RAWON.ID

Semua Tentang Mistis

Temu Jodoh

Cerita Horor Pendek

Based on True Story

Cerita yang diangkat dari kisah nyata sepasang pasutri tentang temu jodoh selawe (bertemunya neton pasangan dgn hasil 25)

Cerita ini aku angkat karena beberapa bulan yang lalu, aku bertemu dengan pasangan pasutri tentang rintangan yang mereka alami sebab neton temu jodoh mereka berjumlah 25.

Sebelumnya, pernah gak sih ? Kalian mendengar ? Atau disekitar kalian ada yang mempercayai jika temu jodoh 25 itu dilarang bersatu ? Alias menikah ? Kalau didaerahku, tradisi ini masih melekat erat dan memang tidak boleh bersatu.

Gimana sih mbak cara ngitungnya ? Kalau aku sih taunya jumlah neptu kalian ditambah neptu pasangan. Sejauh ini, aku masih mempelajari secara mendalam tentang temu jodoh selawe ini. Yah, mengolah ajaran jawa kuno tentang hitungan menikah dgn hasil segitu dan dikaitkan dengan kejadian yang akan dialami oleh pasangan tersebut kalau nekat menikah. 

Temu jodoh selawe jika diartikan itu masuk kedalam bale kedhawang. Bale yang artinya pelataran rumah dan kedhawang itu ramai.

Dalam hal ini, bukan ramai dgn hal yang baik jika dimaknai artinya. Tetapi, jika dua orang menikah dan hasil neptu mereka adalah 25, jika nekat menikah maka rumah tangga mereka akan ramai sekali dengan malapetaka yang datang. Karena alasan temu jodoh selawe ini akan berujung pati yaitu kematian.

Benar atau tidaknya, mari kita simak cerita berikut ini : 

Suara lemaran piring terdengar silih berganti menghantam tembok rumah. Tetangga yang mendengar suara itu hanya bisa bergumam dan memperlihatkan tatapan sinis kearah rumah mereka.

Agung dan sukma sedang bertengkar hebat saat itu. Semua itu disebabkan lantaran agung sudah setahun ini tidak bekerja dan perekonomian mereka sangat sulit sekali. Ditambah dengan dua anak yang sedang bersekolah dan menunggak membayar tagihan ini itu.

Sukma tidak bisa memendam amarahnya, semua itu terjadi karena selama ini hasil dari dirinya berjualan online tidak memiliki untung.

Uang yang selalu dia sisihkan, selalu saja tiba-tiba habis untuk keperluan sehari-hari. Belum lagi, suaminya yang sering sakit tiap sebulan sekali, rutin membuat pikiran sukma menjadi emosi menghadapi kenyataan yang sedang dihadapinya.

“Aku mas, kalau dulu dengerin nasehat orang tuaku. Tidak mungkin aku bakalan hidup seperti ini.” ucap sukma yang sudah tdk bisa mengontrol emosi. 

Memang, pernikahan mereka yang sudah memasuki tahun kesepuluh selalu dihantam oleh badai masalah yang datang silih berganti. Itu dikarenakan dulu pernikahan mereka tidak direstui oleh orang tua sukma. Sepuluh tahun yang lalu, mereka berdua memutuskan untuk menikah tanpa restu orang tua. Hal itu dikarenakan lantaran orang tua sukma tidak setuju disebabkan weton mereka jatuh pada 25.

Pak sujito, selaku ayah dari sukma adalah orang yang menentang pernikahan mereka. 

“Seloso pon karo rebo kliwon iku ketemu selawe nduk ! Awakmu seloso pon iku ketemu sepuluh, agung… Rebo kliwon ketemu limolas. Lek dijumlah dari selawe.”

(selasa pon sama rabo kliwon itu hasilnya 25 nak ! Kamu selasa pon hasilnya 10, agung.. 

Rabu kliwon hasilnya 15. Klu dijumlah hasilnya 25.)

Ayah sukma sangat tegas dengan aturan ini, karena beliau berasal dari keluarga yang menganut kepercayaan leluhur yang sangat kental tersebut.

“Yang jelas ayah tidak mau tau, kamu sama agung tidak boleh sampek menikah, pati !” 

Jawaban tegas ayah sukma saat itu masih teringat jelas dipikirannya.

Sukma masih meratapi nasibnya yang sekarang sangat melas sekali. Agung hanya bisa pasrah dan menghela nafas panjang.

“Sekarang, apa keputusanmu dek ? Aku pasrah saja. 

Lagian, aku juga gak kuat hidup begini terus menerus dengan kamu. Bagiku, kamu itu wanita pembawa sial !”

Mereka berdua sedang tenggelam dalam emosi mereka masing-masing. Hingga, kata “cerai” keluar lantang dari mulut agung. Hingga saat itu, mereka resmi bercerai dan kemudian kapan hari itu bercerita kepadaku.

Kok bisa ? Setelah bercerai mereka masih main bersama dan ketemu kamu mbak sis ? Iya, mereka beralasan kalau mereka bercerai baik-baik dan tetap akan berhubungan baik demi anak² mereka. Banyak yang diceritakan sukma padaku. Antara percaya dan tidak percaya akan sebuah adat leluhur tentang temu jodoh 25 ini.

Seperti saat kejadian dimana kejadian setelah menikah. Agung dan sukma memilih untuk ngontrak disalah satu rumah kecil ditengah kota. Padahal juga ramai dan padat penduduk, masih saja suasana horor bisa menyapa.

Tidak ada perasaan yang aneh saat itu, pagi.. Saat agung berangkat kerja. Sukma seperti biasa menyapu, membersihkan rumah dll. Ada hal aneh terjadi, saat hendak mengambil alat pel, sukma melihat ada tetesan darah yang masih sangat segar. Sukma mengira dirinya sedang datang bulan dan tidak sengaja darahnya sampai jatuh, namun ternyata pas dilihat. Dia tidak datang bulan. Tanpa berpikir lama, sukma langsung membersihkan darah tersebut pakek kain pel.

Namun, kejadian darah yang tiba-tiba ada dan menetes itu dia alami selama satu bulan berturut-turut. Hingga suatu malam, dia bermimpi didatangi oleh sosok seorang nenek 

yang meminta beberapa sesembahan yang menurutnya aneh. Hal itu sempat dia bicarakan kepada agung, namun.. Agung bukanlan tipe lelaki yg percaya dengan hal² seperti itu. Dia hanya merespon sukma dengan senyuman dan guyonan biasa. 

“Halah, kamu ini kok khawatir seperti ayahmu. Hal seperti itu jangan dianggap terlalu serius. Percaya itu harus kepad Tuhan.” ucap agung pelan.

Namun, sukma sudah merasakan firasat yang sangat berbeda setelah mimpi itu. Dia menyebut, bahwa malapetaka datang setelah mimpi terjadi. Ayahnya dikabarkan meninggal dunia secara mendadak.

Menurut cerita ibunya, ayah sukma selama seminggu bertingkah aneh seperti orang kerasukan. Ayahnya sering duduk sendiri dikamar dan berbicara sendiri. Ibunya niteni (membaca) gerak gerik ayah sukma berbeda setelah ayahnya pergi ke pinggir sungai mengambil bambu.

Ayahnya seperti berbicara dengan seseorang, namun tak terlihat siapa yang diajaknya bicara.  Sampai ibunya menggertak ayah sukma “sampean ini bicara dgn siapa toh pak ?” ucap ibunya khawatir.

Namun ayah sukma dengan yakinnya berkata kalau dia sedang berbicara dengan eyang paku. Ibunya semakin heran lantaran ayahnya hanya terlihat berbicara sendiri selama ini. 

Hingga, sehari sebelum meninggal. Ayahnya mengajak ibu sukma berbicara. “Bu, eyang paku bisa membantu kita agar sukma kembali. Jelas, pernikahan temu selawe itu gak baik bu. Aku takut sukma yang tibo pati (jatuh mati). Kita bakalan dibantu eyang paku.” jelas ayah sukma. Ibunya hanya menghela nafas yang panjang sekali. Mungkin, berat sekali beban ayah sukma saat itu. Hingga beliau menjadi seperti org gila.

“Pak, eyang paku itu siapa ? Ibu belum pernah melihat beliau selama ini. Bisa sampean tunjukin ? Eyang paku itu kayak gimana ?” tanya ibunya. 

“bisaa, ibu besok malam jam 12 keluar rumah. Beliau katanya mau menyapu halaman. Katanya mengawali syarat agar sukma bisa pulang ke rumah.” jelas ayah sukma.

Ibunya membuang muka dan mencoba memperhatikan wajah suaminya saat itu. Saat itu memang wajah suaminya terlihat beda wajahnya sangat layu dan kulit berwarna pucat. Nampak beda di kedua kuping suaminya yang bentuknya merapat ke rambut. Seperti menempel.

Namun, ibunya masih tetap berfikir positif. Mungkin suaminya sedang tidak enak badan atau memang dirinya yang banyak pikiran juga. Keesokan harinya, setelah sholat subuh. Ibunya ini melihat suaminya kedinginan dan sempat meminta untuk menyelimutinya setebal mungkin.

Ibunya mulai khawatir dan menelpon sukma. Memang, saat sukma dan agung memutuskan menikah tanpa restu ayahnya, sukma masih berkomunikasi dengan sang ibu. Sukma bukan anak yang cukup tega untuk meninggalkan orangtuanya tanpa kabar.

Ibunya menelpon dan memberi tahu kondisi sang ayah saat itu. Tanpa pikir panjang, sukma datang pagi itu. Ayahnya sudah tidak sadar dan sekujur tubuhnya dingin Sukma sudah mencoba memanggil dokter, namun kata dokter ayah sukma terkena asam lambung.

Hal itu masih menjadi sesuatu yang ganjil saja, lantaran kulit sang ayah semakin lama terlihat hitam lebam dan muncul bercak berwarna abu2. Kondisi tersebut terjadi sampek menjelang magrib, sang ayah sendiri di kamar. Ibu dan sukma sedang sholat di ruang tengah.

Selesai sholat, sukma mendengar ketawa kecil seperti seseorang yang sedang asik bercanda dengan temannya. Sukma mencoba diam sebentar dan mencari sumber suara. Namun, setelah sang ibu menoleh kepadanya. Mereka berdua saling bertatapan dengan wajah yang heran.

Pemikiran mereka sama, suara tertawa itu berasal dari kamar sang ayah. Mereka berdua bergegas menuju kamar sang ayah dan pelan-pelan membuka pintu. Ibunya yang saat itu membuka pintu dan melihat apa yang terjadi didalam. Sukma yang berada dibelakangnya hanya memegang pundak sang ibu dengan pelan².

Ibunya melotot dan kaget, lantaran sang ayah duduk dan didepan sang ayah terlihat seseorang yang jg duduk. Mereka saling berhadapan. Mata ibunya terbelalak saat sang suami menoleh kepadanya dengan kondisi yang menakutkan.

Tampak lelaki tua yang duduk didepan sang ayah sedang menyuapi sesuatu, sesuatu itulah yg membuat sang ibu menjerit. Laki-laki bermata putih sedang menyuapi belatung kepada suaminya dan saat menoleh, belatung tersebut memenuhi mulut sang suami. Ditampah senyum sang suami yang terlihat senang akan suapan belatung itu.

Kemudian ibu sukma pingsan. Sukma mencoba membangunkan ibunya, terlihat beberapa warga sudah memenuhi rumah mereka. Sukma dengan mata sendu dan merah dengan deraian air mata hanya bisa mencium kening sang ibu.

Sang ibu mencoba bangun meskipun tubuh dan matanya masih berat. Dirinya bingung lantaran rumahnya banyak tetangga yang datang. Ibu sukma masih kebingungan dan bertanya² apa yang sedang terjadi. Hingga sukma membisikkan sesuatu ke telinga sang ibu dengan pelan. ”bapak mpun sedo buk, di iklasaken nggeh.” ucap sukma pelan 

(bpk sdh meninggal buk, tlng ikhlaskan ya.)

Seketika, mata dang ibu mencari ayah sukma. Kemudian air matanya pecah saat melihat seseorang yang sedang terbaring dan ditutup kain jarik berwarna coklat.

Jeritan sang ibu tidak bisa ditahan lagi. Sejak kematian sang ayah. Sukma dan agung dilanda dengan beberapa kejadian yang membawa sial. Sukma keguguran sampai 4 kali. Setelah itu, agung yang awalnya bekerja dengan kondisi bagus dan dinilai sebagai karyawan yang baik sekali dikantornya, karir menjadi turun drastis. Hingga suatu hari dirinya diberhentikan tanpa alasan yang jelas. Menurut mereka sampai perceraian terjadi, perekonomian mereka hancur banget.

Agung mencoba melamar pekerjaan kemana² dan hasilnya ditolak. Sedangkan sukma, berjualan apapun tidak menemui hasil. Sempat agung berpikir, apakah itu adalah dosa mereka tanggung karena melawan ayah sukma dulu atau bagaimana juga gak tau, yang jelas selama itu.. Hubungan mereka benar² diuji.

Sampai datang titik terjenuh seorang sukma dan agung dengan keadaan yang selalu begitu saja. Akhirnya, mereka memilih bercerai dengan tetap saling berhubungan baik satu sama lainnya. Alasannya adalah seorang anak yg masih membutuhkan mereka.

Trus gimana kondisi mereka sekarang ?

Sukma setelah bercerai telah menjadi wirausaha yang sukses di kota. 

Sedangkan agung, dia bekerja disalah satu perusahaaan swasta terkenal dan sekarang mereka berdua sudah memiliki pasangan masing dan hidup bahagia.

Anak anak ikut sukma, hal ini telah disepakati bersama. 

Percaya atau tidak dengan hitungan temu jodoh ini bisa kalian kaji sendiri sesuai kacamata masing².

Thread by @siskanoviw

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *