RAWON.ID

Semua Tentang Mistis

Rumah Kematian

Kali ini aku akan menceritakan sebuah kisah yang dialami Om temanku, disebuah Rumah di Jawa Tengah.

Sebut saja Aji,

Aku akan menjadi Aji dalam cerita ini.

Nama dan tempat disamarkan demi menjaga nama baik keluarga tersebut,

Oke kita mulai ceritanya… 

Suatu hari di Desa S***** .

Saat sedang asyik ngopi disalah satu warung kopi bersama temanku bernama Iman,

Datanglah seorang lelaki tua menawari pekerjaan disalah satu rumah di desa tersebut, sebut saja Pak Udin. 

Pak Udin : ” Ji, Man, mau pekerjaan gak? “

Aku : ” Kerja apa Pak? “

Pak Udin : ” Kuli bangunan Ji. “

Iman : ” Dimana Pak? “

Pak Udin : ” Di Rumahnya Bu Dewi, Bu Dewi menyuruh saya untuk mencarikan orang yang mau membuatkan Kamar mandi dan Taman dibelakang rumahnya. ” 

Aku dan Iman diam mendengar pernyataan itu,

Pak Udin : ” Bagaimana? Mau atau Tidak?

Mau tidak mau aku harus bekerja demi menghidupi keluargaku karena ayahku sudah lama meninggal.

Aku : ” Mmm…Mau Pak. “

Pak Udin : ” Man, gimana mau? ” 

Iman seperti sedang bimbang dengan keputusannya, ia ingin menolak ajakan dari Pak Udin, namun ia juga harus menghidupi keluarganya karena Ayahnyapun sudah lama meninggal.

Iman : ” Mau Pak. “

Pak Udin : ” Iyaudah besok langsung kerumah Bu Dewi ya Ji, Man , saya pamit dulu. ” 

Setelah Pak Udin pergi menuju rumah Bu Dewi, karena Pak Udin adalah supir pribadi Bu Dewi.

Kami berdua pun saling tatap,

Iman : ” Lo yakin Ji? Kerja dirumah itu “

Aji : ” Ya mau gimana lagi Man , demi keberlangsungan hidup keluarga gua. “

Iman : ” Tapikan rumah itu.. ” 

Sebelum Iman menuntaskan pembicaraannya pada Aji,

Aji langsung berkata,

Aji : ” Udah gausah dibahas Man. “

Imanpun mengangguk mengerti, 

*keesokan harinya,

Aku sudah berada di Pos ronda didekat rumah Bu dewi, bersama Iman.

Rumah Tua yang sangat besar di desa ini, membuat siapapun yang melihatnya pasti ingin mempunyai rumah seperti ini, tapi siapa sangka banyak misteri terkandung didalamnya. 

Aku : ” Ayo masuk Man. “

Imanpun mengangguk, dan kami berdua melangkahkan menuju rumah tersebut.

Sampailah didepan rumah tersebut, ternyata sudah ada Pak Udin yang menyambut hangat kami.

Pak Udin : ” Eh Ji, Man sudah datang, mari masuk. ” 

Kamipun masuk kedalam rumah Bu Dewi,

Aku yang tak melihat batang hidungnya Bu Dewi, lantas menanyakan pada Pak Udin,

Aku : ” Bu Dewinya mana Pak? “

Pak Udin : ” Ada ko dikamarnya, kamu duduk saja diruang tamu biar saya panggilkan. ” 

Pak Udinpun pergi,

Aku dan Iman duduk diruang tamu, menunggu Bu Dewi datang.

Tak lama datang lah Wanita dengan rambutnya yang disanggul, serta baju kebayanya yang khas,

Membuat kami yang melihatnya Segan . 

Ya, itu Bu Dewi,

meskipun umurnya sudah menginjak 40tahunan, namun ia masih tetap terlihat muda dan energik.

Dan ia tersenyum kepada Aku dan Iman Kemudian berkata pada Pak Udin,

Bu Dewi : ” Oh ini, anak yang mau kerja disini”

Pak Udin : ” Iya bu. ” 

Bu Dewi : ” Yasudah. “

Setelah itu Bu Dewi pergi meninggalkan kami.

Aku dan Iman saling tatap seolah bingung,

Karena Bu Dewi seperti seseorang misterius bagi kami. 

Pak Udin : ” Ji, Man mari saya antar ke kamar kalian. “

Aku dan Iman segera berdiri, dan melangkah kaki menuju kamar kami bersama Pak Udin,

Pak Udin : ” Oh iya Ji, Man, disini ada peraturan tak tertulis. ” 

Aku dan Iman pun berhenti sejenak,

Aku : ” Apa itu Pak? “

Pak Udin : ” Yang pertama jangan memasuki 3 kamar, Kamar Bu Dewi, Kamar besar yang didekat tangga dan Kamar anaknya Bu Dewi yang berada didekat dapur belakang. “

Aku : ” Udah itu aja Pak? ” 

Pak Udin : ” Dan jangan keluar jika sudah diatas jam 10 malam, tidak apa-apa jika kalian hanya sekedar ambil minum dan ke kamar mandi. “

Aku : ” Emangnya kenapa Pak? “

Pak Udin : ” Sudah ikuti saja peraturannya, kalian fokus kerja saja. ” 

Lalu Pak Udin melanjutkan langkahnya untuk menujukkan kamar Aku dan Iman.

Sampailah di Kamar yang Pak Udin maksud, kamar yang luas serta 2 ranjang didalamnya, cukup menampung Aku dan Iman.

Pak Udin : ” Nah ini kamar kalian. ” 

Aku dan Iman segera menaruh barang-barang kami dikamar tersebut.

Pak Udin : ” Kalo butuh apa-apa panggil Mbok Yem yang sedang masak didapur. “

Aku dan Iman mengangguk mengerti.

Setelah itu kami bersiap untuk membangun kamar mandi dan taman diteras belakang. 

Aku : ” Man, gua curiga deh sama Bu Dewi. “

Iman yang paham maksudku, hanya berkata.

Iman : ” Sstttt… Jangan sampai dia dengar Ji, nyawa kita taruhannya.

Akupun terdiam mendengar pernyataan itu, 

Iman : ” Sudahlah, kita lanjut bekerja saja ji. “

Kamipun melanjutkan pekerjaan kami.

*Jam 17:00

Aku : ” Sudah lanjut besok aja Man, gua mau mandi. “

Iman : ” Oke, gua juga lapar nih. ” 

Kamipun segera merapihkan pekerjaan kami dan berniat untuk melanjutkan Esok hari.

Setelah aku mandi dan menuju ruang dapur, kulihat ada Iman dan Anak perempuan Bu Dewi yang sudah selesai makan,

Tapi kulihat gelagat aneh dari Iman membuatku bertanya pada Iman, 

Aku : ” Kenapa lo Man? “

Namun Iman tak menjawab dan buru-buru ke kamar mandi.

Aku tahu sekali ada yang disembunyikan dari Iman,

Akupun berniat Makan diruang dapur, namun saat hendak duduk, Anak Bu Dewi itu pergi meninggalkan meja makan yang ada didapur. 

Aku semakin yakin ada yang tak beres,

Setelah selesai makan, aku berniat untuk beristirahat dikamarku.

Tak lama Iman keluar dari kamar mandi, dan kami berdua berjalan ke arah kamar kami. 

Sesampainya dikamar aku langsung menanyakan kepada Iman apa yang terjadi sebenarnya.

Aku : ” Lo kenapa tadi Man? “

Iman : ” Tadi pas gua makan, ada anaknya Bu Dewi, terus gua sapa dia, tapi gadijawab dan matanya sinis banget ngeliatin gua kaya gaseneng gitu. ” 

Aku : ” Terus? Kenapa lo diam aja pas gua tanya tadi? “

Iman : ” Terus anaknya Bu Dewi duduk dan pengen makan juga ji, lo mau tau dia makan apa ? “

Aku : ” Apa? “

Iman : ” Makan Ceker ayam mentah Ji!!! Dan buat gua mual, makanya gua buru-buru kekamar mandi mau muntah. ” 

Akupun menggeleng-geleng kepala mendengar pernyataan Iman,

Iman : ” Ibu sama Anak sama aja Ji, sama-sama gila!!. “

Aku : ” Ssttt…pelan-pelan ngomongnya, bisa-bisa kita yang dibuat gila olehnya. “

Imanpun terdiam seolah ketakutan mendengar pernyataanku. 

Aku : ” Selagi kita ga ngelakuin aneh-aneh, kita aman Man. “

Iman : ” Tapi gua penasaran sama mereka Ji. “

Aku : ” Gua lebih penasaran daripada lo Man, tapi kita gaboleh bertindak bodoh Man, mereka bukan orang sembarangan!! “

Lagi-lagi Iman diam mendengar pernyataanku. 

Aku : ” Udah ayo tidur Man. “

Imanpun mengangguk, dan kami berdua terlelap dalam tidur karena lelah habis bekerja.

*Keesokan harinya

Pintu kamar terketuk,

Tokk…Tokk…Tokk..

Aku yang mendengar suara ketukkan itu, segera menuju pintu,

Ternyata Pak Udin, 

Aku : ” Ada apa Pak Udin ? “

Pak Udin : ” Begini Ji, hari ini saya dan Bu Dewi pergi, saya titip rumah ya. “

Aku : ” Ohh, baik pak “

Lantas Pak Udin segera pergi.

Akupun segera membangunkan Iman untuk melanjutkan perkerjaan. 

Setelah itu kami berdua melanjutkan pekerjaa,

Ditengah pekerjaan Iman bertanya,

Iman : ” Pak Udin sama Bu Dewi pergi ya? “

Aku : ” Iya. “

Iman : ” Kemana? “

Aku menaikkan bahu seolah tak tahu.

Iman : ” Nah ini Kesempatan kita Ji. “

Aku : ” Kesempatan apa Man? ” 

Iman memberhentikan pekerjaannya dan menatapku serius,

Iman : ” Buat cari tahu siapa mereka sebenarnya. “

Aku : ” Caranya? “

Iman : ” Kita masuk Ke kamar yang dilarang oleh Pak Udin, pasti ada sesuatu yang disembunyikan disana ” 

Aku : ” Ah gila lo Man!!, kalo terjadi apa-apa sama kita gimana? “

Imanpun terdiam sejenak,

Iman : ” Kan Bu Dewi sedang pergi, mana mungkin ia tahu. “

Akupun yang juga penasaran dengan Mereka, harus menuruti pemikiran Iman. 

Aku : ” Yaudah nanti saja setelah kita selesai bekerja Man. “

Imanpun mengangguk dan melanjutkan pekerjaan ini,

Aku : ” Man, lanjut besok lagi. “

Iman : ” Oke. “

Aku dan Iman segera merapihkan pekerjaan,

Setelah itu kami makan dan mandi. 

*Jam 19:00.

Iman : ” Ayo ji, kita cari tahu apa yang ada dirumah ini. “

Aku : ” Mulai dari mana Man? “

Iman : ” Dari kamar besar yang ada didekat tangga ji. “

Akupun mengangguk, lalu kami melangkahkan kaki menuju Kamar besar yang berada dekat tangga. 

Sampailah kami dikamar tersebut,

Iman : ” Masuk duluan Ji. “

Aku : ” Ah gila lo Man!! Lo yang ngajak gua kesini, masa lo yang nyuruh gua masuk duluan . “

Iman : ” Sssttt… Pelan-pelan ngomongnya, ntar orang rumah bangun, yaudah minggir biar gua yang buka pintunya. ” 

Imanpun segera memegang gagang pintu, dan bersiap membuka pintu.

Perlahan pintu terbuka,

Sontak membuat kami berdua kaget setengah mati,

Karena ada 2 Kuburan bertuliskan nama suami Bu Dewi dan Anaknya Bu Dewi. 

Kami berdua pun saling tatap dan berkata .

Iman : ” Lalu anak yang kemarin itu siapa Ji?!! “

Aku hanya diam dengan tubuh bergemetar hebat,

Tiba-tiba suara klakson mobil membuat kami semakin panik,

Karena Bu Dewi sudah pulang.

Aku : ” Mati kita Mann!!!! ” 

Iman segera menarikku untuk meninggalkan kamar ini, dan menuju kamar kami.

Sesampainya dikamar,

Aku langsung berkata pada Iman,

Aku : ” Man, kita pergi aja yok dari sini. “

Iman : ” Jangan ji, kita harus cari tau apa yang terjadi sebenarnya dirumah ini. ” 

Aku : ” Tapi Man, keselamatan kita terancam jika berlama-lama disini Man. “

Iman : ” Ini demi mengungkap kematian warga desa Ji. “

Akupun terdiam seolah paham apa yang dimaksud Iman,

Iman : ” Sudah ayo kita tidur Ji.

Kami berduapun terlelap dalam tidur. 

*Jam 22:00

Suara seperti hantaman keras terfdengar dari atap rumah membuat Aku dan Iman,

Harus terbangun dari lelapnya tidur,

Aku : ” Apa itu Man ? “

Iman : ” Gataulah Ji, sudah ayo lanjut tidur saja. “

Saat hendak kembali memejamkan mata, 

Tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar dari luar kamar kami, dan membuat kami menunda untuk melanjutkan mimpi kami.

Tokkk..Tokkk..Tokkk…

Aku dan Iman segera menuju pintu kamar, dan membuka pintu kamar.

Ternyata Pak Udin lagi… 

Aku : ” Ada apa Pak? “

Pak Udin : ” Maaf menganggu, Ji , Man, saya sama Bu Dewi mau pergi keluar sebentar, tolong jaga rumah ya, dan jangan aneh-aneh ya Ji, Man.”

Iman : ” Kemana emangnya Pak? “

Pak Udin : ” Sudah jangan banyak tanya. ” 

Lalu Pak Udin pergi seperti orang sedang buru-buru.

Aku dan Iman menatap, seolah curiga.

Man : ” Ji, ada yang gaberes nih kayanya. “

Ji : ” Iya Man, gua ngerasa juga gitu. “

Man : ” Coba kita lihat dari jendela yang ada di pintu depan Ji, Pak Udin sama Bu Dewi kemana. ” 

Aku : ” Ayo Man. “

Kamipun melangkahkan kaki menuju jendela yang ada didepan pintu,

Lagi-lagi kami seolah dibuat bingung setengah mati oleh ini semua,

Karena kami melihat Pak Udin pergi bersama seorang wanita tua dengan jalan yang membungkuk, bukan dengan Bu Dewi. 

Aku : ” Mann, Ko tadi kata Pak Udin, Pak Udin pergi sama Bu Dewi, Lho kok malah sama Wanita Tua. “

Iman hanya diam seolah ia dibuat bingung setengah mati dengan keadaan ini.

Aku : ” Wah gila ini Man!! Sudah ayo kita ke kamar Man!! 

Aku segera menarik Iman, yang sedari tadi hanya diam menatap jendela.

Sampainya dikamar ku kunci pintu, dan berkata,

Aku : ” Udah gua bilang Man!! Kita pergi dari sini!!

Iman : ” Tapi ji, kematian a.. “

Sebelum Iman menuntaskan perkataannya, Aji langsung memotong perkataannya 

Aku : ” Sudahlah Man, biarkan mereka tenang di Alam sana. “

Iman : ” Yaudahlah Ji, kalo emang lo gamau ngungkap siapa Bu Dewi sebenarnya, lo pulang aja sana, biar gua yang ngungkap walau nyawa gua taruhannya ! ” tegas Iman.

Akupun langsung terdiam oleh pernyataan Iman. 

Malam itu tak ada perbincangan Aku dengan Iman,

*keesokan harinya,

Aku dan Iman hanya bekerja seperti biasa, tanpa saling menegur. 

Selesai bekerja, kamipun makan,mandi dan tidurseperti biasa sampai pekerjaan ini selesai, tapi tetap tak saling menegur seolah Aku dan Iman berseberangan dalam Pemikiran.

Sebenarnya aku juga sangat penasaran dengan misteri ini,

tapi aku tahu apa resiko yang akan kuhadapi, 

Sedangkan Iman yang mulai tak takut dengan resiko yang akan ia hadapi, masih dengan pemikirannya yang ingin mengungkap misteri dibalik ini semua.

*Jam 22:00 

Suara pintu terbuka, membuatku harus terbangun dari tidurku, kulihat Iman pergi dengan menutup pintu perlahan seolah ia tak mau membangunkanku.

” Iman mau kemana? ” batinku.

Aku yang curiga dengan Iman, segera mengikuti Iman dari kejauhan. 

Saat kuikuti Iman, aku hanya menggeleng-geleng kepala seolah tak yakin Iman mempunyai pikiran sejauh ini,

Ya, ia benar-benar ingin mengunggkap misteri ini sendirian, dengan cara memasuki Kamar anaknya Bu Dewi, 

Aku segera menuju kamar anak Bu Dewi,

Saatku masuki kamar tersebut,

Kulihat Iman sudah mematung diam dan terpaku pada didepannya,

Akupun langsung mengarahkan pandanganku kedepan,

Aku dan Iman seperti mematung seolah yak percaya apa yang kami lihat, 

Ya kami melihat sesosok Anak Bu Dewi sedang terpasung dengan tubuh yang tak memakai busana.

Tiba-tiba Pak Udin menarik kami berdua keluar, dan berkata.

Pak Udin : ” Bocah Goblok. ” 

Pak Udin langsung menyeret kami yang sedari tadi diam, ke kamar kami,

Pak Udin : ” Sudah saya peringatkan sama Kalian jangan macam-macam disini !! “

Iman : ” Tapi pak, saya ingin tahu apa yang terjadi dengan semua ini. ” 

Pak Udin : ” Lebih baik kalian tak usah tahu, jika tak mau seperti Ayah kalian !!! “

Kemudian Pak Udin segera keluar kamar kami,

Iman : ” Gua semakin yakin kematian ayah kita disebabkan olehnya Ji!! “

Akupun hanya diam tak bisa berkata-kata lagi. 

Iman : ” Kalo benar dia penyebab kematian Ayah kita, gua orang yang pertama kali yang bunuh dia Ji!!! “

Aku : ” Wah gila lo man.”

Iman : ” Bodoamat ji!! Gua gatahan sama ini semua!!

Aku berusaha menenangkan Iman yang amarahnya sedang menggebu-gebu. 

Aku : ” Tenang man, pasti ada jalan keluar dari semua ini. “

Amarah Iman pun mereda,

” Sudah Man, ayo tidur besok kita masih harus bekerja. ” lanjutku.

Akhirnya kamipun terlelap dalam tidur, 

*Jam 01:00.

Haus melanda tenggorokanku membuatku harus membuka mata dan segera menuju dapur untuk sekedar menghilangkan dahaga,

Saat selesai minum, aku pun segera menuju kamar untuk melanjutkan tidurku, 

Namun saat hendak menuju kamar,

Tiba-tiba ada suara langkah kaki yang begitu berat dari tangga bersama aroma kemenyan yang sangat menyengat,

Aku pun menghentikan langkahku sejenak dan menunggu siapa yang turun dari tangga itu, 

Tak lama terlihat seorang Wanita Tua dengan tubuh membungkuk, yang waktu itu pergi bersama Pak Udin,

Kemudian ia memasuki Kamar besar yang dekat tangga itu.

” Siapa dia? Dan mau apa dia dikamar itu? ” Batinku. 

Aku yang penasaran dengan Wanita itu,

lantas segera menuju kamar besar yang berada dekat tangga itu,

Saat sudah berada didepan kamar tersebut,

Aku berhenti sejenak, karena perasaanku tak enak. 

Tiba-tiba ada yang menepuk pundakku, sontak membuatku kaget.

Ternyata Iman,

Iman : ” Ngapain lo disini? “

Aku : ” Sssttt.. Pelan-pelan ngomongnya. “

Akupun menjelaskan bahwa ada wanita tua yang masuk kedalam kamar ini, 

Tiba-tiba pintu kamar tersebut terbuka,

Aku dan Iman menatap seolah bingung sekaligus ngeri.

Karena ternyata Bu Dewi yang ada didalam kamar tersebut.

Bu Dewi pun keluar dari kamar tersebut, dan tersenyum kepada kami, dan berkata.

Bu Dewi : ” Ngapain le? ” 

Ternyata jawabanku dan Iman tidak sama,

Aku : ” Mmmm…. Anu bu, semen habis. “

Iman : ” Mmmm….Anu bu, bata habis. “

Ia pun hanya tersenyum dan pergi meninggalkan kami menuju kamarnya, seperti tau kami sedang mengungkap apa yang sebenarnya terjadi. 

Setelah Bu Dewi pergi,

Kamipun saling menyalahkan karena jawaban yang kita tujukan pada Bu Dewi tak sama,

Aku : ” Gobloknya Mann!! Man!! Ngapain jawab bata habis, kan bata masih banyak. “

Imanpun malah kembali menyalahkanku, 

Iman : ” Lo yang goblok Ji!! Semen masih 2 kantong lagi lo bilang habis!!! “

Aku : ” Ah sudahlah man daripada berdebat bata dan semen mending kita tidur. “

Aku dan Iman segera menuju kamar kami,

Dan segera melanjutkan tidur kami yang terganggu akibat kejadian ini. 

*keesokan harinya

Saat Aku dan Iman hendak sarapan pagi,

Aku berpapasan dengan Mbok Yem,

Kulihat Mbok Yem sedang membawa nampan dan 2 piring berisikan Ceker ayam mentah, dan Kembang melati. 

Aku yang penasaran lalu bertanya pada Mbok Yem,

Aku : ” Mbok, itu buat siapa ? “

Mbok Yem : ” Buat makan Bu Dewi, sama Non Risa “

*catatan : Risa adalah nama anaknya Bu Dewi.

Aku dan Iman saling menatap seolah tak percaya,

Aku : ” Mereka itu manusia apa bukan sih Man? ” 

Iman : ” Gataulah ji, sampe sekarang aja gua gatau mereka siapa. “

Aku : ” Man, kenapa kita tak tanya sama Pak Udin aja ya? “

Iman : ” Ah Pak Udin aja kaya gamau ngasih tau, sudah ayo sarapan dulu ji “

Aku dan Imanpun sarapan pagi. 

Saat tengah sarapan,

Aku teringat saat berpapasan dengan Mbok Yem,

Aku : ” Man, Mbok Yem!! “

Imanpun berhenti Makan,

Dan berkata,

Iman : ” Benar, Mbok Yem pasti tau apa yang sebenarnya terjadi disini!! ” 

Aku : ” Tapi, Mbok Yem, mau ngasih tau ga ya Man? “

Imanpun diam sejenak,

Iman : ” Iya ya Ji, orang disini seperti menutupi siapa mereka sebenarnya, tapi setidaknya Mbok Yem mau ngasih tau kematian Ayah kita Ji. ” 

Aku : ” Ah sudahlah, kita coba dulu Man. “

Aku dan Iman pun melanjutkan sarapan, dan segera melanjutkan pekerjaan.

* Jam 19:00

Aku dan Iman menuju kamar Mbok Yem,

Tokk…Tokk..Tokk…

Mbok Yem segera membukakkan pintu, 

Mbok Yem : ” Eh, Mas Aji, sama Mas Iman, malam-malam gini ada keperluan apa ya? “

Aku : ” Kita ngomongnya didalem aja Mbok. “

Mbok Yem merpersilahkan kami masuk ke kamarnya. 

Setalah Aku dan Iman duduk dibangku yang ada dikamarnya,

Iman yang penasaran dengan semua ini langsung berkata.

Iman : ” Mbok, pasti tau kan kenapa ayah kami meninggal? “

Mbok Yem mengangguk, 

Iman : ” Coba ceritakan Mbok bagaimana awalnya kenapa ayah saya dan warga desa meniggal karena sakit yang tak wajar. “

Mbok Yem : ” Sebelumnya Mbok berpesan, jika kamu tau cerita yang sebenarnya, tolong jangan bertindak bodoh. “

Aku dan Iman mengangguk mengerti, 

Mbok Yem : ” 20tahun lalu, ada 5 warga desa yang bekerja disini, Ayah kalian, Pak Udin, dan 2 warga desa lainnya.

Tugasnya berbeda beda, ada yang jaga kebun, ada yang menjadi supir pribadi dan lain-lain. 

Namun Pak Udin ini Gobloknya bukan main, dia tergoda sama Bu Dewi, lalu melakukan hubungan intim dengan Bu Dewi,

Saat berhubungan Intim, ayah kalian dan 2 warga desa lainnya memergoki Pak Udin dan Bu Dewi saat itu, 

Bu Dewi yang tau sudah tertangkap basah, kemudian menawari mereka untuk mengabdi pada Bu Dewi,

Namun mereka menolak dan ingin keluar dari pekerjaannya.

Bu Dewi yang sangat kejam dan tak mengenal ampun pada seseorang yang berani menolak tawarannya, 

Kemudian mereka disuruh pulang dan diberhentikan bekerja,

Kemudian sesampainya dirumah mereka sakit secara tidak wajar, mereka tiba-tiba bisu, dan lumpuh seketika hingga akhir hayatnya, hanya Pak Udin yang selamat karena ia berjanji mengabdi pada Bu Dewi seumur hidupnya. ” 

Aku : ” Lalu wanita tua yang sering keluar bersama Pak Udin itu siapa Mbok? ” 

Mbok Yem : ” Dia Bu Dewi yang sebenarnya, Bu Dewi melakukan perjanjian dengan jin agar tetap awet muda dan sakti, dengan cara menumbalkan seluruh keluarganya, namun itu hanya sampai jam 10malam, setelah itu ia harus melakukan ritual kembali agar tetap awet muda. ” 

Aku dan Iman menggeleng-geleng kepala,

Aku : ” Lalu jika anaknya Bu Dewi sudah meninggal, lalu yang ada dikamar anaknya Bu Dewi, siapa? ” 

Mbok Yem : ” Bu Dewi mempunyai 2 anak kembar, 1 anak ditumbalkan dan 1 anak lagi sebagai pemuas nafsu Jin, itu semua ia lakukan demi Kesaktian yang dimilikinya. “

Aku dan Iman tercengang mendengar pernyataan Mbok Yem,

Iman : ” Biadab!!! ” 

Iman menuju dapur untuk mengambil pisau dan berlari menuju kamar Bu Dewi,

Aku yang tau Iman akan melakukan hal yang bodoh, segera mengejarnya.

Tokkk!!! Tokkk!!! Tokkk!!!

Iman : ” Buka Anji*gg!!!! “

Tak lama keluarlah Bu Dewi dengan senyumnya yang khas, 

Tak pakai lama Iman segera menghunuskan pisau ke tubuh Bu Dewi,

Bu Dewi malah tertawa,

Dan Bu Dewi membelai rambut Iman,

Bu Dewi : ” Kamu masih terlalu Muda untuk mati nak, sana pulang. “

Aku segera menarik Iman dan pergi meninggalkan tempat ini, dan pulang kerumah kami. 

Selesaii…..

Terimakasih antusias pembaca:)

Thread By @Rioo43317016

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *