RAWON.ID

Semua Tentang Mistis

RUMAH JAGAL

Cerita rumah jagal, memang sering sekali kudengar ketika almarhum kakek dan ayahku masih hidup.

Sebuah cerita yang mengisahkan tentang adanya rumah, yang digunakan sebagai tempat pembantaian belasan orang yang konon katanya, semua pembantaian tersebut dilakukan hanya dalam kurun waktu satu malam. Dan bukan hanya sekali, dulu aku sangat sering mendengarkan cerita ini ketika kakek sedang duduk bersamaku ataupun dalam keadaan tertentu. Karena menurut penuturan almarhum kakek, pembantaian waktu itu selain dilakukan dengan sangat brutal dan sadis, semua itu terjadi karena adanya pengaruh dari ilmu hitam yang didalangi oleh setan. 

Namun anehnya, semua itu sangat berbanding terbalik dengan apa yang sudah diceritakan oleh almarhum ayahku. Menurut almarhum ayah, cerita rumah jagal hanyalah sebuah cerita yang belum tentu kebenarannya. Hal itulah yang akhirnya membuat almarhum ayahku sama sekali tidak pernah menceritakannya meskipun sebenarnya akupun tau, jika dulu ayahku memang sedang menyembunyikan sesuatu dariku 

Semua itu bukanlah tanpa alasan, karena bukan hanya sekali, dulu aku sering sekali memergoki ayahku sedang bercerita tentang rumah jagal kepada rekan-rekannya ketika mereka sedang duduk duduk bersama. Dan kini, setelah aku tumbuh dewasa dan memiliki keluarga, akhirnya akupun tau alasan kenapa ayah menyembunyikan cerita rumah jagal ini dariku. 

Benar sekali, semua itu karena rumah yang ada didalam cerita rumah jagal tersebut, ternyata adalah rumah yang kutempati saat ini. 

Bismillahirrohmanirrohim.

” Rumah jagal “

( Semua nama dan tempat dalam cerita ini disamarkan, mohon maaf bila ada kesamaan. Cerita ini juga bisa kalian dengarkan di Youtube lakon story dengan versi story telling ilustrasi ). 

Perkenalkan namaku Arya dan istriku Maya, kami berdua adalah sepasang suami istri yang tinggal dirumah yang bisa dikatakan jauh dari pemukiman warga. Tinggal disebuah rumah yang jauh dari pemukiman warga, bagiku tidak menjadi masalah, karena akupun tau, rumah yang kutempati saat itu adalah rumah peninggalan dari orang tuaku. Tapi sayangnya, keadaan yang awalnya baik baik saja, semuanya tiba tiba berubah menjadi tidak terduga sejak lahirnya anak pertamaku.

Masih sangat teringat jelas dikepalaku, malam itu adalah tepat 7 hari setelah istriku melahirkan putra pertamaku. 

Aku yang biasanya selalu begadang disetiap malam, waktu itu harus segera tidur karena kelelahan setelah seharian ikut membantu istriku merawat buah hatiku. Namun anehnya, ketika aku hendak mengunci pintu utama rumahku, tiba tiba aku melihat tempat dimana aku memendam ari ari anakku, ternyata sudah terlihat berantakan tidak karuan.

” Loh..kok berantakan ” ucapku kaget. 

Melihat hal itu, tentu saja akupun terkejut bukan main sambil seketika menggali tanah tersebut karena aku curiga, jika ari ari anakku sepertinya telah diambil oleh seseorang.

” Dekkkkkkk,,,,kesini sebentar ” teriakku sambil menggaruk garuk tanah yang ada didepanku. 

” Ada apa mas ” ucap istriku sambil berjalan kearahku perlahan.

” Ari ari anak kita sepertinya dicuri orang ” sahutku keras.

” Apa?” jawab istriku, 

Dan tanpa memperdulikan ucapan istriku, akupun terus menggali tanah tersebut hingga aku benar benar yakin jika malam itu aku kehilangan ari ari anakku.

” Ya allah, ari ari anak kita hilang dek ” ucapku lemas.

” Ini pasti diambil orang mas ” sahut istriku. 

Tapi sayangnya, belum selesai aku memikirkan semua itu, tiba tiba aku mendengar suara tangisan anakku yang saat itu memang sedang ditinggalkan dikamar sendirian oleh istriku. Tangisan tersebut terdengar keras dengan nada menjerit seperti sedang disakiti oleh seseorang. Mendengar hal itu, tentu saja akupun seketika berlari kearah kamarku dengan fikiran yang sudah sangat tidak karu karuan. Dan sesampainya aku dikamarku, tubuh yang sudah gemetaran waktu itu, seolah olah seperti sudah tidak bisa lagi bergerak karena aku tidak percaya dengan apa yang ada didepan mataku malam itu. 

Benar.

Malam itu aku melihat dengan mata kepalaku sendiri, bayi kecilku saat itu sedang diangkat kakinya dengan posisi terbalik oleh sesosok perempuan yang terlihat sangat menakutkan. 

Tubuhnya tinggi besar dengan kulitnya yang seperti bekas terbakar, hingga saat ini masih tidak bisa kulupakan. Matanya melepuh dengan tangannya yang saat itu memegang anakku, tentu saja membuat aku langsung berteriak kencang dengan tanganku yang seketika merebut anakku dari tangan sosok wanita tersebut. 

” Siapa kamu….” Teriakku sambil merebut anakku dan langsung membawanya lari keluar dari kamarku.

” Ada apa mas ” ucap istriku yang saat itu berjalan masih sampai ruang tengah rumahku. 

” Gapapa dek ” jawabku dengan menyerahkan anakku kepada istriku.

” Kamu kenapa ” sahut istriku menenangkanku.

” Dek kalau kita sementara tinggal dirumah om Budi gimana, sepertinya ada yang salah deh dengan rumah ini ” jawabku. 

” Tubuhku masih gak kuat jalan mas, rasanya sakit semua. Lagian saudara kita sudah gak ada yang mau peduli dengan kita loh mas, apa kamu gak malu. ” Ucap istriku. 

Dan setelah obrolanku malam itu, akhirnya aku dan istriku pun tidur di ruang tamu rumahku karena aku yang tidak berani lagi tidur dikamar tidurku. Dan singkat cerita, keesokan harinya semuanya semakin aneh saja.

Pagi itu, ketika aku bangun dan membuka mataku, aku melihat keadaan rumahku tiba tiba sudah berantakan tidak karuan. Bahkan, yang paling membuat aku terkejut adalah, pagi itu aku tiba tiba sudah berada dilantai depan kamar mandi bersama dengan istri dan anakku yang saat itu masih berada didalam pelukanku. Mengetahui hal itu, akupun seketika membangunkan istriku dengan perasaan yang sudah sangat ketakutan. 

” Dek dek dek,,,,,bangun ” ucapku dengan menggoyang nggoyangkan tubuh istriku.

Dan setelah istriku bangun dari tidurnya, dia pun ikut terkejut bukan main sambil menggendong anakku yang saat itu juga masih dalam keadaan tertidur pulas. 

” Ya allah kita dipindah pak, sepertinya apa yang kuimpikan semalam benar benar terjadi ” ucap istriku sambil melihat kesana dan kemari.

” Kamu mimpi apa ” tanyaku heran. 

” Nanti saja aku jelaskan, sekarang ayo pergi kerumah pak Gunawan, sepertinya aku ingin membicarakan sesuatu dengannya ” sahut istriku sambil terlihat mengemasi barang barang anakku. Dan tanpa banyak tanya lagi, pagi itu akupun segera pergi kerumah pak Gunawan yang memang terletak sekitar 5 km dari arah rumahku saat itu. Namun anehnya, sesampainya aku dirumah pak Gunawan dan setelah istriku menceritakan apa yang sudah kami alami semalam. Bukannya memberikan jawaban, Beliau malah terlihat acuh dan seolah tidak peduli dengan apa yang sudah kami ceritakan.

” Aku tidak tau apa yang kalian maksud dan kenapa kalian menceritakan ini semua kepadaku, aku tidak punya hubungan apapun dengan keluargamu ” ucap pak Gunawan. 

” Tadi malam, aku bermimpi melihat bapak ada dirumahku ” sahut istriku,

” Maksudnya ” sahut pak Gunawan,

” Tolong pak, bantu kami, jangan pura pura gak tau, aku sudah tau semuanya ” ucap istriku lesu. 

Mendengar hal itu, pak Gunawan seketika berdiri dan menyuruhku untuk segera pergi dari rumahnya dengan dalih beliau hendak pergi bekerja.

” Maaf.. kalian salah orang, sekarang kalian pergi saja, aku mau berangkat kerja ” jawab pak Gunawan singkat. 

Karena aku merasa kedatanganku tersebut sudah tidak dihargai lagi, akhirnya akupun seketika berpamitan pergi dengan mengajak istriku yang saat itu masih terlihat duduk dan menunduk lesu.

” Ayo dek pulang saja, ” ucapku sambil berjalan keluar dari rumah pak Gunawan. 

Namun anehnya, ketika aku masih berjalan pelan kearah motorku, tiba tiba pandanganku teralihkan dengan halaman rumah pak Gunawan yang ternyata penuh dengan taburan bunga melati dan garam garam kasar. Namun karena aku merasa semua itu bukanlah urusanku, akupun mencoba tidak peduli dan segera menaiki motorku agar aku bisa segera pergi dari rumahnya. Namun anehnya, ketika aku masih menunggu istriku menyusulku, tiba tiba pak Gunawan berteriak dari dalam rumahnya seolah sedang memperingatkan sesuatu dengan bahasa jawa halusnya. 

” Nyalakan dupa disetiap sudut rumahmu, jangan lupa bawang buat bayimu, dan jangan lupa setiap hari bikin sesajen letakkan tepat ditengah pintu belakang rumahmu ” Teriak pak Gunawan sambil menatap kearahku dan kearah istriku. 

Karena aku masih kesal dg perlakuan pak Gunawan terhadapku, waktu itu aku hanya diam sambil terus mengarahkan motorku kearah jalan utama dan segera pergi dari rumahnya tanpa memperdulikan semua perkataanya.

” Kamu sbenarnya mimpi apa se dek, ” tanyaku dg mulai menjalankan motorku 

” Mas, apa kamu ingat cerita tentang Rumah Jagal yang sering kamu ceritakan kepadaku ? ” ucap istriku tiba tiba.

” iya, kenapa ” jawabku,

” Sepertinya cerita itu memang benar benar ada ” sahut istriku, 

” Iya, memang kenapa ” jawabku.

” Bukan itu masalahnya mas ” sahut istriku pelan,

” Maksudnya gimana se..” ucapku.

” Rumah yang ada didalam ceritamu, itu sebenarnya rumah kita ” jawab istriku jelas 

” Hah, maksudnya apa ” sahutku sambil seketika memberhentikan laju motorku.

” Rumah jagal yang sering kamu ceritakan kepadaku, itu sebenarnya rumah yang kita tempati saat ini. 

Sebenarnya aku sudah tau kenyataan itu dari dulu. Dulu, sebelum ayahmu meninggal, ayahmu sempat menceritakan hal ini kepadaku. Namun karena aku dilarang untuk menceritakan kebenarannya kepadamu, akhirnya aku hanya diam dan berpura pura tidak tau setiap kali kamu menceritakan tentang cerita rumah jagal itu kepadaku ” ucap istriku jelas. Mendengar hal itu, tubuhku seketika lemas dengan perasaan yang sudah tidak bisa lagi kujelaskan. Bingung, takut dan kesal, saat itu benar benar bercampur menjadi satu. 

” Kemarin malam, aku bermimpi bertemu dengan ayahmu, beliau terlihat lesu sambil berpesan agar aku segera menemui pak Gunawan. Kata ayahmu, setelah kelahiran anak kita, bakal ada bencana ( molo ) yang akan menimpa keluarga kita. 

MAKAN DISUAPIN, MANDI DIMANDIIN, TIDUR DITEMANIN DAN MATI DIANTERIN. Semua Itu adalah kata kata ayahmu yang kulihat didalam mimpiku. ” ucap istriku jelas.

” Makan disuapin, mandi dimandiin, tidur ditemenin dan mati dianterin, itu maksudnya apa ” sahutku. 

” Nah itu, aku tadi mau nanyain hal itu ke pak Gunawan, eh…. Pak Gunawan malah gak mau. Soalnya kata kata itu semalam kulihat diulang ulang terus sama ayahmu ” jawab istriku. 

Mendengar hal itu, akupun seketika diam sambil kembali menjalankan motorku dengan pikiran yang mulai berantakan tidak karuan. Dan sesampainya aku dirumah, akupun segera mengeluarkan semua perabotan bayiku agar dia tidak lagi tidur didalam kamar tidurku. 

” Mulai sekarang, kita tidak tidur dikamar lagi, kita tidur disini, diruang tamu ini sampai keadaan sudah benar benar aman ” ucapku,

” Iya mas, terus bagaimana tentang sajen kata pak Gunawan tadi, Apa kubuatkan sekarang saja ? ” Sahut istriku. 

” Iya gpp, buatkan sekarang, dan jangan lupa bawang buat bayi kita ya dek ” jawabku pelan.

Singkat cerita, setelah kejadian waktu itu, akhirnya setiap malam aku selalu tidur di ruang tamu rumahku bersama dengan keluargaku. Dan tidak berhenti disitu saja, waktu itu aku juga rutin menaruh sesajen sesuai arahan dari pak Gunawan saat itu

Selama tidur diruang tamu, aku mulai merasakan dan percaya jika cerita rumah jagal memang benar benar cerita yang terjadi didalam rumahku. Hal itu bukanlah tanpa alasan, karena setiap malam, aku selalu mendengar suara orang wara wiri, suara keramaian, suara besi diseret, bau bangkai hingga suara orang laki laki sedang menangis, semuanya terdengar dengan sangat jelas berasal dari dalam rumah yang kutempati saat itu. Keadaan seperti itu, berlangsung hingga beberapa minggu lamanya.

Kenapa aku tidak pergi saja dari rumah tersebut ? Ya selain karena aku sudah tidak punya rumah lagi, banyak masalah dari keluargaku dan keluarga istriku yang mungkin tidak bisa kuceritakan disini. Hal itulah yang akhirnya memaksaku untuk tetap menetap dirumah ini, meskipun akupun tau jika sebenarnya banyak bahaya yang bisa mengancam keluargaku. 

Dan singkat cerita, akupun mulai berfikir jika semuanya harus segera diakhiri.

” Mas,, apa kamu gak capek hidup kayak gini, bagaimana kalau kita jual saja rumah ini, terus kita beli lagi rumah baru ditengah kota ” ucap istriku sambil menyusui bayi mungilku. 

” Kalau kita benerin dulu gimana……..? ” Sahutku dengan diringi lampu rumah yang waktu itu tiba tiba mati.

” Waduh mati lagi…” Imbuhku sambil menatap ke arah lampu rumahku yang saat itu memang sudah beberapa kali tiba tiba mati sendiri. 

” Lampu dirumah ini kok aneh ya mas, gak ada satupun yang kuat bertahan lama, semuanya hanya bertahan 1-2 hari saja. Jangan jangan ada yang konslet mas ” sahut istriku. 

” Oalah dek, aku rasanya sudah lelah dengan semua ini, aku sudah cek semua aliran listrik dirumah ini, dan semuanya baik baik saja, gak ada yang salah sama sekali. Sepertinya rumah ini memang benar benar sudah tidak bisa ditempati. Kita pindah saja wes ya, aku sudah gak ngurus lagi apa kata orang. Tapi untuk sekarang, sementara kita tidur gelap gelapan gak papa kan, stock bohlam lampuku sudah habis e ” ucapku sambil memeluk istri dan anakku.

” Iya mas ” jawab istriku, 

Namun sayangnya, belum lama aku dan istriku memejamkan mata, malam itu tiba tiba aku mendengar suara lompatan yang terdengar semakin lama semakin dekat saja. Suara lompatan tersebut terdengar dari arah dapur yang sepertinya menuju kearahku dan kearah istriku. 

” Blek…blek…blekk…”

Mendengar hal itu, akupun seketika membuka mataku dan memegang tangan istriku sembari memberi tanda jika waktu itu aku sedang mendengar sesuatu. Dan setelah beberapa saat aku membuka mataku, tiba tiba pandanganku teralihkan dengan adanya sosok pocong bertubuh tinggi yang berdiri tepat dibelakang tempat istriku tidur saat itu. Sosok tersebut lebih tinggi dari ukuran manusia biasa dengan kain kafannya yang sepertinya juga terlihat acak acakan tidak seperti seharusnya. 

Dan tidak hanya itu, pandanganku saat itu juga teralihkan kearah sudut lainnya yang disitu juga terlihat ternyata ada pocong lain yang tidak memiliki kaki. Bahkan, disudut sudut lain, aku juga sekelebatan melihat adanya sosok kakek kakek yang terlihat sedang duduk dimeja makanku ditambah dengan adanya sosok anak kecil yang sedang berlari larian kearah dapur dan kamar tidurku. 

Malam itu, didalam rumahku aku benar benar melihat banyak sekali setan yang seolah olah sedang mengelilingiku. Mengetahui hal itu, akupun seketika terkejut bukan main, mataku terbelalak, dengan mulutku yang rasanya sudah tidak lagi bisa berteriak. 

Dan tidak berhenti disitu saja, waktu itu tubuhku benar benar terasa kaku dengan diringi jantung yang sudah berdetak kencang tidak beraturan. Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya aku ditarik oleh istriku dan dengan sigap dia menundukan kepalaku, agar aku tidak lagi melihat semua kengerian itu. Karena aku menganggap jika malam itu sudah berbahaya bagi keluargaku. Akupun waktu itu seketika menyeret tangan istriku untuk segera pergi dan meninggalkan rumahku saat itu. 

Setelah bayiku sudah terlihat digendong oleh istriku, akhirnya aku dan istrikupun berjalan cepat kearah pintu utamaku dengan terus menundukan kepalaku. Namun sayangnya, masih beberapa langkah aku berjalan, tiba tiba istriku berteriak histeris dengan bayiku yang dilemparkan beberapa kali kearah plafon dan dinding yang ada dirumahku. Dan tidak berhenti disitu saja, setelah puas melempar bayiku, tiba tiba dia berlari kencang keluar rumah sambil berteriak teriak seperti orang yang kegirangan entah kenapa. Karena aku tidak berhasil mencegahnya, akupun akhirnya mengutamakan keadaan bayiku dahulu sebelum aku mengejar istriku yang saat itu sudah berada jauh diluar rumahku. Setelah aku berhasil menggendong bayiku yang saat itu menangis tersedu sedu karena habis dilempar, akupun akhirnya segera berlari keluar hendak menyusul istriku yang saat itu kesurupan tidak karuan. 

Tapi sayangnya, masih beberapa langkah aku keluar dari rumahku, malam itu tiba tiba kepalaku terasa pusing dengan diiringi perutku yang juga tiba tiba terasa mual tidak karuan. 

Dan tidak berhenti disitu saja, saat itu tiba tiba pandanganku menjadi buram dengan diiringi suara aneh yang juga tiba tiba terdengar kencang di telinga kiri dan kananku. Dan setelah itu, aku sudah tidak mengingat lagi apa yang telah terjadi, semuanya menjadi gelap dengan suara riuh ramai yang terus terusan terdengar ditelingaku yang entah sumber suara tersebut darimana asalnya. ( Sebenarnya sesaat sebelum aku kehilangan kesadaran, malam itu aku masih sempat ingat jika waktu itu aku sedang dalam posisi menggendong bayiku. Tapi yang membuat aku bertanya tanya adalah, malam itu didepan rumahku, aku sepertinya melihat taburan bunga melati dan garam kasar yang sama seperti yang ada didepan rumah pak Gunawan. Namun karena aku sudah tidak kuat lagi menahan rasa sakit yg tiba2 ada, akhirnya malam itu akupun lupa segalanya.Istriku hilang entah kemana, keadaan bayiku juga bagaimana,dan aku ini knpa, malam itu aku tidak tau krn aku sudah tidak kuat lagi berbuat apa apa ). Ucap narasumber. 

Dan singkat cerita, aku sadar setelah 2 hari lamanya. Aku terbangun, tiba tiba sudah berada dirumah pak Warno yang kutau beliau adalah tetanggaku yang letak rumahnya sekitar 400 meter dari rumahku. Ketika aku bangun saat itu, tubuhku rasanya sangat sakit semua seperti habis ditusuk tusuk dengan banyak luka dibagian tangan dan kaki. Dan tidak hanya itu, waktu itu kepalaku juga sudah dibalut dengan kain karena sepertinya aku telah mengalami banyak sekali benturan. 

” Pak..istri dan anakku dimana ” ucapku saat itu karena aku tidak melihat adanya istri dan anakku dirumah pak Warno saat itu.

” Tenang mas, tenang…mbak Maya dibawa ke puskesmas sama pak RT, di paha dan punggungnya sobek seperti habis ketusuk benda tajam. Mungkin mbak Maya ketusuk ranting Kayu yang lancip. soalnya mas Arya dan Mbak Maya ini kemarin kesurupan beberapa jam tidak ada yang menolong. 

Kemarin, Mas Antok yang menemukan mbak Maya di area Sawah pak Wahyudi mas, mbak Maya waktu itu sedang berguling guling di ladang padi sambil makan ayam hidup milik pak Wahyudi. Kalau mas Arya sendiri, saya temukan di belakang rumahku ini mas ” terang pak Warno. 

” Anak saya dimana pak ” sahutku lemas.

” Anak mas Arya juga dibawa ke puskesmas, banyak luka lebam diseluruh tubuhnya mas ” imbuh pak Warno. 

Dan singkat cerita, setelah aku sadar disiang itu, akhirnya akupun menyusul istri dan anakku yang berada dipuskesmas yang berada jauh dari kampungku. Sesampainya dipuskesmas, waktu itu aku seketika memeluk istriku dan melihat anakku yang saat itu masih terus terusan menangis 

Dan akhir cerita, setelah keadaanku dan keadaan semua keluargaku sudah sedikit membaik, akupun dijemput oleh pak Gunawan dan diajak untuk tinggal sementara dirumahnya karena menurut pak Gunawan, rumah yang kutempai saat itu sudah benar benar tidak aman. 

Selama tinggal bersama pak Gunawan, aku terus mengorek informasi tentang apa yang sebenarnya pernah terjadi dirumah peninggalan ayahku itu,

Dan ternyata,

semuanya memang benar adanya. 

” Semua cerita tentang rumah itu memang benar, dulu dirumahmu dikenal sebagai rumah jagal karena digunakan sebagai tempat menyembelih orang. Aku juga diberitahu oleh ayahmu meskipun sebenarnya aku tidak tau pasti, apakah cerita itu benar benar ada. 

Tapi setelah melihat semua kenyataan ini aku percaya jika semua itu benar benar ada. Dulu ketika kamu baru lahir, ayahmu dan ibumu juga kesurupan hebat. Tapi karena kakekmu orang sakti, jadi bisa dengan mudah diatasi ” jelas pak Gunawan. 

” Terus sekarang aku harus bagaimana pak ” ucapku pasrah.” Mending biarkan rumah itu kosong untuk sementara, rasanya terlalu berbahaya jika harus memaksa tinggal dirumah tersebut, karena kita juga tidak tau pasti seberapa banyak penghuninya ” imbuh pak gunawan. 

Dan setelah obrolanku waktu itu, akhirnya akupun beberapa hari menumpang dirumah pak Gunawan. Singkat cerita, akupun akhirnya dipinjami uang oleh pak Gunawan untuk biaya mengontrak rumah agar aku tidak lagi tinggal bersamanya dirumahnya. Akhirnya, Pagi itu, aku dan istrikupun berpamitan kepada pak Gunawan dan berterimakasih karena sudah banyak membantuku saat itu. 

” Pak, Rumah ku ini sudah saya tawarkan kemana mana, nanti kalau sudah laku, uang bapak langsung kuganti, terimakasih banyak ya pak ” ucapku sambil mulai melangkahkan kakiku pergi 

Namun anehnya hanya beberapa saat aku melangkah, tiba tiba istriku yang sebelumnya berjalan tepat di belakangku, pagi itu berhenti dan menoleh ke arah pak Gunawan sambil mengutarakan sebuah pertanyaan. 

” Oh iya pak Bapak tau maksudnya, Makan disuapin, mandi dimandiin, tidur ditemenin dan mati dianterin ? ” Ucap istriku lugu dengan tangan nya yang masih menggendong bayiku. 

Mendengar hal itu, pak gunawan yang sebelumnya tersenyum dengan kepergianku, saat itu seolah terkejut dan tidak percaya dengan apa yang istriku katakan saat itu. Semua itu terlihat dari matanya yang terlihat melotot dan wajahnya yang juga seketika terlihat merah entah kenapa 

” Sudah kamu jangan kembali kesini lagi, aku tidak mau bertemu kalian lagi, kalian bukan keluargaku, aku gak mau ikut campur lagi ” teriak pak Gunawan sambil bergegas menutup pintu utama rumahnya. 

Melihat hal itu, tentu saja aku kembali terkejut dengan sikap pak Gunawan yang tiba tiba berubah menjadi acuh dan kembali tidak peduli denganku dan dengan keluargaku. 

” Orang itu memang aneh kayaknya Dek, selama kita numpang dirumahnya kan dia baik. Sekarang tiba tiba jadi galak kayak Gitu ” ucapku dengan mulai melangkahkan kakiku pergi dari rumah pak Gunawan saat itu.

Akhir cerita,

Kini aku tinggal bersama istriku dirumah kontrakanku yang baru yang letaknya lumayan jauh dari kampungku. Dan seiring berjalannya waktu, kini anakku sudah tumbuh dewasa dengan kedua kakinya yang tidak bisa digunakan sebagaimana mestinya.

.selesai. 

( Dalam cerita rumah jagal kali ini, kami memang banyak sekali mengalami kesulitan dalam menyelesaikan isi cerita. Mulai informasi dari narasumber yang terpotong, kenyataan yang sepertinya sengaja disembunyikan dan hal hal lainnya yang tidak ingin dipublikasikan. 

Oleh karena itu, cerita ini memang berhenti disini karena kami hanya mendapatkan informasi hanya sebatas ini. Kami, tentu saja tidak berani menambah nambahi dan mengutak atik isi cerita. 

Dan berikut adalah sedikit pernyataan yang mungkin bisa sedikit memberikan pencerahan. 

– Apakah rumah yang ada didalam cerita ini masih berdiri hingga saat ini ?…

( Sepertinya masih ada hingga saat ini, tapi kami tidak diberitahu dimana letaknya. Kami menduga rumah tersebut sekarang berada di area perumahan. Karena menurut informasi dari narasumber, semua kejadian tersebut terjadi di daerah jawa timur. Dan setelah kami telusuri sesuai ancer ancer alamat, kami tidak menemukan apapun, hanya ada sebuah komplek perumahan yang masih dalam tahap pembangunan. 

Hal itulah yang mungkin menjadi alasan kenapa letak rumah tidak mau disebarluaskan karena berpotensi menimbulkan keresahan dan bisa mengganggu pemasaran dari perumahan yang sedang dalam proses pembangunan tersebut. MUNGKIN. ). 

– Bayi belum lama lahir, dibanting dilempar kok gak meninggal ?.

( Untuk hal ini, kami juga tidak paham, karena semuanya kembali kepada kehendak tuhan yang maha esa. Tapi yang jelas, sekarang keadaan bayi tersebut sudah tumbuh dewasa dengan kedua kakinya yang lumpuh dan diapun kini menjadi seperti orang yang tidak terlalu sehat / waras ). 

– Makan disuapin, mandi dimandiin, tidur ditemenin dan mati dianterin. Maksudnya apa an ?. 

( Ini adalah pertanyaan yang sama yang seperti kami tanyakan berulang ulang kepada narasumber kami. Namun jawabannya pun tidak ada karena narasumber kami adalah tokoh mas Arya, bukan tokoh Pak Gunawan yang sepertinya lebih faham dengan seluk beluk sejarah rumah jagal itu sendiri. Namun karena menurut narasumber pak Gunawan sudah meninggal dunia, akhirnya misteri tentang kata kata itupun berhenti disini.

Dan untuk alasan kenapa ayah tokoh mas Arya tidak pernah menceritakan kebenaran tentang rumah itu, kami juga tidak tau jawabanya. Karena dalam hal ini, narasumber kami seolah tidak mau berbagi informasi lebih jauh lagi.

Terlepas dari itu semua,marilah tetap menghargai privasi narasumber. dan tidak lupa, kami juga mengucapkan banyak terimakasih krn beliau sudah berkenan membagikan pengalaman ini kepada kami. 

Semoga dengan adanya cerita ini, bisa membuat kita lebih berhati hati lagi dalam menjalani hidup.

Terimakasih teman teman, semoga cerita ini menemani hari hari kalian.

Sampai jumpa di cerita cerita kami selanjutnya. 

Thread By @Lakonstory

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *