RAWON.ID

Semua Tentang Mistis

Santet Brojo

Dalam satu rumah itu ada 5 orang yaitu kholil (bapak), yuli (ibu), rohma (anak pertama), ganjar (kedua) dan saleh (terakhir).

Mereka adalah salah satu keluarga yang pernah mengalami kejadian tragis. Dimana mereka itu terkena santet. 

Aku tahu ya, karena memang saat itu aku menyaksikan langsung sakit yang mereka idap saat itu aneh-aneh.

Hingga, moment ketika si rohma kerasukan sebuah jin yang memang diutus untuk mengirim santet tersebut.

Baru diketahuilah bahwa santet tersebut bernama santet brojo. 

Aku sendiri juga gak tau, arti spesifik dari nama brojo. Kok bisa disebut begitu… Mungkin dari kalian ada yang tahu, monggo silahkan menjelaskan di komen ya..

Saat itu yang aku ingat adalah rohmah yang kondisinya sudah parah dan tubuh kedinginan padahal suhu badan hangat 

Mata yangs sedikit merah dan nafad tak beraturan itu berkata “brojo iku jalaran e lemah ! Koen koen kabeh bakalan binasa soko jalaran lemah iku !”

(Brojo itu perantaranya tanah ! Kamu semua akan binasa dari perantara tanah itu !) 

Cerita itu bermula dari ayah rohmah yaitu kholil yang beberapa tahun lalu sempat cekcok dengan salah satu saudaranya yang bernama ruslan.

Cekcok tersebut terjadi karena hal yang sepele. Ruslan saat itu mengairi sawahnya tanpa memberi tahu kholil yang mana seharusnya hari itu 

Sawah kholil yang harus teraliri terlebih dahulu.

Saat pagi, kholil yang ke sawah dan mendapati air tersebut tdk mengalir ke sawahnya murka besar.

Dia tanpa pikir panjang langsung tancap gas, menghampiri ruslan ke rumahnya.

Dengan emosi yg tinggi, kholil tidak bisa menahannya 

Ruslan yg saat itu sedang sarapan pagi bersama istri dan kedua anaknya yg kecil terkejut mendengar suara bantingan benda dari dpn rumahnya.

Ternyata, kholil tanpa pikir panjang membanting sepedanya ke tanah dan marah² dgn suara yg tinggi dengan menunjuk² ke arah rumah si ruslan 

Akhirnya, ruslan yang saat itu terkejut berjalan kedepan dan diikuti dengan istrinya.

“Sengojo tah kon !!!? Opo karepmu sakjane ??!” tanya kholil ketus.

(sengaja dirimh !!? Apa keinginanmu sebenarnya ??!)

Ruslan panik melihat kakak sepupunya marah² seperti itu. 

“Ono opo kang ?? Sek tah samean lungguh.. Seng tenang.. Aku ora ngerti kok samean pegel koyok ngene kang sek isuk. Seng tenang… Isin krungu tonggo.” jawab ruslan tenang.

(ada apa mas ?? Sebentar, kamu duduk.. Yang tenang.. Aku tdk mengerti kamu marah sprt ini mas pagi²… 

Yang tenang… Malu didengar tetangga).

Namun amarah kholil tidak bisa dibendung. Dia kemudian melangkah kembali ke sepeda motornya yg tergeletak di tanah dan mengambil clurit.

Dengan geram dan emosi memuncak, dia menghampiri ruslan dan menebas tangan kirinya. 

Istri ruslan yang melihat hal tersebut menjerit dan hampir pingsan.

Entah setan apa yang memasuki tubuh kholil saat itu hingga tanpa berpikir panjang melakukan hal seperti itu.

Dengan nyamannya, clurit menancap beberapa kali di lengan dan pundak ruslan. 

Warga yang tahu langsung berlari menghampiri kholil dan mencoba melerai mereka berdua.

Terlihat beberapa yang merangkul kholil dari belakang dan beberapa lagi membawa ruslan yang terluka parah ditangan sebelah kirinya.

Salah satu tetangganya rudi kemudian melepas sarungnya dan 

Menyobek secepat mungkin dan mengikat kain tersebut ke tangan ruslan yang sedang terluka parah.

Ruslan kemudian duduk dan diberi minum oleh salah seorang tetangganya lagi.

Diseberang sana, nampak kholil juga duduk dan melepas cluritnya. Nampak, dia juga diberi minum. 

Setelah kondisi tenang, kholil didampingi beberapa warga dipertemukan dengan ruslan yang saat itu entah dia diam dan tidak mengeluarkan ekspresi sakit sama sekali.

Dia terlihat berwajah datar dan memandangi kholil dari kejauhan. Warga disamping ruslan heran, mengapa 

Dia tidak mengeluh kesakitan.

Kholil dengan pelan melangkah ke arah ruslan yang saat itu diam terpaku.

Darahnya membasahi kain yang membaluti tangannya. Bahkan terlihat tetesan darah masih berjalan pelan mengalir kebawah dan menetes ke tanah. 

Kholil duduk dibawh, dilantai membelakangi ruslan.

“Samean nyapo kang kok emosi banget nang aku ? Salah opo aku kang ?” tanya ruslan pelan.

(kamu knp mas kok emosi sekali kepadaku ? Salah apa aku mas ?)

Kholil menyalakan rokoknya dan menghisap beberapa kali. 

“opo sengojo awakmu nglangkahi aku terus lan ? Sawah iki wayah e banyune mili nang nggonku. Lapo kok nang sawahmu ?” tanya kholil serius.

(apa sengaja kamu melangkahi aku terus lan ? Sawah ini seharusnya air mengalir ketempatku. Kenapa kok ke sawahmu ?) 

Ruslan keheranan, karena dirinya sama sekali tidak mengetahui maksud dari perkataan kakaknya tersebut.

Membela diri pula kholil tidak percaya karena memang saat itu air mengalir ke sawah ruslan. Padahal ruslan sendiri tidak mengetahui mengapa air mengalir ke sawahnya. 

Ruslan memilih jalan damai tanpa balas dendam atau melaporkan ke pihak yang berwenang.

Kholil masih tetap menuduh ruslan yang mengaliri air tersebut ke sawah miliknya dan si ruslan tetap tidak tahu menahu mengapa air bisa mengalir ke sawahnya.

Karena, saling membenarkan diri 

Akhirnya ruslan memilih untuk mengalah dan tidak membahasnya kembali. Ruslan juga meminta maaf atas kesalahan yang menurut dirinya tidak dilakukan tersebut.

Beberapa bulan berjalan, saat itulah cerita seram dimulai.

Rohmah yang selesai pulang dari bekerja memasukkan sepeda 

Motornya ke dalam. Nampak adik-adiknya bersantai dan bermain hape. Kholil saat itu menonton tv bersama istrinya.

Tiba-tiba saat mengambil handuk dan ingin membersihkan badan. Diatas rumah terdengar suara letusan keras.

Seperti benda dari kaca yang meledak keras diatas genteng. 

Semua terkejut dan keluar rumah. Melihat apa yang terjadi. Namun, malam saat itu sepi dan sunyi. Hanya mereka yang keluar rumah dgn kondisi panik.

Tetangga kanan dan kiri tidak terlihat keluar rumah. Bahkan tidak ada yang keluar. Mereka berlima keheranan. 

Karena dirasa tidak ada apapun diatas rumah dan terjatuh dari atas rumah. Mereka masuk kembali. Mereka berpikir mungkin tadi adalah suara knalpot pengendara sepeda motor yang kebetulan lewat.

Akhirnya, mereka semua masuk ke dalam lagi. 

Rohma yang masuk terlebih dahulu kemudian mencium seluruh rumah berbau dupa.

Dupa campur bau anyir dari lantai. Rohma mual tidak karuan karena bau itu sangat mengganggu hidungnya.

Pundaknya kemudian berat sekali dan sakit. Entah, mungkin karena kecapekan dan butuh istirahat. 

Selesai mandi, rohma merasa tubuhnya tidak nyaman sekali. Seperti meriang dan kembung sekali di bagian perut.

Dia mencoba mengolesi minyak kayu putih ke seluruh perutnya agar masuk angin itu segera hilang.

Kemudian rohma pergi tidur. Berselimut tebal. 

Namun, saat jam 2 malam. Rohma sudah tidak bisa menahan rasa sakit diperutnya yang sudah menjadi-jadi.

Kholil dan istrinya yang mendengar suara rintih rohma langsung melihat kondisinya di kamar.

Kholil terkejut lantaran perut rohma sudah membesar dan tidak wajar. 

Secepat mungkin rohma diobati dan didatangkan orang yang ahli di bidang tersebut.

Selama satu bulan rohma hanya bisa terbujur kaku dan perut yang kisn hari kian membesar.

Warga yang silih berganti melihat kondisinya sampai iba dan kasihan. 

Lantaran, dia sampai tidak memakai baju karena kondisi perut dan kulitnya yang sungguh melepuh dan membesar.

Kholil yang tiba-tiba tidak bisa berjalan karena sakit di kaki tanpa tahu penyebabnya menambah masalah baru juga di dalam rumah tersebut. 

Ditambah istrinya, tiba-tiba sesak nafas tiap jam tanpa sebab.

Kholil berpikir hal ini pasti disebabkan oleh ruslan. Mungkin dendam akan kejadian tempo lalu.

Beberapa warga ada yang mempercayai tuduhan kholil dan ada juga yang masih ragu2. 

Namun, secara tidak terduga. Ruslan beserta istrinya berkunjung untuk menengok kondisi mereka.

Kabar burung soal penyakit yang diderita oleh keluarga kholil sudah menyebar dan sampai ke telinga ruslan.

Ruslan dengan berani menengok dan mencoba melupakan masalah lalu yg terjadi 

Namun, kedatangan ruslan tidak direspon dengan baik oleh kholil dan keluarganya.

Bahkan beberapa warga ada yang menyindirnya bahwa lebih baik bermaim tangan dari pada bermain dukun.

Namun, ruslan tidak mendengarkannya. Merasa dirinya tidak dihargai, dia mengajak istrinya plng 

Kholil dgn tekat dan upaya yg sangat kuat mencari dan terus mencari siapapun yang bisa mengobati keluarganya.

Terutama si rohma, kholil merasa kasihan dan sangat tidak kuat melihat anaknya dgn kondisi seperti itu.

Belum selesai kholil, istrinya dan rohma terkena penyakit aneh 

Adik-adiknya terserang cacar yang menyebabkan seluruh tubuhnya dipenuhi oleh benjolan air yang besar dan bau.

Lama kelamaan mata dan kulitnya itu lebam dan cairan air beserta nanah selalu keluar dari setiap benjolan yang ada. 

Warga yang biasanya menengok tiap hari sampai tidak berani lagi lantaran tidak kuat dengan bau yang menyengat dari mereka.

Hal itu terjadi selama berbulan-bulan. Mencari orang pintar sana sini belum kunjung bertemu dengan yang cocok dan bisa mengobati mereka sampai sembuh. 

Hingga, ada salah satu warga yg bernama soleh yang menyarankan untuk berobat kepada salah satu org yg beliau ini berprofesi sebagai dalang dan jg sekaligus ahli spiritual.

Panggilannya ki seno.

Ki seno ini tinggal didaerah yg berbeda. Namun, tidak seberapa jauh dr rumah kholil 

Karena kholil tidak bisa utk pergi kesana sendiri. Akhirnya beberapa warga berniat menolong kholil untuk mewakili dirinya utk pergi ke rumah ki seno.

Berangkatlah ali dan hasan. Tetangga kholil.

Setibanya di rumah ki seno.

Beliau meminta nama engkap dari kholil dan sang istri. 

Ki seno kemudian menulis nama mereka berdua diatas sebuah kain dan kemudian membakarnya kedalam sebuah kendi kecil yg terletak ditengah meja.

Setelah itu, ki seno menunduk dan diam. Tak lama kemudian beliau melihat ali dan hasan.

“Besok malam waktunya, pas ! Harus gelar reog.” 

Ali dan hasan kembali pulang dan mengabarkan tentang pertemuan mereka dengan ki seno.

Namun, kholil merasa keberatan lantaran untuk menggelar acara reog membutuhkan modal yang sangat banyak.

Ali dan hasan akan berembuk dengan beberapa warga agar dapat mencari dana utk 

Bisa membantu kholil bisa menggelar acara reog tersebut.

Sampai akhirnya, dana terkumpul cukup untuk acara yg harus dilakukan esok hari.

Di hari yang sudah ditentukan, ki seno datang dengan membawa ganongan (pujang anom) yang memang sudah diberi dupa dan dibacakan sesuatu. 

Semua orang berkumpul dan mengelilingi teras rumah kholil.

Terdengar suara letusan tiga kali dari arah rumah kholil dan terlihat api kecil berputar melingkar.

Tidak hanya api saja yg terlihat diatas rumah kholil, namun terlihat gundukan tanah yg beputar mengelilingi rumahnya. 

Hingga, ki seno memanggil seorang anak yang masih berumur 13 tahun dan siap memakai pujang anom tersebut.

Nampak, orang orang berwajah ketakutan dan tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.

Gundukan tanah yg mengelilingi rumah kholil kemudian berhenti tepat didepan ki seno. 

Keluarlah semacam tali pocong yang bergerak melingkar dari dalam tanah tersebut.

Anak yang telah memakai pujang anom tersebut kemudian duduk dan diam. Ki seno mengambil kain tersebut kemudian mengikat di lengan sebelah kanan ganongan. 

Tak lama kemudian. Bocah laki-laki tersebut kesurupan (kalap) bertingkah tanpa kendali dan mencoba menyakiti warga sekitar yang melihat.

Namun, karena tidak ingin mengulur waktu. Ki seno berkata “Hayo. Tunjukkan tuanmu yang sudah menyuruhmu kesini.” 

Kemudian bocah pemakai pujang anom tersebut menoleh ke arah ki seno dan kemudian berlari dan terus berlari.

Ali dan hasan dan ki seno mengikutinya, ali sudah mengira bahwa bocah itu akan mengarah ke rumah ruslan dan tidak akan salah. 

Karena jalan yang dilewati oleh anak ganongan tersebut menuju ke arah rumah ruslan.

Namun, saat ali dan hasan melihat rumah ruslan didepan mata. Tiba² bocah pemakai ganongan tersebut berganti arah. 

Bukan ke arah rumah ruslan melainkan ke arah rumah pojokan yang berada di gang sebelum rumah ruslan.

Ali dan hasan sangat heran. Rumah siapa yang dituju dan siapa sebenarnya dalang dari pengirim santet tersebut. 

Hingga hasan membelalakkan mata, lantaran melihat ganongan tersebut berhenti didepan salah sagu rumah.

Rumah yang ali dan hasan sendiri tahu itu rumah siapa.

Tanpa lama², ganongan tersebut menggedor² rumah tersebut. Sampai pemiliknya keluar dan membuka pintu. 

Ganongan itu langsung masuk kerumah dan masuk ke salah satu ruangan yang berada di belakang rumah.

Ali, hasan dan ki seno tetap mengikuti arah dari ganongan tersebut.

Sampai didalam ruangan, terlihat kendi yg sangat besar sekali. Ganongan tersebut duduk dan menepuk² kendi itu. 

Setelah itu, ki seno tanpa pikir panjang membuka kendi trsbt dan terlihat didalamnya hanya berisi tanah.

Ganongan tersebut kemudian, menggali tanah didlm kendi trsbt dan mengambil 5 buah ranting yg berbentuk manusia.

Ranting tersebut bertuliskan nama masing² keluarga kholil. 

Rumah tersebut tak lain adalah rumah adik kandung si kholil. Adik kandungnya sendiri.

Setelah kejadian tersebut, teguh (adik kholil) mengaku bahwa dirinyalah yang memang mengirim santet tersebut.

Alasannya masih lagu lawas, masalah warisan. 

Dianggap, orang tuanya tidak adil kepadanya selama itu. Hingga saat orangtuanya meninggal, teguh tidak kebagian sawah. Padahal, sawah adalah keinginannya sedari kecil.

Setelah selesai acara reog tersebut.

Keluarga kholil sembuh dan pulih secara bertahap. 

Teguh diusir warga karena kelakuannya dianggap tidak pantas dan dapat membahayakan warga lainnya.

Ternyata, kejadian mengaliri sawah adalah kelakuan teguh agar hubungan kholil dgn saudara² rusak.

Akhirnya, semenjak kejadian tersebut kholil dan beberapa warga yg sudah berpikir 

dan menuduh ruslan sebagai pelakunya, meminta maaf. Ruslan dan keluarga juga memaafkan semua yang sudah terjadi dan mencoba tidak melihat kebelakang lagi.

Seperti itulah cerita dari santet brojo ini. Menurut pengakuan ki seno. 

Santet brojo adalah santet yg mana medianya adalah tanah dari sekitar rumah di target. Jadi dengan media tanah tersebut, siapapun target yang dituju akan tumbang semua.

Seperti itulah akhir dari cerita ini.

Sekian dan selamat membaca.

Thread By @siskanoviw

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *