RAWON.ID

Semua Tentang Mistis

Tidak Seram? Penyebab Kegagalan Film Horor ‘Ghost Writer 2’ yang Mengandalkan Komedi

Ghost Writer 2: Review Film Horor Komedi yang Penuh Keberanian

Film horor Indonesia belakangan ini kerap memadukan unsur komedi sebagai elemen penguat dalam penceritaannya. Salah satunya adalah film “Ghost Writer 2” yang disutradarai oleh Muhadkly Acho dan dibintangi oleh Tatjana Saphira, Deva Mahenra, dan Endy Arfian. Film ini merupakan sekuel dari film “Ghost Writer” yang dirilis pada tahun 2019.

Meski mengusung premis yang kurang lebih serupa dengan prekuelnya, “Ghost Writer 2” tetap memberikan perubahan dalam elemen drama dan komedinya. Berikut adalah beberapa poin penting dalam review film “Ghost Writer 2”:

Sinopsis

Ghost Writer 2 adalah sebuah film horor komedi Indonesia yang dirilis pada tahun 2021 dan disutradarai oleh Muhadkly Acho. Film ini merupakan sekuel dari Ghost Writer yang dirilis pada tahun 2019.

Film Ghost Writer 2 mengisahkan kisah seorang penulis novel horor best-seller bernama Naya (Tatjana Saphira) yang memiliki kemampuan khusus untuk berkomunikasi dengan hantu. Naya akhirnya mendapat tugas dari seorang hantu untuk menyelesaikan novel yang belum selesai ditulis. Selain itu, Naya juga harus membantu hantu tersebut agar bisa berdamai dengan kehidupannya yang telah berakhir.

Dalam perjalanannya, Naya bertemu dengan Vino (Deva Mahenra), seorang aktor yang menjadi hantu karena kecelakaan saat syuting film. Naya dan Vino kemudian berusaha untuk menyelesaikan tugas dari para hantu yang meminta bantuan mereka.

Namun, dalam prosesnya, Naya dan Vino juga harus menghadapi berbagai konflik yang muncul di antara mereka, serta mengungkap rahasia-rahasia yang belum terungkap sebelumnya.

Ghost Writer 2 merupakan film yang menggabungkan elemen horor dan komedi dengan baik. Dalam film ini, penonton akan disuguhkan dengan adegan-adegan horor yang menegangkan namun juga dilengkapi dengan adegan-adegan komedi yang menghibur. Selain itu, film ini juga memiliki pesan moral yang cukup dalam, mengenai pentingnya berdamai dengan masa lalu dan memaafkan kesalahan orang lain.

Penggalian karakter yang lebih dalam

Dalam “Ghost Writer 2”, para karakter utama mengalami penggalian yang lebih dalam dibandingkan dengan film pendahulunya. Misalnya, karakter Arumi yang diperankan oleh Tatjana Saphira, seorang penulis yang mengalami kebingungan dalam menyelesaikan novel terbarunya, dihadapkan pada trauma masa lalu yang belum terpecahkan.

Sementara itu, karakter Nova yang diperankan oleh Deva Mahenra, merupakan seorang pengacara yang menyelidiki kasus hilangnya saudara perempuannya. Dalam proses penyelidikan, Nova terusik oleh masa lalunya yang kelam, sehingga membuatnya semakin terobsesi untuk menyelesaikan kasus tersebut.

Selain itu, karakter-karakter pendukung seperti Raga yang diperankan oleh Endy Arfian dan mas Agus yang diperankan oleh Jeremi Finley juga mendapatkan penggalian yang lebih dalam. Dengan penggalian karakter yang lebih mendalam ini, penonton dapat lebih memahami latar belakang dan motivasi masing-masing karakter dalam menjalani peran mereka dalam cerita.

Penggalian karakter yang lebih dalam ini tidak hanya membuat alur cerita menjadi lebih menarik, namun juga memberikan dimensi baru pada karakter-karakter yang sebelumnya hanya ditampilkan secara sekilas. Sehingga, penonton dapat merasakan perjalanan emosional yang dialami oleh para karakter dalam menghadapi situasi yang semakin menegangkan.

Secara keseluruhan, penggalian karakter yang lebih dalam ini membuat “Ghost Writer 2” menjadi film horor Indonesia yang lebih kompleks dan menyajikan nuansa yang lebih dalam. Hal ini membuat film ini layak untuk ditonton oleh para penggemar film horor dan juga mereka yang mencari film dengan cerita yang menarik dan pengembangan karakter yang baik.

Komedi yang terasa lebih segar

Dalam film “Ghost Writer 2”, unsur komedi terasa lebih segar dan menghibur. Penonton akan disuguhkan dengan adegan-adegan lucu yang mengocok perut namun tetap tidak kehilangan fokus pada alur cerita. Selain itu, penggunaan komedi dalam film ini juga membantu untuk meredakan ketegangan saat adegan-adegan horor yang menegangkan. Beberapa adegan komedi yang berhasil membuat penonton tertawa antara lain saat Naya dan Vino terjebak dalam tempat yang sama dengan hantu yang menakutkan, dan juga adegan ketika Naya dan Vino menemukan buku harian hantu.

Namun, meskipun komedi dalam film ini berhasil menyegarkan, penggunaan elemen horor sebenarnya terasa minim. Walau beberapa adegan horor berhasil menciptakan suasana menegangkan, namun ada juga adegan yang seharusnya menakutkan tapi malah membuat penonton tertawa. Jadi, meskipun film ini disebut sebagai film horor-komedi, namun aspek horornya terasa kurang kuat.

Horor yang minim

Meskipun dilengkapi dengan efek-efek horor yang cukup niat dan menggelegar, tetapi “Ghost Writer 2” tampaknya kurang berhasil dalam menyampaikan kengerian yang diharapkan. Malahan, penggunaan elemen drama dan komedi yang sangat kuat dalam film tersebut justru membuat eksekusi horornya terlihat sangat minimalis. Sebagai hasilnya, momen-momen yang seharusnya menakutkan dan mencekam dalam film ini, justru lebih mengundang gelak tawa daripada rasa ketakutan pada penontonnya. Hal ini bisa mengakibatkan terlupakan atau kurang ditekankan pada jati diri “Ghost Writer 2” sebagai sebuah film horor yang seharusnya mampu menebar ketakutan dan menimbulkan sensasi horor sepanjang penayangannya.

Kesimpulan 

Berdasarkan ulasan di atas, dapat disimpulkan bahwa film “Ghost Writer 2” memiliki kelemahan dalam menggabungkan elemen horor, drama, dan komedi. Meskipun efek-efek horornya cukup niat, namun terlalu banyak penggunaan elemen komedi membuat momen-momen horor dalam film terlihat minim. Hal ini membuat “Ghost Writer 2” gagal memberikan ketakutan pada penonton sepanjang penayangannya.

Kritik atas penggunaan drama dan komedi dalam film ini juga muncul, karena kadang-kadang terkesan tidak seimbang dan membuat penonton tidak tahu apa yang harus dirasakan. Meskipun demikian, ada beberapa poin positif dalam film ini seperti akting dari para pemeran yang cukup memuaskan dan juga penggunaan setting yang menarik.

Secara keseluruhan, “Ghost Writer 2” mungkin cocok untuk mereka yang ingin menonton film horor yang tidak terlalu seram dan lebih mengarah ke sisi komedi. Namun, bagi penonton yang menginginkan film horor yang benar-benar menakutkan, mungkin film ini tidak menjadi pilihan yang tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *