RAWON.ID

Semua Tentang Mistis

Perkemahan diujung Kota

Gw akan menulis sebuah pengalaman dari teman gw dan gw akan samarkan namanya dan tempat nya karena itu untuk kebaikan bersama terima kasih 

– Agustus 2013 –

Pada hari Jumat siang setelah pulang sekolah kakak kakak kelas 11 yang menjadi Organisasi Bantara (pramuka) SMA X mengadakan rapat untuk acara kemah tahunan yang anggota wajibnya adalah kelas 10 … Bagas sebagai ketua memimpin rapat 11 anggota lain nya 

11 anggota yang lainnya ialah Bayu , Pandu , Elang , There , Merry , Lutfie , Endah , Ayu , Silvi,Evi , Bima , Arya.

“Kita bulan depan ada agenda nih , buat kemah tahunan buat kelas 10 . Ada yang usul nggak dimana ?” Bagas

“Disekolah aja gimana ? “ cetus Merry 

“Jangan Mer Boring , masak tiap tahun kemahnya disekolahan terus “ sahut Bayu

“Lha terus dimana dong Bay ? “ There sama Lutfie

“Gue ada tempat nih Kemaren temen gue si Dian habis Camping sama temennya disana . Namanya perkemahan D … tempatnya seru katanya si Dian “ Bayu 

“Tempatnya Emang gimana ? “Tanya Pandu

“Tempatnya masih asri tapi mitosnya bekasan kuburan Cina .” Bayu

“Hah kok bekasan kuburan Cina sih , kata nyokap gw kalo bekasan kuburan itu angker loh .” Cetus Merry

“Lo apaan sih Mer percaya tahayul aja .” Kata Endah 

“Iya nih si Merry “kata si Silvi

“Jadi kalian maunya gimana ? , pilih disekolah seperti yang dianjurkan Merry apa pilih yang disarankan Bayu ? “ tanya bagas

“Kalo kita sih setuju yang disarankan Bayu , ga tau nih kalo Merry si ahli mitos .” Kata elang

“Terserah lah” Merry 

“ ya udah besok Sabtu kita coba lihat lihat ketempatnya ya .” Kata Bagas

“Iya “ Jawab semua anggota

Sehabis pulang rapat Lutfi lihat Merry yang mukanya sedang cemberut .

“Ada apa Mer , ko mukanya Cemberut ?” Tanya Lutfi

“Gapapa lut gw hanya ngerasa ga enak ati aja .” Kata Merry

“Udah lah ga usah di pikirin , ucapannya anak anak tadi .” Kata Lutfi

“Bukannya apa apa lut . Gw takut aja terjadi apa apa sama kita “ kata Merry

“Gini aja nanti sore kita ke tempat bu Endang aja , dia kan guru yang punya kebatinan kan mungkin nanti dia bisa bantu .” Lutfie

“Iya iya “ jawab Merry

Waktu menunjukkan pukul 7 malam dan saatnya Merry dan Lutfie berangkat ke rumah bu Endang

Sesampainya dirumah Bu Endang …

“Permisi”Sapa Lutfie sambil mengetok pintu

“Iya tunggu sebentar “ sahut Bu Endang

Sambil membuka pintu bu Endang bertanya pada Lutfi dan Merry

“Ada apa kalian malam malam kesini ?”

“Begini bu , kita mau konsultasi dengan ibu .” Sahut Lutfie

“Oh iya iya silahkan masuk .” Perintah bu Endang

“Ada yang bisa saya bantu “ tanya bu Endang lagi

“Iya bu , kita kan besok awal September kita akan mengadakan kemah tahunan buat adek adek kelas 10 . Tapi , area yang rencananya mau dipakai besok itu bekasan pemakaman Cina .” Jelas Merry

“ terus ?” Kata bu Endang

“ begini bu , teman saya ini takut terjadi apa apa saja . Bisakah ibu membantu kami ? “ Lutfie

“Lantas kalian berapa hari disana ? “ tanya bu Endang

“ 4 hari 3 malam bu “ jawab Merry

“Tapi kita akan survey tempatnya besok sore .” Jawab Merry lagi

“ begini , tempat yang akan kalian tempati itu kan Bumi Perkemahan ya walaupun bekas pemakaman . Ibu hanya berpesan pada kalian , Jangan berkata kotor maupun berlaku seenaknya saja dan jangan buang sampah wanita (pembalut) ditempat itu .” Pesan Bu Endang

 

“Ya Pokoke kalo kata orang Jawa ‘kudu nduwe unggah ungguh’, (harus punya tata krama )peribahasanya itu dimana bumi dipijak Disitulah langit dijunjung “ kata bu Endang lagi

“Baik bu .” Jawab Merry dan Lutfie

Setelah itu Lutfie dan Merry pun pulang kerumah masing – masing .

Keesokan harinya

“Temen temen jangan lupa nanti sore kita ke Tempat perkemahan ya , kita nanti akan naik mobil temennya si Bayu … karena kan yang nganterin ke kesana itu si Dian itu .” Kata bagas

“Ok , gas .” Jawab semua anggota

Waktu menunjukkan pukul 4 sore dan mobil Avanza silver pun sudah terparkir didepan sekolahan . Dan waktunya mereka berangkat . Jarak perjalanan sekolah dengan bumi perkemahan sekitar 1,5 jam .

Waktu menunjukkan pukul setengah 6 sore dan hawa dingin khas pegunungan pun mulai muncul . Suara maghrib pun mulai bergema . Setelah sampai di lokasi perkemahan tersebut , bagas dan teman teman pun mulai turun dari mobil .

Setelah turun dari mobil Arya dan Ayu menyeletuk “kok tempatnya gini sih jauh dari jalan raya dan jalannya pun masih belum aspal an . Jauh lagi dari penduduk.

“Gimana sih Lu orang namanya juga bumi perkemahan .” Jawab si Bima

“Bentar bentar guwe mau touch up bedak sama gincu guwe dulu biar cantiknya paripurna .”sahut Evi

“Ya elah Vi , Lu pake touch up touch up segala … Emang mau apel in siapa disini Pocong , genderuwo apa kuntilanak .” Jawab si Bayu

“Udah udah yuk kita masuk .” Jawab Elang

“Yuk .” Jawab semua anggota

Setelah masuk ke tempat perkemahan Merry melihat ada ibu ibu yang berjualan disana dengan tatapan tajam ke arahnya dan teman teman

“Eh lut , Lu mau ga gw ajak beli makanan di warung itu” kata Merry sambil menunjuk ke arah ibu ibu berjualan tadi

“Nanti aja Mer . Kita kan mau ketempat Pak Bowo dulu yang punya tempat perkemahan ini .” Jawab Lutfie

“Sekarang !” Merry

“Ya udah deh yuk “ kata Lutfie

“Eh teman teman gw mau beli makanan dulu ya sama Merry disana , gw laper soalnya “ kata Lutfie lagi

“Iya kita ketempat pak bowo dulu ya . Nanti susul kita aja , lokasinya 15 menit jalan dari sini .” Jawab bagas

“Kalian sama Dian ? “ tanya Merry

“Iyalah masak si Dian sendiri disini .” Jawab Pandu .

“Oh ya udah .” Jawab Merry

Merry dan Lutfie pun mulai berjalan ke arah penjual tersebut dan mulai memasuki bumi perkemahan tersebut

“Bu beli mie rebus satu sama teh panas satu .” Kata Merry

“ aku mie rebus dua sama teh panas dua .” Lutfie

“Iya, mbak … “

“Mbak berdua mau camping disini ? “ tanya si penjual tersebut

“Iya bu memangnya kenapa ya ?.. jawab Merry      

“Ga .. gapapa gapapa mbak .” Jawab sipenjual tadi .

Dengan tatapan aneh pedagang tersebut merebus mie tersebut dan menatap Merry dan Lutfie seolah olah ingin mengatakan sesuatu .

“Oh ya udah bu cepet …. mie nya mana ? “Ucap Lutfie

“Ini mbak “ ucap ibu penjual sambil menyodorkan mie dan teh panas tadi

Setelah mereka makan , mereka kemudian menyusul teman teman ke rumah pak Bowo pemilik bumi perkemahan itu   

Ditempat pak Bowo

“Permisi pak …” ucap bagas

“Iya mau cari siapa ya ? “ tanya seorang ibu yang berpakaian lusuh , yang datang dari arah dalam rumah

“Mau anu bu cari pak Bowo , pak Bowo ada ? “ ucap bagas lagi

“Tunggu ya .” Ucap ibu itu

Lalu kemudian ibu itu memanggil kan pak Bowo . Datanglah pak Bowo dari arah dalam .

“Ada keperluan apa kalian datang kerumah saya ? “ tanya pak Bowo

“Begini pak kami mau menyewa bumi perkemahan milik bapak apakah boleh ?” tanya bagas

“Tunggu “ kata Merry sambil jalan dengan tergopoh gopoh

“Kenapa Mer ? “ tanya Bayu

“Gini bay , gw mau ngomong sama bagas …” ucap Merry

“Gas sini keluar sebentar boleh ?” Ucap Merry

“Iya kenapa kenapa ? “ kata bagas

Semua orang ditempat itu terdiam

“Sini gas keluar bentar .” Ucap Lutfie

Bagas berjalan keluar dengan kebingungan

“Apa sih ini ?” Tanya bagas 

“Gini gas gw lihat beberapa hal yang aneh ditempat itu , pertama ada ibu ibu yang berlaga aneh . Yang kedua, gw lihat disana berbatasan dengan hutan jati . Yang ketiga disamping tempat itu ada pemakaman yang masih digunakan ..” bisik Merry ke Bagas    

“Apanya yang aneh ? Udahlah kamu nurut aja ama kita “ ucap bagas

“Udah mer kita nurut aja ama mereka “ jelas Lutfie

“Ya udah “ kata Merry

Bagas kembali masuk kerumah pak Bowo dan kembali meminta izin untuk camping ditempat itu

“Bagaimana ? “ tanya pak Bowo

“Iya pak kami jadi “ bagas

“Ok silahkan “ lanjut pak Bowo lagi

Waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam . Dan waktunya mereka untuk pulang

“Mohon maaf pak kita mau pulang dulu , apakah boleh ?” Tanya bagas

“Iya silahkan saja “ ucap pak Bowo

Bagas dan teman teman pun kembali ke mobil , di mobil pun teman teman pun memarahi Merry karena Merry dianggap begitu aneh …

“Mer Lu apaan sih tadi malu malu in aja “ kata There

“Iya nih si Merry” lanjut si Evi

“Udah dong Jangan marahi Merry terus mungkin juga apa yang diomongkan Merry ke bagas tadi ada benarnya juga “ bela Arya

“Halah dibela terus” kata There

“Udah dong kalian ini itu satu tim kenapa harus berantem sih “ ucap bagas

-awal September 2013 –

Mereka mulai merencanakan dan mempersiapkan acara untuk hari esok

“Gw sama Bima udah pesen 6 truck terbuka untuk panitia dan adek adek kelas sepuluh “ kata Bayu

“Gas , gw sama si ayu udah ada nih tenda tenda buat adek adek” kata Evi

“Gw sama pandu udah siapin kayu bakar sama bensinnya”kata elang

“Ok semuanya udah kan . Kalo gitu kita bagi ya kelompoknya” ucap bagas

“Yap “ jawab serentak semua anggota

“There sama Endah , Bayu sama pandu , Arya sama elang , Silvi sama Evi , Merry sama Lutfie , yang terakhir Ayu masuk kelompok nya Endah dan gw masuk kelompoknya Bayu “ ucap bagas

“Ok “ jawab semua

“ besok berangkat pukul 3 sore ya “ ucap bagas lagi

Keesokan harinya waktu sudah menunjukkan pukul 3 sore lebih 10 menit .

“Ayo adek adek naik semua ke truk masing masing “ ucap bagas

“Iya “ jawab anak anak kelas 10 . Anak anak tersebut jalan menuju ke truk sambil dorong dorongan dengan teman teman nya .

Adek adek kelas 10 itu terlihat begitu girangnya . Musik pantura yang dinyalakan oleh supir truck itu mereka nyanyikan di sepanjang jalan menuju ke bumi perkemahan itu .

Seolah olah mereka begitu menikmati acara camping tahunan tersebut .

Setelah sampai ditempat bumi perkemahan , waktu juga sudah menunjukkan pukul setengah 6 sore … para panitia pun lupa untuk mengajak kumpul dan doa terlebih dahulu ..

akhirnya anak anak kelas 10 langsung saja mendirikan tenda yang telah disediakan panitia . 

“Mer , itu siapa sih ada ibu ibu Chinese gendong anak .. tapi ko anaknya dibuntel kain putih ya “ ucap Lutfi ketika dia melihat penunggu tempat itu

“Udah kita diam aja , gw tau ko” ucap merry

“Ayo adek adek habis ini acara keagamaan “ kata bagas 

“Yang non muslim bersama bu Endang dan yang muslim ikut shalat kak Bima , Kak Arya dan kak Bayu” kata bagas lagi

“Ayo ayo mandi mandi “ kata Evi suruhnya pada anak anak kelas 10

Sedangkan kamar mandi ditempat itu berada dihutan belakang area bumi perkemahan . 

Tempatnya kumuh dan atap atap dindingnya belum di plafon sedangkan lantainya licin berlumut . Banyak sekali sarang laba laba disitu

Semua anak berebut mandi disitu sedangkan Merry dan Lutfie menunggu adek adeknya hingga mandi paling akhir . Waktu pun sudah menunjukkan pukul 6 

Diantrian itu hanya tersisa Merry dan Lutfie .

“Gw duluan ya Mer “ ucap Lutfie

“Gw takut Mer soalnya , mana udah adzan dan mulai gelap lagi” ucap Lutfie lagi

“Iya lut gw tungguin disini “ Merry

“Eh Btw Lu cuma pake boxer doang celananya , celana training Lu mana?” Lutfie 

“Iya celana training gw , gw taruh di tenda soalnya takut basah” jawab Merry

“Lu ga kedinginan ?” Tanya Lutfie lagi

“Iya dingin , gw juga kan udah pake baju lengan panjang tebal … daripada celananya basah keinjek injek” jawab Merry

“Ya udah gw mandi dulu “ pamit Lutfie 

Dan Merry pun hanya duduk duduk didepan pintu kamar mandi . Tiba muncul ibu ibu gendong anak yang tadi menampakkan wujudnya pada Lutfie

“Nak , km kesini memangnya ada acara Apa ?” Tanya ibu ibu gendong anak tadi

“Anu bu ada acara camping sekolah “ jawab Merry 

Tiba tiba terdengar suara gubrak . Suara Lutfie yang sedang membuka pintu kamar mandi dengan ketakutan

“Mer , ayo Mer kita cepet cepet kesana “ ucap Lutfie

“Memangnya kenapa ?” Tanya Merry sambil melirik ke arah ibu ibu tadi yang sudah tidak ada disitu 

“Ya udah kita ke tenda dulu aja “ajak Merry

Ketika mereka berjalan kearah tenda yang cukup lumayan jauh . Lutfie bercerita ke Merry tentang apa yang terjadi tadi dikamar mandi

“Mer , tadi waktu setengah mandi tadi gw liat ada nenek nenek duduk diatas tembok sambil ketawa “ 

“Nenek itu ketawa cekikikan Trs waktu gw siram airnya itu jadi kaya darah gitu merah “ jelas si Lutfie lagi

“Ah masa sih “ celetuk merry

“Iya Mer gw serius makanya gw langsung keluar dari kamar mandi itu “ kata Lutfie

Setelah mereka tiba ditenda dan Merry merapikan baju 

Dan Merry mau mengenakan celana training nya tiba tiba ada adek kelas yang nyelonong masuk …

“Kak , dipanggil bu Endang kakak There kesurupan tadi kak There teriak teriak dan marah marah “ kata adek kelas

“Iya dek kita berdua akan kesana “ Jawab Merry 

Merry , Lutfie dan adek kelas berlari ke tempat bu Endang sambil membawa Alkitab .

“Merry Lutfie kesini cepat bantu ibu ini There dari tadi teriak teriak dan marah marah , ibu sudah bacakan ayat ayat yang ada di Alkitab tapi belum mempan juga “ kata bu Endang 

“Kalian sudah mengganggu ketenanganku .. Pergi kalian dari sini pergi pergi “ teriak There , matanya yang sedang melotot dan tangannya selalu ingin melepaskan diri dari genggaman adek kelas yang sedang memegangi tangan dan kakinya … 

“Mer ambilkan air suci yang ibu bawa ditas Mer “ kaya bu Endang

“Iya bu “ jawab Merry sambil menggeledah tas bu Endang

“Ini bu air sucinya “ kata Merry

“Tolong pegangin ini “ kata bu Endang lagi

“Iya iya” kata Merry sambil memegangi kaki There yang tadi dilepas bu Endang 

“Kalian berani beraninya menantang aku “ teriak There sekencang kencangnya

“Kita nggak mengganggu anda , tolong dong lepasin anak ini anak ini ga salah apa apa “ kata Lutfie

Dan sambil berdoa pun bu Endang mengusapkan air suci itu ke kening There 

“Mer , Lut anak anak udah dipanggil tu buat acara makan malam “ ucap elang yang mendatangi acara keagamaan tadi

“Iya mereka dulu aja nanti kita susul “ jawab Merry

Adek adek itu pun meninggalkan Merry dan Lutfie karena harus melanjutkan acara 

“Mer tolong dong panggilkan pak Joko sama pak Junaidi” pinta bu Endang

“Iya bu saya mau menyusul anak juga ya bu “ sahut Merry

Berjalan ke arah pos jaga yang sudah ada beberapa guru yang mengawasi disana . Merry melihat ada banyak anak anak kecil yang bermain . 

Ya Merry melihat anak anak itu bermain di area adek adek kelas yang sedang makan di tanah lapang .

Merry tahu anak anak itu sebenarnya penunggu tempat itu …

Sesampainya di pos jaga

“Misi pak , pak Joko sama pak Junaidi dipanggil sama bu Endang “kata Merry 

“Iya kenapa Mer “ tanya pak Joko

“Anu pak anu ada yang kesurupan “ jelas Merry

“Oh iya iya “ sahut pak Joko

“Pak saya mau temuin teman teman dulu ya pak dilapangan” kata Merry

“Iya silahkan” kata pak Junaidi

Merry berjalan sambil meneriaki Lutfie

“Ayo lut “ teriak Merry 

“Iya “ teriak Lutfie menyahuti Merry

Sesampainya mereka ditanah lapang yang digunakan untuk makan bersama

Ternyata sudah ada dua orang lagi yang kesurupan dan kondisi ditanah lapang itu mulai kacau

Dan dua orang yang kesurupan itu dibawa ke tenda PMR 

Karena kedua orang yang kerasukan itu dipegang sangat erat oleh petugas PMR , dan mereka berdua meronta ronta dengan sangat kuat maka yang satu mencakar tangan petugas PMR hingga berdarah darah

Dan yang satunya mencakar tangannya sendiri hingga kuku tangannya masuk ke kulit telapak tangannya sendiri , dan mengeluarkan darah yang banyak

Kedua nya ditenangkan oleh para petugas PMR saja tanpa guru

Setengah jam kemudian There juga sudah pulih seperti semua dan kedua adek kelas yang kesurupan tadi juga sudah pulih . There bercerita kepada bu Endang bahwa ia dipelototi oleh seorang wanita bermata merah .

“Bu , bu Endang … tadi saya dipelototi sama wanita bermata merah berambut panjang katanya saya mau dicekek” kata There

“Haa sudah tenang dek semua akan baik baik saja lebih baik kamu tidur ditenda PMR ini saja “ jelas bu Endang

“Kalo ini bu mereka berdua yang kesurupan bagaimana.” Sambung ayu sebagai koordinator PMR

“Ya mereka berdua juga tidur ditenda PMR saja Yu “ kata bu Endang lagi

“Yang jaga malam silahkan bersiap siap” kata bagas memakai pengeras suara

“Bayu , Merry , Evi dan Arya yang jaga malam ini silahkan nanti berkeliling dari tenda 1 sampai tenda 11 untuk mengawasi adek adek “ kata bagas lagi

“Dan buat adek adek silahkan beristirahat untuk kegiatan besok” jelas bagas

Adek adek kelas 10 pun kembali ke tenda masing masing yang kanan tenda perempuan dan yang kiri tenda laki laki …

dan dari arah tenda laki laki terdengar suara jeritan

“Kakak “ suara jeritan itu

Bagas , Bima , Arya , elang dan pandu pun langsung ke tenda

Setelah mereka ke tenda adek kelas cowok itu pandu bertanya

“Ada apa dek ?” Kata pandu

“Ditenda kami ada ular “ kata adek kelas tadi

“Iya kak bener “ kata teman teman setendanya

Pandu pun segera masuk ke tenda …

Dan ternyata ada ular sawah segede lengan tangan orang dewasa sedang tidur melingkar ditengah tengah tenda

“Gas Lu ada tembako ga ?” Tanya pandu

“Ya enggak lah acara sekolah gini bawa rokok , gila Lu” kata bagas

“Ya udah gw sama Bima yang minta garam aja kewarung “ kata Bayu

“Iya bay Cepetan lari “ sambung pandu

Bayu dan Bima pun akhirnya berlari kewarung

“Bu ibu minta garam dong buat teman saya “ pinta Bima

“Memangnya ada apa dengan temanmu “ kata ibu penjual

“Ada ular bu ditendanya “ kata Bima

“Ooohhh” kata ibu ibu itu sambil menganggukkan kepala seolah olah tahu semua itu

Bayu dan Bima kemudian pergi meninggalkan warung , tetapi Bayu mendengar suara ibu itu

“Dikandani ngeyel”(dibilangi ngeyel ) kata ibu itu dibalik spanduk yang dipasang sebagai tenda untuk berjualan

Bayu pun hanya terdiam dan menaruh rasa curiga terhadap tempat yang ia rekomendasikan ke teman temannya

Bayu dan Bima kemudian berlari kearah tenda yang ada ularnya tadi . Sesampainya ia ditenda kemudian ia dan Bima memberikan garam yang mereka minta tadi .

Setelah itu pandu kemudian menaburkan garam ke ular yang sedang melingkar itu .

Tanpa perlawanan pun ular itu akhirnya keluar dari tenda …

Bagas , pandu , Bayu , elang , Bima dan Arya pun akhirnya kembali ke pos penjagaan …

Mereka akhirnya tidur ditenda mereka dibarisan tenda laki laki , hanya tersisa Bayu yang masih terjaga

“Ya , Arya oy bangun kita kan jaga sama si Merry sama Evi “ kata Bayu dengan nada marah marah

“Iya santai “ kata Arya

“Ya yuk temenin gw temuin si Merry sama Evi gw mau tanya sesuatu” ajak Bayu

“ kenapa emangnya ko temuin mereka” tanya Arya

“Udahlah entar Lu bakal tau sendiri “ jawab Bayu

Mereka pun berjalan kearah tenda penjagaan cewek

“Mer , Mer “ panggil Bayu

“Iya ada apa ko Lu malam malam panggil gw “ Jawab Merry

“Gw mau tanya sama Lu “ kata Bayu

“Tanya apa ?” Jawab Merry

“Gini Mer kok gw ngerasa aneh ya ditempat ini, padahal baru hari pertama tapi udah banyak teror gitu “ kata Bayu

“Terus gw tadi ke warung depan kan buat minta garam tapi ibu penjualnya kaya aneh gitu “ lanjutnya

“Tenang bay “ kata Merry

“Ko tenang sih Mer , mana mungkin kita bisa tenang “ jawab Bayu

“Gini kita tunggu aja beberapa hari kedepan kalo misal teror tambah parah kita tanya ke ibu penjual itu “ kata Merry menenangkan semua 

“Ok kita tunggu ya “ jawab Bayu

“Yaudah sana Lu kembali ke pos cowok” perintah Merry

“Ok “ jawab Bayu dan Arya

-keesokan harinya-

Pukul 8 pagi saat nya acara upacara bendera , tiga puluh menit berlalu setelah upacara adek kelas pada sarapan pagi … setelah sarapan mereka pun kelapangan untuk jalan sehat mengelilingi daerah sekitar bumi perkemahan

Suasana disana yang masih asri dengan hamparan bukit bukit kecil yang masih hijau dan bunga bunga yang mekar membuat pemandangan begitu indah sekali …

“Ayo siapkan 3 barisan dan panitia disamping peserta” kata bagas

“Gua dibelakang sendiri ya gas “ kata Merry

“Gua juga gas “ kata Bayu

“Kalian mau pacaran apa berduaan” kata bagas

“Ga lagi pengen aja “ kata Bayu

“Ya udah ya udah silahkan “ kata bagas

Setelah ditengah perjalanan mengitari area sekitar bumi perkemahan ada seorang peserta yang meninggalkan barisan dan berjalan lurus ke belakang dengan tatapan kosong ….

“Bay anak itu kenapa ko ninggalin barisan” tanya Merry

“Iya ya udah gw tanya dia dulu “ kata Bayu

“Dek adek mau kemana ? “ tanya Bayu

“ kesana kak ada mbak mbak itu ngajak main (sambil menunjuk kearah jalanan yang lain )” kata peserta

“Mer hubungi yang lain kita ikuti adek itu “ suara Bayu lewat HT

“Iya  bay “ kata Merry lewat HT

“Lut Lu bilang sama panitia yang lain suruh jaga bagian belakang” kata Merry ke Lutfie lewat HT

“Ia merr Lu kemana “ Tanya Lutfie

“Ada adek kelas yang hilang dari barisan gw sama Bayu kejar dia “ kata Merry

Lalu Lutfie pun berinisiatif untuk mengajak bu Endang untuk mengejar anak yang hilang dari barisan tadi

“Bu , ada anak yang kesurupan bu dan hilang dari barisan “ kata Lutfie kepada bu Endang yang berada dibarisan depan Lutfie

“Oh iya iya “ kata bu Endang 

Mereka pun lari mengejar peserta yang meninggalkan barisan tadi .

“Dek sadar dek “ ucap Bayu kepada peserta itu

“Nak kita main yuk ke dalam saja “ kata bu Endang

“Ga mau Aku mau main sama kakak itu” kata peserta tadi

“Bay tarik adeknya ke pos “ kata bu Endang

“Iya baik bu “ kata Bayu

Akhir nya Bayu Merry dan Lutfie membawa anak yang kesurupan tadi ke pos penjagaan dan bu Endang pun mengobatinya . Setengah jam pun berlalu peserta itu segera sadar

“Tadi sebenarnya kamu kenapa ?” Tanya bu Endang

“Tadi saya diajak jalan sama seorang cewek katanya mau diajak main , cewek itu bermata merah , rambut panjang “ penjelasan dari anak itu

“Ya sudah mulai sekarang kamu ikut kakak kakak ini saja ya “ kaya bu Endang 

Dari siang sampai sore acara pun dilaksanakan dengan tenang tak ada gangguan setelah itu sore hari datang waktunya para peserta untuk makan malam dan acara dari sekolahan . Tiba tiba setelah panitia selesai membagikan nasi kotak dan tinggal tersisa untuk panitia

Dan ketika kotak nasi itu dibuka 2 kotak ternyata berisi tanah kuburan dan belatung ….

“Ini ada apa sebenarnya “ kata ayu

“Iya kita kenapa mengalami hal hal yang aneh “ kata Evi

Lutfie , Merry dan Bima hanya bisa terdiam melihat teman temannya marah

“Mer kenapa diam aja “ tanya ayu

“Udah tenang tenang “ kata Merry

“Gimana mau tenang orang kaya gini mau berapa lagi Mer korbannya ?” Tanya ayu

“Biarkan Merry berpikir dulu “ kata Bayu

“Iya nih Kemaren aja sarannya Merry dicuekkin sekarang hmmm” kata Lutfie

“Besok kita cari tau ya lut ke ibu penjual itu “ kata Merry

“Iya Aku juga ikut “ kata Bayu

“Iya “ kata Lutfie

Acara malam pun sudah berakhir waktunya mereka istirahat ditenda masing masing …

“Ayo semua istirahat “ kata bagas

Peserta pada keluar dari aula tempat itu . Dan panitia sudah mulai berjaga yaitu elang , pandu , Silvi , There …

“Ndu nanti Lu temenin gw sholat tahajud ya “ ajak elang

“Ya nih gw juga takut “ jawab pandu

Merry pun menelusuri tenda tenda peserta . Dan ada satu tenda yang menarik perhatiannya yaitu tenda yang lampu senternya ditaruh dibagian tengah dan atas tenda seperti lampu neon yang ditaruh di plafon rumah .

Merry kemudian teringat dengan kata ibunya . Ibunya pernah menjelaskan bahwa nggak baik kalo lampu senter ditaruh ditengah tengah tenda karena itu alam bebas maka akan mengundang hal hal yang enggak enggak .

Kemudian Merry pun masuk ke tenda itu

“Dek kakak boleh numpang tidur disini “ kata Merry

“Boleh kak “ kata salah satu peserta

“Oh iya dek lampu senternya boleh diturunin aja terus ditaruh dipinggir “ kata Merry

“Emangnya kenapa kak “ kata peserta itu

“Ga baik “ kata Merry

“Iya kak “ peserta itu langsung menurunkan senternya

Jam sudah menunjukkan jam 11 malam

Merry pun tidur diantara mereka dan disebelah kanan tangan Merry terasa dingin seperti bersinggungan dengan es batu .

Merry kemudian menoleh ke sebelah kanan dan ternyata disebelah kanannya ada satu cewek rambutnya panjang dan mukanya penuh dengan darah . Merry pun mau ngomong “tolong” aja tidak bisa dan tubuhnya kaku semua …

Merry kemudian memejamkan mata dan berdoa dalam hatinya 

Seluruh badannya terasa kaku dan dingin namun ia terus berdoa didalam hatinya kemudian mulai sedikit demi sedikit badannya pun menghangat dan mulai melemas , ia kemudian membuka matanya dan sosok itupun ternyata sudah tidak ada . Merry kemudian melihat jam tangannya 

Ternyata jam masih menunjukkan pukul 23.15 . Merry pun kebingungan karena yang ia rasakan itu lama sekitar 30 menit atau bahkan satu jam …

Merry pun mulai melanjutkan tidurnya walaupun dengan ketakutan 

– pukul 00.00 diaula –

“Gw sholat dulu ya Ndu tapi elu temenin disini “ ajak elang

“Iya gw temenin “ jawab pandu

Ditengah tengah elang sholat pandu pun tertidur disamping pojok dekat pintu . Pada waktu pandu tertidur itu pandu merasakan ia tidur seperti memakai bantal 

Pandu pun merasa curiga dalam tidurnya , karena dia hanya tidur berbantal tangannya sendiri kenapa sekarang jadi terasa seperti memakai bantal . Ia kemudian bangun dari tidurnya ia ternyata melihat ada seorang yang memangku dia tetapi tidak punya kepala 

Pandu pun mulai ketakutan dan ia tidak bisa bergerak tubuhnya pun kaku dan ia hanya bisa berdoa dalam hatinya . Sambil memejamkan mata pandu pun mendengar suara nya elang .

“Ndu pandu bangun bangun” kata elang

Pandu pun terbangun dengan wajah yang begitu pucat 

“Ndu kenapa ko wajahmu pucat banget ?” Tanya elang

“ enggak ga papa yuk kita cepat cepat keluar dari gedung aula ini “ kata Pandu

“Ya udah Yuk “ jawab elang lagi

Mereka pun kembali ke pos penjagaan . Dan wajah pandu pun masih tampak begitu pucat 

-hari ketiga –

Para peserta mulai outbond dengan panitia . Kemudian pandu mulai menghampiri Merry yang sedang duduk duduk bersama Lutfie

“Merr gw mau cerita boleh ?” Tanya pandu

“Boleh silahkan memangnya ada apa ? “Kata Merry

“Kemaren kan gw nemenin elang “ 

“Nemenin elang sholat tahajud trs kemudian gw tiduran dilantai trs gw ngerasa kepala gw kaya dipangku trs gw melek dong eh gw dipangku sama orang tapi ga ada kepalanya “ kata pandu

“Oh tenang du tenang gw Kemaren juga di temenin sama mbak mbak mukanya berdarah darah “ Merry 

“Gw heran sama ini tempat , maunya gimana ?” Tanya pandu

“Yah gitu lah “ kata Merry

Tak berselang lama tiba tiba ada peserta yang menjerit dan menangis nangis

Sambil terus menangis peserta itu selalu melemparkan tanah yang ada untuk mengusir orang disekitarnya 

“Eh Ndu Ndu itu ada yang teriak teriak “ kata Merry

“Pergi , kalian pergi pergi !” Terdengar suara itu

Dan semakin lama yang berteriak teriak itu semakin bertambah keadaan semakin runyam …

bu Endang , dan guru guru yang ada pun mencoba menenangkan 

“Ndu mungkin kita harus kesana dulu deh soalnya kayaknya nambah lagi orangnya “ kata Merry

“Iya iya Mer “ kata pandu

Pandu dan Merry pun berjalan menuju lapangan tempat outbond .

Ternyata dilapangan Itu terdapat sekitar 7 orang yang kesurupan dan berteriak teriak 

Semua orang pada mengerumuni 7 orang itu . Ada yang memegangi tangannya ada yang kakinya …

Sementara itu Merry melihat ada seorang cewek bermata merah berambut panjang disekitar orang orang yang kesurupan itu .

Cewek yang dilihat Merry itu seperti tampak begitu marah 

Tak berselang lama terdengar suara

“Mer ambilkan ibu rosario dan minyak suci “ kata bu Endang

Merry pun terkaget mendengar suara itu dan hanya menjawab “iya”

“Ayo Ndu tak ajak ambil rosario dan minyak suci “ ajak Merry

“Ayo “ sahut pandu

Mereka pun berjalan kearah pos 

Dan mereka pun mengambil rosario dan minyak suci tadi . Setelah mereka kembali kelapangan mereka langsung mengobati 7 orang itu . Selang 30 menit berlalu mereka pun akhirnya sadar . Setelah kejadian itu bagas memutuskan untuk acara selanjutnya yaitu makan siang 

Ditengah tengah makan siang akhirnya Merry memutuskan untuk mengajak Lutfie ke ibu ibu penjual disekitar tempat itu dan menanyakan apa yang terjadi .

Setelah sampai diwarung itu

Merry pun bertanya ke ibu ibu itu

“Bu , saya pesan es teh bu “ Kata Merry

“Gila Lu” jawab Lutfie 

“Ko gila ?” Tanya Merry

“Iya lah hawa dingin gini minta es “ kata Lutfie

“Ya gapapa lah masih dingin an hati gw yang melihat dia dengan yang lain “ kata Merry

“Hahahah” mereka bertiga pun pada tertawa

“Ya sebentar ya nak ibu buatin “ kata ibu ibu itu 

“Iya satu lagi teh hangat ya “ kata Lutfie

“Ibu boleh tanya ga ? “ tanya Merry

“Tanya apa mbak ?” Kata ibu penjual

“Bu sebenarnya disini dulunya tempat apa ko sampe banyak sekali teman teman saya yang kesurupan ?” Tanya Merry 

“Disini dulu nya sebelum jadi pemakaman China ini itu adalah tanah kosong yang benar benar hutan belantara yang digunakan seseorang untuk membuang korban korban pembunuhan didaerah sini . Lalu beberapa tahun setelah itu digunakan untuk pemakaman chinese “ kata ibu penjual 

“Oh seperti itu ya bu “kata Merry

“Iya mbak ini teh sama es tehnya “ kata ibu penjual

“Iya bu makasih” kata Lutfie

Mereka pun melanjutkan makan dan minum dengan santainya .

Sore pun akhirnya datang dan suara adzan magrib mulai bergema 

“Mer ambil bensin ya dipos sama Bayu , Bayu biar yang bawa kayunya … buat api unggun nanti “ kata bagas

“Yaps … “ sahut Merry

“Bay ambil kayu yuk dipos “ ajak Merry

“Ha … iya iya “ kata Bayu

Mereka berdua pun mengambil kayu dan bensin dipos jaga 

Setelah semua sholat dan menyelesaikan ibadahnya masing masing mulailah acara api unggun . Semua peserta yang duduk secara melingkar sedangkan panitia ada yang duduk dibelakang peserta ada yang duduk didekat api unggun .. Merry , Lutfie dan Bayu hanya duduk dibelakang peserta 

Tapi disitu Merry melihat keanehan lagi dibelakang peserta banyak yang berdiri ada yang kepalanya ga ada , ada yang wajahnya berdarah darah , ada yang bawa anak , segala macam rupa ada disitu … Merry pun mulai merasa ketakutan tentang apa yang akan terjadi 

Ia pun berdiri dari tempat duduknya dan langsung ke bagas yang membawa mic untuk acara api unggun

“Gas gw boleh minta micnya sebentar” kata Merry

“Boleh “ jawab bagas

“Adek adek yang ada disini tolong pikirannya jangan kosong ya , tetap berdoa supaya tidak ada apa apa “ Merry 

Merry pun kembali ke tempat ia duduk tadi

“Mer Emang ada apa ?” Tanya Bayu

“Ada banyak banget yang tidak terlihat mereka kumpul jadi satu disini “ jelas Merry

“Oh “ jawab Bayu

Awal dimulainya api unggun semua berjalan begitu lancar dan menyenangkan 

Tak berselang lama ada yang kesurupan teriak teriak dan menjerit jerit sejadi jadinya dan langsung menular hingga hampir setengah dari peserta . Keadaan begitu kalut dan menyeramkan , hingga akhirnya dengan terpaksa panitia membubarkan acara itu … 

Semua guru yang ada langsung menolong peserta yang kesurupan . Ada yang dibawa ke tenda PMR , ada yang dibawa dipos jaga . Jeritan , tangisan dan rasa takut bercampur jadi satu .

Bu Endang , pak Joko dan pak Junaidi langsung berusaha menyadarkan yang kesurupan 

Namun peserta yang kesurupan malah semakin menjadi dan selalu bertambah dan hanya menyisakan 2 kelas dari 10 kelas . Semua panitia mencoba menyadarkan peserta yang kesurupan . Hingga akhirnya 3 jam berlalu dan satu demi satu peserta mulai sadar 

“Ayo adek adek semua kembali ke tenda untuk beristirahat karena besok pagi kita akan langsung kembali ke sekolah “ perintah bagas

Para peserta pun langsung meninggalkan tempat . Dan panitia pun langsung ke pos untuk berjaga jaga 

Pagi pun menjelang saatnya mereka beres beres dan pulang kembali ke sekolah tercinta …

Seminggu setelah kejadian itu sekolah masih tampak aman tidak ada kejadian kejadian aneh yang mengganggu siswa .

2 minggu kemudian mulailah kejadian kesurupan terulang kembali 

Hari pertama dan hari kedua kesurupan hanya dua kelas semakin lama semakin bertambah hingga hanya sisa dua kelas yaitu kelas X-4 dan Kelas 11 IPS …

Dan kebetulan malam itu adalah malam Jumat saatnya bu Endang bersemedi didekat sendang dekat sekolah 

Dan ketika bu Endang bersemedi dia menemukan jawaban kenapa banyak yang kesurupan dan ternyata dikarenakan ada beberapa siswa yang membuang pembalut di kuburan . Setelah semedi itu bu Endang memanggil panitia perkemahan itu 

“Ada apa bu malam malam begini ibu memanggil kami “ kata bagas

“Ibu hanya ingin kalian mengambil 6 pembalut yang dibuang oleh adek kelas kalian di pemakaman itu malam ini juga “ kata bu Endang

“Malam ini ?” Tanya Merry

“Iya merr , biar cepat selesai “ jawab bu Endang 

“Oh iya bu kita akan segera kesana “ jawab bagas lagi

Jam 12 malam pun mereka berboncengan naik motor ke bumi perkemahan dan jam 2 dini hari mereka baru nyampe di bumi perkemahan

“Kita harus cepat cepat nih “ kata Bayu 

3 jam berlalu dan mereka menemukan ke enamnya dan pagi pagi buta itu mereka langsung ke sekolah

Setelah mereka kembali kesekolah mereka menemui bu Endang yang masih bersemedi

“Ini bu sampah nya “ kata bagas

“Taruh sini nanti kita buang “ kata bu Endang 

setelah pembalut itu dijampe hampir bu Endang maka mereka langsung membuang pembalut itu ditempat sampah sekolah

Dan setelah kejadian itu maka tidak ada yang kesurupan lagi 

Thread By @okvie3

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *