RAWON.ID

Semua Tentang Mistis

Tante Manis Bergaun Merah

ceritanya terjadi pada tahun 2019, di sebuah Perusahaan berbasis industri makanan siap saji—yang tak bisa disebutkan namanya.

di Perusahaan berbasis makanan siap saji ini, terdapat kurang lebih 200 karyawan yang bekerja dalam satu shift.
kali ini, cerita bermula dari seorang Karyawati bernama Hasna (nama disamarkan).

saat bekerja shift 2, Hasna dan ketiga temannya tengah berkumpul di sebuah kantin yang terletak di sudut Perusahaan tersebut.
saat itu, Perusahaan tempatnya bekerja, tidak memproduksi barang dalam jumlah banyak. sehingga, pada pukul 9 malam, mereka bisa santai-santai di kantin, karena proses produksi sudah berhenti.
saat itu, sedang tren aplikasi hiburan yang menampilkan penggunanya tengah berjoget.

karena Hasna dan ketiga temannya itu mempunyai aplikasinya, mereka pun melakukan hal yang sama. berjoget bersama.
pada waktu bersamaan, saat mereka tengah asyik berjoget. tiba-tiba Hasna memunculkan reaksi yang aneh. seperti melotot dan berjoget layaknya jaipongan.
ketiga temannya itu memarahi Hasna,

“ih, kamu mah malah beda sendiri! ikutin gerakan dong!”

tapi, Hasna justru semakin menjadi, bahkan, gerakan tarinya seperti penari jaipong yang sudah lihai.
sontak, ketiga temannya itu tekejut, ketika Hasna tidak mau berhenti dengan tariannya itu.

ketiga temannya itu pun berlarian mencari bala bantuan. mereka berpikir bahwa ada kejadian yang tidak biasa, yang dialami oleh Hasna.
datanglah tiga orang Karyawan yang bernama Sandriya, Sandi dan Dudung.

saat mereka sampai di kantin, mereka sudah mendapati Hasna yang tergeletak di lantai, tak sadarkan diri.
kemudian mereka pun membawa Hasna ke dalam mushola, untuk diistirahatkan.

siatuasi pada saat itu sudah mulai tidak karuan, sebab video rekaman Hasna tengah berjoget layaknya jaipongan itu berhasil diabadikan.
*gw sudah minta videonya, namun kata Nur (nama disamarkan), saksi dalam kejadian tersebut. katanya, video tersebut sudah dihapus, atas permintaan dari pihak Perusahaan.
saat Hasna tengah ditangani di mushola yang berada di Perusahaan tersebut, tiba-tiba Hasna menggeram. matanya kemudian melotot. ia kehilangan kesadaran dengan menjerit begitu keras.
semuanya kemudian berlarian ketakutan. Pak Endang (nama disamarkan), foreman produksi di Perusahaan tersebut, mencoba menyadarkan Hasna, dengan menyuruh Hasna untuk mengucap istighfar.
singkat cerita, setelah Hasna tersadar. kemudian terdengar suara jeritan dari dalam loker perempuan.

itu berasal dari Dini, kali ini dia yang kerasukan. persis seperti Hasna. Dini berjoget layaknya jaipongan, padahal Dini tidak sama sekali mempunyai basic sebagai penari.
tubuh Dini yang berisi itu menampilkan tarian lihai yang menunjukkan bahwa seolah Dini itu adalah penari professional.
kepalanya linggak-lingguk, dengan sorot mata yang tajam. ia pun bahkan menembangkan sebuah lagu sunda.
suaranya begitu nyaring sekali. sehingga membuat para Karyawati berhamburan menuju pos security yang berada di dekat gerbang masuk menuju Perusahaan.
kali ini cerita berbalik. Hasna kemudian mengungkapkan apa yang terjadi kepadanya, keesokan harinya.

ia mengungkapkan bahwa ia melihat sosok wanita cantik yang memakai konde. wanita itu menghampirinya saat tengah asyik berjoget untuk sebuah aplikasi tersebut.
wanita itu Hasna ungkapkan mengenakan kebaya berwarna merah, penampilannya persis seperti sinden-sinden jawa.
lalu setelahnya ia tak mengingat apa pun lagi.

Hasna pun mengungkap bahwa “jangankan menari jaipong, melihat seseorang nari jaipong pun tidak pernah.” ungkapnya.

“karena kan saya bukan asli orang sini, jadi enggak mungkin saya bisa seperti itu..” sambungnya kemudian.
kemudian security di Perusahaan tersebut memberikan pengakuan, bahwa pernah di suatu malam jumat, saat dia tengah piket malam pada pukul 1 pagi. ia mendengar suara wanita tengah menembang nyanyian sunda. namun ia tidak berani membeberkan hal ini kepada siapa pun.
“pernah, sudah lama. sekitar 2 bulan yang lalu.” ungkap Pak Sali, sang security (nama dimasarkan).

“saya kan waktu itu lagi piket pake motor, ke belakang, arah menuju kantin. terus samar-samar saya mendengar suara wanita yang lagi nyanyi sunda..” sambungnya kemudian.
kejadian serupa pun pernah dialami oleh seorang office boy yang pada saat itu bekerja di shift 3.

saat ia hendak membuang sampah ke belakang, tiba-tiba ia mendengar ada suara wanita yang tengah menembang, bahkan ia mendengarnya dengan begitu jelas.
“saya pikir kan ada karyawati cewek gitu di kantin. jadi saya enggak mau mikir yang macem-macem.” ungkap sang office boy.
pada hari-hari berikutnya, kemudian tidak ada yang berani untuk makan di area kantin. banyak yang istirahat makan, khususnya shift malam, di dalam loker.
hingga kemudian Perusahaan memberikan peraturan untuk tidak membawa makanan ke dalam loker. dan mau tidak mau akhirnya peraturan itu harus dilaksanakan.
cerita tentang wanita berparas cantik penghuni kantin itu pun terus berlanjut.

pada malam jumat, pukul 23:00, saat para pekerja shift 2 keluar, digantikan oleh para pekerja pada shift berikutnya, kesurupan massal terjadi saat itu.
cerita bermula dari Imas yang merasa mual dan pusing. lalu tiba-tiba ia pingsan saat keluar dari gedung produksi.

semua sontak terkejut akan kejadian tersebut. sebab, hal yang dialami Hasna satu minggu yang lalu, masih bersarang di kepala para pekerja di Perusahaan itu.
Imas kemudian diangkat dan diamankan di mushola. ia diberikan bantuan pertolongan, dengan menciumkan aroma minyak kayu putih kepada hidungnya.
tak lama, Imas pun membuka matanya. namun, itu bukanlah Imas. tubuhnya sudah dikuasai oleh makhluk halus yang bersarang di dalamnya.

Imas menjerit dengan kencang sekali. matanya melotot dengan menyimpan amarah yang begitu dalam.
semua karyawati diminta untuk tetap tenang. apalagi para pekerja yang baru masuk pada shift 3.

produksi malam itu sementara ditunda, karena keadaan semakin gaduh. sebab, Selvi (nama disamarkan) tiba-tiba terjatuh di lantai dan tak sadarkan diri.
setelah Selvi terjatuh tak sadarkan diri. kemudian disusul oleh Dini yang lagi-lagi mengalami kerasukan.

“aing kaganggu ku saria! aing keur istirahat!” ucap Dini yang saat itu dikuasai oleh makhluk halus.
dalam bahasa Sunda yang berarti: “saya terganggu oleh kalian! saya sedang beristirahat!”
Dini berhasil dinetralisir oleh Pak Ozi, asisten manajer (nama disamarkan), yang ditelepon oleh Pak Sali.

namun, setelah Dini tersadar, kini giliran Selvi yang semakin menjadi. Selvi nampak menari seraya tertawa cekikian.
tawanya begitu nyaring sekali, dan membuat seluruh karyawati yang berada di sana menjerit ketakutan dan berhamburan, memaksa untuk keluar dari gedung Perusahaan tersebut.
namun, alih-alih mencoba menghindari kerasukan, justru Nur yang saat itu berlindung di pos security, kini merasakan mual dan sakit di kepala yang terasa seperti ditusuk-tusuk.
singkat cerita, produksi malam itu kemudian dibatalkan, saat setelah semuanya berhasil dinetralisir sekitar pukul 02:45 pagi.

setelahnya, para karyawan diminta untuk pulang ke rumah masing-masing, menghimbau kejadian yang tak diinginkan terjadi kembali.

keesokan harinya, nampak Selvi tidak masuk bekerja. keluarganya mengabarkan bahwa Selvi jatuh sakit. surat SKD akan dikirimkan segera kepada Perusahaan tersebut.
pada hari senin, Selvi kembali masuk bekerja. namun, ada yang aneh dari raut wajahnya. ia nampak lemah lesu. tidak seperti biasanya, yang selalu tampil ceria dan aktif di lingkungan Perusahaan tersebut.

pada saat foreman memimpin briefing sebelum bekerja, Selvi tiba-tiba terjatuh. ia tak sadarkan diri, dan kemudian dibawa ke ruang kesehatan oleh Sandi.
seluruh karyawan di sana memiliki tanda tanya besar dalam kepala mereka, akan Selvi yang tiba-tiba terjatuh tak sadarkan diri tersebut.

Apalagi mengingat Selvi yang tempo hari mengalami kerasukan.
foreman meminta kepada seluruh karyawan/i tetap tenang.

“kemarin Selvi sakit, mungkin sekarang masih belum vit. kita nggak boleh mikir yang macem-macem!” ucap sang leader dalam tempat bekerja tersebut.
butuh waktu yang lama untuk membuat Selvi tersadar dari pingsannya tersebut.

hingga, pada saat ia tersadar, tiba-tiba ia menjerit. Pak Ozi yang ada di samping Selvi itu terkejut mendengarnya. begitu juga Umi, yang menemani Selvi di ruang kesehatan, pada saat itu.
tiba-tiba Selvi seperti menggigil kedinginan. tubuhnya bergetar seperti tengah berada di dalam kulkas yang suhunya di bawah minus derajat. wajahnya pucat pasi. bahkan, ia pun selalu menutup matanya, seperti melihat sesuatu yang aneh, yang berada di hadapannya tersebut.
Pak Bayu (HRD), begitu pula Pak Eko (Direktur) perusahaan tersebut, kemudian memberikan dispensasi kepada Selvi.

ia diperbolehkan untuk pulang, dan karena suhu badannya panas sekali pada saat itu.
Umi pada saat itu memperhatikan gerak-gerik Selvi yang menurutnya tidak masuk di akal. saat Selvi berada di ruang kesehatan, Selvi terlihat melihat kesana-kemari, seperti seolah ada yang mengikuti dirinya.
cerita kemudian berbalik:

sang foreman memberitahukan kepada seluruh karyawan/i, bahwa Selvi memutuskan untuk mengundurkan diri dari kontrak kerjanya.
sangat disayangkan, karena Selvi baru saja bekerja selama 3 minggu dari 1 tahun masa kontraknya.
semua karyawan/i di sana pun berpikir demikian, karena mengingat bahwa Selvi memiliki pribadi yang bersahabat dengan seluruh pekerja di Perusahaan tersebut.
Nur.. dia penasaran dengan ‘apa alasan dari Selvi yang mengundurkan diri’ tersebut.

hingga kemudian, Nur pun mencoba menelepon Selvi pada saat setelah pulang bekerja. namun, pada saat itu nomor Selvi tidak aktif.
kemudian Nur pun mencari tahu kediaman Selvi. dan, pada saat itu Nur pun berhasil mendapatkannya dari Sinta, yang kebetulan bekerja pada Perusahaan itu juga.

Sinta yang mendengar alasan Nur yang penasaran akan pengunduran diri Selvi pun, dibuat penasaran pula.
akhirnya mereka pun mencari tahu berdua, dan datang ke kediaman Selvi pada hari minggu pagi.
pada saat itu, kedatang mereka disambut hangat oleh kedua orang tua Selvi. orang tuanya Selvi mengungkapkan sesuatu yang membuat Nur dan Sinta terkejut.

“jadi, begitu.. Selvi mengundurkan diri karena terus diikutin sama arwah wanita yang ada di sana!” ungkap Ibu Selvi.
“terus, sekarang Selvi nya di mana, Bu?” tanya Nur.

kemudian Ibunya Selvi mengajak mereka berdua ke dalam kamar Selvi. dan di sana terlihat Selvi tengah duduk dengan lamunannya. kedatangan Nur dan Sinta pun bahkan ia acuhkan.
beberapa kali Nur dan Sinta memanggil namanya, dan menepuk-nepuk pundak Selvi tersebut, namun Selvi hanya terdiam dengan pandangan kosong.

“ya begitu, Neng.. Selvi juga jadi susah makan!” ucap Ibunya Selvi.
singkat cerita..

Selvi sudah melakukan ruqiah secara islam selama 7x dan kemudian sembuh seperti semula.

ia bahkan tidak mengingat apa-apa saat Nur bertanya tentang apa yang terjadi kepadanya.
“aku nggak inget apa-apa. seinget aku, aku lagi bekerja dan wanita yang pake kebaya merah itu terus menghampiriku dengan senyuman..” ungkap Selvi.
Selvi pun mengingat-ingat, barangkali ada hal yang pernah tak sengaja ia lakukan pada saat bekerja di Perusahaan tersebut. Selvi pun mengungkapkan,

“aku pernah bilang ke Teh Ajeng, nggak usah takut sama yang begituan, mereka hanya mitos!” ucap Selvi.
Nur pun kemudian mengambil kesimpulan bahwa Selvi berkata yang semena-mena terhadap penunggu yang ada di Perusahaan tersebut. hingga pada akhirnya arwah wanita itu terus menghantuinya.

“ya sudah, sekarang yang penting kamu sehat-sehat, ya?..” ucap Nur.
berbicara tentang keberadaan makhluk halus memang seringkali menjadi bahan perdebatan yang panjang. ada yang percaya akan adanya mereka, juga ada yang tidak percaya akan hal itu, dan menamainya sebagai mitos belaka.
tapi, kita bisa mengambil kesimpulan bahwasanya saat kita berada di tempat baru, kita itu sejatinya adalah seorang tamu.

etika seorang tamu adalah menghormati pemilik rumah, dan ruang lingkupnya.
jadi, untuk itu, kita harus belajar menjadi tamu yang baik. menjadi tamu yang tidak bersikap semena-mena atau bahkan kurang ajar di tempat yang baru kita datangi, atau kita singgahi.

Sumber: @rianfrdnt

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *