupun segera pergi meninggalkan tempat tersebut.

Selama perjalanan setelah aku menurunkan mbak Mirna, fikiranku sudah campur aduk tidak karuan. Rasa takut, bingung dan linglung, seolah bercampur menjadi satu ditengah tengah mataku yang masih melihat kearah jalanan malam itu. 

( ” Waktu itu, aku seperti orang linglung mas, aku dihadang aku berhenti, aku diajak lewat jalan gelap aku mau, dan aku disuruh berhenti pun saat itu aku seketika berhenti.

Bahkan, Selama didalam kendaraan pun, wanita tersebut hanya diam dengan sesekali berbicara seperlunya. Dan anehnya, aku sadar jika dia bukan manusia baru ketika aku sampai dikawasan hutan tersebut.

Dan tidak hanya itu, Waktu itu aku juga seperti baru tersadar. ‘ kok bisa bisanya, aku bersedia diajak lewat jalur tersebut dimalam yang sudah selarut itu ” ). ucap narasumber. 

Dan singkat cerita, setelah beberapa lama berjalan, akhirnya aku memutuskan untuk beristirahat di pom bensin karena fikiranku yang tidak enak jika aku harus melanjutkan perjalananku dimalam itu. 

Hal itu bukanlah tanpa alasan, karena sesaat setelah aku menurunkan mbak Mirna. didalam mobilku aku kembali mencium aroma bunga melati yang sangat menusuk. Dan tidak hanya itu, Ac yang ada di bagian tengah mobilkupun, malam itu beberapa kali menyala dengan sendirinya seperti sengaja dihidupkan oleh seseorang yang pada kenyataannya, tidak ada satupun orang didalam mobilku saat itu selain aku.

Dan akhir cerita, akupun berhenti dan beristirahat di pom bensin yang ada di pinggir jalan raya hingga waktu menunjukan pukul 05.00 pagi. Setelah itu, akupun melanjutkan perjalananku menuju kampung halamanku dengan membawa sebuah pengalaman yang mungkin tidak akan pernah bisa aku lupakan.

Semoga, dengan adanya cerita ini, bisa menjadi pelajaran agar kita bisa lebih berhati hati lagi ketika sedang bepergian. 

Thread By @Lakonstory

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *