RAWON.ID

Semua Tentang Mistis

WANITA BERGAUN MERAH DAN BERMUKA RATA

Seperti yang kalian tau asrama adalah tempat penginapan yang ditujukan untuk anggota suatu kelompok, umumnya murid-murid sekolah.

Tahun 2016, Aku dinyatakan diterima di sebuah kampus swasta di salah satu kota besar di Indonesia, sebut saja kota B, peraturan di kampus tersebut ada aturan dimana setiap mahasiswa/wi baru wajib untuk tinggal di asrama selama 1 tahun (2 semester).

Asrama yang Aku tempati ini seperti asrama pada umumnya sebuah bangunnan dengan kamar-kamar yang dapat ditempati 4 orang untuk setiap kamarnya. Asrama ku ini lumayan luas terdapat 12 gedung asrama (5 lantai *Lantai 5 untuk jemuran). Dengan fasilitas kamar mandi, 4 kasur, 4 meja kursi, 4 lemari, 1 cermin besar, 1 jemuran handuk. Sudah sangat lengkap menurut Aku.

Perlantai disediakan 1 lobby yang biasa digunakan untuk kumpul-kumpul atau mengerjakan tugas kelompok, pada lobby terdapat 2 kursi panjang stainless seperti di lobby (seperti lobby rumah sakit), 1 meja kaca dan 1 TV.

Setiap gedung terdapat ibu/bapak Helpdesk yang berjaga di lantai bawah dari pagi hingga malam (sekitar jam 22.00), serta Cleaning Service baik hati yang bersih-bersih lorong setiap pagi.

Jadi bentuk gedung asramanya itu persegi panjang dengan pintu masuk gedung di bagian tengan terdapat Helpdesk, lobby dan tangga. Bagian kanan dan kirinya lorong serta pintu-pintu kamar seperti kosan dan di ujung lorong terdapat pintu darurat.

Back to main story :

Aku tinggal di asrama gedung 6 dengan kamar 426 (lantai 4), aku disini adalah Fajar. David, udin dan fridus (nama samara) adalah teman sekamarku, kami semua beda jurusan dan fakultas kecuali aku dan fridus kami satu fakultas namun beda jurusan.

Bulan bulan awal kuliah, kehidupan kita di asrama tergolong santai karena perkuliahan pun belum terlalu padat dan belum banyak tugas juga karena masih awal perkuliahan sampai suatu sore..

“Tok tok tok, sore” Suara udin sambil membuka pintu dan melepas sepatu.

“Darimana din baru balik?” kataku yang sedang berada di Kasur nomor 4.

*jadi dikamar itu kasurnya tingkat seperti gambar di bawah.

*Terdapat 2 kasur satu dekat pintu masuk dan satunya lagi dekat kamar mandi. Nah Kasur ku dekat dengan kamar mandi dan di bagian atas, sedangkan david di bagian bawah Kasur aku, fridus dan udin di Kasur dekat pintu masuk kamar fridus di bagian atas, udin di bagian bawah.

Di tengah-tengah antara Kasur 1 dan 2 terdapat meja belajar yang berdempetan.

*denah kamar :

“Abis first meet sama anak-anak kelas” kata udin

Udin menutup pintu kamar dan dia segera menuju kasur untuk rebahan sembari memainkan ponselnya.

=====

Jam di dinding menunjukan angka 5, tanda sebentar lagi matahari akan bertukar posisi dengan bulan.

Karena posisi kamar ku dekat dengan lobby lantai 4 jadi kadang terdengar suara orang-orang penghuni asrama yang sedang kumpul di lobby.

*asrama ini di pisah ya antara gedung cewek dan cowok.

“Gimana first meet nya din? Seru gak anak-anak kelasnya?“ kata david sedang duduk di meja belajar 4.

“Lumayan lah cuman belum terlalu akrab” kata udin sembari memainkan ponselnya.

Waktu pun berlalu jam sudah menunjukan pukul 22.00 semuanya pun mulai tertidur pulas.

Aku terbangun. Ku lihat jam dinding masih pukul 2 malam.

Aku terbangun gara-gara aku dengan suara geretan benda di lorong depan kamar, seperti kursi besi yang diseret perlahan.

“sssrrrttt .. sssrrttt” terdengar dari lorong depan kamar.

“Oh mungkin tetangga asrama yang mindahin kursi” pikir ku dan lanjut tidur.

=====

Paginya, akunya terbangun pukul 7 pagi. Aku segera mandi karena akan mencari sarapan kebetulan hari ini kuliah siang.

“Tok tok tok” suara ketukan pintu kamar mandi.

Aku yang lagi mandi nyaut dong “Siapa? Mau mandi? bentar” kata ku.

Tidak terdengar jawaban dari luar dan Aku lanjut mandi. Saat keluar dari kamar mandi ku tengok teman-temanku masih tertidur di kasurnya masing-masing.

Aku masih positive thinking “Jail ni pasti pura-pura tidur” kata ku dalam hati.

Ku lanjutkan niatku untuk mencari sarapan.

Beberapa minggu berlalu setelah suara seretan kursi besi dan ketukan pintu, ada Fridus yang bercerita kepadaku.

“Jar, ngerasa gak di asrama ini banyak kejadian aneh?” ucap fridus membuka pembicaraan.

“Enggak sih, sejauh ini masih aman” kata ku.

“Memangnya kejadian aneh seperti apa?” lanjut ku.

*Disini aku akan bercerita dengan sudut pandang Fridus sebagai orang pertama.

“Jadi gini Jar. Beberapa hari yang lalu pas aku tidur, aku terbangun. Kulihat jam dinding masih pukul 2 malam. Aku terbangun gara-gara aku dengar suara seretan kursi dari depan kamar kita.

Aku penasaran siapa sih yang seret kursi malem malem gini depan kamar orang, ganggu orang tidur ajah.

Karena penasaran, ku intip dari kaca di atas pintu soalnya kan kasurku di atas dekat pintu jadi deket ke jendela kaca di atas pintu.

Pas kulihat, ternyata sosok perempuan bergaun merah (gaun pesta gitu) posisi dia membelakangi ku.

Dalam pikirku ko bisa perempuan malem-malem masuk gedung asrama cowok.

Tidak lama kemudian, perempuan itu diam tidak bergerak.

Perlahan dia menggerakan kepalanya pelan bangen sampai kepalanya memutar ke belakang 180 derajat. Dan sekarang wajah kami saling bertatapan

(Mukanya RATA!!).

Aku yang shock melihat wajahnya itu, Cuma bisa kaget, terpaku melihatnya.

Dia tertawa melengking melihat aku yang terpaku.

HI HI HI HI..

Aku hanya bisa menyebut nama tuhanku dan berdoa. Rasanya aku ingin menangis karena saking takutnya.

Jarak antara aku dan wanita itu hanya sekitar 1 meter terhalang kaca atas pintu. Sedekat itu aku dengan hantu itu. Aku terpaku cukup lama sampai akhirnya aku bisa bergerak dan menutup sekujur tubuhku dengan selimut.

Suara tawanya masih bisa ku dengar di dalam selimut. Aku masih sangat ketakutan. Kupaksa mataku agar terpejam. Akhirnya aku tertidur pukul 3 dini hari.

Paginya, aku terbangun pukul 08.00 pagi. Aku sudah melewatkan matkul pagi. Tapi aku tetap segera bersiap-siap untuk pergi ke kampus karena aku gak mau lama-lama di asrama ini.”

Sudut pandang Fridus selesai.

=====

Kembali ke sudut pandang Fajar.

Mendengar cerita Fridus seperti itu, aku sedikit tidak percaya. Karena asrama ini terlihat sangat nyaman dan bikin betah. Tempatnya bersih, kamar luas, sudah full perabot, wifi, kamar mandi dalam.

#baca horror #baca horor

Dan ternyata, bukan Cuma Fridus yang mengalami terror itu!

Beberapa hari berlalu setelah pertemuan Fridus dengan wanita bergaun merah muka rata itu. Sampai suatu malam, ada David dan aku di kamar yang lain sedang mencari angin keluar.

David membuka pembicaraan.

“Jar, kamu pernah dengar suara kursi diseret gak kalau malam?” Tanya David.

“Pernah sih, palingan itu tetangga yang abis dari lobby bawa kursi” Jawabku.

*Disini aku cerita berdasarkan sudut pandang David. Aku disini adalah David, bukan Fajar.

Beberapa malam ini aku terbangun tengah malam. Tepatnya pukul 01.00. Entah apa yang membangunkanku. Tapi, setiap aku melek rasa kantuk ku sudah hilang, Badanku seger. Meski lampu kamar mati aku masih bisa melihat dengan jelas, Udin tertidur lelap.

(Udin dan David tidur di Kasur bawah semua jadi bisa kelihatan kalau Udin sedang tidur begitu pun sebaliknya).

Tiba-tiba, perhatianku tertuju oleh suara di depan kamar.

“Srrreett … srrreett..” Seperti ada kursi yang diseret.

Tak lama setelah terdengar suara itu, aku melihat bayangan hitam dari kamar mandi di dekat jemuran handuk. Bayangan itu terlihat jelas seperti sosok perempuan.

– Q : Kenapa david bisa melihat bayangan cewek?

– A : Karena kamar gelap, dan lampu kamar mandi menyala pintunya terbuka. Sehingga apabila ada objek yang berdiri di kamar mandi dekat pintu akan terbentuk bayangan.

Di malam kedua, Bukan lagi suara kursi diseret, melainkan suara pintu diketuk.

Tok. Tok.

Tok.

Tok. Tok.

Tok.

Suara ketukan ini berjeda.

Ku jawab “Siapa ?”

Tak Ada jawaban. Namun mendengar ada suara langkah kaki menjauh.

Kupikir “apaan sih, malem malem rese, ganggu orang tidur”

Akhirnya kucoba untuk kembali tidur.

Malam ketiga.

Aku terbangun lagi, di pukul 01.00.

Kembali kudengar suara pintu kamar diketuk, eh lebih tepatnya digedor.

Dug. Dug.

Dug.

Dug. Dug.

Dug.

Suaranya keras, dan cepat. Kayak ada orang yang minta segera dibukakan pintu.

Saat ini aku mulai merasa ada yang aneh.

Gak mungkin teman-temanku balik dari kampung halaman baru tadi pagi mereka berangkat dan gerbang asrama ditutup oleh satpam jam 11.

Posisi aku sedang sendiri semuanya lagi pada mudik ke kampung halaman karena saat itu weekend. Aku tidak balik karena ada deadline tugas.

Aku diam saja. Tak memberi respon.

“Sial aku sendirian di asrama, malem-malem gini” kata ku dalam hati.

Tak berselang lama, kamar kembali digedor.

Dug. Dug. Dug.

Dug. Dug. Dug.

Semakin lama semakin keras ketukan itu. Akhirnya aku hanya bisa diam di Kasur dan menutup sekujur tubuh dengan selimut.

Semuanya tiba-tiba hening.

Tak berselang lama. Aku mendengar suara seorang wanita.

Suaranya kecil. Tapi cukup jelas menerima apa yang dikatakannya.

“AING NYAHO MANEH CAN SARE”

(“Saya tau, kamu belum tidur”)

Diikuti suara ketawa melengking has Teteh kuntay.

Aku hanya bisa berdoa dalam hati, semoga malam ini cepat berlalu.

*Cerita dari sudut pandang David selesai.

Aku yang mendengar cerita David, mencoba menghubungkan apa yang telah diceritakan oleh Fridus sebelumnya.

Aku berpendapat jangan-jangan pelakunya sama.

=====

Selang beberapa hari setelah kejadian yang menimpa David, aku bertemu dengan Fridus di gedung fakultas. Kusapa dia, dan sekalian kutanyakan beberapa hal tentang kejadian yang menimpa teman sekamar ‘David’.

“Fridus, kamu udah diceritain sama David belum?” Tanyaku.

“Cerita apa?” jawab Fridus.

Lalu ku ceritakan kembali apa yang diceritakan David. Fridus hanya bisa terdiam, kemudian berkata “Seperti yang menimpaku waktu itu, Jar”.

“Ko bisa ya?” tanyaku.

“Aku pernah sih mendengar suara geretan kursi tengah malam di lorong depan kamar, tapi aku masih berpikir positif” lanjutku

“Aku juga pernah ketindihan” kata Fridus.

Jadi, menurut Fridus, ia terbangun pada tengah malam. Ia tidak bisa memastikan pukul berapa kejadian itu, tapi.. yang terjadi adalah, Fridus mengalami KETINDIHAN / Sleep Paralyzed. Fridus merasa seperti ada yang menekan dari atas.

Badan Fridus tak bisa digerakkan, namun ia masih bisa membuka mata dan melihat sekelilingnya.

Ia bisa melihat David dan Aku tertidur pulas.

Semakin Fridus mencoba menggerakkan badannya, semakin pula ia tertekan dan tak dapat bergerak sampai ujung jarinya. Disaat itulah ia menyadari bahwa ada yang menimpanya.

Ia melihat bayangan merah diatasnya. Semakin lama semakin terlihat jelas dan membentuk sosok wanita berambut hitam panjang dengan gaun merah.

Sosok itu seperti mendekatkan wajahnya ke wajah Fridus, seperti sedang memperhatikan wajah Fridus dengan muka yang sudah tidak berbentuk.

(RATA!!!).

Fridus yang ketakutan mencoba untuk berteriak sekuat tenaga, namun tak bisa. Hingga akhirnya ia tak sadarkan diri.

Tiba-tiba ia terbangun dari tidurnya dengan perasaan kaget dan takut. Ia pun langsung duduk, beristighfar, untuk menenangkan diri.

Dilihatnya jam dinding kamar menunjukkan pukul 03.00. ia melihat semua teman-teman kamarnya tidur dan badannya tertutup selimut.

Fridus tidak begitu menanggapi hal itu dengan serius, karena ia berpikir bahwa apa yang dialaminya hanyalah mimpi.

=====

Selang beberapa hari setelah kejadian tersebut, penghuni kamar sering mengalami kejadian aneh. Seperti :

1.Kursi depan meja belajar bergeser sendiri.

2.Suara ketukan pintu di kamar mandi.

3.Jemuran handuk tiba-tiba terguling.

4.Makanan yang baru beli, pas mau di makan tiba-tiba basi.

Semakin lama, suasana di kamar asrama semakin tidak kondusif, menurut ku.

Udin dan Fridus sering ketindihan apabila salah satunya tidur sendirian dikamar.

Sampai dimana saat di bulan-bulan terakhir di asrama, kali ini aku yang diganggu.

Pada awalnya aku terbangun pukul 01.00 saat itu semuanya sedang mudik dan giliran aku yang tidak balik karena menjadi panitia acara di kampusku.

Aku terbangun karena tenggorokan ku terasa kering haus, jadi aku turun dari Kasur ku yang di atas untuk mengambil minum di meja. Saat sedang minum terdengar suara seretan kursi dari luar.

Awalnya cuek karena takut juga sedang sendiri di kamar.

Langsung beres minum aku kembali ke Kasur atasku yang dekat kamar mandi.

Terdengar suara seretan kursi kembali “Srreeett.. srrreettt”.

Karena merasa terganggu aku menggertak dengan suara keras .

“GANDENG!!”.

(“BERISIKK!!”).

Langsung seketika hening tak ada suara apapun. Disini posisiku tidur terlentang.

Tak lama dari hening itu. Tiba-tiba ada sosok wanita bergaun merah rambut panjang muka rata duduk di atas badanku dan berkata sangat kencang.

“TONG SOK NGATUR AING!!”.

(“JANGAN SUKA NGATUR SAYA!!”).

Lalu sosok tersebut menghilang.

Semenjak itu setiap ada suara apapun itu aku cuek kan karena KAPOK!

Menurut beberapa temanku yang paham begituan, asrama gedung aku sekarang makin “RAMAI” oleh mereka yang tak kasat mata. Kebanyakan dari tempat lain dan bisa sampai kesini karena mengikuti anak-anak asrama. Kemudian mereka betah disini, jadilah mereka menetap disini.

Dan aku, setelah check out asrama karena sudah 1 tahun tinggal disana ngontrak rumah di daerah depan kampus.

Source Thread: Twitter @TheDaggry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *