RAWON.ID

Semua Tentang Mistis

Proyek Bekas Makam Keramat

Haiii,,, aku kembali dengan cerita hororku. Mumpung lagi libur semoga bacaan ini bisa menghibur. Alangkah lebih baik jika membaca sambil diimajinasikan kejadiannya yaaaa.. jangan baca sendirian, “mereka” sedang menemanimu saat membaca. Langsung saja pada inti ceritanya. 

“Wah wah wah, asik banget ngobrolnya! Ngga pada kerja yaa! Lanjut sana”.

Kataku saat itu kepada para pekerja ketika dipercayai menjadi mandor proyek pembangunan perumahan di kota Semarang. Awalnya aku bekerja sebagai staf kantor di perusahaan itu. Yapss, perusahaan kontraktor. 

Berbagai berkas laporan kantor aku terima baik yang goal maupun yang gagal tender. Background pendidikan memang sesuai pada perusahaan tempat aku bekerja, namun job desknya bertolak belakang. Lulusan konstruksi bangunan bekerja sebagai staff kantor. Aku sangat senang diberi kepercayaan untuk memegang tanggung jawab perusahaan yang diberikan padaku kala itu.

Bagaimana perusahaan memilih pekerja aku dan tidak memahami caranya karena yang kulihat pekerjanya terlalu banyak bersantai aku memutuskan untuk mengambil sikap tegas. 

Bukan apa2, proyek yang sudah memakan waktu lama dan sesuai rancangan seharusnya sudah 30% berjalan, tapi ini masih dalam tahap pengerukan ditambah beberapa pekerja mengundurkan diri tanpa alasan yang jelas. 

Baru saja kuteguk kopi yang kupesan di kedai sebelah proyek, ada 1 pekerja yang mengundurkan diri dengan alasan yang tidak jelas juga. Bagaimana dengan reputasiku dan pelaporanku kepada perusahaan nantinya?

Aku takut catatanku sebagai mandor proyek beberapa hari ini menjadi buruk. Tak sempat menanyakan alasan pekerja untuk mengundurkan diri ia sudah beranjak pergi.

“Ahh tak apalah, nanti cari lagi” kataku

Waktu beranjak dan malam pun tiba. Aku dan para pekerja kembali ke mess yang tidak jauh dibangun di lokasi proyek. Karena kebetulan lokasi proyek di dataran tinggi, aku mencoba untuk melepas penat dengan menikmati udara malam yang dingin dan terasa segar. Tak pernah lupa nafas 9 centi merk garpit terselip pada jariku. Sesekali kuajak ngobrol penjual kopi untuk memecah sunyi. 

Suatu keindahan malam dengan sruputan segelas kopi dan pemandangan citylight sejenak menenangkan pikiran yang terus tawuran dengan pertanyaan2 mengapa para pekerja mengundurkan diri tanpa kejelasan.

Kenapa sebenarnya mereka???

Apa yang sedang terjadi??? 

Dengan mengimajinasikan desain perumahan yang kubawa nampaknya akan menjadi perumahan yang elit dan mewah nantinya. Setelah dirasa cukup tenang dan memang waktu sudah menunjukan pukul 23.00 waktu indonesia bagian terserah akupun kembali pulang menuju mess. 

Sesampainya di mess tiba-tiba.

“Permisi” terdengar suara dari luar mess.

“Siapa yaa, kok malam-malam begini?” Tanyaku

Aku mencoba intip dari balik jendela kaca dan terlihat didepan ada seorang kakek berdiri di depan pintu sambil batuk-batuk. 

Akupun pergi ke kamarku hendak mengambil kunci mess dan saat kubuka pintu messnya

“Lho? Kemana kakek tadi ya?”

Akupun melakukan pengecekan tiap sudut mess hingga depan teras dan tak ada siapa2. Sangat aneh bukan? Kakek yang tadi terlihat dari balik jendela menghilang seketika. 

Tak ingin ambil pusing, akupun kembali masuk mess dan mengunci pintu kembali.

Tiba-tiba

TOK TOK TOK…

“Uhuk, uhuk,, permisi…”

Hahhh!!! Suara itu terdengar kembali. Akupun mencoba untuk memberanikan diri membuka pintu itu lagi dan sosok kakek itu tidak ada didepan pintu. Perasaan mulai kalut & bulu kudu tiba2 merinding seketika.

Aku masuk ke kamar yang khusus disediakan untukku, saat memasuki kamarku betapa terkejutnya aku di ranjang terbaring seorang kakek dengan pakaian pangsi warna hitam, aku tak bisa melihat wajahnya karena tertutup bantal. 

“I i i ituuu, ituukan kakek yang di depan tadiii” gumamku dalam hati dengan panik.

Kakek itu beranjak berdiri dari ranjang tempat aku tidur dan mencoba menghampiriku. Dan sesuatu terlihat aneh dengan cara berjalannya yang mengambang tak menapak tanah. Dengan tubuhku yang kaku, aku bisa melihat dengan jelas wajah si kakek itu dan dan wajahnya hancur penuh darah, kepalanya pecah seperti korban yang meninggal tertimpa benda berat serta leher yang hampir terputus. 

Aaaaaaaaaaaaaa!!!! Aku pun teriak sekencang kencangnya namun anehnya tak ada satupun pekerja yang terbangun.

Aku panik dan seketika berlari menuju mobil yang kuparikirkan di depan mess. Entah kemana saat itu aku tuju, aku tidak peduli kupancal gas sekencang kencangnya namun laju mobil seketika kuhentikan ketika di depan ada segerombolan orang2 kira2 berjumlah 8 yang berjalan membelakangiku. Kira kira berjarak 50 meter dari mobilku. 

Gerombolan itu pakaiannya hampir sama dengan yang dikenakan si kakek tadi.

Aku membunyikan klakson dan pelan2 menjalankan mobilku kembali. Mereka seperti tidak mempedulikan mobil yang ada dibelakangnya dan masih terus berjalan pelan. 

Karena aku masih panik dengan kejadian di mess tadi. Aku bunyikan klakson kembali dan Gerombolan itu terlihat menepi, tapi disaat yang sama, aku melihat 2 orang wanita menari nari dengan pakaian adat tradisional. tak bisa aku melihat muka mereka karena berjalan dengan menunduk. Seakan memberi jalan untukku mereka menepi di kanan dan kiri saat aku melewati mereka betapa terkejutnya aku ketika mereka menengok.

Astagaaaaaaaa!!!!!! aku seakan tak percaya dengan apa yang aku lihat saat itu. 

Segerombolan manusia tanpa muka dengan luka sayat di sekujur tubuhnya. Yaaa, muka mereka rata namun penuh dengan darah. 6 lelaki membawa alat musik tradisional dan 2 wanita berpakaian tradisional menari2 seperti pertunjukan sintren. Akupun panik seketika dan segera tancap gas kembali entah dengan kecepatan berapa saat itu.

Memang benar, dengan keadaan panik, skill dadakan pasti akan muncul, lika-liku jalan pengunungan yang bergelombang terasa lurus seperti jalan tol cipali. Hingga pada sebuah tikungan tajam aku dikejutkan dengan sorot lampu pada arah berlawanan dan laju mobil kupelankan.

Dan….

Daaar!!!!! Greeeegggg

Aku pun menabrak sesuatu yang akupun tak mengetahui apa yang ada di depanku. 

Benturan kepala dengan stir kemudi cukup keras membuat luka berdarah di kepalaku dan karena tak sanggup lagi menahan sakit dan panik akupun pingsan dalam mobil. 

Entah apa yang terjadi padaku, keesokan harinya aku ditemukan oleh warga sekitar dan anehnya mobilku tepat berada ditengah2 pemakaman dan menabrak pohon yang besar ditengah2 pemakaman itu. Bagaimana bisa mobil yang semalam kukendarai dengan kencang tiba2 berada di tengah kuburan tanpa jejak roda sedikitpun. Dan makam2 sekitar masih tertata dengan rapih. 

Setelah cukup tenang, akupun menceritakan kejadian yang aku alami beberapa hari sebelumnya kepada warga sekitar. Dan benar saja, lahan proyek yang aku garap itu adalah pemakaman keramat yang paling ditakuti warga. 

Dulu pernah ada perusahaan yang ingin mendirikan tempat wisata di area pemakaman itu dan ditentang warga sekitar. Karena ada salah satu makam yang sangat dikeramatkan. Dan untuk melakukan penggusuran itu harus ijin dengan juru kunci yang bernama Mbah Romo. 

Sudah beberapa perusahaan ditolak oleh Mbah Romo, namun peristiwa naas menimpa Mbah Romo. Ia dibunuh oleh salah satu orang suruhan perusahaan yang ingin menguasai makam tersebut untuk dijadikan area perjudian dan prostitusi. 

Gangguan gangguan pun muncul saat mulai pengurukan makam keramat itu bahkan beberapa pekerja pernah dikabarkan meninggal dilokasi pengurukan. Beberapa pekerja juga sering melihat penampakan2 yang mengerikan. Akhirnya proyek tersebut tidak dilanjutkan. 

Mendengar penjelasan itu, aku jadi sangat yakin alasan para pekerja mengundurkan diri dan hari itu juga aku mengundurkan diri dari jabatan yang aku pegang dan lebih memilih menjadi staff biasa. 

Perusahaan tempat aku bekerjapun membatalkan pembangunan perumahannya dan memilih lokasi lain yang sekiranya aman untuk dibangun dan alhamdulillah lancar.

Tamat. 

Thread By @penjahatklausa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *