RAWON.ID

Semua Tentang Mistis

“TURU MLAKU” Sang wadal omah pojok 1984

Kisah nyata, yg terjadi di Pertengahan tahun 1984-85, tentang keluarga yg secara bergantian mempunyai Gangguan Tidur “Turu Mlaku” (Sleep walking) sejak menghuni sebuah rumah di sebuah desa, di pinggiran Perbatasan Kabupaten Temanggung “Omah Pojok”  

Bukan seperti Sleep walking pada umumnya, karena beberapa dari mereka justru malah menemui ajalnya karena gangguan tidur ini “Turu Mlaku” dengan cara yg tak biasa  

Sila, bila berkenan di Like & RT sebanyak mungkin, agar saya lekas menceriterakannya 

👨:Nama saya Yosef (50th), sy lahir di Bandung tahun 1969, saya adalah anak ke 4 dari 5 bersaudara. Kami adalah keluarga yg bisa dibilang amat sangat kecukupan, ayah saya adalah salah satu pemilik Pabrik gula, bisnis warisan kakek saya  

👨:Ibu saya adalah orang kelahiran Temanggung, singkat cerita di Tahun 1975 Nenek yg di Temanggung (dari ibu) meninggal, karena ibu saya adalah anak tunggal, otomatis ibu saya harus bolak-balik ngurusin kakek saya yg sendirian sepeninggal nenek waktu itu.  

👨:kakek sudah mulai sakit2an, dan hanya ibu saya satu2nya anaknya, otomatis ibuku jadi sering banget Ke Temanggung, mengurus nenek sambil membawa si bungsu yg dulu masih kecil.  

👨:Makin hari kakek makin parah, sementara di Bandung ayah saya sangat sibuk ngurusin kerjaan, akhirnya dengan penuh pertimbangan, sekira tahun 1977 kami semua memutuskan tinggal di temanggung, kakak2 dan saya juga pindah sekolah sekalian di Temanggung. *** 

👨:***Sementara ayah saya yg bolak-balik Bandung-Temanggung, kami tinggal satu rumah dengan kakek, rumahnya besar, tapi bangunannya tergolong lawas waktu itu, serem, jarak antar tetangga agak berjauh-jauhan  

👨: kakek makin parah, sakitnya jg aneh menurut saya, kalo di ajak ngobrol jawabnya susah, seperti penderita stroke, tapi kadang kalo malam suka ngomel2 sendiri, suaranya pun lantang dan jelas, kalo makan banyak banget tapi badannya sangat kurus  

👨: kalo siang, gak pernah bisa jalan, cuma diem aja, BAB pun sudah tidak terkontrol, macam anak bayi lah, tapi disuatu malam pernah saya lihat nenek berdiri di atas kasur dan lompat-lompat pokoknya aneh banget,  

👨: Saya dan saudara2 saya sampe gak pernah berani dekat dengan kakek, cuma ibu saya aja, intinya kakek saya sudah gak bisa diajak komunikasi lah, bahkan saya dan kakak sy pernah melihat dia hampir makan kotorannya sendiri  

👨:untung ibuku tau dan dengan cepat mencegahnya, kata orang2 sih kakekku punya banyak pegangan, ada yg jaga gitu, jadi ada yg bilang harusnya kakek sudah meninggal, tapi karena ada satu penjaganya yg gak mau ninggalin raganya, jadi gitu deh..  

👨: Kami mencari solusi gimana caranya kakek agar terlepas dari penderitaannya, akhirnya kami datengin Romo buat ngusir 1 sosok penjaga yg berada dalam tubuh kakek saya, proses itu saya ikut liat tuh dengan kakak2 saya  

👨:saat proses pemberkatan atau pengusiran itu, kakek saya sempet ngamuk2, bahkan Romo pun di maki2, tapi akhirnya proses itu berjalan lancar, terjadi perubahan yg signifikan di kakek saya  

👨:Dia mulai tenang, dan tidak aneh lagi setiap malam, tapi dia sudah menolak untuk makan sejak saat itu, sampe akhirnya 2 minggu kemudian tepatnya di malam natal tahun 1979 kakek saya meninggal dunia.  

👨: meski bisa dibilanh kakek saya aliran kepercayaannya adalah Kejawen, tapi kakek saya di makamkan secara katolik, karena sejak menikah dengan ayah saya, ibu menjadi katolik, ikut dengan keluarga bandung  

👨:Prosesi berjalan lancar dan wajar2 saja, kamipun mengadakan sembayangan di rumah selama 7 hari, 2 bulan kemudian tinggalah aku, si bungsu, kakak no2, dan ibuku disitu, sementara ayah di bandung dan kakak no1 kuliah di jogja pulangnya pun 1bln seX,  

👨:3 bulan sepeninggal kakekku, suasana rumah mulai aneh dan gak nyaman, mulai terjadi hal2 yg tidak wajar, Hampir setiap malam, saya denger suara orang jalan2 di sepanjang ruang tamu dan tengah “SREEKKK, TAP..TAP..TAP..” seperti sedikit berlari  

👨:dan itu hampir setiap malam, Si bungsu juga suka ngelihat yg aneh2, kadang suka ngobrol sendiri, hingga puncaknya, waktu itu sekira jam 1 malam, saya, ibu dan kakak saya nomer dua, terbangun, kita semua denger hentakan seperti sesuatu yg jatuh dari atap  

👨: kami tidur bersama dlm satu kar, setelah dengar suara itu, mata kami terbuka secara bersamaan, kecuali si bungsu yg masih nyenyak, dengan wajah kaget kami saling pandang, ibu saya mencoba bangun untuk mengecek apa yg terjadi  

👨: Sumbernya dari ruang tamu, ibu saya adalah orang yg sangat penakut, ibu mengajak kami berdua untuk ikut mengecek apa yg terjadi, belum juga beranjak dari tempat tidur, terdengar suara, “Cegrekkk…ceklek” seperti suara gagang pintu, kami diam menghentikan gerak  

👨: Ada suara lagi, “KRENYYETT..KRENYETT”, ini saya sangat tahu, ini adalah suara kursi goyang kakek yg ada di ruang tamu, kita sudah pucat ketakutan, tapi sepertinya ibu sy tidak begitu percaya kalo itu suara kursi goyang,  

👨: dengan analogi suara seperti gagang pintu, sebelumnya, ibu sy mulai menenangkan kita “Itu bukan setan, sepertinya maling” tapi tetap saja ibu minta kita berdua nemenin untuk lihat apa yg terjadi di ruang tamu, kami berjalan bertiga mengendap-ngendap  

👨:Suara itu masih ada “Kreeengkett–krengket” di benak saya semakin yakin itu suara kursi goyang kakek, sampe di ruang tengah sempat berhenti, tapi ntah kenapa ibu bilang “AYOO.. Gak apa2” benar saja **** 

👨:*** benar saja, sampai depan tirai antara ruang tamu dan ruang tengah, suara itu masih ada, tapi dengan tempo yg lebih lambat, ibu saya mencoba membuka tirai sekat, perlahan, posisinya ibu saya paling depan, saya di tengah, dan kakak di paling belakang  

👨:ibu menyingkap tirai perlahan, semakin lebar, dan benar saja, ada sosok yg tengah duduk di kursi goyang itu, semua melihat, saya, kakak dan ibu saya, bentuknya gak begitu terlihat jelas, cuma berbentuk siluet gitu  

Kakak saya meraih saklar lampu ruang tengah, Siluet di ruang tamu itu semakin jelas, kami semua sangan ketakutan, siapakah sosok yg duduk di kursi goyang itu, dengan ketakutan kami terpaku, seperti sulit bergerak, otomatis pandangan kami semakin tertuju di sosok itu  

👨:semakin sya melihat, sosok itu saya perhatikan seperti seperti bertanduk, sosok bertanduk itu duduk di kursi goyang membelakangi kami, sambil terus menggoyangkan kursinya,  

👨: kakak saya yg ke2, dia sepertinya tidak begitu jelas melihatnya, karena kebetulan matanya minus, nah dengan keraguan, kakak saya mencoba meraih saklar lampu yg hanya berjarak “1 depa” di sampingnya  

👨: Sosok itu semakin sangat jelas, sy sudah yakin itu bukan manusia, tanduknya semakin terlihat jelas, dengan terhentak kakak saya meraih saklar lampu itu dan menghidupkannya, anehnya sosok itu tidak ada, hanya tinggal kursi saja yg masih bergoyang  

👨: hanya selang beberapa detik setelah lampu itu nyala, terdengar suara anak nangis, yg mana itu adalah suara si bungsu, kami dengan agak panik langsung bergegas menuju kamar, tangisannya tak seperti biasanya***  

👨:tangisannya lebih keras, pas sampe di kamar, betapa kagetnya sibungsu yg tadinya tidur di ranjang, tiba2 ada di atas lemari sambil nangis meronta, anehnya lemari itu cukup tinggi, dan tidak mungkin bisa di panjat oleh si bungsu  

👨: Si bungsupun di turunkan dari lemari itu, kami sangat ketakutan, kami tidak tidur, sibungsu tak berhenti menangis, dan ke esokan harinya, si bungsu demam tinggi, kami semua kebingungan, jaringan telfon belum masuk di desa situ, kamipun berjalan pagi2,  

👨:meminta bantuan para tetangga, nyari telfon, untuk ngasih kabar ayah di bandung, akhirnya dapetlah minjem telpon di kantor kecamatan setempat, singkat cerita, 2 hari kemudian ayah saya ke temanggung  

👨: Sesampainya di temanggung, saya ibu dan kakak menceritakan apa yg terjadi, tapi sepertinya ayah tidak percaya, ayah saya memang kurang percaya dengan hal-hal seperti itu, kami pun terus meyakinkan,  

👨: selang sehari rumah itu di berkati, berharap agar tak di ganggu lagi, tapi itu selalu tak bertahan lama, di berkati lagi.. Kembali lagi sampai 7 kali kalo gak salah, tapi cuma reda beberapa saat, sosok bertanduk itu selalu muncul lagi  

👨: Sampai sempat kami undang kyai untuk ngusir mahluk itu, dan bertahan cukup lama sekitar 6 bln, tapi entah kenapa setelah itu sosok itu muncul lagi dan lagi  

👨: ibu sudah mulai tidak sanggup lagi, karena setiap gangguan, selalu saja membahayakan si bungsu, ayah sempat menawari kami untuk kembali lagi di bandung, tapi kami rasa, akan ribet dan memakan banyak waktu kalo kita harus pindah sekolah lagi*** 

👨: Jalan tengahnya kita pindah rumah tapi tetep di Temanggung, ayah & ibu nyari2 nih, rumah untuk kita tinggal, sementara mereka berfikir mau di apakan ini rumah kakek kalo kita gak tinggal di sini?  

👨:Tapi karena kami sudah tidak betah, kami ngontrak dulu di sekitaran situ, lokasinya tidak jauh dari rumah kakek, masih satu desa, sementara ayah dan ibu nyari2 rumah bakal nanti kami tinggal, pengen beli sih rencanannya,  

👨:kami ngontrak kurang lebih 2 tahun, di Tahun 1983 dapat lah rumah yg cocok untuk di beli, rumah itu berada di sebuah desa di kota temanggung juga, cuma beda kecamatan dari rumah yg lama, rumahnya bagus, berada di Pojokan desa, perbatasan desa lah  

👨: Harganya juga tergolong murah, dengan bangunan sebagus dan seluas itu, Kebeli lah rumah itu, dan kami tinggal disitu, tahun pertama sih biasa aja…*******  

👨: Natal 1983, puji tuhan waktu itu kami bisa kumpul semua, ayah, ibu, 2 kakakku dan si bungsu… Seperti keluarga pada umumnya yg sedang berbahagia merayakan natal, ayah saya sengaja mengambil cuti 6 bln  

👨: untuk menebus kurangnya waktu dengan keluarga selama ini, Januari 1984, suatu malam saya terbangun dari tidur, saya mendengar suara, seperti orang ngomong sendiri dengan nada berbisik dan tempo yg cepat, kayak sedang berdoa gitu  

Suaranya dari luar kamar, dekat sekali seperti di balik tembok, “DUG..DUG..DUG” seiring dengan suara orang memukul tembok, suara mendesis itu sepertinya bukan suara orang dewasa, tiba2 “ceklek”, lampu diluar menyala,  

👨: “NGAPAIN ADEK..” suara ayahku, saya spontan langsung keluar, di tembok samping pintu, si bungsu nendang2 tembok sambil meranyau tidak jelas, di situ saya malah sedikit tertawa… Sssst kata ayahku, konon orang yg sleep walking gak boleh di bangunin ya..  

👨: si bungsu di tuntun oleh ayah menuju kamar, keesokan harinya waktu sarapan, si bungsu malah jadi bahan becanda, sampe dia nangis sambil megangin kakinya, ternyata jempol kakinya luka, kukunya mengelupas, mungkin karena nendang2 tembok semalam  

👨: itupun berlalu, selang kira2 3 hari, ada yg “Turu mlaku” lagi, tengah malam pintu kamar ada yg membuka “Kreekk..” saya yg satu kamar sama kakakku terbangun, ternyata ibu saya… “kenapa buk” kakak sy bicara.. Tapi dia tidak menjawab  

👨: Dengan langkah lembut dia lempeng aja, dan duduk di depan cermin di kamar kami, dia mengambil “Serit” (Sisir kayu) dan menyisir ujung2 rambutnya, sesekali menghentak menyisir ujung rambutnya yg mungkin kusut..  

👨: Kakak saya beranjak dari tempat tidur, mencoba melihat wajah ibu saya “Merem cep, ibuk nglindur ini hihihi” kakak sy sedikit tertawa, dan tiba2 ibu bilang “AKU OPO DE’E SING LUNGO!!” (aku atau kamu yg pergi) dengan dialeg temanggung  

👨: Kakak saya kaget memundurkan tubuhnya, bersamaan dengan itu, ibu saya berdiri dan berjalan keluar kamar, “Ayo ibuk dilihat” kata kakak saya, kita ikutin tuh jalannya, ternyata dia jalan menuju kamarnya, keesokan harinya kita tanya dong ke ibu  

👨: Tapi ibu bilang gak tau, emang kalo orang nglindur gak kerasa ya…kami masih belum ngeh dengan pertanda2 itu, soalnya habis kejadian ibu nglindur itu, gak ada yg “Sleep walking” lagi, hampir 3 bulan..  

👨: Lama tuh gak ada kejadian, dan di suatu malam… “BYUUUUURRRR” , seperti ada sesuatu yg nyebur ke kolam samping rumah, saya penasaran, tapi entah knp saya terlalu takut untuk melihat keluar, sy pun melanjutkan untuk tidur lagi  

👨: keesokan harinya, kami semua terbangun oleh suara ibu “NIKOOOOOO!!” ibu menyebut si bungsu, kami semua bergegas menuju sumber suara, di pinggir kolam ibu menangis dengan stengah badannya yg masih berada di dalam kolam, di depannya si bungsu tergeletak biru  

👨: ternyata semalam itu adl si bungsu, dia “Turu mlaku” dan nyebur ke kolam, saya amat sangat merasa bersalah, seandainya saya berani melihat keluar semalam, mungkin bungsu masih bisa tertolong tapi mlm itu saya terlalu takut  

👨: kami sangat sedih dengan kejadian si bungsu ini, apalagi ibu, tapi ini ternyata belum berakhir..

👨: Mei 1984, sepeninggal si bungsu, suasana rumah jadi datar.. Kaku, apapun obrolan kita di meja makan, ibu selalu “Seandainya niko”,,, membuat canggung suasana, kita cuma melirik saling pandang  

👨: Suatu malam di meja makan ayah berbicara “eh Sekarang ayah sudah punya Depo Pasir di Temanggung” pabrik gula sudah di urus ommu, jadi ayah lebih punya banyak waktu di temanggung” setuju kan??  

👨: Setujuuuu sahut saya dan kakak2 saya, Udah yuk tidur, sudah malam, tiba2 saja ayah memotong.. Dengan muka masam Kita pun bersiap untuk tidur, semua sudah tertidur kecuali saya  

👨:Entah kenapa, ada yg aneh, malam iti sepii sekali, bahkan suara hewan pun tak terdengar sama sekali, “Ehemmm” suara batuk ayah diiringi suara kaki melangkah, pelan, tap-tap…tap.. Oh ayah mau ke kamar kecil mungkin batin saya  

👨:entah knp saya tertidur, tau2 bangun aja di pagi hari, itu pun karena dengar suara tangisan kakakku, di pekarangan belakang rumah, saya langsung menuju kesitu.. Ramai sekali di belakang rumah,  

👨: Selangkah dari mulut pintu, tubuh saya diraih oleh seseorang, tetangga, saya tidak ingat, seakan tidak membolehkan saya melihat keluar, tapi di sela2 badannya sy hanya melihat ibu saya yg pingsan dan sepertinya sedang di papah  

👨: Ada apa ini? Batinku, “Ayah saya di temukan sudah tidak bernyawa” belakangan polisi mengatakan ia bunuh diri, tapi rasanya tidak mungkin, kami sangat mengenalnya, ayah sangat religius, bahkan bisa di bilang fanatik  

👨: putus asa? Sepertinya tidak,

Ini kata2 terakhir di malam sebelum esoknya di temukan tewas, apakah seperti orang putus asa? #turumlaku

👨:Ibu bilang semalam juga gak ada masalah, malah sangat baik, menjelang tidur, ayah juga sempat menasihati ibu, supaya sabar dan berdoa, rasanya tidak mungkin kalo ayah memilih jalan itu  

👨: Sudahlah, pikir saya, mungkin karena masih terlalu muda pikiran saya waktu itu..jd gak mau banyak ambil pusing,,, singkat cerita, beberapa hari kemudian saya bermimpi, bertemu ayah & si bungsu,  

👨: dimimpi itu ayah & si bungsu mendekati saya, teriak di telinga kanan dan kiri “TULUNG LUNGO SEKO KENE, IKI PANGGONANKU!!” Keras, memekak telinga, saya seketika bangun, dengungan nyeri ditelinga masih sangat nyata terasa  

👨:”TULUNG LUNGO SEKO KENE, IKI PANGGONANKU” (Tolong pergi dari sini, ini adalah tempatku) yg aneh adalah, di mimpi itu ayah dan si bungsu fasih bahasa jawa, padahal Ayah saja masih sering bertanya apa arti kata dlm bahasa jawa, apalagi si bungsu, sama sekali gak bisa  

👨: Saya menangis, saya lompat ke ranjang kakak di sebelah saya, ambil rosario, menggenggamnya erat sambil berdoa, seperti mau gila, gak bisa di bayangkan..#turumlaku

——-Bersambung——– 

👨: Saya benar2 tidak tidur sampai matahari terbit, keesokan harinya pun saya tidak mampu bercerita kpd ibu, selain hanya mimpi, sy takut kalo menambah kesedihan di keluarga kami..  

👨: hari itu saya berangkat ke sekolah seperti biasa, di kelas sy benar2 tidak fokus, seperti ada yg mengganjal di hati, tapi saya tak tau itu apa, perasaan tidak enak.. Benar saja habis istirahat kedua, sy di jemput oleh kakak, disuruh pulang, ibu sakit katannya  

👨: Ibu knp kak? , udah kita pulang dulu aja pokoknya, tadi ibuk nyariin kamu terus soalnya,, kata kakakku sambil menggeret tanganku tergesa2, sampe di rumah ibu sudah terbaring di ranjang dengan pak Mantri desa (perawat) di sampingnya  

👨: singkat cerita, hari itu ibu saya jatuh di kamar mandi dan lumpuh seketika, kata pak mantri sih stroke, tapi aneh gak sih soalnya paginya masih sehat2 aja, masih buatin saya sarapan,  

👨: pak mantri bilang, syarafnya mati sebelah, jadi dari mata kanan sampe kaki kanan udah sulit digerakkin, dan dalam jangka 2 minggu, semua syaraf mati total, sempat di rumah sakit 2 bulan, dan ibu mulai bisa ngomong walo masih “pego” gitu  

👨: saya sih pengennya ibu dirawat dulu sampe sembuh, tapi beliau selalu minta pulang, padahal belum bisa jalan juga, harus pakai kursi roda, akhirnya ibu di bawa pulang ke rumah  

👨: Dirumah ibu dirawat seadanya, paling didatengin mantri 2 minggu sekali, maklum semenjak ditinggal ayah, perekonomian kami memburuk, Kakak pertama cuti kuliah, sampe akhirnya gak pengen nerusin lagi, kakak yg ke 2 baru aja lulus SMA & masih nganggur  

👨: Sementara saya masih SMP, kita cuma ngandelin uang dari kiriman sodara di Bandung, pokoknya berat banget buat dipikirin saat itu, dalam usia sy yg masih sangat muda  

👨: Setiap hari, saya dan kakak2 sy, bergantian merawat ibu, dari mandiin, makan, sampe bersih2 rumah, kita jg bergantian jagain ibu kalo malem, rutinitas itu berjalan kira2 2 bulanan mungkin, kalo gak salah  

👨: Sampe di suatu malam, pas giliran saya yg jaga di kamar ibu, jadi posisinya ibu tidur di ranjang, dan saya di lantai beralas kasur, sy terbangun dan mendapati ibu tidak ada di ranjangnya, padahal ibu kan gak bisa jalan?????  

👨: sy keluar, manggil “BUKK..IBUKK” Suasana gelap, saya takut sekali, semoga yg sy pikirkan tak terjadi, sy bangunin kakak, “Mas ibuk gak ada di kamar!!” “Ngaco kamu!!” kata kakak sy, ayo cari, keliling ruangan sama kakakku yg pertama  

👨: Tidak butuh waktu lama, kita mencari, ibu sedang duduk di ruang tamu, menghadap keluar, dengan jendela terbuka, btw disini emang tempat favorit beliau dulu waktu masih sehat, tapi aneh, ibu bisa jalan dan buka jendela, wktu itu kalo gak salah jam 1/2 malam  

👨: Bukkkk..bukkk.. kakakku memanggil, sembari menyalakan lampu, tapi tidak ada jawaban, kitapun mendekatinya, mata ibu terpejam, saya memegang bahu merambat ke tangannya, dingin sekali.. Saya Terkejut!! “Tuhan yesus!!!” kataku, sambil Saya lepaskan dengan tiba2..!!  

👨: Kakak saya memeriksa nadinya, kita saling menatap, dan kakaku menundukan kepalanya, di situ saya tahu apa yg terjadi, saya langsung jatuh dan tersimpuh, menangis sejadi-jadinya, Cobaan apalagi ini Tuhan!!!!  

👨: Kakak sy yg ke 2 terbangun, kita menangis bersama, waktu itu yg ada dipikiran saya cuma, sepertinya saya lebih baik mati saja dari pada hidup seperti ini…  

👨: Setelah kejadian itu, Kami di tolong oleh Gereja, kami di kasih tinggal, walau sederhana tapi kita merasa lebih nyaman dan aman, tapi Kakakku yg pertama sempat depresi sampai masuk RSJ, tapi sembuh , dan sebelum dia meninggal tahun 2006***  

👨: Beliau sempat cerita banyak sekali tentang apa yg terjadi dulu katanya 5 hari setelah ibu meninggal, ada warga yg merasa janggal kenapa setiap orang yg tinggal dirumah itu selalu meninggal dengan cara yg sama yaitu “TURU MLAKU”,  

👨: Karena penghuni sebelumnya juga begitu, bahkan lebih ekstrim, ada yg sleep walking sampe jalan raya, membacok diri sendiri.. Dan berujung pada kematian.. Dan itu yg mendorong kakak saya knp wktu itu nyuruh kita semua pindah ke gereja..  

👨: Bahkan Romo pun menyarankan untuk itu, belakangan sy penasaran dan mencari tahu, tapi sudah sangat sulit karena sekarang rumah itu sudah di pugar rata, dan menjadi sebuah Pabrik begitupun desanya tinggal beberapa rumah saja  

——-Sekian——

Source thread: Twitter @AgilRSapoetra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *