RAWON.ID

Semua Tentang Mistis

Pocong

“Saya masih ingat benar bagaimana terakhir kali saya merasa sangat jelas ditakuti. Oleh penampakan sosok yang sudah banyak orang lain ketahui. Pocong, kata orang bilang. Hanya saja kali ini nampak sangat berbeda dengan yang sering kali nampak di layar televisi”

“Malam itu, saya duduk sendiri sambil menyeruput mie gelas di depan sebuah halaman. Saya ingat benar, kondisi saat itu bisa dipastikan sepi. Hanya ada beberapa teman saya yang asik bermain games di ruangan belakang saya”

“Sedikitpun saya tidak berpikir hal negatif lain selain terfokus untuk menghabiskan mie tadi. Apalagi berimajinasi tentang hal semacam itu. Sangat tidak berfaedah dan untuk apa juga.

“Meski saya paham benar, bangunan yang saya tinggali ini dikenal cukup angker kalo kata orang bilang”

“Kondisinya menjelang tengah malam dan wajar jika suasana sekitar sangat hening. Tapi tidak butuh lama sampai suasana hening tersebut kemudian terpecah. Sesaat setelah suara benda jatuh seperti pohon pisang terdengar *gedebuuukk*”

“Jujur agak heran juga asal suara tersebut terdengar darimana. Saya tengok ke belakang, teman-teman saya dibelakang juga sepertinya tidak memperdulikan suara tersebut.”

“Lalu saya ingat-ingat lagi, perasaan di bangunan ini hanya ada sedikit orang saja. Takutnya saja misal itu suara maling yang masuk”

“Tapi saya juga yakin benar bahwa di depan sana tidak ada orang sama sekali. Samar-samar dari arah suasana tadi terlihat bungkusan putih yang bergerak-gerak sendiri. Pikir saya itu pastilah kucing yang sibuk mengacak-acak bungkusan sampah (karena mirip)”

“Memang pemandangan saat itu terlihat cukup samar, meskipun posisi saya hanya beberapa meter di depannya. Yang saya rasa aneh adalah gerak bungkusan tersebut bisa menggeliat cepat seperti meronta disiksa.

“Maka tidak heran jika mata saya langsung terfokus total tertuju kesana”

“Sontak bungkusan tadi langsung membalikkan badannya. Badan saya seperti terhipnotis seketika melihat bagaimana rupa dibaliknya. Kain yang awalnya putih, mendadak menjadi lusuh.”

“Lengkap dengan penampakan wajahnya yang seperti hangus terbakar dan pupil mata yang nampak hanya putih mengecil satu titik”

“Spontan saya langsung berlari ke arah teman saya dan membagi pemandangan tersebut. Sosok tersebut kemudian terlihat oleh kami semua, masih dengan posisi yang sama. Bukan representrasi dari imajinasi ketakutan dan memang tiba-tiba nampak begitu adanya”

Penggalan cerita diatas adalah pengakuan salah satu dari admin @kisahtanahjawa yang kami yakini bukan hanya beliau saja yang pernah menjadi saksi betapa beragamnya sebenarnya sosok ini. Yaaa.. ragam sosok dan latar belakang histori yang beraneka rupa.

Sama seperti sosok di penggalan cerita tadi yang pernah kami wawancarai dua tahun lalu. Sosok pocong tadi memperkenalkan dirinya dengan nama Mbak Partini. Seorang wanita yang pernah meninggal di daerah tersebut karena aib keluarga yang sudah tidak kuat ia tanggung lagi

Sebenarnya sosok yang pernah menampaki rekan kami tadi hanyalah sosoknya yang diserupai oleh jin lain dengan penampakan yang lebih lebay dan menyeramkankan.

Karena bagaimanapun juga sosok tadi mati secara penasaran, sehingga sangat mudah sekali dicopy dalam wujud kloningan yang lebih menyeramkan untuk tujuan menakuti.

Pada dasarnya sosok pocong sendiri biasa saja rupa penampakannya jika tidak dicopy oleh jin negatif lain. Andai saja kematiannya dirasa penasaran, paling mentok sosok ini hanya menampakkan dirinya untuk minta di doakan atau bagian talinya dilepaskan.

Ada fenomena menarik yang dipercaya orang jaman dulu akan sebuah suara burung entah dari spesies apa yang menyuarakan “culi.. culi.. culi..” (uculi = lepaskan).

Yang kemudian menjadi pertanda bahwa ada sosok yang meminta tolong untuk dibongkar kembali makamnya karena tali pocongnya belum dilepas atau lupa dimandikan.

Namun tak sedikit juga manusia yang usil saat ikut membongkar makam tadi justru malah mengambil bagian dari kain pocong untuk dimanfaatkan lain kepentingan. Seperi penglarisan, pelet, dll.

Akibatnya jiwa yang tadinya masih penasaran justru malah semakin terbebani di lain alam.

Jikalau penampakan pocong tadi kerap hadir dengan bentuk lebay, terkadang hal ini juga tidak lepas dari kontribusi industri perfilman kita yang sukses menggambarkan mereka sedemikian rupa.

Karena bagaimanapun juga sosok ini kebanyakan bisa nampak dengan menyerap pola pemikiran manusia.

Namun tidak bisa dipungkiri, ada wujud asli yang lebih menyeramkan dari penggambaran yang sudah ada. Sama seperti sosok pocong gundul yang pernah kami bahas di cerita Simbol Terpiara. Sosok tersebut adalah wujud siluman asli yang berumur ribuan tahun.

Jika kalian familiar dengan fenomena penampakan pocong terbang, hal itu juga benar adanya. Biasanya yang mampu menghadirkan fenomena ini adalah para pemegang ilmu hitam semasa hidupnya.

Lalu ada yang unik lagi yang pernah tim @kisahtanahjawa temui saat mistisvigasi dengan beberapa peserta. Sebuah penampakan pocong yang terlihat sedang menggendong bayinya yang juga berbentuk serupa.

Kami duga sosok tersebut adalah wujud eksistensi dari sosok ibu dan anak yang mati penasaran dan jenazahnya berdampingan.

Ini adalah hasil penampakan kamera peserta yang secara tidak sengaja menangkap penampakan sosok yang menggendong anak tadi. Bisakah kalian menemukan dimana sosok tersebut? 

Thread By @kisahtanahjawa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *