RAWON.ID

Semua Tentang Mistis

Predator dan Pembunuh Berantai Asal Amerika Jeffrey Dahmer

Jeffrey Lionel Dahmer seorang pria kelahiran Wisconsin Amerika Serikat pada tanggal 21 Mei 1960. Jeffrey Dahmer atau nama lainnya Milwaukee Monster merupakan seorang pembunuh berantai, pemerkosaan, mutilasi, nekrofilia (bersetubuh dengan mayat), dan seorang kanibal yang telah membunuh 17 orang dewasa dan anak-anak. Dia bahkan menjadikan beberapa bagian tubuh nya sebagai souvenir. Penasaran? Mari mbah ceritakan kengeriaan dari seorang Jeffrey Dahmer.

Latar Belakang

1. Masa Kecil

Jeffrey Lionel Dahmer adalah anak pertama dari pasangan Lionel Herbert Dahmer dan Joyce Annete. Jeffrey memiliki seorang adik laki-laki. Masa kecil Jeffrey termasuk sosok anak yang kurang kasih sayang. Dimana sang ibu memiliki sifat yang haus akan kasih sayang, serakah dan suka membuat keributan dengan tetangga. Bahkan hubungan sang ibu dan ayah termasuk kurang baik dimana mereka selalu berantem di depan Jeffrey yang masih kecil. Karena selalu melihat pertengkaran orang tua ternyata Jeffrey menjadi sosok yang pendiam dan pemalu.

Disaat umur 4 tahun, sebenarnya Jeffrey sudah menunjukkan tanda-tanda ketertarikan nya terhadap sesuatu yang aneh, yaitu tulang. Dimana Jeffrey akan mengambil sisa-sisa tulang yang ada di dapur dan kemudian mengumpulkannya. Tidak sampai disitu tulang-tulang itu kemudian dipukul satu sama lain sehingga menghasilkan bunyi. 

Kesukaanya ternyata berlanjut hingga SD, dimana Jeffrey suka mengumpulkan bangkai serangga seperti kupu-kupu, jangkrik, kumbang dll. Dimana bangkai serangga ini akan dikumpulkan di dalam toples.

Kesukaannya semakin ekstrim dimana Jeffrey tidak lagi mengumpulkan serangga, namun dia sudah mulai berani mengumpulkan bangkai binatang ( kucing, anjing, tikus) di pinggir jalan. Dimana bangkai binatang ini dibawa pulang ke rumah dan kemudian dipotong-potong lalu dimasukkan ke dalam toples. Teman Jeffrey juga ada yang mengatakan bahwa Jeffrey penasaran bagaimana jika bangkai binatang yang sudah dimutilasi ini di satukan.

Pada suatu malam Jeffrey menanyakan kepada ayahnya, bagaimana jika tulang-tulang ini dicampur dengan pemutih. Mendengar hal ini sang ayah senang karena menganggap bahwa anaknya tertarik dengan kimia seperti sang ayah. Lalu sang ayah memberitahu bagaimana cara mengawetkan dan membersihkan tulang dengan cara mencampurkan tulang dengan pemutih dan asam. 

2. Masa Remaja

Di masa remaja nya, Jeffrey merupakan seorang anak yang alcoholic. Bahkan saking sukanya dengan alkohol Jeffrey mengkonsumsi di lingkungan sekolah. Walaupun seorang alkoholic ternyata Jeffrey seorang siswa yang pintar dan merupakan pemain tenis yang handal.

Disaat SMA inilah Jeffrey mengetahui bahwa dirinya adalah seorang gay, bahkan dia juga pernah berpacaran dengan seorang pria. Disaat umur 16 tahun Jeffrey sudah berfantasi brutal, dia berfantasi ingin menghabisi seseorang dan kemudian menyetubuhinya. Bahkan Jeffrey pernah melaksanakan aksinya dengan menunggu seorang atlet lari di semak-semak dan menunggu atlet tersebut datang, namun atlet tersebut tidak kunjung datang sehingga Jeffrey gagal menjalankan aksinya.

Pada masa-masa ini kedua orang tua Jeffrey akhirnya bercerai yang membuat Jeffrey tinggal sendiri. Karena sang ayah pindah ke rumah lain dan sang ibu pindah bersama dengan suami barunya. 

Kronologi Pembunuhan Jeffrey Dahmer

Pada masa dewasa sebenarnya Jeffrey sering berurusan dengan polisi. Karena Jeffrey sering melakukan perbuatan tak pantas dengan menunjukkan alat vitalnya kepada orang lain bahkan anak dibawah umur. Hal-hal ini terus terjadi dan kemudian terjadilah pembunuhan.

1. Korban pertama Steven Mark Hicks

Jeffrey bertemu dengan Hicks di salah satu klub, lalu Jeffrey mengajak Hicks untuk minum di rumahnya. Hicks menyetujui dan akhirnya mereka berdua minum di rumah Jeffrey. Setelah minum Hicks berpamitan pulang, disaat Hicks mengarah ke pintu keluar disitulah Jeffrey memukul kepala Hicks menggunakan barbel dengan berat 10 pounds. Jeffrey menghatam sebanyak 2 kali yang membuat Hicks pingsan, tak sampai disitu Jeffrey mencekik Hicks hingga meninggal. Tidak puas hanya membunuhnya, Jeffrey melakukan marturbasi di depan mayat Hicks. 

Setelah melakukan aksinya Jeffrey membawa tubuh Hicks ke bawah tanah dan kemudian di kubur di kuburan dangkal. Setelah berminggu-minggu kemudian, Jeffrey menggali kembali kuburan tersebut. Mayat yang sudah membusuk tidak membuat Jeffrey jijik, malh dengan gila nya Jeffrey memutilasi Hicks dan kemudian Jeffrey memisahkan tulang dan daging. 

Daging yang sudah dipisahkan kemudian dilarutkan di dalam asam dan kemudian dibuang ke toilet. Untuk tulangnya Jeffrey menghantamnya dengan menggunakan palu godam hingga hancur dan halus. Bubuk tulang itu kemudian disebarkan di hutan belakang rumah. 

Tinggal sendirian membuat Jeffrey sangat leluasa untuk melakukan aksinya, namun beberapa kemudian setelah meninggal sang ayah kembali ke rumah tersebut dengan membawa istri baru. 

Melihat sang anak yang tidak ada kemajuan akhirnya memasukkan Jeffrey ke Universitas Ohio State jurusan bisnis, namun karena kecanduan alkohol membuat Jeffrey berhenti dari universitas. Karena kecanduan yang parah membuat sang ayah memasukkan Jeffrey ke angkatan darat sebagai tim medis tempur. Sayangnya walaupun sudah masuk di angkatan darat ini tidak membuat fantasi Jeffrey hilang. Jeffrey pernah membius temannya di angkatan darat lalu memperkosanya. Sebenarnya di angkatan darat ini Jeffrey dikenal sebagai sosok yang kompeten, namun lagi-lagi karena alkohol membuat kinerja nya semakin turun dan akhirnya dikeluarkan dari angkatan darat. 

Pulang dari angkatan darat sebenarnya Jeffrey pernah tinggal di Miami namun karena kekurangan uang akhirnya Jeffrey pindah ke rumah sang ayah di Ohio. Namun karena memang tidak kuat dengan sifatnya akhirnya Jeffrey diusir dan pindah ke rumah sang nenek di Ohio. Disaat awal-awal kepindahannya Jeffrey adalah sosok yang sangat baik, namun Jeffrey kembali mengkonsumsi alkohol dan kecanduan. Bahkan Jeffrey pernah mencuri manekin pria dari sebuah tokoh untuk fantasinya. Namun hal ini membuat dia berurusan dengan polisi dan sang nenek meminta Jeffrey untuk mengembalikannya.

Selain itu Jeffrey pernah membius para 12 pria di pemandian air panas, kemudian diperkosa satu persatu. Hal ini membuat dia ditangkap, namun dibebaskan karena Jeffrey mengatakan bahwa hal itu dilakukan atas suka sama suka. Selain itu tidak ditemukan bukti yang dapat menangkap Jeffrey. 

2. Korban ke-2 Steven Tuomi umur 22 Tahun (24 November 1987)

Seperti biasa Jeffrey pergi ke bar dan kemudian mengajak Steven untuk lanjut minum di Hotel Ambasador. Steven menyetujuinya dan kemudian di rumah tersebut mereka minum alkohol dan obat. Keesokkan harinya Jeffrey melihat Steven sudah dalam keadaan mengenaskan, dengan dada hancur menghitam dan memar. Selain itu darah juga merembes dari sudut mulut.

Melihat itu Jeffrey sebenarnya kebingungan karena tidak mengingat kejadian tadi sama sekali. Namun Jeffrey menyadari bahwa dia sudah membunuh karena tangan Jeffrey sudah memar. Lalu Jeffrey membeli koper besar dan membawa pulang Steven ke rumah sang nenek dan disimpan di ruang bawah tanah. 

Setelah satu minggu kemudian Jeffrey membuka koper tersebut. Lalu Jeffrey memotong kaki, tangan dan kepala. Sama seperti dengan korban pertama, Jeffrey juga memisahkan daging dan tulang. Daging dilarutkan di dalam asam lalu dibuang dan tulang dihancurkan dengan palu hingga menjadi bubuk. Bubuk tulang ini disebar di taman belakang rumah. 

Berbeda dengan pembunuhan pertama, kepala dari Steven tidak langsung dihancurkan. Namun kepala tersebut di selimutkan selam 2 minggu, kemudian direbus dengan menggunakan deterjen dan pemutih. Setelah bersih, Jeffrey menggunakan tengkorak kepala tersebut digunakan untuk martubasi hingga rusak. Setelah rusak inilah Jeffrey menghancurkan tengkorak tersebut dengan palu dan menyebarkan bubuknya di taman belakang. 

3. Korban ke-3 James Doxtator 14 tahun (16 Januari 1988)

James adalah seorang pelacur pria yang diiming-imingi oleh Jeffrey untuk melakukan pemotretan telanjang dengan upah $50. Namun bukannya mendapatkan bayaran, Jeffrey memberikan minum yang sudah dibius. Kemudian Jeffrey mencekik James hingga meninggal. Tidak langsung dikubur, namun mayat James didiamkan hingga 1 minggu. Setelah itulah seperti biasanya Jeffrey akan memisahkan antara daging dan tulang dan membuangnya. Tengkorang James juga digunakan untuk martubasi.

4. Korban ke-4 Richard Guerrero 22 Tahun (24 Maret 1988)

Jeffrey menginming-imingi Richard dengan $50 untuk makan bersama di rumah sang nenek dan Richard mengiyakan. Namun bukannya makan Jeffrey membius dan membunuh dengan Richard dengan mencekik, kemudian James dilecehkan. Setelah 24 jam Jeffrey dimutilasi dan seperti biasa Jeffrey membersihkan tubuh sang korban dengan memisahkan tulang dan daging. Kemudian dihancurkan dengan merendam ke asam dan hancurkan. 

Pada bulan September 1988 Jeffrey diusir oleh sang nenek karena selalu membawa pria setiap malam dan bau busuk di ruang bawah tanah. Lalu pada 25 September 1988 Jeffrey pindah ke North 25 Street. Namun karena kekurangan uang Jeffrey akhirnya kembali ke rumah sang ayah. 

5. Korban ke-5 Anthony Sears 25 tahun (25 Maret 1989)

Jeffrey bertemu dengan Anthony yang berupa seorang model di sebuah klub gay. Kemudian Jeffrey mengajak Anthony untuk pulang ke rumah, lalu mereka melakukan berhubungan intim. Namun sayang karena perkataan kasar Anthony yang mengatakan bahwa layanan dari Jeffrey kurang memuaskan membuat Jeffrey menghabisi Anthony. Padahal karena tampang yang dianggap tampan oleh Jeffrey, sebenarnya Jeffrey tidak ingin langsung membunuhnya. Namun karena perkataan kasar tersebut Jeffrey membius Anthony dan kemudian mencekik Anthony hingga meninggal.

Tubuh yang sudah tidak bernyawa itu dibawa ke bak mandi dan kemudian dipotong-potong. Tidak seperti biasanya, Jeffrey tidak hanya menyisakan kepalanya namun alat kelamin dari Anthony juga dipotong dan diawetkan menggunakan aseton. Alat kelamin dan tengkorak ini digunakan sebagai alat untuk melakukan marturbasi. Untuk sisa tubuh lainnya dihilangkan seperti cara-cara yang sudah dijelaskan di atas. 

Pada tanggal 14 Mei 1990 Jeffrey pindah ke Apartemen Oxford dengan nomor kamar 213 dengan membawa souvenir dari tubuh Anthony.

6. Korban ke-6 Raymond Smith 33 tahun (May 1990)

Raymond adalah seorang pelacur yang disewa oleh Jeffrey dengan upah sebesar $50. Dimana Raymond dibunuh lalu tubuhnya dibiarkan hingga keesokannya. Tidak langsung membersihkan mayatnya, Jeffrey pergi membeli polaroid dan kemudian memfoto dirinya yang sedang telanjang di dalam bathtub. Setelah itu tubuh Raymond di mutilasi dan kemudian direbus menggunakan soilex. Kemudian dibersihkan menggunakan cairan asam dan palu. Setelah itu tengkorak yang tersisa di cat menggunakan pilox dan kemudian disimpan di samping tengkorak Anthony sebagai sebuah pajangan.

Sebenarnya setelah ini Jeffrey melakukan aksinya lagi dengan membawa seorang pria ke unit apartemen nya. Namun karena kebanyakan minum dan teler membuat mereka berdua tertidur. Disaat bangun Jeffrey melihat sang korban sudah kabur dengan membawa kabur uang $300 dan arlojinya hilang. Hal ini sebenarnya di laporkan Jeffrey ke polisi namun tidak berhasil menangkap sang pria. 

7. Korban ke-7 Edward Smith 22 tahun (Juni 1990)

Seperti kasus-kasus lainnya Edward diajak ke apartemen kemudian di habiskan oleh sang Jeffrey. Setelah meninggal Edward dimutilasi dan kepalanya dimasukkan ke dalam kulkas dengan tujuan untuk menjaga kelembabannya namun gagal. Kemudian dia mencoba dengan memasukkan ke dalam oven berharap tulang tersebut dapat menjadi kering, namun bukannya kering oven tersebut malah meledak.

8. Korban ke-8 Ernest Miller 22 tahun (3 September 1990)

Seperti dengan korban lainnya Ernest diajak ke apartemen Jeffrey dan kemudian melakukan hubungan badan. Setelah itu Ernest dibius, dalam keadaan pingsan Jeffrey mengiris pergelangan tangan Ernest hingga kehabisan darah dan meninggal. Tubuhnya dibawa ke bathtub dan kemudian di dipotong-potong dan tubuhnya dimasukkan ke dalam kulkas. Setelah itu tengkorak yang sudah bersih juga di cat dan buat sebagai pajangan. 

9. Korban ke-9 David Thomas 22 tahun (24 September 1990)

David dibawa ke apartemen dan kemudian di bius, lalu dicekik. Setelah itu tubuhnya dipotong dan pada fase ini seluruh aksi di foto dengan menggunakan polaroid.

10. Korban ke-10 Curtis Straughter 17 tahun (10 Februari 1991)

Curtis juga dibawa ke apartemen dan kemudian dibius, lalu dicekik. Setelah itu tubuhnya dipotong, namun bagian tengkorak nya dipertahankan. 

11. Korban ke-11 Errol Lindsey 19 tahun

Errol juga dibawa ke apartemen dan kemudian dibius, lalu dicekik. Setelah itu tubuhnya dipotong, namun bagian tengkorak nya dipertahankan. 

Sebenarnya sudah banyak tetangga yang komplain karena selalu terdengar suara dentuman dan bau busuk yang sangat menyengat. Hingga pihak kepolisian datang ke rumah Jeffrey, namun Jeffrey berdalih bahwa bau tersebut berasal dari daging busuk dari kulkas nya yang rusak. Mendengar hal itu polisi pun menerimanya lalu pergi. 

12. Korban ke-12 Tony Hughes

Seorang korban yang sudah meninggal dan di taruh di sebelah kasur. 

13. Korban ke-13 Konerak Sinthasomphone 14 tahun (26 Mei 1991)

Konerak sebenarnya adalah seorang adik dari salah satu korban pemerkosaan yang pernah terjadi pada tahun 1988. Konerak yang dibawa ke apartemen dan kemudian di bius. Tubuh yang sudah lemas tersebut dibawa ke kamar dan dibaringkan di atas kasur tepat disebelah korban ke-12 Tony Hughes. Jeffrey menyadari bahwa sebenarnya Konerak sadar bahwa ada tubuh Tony disamping kasur. Tidak seperti korban lainnya Jeffrey meninggalkan tubuh lemas Konerak dan pergi ke club.

Pada tanggal 27 Mei 1991 Jeffrey pulang ke apartemen dan menyadari bahwa Konerak sudah tidak ada di dalam kamar. Dia mencari-cari dan kemudian membuka jendela dan dia melihat Konerak ada dipinggir jalan tanpa ada busana dan ditemani 3 wanita. Melihat hal itu Jeffrey turun dan kemudian mendatangi Konerak yang sedang dalam keadaan linglung. Ketika sampai, Jeffrey mengatakan kepada sang para waniata bahwa dia adalah pacar Konerak. Dan Jeffrey juga mengatakan bahwa mereka sedang berantem dan Konerak dalam keadaan mabuk. Jeffrey meminta untuk melepaskan Konerak, namun seorang wanita tidak membiarkan Jeffrey membawanya. Selain itu sang wanita juga curiga karena melihat ada darah di anus Konerak dan sang wanita juga sudah menghubungi 911. 

Ketika polisi datang Jeffrey mengatakan bahwa dia adalah pacar Konerak dan sedang bertengkar, selain itu karena mabuk Konerak juga jadi bertingkah. Setelah itu Konerak diberi handuk dan dibawa kembali ke apartemen dengan ditemani oleh polisi. Ketika sampai ke dalam apartemen sebenarnya sang polisi menanyakan bau busuk, namun Jeffrey mengatakan bahwa bau tersebut berasal dari kulkas yang rusak. Bahkan sang polisi juga masuk k dalam kamar yang berisikan mayat Tony. Lagi-lagi sial, polisi tidak menyadari bahwa ada mayat yang tergeletak di lantai. Setelah melihat-lihat polisi berpamitan dan meminta Jeffrey untuk menjadi Konerak. Sayangnya disaat itu Konerak pingsan. 

Setelah kepergian polisi, Jeffrey yang kesal langsung membunuh Konerak. Tengkorak kepala Tony korban ke 12 dan Konerak kemudian dijadikan sebagai pajangan. 

14. Korban ke-14 Matt Curner (30 Juni 1991)

Jeffrey bertemu dengan Matt di Chicago di terminal bus, kemudian Jeffrey mengajak Matt untuk berkunjung ke rumah Jeffrey. Saat sampai di apartemen Matt di bius, lalu dicekik dan tubuhnya dimutilasi. Tubuh yang telah terpotong dimasukkan ke dalam freezer. 

15. Korban ke-15 Jeremiah Weinberger 23 tahun (7 Juli 1991)

Jeffrey dan Jeremiah bertemu di bar gay dan kemudian seperti biasa Jeffrey mengajaknya untuk ke rumah. Lalu Jeremiah di bius dan yang lebih sadisnya, Jeffrey menyuntikkan air panas ke kepala Jeremiah. Hal ini membuat Jeremiah koma selama 2 hari dan setelah kemudian, Jeffrey mulai membereskan tubuh tersebut. 

16. Korban ke-16 Oliver Lacy 24 Tahun (15 Juli 1991)

Jeffrey mengajak Oliver ke apartemen dan kemudian dibius dan mencekiknya. Kemudian tubuh yang sudah tak bernyawa itu disetubuhi kemudian disetubuhi dan kemudian dimasukkan ke dalam kulkas. 

17. Korban ke-17 Joseph Bradehoft 25 tahun (19 Juli 1991)

Karena sering cuti karena kelelahan membunuh, membuat Jeffrey dipecat dari kantornya. Hal ini membuat Jeffrey mengajak salah satu teman kantor nya untuk merayakan hari kelulusan nya dari tempat kerja. Bahkan tanpa ampun Jeffrey juga menghabisi Joseph dan membiarkan tubuhnya beberapa hari dengan hanya menutupinya dengan menggunakan kain. Lalu pada tanggal 21 juli 1991, Jeffrey memberikan tubuh Joseph dengan cara mutilasi dan kepala nya dimasukan ke kulkas. 

Terungkapnya Kejahatan Jeffrey Dahmer

Pada tanggal 22 Juli 1991, Jeffrey kembali beraksi dengan mengajak 3 pria yang ia temui di club untuk minum di rumahnya. Namun dari 3 pria itu hanya 1 pria yang menyetujui ajakan Jeffrey yang bernama Tracy Edward. Ketika Tracy masuk ke dalam apartemen Jeffrey dia sudah merasakan keanehan, karena ada beberapa botol asam dilantai. Ketika ditanyakan Jeffrey mengatakan bahwa asam tersebut digunakan untuk batu bata. 

Tiba-tiba Jeffrey memborgol tangan Tracy, melihat hal ini sudah semakin aneh apalagi ketika dia masuk ke dalam kamar Jeffrey yang banyak terdapat poster pria telanjang. Kemudian Jeffrey ingin akan memborgol tangan nya dengan Tracy, namun Tracy menolak. Jeffrey kemudian menyuruh Tracy untuk berbaring di kasur, lalu Jeffrey datang membawa pisau panjang. Melihat hal ini Tracy semakin yakin bahwa hal ini tidak benar dan membujuk Jeffrey. Hingga akhirnya Tracy berhasil kabur dengan mengelabui Jeffrey dengan berkata dia ingin ke toilet. 

Setelah itu, Tracy langsung melaporkan Jeffrey ke polisi. Saat sampai di apartemen Jeffrey, polisi menanyakan Jeffrey dimana kunci borgol. Lalu Jeffrey mengatakan kunci tersebut ada di laci, awalnya Jeffrey mengatakan dia saja yang mengambilnya. Namun polisi meminta Jeffrey untuk diam dan biarkan sang polisi yang mengambilnya. Ketika mengambil kunci di laci, disitulah polisi menemukan foto polaroid yang berisikan foto-foto aksi disaat Jeffrey melakukan pembunuhan. Dari situlah semua pembunuhan terungkap. 

Penemuan

Ketika menemukan foto polaroid tersebut, polisi lalu memanggil bantuan. Ketika bantuan datang polisi langsung memeriksa asal bau busuk yaitu kulkas. Ketika dibuka seluruh polisi yang datang ke lokasi pun kaget karena isi yang mengerikan. 

Dimana polisi menemukan kepala laki-laki hitam yang baru dipenggal, pada rak bawah ditemukan kepala dengan darah menetes di atas nampan. Pada bagian bawah ditemukan 2 hati, sebagian otot lengan yang dibungkus di dalam rak kulkas. 

Di dalam sebuah freezer polisi menemukan banyak batang tubuh, 1 kantong organ tubuh manusia dan beberapa daging manusia. 

Selain itu polisi juga menemukan 7 tengkorak sebagian dicat dan diputihkan. 2 kerangka untuk, sepasang tangan yang putus, 2 alat kelamin yang sudah diawetkan, dan kulit kepala yang sudah di mumikan. Di drum yang berisi asam berisi 3 torso yang sedang dilarutkan. Polisi juga menemukan 74 foto polaroid yang semakin menguatkan bukti kepolisian. 

Ketika ditanyakan kepada Jeffrey tujuan melakukan hal ini adalah karena ingin membuat sebuah altar yang menggunakan tengkorak manusia. Andai saja 6 bulan lagi polisi baru meangkapnya dia meyakinin altar tersebut akan selesai. Dan altar tersebut ditujukan untuk dirinya.

Hukuman Yang Diterima Oleh Jeffrey Dahmer

Pada tanggal 1 Mei 1992 Jeffrey diputuskan hukuman seumur hidup dan dipenjarakan di Penjara Kolombia di sel isolasi selama 1 tahun. Setelah itu Jeffrey dipindahkan ke ke sel biasa. Namun Jeffrey pernah mengalami percobaan pembunuhan pada Juli 1994 oleh seorang narapidana bernama Osvaldo Durruthy. Dimana Osvaldo memotong leher Jeffrey menggunakan pisau cukur, tetapi percobaan ini gagal. Namun pada 28 November 1994 jam 08.10 Jeffrey ditemukan tewas dengan kondisi kepala remuk, dimana Jeffrey dibunuh oleh Christopher. Christopher memberikan pernyataan bahwa ia disuruh oleh Tuhan untuk membunuh Jeffrey.

Diangkat Menjadi TV Mini Series Netflix

Karena jalan cerita yang mengerikan, netflix pun mengangkat kisah ini ke salah satu tv mini series nya dengan judul “Dahmer, Monster: The Jeffre Dahmer Story” yang tayang pada tanggal 21 September 2022. Dimana memiliki sinopsis; Salah satu pembunuh berantai paling terkenal di Amerika, sebagian besar menceritakan dari sudut pandang korban Jeffrey Dahmer, dan menyelami secara mendalam ketidakmampuan polisi dan sikap apatis yang memungkinkan penduduk asli Wisconsin itu melakukan pembunuhan massal selama bertahun-tahun. Serial ini mendramatisir setidaknya 10 episode di mana Dahmer hampir ditangkap tetapi akhirnya dilepaskan. Serial ini juga diharapkan menyentuh ,Dahmer, seorang pria tampan yang rapi, berulang kali diberikan izin bebas oleh polisi dan juga oleh hakim yang lunak ketika dia didakwa dengan kejahatan kecil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *