RAWON.ID

Semua Tentang Mistis

Rabu Wesakan

A THREAD

FULL STORY

Jika kita mendengar kata Rabu wekasan, yang ada difikiran kita pasti seketika merujuk kearah hal hal yang berbau negatif. 

Semua itu tentu saja bukanlah tanpa alasan, karena kita pun tau, Rabu wekasan adalah sebuah hari yang dipercaya sebagai hari sial yang dipenuhi dengan musibah, marabahaya dan semacamnya. 

Hal itu, juga dikuatkan dengan pendapat para ulama dan tokoh agama islam yang mengatakan bahwasanya, setiap tahun pada hari Rabu terakhir di bulan Safar, Allah SWT menurunkan 320.000 macam bencana ke Bumi. 

Atau bisa dikatakan hari tersebut adalah Hari yang paling berat diantara hari hari lainnya.

Untuk itu, dalam agama islam, ketika Rabu wekasan tiba, kita dianjurkan untuk semakin mendekatkan diri kepada sang maha kuasa agar dijauhkan dari segala mara bahaya. 

Dan tidak berhenti disitu saja, diberbagai daerah yang ada di indonesia khususnya, ketika Rabu wekasan tiba, tidak jarang pula kita menjumpai masyarakat yang sedang melakukan selamatan, tradisi atau ritual agar semuanya tetap dalam keadaan baik baik saja. 

Menanggapai hal itu, kita bisa menyimpulkan, jika Rabu wekasan adalah sebuah hari yang benar benar berbeda dengan hari hari pada umumnya.

Bismillahirrohmanirrohim.

” RABU WEKASAN “

( Semua nama dalam cerita ini disamarkan, mohon maaf jika ada kesamaan ). 

Jika diajak kembali mengenang cerita waktu itu, tentu saja aku masih bisa mengingat semuanya dengan sangat jelas. 

Bahkan, bisa dikatakan hingga sampai saat ini, detik demi detik waktu itu masih bisa kuceritakan kembali.

Semua itu tentu saja bukanlah tanpa alasan, karena asal kalian tau, cerita itu benar benar tidak akan pernah bisa kulupakan selama hidupku. Pagi itu memang berbeda dengan pagi pagi sebelumnya, aku yang biasanya selalu bangun lebih pagi daripada yang lainnya. Waktu itu, sampai pukul 08.00 pagi, aku baru saja bangun dari tidurku dan keluar dari kamarku. 

Hal itu memang bisa dibilang wajar, karena selain aku kelelahan karena setiap hari harus merawat ibuku, waktu itu, sebelumnya aku memang tidak bisa tidur karena aku mendengar suara ayam berkokok semalaman yang terdengar tepat disamping rumahku. 

Hingga akhirnya, sekitar pukul 08.00 pagi, aku benar benar masih baru bangun dari tidurku.

” Tumben kamu sudah bangun put ” ucapku yang waktu itu keheranan melihat adikku pagi itu ternyata sudah bangun dari tidurnya. 

” Iya dong ” jawab adikku polos dengan tidak sekalipun menghentikan aktifitasnya.

” Ibu sudah kamu suapin apa belum put ? ” sahutku sambil berjalan kearah kamar mandi rumahku.

” Sudah kak, tadi juga sudah kuganti bajunya ” jawab adikku jelas. 

Mendengar hal itu, tentu saja aku sangat bahagia karena akupun tau, sejak kematian ayahku beberapa tahun yang lalu, kini hanya tinggal aku dan adikku yang harus merawat ibuku yang masih berjuang melawan penyakitnya. 

Semua itu, sebenarnya tidak menjadi masalah bagiku, karena selain adikku yang sudah menginjak usia 24 tahun, aku juga tidak lama lagi akan segera menikah dengan laki laki pilihanku. 

Jadi, merawat orang tuaku rasanya sudah tidak terlalu berat bagiku meskipun orang tuaku sudah tidak bisa lagi bangun dari tidurnya. Dan singkat cerita setelah aku mandi pagi itu, perasaanku kembali terkejut karena ternyata pagi itu, adikku benar benar sudah melakukan semua pekerjaan rumah yang biasanya aku lakukan.

” Wahh kamu sudah masak juga ya ternyata,. Pinter banget nih, kenapa gak tiap hari aja kayak gini ” ucapku. 

” Ya gak bisa donk kak, kan aku tiap hari harus kerja, hari ini mumpung libur. Gak papa gantian, hari ini biar aku yang masak. Aku bosen makan masakan kakak,. Asin mulu ” sahut adikku. 

Mendengar hal itu, tentu saja akupun seketika mengambil piring yang ada tidak jauh dariku dan mulai mengambil makanan yang ada dimeja makan waktu itu. Namun anehnya, belum selesai aku mengambil semua makanan yang ada didepanku, pagi itu piring yang ada ditanganku waktu itu, tiba tiba jatuh dari tanganku dan pecah begitu saja.

” Pyar ” 

Mengetahui hal itu, tentu saja akupun seketika terkejut bukan main sambil mulai membereskan nasi yang saat itu tercecer di lantai rumahku.

” Ya allah, ada apa ini, kok perasaanku tiba tiba gak enak gini ” fikirku. 

Dan tidak lama setelah itu, ditengah tengah aku masih membersihkan nasi yang tercecer di lantai, pagi itu tiba tiba aku dikagetkan kembali dengan suara adikku yang kembali mengagetkanku. 

” Kak, baju ini bagus gak ” ucap adikku dengan memperlihatkan baju putih yang saat itu dipegangnya.

” Tumben kamu mau pakai baju putih, kamu mau kemana, lagian kamu gak cocok dek pakai baju putih,. Itu kan baju kakak ” jawabku. 

” Nanti malam aku mau jalan sama temen kerja kak ” jawab adikku singkat.

Mendengar hal itu, akupun mencoba tidak menghiraukannya dan terus saja membersihkan sisa makananku yang masih tercecer dilantai rumahku.

Dan singkat cerita, akhirnya malam pun tiba. Malam itu, setelah semua rutinitas harianku telah selesai, akupun seketika duduk disamping ranjang ibuku yang saat itu ibuku tetap berbaring sambil menatap wajahku. Dan tidak hanya itu, waktu itu, aku juga sedikit mendengarkan ibu berbicara kepadaku meski dengan suara yang sangat pelan tidak karuan.

” Adikmu kemana ? ” tanya ibuku. 

” Malam ini, dia mau jalan sama teman temannya bu. Tuh dia masih dikamar, dandan, dari tadi gak selesai selesai ” sahutku.

Mendengar hal itu, ibuku yang sebelumnya berbaring santai, malam itu tiba tiba terlihat gugup seperti hendak ingin mengucapkan sesuatu. 

” Ada apa bu, tenang dulu, ambil nafas dulu, ibu kalau gugup malah gak bisa ngomong. Makanya tenangin dulu fikirannya, terus ngomong, ada apa ” ucapku. 

Tapi anehnya, bukannya ngomong, ibuku malam itu malah terlihat terus menggerak gerakkan kepala dan bibirnya yang saat itu memang terlihat masih kesusahan. 

Namun karena kurasa semua itu adl hal yang sudah biasa ibuku alami, akhirnya malam itu akupun mencoba tetap tenang dengan menoleh kearah ruang tamu karena bersamaan dengan itu, aku mendengar suara adikku berpamitan pergi karena sepertinya dia sudah dijemput oleh teman temannya 

” Kak, aku jalan dulu ya ” teriak adikku sambil berjalan cepat kearah pintu utama rumahku.

” Iya hati – hati, eh kamu gak pamit ibu.” teriakku.

” Udah pamitin aja kak, aku buru buru ” jawabnya singkat. 

Mendengar hal itu, akupun seketika keluar dari kamar ibuku dan berjalan kearah teras rumahku untuk melihat adikku pergi bersama teman temannya.

” Hati hati ya put, nanti jangan pulang malam malam,. Maksimal jam 22.00 malam lo ya..gantian jagain ibu…” teriakku. 

Dan dengan tidak menghiraukan perkataanku, malam itu adikkupun akhirnya pergi begitu saja dengan mengenakkan baju putihnya. Namun anehnya, ditengah tengah aku yang masih melihat kepergian adikku. Malam itu aku mendengar suara benda jatuh yang terdengar keras sepertinya dari arah kamar ibuku.

” Glodaakk ” 

Mendengar hal itu, akupun seketika berlari masuk kearah kamar ibuku untuk memastikan bahwa ibuku baik baik saja. Namun sayangnya, setelah aku sampai didalam rumah, malam itu aku sudah melihat ibuku jatuh dilantai dengan beliau yang terus masih ingin mengucapkan sesuatu kepadaku. 

” Em, emmm, emmmm, eemmm ” ucap ibu

” Tuh kan jatuh, diem donk bu, jangan banyak bergerak, kalau jatuh sakit kan ” ucapku tegas sambil mengangkat tubuh ibuku yang terlihat semakin kurus saja. 

Dan anehnya, ditengah tengah aku masih mengangkat ibu, malam itu aku mendengar suara ibuku berbisik ke telingaku dengan bisikan yang terdengar jelas mengucapkan sebuah kata ” RABU WEKASAN “. 

Namun karena aku yang tidak mengerti dengan maksud perkataan ibuku, akhirnya akupun tetap tidak menghiraukannya dan terus kembali membaringkan ibuku ditempat tidurnya. 

Dan setelah ibuku sudah berada ditempatnya, akhirnya akupun berpamitan masuk kekamarku karena badanku yang juga sudah mulai kelelahan.

” Ibu, aku masuk kekamar ya, nanti kalau butuh apa apa teriak saja seperti biasanya ya bu ” ucapku sambil mencium kening ibuku. 

Tapi anehnya, bukannya tenang, malam itu ibuku terlihat masih saja terus berusaha berbicara kepadaku. Hal itu terlihat dari mimik wajahnya ditambah dengan mulutnya yang terus saja bergerak seolah olah ingin berbicara tentang hal yang sangat penting. 

Dan singkat cerita, karena aku tidak mengerti apa yang ingin dibicarakan oleh ibuku.

Akhirnya akupun berjalan menuju kamar tidurku dan mulai mematikan lampu rumahku satu persatu. Dan singkat cerita, akhirnya waktupun menunjukan pukul 22.30 malam. 

Aku yang sebelumnya tertidur pulas, malam itu dikagetkan dengan suara langkah kaki yang terdengar jelas wara wiri didalam rumahku ini. Suara langkah kaki tersebut terdengar jelas seolah olah mengelilingi bagian luar hingga dalam rumah.

” Blek blek blek blek ” 

Mendengar hal itu, akupun seketika terkejut bukan main karena kutau, didalam rumah ini saat itu hanya tinggal ada aku yang bisa berjalan seperti biasanya mengingat ibuku yang keadaanya juga sudah seperti itu. 

Dan karena aku khawatir jika malam itu ada pencuri yang sedang masuk kedalam rumahku, akhirnya akupun malam itu seketika bangun dari tidurku dengan perlahan membuka pintu kamarku. 

Namun anehnya, ketika aku membuka pintu kamar, tiba tiba aku melihat dengan mata kepalaku sendiri, malam itu ibuku yang sebelumnya sudah tidak bisa berjalan, malam itu beliau tiba tiba terlihat berjalan cepat dari arah ruang tamu menuju kekamar tidurnya. 

Mengetahui hal itu, akupun seketika terkejut bukan main dengan jantungku yang juga seketika berdetak dengan sangat kencang.

” Loh, ibu kok bisa jalan ” fikirku dalam hati.

Dan tanpa lama lama lagi, akhirnya akupun segera menyalakan lampu dan menyusul ibuku ke kamar tidurnya. 

” Buuuu ” ucapku lirih sambil aku yang berjalan kearah kamar tidurnya.

Dan anehnya, sesampainya aku dikamar tidur ibu, malam itu jantungku kembali berdetak karena saat itu, aku melihat ibuku ternyata masih dalam keadaan tertidur pulas. 

” Loh, ibu kok tidur sih,, terus tadi siapa, perasaan aku lihat ibu deh barusan ” fikirku.

Dan belum selesai aku kebingungan, tiba tiba aku mendengar suara ketukan pintu rumah yang terdengar pelan.

” Tok tok tok ” 

Mendengar hal itu, pandanganku seketika kuarahkan kepintu utama dan akupun yang kemudian berjalan pelan kearah pintu.

” Siapa ” teriakku.

Karena aku yang tak kunjung mendapat jawaban, akhirnya akupun sedikit membuka kordenku dan ternyata malam itu, aku melihat adikkulah yang saat itu ternyata sudah ada didepan pintu rumahku malam itu. Melihat hal itu, akupun seketika membuka pintu rumahku lalu berjalan kembali kekamarku.

” Darimana saja, malam malam gini baru pulang ” ucapku, 

” Eh kak tunggu, malam ini aku mau tidur sama kakak ” teriak adikku.

” Terserah, aku udah ngantuk, nanti jangan lupa kunci pintunya. ” Sahutku dengan tidak sekalipun menghentikan langkahku. 

Dan akhirnya, setelah beberapa saat kemudian, adikkupun terlihat masuk kedalam kamarku dan menyusulku tidur tepat disampingku. Hal itu bisa dibilang wajar, karena biasanya, adikkupun juga sering melakukan hal yang sama. 

( Adikku sering sekali mas nyusul aku kekamar tidur, kadang malam malam gitu tiba tiba pindah kekamarku seenaknya. Jadi malam itu aku biasa sj dan malah ketika dia msk kekamarku, aku sama sekali tidak menghiraukannya krn aku yg malam itu sdh sangat mengantuk ). Ucap narasumber. Dan belum lama adikku sudah berbaring tepat disampingku, tiba tiba dia memelukku dari belakang dan mengucapkan sesuatu.

” Kak, aku sayang kakak, aku nitip ibu ya kak ” ucapnya lirih, 

” Udah jangan banyak omong, cepet tidur, aku capek, pulang udah gak bawa oleh oleh, malah berisik ” jawabku cuek

” Hehee maaf ya kakakku cantik ” godanya.

Dan tanpa menjawab ucapan adikku, akupun malam itu hanya diam sambil terus melanjutkan tidurku. Namun anehnya, Ditengah tengah aku tertidur malam itu, aku kembali terbangun dari tidurku karena aku merasakan hawa didalam kamarku terasa lebih dingin dari sebelumnya. 

Dan tidak hanya itu, malam itu aku juga mencium aroma bunga sedap malam yang tiba tiba tercium kuat entah darimana datangnya. Merasakan hal itu, tentu saja akupun seketika menarik selimutku dengan memutar badanku menghadap kearah adikku yang saat itu dalam keadaan tertidur pulas

Malam itu, aku sejenak menatap wajah adikku yang anehnya, dia malam itu terlihat lebih pucat dari biasanya. Bahkan, akupun juga masih ingat, otot otot dibagian wajahnya, malam itu juga terlihat mengecap tidak beraturan.

” Ni anak sepertinya kecapekan deh, wajahnya sampai pucat gini ” ucapku pelan. 

Dan singkat cerita, sekitar pukul 03.00 dini hari, aku tiba tiba kembali terbangun dari tidurku karena malam itu, aku mendengar kembali suara langkah kaki orang yang kini terdengar jelas sepertinya dari arah dalam rumahku. 

Namun karena malam itu aku tiba tiba melihat adikku sudah tidak ada disampingku, akupun akhirnya berfikir jika adikkulah yang menimbulkan suara langkah kaki dimalam itu. 

Dan akhirnya, belum selesai aku mendengar suara langkah kaki tersebut, tiba tiba aku dikagetkan dengan suara gedoran pintu yang kini terdengar keras sangat mengganggu telingaku.

” Dok dok dok dok ” mbak,, mbak Sukma,,,, bangun mbak….. 

Mendengar hal itu, akupun seketika bangun dari tidurku dan bergegas kearah pintu utama rumahku dengan langkah kaki yang sangat terburu buru. 

” Ada apa ya pak ” ucapku dengan seketika membukakan pintu karena kutau, diluar rumah saat itu ada beberapa tetanggaku yang terlihat menggedor rumahku. 

” Putri mbak, Putri tadi malam kecelakaan di jembatan kotalama, karena dia gak bawa identitas, akhirnya warga disana kesulitan menemukan rumah mbak Sukma ini. 

Untungnya, pak Johan tadi pagi waktu berangkat kepasar lewat jembatan tersebut, jadi pak Johanlah yang tau dan membantu memberikan alamat Putri kepada para saksi ” terang tetanggaku. 

Mendengar hal itu, tubuhku seketika lemas, jantungku berdetak kencang dengan diiringi tangisan yang sudah tidak lagi bisa kutahan.

” Ya allah adikku, sekarang dia dimana ” teriakku. 

” Putri dibawa kerumah sakit mbak, lukanya parah banget, mending mbak lihat sendiri saja ” usul tetanggaku.

Dan tanpa lama lama lagi, akhirnya pagi itu akupun bergegas menuju rumah sakit bersama dengan beberapa tetangga dan saudaraku. 

Sesampainya dirumah sakit, tentu saja kesedihanku rasanya sudah tidak lagi bisa kubendung, aku seketika berteriak histeris dengan tubuhku yang waktu itu tetap dipegangi oleh saudaraku karena aku yang terus memberontak ingin mendekati adikku tersebut. 

Bagaimana tidak, pagi itu, aku sudah melihat adikku dalam keadaan tidak bernyawa, luka dibagian kepalanya cukup parah hingga aku hampir tidak melihat dengan jelas bagaimana bentuk wajahnya. 

Mata, hidung, pipi dan bibir, pagi itu benar benar hancur karena menurut saksi, motor yang ditumpangi adikku, telah diseret dan dilindas oleh truck bermuatan pasir. 

Mengetahui hal itu, akupun terus saja memberontak histeris dengan sesekali berteriak memanggil manggil nama adikku satu satunya itu.

Dan singkat cerita, akhirnya akupun berhasil ditenangkan oleh beberapa orang yang ada di rumah sakit itu dan puncaknya, setelah Semuanya selesai, jenazah adikku akhirnya dibawa pulang kerumahku untuk segera dimakamkan sebagaimana mestinya. 

Dan akhir cerita, 7 hari setelah kematian adikku, aku mendengar sedikit omongan warga tentang adikku yang digosipkan meninggal karena keluar rumah di hari Rabu Wekasan.

Omongan tersebut, terdengar ramai dikalangan warga desaku dan akhirnya sampai ditelingaku. Namun karena aku menganggap semua itu memang sudah menjadi takdir tuhanku, akhirnya akupun mencoba tidak peduli dengan semua omongan warga dan mencoba menerima semua keadaan yang ada. Dan seiring berjalannya waktu, kini, aku sudah menikah dan ibuku yang juga sudah meninggal tepat 1000 hari setelah kematian adikku

Dirumah peninggalan ibuku, kini aku hidup bersama suami dan anakku dengan sesekali adikku yang datang mengunjungiku disetiap malam malam tertentu 

Terimakasih teman teman, semoga cerita ini menemani hari hari kalian.

Thread By @Lakonstory

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *