RAWON.ID

Semua Tentang Mistis

Ritual Pemanggilam Arwah (Korban Pembunuhan)

Kalian inget gak cerita tentang om Kus (pamannya Marsel) di akun @PenulisMalam94 ? Nah ada lagi nih ceritanya yang hampir aja kelewat saat dia bertugas di Bareskrim (Badan Reserse Kriminal). Jadi pernah waktu itu beliau dan tim nya sedang dapat tugas menyelidiki kasus pembunuhan perempuan yang jenazahnya ditemukan di parit dalam keadaan tidak utuh (korban mutilasi). Pihak kepolisan saat itu menurut Om Kus susah buat melacak terduga pembunuhan karena barang berharga serta identitas korban juga ikut raib dibawa si pelaku. 

Setelah hampir 1 bulan tidak juga menemukan hasil pencarian baik dari keluarga yang merasa kehilangan korban (disekitar TKP) dan juga masih belum diketahui identitas dari korban, muncul lah ide dari salah seorang polisi yg bernama Pak Hendar untuk memanggil seorang dukun. 

Lalu bagaimana kisah selanjutnya seperti biasa kita masuk dalam ceritanya Bismillahirrahmanirrahim~~

(NB: dithread kali ini kita agak santai dulu ya ngerjainnya, karena kita berdua lagi sibuk juga buat project YouTube ala-ala disamping usaha kuliner. Mohon doa dari para temen-temen semua supaya dalam minggu ini salah satu video kita bakalan release, dan bisa dinikmati kalian semua. Untuk tema channelnya kita sudah pilih seputar dunia kriminal dan horror serta konsepnya pun masih seputar story telling PTT) 

Oke balik ke cerita. Jadi kejadiannya bermula saat di tahun antara sekitar 2016an / 2017an saat itu, Om Kus beserta tim dipanggil oleh atasannya (Kanit) karena mendapat aduan dari masyarakat seputar penemuan sesosok mayat perempuan yang keadaannya sudah tidak utuh. Om kus dan tim buser lain dgn sigap langsung mendatangi TKP di daerah sekitar Jakarta Timur. Setelah melakukan evakuasi jenazah dan melakukan beberapa penyelidikan di tempat kejadian perkara, sepertinya si korban wanita misterius ini sudah dalam posisi meninggal ditempat lain dan jenazahnya 

sengaja dibuang ke parit yang tertutup oleh tumbuhan ilalang. Hal tersebut diketahui karena disekitar jenazah korban tidak ada bekas ceceran darah. Begitu pertama kali menemukan jenazah, om kus dan rekan lainnya sdh mempunyai asumsi yang sama jika sepertinya kasus ini akan sulit untuk dilacak karena keadaan jenazah yang sudah membusuk serta tidak adanya jejak identitas si korban yang tertinggal. Korban lalu segera dibawa ke rumah sakit Polri untuk segera diautopsi dan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh tim forensik. Tak lama berselang, hasil penyidik tim forensik pun keluar. Diketahui mayat wanita tersebut meninggal sekitar 1 minggu lalu, dan hal fatal yg membuat korban tersebut meninggal adalah luka tikaman di daerah bagian perut sampai ususnya terburai serta sayatan di leher berkali-kali sehingga membuat kepalanya hampir terputus!

Belum sampai disitu saja kengeriannya rupanya ada beberapa tubuh korban yang ikut termutilasi yaitu di bagian betis kiri, lengan kanan dan juga pergelangan tangan kiri. Beruntunglah korban tersebut pun memiliki ciri khusus yang mungkin bisa menjadi petunjuk bagi pihak kepolisian untuk bisa membuat sketsa wajahnya agar gambar itu nantinya bisa disebarkan disekitar TKP. apabila ada keluarga ataupun kerabat hilang yang memiliki ciri-ciri tersebut bisa segera mendatangi pihak kepolisian. Ciri-ciri tersebut antara lain ada tahi lalat kecil dibagian bibir atas dan juga diatas alis, rambut panjang pirang berwarna merah, tubuh sintal dan dibagian dada terdapat tatto yang bertuliskan nama Felicia Amanda (sebenarnya bukan itu namanya, nama asli disamarkan) serta tatto bunga mawar yang ada di bahu kirinya. 

Rupanya hal tersebut tak lantas membuat pencarian polisi untuk menemukan identitas korban dan menemukan keluarga korban ini berhasil. Om Kus beserta tim buser lain pun mencoba untuk menyelidiki orang-orang disekitar TKP dan mereka mengaku tidak mengenali sosok korban. 

Singkat cerita setelah hampir 1 bulan lamanya pencarian masih tidak membuahkan hasil, serta tim buser terus mendapatkan desakan dari atasannya untuk segera menemukan titik terang dari penemuan jenazah tersebut akhirnya Pak Hendar salah satu rekan tim dari Om Kus menyarakan sesuatu. “Kus, kita panggil orang pintar sajalah! Kalau gini terus ya gak akan bisa ketemu pelakunya! Kita juga susah nih dipromosikan untuk naik jabatan kalau kasus ini masih mangkrak!”  

Mendengar hal tersebut om Kus agak sedikit tidak menanggapi “halah ndar, kita sering pake dukun-dukun begituan tapi tetap aja hasilnya 0! Ujungnya tetap aja kita usaha sendiri! Lagian kan jaman sudah canggih!” Sahut om Kus yang kemudian ditanggapi oleh beberapa rekan polisi lain yang rupanya pun setuju dengan om kus. “Saya sudah cek berkali-kali di alat pendeteksi jaringan di sekitar sana tapi masih juga belum mengerucut siapa terduga pelaku pembunuhnya!” Ucap Dzikir (Nb: jadi sebenarnya pihak kepolisian itu menyelidiki jika ada korban pembunuhan melalui jaringan ponsel yg terlacak disekitar TKP ya gaes. Contohnya disekitar TKP ada penguat signal provider, nah dengan alat khusus pihak kepolisian jadi bisa dilacak nomer-nomer siapa saja yg ada disekitar sana saat kejadian dan langsung bisa mendapatkan informasi.

Dari misalnya contoh dalam satu lokasi TKP dijam kejadian rupanya ada sekitar 100nomer ponsel, dari 100nomer ponsel itu diselidiki dan kemudian terus mengerucut sampai pada akhirnya bisa ditemukan siapa terduga pelaku, ya begitulah -/+ cara kerjanya dan maaf kalau sy ada salah dalam penjelasan) Dzikir dan yang lain pun tidak menanggapi celotehan Pak Hendar yang dianggap mengada-ada. Berbeda dengan tanggapan rekan-rekannya rupanya pak Samsul ikut menganggapi saran dari Pak Hendar. “Lagian apasalah nya sih dicoba?! Gak munafik kan kita juga perlu bantuan hal diluar nalar manusia itu!

Namanya gaib ga mengenal waktu mau jaman dulu kek, atau jaman sekarang yang namanya gaib itu selalu ada dan selalu berdampingan dengan dunia manusia!” Ucapnya lugas. Karena sewaktu itu Pak Samsul ini anggota yang bisa dibilang cukup senior dan agak disegani karena ketegasannya, akhirnya polisi-polisi yg lebih muda seperti om Kus, Dzikir, dan beberapa lainnya hanya manut saja mendengar ucapan beliau. “Ya udah serahkan sama saya aja, biar saya coba ke orang pintar itu dengan Kus!” Ucap pak Hendar.

Om kus saat itu merasa keberatan sebenarnya dengan ajakan satu pihak yang dialamatkan kepadanya apalagi ajakan itu dibicarakan didepan Pak Samsul. Om kus tidak enak jika harus menolak walaupun sebenarnya jujur saja ia agak malas mendatangi dukun atau orang pintar bersama dengan Pak Hendar. “Iya, iya! 

Terserah kamu sajalah ndar!” Jawab om kus. Disaat malam jumat kliwon, om kus yang sudah janjian dengan pak Hendar langsung menemui rumah si dukun. Begitu tiba di rumahnya tanpa berlama-lama dukun tersebut mengisyaratkan untuk diantar langsung ke TKP. “Oh kalian sudah datang, ya sudah yuk antar saya ke TKP pertama jenazah itu ditemukan.” Ucap si dukun yg rupanya sebelum berangkat kesana Pak Hendar sudah berbicara pokok permasalahannya panjang kali lebar ditelphone. Begitu sampai di lokasi, terlihat si dukun membawa sepotong jeruk nipis dan sejumput garam yg ada didalam sebuah plastik kecil. Om kus dari kejauhan hanya memperhatikan dukun tersebut tanpa enggan banyak bertanya 2 benda tersebut untuk apa.

Menurut om kus si dukun terlihat agak sedikit berkomat-kamit dan kemudian memeraskan jeruk nipis tersebut ke tanah dan sejumput garam yg ia bawa disebarkan disekelilingnya. Entah dari mana asalnya, tak berselang lama om kus langsung terkejut karena ia mendengar suara lirih tangisan perempuan yang sepertinya semakin mendekat kearah mereka. Seketika bulukuduk om kus merinding! Karena memang saat ritual itu kejadiannya tepat di waktu tengah malam pada malam jumat Kliwon. Om kus yang tadinya berdiri agak menjauh dari Pak Hendar dan si dukun, karena merasa merinding om kus langsung mendekati mereka. “Pak, ini ritual pemanggilan arwahnya sudah belum?? Saya sih barusan sudah mendengar suara tangisan lirih!” Ucap om kus agak sedikit bergetar. “Ini sudah selesai, tunggu aja malam ini arwahnya akan datang memberikan petunjuk di antara kamu atau hendar!” Jawab si dukun yg lalu minta diantar pulang kembali. Ditengkuk om Kus masih ada hawa-hawa dingin selepas mengantarkan dukun itu pulang dan juga mengantarkan pak Hendar. 

Rasanya mulai tidak nyaman dan sesekali telinganya berdengung keras juga seperti ada suara tiupan angin. Ditengah perjalanan 

selepas mengantarkan mereka kerumah masing-masing tiba-tiba om kus merasa agak lapar. Ia sempatkan mampir ke tempat nasi goreng untuk dibungkus. Kala itu om kus masih teringat karena di dekat gerobak nasi goreng masih penuh dikelilingi pembeli dan jg di dalam tenda penuh dengan orang yang masih makan, om kus memilih untuk menunggu di dalam mobil saja. Dalam menanti makanannya itu disajikan om kus hanya memutar lagu kesukaannya di dalam mobil sambil pikirannya sesekali melamunkan kejadian yang baru saja terjadi. Tetiba dari jok belakang terdengar lagi suara tangisan dan dari arah telinga sebelah kiri jelas sekali terdengar suara perempuan yang berkata “tolong ..sakit ….tolong…sakit ..” Om Kus seketika terhenyak dan matanya spontan melihat kearah kaca spion yang rupanya disana ia melihat sesosok wanita berambut pirang dengan ciri-ciri persis sama dengan jenazah yang diketemukan.

Om kus yg ketakutan mencoba berbicara dalam hati “kalau kamu mau saya tolong, saya minta kamu jangan mewujudkan ke saya sosok yang menyeramkan! Jangan ganggu saya, saya akan mencoba menolong kamu mencari keluarga mu.” 

Ucap om kus dalam hati. Sosok itu hanya sepersekian detik menghilang dari belakang jok mobil om kus. Tak lama, kaca jendela mobil om kus kemudian diketuk-ketuk oleh pedagang nasi goreng, sambil menyerahkan sebungkus nasi goreng yg sudah dibayar dan lalu berkata “terimakasih ya mas, terimakasih ya mbak.” Ucapnya sambil matanya melihat ke arah jok belakang. Om kus langsung terdiam dan kembali menoleh kebelakang lagi dan rupanya memang tidak ada siapa-siapa disana. Dengan segera om kus pun mengemudikan mobilnya itu sampai akhirnya tiba dirumah. 

Saat malam hari om kus yang dihari itu sudah merasa sangat kelelahan langsung terlelap tidur. Entah berapa lama om kus tertidur ia dimimpikan bertemu dengan sosok wanita cantik bertubuh sintal berambut pirang. Wanita itu terus menangis dan merintih meminta tolong. 

Terkahir kali si wanita tersebut menyebutkan satu nama yaitu Harso dan juga jarinya menunjuk kearah barat. “Ada disana! Pembunuh ku masih ada disana!!” Ketika terbangun Om kus kemudian menelpon kembali Pak Hendar pagi harinya dan mengungkapkan jika ia baru saja diberikan isyarat mimpi jika namanya Harso dan menunjuk ke arah barat. “Kalau cuma sebatas itu petunjuknya, ini sih sama aja susah dicari!” Jawab Pak Hendar. Om kus kemudian menjelaskan jika semalam sehabis mengantarkan Pak Hendar dan si dukun Om Kus merasakan ada sesuatu hal aneh serta 

dirinya sempat mengalami terror. “AH SUDAHLAH PAK HENDAR! PELAKU NYA JUGA MASIH BELUM KETEMU, YG ADA SAYA BISA MATI JANTUNGAN GARA-GARA LIHAT SETAN!” Ucap Om Kus agak keras karena dirinya merasa kesal. “ya udah,, ya udah,, jangan marah! Gimana kalau sekali lagi kita kembali ke dukun itu lagi untuk memastikan arti mimpi itu!”  Om kus yang sudah kepalang basah pun hanya bisa pasrah mengikuti ucapan pak Hendar untuk kembali menemui si dukun. “Oohh begitu rupanya.. Jangan takut ataupun heran. Selama 7 hari 7 malam arwah wanita itu akan terus menghantui kalian.

Sebenarnya sih, niatnya hanya ingin memberi tahukan siapa tersangka dibalik pembunuhan keji itu. Setelah 7 hari 7 malam arwahnya akan berhenti menampakkan diri. Ingat, batas waktunya hanya berlaku 7 hari 7 malam untuk mengungkap pelaku pembunuhnya. Jika tidak terungkap berarti sama saja kalian berdua hanya mendapatkan apesnya saja diikuti setan tanpa ada hasil!” Jawab si dukun setelah mendengar pengakuan dari om kus. Seketika om Kus bergidik ngeri, ia membayangkan bagaimana rasanya terus dihantui korban pembunuhan selama 7 hari 7 malam.

Sekembalinya ke rumah, om kus mendengar suara tangisan dan rintihan pilu perempuan yang berasal dari arah kamar mandi. Om kus sempat merasa jika mungkin itu adalah suara tante ely (istrinya om kus) tapi begitu dilihat rupanya tante Ely sedang tertidur di kamar. Disaat yang bersamaan pula tercium aroma jeruk nipis yang menusuk ke hidung! Om kus yang ketakutan pun akhirnya lebih memilih untuk langsung masuk ke kamar dan mengunci pintu. Om Kus kembali lagi dimimpikan didatangi seorang wanita misterius yang kini, nampak jelas sekali wanita itu berada di dalam sebuah kamar bersama dengan seorang lelaki.

Antara si wanita misterius dan lelaki rupanya sedang terlibat percekcokan besar, sehingga lelaki yang ada di dalam mimpi langsung mengambil sebilah pisau dapur dan langsung menyayat leher lalu dengan beringas menikam perut wanita malang itu. Belum sempat selesai mimpinya tiba-tiba om kus dan Tante Ely terbangun karena mendengar suara pintu kamar mandi yang dibanting amat keras “BRAAAAKKKK!!!” Om kus lalu melihat kearah kamar mandi, dan segera mengecek barang kali ada hal yang membahayakan seperti maling yg masuk ke rumah. Setelah dicek rupanya tdk ada tanda-tanda mencurigakan. Keesokan pagi om kus di kantor terlihat agak lesu. Beberapa kali ia ditanya tentang progres pencarian pelaku melalui ilmu kebatinan. “Halah kir! Bukannya ketemu tersangka, saya malah ketemu setan beberapa malam ini!” Jawab om Kus tidak bersemangat.

“Yah kan udah saya bilang kus, kalau hal seperti itu hanya sia-sia saja. Namanya sudah meninggal arwahnya ya sudah pasti berpulang ke yang maha kuasa. Kalaupun bisa dipanggil, pasti cuma jinn yang menyerupai saja” ucap Dzikir. Disela-sela perbincangan mereka berdua tiba-tiba dari belakang Pak Hendar ikut menimpali “Heh tau ngak kalian! Sepertinya saya sudah bisa mendapatkan ciri-ciri tersangka! Ini akan lebih mudah untuk pencarian kita!” Ucap pak Hendar. Pak Hendar pun langsung ikut nimbrung pembicaraan antara om Kus dan Dzikir. Ia mengaku jika semalam ia baru saja diberi firasat mimpi jika ia melihat dengan jelas ciri-ciri dari pelaku. 

Walaupun sempat ragu dan sempat ada perdebatan diantara mereka untuk membuat sketsa lelaki yang mirip dengan ciri-ciri yg ada di mimpi pak Hendar akhirnya tim itu pun berupaya membuat sketsanya dan disebarkan lagi sebagai daftar pencarian orang. Hal tsb rupanya masih belum menemukan titik terang sampai pada akhirnya dihari ke 5 Om Kus benar-benar kembali mendapatkan isyarat mimpi. Tergambar jelas dalam mimpinya itu menunjukkan sebuah jalan dan tempat dimana tersangka ini tinggal. Setelah Om kus terbangun dan mengetahui letak lokasi yang dimaksud Om Kus segera mengumpulkan sejumlah tim Buser yg ikut menangani kasus korban pembunuhan keji itu untk lgsg bergerak. Dgn cepat nama yg dicurigai yaitu Harso dan berdasarkan ciri wajah yg ada di sketsa ternyata, si Harso ini benar-benar tinggal di wilayah itu!

Sekali lagi dari pihak kepolisian yg tidak ingin gegabah salah tangkap, mereka menerjunkan seorang intel yang menyamar menjadi tukang bakso untuk benar-benar memastikan jika Harso adalah tersangka pembunuh mayat wanita misterius. Setelah mendengar dan mendapatkan sejumlah informasi dari lingkungan sekitar jika pernah ada seorang perempuan yang tinggal bersama Harso yaitu Felicia Amanda polisi langsung membekuk si tersangka yaitu Harso! Harso tidak berkutik saat diciduk di sebuah kamar indekost di daerah Jakarta barat. Setelah digelandang ke kantor kepolisian dan memberikan keterangan dengan tenang Harso mengakui segala perbuatan kejinya. Felicia Amanda memang hanyalah sebuah nama “panggung” dari wanita asal Jawa Tengah itu.

Nama aslinya adalah Isti Hidayati. Isti Hidayati adalah seorang janda yang memiliki satu orang anak berusia 5 tahun dikampung. Pekerjaan Isti sendiri adalah wanita penghibur dan dari pekerjaannya itulah ia bertemu dengan Harso lelaki pujaan hatinya. Saat menjalani hubungan dengan Harso, Isti masih saja melakukan pekerjaan nya sebagai wanita penghibur dan Harso tidak pernah mempermasalahkan pekerjaan wanitanya itu. Hubungan mereka terus berlanjut sampai dengan Harso dan Isti memutuskan tinggal bareng dalam satu kamar indekost. Dari sejak saat itu barulah sering terdengar percekcokan diantara mereka.

Isti mulai begah dengan kelakuan Harso yang hanya ingin numpang hidup dan bersenang-senang saja dengan Isti tanpa mau bersusah payah mencari uang. Seringkali tetangga mereka mengaku antara Harso danIsti disana terlibat percekcokan hebat yang pada akhirnya tidak pernah terdengar lagi suara Felicia Amanda alias Isti. Kepada para tetangga dan kepada pemilik kost Harso mengakui jika Felicia Amanda / Isti sedang pulang kampung menjenguk anaknya, dan tidak tau kapan akan pulang. Mereka tidak menyangka jika Felicia Amanda alias Isti telah meninggal dengan keji dikamar indekost nya. 

Kepada pihak kepolisian Harso pun menambahkan jika dirinya sakit hati akibat sering dihina oleh Isti. Harso yang sudah kalap langsung mengambil pisau dapur dan menyayat leher serta menikam perut Isti sampai tidak bernyawa. Karena ketakutan Harso mencoba untuk memutilasi bagian-bagian tubuh korban yang rencananya akan ia buang ditempat-tempat berbeda. Tapi baru saja melakukan sebagian aksinya dalam memutilasi korban, Harso sudah terlebih dahulu menyerah karena kesulitan menyayat di bagian tulang menggunakan pisau dapur. Harso dengan cepat bergerak membuang jenazah korban dengan menggunakan motor saat malam hari yg dibungkus sebuah koper agar tidak ketahuan serta sebagian potongan tubuh korban dibuang dibantaran sungai dan tempat sampah yang dibalut plastik. 

Harso dikenai pasal berlapis dan ancaman hukuman seumur hidup sedangkan jenazah isti yang sudah dikuburkan di tempat kuburan umum terpaksa harus dibongkar kembali dan dipulangkan ke kampungnya yg ada di Jawa Tengah. 

Untuk perihal om Kus dan Pak Hendar setelah berhasil memecahkan kasus pembunuhan Isti ia tidak lagi dihantui ataupun merasakan ada kejadian yang aneh disekitarnya. 

Thread By @cerita_arwah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *